2.3. Aspek Pelayanan Umum
2.3.1. Urusan Pelayanan Wajib
Urusan Pelayanan wajib merupakan urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintah daerah yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Secara umum, penyelenggaran pelayanan dasar Kabupaten Lingga masih perlu ditingkatkan untuk meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat secara baik.
Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan, untuk itu Pemerintah Kabupaten Lingga terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang ada serta meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Pengembangan sarana pendidikan dilakukan sesuai dengan peningkatan kualitas
dan kuantitas yang dibutuhkan oleh penduduk seoptimal mungkin dan pemerataan penyebaran jumlah penduduk yang akan dilayani dan perkiraan tingkat kebutuhan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik, bahwa pada tahun 2009/2010 di Kabupaten Lingga jumlah Taman Kanak-Kanak sebanyak 11 sekolah, 569 murid dan 50 guru dengan rasio murid terhadap guru 11,4 dan rasio murid terhadap sekolah 51,7. Selanjutnya pada tahun yang sama Sekolah Dasar berjumlah 125 buah dan SLTP berjumlah 33, dengan rasio murid terhadap guru 8,5 untuk SD dan 11 untuk SMP. Sedangkan Data statistik pendidikan menengah terbatas pada SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga saja, pada tahun 2009/2010 terdapat 7 SMA dan 3 SMK dengan jumlah murid SMA sebesar 2.060 dan murid SMK sebesar 297, sedangkan jumlah guru SMA 149 orang dan guru SMK 34 orang. Rasio murid terhadap guru SMA 13,8 dan SMK 8,7.
Angka Melek Huruf
Pada tahun 2009 persentase angka melek huruf usia 10 tahun keatas sebesar 92%. Artinya ada 8% yang masih buta huruf. Berdasarkan kelompok umur, usia 50 + memiliki tingkat buta huruf terbanyak yaitu 15,82%. Data menunjukkan bahwa angka melek huruf penduduk usia muda jauh lebih tinggi dari penduduk usia tua.
Tabel. T-II.16.
Persentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Yang Melek Huruf Berdasarkan Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin Tahun 2009 (%) Kelompok Umur
(Tahun) Laki-Laki Perempuan Laki-Laki + Perempuan 10–14 15–19 20–24 25–34 35–49 50 + 97,10 100,00 97,47 93,83 84,67 84,30 93,51 100,00 93,69 84,10 76,48 64,65 95,21 100,00 95,56 89,07 80,80 75,18 10 + 95,07 89,68 92,47
Angka melek huruf Kabupaten Lingga yang hanya sebesar 92% masih tertinggal dari capaian nasional pada tahun 2009 sebesar 94%, sehingga perlu kerja keras selama lima tahun untuk mengejar selisih 2% tersebut dan diharapkan pada tahun 2014, angka melek huruf Kabupaten Lingga minimal sama dengan capaian target dari nasional yaitu sebesar 94%.
Tingkat Pendidikan yang ditamatkan
Tingkat pendidikan yang ditamatkan merupakan ukuran kualitas sumber daya manusia yang selanjutnya dapat dijadikan ukuran keberhasilan baik dari sudut sosial maupun ekonomi.
Di Kabupaten Lingga persentase penduduk berusia 15 tahun keatas yang menamatkan hingga ke jenjang SLTP sampai perguruan tinggi hanya sebesar 36%. Tingkat pendidikan penduduk di dominasi oleh tamatan SD/MI dan SMU/MA/SMK yaitu masing-masing sebesar 30,13% dan 20,90%. Hal ini dapat dilihat pada Tabel. T-II.17. berikut ini.
Tabel. T-II.17.
Persentase Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Dan Jenis Kelamin, 2009 (%)
Pendidikan Tertinggi
yang Ditamatkan Laki-Laki Perem-puan
Laki-Laki + Perempuan Tidak/belum pernah bersekolah
Tidak/belum tamat SD SD/MI SMP/MTs SMU/MA/SMK Akademi/universitas 9,72 19,21 29,78 14,09 23,55 3,67 22,45 16,85 30,51 9,77 18,00 2,43 15,80 18,08 30,13 12,02 20,90 3,08 Jumlah 100,00 100,00 100,00
Sumber: Laporan Pembangunan Manusia Kabupaten Lingga Tahun 2009
Tingkat Partisipasi Sekolah
Angka Partisipasi Sekolah adalah untuk mengetahui seberapa banyak penduduk usia sekolah yang sudah dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan, dapat dilihat dari penduduk yang masih sekolah pada umur tertentu.
Di Kabupaten Lingga, hanya kelompok umur 7-12 tahun yang mendekati angka 100% sedangkan kelompok umur lainnya masih di bawah 90%, terutama untuk kelompok umur 19-24 tahun yang hanya 6.11%. Sedangkan jika dilihat berdasarkan jenis kelamin perbedaan yang cukup berarti terjadi pada kelompok umur 16-18 tahun, dimana perempuan sebanyak 60.06% sedangkan laki-laki hanya 46%. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar. G-II.6. berikut.
Gambar. G-II.6
Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin Tahun 2009
Sumber: Laporan Pembangunan Manusia Kabupaten Lingga, 2009
Angka Partisipasi Kasar
Angka Partisipasi Kasar/APK merupakan indikator untuk mengukur proporsi anak sekolah pada suatu jenjang pendidikan tertentu dalam kelompok umur yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. APK memberikan gambaran secara umum tentang banyaknya anak yang
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 '7-12 13-15 16-18 19-24 Laki+laki Perempuan Laki-laki + Perempuan
sedang/telah menerima pendidikan dasar dan menengah. Dari data yang ada, hanya nilai APK pada jenjang SD yang memiliki angka diatas seratus sedangkan untuk nilai APK pada jenjang SLTP, SLTA dan PT pada tahun 2009 masih dibawah seratus. Hal ini mengindikasikan bahwa hanya sebagian dari anak berusia 13-15 tahun, 16-18 tahun, dan 19-24 tahun sedang bersekolah pada jenjang tersebut dan kemungkinan sisanya sedang sekolah pada jenjang pendidikan di bawahnya/di atasnya atau bahkan mereka tidak sekolah lagi.
Gambar. G-II.7
Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin Tahun 2009
Sumber: Laporan Pembangunan Manusia Kabupaten Lingga, 2009
Angka Partisipasi Murni
Angka Partisipasi Murni (APM) menunjukkan proporsi anak sekolah pada satu kelompok umur tertentu yang bersekolah tepat pada tingkat yang sesuai dengan kelompok umurnya. Menurut definisi, besarnya APM akan selalu lebih kecil daripada APK. Nilai APM yang lebih kecil daripada nilai APKnya dapat menunjukkan komposisi umur penduduk yang sedang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan. Di Kabupaten Lingga capaian APM tahun 2009 untuk SD sebesar 89.8%,
0 20 40 60 80 100 120 SD / 7-12 SLTP / 13 -15 SLTA / 16-18 PT / 19-24 Laki+laki Perempuan Laki-laki + Perempuan
berarti selisih dengan APK sebesar 17.46% artinya bahwa diantara murid SD sebanyak 17.46%nya berumur kurang dari 7 tahun atau lebih dari 12 tahun, sedangkan untuk APM SLTP sebesar 63.23% ada selisih 10.87% terhadap APK, APM-nya SLTA sebesar 49.68% dan APM PT sebesar 3.86%.
Gambar. G-II.8
Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin Tahun 2009
Sumber: Laporan Pembangunan Manusia Kabupaten Lingga, 2009
Rasio Murid-Sekolah dan Rasio Murid-Guru
Rasio murid-sekolah menunjukkan kemampuan sekolah menampung murid, terbanyak adalahSMU/SMK/MA yaitu 1:191 artinya 1 sekolah menampung 191 murid sedangkan rasio yang paling sedikit adalah di SD/MI yaitu 1:83 (1 sekolah menampung 83 murid) sedangkan Rasio murid-guru menunjukkan beban kerja guru dalam mengajar, untuk SLTP/MTs dan SMU/SMK/MA, masing-masing 1:11 (1 guru mengajar 11 murid) sedangkan ratio untuk SD/MI yaitu 1:8 (1 guru mengajar 8 murid). Hal ini dapat dilihat pada Tabel. T-II.18 dan Tabel. T-II.19 berikut ini.
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 SD / 7-12 SLTP / 13 -15 SLTA / 16-18 PT / 19-24 Laki+laki Perempuan Laki-laki + Perempuan
Tabel. T-II.18.
Jumlah Murid, Sekolah Dan Rasio Murid Sekolah Menurut Jenjang Tahun 2009 Jenjang Jumlah Murid Jumlah Sekolah Rasio Murid Sekolah SD/MI SLTP/MTs SMU/SMK/MA* 10.591 3.706 2.479 127 35 13 83: 1 106: 1 191: 1 Sumber: Laporan Pembangunan Manusia Kabupaten Lingga Tahun 2009
*) Termasuk sekolah kelas jauh
Tabel. T-II.19.
Jumlah Murid, Guru Dan Rasio Murid Guru Menurut Jenjang Pendidikan Tahun 2009
Jenjang Jumlah Murid Jumlah Guru Rasio Murid Guru
SD/MI SLTP/MTs SMU/SMK/MA 10.591 3.706 2.479 1.255 349 220 8: 1 11: 1 11: 1 Sumber: Laporan Pembangunan Manusia Kabupaten Lingga Tahun 2009
Rata-Rata Lama Sekolah
Rata-rata lama sekolah digunakan untuk mendapatkan informasi tentang sejauh mana tingkat pendidikan yang dicapai oleh penduduk dengan merujuk kepada rata-rata jenjang pendidikan yang telah diselesaikan oleh penduduk berusia 15 tahun. Pada tahun 2009 rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Lingga adalah 7,22 tahun, sedangkan rata-rata nasional pada tahun 2009 adalah mencapai 8,25. Hal ini berarti bahwa rata-rata penduduk Kabupaten Lingga baru mampu menempuh pendidikan sampai dengan kelas I SMP atau putus sekolah dikelas II SMP. Kondisi ini menegaskan bahwa partisipasi pendidikan di Kabupaten Lingga perlu ditingkatkan dengan melibatkan instansi terkait, tentunya didukung oleh partisipasi aktif dari masyarakat. Rata-rata lama sekolah Kabupaten Lingga yang masih jauh dibawah rata-rata lama sekolah mengindikasikan bahwa pembangunan pendidikan di Kabupaten Lingga masih perlu ditingkatkan, sehingga pencapaian target lima tahun mendatang minimal sama dengan pencapaian rata-rata lama sekolah nasional.
Kesehatan
Pembangunan bidang kesehatan di kabupaten Lingga bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara merata dan murah. Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara merata dan murah. Dengan tujuan tersebut diharapkan akan meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pembangunan kesehatan juga memuat mutu dan upaya kesehatan dengan menciptakan akses pelayanan kesehatan dasar yang didukung oleh sumberdaya yang memadai.
Sarana dan Tenaga Kesehatan
Pembangunan tersebut diarahkan kepada peningkatan fasilitas kesehatan dan akses pelayanan kesehatan dasar yang didukung oleh sumber daya yang memadai, seperti rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan dan ketersediaan obat. Jika dilihat pada Tabel. T-II.20. bahwa pada tahun 2009 jumlah sarana kesehatan yang terdapat di Kabupaten Lingga terdiri dari: Rumah Sakit 1 buah, Puskemas sebanyak 7 buah, Puskesmas Pembantu sebanyak 36 buah, Puskesmas Keliling sebanyak 7 buah, dan polindes 45 buah. Satu-satunya Rumah Sakit yang ada Di Kabupaten Lingga terdapat di Kecamatan Lingga, sedangkan untuk Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, serta polindes sudah tersebar di masing-masing Kecamatan.
Tabel. T-II.20.
Banyaknya Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, Balai Pengobatan/Klinik, Dan Polindes Menurut Kecamatan Tahun 2006-2009 Kecamata n Ruma h Sakit Puskesm as Puskesmas Pembantu Puskesmas Keliling Balai Pengobatan Polind es Singkep Barat - 1 7 1 -7 Singkep - 2 4 3 - 4
Lingga 1 1 12 1 - 10 Lingga Utara - 1 6 -6 Senayang - 2 7 2 - 18 2009 1 7 36 7 - 45 2008 1 5 37 9 - 44 2007 1 5 39 2 - 43 2006 1 5 35 3 - 44
Sumber: BPS, Kabupaten Lingga Dalam Angka Tahun 2009
Untuk menunjang sarana kesehatan yang ada, diperlukan tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya, Jumlah tenaga kesehatan dari tahun ke tahun terjadi peningkatan. Hal ini untuk mengakomodir pemenuhan kebutuhan kesehatan yang semakin meningkat, dengan diikuti meningkatnya sarana kesehatan. Tenaga kesehatan tersebut terdiri dari dokter dan paramedis, dokter yang tersedia sebanyak 31 orang, terdiri dari dokter umum 18 orang, dokter gigi sebanyak 10 orang dan spesialis 3 orang, sedangkan paramedis terdiri dari perawat (163 orang), Perawat Gigi (6 orang), AA (3 orang), sanitasi (4 orang), dan Bidan (72 orang).
Tabel. T-II.21.
Banyaknya Dokter Dan Paramedis Menurut Kecamatan Tahun 2006-2009
Kecamatan Dokter Paramedis
Spesialis Umum Gigi Perawat Perawat Gigi AA Sanitasi Bidan
Singkep Barat - 2 3 17 - 1 - 10 Singkep - 7 2 57 2 1 - 22 Lingga 3 5 1 58 1 1 2 14 Lingga Utara - 2 1 10 1 - - 10 Senayang - 2 3 21 2 - 2 16 2009 3 18 10 163 6 3 4 72 2008 - 7 8 133 3 3 1 48 2007 - 13 7 99 3 2 1 48 2006 6 8 4 96 3 1 2 31
Angka Harapan Hidup
Berdasarkan data yang bersumber dari Buku Laporan Pembangunan Manusia Tahun 2009, Nilai AHH penduduk Kabupaten Lingga pada tahun 2009 sekitar 70,02. Artinya, bayi yang lahir pada tahun 2009 di Kabupaten Lingga diperkirakan akan dapat hidup selama 70 tahun 07 hari dengan syarat besarnya kematian atau kondisi kesehatan tidak ada yang berubah. Angka ini lebih tinggi dari AHH Provinsi Kepri yang besarnya 69,75; dan juga berada jauh di atas AHH nasional yang hanya 69,21. Hal ini mengindikasikan secara rata-rata derajat kesehatan di daerah ini sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata secara propinsi dan nasional. Jika dibandingkan dengan AHH periode tahun sebelumnya, AHH Kabupaten Lingga tahun 2009 bertambah sekitar 0,14 tahun (satu bulan dua puluh satu hari).
Jika dirinci menurut jenis kelamin, pada tahun 2009 ternyata AHH penduduk laki-laki (67,96 tahun) nilainya lebih rendah dibandingkan dengan perempuan (71,91 tahun). Dengan demikian, dapat dikalkulasikan bahwa usia harapan hidup perempuan ternyata 0,06 kali lebih tinggi daripada laki-laki. Tingginya harapan hidup perempuan terhadap laki-laki merupakan fenomena umum yang terjadi di seluruh dunia. Dilihat dari perkembangan selama periode 2004-2009, rasio tersebut tidak banyak berubah: hanya berubah 0,01. Hal ini mengindikasikan bahwa selama lima tahun terakhir peningkatan harapan hidup laki-laki dan perempuan relatif konstan.
Angka Kesakitan
Angka Kesakitan dapat dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan penduduk. Angka kesakitan adalahpersentase penduduk yang mengalami gangguan kesehatan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari selama sebulan. Dari Tabel. T-II.22, menunjukkan bahwa angka kesakitan banyak dialami oleh laki-laki yaitu sebesar 33,20% sedangkan perempuan sebanyak 32,12%, mereka yang mengalami kesakitan rata-rata sakitnya berkisar berkisar 6,37 hari.
Tabel. T-II.22.
Angka Kesakitan Dan Rata-Rata Lama Sakit (Hari) Menurut Jenis Kelamin Tahun 2009 Jenis Kelamin Angka Kesakitan Rata-Rata Lama Sakit (Hari) Laki-laki Perempuan 47,31 56,61 6,00 4,52 Laki-laki+Perempuan 51,86 5,21
Sumber: Laporan Pembangunan Manusia Kabupaten Lingga Tahun 2009
Pekerjaan Umum
Semakin meningkatnya usaha pembangunan, maka akan pula menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari suatu daerah ke daerah lain. Panjang jalan dan jalan yang diaspal di Kabupaten Lingga terjadi peningkatan, pada tahun 2009 panjang jalan yaitu 504,65 km, dimana tahun sebelumnya hanya 488,6 km. Sedangkan jalan yang diaspal sebesar 46,70% pada tahun 2009 dari total panjang jalan yang ada, dan tahun sebelumnya sebesar 46,56%.
Tabel. T-II.23.
Panjang Jalan Dirinci Menurut Kecamatan Dan Status Jalan Tahun 2007-2009 Kecamatan
Status Jalan Jumlah
Jalan Negara Jalan Provinsi Jalan Kabupaten Panjang Jalan Persentase
2009 2008 2007 2009 2008 2007 2009 2008 2007 2009 2008 2007 2009 2008 2007 Singkep Barat - - 39,50 22,4 22,4 4,00 82,47 77,22 36,90 104,87 99,62 80,40 20,78 20,38 12,09 Singkep 25,7 25,7 23,10 18 18 25,60 76,5 76,2 123,60 120,2 119,9 172,3 23,82 24,53 25,90 Lingga 15,9 13,9 - 45,1 45,1 18,90 86,29 79,99 275,55 147,29 138,99 294,45 29,19 28,43 44,26 Lingga Utara 12,8 12,8 61,70 - - - 74,89 72,89 11,80 87,69 85,69 73,50 17,38 17,53 11,05 Senayang - - - - - - 44,6 44,6 44,60 44,6 44,6 44,60 8,84 9,12 6,70 Jumlah 54,4 52,4 124,30 85,5 85,5 48,50 364,75 350,9 492,35 504,65 488,8 665,25 100,00 100,00 100,00 Sumber : BPS, Kabupaten Lingga Dalam Angka Tahun 2008 dan 2009
Tabel. T-II.24.
Panjang Jalan Dirinci Menurut Kecamatan Dan Kondisi Akhir Tahun 2008-2009 Kecamatan
Kondisi
Jumlah
Baik Sedang Rusak Rusak
2008 2009 2008 2009 2008 2009 2008 2009 2008 2009 Singkep Barat 17,05 29,5 - - 53,06 48,86 7,11 4,1 77,22 82,46 Singkep 52,64 52,94 - - 19,17 19,17 4,39 4,39 76,20 76,50 Lingga 53,46 67,16 - - 16,54 17,34 9,99 1,79 79,99 86,29 Lingga Utara 5,6 13,5 - - 27,4 27 39,89 34,39 72,89 74,89 Senayang - 4 - - 10 10 34,6 30,6 44,60 44,60 Jumlah 128,75 167,1 - - 126,17 122,37 95,98 75,27 350,90 364,74
Sumber: BPS, Kabupaten Lingga Dalam Angka Tahun 2008 dan 2009
Perhubungan
Angkutan laut merupakan sarana perhubungan yang sangat vital dan strategis bagi masyarakat Kabupaten Lingga sebagai daerah kepulauan. Oleh karena itu, maka pembangunan di bidang pelayaran terus ditingkatkan dan diperluas termasuk penyempurnaan manajemen dan dukungan fasilitas pelabuhan. Di Pelabuhan Dabo Singkep, angkutan barang luar negeri yang dimuat pada tahun 2010 mencapai 853.935 ton. Berbeda dengan angkutan barang antar pulau, maka pada tahun 2010 barang yang dibongkar pada angkutan antar pulau tercatat sebesar 105.078 ton.
Tabel. T-II.25.
Nama Pelabuhan Laut Menurut Kelas Dan Peranannya
Pelabuhan Laut Kelas Peranannya
Dabo Singkep Kanpel Kelas IV Umum
Sungai Buluh Satuan Kerja Umum
Penuba Satuan Kerja Umum
Daik Lingga Satuan Kerja Umum
Pulau Mas Pos Kerja Umum
Senayang Kanpel Kelas V Umum
Pancur Satuan Kerja Umum
Sumber: BPS, Kabupaten Lingga Dalam Angka Tahun 2009
Gambar. G-II.9
JUMLAH KUNJUNGAN KAPAL MENURUT BULAN
DI PELABUHAN DABO, DAIK DAN SENAYANG TAHUN 2010 (ORANG)
Sumber: Data dalam angka Kab. Lingga, 2011
Selain angkutan laut, terdapat juga angkutan udara. Lalu lintas pesawat dan penumpang dari dan ke Kabupaten Lingga melalui Bandara Dabo Singkep tahun 2010 terlihat cukup berfluktuasi. Jika dilihat selama tahun 2010 lonjakan penumpang yang datang dan berangkat dari Bandara Dabo Singkep terjadi pada bulan Januari. Untuk bongkar muat bagasi, barang, dan pos paket perkembangannya juga bervariasi. 0 50 100 150 200 250 Dabo Daik Senayang
Gambar. G-II.10
JUMLAH ARUS PENUMPANG DOMESTIK YANG BERANGKAT DAN DATANG MENURUT BULAN DI BANDARA DABO SINGKEP, 2010 (ORANG)
Sumber: Data dalam angka Kab. Lingga, 2011
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
Dalam mengembangkan usahanya koperasi menghadapi kendala utama yang bersifat internal yaitu kelemahan dalam permodalan. Sebagaimana diketahui modal secara otonomi adalah sebagai “darah” yang akan mendorong sumber daya ekonomi lainnya dalam kegiatan usaha. Oleh karena itu pengembangan permodalan bagi koperasi harus diprioritaskan, baik yang bersumber dari dalam maupun dari luar koperasi.
Jumlah koperasi tahun 2010 sebanyak 67 unit, dengan rincian11 KUD dan 56 Non KUD, sedangkan jumlah anggota koperasi sebanyak 1.243 orang untuk KUD dan 3.705 orang untuk Non KUD.
0 100 200 300 400 500 600 700 Datang Berangkat
Gambar. G-II.11
JUMLAH KOPERASI MENURUT JENIS TAHUN 2010
Sumber: Data dalam angka Kab. Lingga, 2011
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2003 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau. Secara Administrasi, maka Kabupaten Lingga terdiri dari 5 kecamatan dengan rincian sebanyak 57 desa/kelurahan dan 6 diantaranya adalah berstatus kelurahan. Dan kecamatan yang termasuk wilayah Kabupaten Lingga adalah Singkep Barat, Singkep, Lingga, Lingga Utara, dan Senayang. Dengan dijadikannnya Kabupaten Lingga sebagai daerah otonom, maka kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga adalah mencakup seluruh bidang pemerintahan kecuali kewenangan dalam bidang Politik Luar Negeri, Pertahanan Keamanan, Yuridis, Moneter dan Fiskal Nasional, Agama, serta kewenangan di bidang lain seperti kebijakan perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan nasional secara makro, dana perimbangan keuangan, sistem administrasi negara dan
KUD 16% Koperasi Perikanan 3% Koperasi Serba Usaha 39% Koperasi Lainnya 42%
lembaga perekonomian negara, pembinaan di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), pendayagunaan SDM dan Sumber Daya Alam (SDA) serta teknologi tinggi yang strategis, konservasi dan standarisasi nasional.
Tugas atau urusan wajib yang menjadi kewenangan dari pemerintah daerah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga adalah sebanyak 16 buah yaitu:
1. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. 2. Perencanaan, pemanfaatan dan pengawasan.
3. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. 4. Penyediaan sarana dan prasarana umum.
5. Penanganan bidang Kesehatan. 6. Penyelengaraan Pendidikan. 7. Penanggulangan masalah so-sial. 8. Pelayanan bidang ketenagakerjaan.
9. Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah. 10. Pengendalian lingkungan hidup.
11. Pelayanan pertanahan.
12. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. 13. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. 14. Pelayanan administrasi penanaman modal. 15. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya.
16. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh Perundang –undangan.
Disamping itu juga terdapat pilihan yang merupakan urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meliputi:
1. Pertanian. 2. Perkebunan. 3. Kehutanan.
4. Perikanan. 5. Pariwisata. 6. Pertambangan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga mempunyai tugas untuk melaksanakan penyelenggaraan di bidang pemerintahan dan pembangunan serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kabupaten Lingga agar dapat terwujud masyarakat Kabupaten Lingga yang sejahtera secara lahir batin berlandaskan iman dan taqwa selama lima tahun kedepan sehingga sesuai dengan cita-cita yang disusun bupati dan wakil bupati terpiilih.