• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar: 1. Urusan Tenaga Kerja

Dalam dokumen RPJMD KABUPATEN CIAMIS TAHUN KATA PENGANTAR (Halaman 181-185)

PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS

B. Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar: 1. Urusan Tenaga Kerja

a. Masih tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka masyarakat;

b. Sarana dan prasarana Kursus Latihan Kerja (KLK) sebagai pusat pelatihan keterampilan kerja di Kabupaten Ciamis mengalami rusak berat;

c. Tenaga instruktur pelatihan keterampilan kerja masih kurang.

2. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

a. Belum optimalnya partisipasi perempuan di lembaga pemerintahan; b. Tingginya Angka Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak;

c. Belum memiliki Tenaga Ahli (Psikolog) dan Sarana Prasarana untuk penanganan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga;

d. Belum optimalnya pengembangan KLA, PUG, PEKKA dan FAD;

e. Masih rendahnya cakupan OPD yang mempunyai Renstra responsif gender.

3. Urusan Pangan

a. Ketersediaan dan keanekaragaman pangan lokal belum optimal;

b. Pola konsumsi pangan masyarakat terutama konsumsi umbi-umbian, pangan hewani dan kacang-kacangan perlu ditingkatkan;

c. Belum terpenuhinya target ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD); d. Masih relatif tingginya ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras dan

terigu.

4. Urusan Pertanahan

Permasalahan yang dihadapi pada Urusan Pertanahan adalah kurang optimalnya pengelolaan tanah-tanah hak pakai Pemerintah Kabupaten Ciamis, termasuk penertiban sertifikatnya.

5. Urusan Lingkungan Hidup

a. Masih banyak pelaku usaha/kegiatan yang menimbulkan dampak bagi lingkungan tetapi belum melakukan upaya pengelolaan limbah yang dihasilkan;

b. Masih rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam penanganan sampah; c. Belum optimalnya keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan sampah;

IV-8

d. Meningkatnya biaya operasional pelayanan persampahan yang disebabkan oleh penutupan TPA Handapherang.

6. Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

a. Database kependudukan belum akurat dikarenakan laporan peristiwa kependudukan seperti lahir mati pindah datang tidak berjalan optimal;

b. KTP-elektronik belum berfungsi sebagaimana mestinya karena belum tersedianya card

reader (pembaca kartu) di tempat-tempat pelayanan umum;

c. Aplikasi SIAK belum berfungsi optimal sehingga berpengaruh terhadap akurasi data penduduk, kondisi ini antara lain dapat dilihat dari: Aplikasi SIAK belum dapat digunakan untuk mengolah data kependudukan secara langsung sesuai permintaan dinas lain yang membutuhkan, perlu penambahan aplikasi khusus;

d. Sarana dan prasarana pendukung pelayanan administrasi kependudukan ditingkat Kecamatan masih belum memadai, dikarenakan perangkat pelayanan KTP-el yang pengadaannya dari Kemendagri sudah banyak yang tidak berfungsi;

e. Migrasi penduduk antar wilayah cukup tinggi;

f. Sarana dan prasarana pendukung sistem informasi administrasi kependudukan masih sangat terbatas;

7. Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

a. Kinerja BUMDes belum optimal;

b. Kinerja Pemerintahan Desa belum optimal;

c. Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi desa berjalan lambat; d. Pemberdayaan Masyarakat belum optimal;

e. Infrastruktur perdesaan belum memadai.

8. Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

a. Belum optimalnya partisipasi pria dalam ber-KB, dengan tingkat capaian baru mencapai 2.929 akseptor atau sebesar 1,64%;

b. Masih tingginya Angka Drop Out Peserta KB sebesar 10,80%; c. Masih rendahnya angka kesertaan Pria ber KB;

d. Masih rendahnya jumlah peserta KB yang menggunakan alat kontrasepsi jangka Panjang sebesar 21,38% dari jumlah total peserta KB aktif;

IV-9

e. Masih kurangnya kreativitas dan inovasi dari kelompok UPPKS yang dapat menambah modal kelompok UPPKS yang ada di Kecamatan;

f. Masih kurangnya partisipasi keluarga dalam kegiatan kelompok BKB, BKR dan BKL; g. Masih ada keluarga yang belum optimal dalam menjalankan delapan fungsi keluarga; h. Masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan lintas sektor di

wilayah Kampung KB;

9. Urusan Perhubungan

a. Masih banyaknya ruas-ruas Jalan Kabupaten yang belum dilengkapi Rambu-rambu Lalu Lintas dan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL);

b. Masih banyaknya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang belum dilengkapi dengan Alat Pengukur Pemakaian (APP);

c. Kurangnya fasilitas angkutan orang di Kabupaten Ciamis;

d. Dibutuhkannya aplikasi lokal untuk mengakomodir angkutan konvensional dalam persaingan usaha dengan angkutan online yang merupakan perkembangan kemajuan IT;

e. Isu keselamatan jalan, kampanye keselamatan jalan masih kurang gencar.

10. Urusan Komunikasi dan Informatika

Minimnya sumber daya manusia pada urusan komunikasi dan informatika.

11. Urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

a. Belum optimalnya pemanfaatan aset milik Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan;

b. Masih adanya koperasi yang kodisinya tidak sehat, hal tersebut dikarenakan para pengurus dan anggota masih ada yang belum menguasai tentang manajemen pengelolaan koperasi, pendirian koperasi tidak didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi anggota atau kesamaan kegiatan usaha anggota, sehingga koperasi mengalami kesulitan dalam menentukan kegiatan usaha yang seharusnya memiliki kepentingan langsung dengan kepentingan ekonomi atau kegiatan usaha anggotanya; c. Masih banyak koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang

IV-10

d. Belum optimalnya penataan pemanfaatan fasilitas akses layanan perbankan oleh pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM);

e. Belum optimalnya pengembangan usaha Koperasi dan UMKM.

12. Urusan Penanaman Modal

a. Belum optimalnya promosi dan regulasi investasi daerah sehingga investasi daerah masih rendah;

b. Belum optimalnya data potensi investasi daerah;

c. Belum mempunyai Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kabupaten.

13. Urusan Kepemudaan dan Olahraga

a. Pengembangan organisasi kepemudaan di bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik masih belum optimal;

b. Masalah sosial di kalangan pemuda seperti NAPZA, HIV masih cukup tinggi; c. Wawasan kebangsaan pemuda masih kurang;

d. Pembinaan organisasi kepemudaan belum optimal;

e. Pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga dan pengembangan mutu prestasi olahraga belum optimal;

f. Pembinaan olahraga prestasi belum optimal;

g. Peningkatan mutu SDM tenaga keolahragaan masih kurang.

14. Urusan Statistik

Kebijakan pembangunan harus berbasis data. Permasalahan yang dihadapi pada Urusan Statistik adalah belum terpenuhinya seluruh kebutuhan data dan analisis statistik daerah.

15. Urusan Persandian

a. Kurangnya sumber daya manusia bidang persandian, baik dari sisi jumlah maupun kualitas;

b. Pengelolaan alat persandian yang kurang/tidak optimal;

c. Sering terjadi gangguan dalam keamanan sistem informasi Pemerintah Daerah.

16. Urusan Kebudayaan

a. Belum optimalnya pemanfaatan seni budaya daerah sebagai kekayaan budaya;

b. Kurangnya tim ahli dibidang seni, budaya, sejarah dan nilai budaya, cagar budaya dan permuseuman sehingga pengembangan potensi masih belum tergali secara optimal;

IV-11

c. Masih terbatasnya sarana dan prasarana seni dan budaya tentang pemajuan kebudayaan;

d. Belum optimalnya pemeliharaan kawasan situs dan cagar budaya;

e. Belum terfasilitasinya kesejahteraan juru kunci dan juru pelihara Situs di Kabupaten Ciamis;

f. Belum optimalnya pelestarian, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan SDM sejarah dan nilai budaya.

17. Urusan Perpustakaan

a. Belum optimalnya penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi di bidang Perpustakaan;

b. Kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana perpustakaan belum memadai. c. Masih rendahnya minat baca masyarakat;

d. Masih kurangnya koleksi judul dan jumlah buku pada perpustakaan desa; e. Kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia belum memadai.

18. Urusan Kearsipan

a. Sarana dan prasarana pengelolaan kearsipan belum memadai; b. Kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia belum memadai.

Dalam dokumen RPJMD KABUPATEN CIAMIS TAHUN KATA PENGANTAR (Halaman 181-185)

Dokumen terkait