• Tidak ada hasil yang ditemukan

*) Pihak Ketiga berupa pinjaman jangka panjang

6.3.1. Usulan Program Dan Kegiatan A. Sistem Non Perpipaan

Daerah-daerah yang akan dilayani oleh sistem non perpipaan adalah daerah-daerah yang belum dapat dijangkau oleh sistem air minum perpipaan (PDAM), yaitu :

o Kecamatan Bogor Selatan : Kelurahan Mulyaharja, Pamoyanan, Ranggamekar, Kertamaya, Bojong Kerta, Batutulis, Rancamaya, dan Cikaret

o Kecamatan Bogor Timur : Kelurahan Sindangsari, Sindangrasa, dan Katulampa

o Kecamatan Bogor Utara : Kelurahan Cibuluh, Cimahpar, dan Ciparigi

o Kecamatan Bogor Barat : Kelurahan Margajaya, Balungbang Jaya, Bubulak, Curug, Cilendek Timur, Cilendek Barat, Situgede, dan Curug Mekar

o Kecamatan Tanah Sareal : Kelurahan Kedung Waringin, Kedung Badak, Mekarwangi, dan Sukadamai.

Penyediaan sarana air bersih/air minum non PDAM terutama untuk masyarakat dengan kemampuan ekonomi rendah, sedangkan masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas akan diarahkan untuk menggunakan PDAM jika wilayahnya terjangkau pelayanan PDAM. Penyediaan sarana air bersih minum non PDAM direncanakan sebanyak 4 unit/lokasi setiap tahunnya, setiap unit terdiri dari minimal 100 sambungan rumah.

Sumber air yang dapat digunakan adalah mata air dan sumur dalam. Jika daerah rencana pelayanan mempunyai sumber/mata air maka penyediaan air bersih berasal dari mata air tersebut dan pelayanan dilakukan dengan membangun sarana pengumpulan dan pengaliran air bersih tersebut hingga mencapai rumah penduduk atau sarana-sarana umum (sekolah, mesjid/mushola, kantor pemerintahan, dan lain-lain). Bila daerah tersebut tidak mempunyai sumber/mata air maka dibuat sumur dalam sebagai sumber air bersih. Pendanaan penyediaan air minum non PDAM berasal dari APBD II (2 unit) dan DAK air minum (2 unit).

Untuk merencanakan agar kegiatan penyediaan air minum Non PDAM ini tepat sasaran, maka diadakan kumpul bersama dengan aparat kelurahan untuk mengetahui kondisi kelurahan secara umum tentang kondisi kelurahan, sistem penyediaan air minum, kondisi wabah penyakit dan kondisi sanitasi. Kelurahan yang menjadi prioritas pelayanan Non PDAM adalah :

Tabel 7.48 Prioritas Penanganan Air Minum Non Perpipaan

KECAMATAN KELURAHAN

Bogor Selatan Mulyaharja

Genteng

Ranggamekar

Harjasari

Pamoyanan

Bojongkerta

Bogor Timur Katulampa

Bogor Utara Cimahpar

Tanah Baru

Bogor Tengah Kebon Kelapa

Bogor Barat Pasir Mulya

Sindang Barang Margajaya Balungbang Jaya Situ Gede Bubulak Semplak Cilendek Barat

Tanah Sareal Kencana

Dengan berkumpul bersama dengan aparat kelurahan untuk membahas tentang penyediaan air minum di kelurahan masing-masing dan sistem yang dapat diterapkan di tempat masing-masing dengan untuk tujuan pembangunan yang dilakukan tepat sasaran dan pengelolaan berjalan dengan baik. Pelaksanaan dengar pendapat tentang permasalahan penyediaan air minum di kelurahan masing-masing dilaksanakan dengan sistem

FDG

(

Focus Discussion Group

) sehingga keluhan-keluhan tentang air minum di kelurahan masing-masing dapat ditampung dan dianalisa pemecahan masalah agar pelayanan air minum dari segi teknis sampai dengan sistem kelembagaan yang diterapkan sesuai dengan keinginan masyarakat dan perencanaan tidak ada unsur yang dapat merugikan masyarakat. Dari hasil pembahasan dan kumpulan permasalahan tentang

penyediaan air bersih/air minum, maka rencana pembangunan sistem penyediaan air minum non PDAM sesuai dengan rencana pentahapan adalah sebagai berikut,

A1. Tahap Mendesak (2009-2010)

Pada tahap mendesak direncanakan untuk kelurahan yang membutuhkan secara mendesak, dengan sumber dari mataair maupun dari sumur dangkal/dalam. Pada tahap ini, kegiatan pengembangan pelayanan air minum untuk wilayah kelurahan dan jenis kegiatannya adalah sebagai berikut :

1. Kelurahan Ranggamekar. Kelurahan Ranggamekar direncanakan

pembangunan jaringan pipa pelayanan dan HU dan untuk sumber dari mataair dibangun Broncaptering dengan lokasi sumber di RW 07.

2. Kelurahan Cimahpar. Kelurahan Cimahpar direncanakan pembangunan jaringan pipa pelayanan yang terdapat pembangunan jembatan pipa dengan diameter 75 nn dan HU dan untuk sumber dari mataair dibangun Broncaptering dengan lokasi sumber di RW 17.

3. Kelurahan Pasirmulya. Kelurahan Pasirmulya direncanakan pembangunan jaringan pipa pelayanan dan HU dan untuk sumber dari mataair dibangun Broncaptering dengan lokasi sumber di RW 01 dan RW 04.

4. Kelurahan Margajaya. Kelurahan Margajaya direncanakan pembangunan jaringan pipa distriusi dan HU dengan sumber dari air tanah dengan membangun sumur bor. Untuk sistem ini, dibangun Reservoar dengan kapasitas 50 m3.

A2. Tahap I (2011-2015/

MDGs

)

Pada tahap ini, kegiatan pengembangan pelayanan air minum untuk wilayah kelurahan dan jenis kegiatannya adalah sebagai berikut,

1. Kelurahan Situgede. Kelurahan Situgede direncanakan pembangunan jaringan pipa distribusi dan HU dan untuk sumber dari mataair dibangun Broncaptering dengan lokasi sumber di RW 06.

2. Kelurahan Semplak. Kelurahan Semplak direncanakan pembangunan jaringan pipa distribusi dan HU dan untuk sumber dari mataair dibangun Broncaptering dengan lokasi sumber di RW 03, 05, dan 08.

3. Kelurahan Balumbang Jaya. Kelurahan Balumbang Jaya direncanakan pembangunan jaringan pipa distribusi dan HU dan untuk sumber dari mataair dibangun Broncaptering dengan lokasi sumber di RW 12.

4. Kelurahan Harjasari. Kelurahan Harjasari direncanakan pembangunan sumur bor dan reservoar, dan juga kegiatan rehabilitasi sistem eksisting (mataair) dengan pelayanan direncanakan pembangunan jaringan pipa distribusi dan HU.

5. Kelurahan Genteng. Untuk Kelurahan Genteng dengan mataair direncanakan meningkatkan sistem yang sudah dibangun.

6. Kelurahan Pamoyanan. Kelurahan Pamoyanan direncanakan pembangunan jaringan pipa distribusi dan HU dan untuk sumber dari mataair dibangun Broncaptering dengan lokasi sumber di RW 11.

7. Kelurahan Rancamaya. Kelurahan Rancamaya direncanakan pembangunan jaringan pipa distribusi dan HU dan untuk sumber dari mataair dibangun Broncaptering.

Pada tahap ini juga direncanakan dibangunnya sistem penyediaan air bersih di Kelurahan Bojongkerta, Sindangsari, dan Sindangrasa. Program pengembangan untuk pelayanan Non PDAM adalah pengembangan pelayanan air minum, dimana biaya pengembangan dapat berasal dari Pemerintah Kota Bogor, Propinsi, dan Pusat maupun biaya dari swadaya masyarakat. Karena sistem pelayanannya Non PDAM, maka sistem kelembagaan pengelolaan pelayanan air minum dibentuk struktur sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pengembangan pelayanan air minum Non PDAM ini lebih diarahkan kepada wilayah-wilayah yang tidak terjangkau oleh pelayanan PDAM tetapi tingkat kebutuhan akan air yang layak tinggi. Sistem yang diaplikasikan adalah sistem dengan kapasitas kecil baik menggunakan sumber dari mataair setempat maupun dari air tanah melalui pembuatan sumur bor maupun sumur dangkal.

Wilayah pengembangan sistem pelayanan Non PDAM ini direncanakan sesuai dengan kebutuhan. Untuk wilayah-wilayah prioritas rencana pengembangan, konsultan melakukan konsultasi perencanaan dengan wilayah (Kelurahan) yang belum tersentuh PDAM dan wilayah-wilayah rawan air seperti yang telah dijelaskan pada Bab 8 tentang rencana pengembangan pelayanan air minum Non PDAM. Program pengembangan pelayanan air minum Non PDAM dapat dilihat pada tabel berikut ini,

Tabel 7.49 Kebutuhan Program Air Minum Non Perpipaan

No. INDIKASI PROGRAM URAIAN KEGIATAN

1 Pembangunan sistem air bersih Kelurahan Ranggamekar a. Pembangunan Broncaptering

dengan menggunakan sumber air mata air di RW 07 b. Pembangunan jaringan pipa pelayanan + HU 2 Pembangunan sistem penyediaan air bersih a. Pembangunan Broncaptering

Kel Cimahpar dengan sumber mataair di RW 17 b. Pembangunan jaringan pipa pelayanan + HU

c. Pembangunan Jembatan Pipa dia. 75 mm

3 Pembangunan sistem penyediaan air bersih a. Pembangunan Broncaptering

Kel Pasir mulya dengan sumber mataair di RW 4 dan 1 b. Pembangunan jaringan pipa pelayanan + HU 4 Pembangunan sistem penyediaan air bersih a. Pembangunan sumur bor

Kel Margajaya dengan sumber air sumur bor di RW 3+4 b. Pembangunan Reservoar 50 M3

c. Pembangunan jaringan pipa distribusi dan HU

5 Pembangunan Sistem Penyediaan air bersih a. Pembangunan Broncaptering

Kel Situ Gede dengan Sumber Mataair di RW 06 b. Pembangunan jaringan distribusi dan HU 6 Pembangunan Sistem Penyediaan air bersih a. Pembangunan Broncaptering

Kel Semplak dengan Sumber Mataair di RW 03,05 dan 08 b. Pembangunan jaringan distribusi dan HU 7 Pembangunan Sistem Penyediaan air bersih a. Pembangunan Broncaptering

Kel Balumbang Jaya dengan Sumber Mataair di RW 12 b. Pembangunan jaringan distribusi dan HU 8 Pembangunan Sistem Penyediaan air bersih a. Pembangunan sumur bor

Kel Harjasari dengan sumber sumur bor dan mataair b. Pembangunan reservoar

c. Pembangunan jaringan pipa distribusi dan HU

d. Rehab Sistem eksisting (mata air)

9

Pembangunan Sistem Penyediaan air bersih

Kel Genteng dengan sumber mataair a. peningkatan sistem yang ada 10 Pembangunan Sistem Penyediaan air bersih a. Pembangunan Broncaptering

Kel Pamoyanan dengan sumber mataair di RW 11 b. Pembangunan jaringan distribusi dan HU 11 Pembangunan Sistem Penyediaan air bersih a. Pembangunan Broncaptering

Kel Rancamaya dengan sumber mataair b. Pembangunan jaringan distribusi dan HU 12 Pembangunan Sistem Penyediaan air bersih a. Pembangunan Broncaptering

Kel Bojongkerta, Sindangsari dan Sindang rasa b. Pembangunan jaringan distribusi dan HU