• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI

Bagan 3.3 Tahap Penelitian Pengembangan

3.6 Validitas dan Reliabilitas

Instrumen yang akan dipakai dalam penelitian ini yaitu validitas dan Reliabilitas. Validitas adalah melihat apakah konsep yang dinilai sudah tepat untuk menilai sesuatu yang dinilaikan (Sudjana: 2009). Penelitian ini akan menggunakan validitas yang meliputi construct validity, content validity, dan face validity. Construct validity adalah suatu alat ukur untuk menguji dua atau lebih metode secara bersama-sama dengan menggunakan pengukuran yang lebih rinci (Azwar: 2013). Content validity adalah suatu alat ukur untuk menunjukkan sejauh mana aitem-aitem tes mencakup semua tujuan yang ingin diukur oleh tes (Azwar: 2013). Berbeda dari kedua macam validitas tesebut face validity adalah pengukuran yang nyata dan mencakup penilaian para ahli ataupun pengguna alat ukur (Arifin: 2009). Validitas yang dimaksudkan disini adalah komentar dari pengguna alat ukur mengenai kesesuaian dari konsep namun komentar. Adapun ringkasan validitas instrumentasi yang akan digunakan dalam penelitian ini dapat melihat tabel 3.10.

Tabel 3.10

Ringkasan validitas instrumentasi penelitian

Teknik Pengumpulan

Data

Instrumen Tahapan Jenis Validitas Cara Pengujian Instrumen

Wawancara

Pedoman wawancara analisis kebutuhan guru

Studi Pendahuluam Validitas isi /

Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen) Pedoman wawancara

anlisis kebutuhan siswa

Studi Pendahuluan Validitas isi /

Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen)

dalam lambang negara “Garuda Pancasila”. Pancasila 3.2 Mengenal tata tertib dan aturan yang

berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah.

3.2.1 Menjelaskan aturan atau kebiasaan baik dalam menyambut orang tua.

Teknik Pengumpulan

Data

Instrumen Tahapan Jenis Validitas Cara Pengujian Instrumen

Pedoman Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Produk Validitas isi / Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen) Pedoman wawancara

pendapat guru terhadap uji coba lapangan terbatas

Uji Coba Terbatas Validitas isi /

Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen)

Observasi Lembar obeservasi

Validasi Produk

- Instrumen Terstandar (Kemendikbud, 2014: 128) Uji Coba Lapangan

Terbatas - Instrumen Terstandar (Kemendikbud, 2014: 128) Kuesioner Kuesioner Penilaian RPPH Studi Pendahuluan - Instrumen Terstandar (Kemendikbud, 2014: 125) Validasi Produk - Instrumen Terstandar

(Kemendikbud, 2014: 125) Kuesioner Penilaian

Silabus Studi Pendahuluan

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen) Kuesioner pendapat

siswa sesudah uji coba lapangan

terbatas

Uji coba lapangan terbatas

Validitas isi /

Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pengembangan kurikulum. (Dosen)

Validitas permukaan / Face Validity

Dilakukan lewat pendapat / komentar siswa terhadap kuesioner.

Dokumentasi Tes (Pretest &

Posttest)

Uji coba lapangan terbatas

Validitas isi /

Content Validity

Dilakukan oleh validator yang ahli dalam pembelajaran (dosen) dan Guru Kelas I SD

Validitas permukaan / Face Validity

Dilakukan lewat pendapat / komentar guru terhadap soal yang disusun

Validitas konstruk /

construct validity

Dilakukan melalui uji validitas di lapangan

Validitas yang akan digunakan oleh peneliti untuk analisis kebutuhan guru dan siswa yaitu construct validity, content validity, dan face validity. Validitas content validity digunakan pada validasi pedoman wawancara kepada dosen. Validasi dilakukan dengan tujuan mengetahui layak atau tidaknya penggunaan wawancara sebagai alat pedoman analisis kebutuhan guru dan siswa. Penilaian validasi dilakukan dengan memberikan skor pada pedoman wawancara. Validasi content validity dilakukan juga pada kuisioner komentar siswa. Validasi dilakukan oleh guru, dimana

validasi dilakukan tidak dengan memberikan skor namun memberikan tanggapan dan saran untuk memperbaiki kesesuian instrumen.

Validitas soal evaluasi pretest dan posttest menggunakan validitas jenis construct validity, content validity dan face validity. Soal evaluasi yang digunakan untuk pretest dan posttest sebelumnya dilakukan validasi dengan menggunakan SPSS 16.0 karena penggunaan SPSS 16.0 bertujuan untuk mengurangi kesalahan yang lebih banyak dalam menghitung soal validitas. Peneliti mengujikan 40 soal pilihan ganda kepada siswa kelas 2 SD yang berjumlah 31. Perhitungan content validity melalui SPSS 16 soal valid yang didapatkan sebanyak 21 soal. Pengujian soal pretest dan posttest uji coba produk digunakan dengan 10 soal. Adapun face validity yang diambil dari komentar siswa kelas 2 SD terhadap kuisioner yaitu siswa berkata mudah sekali. Faktanya siswa berkata “mudah sekali bu soalnya”. Selain siswa berkata mudah, siswa juga berkata “punya Bu guru gambarnya bagus, ada warnanya”. Disimpulkan dari face validity tersebut siswa lebih menyukai soal yang berwarna, menarik, dan mudah dimengerti. Face validity juga terjadi saat uji coba terbatas melalui kuisioner untuk siswa. Siswa berpendapat bahwa “ini ditebelin to mbak? kalo cuma nebelin mah cuma mudah”. Kuisioner menunjukkan bahwa siswa sudah memahami apa yang dimaksudkan dari pemberian kuisioner. Construct validity untuk validasi soal dapat dihitung menggunakan rumus korelasi point biserial (𝑟𝑝𝑏𝑖)

menurut Mundir (2013). Validitas soal dapat dihitung manual menggunakan rumus pada gambar 3.4.

Gambar 3.4

Rumus menghitung validitas soal

Sumber: Mundir 2013 Keterangan:

𝑟𝑝𝑏𝑖 = koefisien korelasi point biserial yang dicari

𝑋𝑝 = rata-rata hitung data interval dari subjek berkategori 1

𝑋𝑞 = rata-rata hitung data interval dari subjek berkategori 0 s = simpangan baku dari keseluruhan data interval

p = proporsi kasus berkategori 1 q = proporsi kasus berkategori 0

Validitas soal evaluasi dapat dihitung dengan cara manual, yaitu dengan membandingkan rpbi hitung dalam hal ini korelasi point biserial dengan rpbi tabel. Suatu soal dapat dikatakan valid yaitu apabila rpbi hitung lebih besar dari rpbi tabel. Peneliti melakukan validitas soal evaluasi dengan menggunakan bantuan program SPSS 16.0 untuk lebih mempermudah dalam perhitungannya.

3.6.1 Reliabilitas instrumen

Instrumen selain validitas yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu reabilitas. Reabilitas merupakan cara menentukan ketepatan atau keajegan dari suatu alat yang dinilai (Sudjana: 2009). Reliabilitas soal tes dapat dihitung manual dengan menggunakan metode Alpha Cronbach (Purwanto: 2009). Rumus uji reliabilitas dapat melihat gambar 3.5.

𝑟𝑝𝑏𝑖=𝑋𝑝− 𝑋𝑞 𝑠 𝑝𝑞

Gambar 3.5

Rumus uji Reliabilitas

Sumber: Purwanto 2009 Keterangan:

n = Jumlah butir 𝑠𝑖2 = Varians butir 𝑠𝑡2 = Varians total

Peneliti menggunakan reliabilitas soal tes menggunakan aplikasi SPSS 16.0 model Alpha Cronbach. Perhitungan Reliabilitas digunakan oleh peneliti untuk menentukkan keajegan dari soal evaluasi uji coba yang valid dari perhitungan validitas soal. Perhitungan Reliabilitas soal menggunakan SPSS 16.0, dengan melihat kualifikasi koefisien Reliabilitas menurut Sugiyono (2011) dapat dilihat pada tabel 3.11.

Tabel 3.11

Koefisien Reliabilitas

Koefisien Korelasi Kualifikasi

0.91-1.00 Sangat Tingi

0.70-0.90 Tinggi

0.41-0.70 Cukup

0.21-0.40 Rendah

Negatif-0.20 Sangat Rendah

Sumber: Sugiyono 2011

Hasil Reliabilitas soal tes peneliti untuk pretest dan posttest dihitung dengan SPSS 16 yang menunjukkan hasil 0,749. Dilihat dari kriteria koefisien reabilitas menurut Sugiyono (2014) maka kualitas soal mempunyai tingkat reliabilitas tinggi. Hasil Reliabilitas soal dapat dilihat pada tabel 3.12.

𝑟1− ( 𝑛

𝑛−1)[1 −⅀𝑠𝑖

2

Tabel 3.12

Reliabilitas soal tes

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha N of Items

.749 20

Dokumen terkait