METODOLOGI PENELITIAN
1.7. Operasionalisasi Variabel Penelitian
1.7.1. Variabel Independen 1.Motivasi(X 1)
Motivasi merupakan suatu dorongan baik dari dalam ataupun luar dirinya yang mengarahkan perilaku atau tindakan individu dalam mencapai tujuannya (Chan, 2012).Mahasiswa memerlukan lebih banyak motivasi untuk memantapkan diri berkarir sebagai akuntan publik, semakin banyak motivasi yang adamaka semakin besar minat berkarir sebagai akuntan
publik. Oleh karena itu, motivasi secara positif berkaitan dengan minat berkarir sebagai akuntan publik.
Variabel motivasi menjadi tolok ukur untuk menentukan pilihan karir sehingga mampu mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi untuk berkarir sebagai akuntan publik. Indikator pengukuran variabel ini menggunakan sejumlah pertanyaan yang dikembangkan oleh peneliti, dimana masing-masing pertanyaan menjelaskan masing-masing variabel. Persepsi responden terhadap indikator tersebut diukur menggunakan skala likert 5 poin yang terdiri dari (1) Sangat setuju, (2) Setuju, (3) Netral, (4) Tidak setuju, (5) Sangat tidak setuju.
1.7.1.2. Gender(X2)
Masyarakat menghendaki agar jenis tugas atau pekerjaan tertentu dilakukan oleh gender tertentu pula. Memang baik diakui atau tidak, gender terkadang menentukan seseorang dalam memilih karir pekerjaan. Seorang perempuan mungkin akan mengambil karir yang kiranya dapat dijalaninya, tanpa banyak hambatan dengan peran jenis gendernya nanti di kemudian hari. Kesetaraan gender diharapkan mampu memberikan kontribusi yang besar untuk perubahan strereotype masyarakat. Gender merupakan suatu hal yang dipertimbangkan mengingat ada beberapa kodrat alami yang telah ditentukan sesuai gendernya.
Genderdapat menjadi tolok ukur dalam menentukan minat mahasiswa dalam berkarir sebagai akuntan publik.Analoginya, jika banyak
memberikan pengaruh minat yang tinggi pada generasi selanjutnya. Hal ini dapat menjadi nilai plus bagi profesi akuntan publik. Indikator pengukuran variabel ini menggunakan sejumlah pertanyaan yang dikembangkan oleh peneliti, dimana masing-masing pertanyaan menjelaskan masing-masing variabel. Persepsi responden terhadap indikator tersebut diukur menggunakan skala likert 5 poin yang terdiri dari (1) Sangat setuju, (2) Setuju, (3) Netral, (4) Tidak setuju, (5) Sangat tidak setuju.
1.7.1.3. Penghargaan Finansial(X3)
Arti istilah penghargaan ialah sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan, baik oleh dan dari perorangan ataupun suatu lembaga yang biasanya diberikan dalam bentuk material atau ucapan. Penghargaan finansial atau biasa disebut dengan penghasilan/gaji adalah hasil yang diperoleh sebagai kontraprestasi dari pekerjaan yang telah diyakini secara mendasar bagi sebagian besar perusahaan sebagai daya tarik utama untuk memberikan kepuasan kepada karyawannya (Sembiring, 2009). Penghargaan finansialmerupakan suatu hal yang sangat penting untuk diberikan, mengingat penghargaan finansial sangat erat hubungannya dengan pembentukan tingkah laku yang diharapkan. Dengan demikian penghargaan finansial diharapkan mampu menjadi motivasi yang kuat agar seseorang mau memacu diri untuk mencapai prestasi. Analoginya, suatu penghargaan finansial yang diberikan kepada seorang akuntan publik akan memberikan tingkat motivasi yang tinggi sehingga minat mahasiswa untuk berkarir sebagai akuntan publik menjadi semakin besar.
Indikator pengukuran variabel ini menggunakan kuesioner dari Stolle (1976) dengan 3 (tiga) butir pernyataan yaitu penghargaan finansial/gaji awal yang tinggi, potensi kenaikan penghargaan finansial/gaji, dan tersedianya dana pensiun yang juga dikembangkan oleh peniliti dengan menambah 2 (dua) butir pernyataan lagi yakni mendapatkan uang lembur dan mendapatkan bonus akhir tahun, dimana masing-masing pertanyaan menjelaskan masing-masing variabel. Persepsi responden terhadap indikator tersebut diukur menggunakan skala likert 5 poin yang terdiri dari (1) Sangat setuju, (2) Setuju, (3) Netral, (4) Tidak setuju, (5) Sangat tidak setuju.
1.7.1.4. Pelatihan Profesional(X4)
Pelatihan profesional merupakan salah satu dari sekian banyak fasilitas bagi seorang individu dalam upayanya meningkatkan keahlian, pengembangan diri, serta menjadi sarana untuk berprestasi (Dwinanda, 2014). Akuntan publik dalam Standar Profesional Akuntan Publik diharuskan untuk mengikuti pelatihan sebelum memberikan jasa auditnya. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi diri adalah dengan cara meningkatkan pelatihan kerja untuk profesi akuntan publik. Sehingga hasilkerja yang dilakukan akuntan publik akan lebih berkualitas. Indikator pengukuran variabel ini menggunakan sejumlah pertanyaan yang dikembangkan oleh peneliti, dimana masing-masing pertanyaan menjelaskan masing-masing variabel. Persepsi responden terhadap indikator tersebut diukur menggunakan skala likert 5 poin yang
terdiri dari (1) Sangat setuju, (2) Setuju, (3) Netral, (4) Tidak setuju, (5) Sangat tidak setuju.
1.7.1.5. Pengakuan Profesional(X5)
Pengakuan profesional merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diberikan, mengingat pengakuan profesional dapat memberikan kepuasan tersendiri. Dalam hal ini pengakuan profesional memberikan pengaruh secara tidak langsung dalam pemilihan karir sebagai akuntan publik melainkan bagaimana pengakuan profesional dapat menjadi tolak ukur terhadap kinerja akuntan publik dan menjadi motivasi untuk pencapaian karir yang lebih baik lagi, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang lain. Dengan demikian dapat dianalogikan bahwa dengan pengakuan profesional yang diberikan, pilihan karir juga dapat ditentukan.
Indikator pengukuran variabel ini menggunakan sejumlah pertanyaan yang dikembangkan oleh peneliti, dimana masing-masing pertanyaan menjelaskan masing-masing variabel. Persepsi responden terhadap indikator tersebut diukur menggunakan skala likert 5 poin yang terdiri dari (1) Sangat setuju, (2) Setuju, (3) Netral, (4) Tidak setuju, (5) Sangat tidak setuju.
1.7.1.6. Nilai-nilai Sosial (X6)
Sebagai makhluk sosial sudah seharusnya hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial dipertimbangkan sebelum memilih sebuah karir untuk dijalani dalam kehidupan. Penelitian yang dilakukan Wijayanti (2001) mengungkapkan bahwa nilai-nilai sosial meliputi enam pernyataan
mengenai kesempatan melakukan kegiatan sosial, kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain, kesempatan untuk menjalankan hobi, memperhatikan perilaku individu, pekerjaan yang lebih bergengsi di bidang karir lainnya dan kesempatan untuk bekerja dengan ahli di bidang lain. Indikator pengukuran variabel ini menggunakan sejumlah pertanyaan yang dikembangkan oleh peneliti, dimana masing-masing pertanyaan menjelaskan masing-masing variabel. Persepsi responden terhadap indikator tersebut diukur menggunakan skala likert 5 poin yang terdiri dari (1) Sangat setuju, (2) Setuju, (3) Netral, (4) Tidak setuju, (5) Sangat tidak setuju.
1.7.1.7. Lingkungan Kerja (X7)
Lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap prestasi kerja. Semakin baik dan menyenangkan lingkungan kerja seseorang maka akan semakin baik prestasi kerja orang tersebut. Jika seseorang dapat membuat prestasi kerja yang baik dalam lingkungan karir akuntan publik, secara otomatis minat untuk berkarir sebagai akuntan publik akan semakin besar. Indikator pengukuran variabel ini menggunakan sejumlah pertanyaan yang dikembangkan oleh peneliti, dimana masing-masing pertanyaan menjelaskan masing-masing variabel. Persepsi responden terhadap indikator tersebut diukur menggunakan skala likert 5 poin yang terdiri dari (1) Sangat setuju, (2) Setuju, (3) Netral, (4) Tidak setuju, (5) Sangat tidak setuju.
1.7.1.8. Pertimbangan Pasar Kerja (X8)
atau diakses sehingga pertimbangan pasar kerja turut menjadi faktor yang mempengaruhi pilihan karir. Saat ini karir sebagai akuntan publik sedang banyak diminati dikarenakan penyerabaran informasi mengenai MEA pastinya akan memberikan peluang yang sangat besar terhadap profesi akuntan publik. Hal ini dapat menarik minat mahasiswa akuntansi untuk berkarir sebagai akuntan publik.
Indikator pengukuran variabel ini menggunakan sejumlah pertanyaan yang dikembangkan oleh peneliti, dimana masing-masing pertanyaan menjelaskan masing-masing variabel. Persepsi responden terhadap indikator tersebut diukur menggunakan skala likert 5 poin yang terdiri dari (1) Sangat setuju, (2) Setuju, (3) Netral, (4) Tidak setuju, (5) Sangat tidak setuju.
1.7.1.9. Personalitas (X9)
Keberhasilan dalam memilih dan menjalankan karir pekerjaan sangat ditentukan karakteristik kepribadian individu yang bersangkutan. Individu yang memiliki minat, kemampuan, kecerdasan, motivasi internal, tanpa ada paksaan dari orang lain, biasanya akan mencapai keberhasilan dengan baik. Keberhasilan semata-mata tidak hanya diukur secara materi finansial yang melimpah, tetapi seberapa besar nilai kepuasan hidup yang diperoleh melalui pilihan-pilhan tersebut.Indikator pengukuran variabel ini menggunakan sejumlah pertanyaan yang dikembangkan oleh peneliti, dimana masing-masing pertanyaan menjelaskan masing-masing variabel. Persepsi responden terhadap indikator tersebut diukur menggunakan skala
likert 5 poin yang terdiri dari (1) Sangat setuju, (2) Setuju, (3) Netral, (4) Tidak setuju, (5) Sangat tidak setuju.