• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visi dan Misi Perusahaan

Dalam dokumen YANDRI REZZIANSYAH SITOMPUL (Halaman 51-0)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Objek Penelitian

4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

“Menjadi The Most Valuable Financial Company di Indonesia dan Sebagai Agen Inklusi Keuangan Pilihan Utama Masyarakat”

Misi Perusahaan:

1. Memberikan manfaat dan keuntungan optimal bagi seluruh stakeholder dengan mengembangkan bisnis inti.

2. Membangun bisnis yang lebih beragam dengan mengembangkan bisnis baru untuk menambah proposisi nilai ke nasabah dan stakeholder.

3. Memberikan service excellence dengan fokus nasabah:

a. Bisnis proses yang lebih sederhana dan digital b. Teknologi Informasi yang handal dan mutakhir c. Praktik manajemen risiko yang kokoh

d. SDM yang professional berbudaya kinerja baik Penjelasan Visi dan Misi

Visi dan Misi baru Pegadaian merupakan penajaman atas perkembangan industry bisnis gadai Indonesia, banyaknya pilihan produk pembiayaan/penyaluran kredit yang tersedia di pasar, teknologi komunikasi yang semakin pesat, dan kondisi masyarakat yang semakin cerdas dan kritis. Roadmap pencapaian visi dan misi baru ini dibagi dalam 3 (tiga) tahap, yaitu Digitize, Diversify, dan Dominate, sebagaimana dideskripsikan di bawah ini, dengan strategi #G-5tar, yaitu:

1. Grow Core, memperkuat peningkatan terhadap bisnis inti utama Pegadaian, yaitu jasa pergadaian.

2. Grab New, menangkap setiap peluang bisnis baru terutama financial technology/digital business.

3. Groom Talent, meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia atau karyawan.

4. Gen Z Technology, menerapkan sistem teknologi terbaru untuk mendukung pelaksanaan bisnis dan operasional.

5. Great Culture, maju dan berkembang bersama dengan budaya perusahaan yang kuat.

Visi dan Misi yang telah tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun 2019-2023 merupakan gambaran proses transformasi yang akan mengubah Pegadaian menjadi Financial Company dan berperan aktif dalam program inklusi keuangan melalui kemudahan produk dan layanannya serta kemudahan aksesnya.

Berikut diuraikan transformasi perseroan terkait dengan perubahan visi dan misi untuk sepanjang tahun 2019 – 2023 sebagaimana dituangkan pada Gambar 4.1 berikut:

Gambar 4.1 Transformasi Perseroan Sumber: Laporan Keuangan Perseroan, 2020 4.1.3 Pemasaran Digital PT Pegadaian (Persero)

Saat ini PT Pegadaian (Persero) terus melakukan inovasi dan pemasaran produk dengan mendekatkan diri kepada pelaku pasar serta mengembangkan promosi – promosi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Adapun pemasaran digital di PT Pegadaian (Persero) antara lain :

1. Sahabat Pegadaian, salah satu pemasaran digital dengan memanfaatkan aplikasi web dan sosial media. Sahabat pegadaian terdapat informasi

menganai produk – produk PT Pegadaian (Persero) maupun promosi – promosi pembelian produknya.

2. Agen Pegadaian, pemasaran digital yang melalui aplikasi mobile phone.

Aplikasi agen pegadaian berguna untuk pengembangan channel distribution meningkatkan inklusi keuangan sesuai dengan visi PT Pegadaian (Persero) sebagai agen inklusi keuangan. Agen pegadaian bentuk kerja sama antara PT Pegadaian (Persero) dengan pemilik usaha yang ingin menjadi agen pegadaian.

3. Pegadaian Digital System (PDS), bentuk aplikasi via mobile phone.

Fungsi dari PDS sendiri adalah aplikasi yang memberi kemudahan kepada calon nasabah yang ingin bertransaksi gadai.

4.1.4 Pegadaian Digital System (PDS)

Pegadaian Digital Service merupakan aplikasi berbasis online yang digunakan oleh calon nasabah untuk melakukan kegiatan transaksi tanpa harus datang ke outlet. PT. Pegadaian (Persero) mulai melakukan transformasi perusahaan dalam upaya menjadi financial company melalui strategi G-5 start generation. Langkah perubahan ini ditandai dengan diluncurkannya Pegadaian Digital Service (PDS) untuk memperbesar target pasar hingga ke generasi milenial.

Keunggulan dari aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) ini adalah dari segi kecepatannya. Nasabah mendapatkan pelayanan setara dengan yang diberikan oleh pelayanan di outlet Pegadaian konvensional. Nantinya nasabah Pegadaian cukup meluangkan beberapa menit saja untuk mengisi informasi di aplikasi PDS tersebut.

Dengan menggunakan aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) nasabah dapat melakukan pengajuan gadai atau pengajuan kredit mikro sesuai dengan kebutuhan

nasabah. Selain itu aplikasi PDS juga melayani nasabah yang ingin membuka tabungan emas, membayar angsuran, melakukan top-up tabungan emas, melakukan pembelian emas batangan. Pegadaian merupakan lembaga keuangan yang membantu masyarakat dalam berinvestasi emas. Menyesuaikan kemampuan finansial masyarakat, pegadaian menyediakan emas mulia dengan berbagai ukuran, mulai 1 gram hingga 1 kilogram. Cara membeli emas di pegadaian juga beragam, yakni secara tunai dan cicilan. Juga pembelian dapat dilakukan melalui aplikasi Pegadaian Digital Service.

Gambar 4.2 Pegadaian Digital Service Sumber : Aplikasi Pegadaian Digital, 2020

4.2 Hasil Deskripsi Penelitian 4.2.1 Deskripsi Sebaran Responden

deskriptif sebaran responden penelitian merupakan suatu proses mendeskripsikan para responden berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan, dan lama menjadi nasabah pegadaian. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 130 nasabah Penggunaan aplikasi pegadaian digital system (PDS) di PT Pegadaian (Persero) Cabang Pembantu Labuhan Deli, Medan. Berikut ini disajikan statistik deskriptif sebaran responden :

1. Deskriptif Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Deskriptif responden berdasarkan jenis kelamin nasabah PT Pegadaian (Persero) Cabang Pembantu Labuhan Deli dijelaskan pada gambar 4.3 sebagai berikut :

Gambar 4.3 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Sumber : Pengolahan Data Penelitian, 2021

Dari keterangan gambar 4.3 menunjukkan bahwa dari 130 responden dengan jenis kelamin wanita sebanyak 76 orang atau sebesar 58%, sedangkan jenis kelamin pria sebanyak 54 orang atau sebesar 42%. Hal ini

wanita 58%

pria 42%

JENIS KELAMIN

pada jenis kelamin pria, karena wanita mengetahui mengatasi kebutuhan hidup di keluarga.

2. Deskriptif Responden Berdasarkan Usia

Deskriptif responden berdasarkan usia nasabah PT Pegadaian (Persero) Cabang Pembantu Labuhan Deli Medan dijelaskan pada gambar 4.4 sebagai berikut :

Gambar 4.4 Responden Berdasarkan Usia Sumber : Pengolahan Data Penelitian, 2021

Dari keterangan gambar 4.4 dapat dilihat bahwa dari 130 responden menunjukkan rentang usia 26 sampai dengan 35 tahun sebanyak 57 orang atau sebesar 44%, berikutnya berada rentang usia 36 sampai dengan 45 tahun sebanyak 49 orang atau sebesar 38%, rentang usia 17 sampai dengan 25 tahun sebanyak 19 orang atau sebesar 14%, dan rentang usia diatas 45 tahun sebanyak 5 orang atau sebesar 4%. Hal ini menunjukkan bahwa rentang usia produktif yaitu 26 tahun sampai dengan 45 tahun. Pada

17 - 25 Tahun 14%

26 - 35 Tahun 44%

35 - 45 Tahun 38%

Diatas 45 Tahun

4%

USIA

katagori usia tersebut umumnya berada pada usia bekerja sehingga kemampuan untuk membayar relatif tinggi.

3. Deskriptif Responden Berdasarkan Pendidikan

Deskriptif responden berdasarkan pendidikan nasabah PT Pegadaian (Persero) Cabang Pembantu Labuhan Deli Medan ditunjukkan pada gambar 4.5 sebagai berikut :

Gambar 4.5 Responden Berdasarkan Pendidikan Sumber : Pengolahan Data Penelitian 2021

Dari keterangan gambar 4.5 menunjukkan bahwa dari 130 responden mayoritas responden penelitian ini adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 49 orang atau sebesar 38%. Lulusan Sarjana (S1) sebanyak 45 orang atau sebesar 35%, lulusan Diploma (D3) sebanyak 24 orang atau sebesar 18%, lulusan Master (S2) sebanyak 11 orang atau sebesar 8%, dan terakhir lulus Doktor (S3) sebanyak 1 orang atau sebesar 1%. Hal ini

Sekolah Menengah Atas (SMA)

38%

Diploma (D3) 18%

Sarjana (S1) 35%

Master (S2) 8%

Doktor (S3) 1%

TINGKAT PENDIDIKAN

menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pendidikan adalah gologan SMA dan S1 yang menjadi nasabah pegadaian digital system (PDS).

4. Deskriptif Responden Berdasarkan Pekerjaan

Deskriptif responden berdasarkan pekerjaan nasabah PT Pegadaian (Persero) Cabang Pembantu Labuhan Deli ditunjukkan pada gambar 4.6 sebagai berikut :

Gambar 4.6 Responden Berdasarkan Pekerjaan Sumber : Pengolahan Data Penelitian 2021

Data pada gambar 4.6 menunjukkan bahwa dari 130 responden dalam penelitian ini adalah golongan Wirausahaan sebanyak 48 orang atau sebesar 37%, berikutnya adalah pegawai swasta sebanyak 43 orang atau sebesar 33%, pegawai negeri sebanyak 17 orang atau sekitar 13%, golongan lainnya sebanyak 10 orang atau sebesar 8%, golongan pelajar atau mahasiswa sebanyak 9 orang atau 7%, dan terakhir golongan TNI/Porli sebanyak 3 orang atau 2%.

33%

13%

2%

37%

7%

8%

PEKERJAAN

Pegawai Swasta Pegawai Negeri TNI/Polri

Wirausaha Pelajar Lainnya

5. Deskriptif Responden Berdasarkan Penghasilan

Deskriptif responden berdasarkan penghasilan nasabah PT Pegadaian (Persero) Cabang Pembantu Labuhan Deli Medan ditunjukkan pada gambar 4.7 sebagai berikut :

Gambar 4.7 Responden Berdasarkan Penghasilan Sumber : Pengolahan Data Penelitian 2021

Dari keterangan gambar 4.7 dapat dilihat dari 130 responden menunjukkan bahwa penghasilan lebih dari Rp 3.000.000 sebanyak 63 orang atau sebesar 49%, diikuti dengan penghasilan kecil dari Rp 1.000.000 sebanyak 46 orang atau sebesar 35%, dan terakhir di penghasilan Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 sebanyak 21 orang atau sebesar 16%.

6. Deskriptif Responden Berdasarkan Lama Menjadi Nasabah Pegadaian Deskriptif responden berdasarkan lama menjadi nasabah pegadaian ditunjukkan pada gambar 4.8 sebagai berikut :

< Rp 1.000.000 35%

Rp 2.000.000 -Rp 3.000.000

16%

> Rp 3.000.000 49%

PENGHASILAN

Gambar 4.8 Responden Berdasarkan Lama Menjadi Nasabah Pegadaian Sumber : Pengolah Data Penelitian 2021

Data pada gambar 4.8 menunjukkan bahwa dari 130 responden memiliki lama menjadi nasabah pegadaian 1-2 tahun dan 3-5 tahun di mana kedua kelompok masing – masing memiliki 38 orang responden atau sebasar 29%, selanjutnya dengan lama menjadi nasabah pegadaian diatas 5 tahun sebanyak 28 orang atau sebesar 22%, dan terakhir lama menjadi nasabah pegadaian dibawah 1 tahun sebanyak 26 orang atau sebesar 20%.

4.2.2 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

Stastistik deskripsi dalam penelitian ini menilai secara deskriptif jawaban responden menurut nilai rata – rata (mean) dan standar deviasi untuk menunjukkan variasi dari jawaban responden. Apabila nilai standar deviasi yang diberikan menjauhi nol berarti jawaban dari responden semakin beragam/variasi. Dari 130 responden penelitian ini diukur dengan skala likert poin 5.

< 1 Tahun 20%

1 - 2 Tahun 3 - 5 Tahun 29%

29%

> 5 Tahun 22%

LAMA NASABAH PEGADAIAN

Selanjutnya diuraikan statistik deskriptif dari item-item dalam pertanyaan penelitian untuk variabel Pemasaran Digital sebagaimana pada Tabel 4.1 berikut:

Tabel 4.1 Deskripsi Item Kuesioner Variabel Pemasaran Digital

NO PERNYATAAN PILIHAN Standar

Deviasi

Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2021

Pertanyaan pertama menghasilkan rata – rata sebesar 3,49. Hal ini menunjukkan katagori sedang bahwa responden cukup rutin menggunakan aplikasi pegadaian digital system (PDS) disaat ada kebutuhan pegadaian. Nilai standar deviasi sebesar 1,42 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Pertanyaan kedua menghasilkan rata – rata 3,65. Hal ini menunjukkan katagori sedang bahwa responden mudah berkomunikasi dua arah menggunakan aplikasi pegadaian digital sistem (PDS). Nilai standar deviasi sebesar 1,29 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Pertanyaan ketiga menghasilkan rata – rata 3,48. Hal ini menunjukkan katagori sedang bahwa responden cukup mendapatkan jaminan transaksi menggunakan aplikasi pegadaian digital sistem (PDS). Nilai standar deviasi sebesar 1,37 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Pertanyaan keempat menghasilkan rata – rata 3,58. Hal ini menunjukkan katagori sedang bahwa responden mudah mencari informasi saat menggunakan aplikasi pegadaian digital sistem (PDS). Nilai standar deviasi sebesar 1,32 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Bila dilihat secara keseluruhan, hasil dari variabel pemasaran digital (X) bahwa pemasaran digital di PT Pegadaian (Persero) Cabang Pembantu Labuhan Deli masuk dalam kriteria sedang, hal ini dapat dilihat dari skor rata – rata dihasilkan yakni sebesar 3,55 yang berarti masuk dalam klasifikasi penilaian sedang. Berdasarkan analisis dari penyebaran kuesioner, maka pegadaian digital sistem perlu dievaluasi kembali melalui perbaikan sistem dan jaringan agar mudah diakses dan digunakan oleh nasabah. Guna meningkatkan pengguna secara rutin maka bisa dilakukan dengan optimasi SEO (Search Engine Optimazation) dalam

artikel melakukan pemasangan iklan melalui google adsense dan memberikan informasi ataupun promosi kepada nasabah secara detail apa saja fitur dan kelebihan serta keuntungan apa saja yang akan di dapat nasabah apabila menggunakan aplikasi ini. Pemberian informasi ini alangkah baiknya disertai pengenalan khusus dengan fitur yang berhubungan dengan apa produk pegadaian yang nasabah gunakan saat ini, sehingga akan timbul hasrat dan dorongan dari dalam diri nasabah dapat jaminan bertransaksi dalam menggunakan aplikasi pegadaian digital sistem (PDS).

Berikutnya diuraikan deskripsi item kuesioner untuk variabel Citra Merek sebagaimana pada Tabel 4.2:

Tabel 4.2 Deskripsi Item Kuesioner Citra Merek

NO PERNYATAAN PILIHAN Standar

Deviasi

Pertanyaan pertama menghasilkan nilai rata – rata sebesar 4,01. Hal ini menunjukkan katagori tinggi bahwa responden dapat cepat melihat lambang/logo yang terdapat pada aplikasi mobile langsung mengetahui identitas merek pada aplikasi pegadaian system (PDS). Nilai standar deviasi sebesar 1,09 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Pertanyaan kedua menghasilkan nilai rata – rata sebesar 3,72. Hal ini menunjukkan katagori sedang bahwa responden mendapat manfaat dari menggunakan aplikasi pegadaian digital sistem (PDS) dalam memenuhi kebutuhan.

Nilai standar deviasi sebesar 1,20 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Pertanyaan ketiga menghasilkan rata – rata sebesar 3,23. Hal ini menunjukkan katagori sedang bahwa responden cukup memahami menggunakan aplikasi pegadaian digital system (PDS). Nilai standar deviasi sebesar 1,28 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Pertanyaan keempat menghasilkan rata – rata sebesar 3,15. Hal ini menunjukkan katagori sedang bahwa responden cukup tertarik menggunakan aplikasi pegadaian digital system (PDS). Nilai standar deviasi sebesar 1,30 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Bila dilihat secara keseluruhan, hasil dari variabel citra merek (Y) bahwa citra merek pada aplikasi pegadaian digital sistem (PDS) masuk dalam kriteria sedang, hal ini dapat dilihat dari skor rata – rata dihasilkan yakni sebesar 3,52 yang berarti masuk dalam klasifikasi penilaian sedang. Berdasarkan analisis dari

penyebaran kuesioner, maka untuk mendapatkan ketertarikan menggunakan aplikasi PDS dapat melakukan kampanye iklan atau promosi berkelanjutan dengan cara memberikan cashback pembelian tabungan emas, dan cashback melakukan transaksi pembayaran melalui aplikasi PDS. Selanjutnya meningkatkan kualitas terhadap fitur – fitur yang di dalam aplikasi PDS agar nasabah akan semakin percaya dan manfaat menggunakan aplikasi PDS dalam produk yang ditawarkan.

Agar nasabah memahami cara menggunakan aplikasi PDS dapat dilakukan dengan memberikan informasi atau sosialisasi cara menggunakannya atau dapat memberikan informasi dituangkan ke media platform seperti instagram, twitter, maupun live youtube PT Pegadaian (Persero). Hal ini dilakukan agar komunikasi antara perusahaan dengan nasabah terus terjalin.

Berikutnya diuraikan deskripsi item kuesioner untuk dimensi Ekuitas Merek sebagaimana pada Tabel 4.3:

Tabel 4.3 Deskripsi Item Kuesioner Ekuitas Merek

No PERTANYAAN PILIHAN standar

deviasi

Lanjutan Tabel 4.3 Deskripsi Item Kuesioner Ekuitas Merek

Sumber: Pengolahan Data Penelitian, 2021

Pertanyaan pertama menghasilkan rata – rata sebesar 3,38. Hal ini menunjukkan katagori sedang bahwa responden cukup memahami fitur yang ada di aplikasi pegadaian digital system (PDS). Nilai standar deviasi sebesar 1,25 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Pertanyaan kedua menghasilkan rata – rata sebesar 3,32. Hal ini menunjukkan katagori sedang bahwa responden cukup nyaman menggunakan aplikasi pegadaian digital system (PDS). Nilai standar deviasi sebesar 1,25 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Pertanyaan ketiga menghasilkan rata – rata sebesar 3,44. Hal ini menunjukkan katagori sedang bahwa responden cukup merasakan bahwa aplikasi pegadaian digital system (PDS) handal dalam kebutuhan nasabah. Nilai standar deviasi sebesar 1,29 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Pertanyaan keempat menghasilkan rata – rata sebesar 3,58. Hal ini menunjukkan katagori sedang bahwa responden cukup mengingat pada aplikasi

No PERTANYAAN PILIHAN standar

deviasi

pegadaian digital system (PDS) langsung mengacu terhadap merek pegadaian digital. Nilai standar deviasi sebesar 1,31 menunjukkan bahwa jawaban responden memiliki tingkat penyebaran yang sangat bervariasi.

Bila dilihat secara keseluruhan, hasil dari variabel ekuitas merek (Z) bahwa ekuitas merek pada aplikasi pegadaian digital sistem (PDS) masuk dalam kriteria sedang, hal ini dapat dilihat dari skor rata – rata dihasilkan yakni sebesar 3,43 yang berarti masuk dalam klasifikasi penilaian sedang. Berdasarkan analisis dari penyebaran kuesioner, maka pihak PT Pegadaian (Persero) harus melakukan sistem online sepenuhnya terkait produk gadai yang ada pada aplikasi PDS sehingga nasabah dapat melakukan transaksi dimana saja dan kapan saja tanpa harus pergi ke gerai pegadaian terdekat. Terhadap kualitas jaringan aplikasi PDS perlu diperbaikan kembali agar nasabah menjadi nyaman dan merasa puas melakukan segala jenis transaksi gadai. Menambah mitra untuk melakukan pembayaran agar nasabah merasa lebih mudah tidak hanya menggunakan satu jenis bank saja.

Dengan peningkatkan tersebut diharapkan nasabah dapat merasakan aplikasi PDS handal dalam menyediakan kebutuhan mereka dan nasabah selalu mengingat aplikasi PDS langsung mengacu pada merek pegadaian digital dan dapat merekomendasikan kepada nasabah yang belum menggunakan aplikasi PDS.

4.3 Hasil Uji Instrumen 4.3.1 Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan (kuesioner). Uji validitas dengan menggunakan Smart PLS 3.0 melalui validitas kontruk (construct validity). Validitas konstruk dapat dilihat melalui validitas

konvergen (convergent validity) dengan kriteria bahwa nilai loading factor (LF) sebesar >0,70 maka indikator dinyatakan valid.

Adapun hasil uji validitas untuk variabel pemasaran digital dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut :

Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Variabel Pemasaran Digital

Sumber : Pengolahan Data Penelitian, 2021

Berdasarkan dari tabel 4.4 bahwa uji validitas variabel pemasaran digital menunjukkan bahwa semua nilai loading factor > 0,70. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian dikatakan valid dan dapat digunakan dalam penelitian.

Selanjutnya diuraikan hasil uji validitas untuk variabel Citra Merek yang dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut :

Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas Variabel Citra Merek

Variabel Indikator Kode Loading

Factor (LF) Keterangan

Variabel Indikator Kode Loading

Factor (LF) Keterangan

Lanjutan Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas Variabel Citra Merek

Sumber : Pengolahan Data Penelitian, 2021

Berdasarkan dari tabel 4.5 bahwa uji validitas variabel citra merek menunjukkan bahwa semua nilai loading factor > 0,70. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian dikatakan valid dan dapat digunakan dalam penelitian.

Selanjutnya diuraikan hasil uji validitas untuk variabel Ekuitas Merek yang dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut :

Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas Variabel Ekuitas Merek

Sumber : Pengolahan Data Penelitian, 2021

Berdasarkan dari tabel 4.6 bahwa uji validitas variabel ekuitas merek menunjukkan bahwa semua nilai loading factor > 0,70. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian dikatakan valid dan dapat digunakan dalam penelitian.

Variabel Indikator Kode Loading

Factor (LF) Keterangan

Saya tertarik dan ingin terus

menggunakan aplikasi PDS CM04 0.878 Valid

Variabel Indikator Kode Loading

Factor (LF) Keterangan

4.3.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dengan menggunakan Smart PLS 3.0 melalui composite reliability. Mengukur realibillitas disini tidak menggunakan cara cronbach’s alpha kerena pada composite reliability dalam menguji realibilitas konstruk dapat memberikan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan cronbach’s alpha. Variabel yang memiliki composite reliability >0,7 mempunyai realibilitas yang tinggi.

Adapun hasil uji composite reliability setiap variabel penelitian dapat dilihat di tabel 4.7 berikut :

Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian

Sumber : Pengolahan Data Penelitian, 2021

Dari tabel 4.7 menunjukkan bahwa dari setiap variabel penelitian memiliki reliabilitas komposit (composite reliability) nilai >0,7. Nilai masing – masing variabel penelitian pemasaran digital (0,927), citra merek (0,954), dan ekuitas merek (0,982) maka variabel tersebut reliabel.

4.4 Analisis Structural Equation Model – Partial Least Square (SEM-PLS) 4.4.1 Diagram Jalur

Langkah analisis diawali dengan pembuatan diagram jalur hubungan kausalitas antar konstruk dengan menggunakan SEM-PLS. Dalam diagram jalur, hubungan antar konstruk akan dinyatakan melalui anak panah. Anak panah yang lurus menunjukkan sebuah hubungan kausal yang langsung antara satu konstruksi

Variabel Reliabilitas Komposit

(composite reliability ) Keterangan

Pemasaran Digital (X) 0,927 Reliabel

Citra Merek (Y) 0,954 Reliabel

Ekuitas Merek (Z) 0,982 Reliabel

dengan konstruksi lainnya. Pada diagram jalur dapat dilihat bahwa seluruh indikator telah memenuhi syarat convergent validity, yaitu nilai outer loading diatas 0,70.

Diagram jalur penelitian ini dapat dilihat pada gambar 4.9 berikut :

Gambar 4.9 Bagan Diagram Jalur Penelitian Sumber : Pengolahan Data Penelitian, 2021

Terlihat pada gambar 4.9 besarnya pengaruh langsung pemasaran digital ke ekuitas merek sebesar 0,660, pengaruh langsung pemasaran digital ke citra merek sebesar 0,588, pengaruh langsung ekuitas merek dan citra merek sebesar 0,370 dan pengaruh tidak langsung pemasaran digital ke citra merek melalui ekuitas merek 0,660 dikalikan dengan 0,370 menjadi 0,2442. Dan dilihat dari seluruh indikator telah memenuhi convergent validity atau nilai factor loading lebih dari 0,70.

4.4.2 Model Pengukuran (Outer Model)

Pada prinsipnya outer model adalah untuk menguji indikator terhadap variabel laten, atau dengan kata lain untuk mengukur seberapa jauh indikator

tersebut dapat menjelaskan variabel latennya. Indikator diuji dengan convergent validity, discriminat validity, average variance extracted (AVE), dan composite reliability.

a) Convergent Validity

Validitas konvergen (convergent validity) dilakukan dengan melihat indikator validitas yang ditunjukkan oleh nilai loading factor. Loading factor adalah angka yang menunjukkan korelasi antara skor suatu item pertanyaan dengan skor indikator konstrak yang mengukur konstrak tersebut. Nilai loading factor >0,7 dikatakan valid. Setalah dilakukan pengolahan data menggunakan SEM-PLS 3.0 hasil loading factor dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut :

Tabel 4.8 Data Converge Validity (Loading Factor) pada Penelitian

Sumber: Pengolahan data Penelitian, 2021

Dari Tabel 4.8 menunjukkan bahwa mayoritas indikator pada masing – masing variabel dalam penelitian ini memiliki nilai loading factor yang lebih besar

Variabel Kode

dari 0,70 dan dikatakan valid. Kesimpulannya konstruk untuk semua variabel dapat digunakan untuk diuji hipotesis.

b) Discriminant validity

Validitas diskriminan (discriminant validity) melihat pada derajat ketidaksesuaian antara atribut – atribut yang seharusnya tidak diukur oleh alat ukur dan konsep – konsep teoritis tentang variabel tersebut. Discriminant validity dari model pengukurn refleksi dapat dihitung berdasarkan nilai cross loading dari variabel manifes terhadap masing – masing variabel laten. Jika korelasi antara variabel laten dengan setiap indikatornya (variabel manifes) lebih besar dari pada korelasi dengan variabel laten lainnya, maka variabel laten tersebut dapat dikatakan indikatornya lebih baik dari pada variabel laten lainnya. Setelah dilakukan pengolahan data dengan menggunakan SEM-PLS hasil cross loading dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut :

Tabel 4.9 Data Discriminant Validity (Cross Loading) pada Penelitian

Sumber : Pengolahan Data Penelitian, 2021 Kode

Indikator

Pemasaran

Digital Citra Merek Ekuitas Merek

Data Tabel 4.9 hasil cross loading, nilai korelasi cross loading indikator pada variabel latennya lebih besar dari pada nilai cross loading indikator pada variabel laten lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa indikator dapat menjelaskan variabel latennya dengan baik dan tidak mengukur variabel laten lain yang tidak berkorelasi

Data Tabel 4.9 hasil cross loading, nilai korelasi cross loading indikator pada variabel latennya lebih besar dari pada nilai cross loading indikator pada variabel laten lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa indikator dapat menjelaskan variabel latennya dengan baik dan tidak mengukur variabel laten lain yang tidak berkorelasi

Dalam dokumen YANDRI REZZIANSYAH SITOMPUL (Halaman 51-0)