• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visioning dan Industri Pionir Pada Kawasan Industri

BAB 3 PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI DI KABUPATEN TABALONG : ANALISIS

3.3. Kawasan Peruntukan Industri Seradang

3.3.2 Visioning dan Industri Pionir Pada Kawasan Industri

Provinsi Kalimantan memiliki luas wilayah kurang lebih 6,96% luas pulau Kalimantan, dengan total penduduk 4.119.794 jiwa, 13 Kabupaten/Kota, 151 Kecamatan, dan 1.995 Desa. Sektor pertambangan berkontribusi pada PDB provinsi Kalimantan Selatan 20,87%, yang mengalami pergeseran ke lima sektor utama yaitu, 1) Pertanian, kehutanan dan perikanan; 2) industri pengolahan non migas; 3) Perdagangan; 4) Konstruksi; 5) Transportasi dan Pergudangan. Ada 2 sektor prioritas yaitu pariwisata dan jasa keuangan juga menjadi fokus arah pembangunan di tahun 2016 – 2021.

Dalam visi 2025, Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan percepatan pembangunan sektor pertanian dan industri sebagai sektor investasi unggulannya. Kontribusi sektor pertanian dalam arti luas diperoleh dari sektor pertanian (43,46%), tanaman pangan (41,46%),

65 peternakan (11,60%), hortikultura dan jasa perburuan di bawah 5%. Komoditas unggulan sektor perkebunan termasuk kelapa sawit, karet, kopi, lada dan kakao.

Tabel berikut ini menunjukkan potensi produksi karet selama tahun 2021. Produksi karet di Kalimantan Selatan sebesar 186.574 ton. Komoditas ini luasnya telah mencapai 242.299 Ha, dimana 89% merupakan kebun yang dimiliki Rakyat, 4,97% dimiliki negara dan sisanya seluas 5,13% merupakan usaha milik Swasta. Pembangunan kebun milik rakyat sebagian besar melalui pendanaan sharing APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota dan swadaya petani perkebunan dengan melibatkan petani pemilik sebanyak 176.229 KK. Kabupaten Tabalong menyumbang 33% atas produksi karet dari 28% luas lahan tanam karet yang ada di provinsi Kalimantan Selatan, disusul oleh Kabupaten Balangan, Tanah Bumbu dan Hulu sungai Tengah.

Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDB mencapai 13.09% dengan pertumbuhan rata-rata 3.73%. Industri ini ditopang oleh industri makanan dan minuman, pengolahan karet dan plastik, industri kayu dan barang dari kayu, pengolahan minyak sawit, dan penggalian non-logam.

Sektor pariwisata unggulan terdiri dari floating market (Kota Banjarmasin), KEK Loksado (Hulu Sungai Selatan), geopark pegunungan Meratus dan Kawasan pariwisata Riam Kanan (Kota Banjarbaru).

Tabel 18 Data Luas Tanam dan Produksi Karet Perkebunan Rakyat No Kabupaten/Kota Luas Tanam (Ha) Produksi (Ton)

1 Tabalong 69,157 62,131

Sumber: Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tabalong, 2021

A. Sektor Industri Pengolahan Karet dan Produk Turunannya

Kabupaten Tabalong memiliki keunggulan kompetitif untuk sektor perkebunan karet dari Kabupaten/Kota lainnya di provinsi Kalimantan Selatan. Selain komoditas karet yang menjadi unggulan, ada 9 komoditas lainnya seperti kelapa dalam, kelapa sawit, kopi robusta, lada, kakao, sagu, kemiri, kelapa aren dan pinang.

66 Jumlah petani pekebun mencapai 44,5999 orang dengan 530 kelompok tani. Produksi karet saat ini lebih didominasi oleh tanaman yang tanaman yang menghasilkan (47,541.70 Ha), belum menghasilkan (15,254.80 Ha), dan tanaman yang rusak (6,708.30 Ha). Dalam proses peremajaan karet, petani mengadopsi system multikultur dengan metode tumpeng sari dengan tanaman lainnya seperti padi, jagung dan tanaman hortikultura. Tanaman sela ini berdampak positif terhadap kandungan bahan organik tanah, dan menjadi sumber pendapatan lainnya bagi petani Ketika karet belum siap panen.

Tabel 19 Informasi Tentang Perkebunan Karet Di Kabupaten Tabalong

No Uraian Total

1 Petani Pekebun 44,599 orang

2 Kelompok Tani 530 kelompok

3 Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) 39 unit 4 Alat Pengolahan Asap Cair/Pirolisis 11 unit 5 Gudang Penyimpanan Bokar 18 buah

Sumber: Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tabalong, 2021

Sebagian besar produksi karet yang dihasilkan berupa sheet dan dijual ke pengumpul untuk diteruskan ke pabrik-pabrik pengolahan karet yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Tabalong. Pabrik pengolahan karet di Kalimantan Selatan memproduksi karet dalam bentuk Crumb rubber (CR) dan Ribbed Smoked Sheet (RSS). Terdapat 3 buah pabrik di Kota Banjarmasin, 2 buah di Kabupaten Banjar dan masing-masing 1 buah di Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara dan Tabalong.

PT Bumi Jaya merupakan perusahaan yang didanai dari penanaman modal asing dengan holding company di China, berkantor pusat di Singapura. Perusahaan ini merupakan satu-satunya pabrik pengolahan karet yang telah beroperasi di Kabupaten Tabalong sejak tahun 2005 dan mulai berproduksi tahun 2007. Sebelum ada pabrik ini, petani karet Kabupaten Tabalong menjual produknya di pabrik pengolahan karet yang ada di Amuntai. Produk karet PT Bumi Jaya di ekspor ke Australia, Eropa dan Amerika dengan kompetitor utama dari Taiwan dan Vietnam. Kualitas bahan baku hasil petani karet Kabupaten Tabalong masih dinilai rendah oleh perusahaan pengolah, karena kurang bersih, proses pemanenan yang terburu-buru sering dilakukan oleh petani karet skala kecil untuk menghasilkan uang dalam waktu singkat.

Sedangkan bagi petani dengan modal besar, cenderung untuk menunggu hingga getah karet berkualitas bagus dan memiliki nilai jual yang tinggi.

PT Bumi Jaya menyerap hasil panen getah karet sebanyak 80% dari wilayah Kabupaten Tabalong, sedangkan 20% lainnya di suplai dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Petani karet cenderung bertindak sebagai price taker dalam penawaran harga karet, mereka tidak memiliki bargaining position untuk menentukan harga karet. Kelebihan bertransaksi

67 dengan perusahaan ini, petani bisa langsung mendapatkan uang tunai, daripada perusahaan lain yang melakukan tempo untuk proses pembayaran.

Kapasitas produksi PT Bumi Jaya untuk menyerap produk getah karet petani lokal hanya sebesar 31% di tahun 2020, dampak pandemi COVID 19 terhadap perusahaan tidak hanya mengurangi nilai produksi tetapi juga nilai dan harga ekspor karet sebagaimana tersaji dalam gambar berikut ini. Tantangan lainnya terkait dengan fasilitas Pelabuhan ekspor yang menelan biaya cukup tinggi karena Kalimantan Selatan tidak memiliki Pelabuhan ekspor yang memadai, sehingga perusahaan harus mengirimkan ke Surabaya, baru ke Singapura. Selain biaya, waktu pengiriman juga menjadi kendala yang mempengaruhi kualitas sheet karet yang cenderung rusak jika disimpan dalam waktu yang cukup lama.

Gambar 14 Data Realisasi Ekspor Karet Kabupaten Tabalong tahun 2016 -2020 Sumber: Dinas Pertanian Dan Perkebunan Kabupaten Tabalong, 2021

Industri pengolahan karet dapat menjadi industri pionir di kawasan industri Seradang, Kabupaten Tabalong kedepan. Berdasarkan gambar pohon industri karet dan turunannya, setidaknya dari getah karetnya dapat menjadi pengungkit bagi 18 industri baru, dari bijinya dapat dimanfaatkan untuk 6 industri pengolahan dan kayu karetnya dapat digunakan untuk industri mebel dan bangunan. Ampas dari getah karet dapat dibudidayakan sebagai pupuk, dan dari pupuk inilah kemudian PT. Bumi Jaya membangun sekolah wiyata sebagai produk unggulan tanggung jawab sosial perusahaannya.

23,139 26,375

23,855 23,369

19,858 16,268

20,316 18,926 19,568 18,639

-5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000

2016 2017 2018 2019 2020

Jumlah Ekspor (ton) Harga Per Kg

68

Gambar 15 Pohon Industri Karet Sumber: Kementerian Perindustrian, 2021

69 Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabalong tahun 2021, menunjukkan bahwa industri pengolahan yang berbasis bahan dari karet belum ada.

Sedangkan data provinsi menunjukkan terdapat 10 aktivitas PMA yang bergerak di industri pengolahan karet dan plastik, namun pertumbuhan industri ini kurang dari 5% sepanjang tahun 2010-2019. Industri pengolahan karet seperti barang-barang untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan olahraga, rumah tangga dan produk bayi dapat diupayakan oleh industri berskala kecil yang tentunya dengan pelatihan dan pemagangan pelaku bisnis ke perusahaan-perusahaan yang sudah lama beroperasi di Industri seperti di wilayah Kalimantan Timur. Untuk PMA diharapkan dapat memproduksi industri skala menengah ke atas, dan memiliki ketertarikan ke belakang dan kedepan yang cukup kuat, seperti industri ban dan perlengkapan kendaraan ataupun produk minyak olahan berbahan baku karet.

B. Sektor Industri Pengolahan Kayu

Wilayah Kabupaten Tabalong memiliki luasan area hutan baik hutan produksi maupun hutan lindung yang potensial untuk pengembangan hasil hutan kayu maupun hasil hutan non kayu.

Di tahun 2016, Data BPS mencatat hutan produksi mencapai (2.397 Ha), hutan produksi tetap (94.498 Ha), produksi terbatas (54.254 Ha), dan Hutan lindung (86.460 Ha). Potensi produksi kayu di tahun 2015 mencapai 4.801.599 M3.

Jenis hasil hutan non kayu yang dominan dihasilkan oleh hutan-hutan di Tabalong adalah madu hutan, gaharu, rotan, bambu dan aren. Kecamatan Jaro, Haruai, Muara Uya dan Upau merupakan 4 kecamatan besar penghasil produk hutan non kayu. Kelima produk unggulan tersebut masih diproduksi sebagai bahan mentah yang memiliki nilai tambah kecil. Pihak pemerintah maupun masyarakat belum mampu membuat produk turunannya mengingat minimnya penguasaan teknologi dan sumber daya manusia industri yang mampu mengolah produk tersebut menjadi produk yang berkualitas tinggi.

70

Gambar 16 Pohon Industri Kayu Sumber: Kementerian Perindustrian, 2021

Berdasarkan bagan pohon industri kayu, pemanfaatan olahan kayu dapat digunakan untuk plywood, veener, sawn timber. Secara umum, kelembagaan pengelolaan hutan dibagi ke dalam izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu alam (IUPHHK-HA) dimana terdapat 3 unit seluas 106.414 ha, dan 4 unit Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Tabalong.

71 Tabel 14 menunjukkan bahwa produksi olahan hasil hutan berupa kayu lebih banyak berupa kayu log daripada kayu gergajian ataupun kayu lapis. Minimnya pemanfaatan hasil olahan kayu hutan menjadi produk olahan yang bernilai tinggi juga dikarenakan kurangnya perusahaan pengolahan kayu. PT Elbana plywood merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengolahan kayu lapis. Perusahaan ini berdiri tahun 2000, dan mulai produksi tahun 2001 di Kabupaten Tabalong. Tingginya permintaan kayu lapis di luar Tabalong (khususnya Martapura dimana perusahaan induk berdiri), mendorong perusahaan untuk ekspansi ke Tabalong demi memenuhi kebutuhan bahan baku. Kapasitas produksi sebelum pandemi mencapai lebih dari 2000 ton per tahun dan kurang dari 1000 ton di masa pandemic.

Pasar ekspor dimulai tahun 2019 dengan Korea Selatan yang menyelamatkan perusahaan ini dari efek negatif pandemi. Dengan memegang kontrak selama lima tahun, perusahaan ini berharap dapat menyuplai pasar ekspor dengan mendiversifikasi produk kayu yang mulai menipis di Tabalong. bahan baku kayu sengon kemudian di datangkan dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah untuk suplai ekspor. Sedangkan untuk dalam negeri, perusahaan mulai mengolah kayu karet yang sudah cukup tua dari hutan tanaman karet Tabalong. PT Elbana merupakan bagian dari Foresta Holding Company, yang juga menyuplai kebutuhan perusahaan mitra seperti serbuk kayu yang diolah untuk pakan ternak, pembuatan barang mebel dan bahan bangunan untuk pembangunan pemukiman maupun fasilitas publik.

Tabel 20 Produksi Kayu Menurut Jenisnya

Tahun /

C. Sektor Industri Pengolahan Pangan

Industri pengolahan pangan yang terdiri dari budidaya tanaman hortikultura dapat menjadi salah sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional khususnya di Kabupaten Tabalong. Produksi andalan di beberapa kecamatan dapat membuat sentra industri sendiri seperti di Kecamatan Kelua yang memilik sentra industri kacang samete dan Kecamatan Haruai yang memiliki sentra industri gula aren dan gula semut. Memberikan akses dan kesempatan kepada Industri Kecil dan Menengah di kawasan industri juga menjadi prasyarat bagi pendirian Kawasan industri.

72 Selain produk olahan pangan, produksi tanaman biofarmaka, buah-buahan, dan sayur-sayuran cukup melimpah untuk diusahakan menjadi produk obat-obatan, buah kaleng, dan industri start up yang berbasis teknologi digital untuk proses pemasarannya. Tabel berikut ini menyajikan hasil produksi tanaman obat yang diproduksi oleh masyarakat di Kabupaten Tabalong. Jahe dan lengkuas menjadi komoditas yang paling banyak di produksi dengan sebaran hasil panen yang merata di seluruh kecamatan. Produksi tanaman obat ini juga menjadi tren selama pandemic untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan keluarga. Namun, dengan makin tingginya produksi dan permintaan tanaman herbal, tentunya kan menjadi peluang bagi bisnis usaha baru yang menjanjikan bagi petani.

Tabel 21 Produksi Tanaman Biofarmaka menurut Kecamatan Tahun 2019-2020

Kecamatan Tabalong

Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Kecamatan (KG)

Jahe Laos/

Lengkuas Kencur Kunyit Temulawak 2019 2020 2019 2020 2019 2020 2019 2020 2019 2020 Sumber : BPS, Statistik Pertanian Hortikultura SPH-TBF 2020, Angka Sementara

Gambar berikut ini menunjukkan pohon industri untuk komoditas buah-buahan. Dengan meningkatnya minat masyarakat untuk pertanian perkotaan dan pola tanam tumpeng sari, menyediakan stok buah dan sayur yang cukup untuk dipasarkan. Daging buah dapat diolah menjadi bahan baku kosmetik, buah kaleng, selai, minuman, juice, keripik, tepung, dan manisan. Kulit buah dapat dikreasikan sebagai pupuk, pakan ternak dan tentunya obat-obatan, bahkan bijinya dapat dibuat sebagai bahan baku makanan ringan atau camilan.

73 Sebagian besar produk olahan buah sudah mulai di usahakan dengan skala industri kecil di Kabupaten Tabalong. Kecamatan Haruai misalnya sudah terdapat IKM pengolahan jamu, keripik buah, rempeyek dan kue-kue kering. Dinas perindustrian mencatat 203 unit usaha yang bergerak di pengolahan pangan, yang disusul oleh industri jasa otomotif lainnya yang berjumlah 101 unit. IKM memiliki sebaran diwilayah perkotaan dan pada penduduk seperti di kecamatan Tanjung, Kelua, Haruai dan Murung Pundak.

Gambar 17 Pohon Industri Komoditas Buah Sumber: Kementerian Perindustrian, 2021