pada tanggal 26 Ramadhan 808 H (16 Maret 1406), Ibnu Khaldun meninggal dunia secara mendadak dengan usia 76 tahun.
Demikianlah pudarnya cahaya kehidupan yang dipenuhi dengan banyaknya aktivitas dan kemuliaan pengaruh, pikirannya yang menarik dan juga penuh dengan penemuan.
Kenangan terakhirnya, sebagaimana disebutkan oleh Sakhawy: ia dimakamkan di pekuburan para sufi kharija babu nasr Maqrazy pun berbicara tentang letak kuburan ini yang ada di antara golongan kuburan khusus bagi para pembesar dan pemimpin pada abad delapan hijriah yang berada di Khariju babu nasr yang berada dalam daerah Ridaniah (sekarang daerha itu bernama Abbasiyah). Pekuburan ini pun hanya dikhususkan bagi para sufi saja; sebagaimana Ibnu Khaldun termasuk anggota dewan Sufi, karenanya ia berhak atas tempat ini.
Sampai saat inipun, penulis tidak mengetahui secara pasti akan letak kuburan tersebut; dan para ulama islam pun tidak begitu memperhatikan akan hal ini- sepanjang yang penulis ketahui- tidak dengan mencarinya ataupun menetapkan tempatnya. Ini adalah hal yang sangat disayangkan dan merupakn bukti ketidak pedulian atas sumbangsih pemikirannya.
*****
ketidak pedulian ini pun akhirnya agak tertutupi dengan didirikannya Markaz qaumi lil buhuts al ijtimaiiyah wal jinaiyyah (pusat melayanan masyarakat dalam penelitian soasial dan juga kriminalitas). Mereka lalu melakukan aktivitas dan pameran ilmiah untuk memperingati Ibnu Khaldun dengan mengundang para pembesar yang intens dalam mempelajari keilmuannya di sembilan negara; Jumhuriyyah Al Arabiyyah Al Muttahidah, Tunis, Jazair, Irak, Libanon, Turki, Italia, perancis dan Jerman barat. Setiap undangan yang hadir diminta untuk menyerahkan dan menyampaikan penelitian yang pernah mereka lakukan dengan judul yang telah di tetapkan oleh panitia pemeran. Ketua panitia pameran ini adalah wakil presiden republik Mesir yaitu
Sayyid Husein Syafii dengan waktu pameran selama empat hariyang dimulai sejak 2 Januari 1961 hingga 5 januari 1961. pada pameran itu banyak dibacakan penelitian para anggota dan dibahas secara umum.
Dengan kesempatan ini, didirikan patung Ibnu Khaldun yang dibuat oleh abdul qadir Rizqdi lapangan di mana Markaz itu berada di Madinah Awqaf. Untuk lebih mengekalkan peringatan ini dan juga mengenang namanya, maka lapangan dimana patung Ibnu Khaldun didirikan disebut sebagai maidan Ibnu Khaldun (lapangan Ibnu Khaldun) menggantikan nama lamanya maidan nabat (lapangan tumbuh-tumbuhan)
Bab Kedua
Buah Karya Ibnu Khaldun
Kejeniusan Ibnu Khaldun tampak di berbagai bidang ilmu, hingga ia disebut sebagai pelopor akan banyak ilmu baru. Diantaranya:
1.Ia adalah pelopor pertama ilmu sosial
2.Ia adalah pakar dan pembaharu ilmu sejarah
3.Ia adalah pakar dan pembaharu dalam seni autobiografi atau penulisan seorang penulis akan riwayat hidupnya sendiri
4.Ia adalah pakar dan pembaharu dalam pengungkapan kata- kata dalam penulisan bahasa arab
5.Ia adalah pakar dan pembaharu dalam penelitian pengajaran dan pendidikan juga ilmu psikologi pendidikan dan pengajaran.
6.Ia adalah pakar dalam ilmu hadits ( kitab hadits, mustholah hadits dan rijalul hadits)
8.Ia tidak meninggalkan sedikitpun ilmu pengetahuan dari jangkauannya
Untuk pembahasan pada nomor pertama, penulis telah membaginya atas dua pembahasan; sedang ketujuh lainnya akan dibahas satu persatu secara mendetail.
Bagian Pertama
Ibnu Khaldun Bapak Ilmu Sosial
Mukaddimah mencetak satu ilmu baru yaitu Ilmu sosial
1. Pengantar dalam cakupan Mukaddimahnya Ibnu Khaldun
Mukkadimah Ibnu Khaldun kini berdiri sendiri dari tujuh jilid lainnya yang ditulisnya dengan judul Kitabul Ibr, wa diwanul mubtada wa khabar fi ayyamil arab wal „ajm wal barbar wa man „asharahum min zawi sulthan al akbar‟ (sesuai dengan terbitan Bulak tahun 1868 M). Pada jilid ini, ia mencakup hal-hal sebagai berikut:
Pertama; tujuan kitab ataupun pengantar awalnya. Ia mencakup sekitar tujuh halaman.55 Setelah ungkapan syukur kepada Allah dan juga shalawat kepada Rasulullah Saw, Ibnu Khaldun memaparkan penelitian-penelitian sejarawan sebelumnya dengan menyebutkan kelompok mereka dan juga kekurangan-kekurangan yang ada dalam penelitian tersebut. Lalu ia pun memberikan beberapa sebab penulisan buku yang ia beri judul Kitabul Ibr dengan menjelaskan metode dan bagian- bagiannya. Lalu ia tutup pengantar tersebut dengan Al Ihda (persembahan penulisannya) yang ditujukan kepada Amirul mu’minin Abu Faris Abdul Aziz bin abu Hasan Al Maryani
55 Namun apabila ditambah dengan ta‟liqat (komentar) seperti yang ada
dalam terbitan Lajnah Bayan El Araby, maka ia meluas menjadi 12 halaman (207-218)
(Sultan di Maroko bagian atas tahun 796 – 799 H) Tulisan tersebut dicetak di Mesir dan dikirimkan langsung kepada Sultan Abu Faris Abdul Aziz bin Abu Hasan sekitar tahun 799. sedangkan tulisan pertamanya, ia telah persembahkan kepada Sultan Abu Abbas Ahmad bin Abu Abdullah Al Hafsym Sultan Tunis terdahulu pada tahun 783 H.
Kedua; Pengantar dalam keutamaan sejarah dan tahkik semua aliran yang ada dan meralat semua kesalahan dan kekurangan yang ditunjukkan para sejarawan dan menunjukkan sebab dan bukti-buktinya. Bahasan ini memakan tempat sekitar 30 halaman. Dilihat dari judulnya, telah jelas akan cakupan yang ada didalamnya.56
Ketiga; kitab pertama57 yang membahas tentang keadaan dan arsitektur bangunan pada awal kehidupan hingga saat ini, persaingan hidup, mata pencaharian, hasil karya manusia, ilmu dan banyak lainnya yang disertai alasan dan penyebabnya. Bahasan ini memakan tempat sekitar 650 halaman.58 Ini adalah pembahasan utama yang lalu diberi nama tersendiri yaitu ‘Mukaddimah Ibnu Khaldun’. yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.kata pengantar sebanyak tujuh halaman59. Didalamnya dibahas tentang sejarah dan perkembangannya serta banyaknya kesalahan dalam periwayatan suatu peristiwa dan penyebab dilakukannya penulisan buku ini dari
56 Namun apabila ditambah dengan ta‟liqat (komentar) seperti yang ada
dalam terbitan Lajnah Bayan El Araby, maka ia meluas menjadi 42 halaman (219-260)
57
yang dimaksud kitab pertama disini adalah kitab pertama bila dilihat
dari keseluruhan kitab ‘Ibr’ yang mencakup kedua kitab lainya, sebagaimana akan dijelaskan kemudian
58 Namun apabila ditambah dengan ta‟liqat (komentar) seperti yang ada
dalam terbitan Lajnah Bayan El Araby, maka ia meluas menjadi 1200 halaman (halaman 261 di Jilid pertama hingga akhir jilid ke empat )
59 Namun apabila ditambah dengan ta‟liqat (komentar) seperti yang ada
dalam terbitan Lajnah Bayan El Araby, maka ia meluas menjadi 11 halaman (261-271)
penulisnya. Disinipun dijelaskan ringkasan akan enam pembahasan utama yang mencakup dalam buku ini dan judul dari setiap pembahasannya.
2.enam penelitian utama (yang disebut juga enam bab)60, yang mempelajari akan fenomena sosial kemasyarakatan, yaitu:
- Bab pertama: Peradaban manusia secara global. Hal
ini mencakup enam pengantar. Pengantar pertama yang menjelaskan bahwasannya manusia sangat butuh untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Pengantar kedua sampai kelima adalah penelitian dan pembahasan akan letak geografis dan pengaruh lingkungan geografis yang mengakibatkan adanya perbedaan warna akan kulit manusia dan juga perbedaan prilaku serta cara hidup. Sedang pengantar kelima membahas akan wahyu, ru’ya dan golongan manusia yang mengetahui masalah gaib, baik dengan fitrah ataupun latihan-latihan, juga tentang hakikat kenabian, ru’ya, ramalan dan juga paranormal. Bahasan ini memakan tempat sebanyak 90 halaman (Namun apabila ditambah dengan ta‟liqat (komentar) seperti yang ada dalam terbitan Lajnah Bayan El Araby, maka ia meluas menjadi 120 halaman)
- Bab kedua: Peradaban nomaden serta umat dan kabilah
primitif. Bahasan ini mencakup dua puluh sembilan pembahasan sun jjudul. Sepuluh pembahasan pertama dalam bab ini dibahas akan bangsa-bangsa nomaden dan perkembangannnya serta kehidupan sosialnya serta dasar-dasar dan pijakannya dalam menuju kehidupan modern. Sedang sembilan belas pembahasan lainnya menerangkan akan kelompok-kelompok yang berpengaruh
60
Ibnu Khaldun menyebubnya fasl (bagian), sedang penulis menyebutnya bab hingga tidak bercampur aduk dengan bagian cabangnya.
pada pembentukan hukum dan politik pada bangsa- bangsa nomaden tersebut serta bangsa lainnya. Pembahasan bab kedua ini memakan tempat sebanyak empat puluh halaman (Namun apabila ditambah dengan ta‟liqat (komentar) seperti yang ada dalam terbitan Lajnah Bayan El Araby, maka ia meluas menjadi 54 halaman)
- Bab ketiga: Negara secara umumnya serta kerajaan,
penguasaan serta susunannya. Bahasan ini mencakup empat puluh tiga pembahasan sebagaimana yang ada dalam terbitan Lajnah bayan61. Semuanya bahasan ini menjelaskan tentang Peraturan Undang-undang dan perkara politik. Pembahasan pada bab ini memakan tempat sebanyak 200 halaman (Namun apabila ditambah dengan ta‟liqat (komentar) seperti yang ada dalam terbitan Lajnah Bayan El Araby, maka ia meluas menjadi 320 halaman)
- Bab keempat: Negara, kota dan berbagai
peradabannya.bahasan ini mencakup dua puluh dua pembahasan yang menjelaskan akan muncul dan berkembangnya kota dan rakyat yang ada didalamnya serta keunikan yang ada diberbagai seginya, baik dari peradaban, sosial kemasyarakatannya, ekonomi ataupun bahasanya. Pembahasan memakan tempat sekitar empat puluh halaman (Namun apabila ditambah dengan ta‟liqat (komentar) seperti yang ada dalam terbitan Lajnah Bayan El Araby, maka ia meluas menjadi 63 halaman)
61
Terbitan baru yang ada, bertambah halaman dari terbitan yang sudah menyebar sebelumnya, dengan tambahan satu pembahasan lain sekitar empat halaman. Ini dapat dilihat dalam beberapa copy yang telah tercetak dalam kitab Mukaddimah
- Bab kelima: Kehidupan dan mata pencaharian serta
berbagai karya dan keadaan yang ada. Bahasan ini mencakup 61 pembahasan sebagaimana yang ada dalam terbitan Lajnah Bayan62. Bab ini banyak menjelaskan akan banyak cabang ilmu pengetahuan, seni, sastra, peraturan penddikan dan pengajaran... dan lain sebagainya. Pembahasan memakan tempat sekitar 250 (Namun apabila ditambah dengan ta‟liqat (komentar) seperti yang ada dalam terbitan Lajnah Bayan El Araby, maka ia meluas menjadi 500 halaman)
2. Fenomena Sosial yang ada dalam tema Mukaddimah Ibnu