Perubahan karakteristik kristalin pati Garut (Maranta arundinaceae L.) dalam pengembangan pati resisten tipe III
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Proses modifikasi secara fisik juga dilakukan pada pati garut alami untuk membandingkan daya cerna antara pati yang mengalami hidrolisis asam terlebih dahulu
Nilai ini menunjukkan bahwa produk kue stick bawang dengan persentase substitusi pati garut sebesar 40% berada pada rentangan nilai antara suka hingga sangat
Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa tekstur kue kering yang paling keras adalah perlakuan K0 (kontrol) dan perlakuan K5 (100% pati garut termodifikasi), sedangkan
Secara umum hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa varietas ubi kayu dan proses modifikasi pati memberikan pengaruh terhadap kadar pati resisten, total
Setelah dihasilkan RS3 tapioka dan produk pempek RS3 tapioka, tahap selanjutnya adalah analisis karakteristik tapioka dan RS3 tapioka meliputi analisis proksimat (AOAC, 2006) dan
Penelitian pendahuluan yang telah dilaksanakan adalah optimalisasi proses modifikasi pati untuk meningkatkan kadar pati resisten pada pati ubi kayu (manihot esculenta crantz)
Penurunan total mikroba pada subtitusi tepung garut 5% disebabkan karena kadar protein tepung garut lebih rendah dan kadar pati lebih tinggi dibandingkan dengan tepung
Dalam penelitian ini dicoba memperbaiki sifat pregelatinasi pati garut dengan cara mereaksikannya dengan garam ortofosfat campuran garam mono, di-Na fosfat untuk menghasilkan senyawa