• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK CENGKEH (Syzygium aromaticum (Linn) Merr.) TERHADAP PERTUMBUHAN Colletotricum sp.SECARA IN VITRO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK CENGKEH (Syzygium aromaticum (Linn) Merr.) TERHADAP PERTUMBUHAN Colletotricum sp.SECARA IN VITRO"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK CENGKEH (Syzygium

aromaticum (Linn) Merr.) TERHADAP PERTUMBUHAN Colletotricum sp.

SECARA IN VITRO

Oleh: ARIN NINDARTI (01330042)

Biologi

Dibuat: 2006-03-03 , dengan 3 file(s).

Keywords: EKSTRAK, Colletotricum sp, IN VITRO

Colletotricum sp. adalah jenis jamur yang termasuk famili Melaconiceae merupakan penyebab dari penyakit antraknos, serangan Colletotricum sp. mengakibatkan tunas mati, daun kering seperti terbakar dan jika Colletotricum sp. menyerang pada buah yang ada di pohon

menyebabkan buah busuk kering dan gugur sebelum tua. Gejala yang ditimbulkan akibat Colletotricum sp. ini adalah bercak atau bintik warna hitam agak cekung dan sedikit retak pada permukaan kulit buah, daun dan bunga. Infeksi penyakit antraknos ini akan tetap aktif pada masa penyimpanan buah dan sayuran yang mengakibatkan penurunan kualitas sayuran dan buah-buahan sehingga harga jualnya menjadi rendah. Penggunaan fungisida sintetik dalam mengatasi penyakit antraknos banyak mengakibatkan efek samping, sehingga penggunaan fungisida nabati merupakan alternatif yang aman bagi lingkungan dan ekosistem sekitarnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaaruh pemberian ekstrak cengkeh (Syzygium aromaticum (Linn) Merr.) dan konsentrasi yang tepat dalam menghambat pertumbuhan

Colletotricum sp. Parameter yang digunakan adalah luas diameter zona hambat Colletotricum sp. setelah diberi ekstrak cengkeh dengan melihat daerah bening disekitar paper disk. Jenis

penelitian ini merupakan eksperimen nyata dengan menggunakan RAL, yang terdiri atas 6 perlakuan yaitu konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6% dengan 4 kali ulangan dan menggunakan kontrol delsene sebagai pembanding di antara perlakuan. Penelitian ini dilakukan di

Laboratorium Biologi Bagian Mikrobiologi Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 8 Agustus sampai dengan 15 Oktober 2005.

Referensi

Dokumen terkait

zona hambat yang paling kecil adalah ekstrak daun sirih hijau dengan konsentarsi 1%. yaitu

Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan kontrol negatif tidak menghasilkan zona hambat sehingga terbukti bahwa zona hambat yang terbentuk pada perlakuan dengan ekstrak

mucronata yang mempunyai pengaruh paling baik berdasarkan zona hambat yaitu pada konsentrasi 10% menghasilkan zona hambat sebesar 1,18 mm pada bakteri strain

1) Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans secara In vitro. Dari konsentrasi 20% sampai 80% menghasilkan zona

Dilihat dari tabel 5.3 hasil pengaruh konsentrasi ekstrak lidah buaya terhadap zona hambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa efektif dalam menghambat

Ekstrak daun cengkeh memiliki efek sebagai anti bakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli tersebut akan tetapi tidak melebihi zona hambat yang

Konsentrasi ekstrak daun salam yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5%, merupakan konsentrasi optimum yang menunjukkan diameter zona hambat kategori kuat terhadap

dengan menggunakan serial konsentrasi 1%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%, dapat diketahui bahwa rerata diameter zona hambat terbesar terbentuk pada kosentrasi ekstrak etanol biji ganitri 10%