RANCANG BANGUN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR SUHU LM35 BERBASIS MIKROKONTROLER ATMega8535

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

RANCANG BANGUN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR SUHU LM35 BERBASIS

MIKROKONTROLER ATMega8535

O l e h L I O T Y U T A M I

Selama ini, penyiraman tanaman dilakukan secara manual. Akan tetapi, terkadang kita tidak punya cukup waktu untuk menyiram tanaman. Oleh karena itu, kita membutuhkan suatu alat yang dapat membantu meringankan kegiatan menyiram tanaman. Alat tersebut berupa sistem yang dapat bekerja secara otomatis. Dengan menggunakan alat ini, maka diharapkan penyiraman tanaman dapat dilakukan pada waktu dan saat yang tepat.

Penelitian ini dilakukan dengan membuat suatu perangkat sistem penyiraman tanaman secara otomatis menggunakan mikrokontroler ATMega8535 sebagai pengendali utama dan sensor suhu LM35. Sistem ini juga menggunakan Real Time Clock (RTC) 1307 sebagai pewaktu, serta Liquid Crystal Display (LCD) sebagai penampil.

Sistem penyiraman tanaman yang telah dibuat dapat menyiraman tanaman secara otomatis. Apabila suhu yang terdeteksi termasuk ke dalam kategori melebihi batas yang telah ditentukan, maka sistem dapat langsung bekerja menyiram tanaman secara otomatis. LCD menampilkan waktu saat ini serta nilai suhu udara di sekitar tanaman yang akan disiram.

(2)

ABSTRACT

THE DEVELOPMENT OF AN AUTOMATICALLY PLANTS WATERING SYSTEM USING TEMPERATURE SENSOR LM35 BASED ON

MICROCONTROLLER ATMega8535

During the time, plants watering is done manually. But, sometimes we don’t have more time watering the plants. Therefore, we need a tool that can help us to do that. A tool as system that can work automatically. By using this tool, we hope watering plants can be done in the correct moment and time.

This research is done by developing an automatically plants watering system ware using microcontroller ATMega8535 as the main controller and temperature sensor LM35. This system using Real Time Clock (RTC) 1307 as timer, with Liquid Crystal Display (LCD) as display.

The plants watering system can watering the plants automatically. When the detected temperature comes into the category limit that has been determined, system can work automatically watering the plants. LCD will displays real time and air temperature value surroundings the plants.

(3)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Selama ini, penyiraman tanaman dilakukan secara manual. Akan tetapi, terkadang kita tidak punya cukup waktu untuk menyiram tanaman. Oleh karena itu, kita membutuhkan suatu alat yang dapat membantu meringankan kegiatan menyiram tanaman. Alat tersebut berupa sistem yang dapat bekerja secara otomatis. Dengan menggunakan alat ini, maka diharapkan penyiraman tanaman dapat dilakukan pada waktu dan saat yang tepat.

Sistem ini menggunakan sensor suhu untuk mendeteksi kondisi temperatur pada daerah yang akan disiram tersebut. Apabila suhu dikategorikan melebihi batas minimum yang telah diatur pada program, yaitu 25°C pada pagi hari dan 27°C pada sore hari, maka sistem akan langsung bekerja. Selain itu, sistem juga menggunakan Real Time Clock (RTC) yang menunjukkan waktu serta timer yang diatur untuk menentukan lamanya penyiraman tanaman.

(4)

2

sampai dengan 37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.

B. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah merancang bangun sistem penyiraman tanaman secara otomatis dengan menggunakan sensor suhu berbasis mikrokontroler ATMega8535.

C. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan penulis dari penelitian ini adalah bagaimana sistem ini dapat meringankan pekerjaan menyiram tanaman karena penyiraman tanaman dilakukan secara otomatis pada waktu dan saat yang tepat.

D. Rumusan Masalah

Dengan adanya latar belakang di atas, maka penulis merumuskan suatu masalah, yaitu bagaimana merancang bangun suatu alat untuk menyiram tanaman secara otomatis dengan menggunakan timer serta sensor suhu.

E. Batasan Masalah

Pada pengerjaan tugas akhir ini penulis melakukan pembatasan–pembatasan masalah yang akan dibahas, yaitu:

(5)

3

b. Menggunakan motor servo untuk membuka dan menutup keran.

c. Jangkauan penyiraman lahan yang dapat dilakukan adalah seluas kurang lebih

65 m2.

d. Air yang akan dipergunakan untuk menyiram tanaman telah ditampung pada suatu tempat penampungan air.

e. Sistem harus selalu terhubung pada sumber listrik.

F. Hipotesis

Hipotesis penelitian ini bahwa suhu sekitar daerah yang akan disiram dapat dideteksi dengan menggunakan sensor LM35, sehingga apabila suhu yang terdeteksi termasuk ke dalam kategori melebihi batas yang telah ditentukan, maka sistem dapat langsung bekerja menyiram tanaman secara otomatis.

G. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan yang digunakan oleh penulis dalam penyusunan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

I. PENDAHULUAN

(6)

4

II. TEORI DASAR

Berisikan landasan teori dari beberapa literatur yang mendukung pembahasan tentang alat penyiram tanaman yang menggunakan timer dan sensor suhu, diprogram untuk aplikasi pada pengendali mikro (mikrokontroler) ATMega8535 dengan menggunakan bahasa pemrograman berupa bahasa C.

III. METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan metode yang digunakan penulis dalam pelaksanaan penelitian.

IV. HASIL DAN ANALISIS

Bab ini berisikan hasil penelitian dan pembahasan tentang sistem yang telah dibuat.

V. SIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan simpulan dan saran yang dapat digunakan untuk pengembangan rancangan bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Berisikan literatur-literatur yang diperoleh penulis untuk menunjang penyusunan laporan penelitian.

LAMPIRAN

(7)

V. SIMPULAN DAN SARAN

A.Simpulan

Berdasarkan hasil perancangan dan analisis hasil penelitian, maka dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu :

1. Sistem penyiramanan tanaman secara otomatis menggunakan sensor suhu LM35 berbasis mikrokontroler ATMega8535 telah berhasil dibuat.

2. Rancang bangun penyiraman tanaman menggunakan sensor suhu LM35 ini merupakan sistem otomatis yang dapat menyiram tanaman pada waktu yang telah ditentukan.

3. Sistem hanya bekerja ketika pada waktu yang telah ditentukan nilai suhu udara di sekitar tanaman yang akan disiram lebih besar dari suhu yang telah diatur, yaitu 250C untuk penyiraman pagi hari dan 270C untuk penyiraman sore hari. 4. Pengguna dapat mengatur waktu penyiraman tanaman dengan memilih

langsung dari menu yang telah tersedia pada rangkaian dan dapat melihat tampilannya pada LCD.

5. Sensor LM35 yang digunakan merupakan sensor suhu yang mempunyai respon agak lambat.

6. Sensor LM35 dapat menahan panas sampai dengan 150°C tanpa merusak kinerja sensor.

(8)

53

B. Saran

1. Dapat menggunakan sensor suhu yang mempunyai respon lebih cepat. 2. Dapat menambahkan sensor kelembaban pada sistem.

3. Memungkinkan untuk melanjutkan tugas akhir ini dengan menggunakan pengendali yang lain.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...