ABSTRAK
Pemerintah telah rnengarnbil langkah-langkah dan kebijaksanaan dalam usaha
untuk mengembangkan dan meningkatkan kesempatan berusaha terutama bagi pengusaha
golongan ekonomi lemah baik dalam bentuk pembinaan, bimbingan maupun dalam
bentuk permodalan yang disalurkan melalui perbankan. Kendatipun masih banyak
terdapat masalah dalam meningkatkan dan mengembangkan pengusaha golongan
ekonomi lemah
ini,
Pada dasamya hambatan dan rintangan yang dihadapi pengusaha lemah dalam
meningkatkan kemampuan usahanya sangat kompleks dan meliputi berbagai aspek yang
mana satu dengan yang lainnya saling berkaitan. Hal tersebut
tidak dapat dibiarkan
secara terus menerus tanpa mengambil langkah-Iangkah dan kebijaksanaan kearah yang
pasti terhadap perkembangan kehidupan mereka dimasa-masa yang akan datang.
Dengan adanya pembiayaanlkredit pada umumnya pengusaha golongan ekonomi
lemah yang menerima pembiayaan tersebut telah dapat meningkatkan usahanya. Dalam
hal pembiayaan dan penarikan dana dari masyarakat bank telah
mengembangkan
produk-produk yang memang sangat dibutuhkan masyarakat dan sesuai dengan syari'at
Islam tentunya. Namun karena disebabkan masyarakat masih belum mengerti sepenuhnya
terhadap BPR Syari'ah ini, sehingga banyak dari mereka belurn dapat memanfaatkannya
dengan baik.
.
Tetapi kita harus mengakui bahwa kredit tidak selamanya membawa hasil yang
positip terhadap perkembangan usaha yang teJah mendapat kredit tersebut. Bahkan kredit
tersebut bisa menjadi bumerang bagi pengusaha yang menerirna kredit apabila
sipengusaha/debitur tidak menggunakan kredit untuk pengembangan usahanya, tetapi
digunakan untuk keperJuan lain yang sifatnya konsumtif, misalnya digunakan untuk
kebutuhan
sekunder,
Hal ini telah sering terbukti dengan banyaknya harta benda nasabah
yang telah dilelang oleh pihak bank meJalui prosedur hokum. Jadi jelaskah kredit dapat
membawa pengaruh positif terhadap sipenerima apabila kredit tersebut benar-benar dapat
diolah sesuai dengan tujuan untuk meningkatkan usaha. Tetapi sebaliknya dapat
berakibat negatifjika kredit yang diperoleh tersebut disalah gunakan pemakaiannya.
Kredit yang disalurkan oleh
BPR Syari'ah
Gebu Prima Medan telah
dipergunakan dengan baik oleh pengusaha golongan ekonomi lemah tersebut. Kondisi
para
pengusaha golongan ekonomi
lemah setelah mendapatkan bantuan
kredit,
mengalami perubahan kearah yang lebih baik. Keberadaan BPR Syariah Gebu Prima
sebagai salah satu bank yang menerapkan system Syari'ah masih belum banyak diketahui
oleh
masyarakat sehingga hal ini mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang bank
syaria' h tersebut.
Dalam hal ini terlihat bahwa bank telah dapat melaksanakan programnya dengan
baik, walaupun masih terdapat kelernahan-kelernahan yang masih dimiliki .
Mudah-mudahan dapat dijadikan pedoman untuk masa-masa yang akan datang. Hal ini dapat
kita maklumi karena perkembangan BPR Syari'ah itu sendiri di Sumatera Utara masih