• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sikap Petani Terhadap Materi Dan Media Penyuluhan Pertanian.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Sikap Petani Terhadap Materi Dan Media Penyuluhan Pertanian."

Copied!
66
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Rikki Bens Hutabarat
  • Pengajar:
    • Ir. Yusak Maryunianta, M.Si
    • Ir. A.T. Hutajulu, MS
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Agribisnis
  • Topik: Sikap Petani Terhadap Materi Dan Media Penyuluhan Pertanian
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2011
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya sektor pertanian di Indonesia dan peran penyuluhan pertanian dalam meningkatkan kualitas hidup petani. Penyuluhan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan teknologi kepada petani agar dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. Identifikasi masalah yang dihadapi petani, seperti akses terhadap sumber daya dan teknologi, juga dibahas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami sikap petani terhadap materi dan media penyuluhan yang diberikan, serta keberhasilan program penyuluhan di daerah penelitian.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menggarisbawahi pentingnya sektor pertanian dalam perekonomian nasional. Dengan pertumbuhan populasi dan kebutuhan pangan yang meningkat, penyuluhan pertanian menjadi krusial untuk mendukung kemandirian pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sikap petani terhadap materi penyuluhan yang relevan dengan kondisi lokal.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah mencakup pelaksanaan kegiatan penyuluhan, jenis materi yang diberikan, media yang digunakan, sikap petani terhadap penyuluhan, dan keberhasilan program penyuluhan. Masalah yang dihadapi oleh penyuluh juga menjadi fokus, seperti keterbatasan dana dan sarana.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pelaksanaan kegiatan penyuluhan, jenis materi yang disampaikan, media yang digunakan, sikap petani terhadap penyuluhan, dan keberhasilan program. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi penyuluh dalam menyusun materi penyuluhan.

1.4 Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian ini adalah sebagai syarat kelulusan serta memberikan informasi bagi mahasiswa dan pihak terkait dalam pengembangan program penyuluhan pertanian yang lebih efektif.

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari penelitian ini, termasuk konsep penyuluhan pertanian dan sikap petani. Tinjauan pustaka mencakup penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik ini. Kerangka pemikiran diuraikan untuk menunjukkan hubungan antara materi penyuluhan, media, dan sikap petani. Hipotesis penelitian juga dinyatakan sebagai dasar untuk analisis lebih lanjut.

2.1 Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka mengkaji berbagai literatur yang berkaitan dengan penyuluhan pertanian, termasuk teori-teori komunikasi dan adopsi inovasi oleh petani. Penelitian sebelumnya menunjukkan pentingnya materi penyuluhan yang relevan dan mudah dipahami oleh petani.

2.2 Landasan Teori

Landasan teori menjelaskan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai alat untuk menilai keberhasilan program penyuluhan. Model ini membantu dalam memahami bagaimana konteks dan input mempengaruhi proses dan hasil dari penyuluhan.

2.3 Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran menggambarkan hubungan antara penyuluhan, sikap petani, dan hasil pertanian. Penyuluhan yang efektif diharapkan dapat mengubah sikap petani dan meningkatkan hasil pertanian, yang pada gilirannya berkontribusi pada kesejahteraan petani.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian mencakup pemilihan lokasi, pengambilan sampel, pengumpulan data, dan analisis data. Penelitian ini menggunakan metode sensus dan skala Likert untuk mengukur sikap petani. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan model CIPP untuk mengevaluasi pelaksanaan program penyuluhan.

3.1 Metode Penentuan Daerah Penelitian

Daerah penelitian ditentukan secara purposive di Desa Namoriam dan Tiang Layar, yang merupakan lokasi dengan potensi pertanian yang baik dan telah mengekspor komoditi belimbing. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk mendapatkan data yang relevan dan representatif.

3.2 Metode Penelitian Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, melibatkan petani yang tergabung dalam kelompok tani. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan proporsi populasi di masing-masing desa untuk memastikan representativitas data.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan petani dan penyuluh, menggunakan kuesioner yang telah disiapkan. Data sekunder juga diperoleh dari instansi terkait untuk mendukung analisis.

3.4 Metode Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif untuk mengidentifikasi pelaksanaan program penyuluhan dan sikap petani. Model CIPP digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan program berdasarkan konteks, input, proses, dan produk.

3.5 Definisi dan Batasan Operasional

Definisi operasional mencakup istilah-istilah kunci seperti petani sampel, sikap, materi penyuluhan, dan media penyuluhan. Batasan operasional ditetapkan untuk menjaga fokus penelitian pada aspek-aspek yang relevan.

IV. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK SAMPEL

Deskripsi daerah penelitian mencakup kondisi geografis, demografis, dan sosial ekonomi dari Desa Namoriam dan Tiang Layar. Karakteristik petani sampel juga dianalisis untuk memberikan gambaran tentang latar belakang petani yang menjadi subjek penelitian.

4.1 Deskripsi Daerah Penelitian

Desa Namoriam dan Tiang Layar terletak di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Daerah ini memiliki potensi pertanian yang baik dan merupakan lokasi strategis untuk penelitian penyuluhan pertanian.

4.2 Karakteristik Petani Sampel

Karakteristik petani sampel mencakup umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, dan luas lahan. Data ini penting untuk memahami konteks sosial ekonomi petani dan bagaimana hal ini mempengaruhi sikap mereka terhadap penyuluhan.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan program penyuluhan di daerah penelitian telah berjalan baik dengan tingkat kehadiran petani yang tinggi. Sikap petani terhadap materi dan media penyuluhan cenderung positif, meskipun ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh penyuluh. Pembahasan ini mencakup analisis mendalam tentang keberhasilan program dan dampaknya terhadap petani.

5.1 Pelaksanaan Program Penyuluhan Pertanian di WKPP Tiang Layar

Pelaksanaan program penyuluhan di daerah penelitian menunjukkan kehadiran petani yang baik, dengan rata-rata kehadiran mencapai 93,3%. Ini menunjukkan bahwa petani aktif berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan yang diadakan.

5.2 Materi Penyuluhan Pertanian Yang di Sampaikan di WKPP Tiang Layar

Materi penyuluhan yang disampaikan harus sesuai dengan potensi lokal dan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani. Hal ini penting untuk menarik perhatian petani dan mendorong mereka untuk mengadopsi teknologi baru.

5.3 Keberhasilan Program Penyuluhan Pertanian di WKPP Tiang Layar

Keberhasilan program penyuluhan diukur dengan tingkat pencapaian yang tinggi, dengan skor keberhasilan mencapai 90,75%. Ini menunjukkan bahwa program penyuluhan berhasil dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani.

5.4 Masalah – Masalah yang Dihadapi PPL dalam Menyusun Materi dan Media Penyuluhan Pertanian

Beberapa masalah yang dihadapi oleh penyuluh termasuk kesulitan dalam menentukan waktu kunjungan dan kurangnya dana untuk mendukung kegiatan penyuluhan. Ini menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sikap petani terhadap materi dan media penyuluhan pertanian secara umum positif. Program penyuluhan yang dilaksanakan di daerah penelitian telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Saran diberikan untuk meningkatkan kualitas materi penyuluhan dan memperhatikan kebutuhan serta karakteristik petani.

6.1 Kesimpulan

Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penyuluhan pertanian yang efektif dapat meningkatkan sikap petani dan keberhasilan program. Materi yang relevan dan media yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan penyuluhan.

6.2 Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah agar penyuluh lebih memahami karakteristik petani dan menyesuaikan materi serta metode penyuluhan agar lebih efektif. Selain itu, dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait juga diperlukan untuk meningkatkan sumber daya penyuluhan.

Referensi Dokumen

  • Evaluasi Penyuluhan Pertanian ( Anonimus )
  • Evaluasi Program SLPHT Tanaman Jagung dengan Menggunakan Model CIPP di Desa Ngunut Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar ( Anonimus )
  • Sikap manusia teori dan Pengukurannya ( Anwar, S. )
  • Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya ( Azwar, S. )
  • Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan ( Departemen Pertanian )

Gambar

Tabel 2. Jumlah Sampel masing – masing Desa
Tabel 3. Penilaian Pelaksanaan Program Penyuluhan Pertanian di Desa Tiang Layar
Tabel 4. Skor Pelaksanaan Program Penyuluhan Pertanian
Tabel 5, banyak penduduk di Desa Namoriam dan Tiang Layar menurut Jenis kelamin
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan pada pernyataan kedua puluh yang menyatakan sebaiknya setiap petani harus mengikuti penyuluhan penggunaan pestisida, responden yang menyatakan setuju

( 1 ) Melihat hubungan antara status sosial dengan perilaku petani dalam penyuluhan pertanian. (2) Melihat determinan-determinan status

Tujuan penelitian adalah untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik keinovatifan petani padi, (2) mengetahui persepsi petani tentang saluran komunikasi penyuluhan, (3)

Sikap petani dalam menerima media penyuluhan yang disampaikan oleh PPL dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Kelurahan Sengkotek Kecamatan Loa Janan Ilir dalam

Materi yang diberikan pada kegiatan penyuluhan sesuai dengan strategi peningkatan kapasitas petani yaitu: 1) meningkatkan partisipasi seluruh anggota kelompok tani

Berdasarkan data diatas, dapat diketahui bahwa secara umum evaluasi penyuluh terhadap materi penyuluhan yaitu penyuluh menyampaikan materi sesuai kebutuan petani,

Faktor- faktor yang berhubungan dengan sikap petani buah naga terhadap teknik penyuluhan di Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo meliputi :

HASIL DAN PEMBAHASAN Pokok materi yang disampaikan dalam penyuluhan zakat pertanian pada petani jagung Desa Pongongaila, Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo, meliputi aspek