TUGAS AKHIR
PERENCANAAN BISNIS PADA USAHA
BAKSO CENAT CENUT
Oleh : MIRZA 082102056
PROGRAM STUDI DIPLOMA III FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III MEDAN
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR
NAMA : MIRZA
NIM : 082102056
JURUSAN : DIPLOMA III AKUNTANSI
JUDUL SKRIPSI : PERENCANAAN BISNIS PADA USAHA BAKSO CENAT CENUT
TANGGAL……… DOSEN PEMBIMBING
(Syarif Fauzie, SE, MAk, Ak) NIP: 19750909 200801 1 012
TANGGAL……… KETUA PROGRAM STUDI
DIPLOMA III AKUNTANSI
(Drs. Rustam, Msi, Ak) NIP: 19511114 198203 1 002
TANGGAL……… DEKAN FAKULTAS EKONOMI
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT telah
memperkenankan penulis untuk dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan
judul PERENCANAAN BISNIS PADA USAHA BAKSO CENAT CENUT.
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih terdapat
kekurangan-kekurangan dan masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan
saran dan kritik dari semua pihak yang bersifat membangun, guna kesempurnaan
Tugas Akhir ini. Terima kasih untuk kedua orang tua saya tercinta, Ayahanda
Nurdin dan Ibunda Revi Martini yang telah setia, sabar dan tulus mendidik dan
membesarkan penulis, terima kasih atas doa, pengertian dan kasih sayang yang
tak terhingga serta dukungan baik moril maupun materil yang tidak mungkin
akan terbalas, hanya Tugas Akhir ini yang penulis persembahkan sebagai awal
dari keberhasilan penulis dimasa mendatang, Amin.
Selama penulisan Tugas Akhir ini, banyak pihak yang telah membantu
penulis. Baik itu bantuan moril, materi, dorongan serta bimbingan dari berbagai
pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec. selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Rustam, Msi, Ak selaku Ketua Program Studi Diploma III
Akuntansi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Syarif Fauzie, SE, MAk, Ak selaku Dosen Pembimbing penulis yang
4. Seluruh Dosen serta staf dan karyawan pada Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara yang selama ini telah banyak membantu dan membagi ilmu
dan pengetahuan kepada penulis.
5. Sahabat saya Rosi Febriana, Heri Azlan, Novita Surya, Ali Imran, Isda Dwi
Andiani, dan M. Audi Akmal yang telah memberikan perhatian, semangat,
dan motivasi. Terima kasih untuk kalian semua.
Akhir kata penulis sampaikan, semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi
banyak pihak yang membutuhkan.
Medan, Juni 2011
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak krisis ekonomi melanda Indonesia beberapa tahun yang lalu,
perekonomian Indonesia berubah drastis. Banyak perusahaan yang gulung tikar
karena dampak negatif. Krisis moneter tersebut sangat merugikan sehingga
mereka tidak dapat mempertahankan bisnisnya. Namun tidak sedikit bisnis –
bisnis yang dapat menghadapi krisis moneter, mempertahankan bisnisnya
sehingga tetap eksis sampai saat ini bahkan ada yang mengalihkan bisnisnya ke
bisnis lain juga dan ada juga yang mencoba bisnis – bisnis baru sehingga krisis
moneter ini bukan dianggap buruk, melainkan menjadi peluang bisnis yang
baik, maka tidak heran apabila banyak bisnis – bisnis baru yang sukses di masa
krisis moneter sehingga kini terus berkembang.
Seiring berjalannya waktu, perkembangan bisnis di bidang makanan dan
minuman pun ikut mengalami hal yang sama, dari restoran, kedai – kedai,
warung makanan sampai ke konsep cafe terus mengalami perkembangan
terutama bisnis cafe kini sedang menjamur dan memiliki prospek yang bagus
untuk dijalani karena melihat kebutuhan pasar akan tempat makan yang
menyajikan makanan yang enak, murah dan tempat makan yang nyaman. Oleh
karena itu saya tertarik untuk melakukan penelitian terhadap perencanaan bisnis
Dalam rangka meningkatkan pendapatan pada saat krisis ekonomi yang
berkepanjangan seperti saat ini diperlukan usaha-usaha yang bersifat agresif,
kreatif, penuh perhitungan dan berorientasi pasar.
Usaha tersebut juga diharapkan mampu memberikan peluang kerja bagi
tenaga kerja potensial yang saat ini jumlahnya sangat melimpah. Baik itu
angkatan kerja baru maupun angkatan kerja yang oleh karena kondisi
perekonomian makro terpaksa harus menganggur akibat tidak adanya
kesempatan bekerja atau terkena PHK (Putus Hubungan Kerja).
Dengan demikian tujuan dari pengembangan proyek itu sendiri ada dua
yaitu dari aspek ekonomi dan dari aspek sosial. Aspek ekonomi adalah untuk
meningkatkan pendapatan sementara aspek sosial adalah untuk membantu
masyarakat dalam mengatasi pengangguran.
Sedangkan potensi usaha ini akan mampu bersaing dengan cafe – cafe lain
yang ada di kota Medan, dikarenakan dengan harga ditawarkan menjangkau
seluruh kalangan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang baik.
Tidak dapat dipungkiri sebagai pelaku bisnis, tujuan utama dari usaha /
bisnis yang dijalankan adalah sebagai ladang untuk mendapatkan
penghasilan. Setiap usaha yang dijalankan pasti membutuhkan modal baik
dari orang lain, pinjaman, atau dari mereka sendiri dan juga tujuan
akhirnya adalah minimal untuk bisa mengembalikan modal yang sudah
dikeluarkan serta diharapkan juga bisa memberikan penghasilan yang
Bakso merupakan makanan asal Cina yang sudah dikenal dan digemari
sej
daging sapi, tetapi saat ini jenisnya semakin variatif. Mulai bakso daging
sapi, bakso ikan, bakso udang, hingga bakso keju. Bakso biasanya dihidangkan
bersama mie kuning, bihun, daging cincang, sawi dan tauge. Perlengkapannya
tentu saja saus tomat, saus cabai, sambal dan kecap yang membuat makanan ini
semakin nikmat disantap.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari perencanaan bisnis bakso Cenat Cenut yaitu :
1. Apakah usaha Bakso Cenat Cenut ini mempunyai potensi untuk
menghasilkan laba yang menjanjikan ?
2. Bagaimanakah struktur organisasi yang terdapat di dalam usaha Bakso
Cenat Cenut ?
3. Bagaimanakah gambaran pasar untuk usaha Bakso Cenat Cenut ?
4. Berapakah dana yang diperlukan untuk membangun usaha Bakso Cenat
Cenut ?
5. Apa sajakah yang merupakan risiko yang dapat mengancam usaha Bakso
C. Manfaat Penelitan
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari perencanaan bisnis Bakso Cenat
Cenut yaitu :
1. Mengetahui seberapa besar potensi dari sebuah usaha mie bakso dalam
memperoleh laba.
2. Mengetahui bagaimana struktur organisasi yang terdapat di dalam sebuah
usaha mie bakso.
3. Mengetahui bagaimana gambaran pasar untuk sebuah usaha mie bakso.
4. Mengetahui berapa besar dana yang diperlukan untuk membangun sebuah
usaha mie bakso.
5. Mengetahui apa saja yang merupakan risiko yang dapat mengancam sebuah
BAB II
PERENCANAAN BISNIS “BAKSO CENAT CENUT”
A. Data Perusahaan
Nama Perusahaan : Bakso Cenat Cenut
Bidang Usaha : Kuliner
Jenis Produk/Jasa : Makanan & Minuman
Alamat Usaha : Jalan Brigjend Hamid Medan
Nomor Telepon : (061) 77077000
Mulai Berdiri : 11 Januari 2012
B. Biodata Pemilik/Pengurus
Nama : Mirza
Jabatan : Pimpinan
Tempat/Tgl Lahir : 14 September 1989
Alamat Rumah : Jalan STM Suka Jaya No. 4 Medan
Nomor Telepon : 085270000053
Alamat Email : mirza
C. Struktur Organisasi
Struktur organisasi diperlukan untuk membedakan batas – batas wewenang
dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan hubungan/ keterkaitan
antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi
tercapainya tujuan suatu bisnis diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh
aktivitas maupun kegiatan bisnis tersebut.
Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan bisnis yang telah
ditetapkan sebelumnya, wadah tersebut disusun dalam struktur organisasi dalam
bisnis. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan dapat
diterapkan, sehingga efisiensi dan aktivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja
sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan dari bisnis tersebut dapat
tercapai.
Suatu bisnis terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan
perorangan ataupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan
serangkaian kegiatan itu dan mencakup tata hubungan secara vertikal melalui
saluran tunggal.
Struktur organisasi mengidentifikasi peran dan tanggung jawab karyawan
yang dipekerjakan oleh setiap perusahaan. Oleh karenanya setiap perusahaan
ataupun suatu usaha akan memiliki struktur yang berbeda tergantung skala
perusahaan dan jenis perusahaan ataupun suatu usaha tersebut. Struktur
perusahaan yang baik adalah struktur yang mampu memfasilitasi orang untuk
Sehingga struktur yang ada akan mengoptimalkan kelebihan dan menutupi
kelemahan dari setiap bagian atau individu.
Landasan yang mendasari pendirian cafe ini adalah untuk memenuhi
kebutuhan konsumen akan makanan dan minuman, serta gizinya. Dengan
adanya cafe ini diharap dapat membantu memberikan lapangan pekerjaan, disisi
lain juga membantu pemerintah dari segi pajak.
Adapun struktur organisasi dari Bakso Cenat Cenut ini adalah sebagai berikut :
Struktur Organisasi Bakso Cenat Cenut
D. Uraian Tugas 1. Pimpinan (Pemilik)
• Menetapkan kebijakan dan program kerja para pegawai untuk
mendapatkan hasil operasi yang optimal.
• Memimpin, mengkoordinasikan, dan melakukan pengawasan langsung
• Bertanggung jawab atas segala pelaksanaan usaha baik intern maupun
ekstern.
• Menjalin hubungan dengan konsumen, sehingga pemilik mengetahui apa
yang diinginkan konsumen. Dari masukan itu, pemilik dapat melakukan
perubahan yang sesuai dengan keinginan konsumen.
2. Bagian Keuangan
• Melaksanakan tugas bagian penerimaan uang dari penjualan.
• Bertanggung jawab atas keamanan keuangan yang ada.
• Melakukan perhitungan atas keuangan yang diperoleh dari penjualan,
lalu melakukan pembukuan.
• Menyusun anggaran secara periodik.
3. Bagian Produksi
• Melakukan produksi dari bahan baku menjadi barang jadi.
• Bertanggung jawab akan kebersihan dari proses produksi.
• Melakukan proses produksi sesuai dengan yang telah ditetapkan, untuk
menjaga cita rasa.
4. Bagian Pelayanan
• Bertanggung jawab akan pesanan yang dilakukan oleh konsumen
• Menjalin hubungan dengan konsumen dengan pelayanan yang ramah dan
sopan.
E. Produk
Produk yang dihasilkan :
1. Mie Bakso
Mie Bakso Sarang Burung, Mie Bakso Kotak, Mie Bakso Keju, Mie Bakso
Gepeng, Mie Bakso Tomat, Mie Bakso Tahu, Mie Bakso Urat, Mie Bakso
Telor, Mie Bakso Sapi, Mie Bakso Ayam, Mie Bakso Ikan, Bakso Bakar,
Bakso Goreng.
2. Jus Buah
Jus Jeruk, Jus Alpukat, Jus Mangga, Jus Melon, Jus Sirsak, Jus Kuini, Jus
Semangka, Jus Buah Shake, Fruit Punch
BAB III PEMBAHASAN
A. Analisis Ekonomi
Perekonomian Indonesia mulai mengalami penurunan ta
pada masa itulah awal terjadinya krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia
hanya berkisar pada level 4,7 persen, sangat rendah dibandingkan tahun
sebelumnya yang 7,8 persen. Kondisi keamanan yang belum kondusif akan
sangat memengaruhi iklim
diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini sangat berhubungan dengan aktivitas
kegiatan
ekonominya. Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan akan
menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimasa mendatang. Bagi
Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan
meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan
semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada
tingkat wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar
negeri.
Pada saat ini pemerintah meyakini langkah merevisi asumsi laju inflasi yang
sebelumnya dipatok 5,3 persen menjadi enam persen merupakan langkah tepat.
Pemerintah optimis bisa menekan dan mengendalikan laju inflasi agar tidak
setinggi realisasi pada 2010 yang menyentuh level 6,96 persen. Kepercayaan diri
turut serta membantu menahan tekanan inflasi. Terlebih, saat ini Bank Indonesia
(BI) melepas intervensinya terhadap tren penguatan rupiah.
Keyakinan dapat mempertahankan tekanan inflasi juga didasarkan atas
kerja keras tim pengendali inflasi antara pemerintah dan Bank Indonesia. Peran
pemerintah tetap menjaga ketersediaan suplai termasuk barang pokok turut
memberikan andil menekan laju inflasi. Sementara BI juga diyakini terus
mengendalikan sisi permintaanya, termasuk dari uang beredar, sekaligus
memperhatikan nilai tukar. Revisi asumsi laju inflasi ini sudah memperhatikan
dan mempertimbangkan tren gejolak harga minyak dunia yang diperkirakan
masih akan berlanjut pada tahun depan.
Bagi orang yang meminjam uang dari
pada saat pembayaran
dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya,
meminjamkan
lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.
Bagi
lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Bila hal ini terjadi, produsen akan
terdorong untuk melipatgandakan produksinya yang pada umumnya terjadi pada
pengusaha besar. Karena pengusaha besar mempunyai dana yang cukup
memadai untuk mengantisipasi bila terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi.
Namun, bila inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya
merugikan produsen, maka produsen enggan untuk meneruskan produksinya.
disebabkan karena harga bahan baku yang kadang naik kadang turun seiring
dengan kenaikan harga minyak dunia yang tidak menentu. Bahkan, bila tidak
sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut kemungkinan akan
mengalami kebangkrutan. Biasanya hal itu terjadi pada pengusaha kecil.
Ide - ide dari wirausahawan menciptakan nilai-nilai potensial sekaligus
peluang. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial
(peluang usaha), wirausahawan perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua
risiko yang mungkin terjadi. Keberhasilan, wirausahawan bukan semata-mata
karena atas ide sendiri, tetapi dapat juga berasal dari pengamatan dan penerapan
ide-ide orang lain. Proses penjaringan agar ide potensial menjadi produk dan jasa
real melalui langkah-langkah sebagai berikut, yaitu menciptakan produk baru
dan berbeda, mengamati pintu peluang, analisis produk dan proses produksi
secara mendalam, menaksir biaya awal, dan memperhitungkan risiko yang
mungkin terjadi.
Kegiatan mengidentifikasi pesaing merupakan upaya awal dari
wirausahawan untuk dapat masuk ke pasar. Mengenal pesaing adalah hal yang
sangat penting bagi wirausahawan. Wirausahawan harus membandingkan secara
cermat tentang produk, harga, saluran, dan promosi yang dimiliki pesaing.
Tingkat persaingan berdasarkan tingkat substitusi produk terdiri atas
persaingan merek, persaingan industri, persaingan bentuk dan persaingan
Strategi Industri adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan pada pasar
bersaing sempurna yang terdiri atas pintu masuk dan penghalang mobilitas, pintu
ke luar dan penghalang penciutan, struktur biaya, tingkat integrasi vertikal, dan
tingkat globalisasi. Wirausahawan harus dapat menilai kekuatan dan kelemahan
pesaing dan mengestimasi pola persaingan. Beberapa alat analisis yang dapat
digunakan untuk mengidentifikasi peluang usaha adalah analisis SWOT, Matriks
Profil Kompetitif, dan Matriks BCG
B. Analisis Industri 1. Gambaran Pasar
a. Promosi
Promosi usaha ini dilakukan dengan cara memasang spanduk ditempat
usaha. Promosi pada awal usaha dengan menyebarkan brosur di sekolah -
sekolah dan jalan - jalan. Pada akhirnya, kualitas dan kelezatan mie
b. Target Pasar
Secara umum target pasar dari usaha” Bakso Cenat - Cenut ” ini adalah
semua kalangan masyarakat. Tapi disamping itu ada 3 cara dalam
melakukan segmentasi diantaranya :
• Geografi : Jika dilihat dari segi geografinya, cafe ini didirikan di
daerah yang dikelilingi oleh lingkungan yang ramai, dekat dengan
sekolah, wilayah perkantoran, dekat dengan konsumen, sehingga
• Demografi : Konsumen yang dituju adalah konsumen yang berada di
sekitar lokasi cafe namun target utamanya didasarkan pada :
- Usia : 5 tahun ke atas
- Jenis Kelamin : Pria dan Wanita
• Tingkat Ekonomi : Bisnis ini difokuskan untuk menarik konsumen
yang berasal dari kalangan anak sekolah, pegawai kantor dan kalangan
menengah.
c. Tren Perkembangan Pasar
Pemilik membuka cafe ini karena memiliki pandangan bahwa mie bakso
merupakan makanan yang memiliki keanekaragaman dan juga sangat
terjangkau harganya oleh semua kalangan. Ini bisa dilihat dari banyaknya
pedagang mie bakso dan hampir selalu ada disetiap tempat komplek
perumahan. Ini membuktikan bahwa antusias masyarakat terhadap kuliner
mie bakso sangat tinggi dan tidak pernah hilang penggemarnya.
Jika dilihat pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh terhadap usaha mie
bakso kami. Sejak krisis ekonomi melanda Indonesia beberapa tahun yang
lalu, perekonomian Indonesia berubah drastis. Banyak perusahaan yang
gulung tikar karena dampak negatif . Krisis moneter tersebut sangat
merugikan sehingga mereka tidak dapat mempertahankan bisnisnya. Namun
tidak sedikit bisnis–bisnis yang dapat menghadapi krisis moneter,
mempertahankan bisnisnya sehingga tetap eksis sampai saat ini bahkan ada
yang mengalihkan bisnisnya ke bisnis lain juga dan ada juga yang mencoba
melainkan menjadi peluang bisnis yang baik, maka tidak heran apabila
banyak bisnis–bisnis baru yang sukses di masa krisis moneter sehingga kini
terus berkembang.
2. Analisis Pesaing
a. Mengidentifikasi Pesaing
Pada umumnya pesaing hanya menyediakan ragam menu seperti pada
bisnis bakso kebanyakan. Mereka hanya menawarkan menu mie bakso yang
kurang inovatif seperti mie bakso sapi, mie bakso urat, dan mie bakso ayam
saja.
Ditambah dengan kurang baiknya kualitas dari kemasan, kelengkapan
produk, kebersihan, dan pelayanan yang ditawarkan oleh para pesaing, maka
mereka hanya dapat menguasai segmen pasar dari kalangan anak sekolah
atau pelajar saja.
Dengan demikian usaha Bakso Cenat Cenut ini dapat memanfaatkan
peluang tersebut dengan memberikan pelayanan yang lebih ramah dan
bersahabat, kebersihan terjaga, serta kelengkapan produk, kemasan, promosi
dan harga yang lebih menarik.
b. Mengidentifikasi Strategi Pesaing
• Strategi menyerang pesaing yang lemah terdahulu.
• Strategi langsung menyerang lawan yang kuat.
• Bertahan terhadap setiap serangan yang dilakukan lawan atau
mengimbangi serangan yang dilakukan lawan.
c. Strategi Penyerangan
• Serangan Frontal merupakan serangan penuh dan langsung kepada
kekuatan pesaing terhadap : harga, promosi, dan distribusi
• Serangan Samping merupakan serangan tidak berhadapan langsung
dengan lawan. Serangan melalui sisi kelemahan.
• Serangan Melambung merupakan serangan yang dilakukan secara
tidak langsung dengan cara melakukan diversifikasi produk yang tidak
terkait dan memasuki pasar wilayah-wilayah yang baru.
• Serangan Gerilya.
Penantang melakukan serangan secara kecil-kecilan dan terbatas
- Penantang tidak memiliki kekuatan yang memadai, terutama dalam
hal keuangan
- Serangan dilakukan secara berkala untuk menggoyahkan posisi lawan
Serangan dapat dilakukan dengan cara :
- Penurunan harga secara selektif pada produk tertentu
- Pembajakan eksekutif pesaing
d. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pesaing
Kelemahan yang dimiliki para pesaing adalah harga yang ditawarkan
lebih mahal, lokasi usaha yang memiliki lahan parkir cukup sempit,
kebersihan yang tidak terjaga serta promosi yang masih minim.
Sedangkan kekuatan yang dimiliki pesaing adalah produk yang mereka
tawarkan sudah cukup mendapat kepercayaan dari masyarakat, sehingga
mereka sudah memiliki pelanggan tetap dalam jumlah yang banyak. Selain
itu pesaing juga telah memiliki sistem manajerial yang lebih berpengalaman
dan lebih profesional.
e. Mengidentifikasi Reaksi Pesaing
• Apabila kita menurunkan harga, akan diikuti pesaing, bahkan
mungkin lebih rendah.
• Apabila kita memberikan hadiah, dibalas dengan pemberian hadiah
yang lebih baik.
• Apabila kita memberikan diskon, pesaing juga memberikan diskon
yang lebih menarik.
• Apabila kita membebaskan biaya-biaya administrasi, pesaing juga
f. Strategi Menghadapi Pesaing
• Strategi pemimpin besar (market leader). Mempertahankan market
share.
• Strategi penantang pasar (market challenger). Meningkatkan market
share.
• Strategi pengikut pasar (market follower).
3. Analisis Produksi
Produksi biasanya timbul setelah dilakukan riset atau penelitian terhadap
konsumen, produk mie bakso apa yang sedang diinginkan konsumen serta sesuai
dengan kebutuhan. Perencanaan dan pengembangan produk pada hakekatnya
adalah meliputi berbagai macam aktivitas marketing dan hal tersebut merupakan
sebuah fungsi yang berorientasi pada konsumen.
Proses produksi menghasilkan produk. Pengusaha haruslah memikirkan
tentang mutu produk yang tergantung dari berbagai aspek termasuk desainnya.
Sebelum merencanakan desain atau produk mie bakso, pemilik harus
mengetahui atribut produk seperti bentuk produk, warna , bungkus, merek, label,
prestise perusahaan, dan sebagainya. Atribut produk tersebut selalu memiliki 2
aspek yaitu atribut yang menunjukkan aspek yang tangible yaitu aspek teknis
yang tercermin dalam bentuk fisik produknya dan aspek intangible yaitu aspek
sosial budaya, yang tercermin pada tanggapan masyarakat terhadap pemakaian
lainnya (bungkus, merek dagang, dan sebagainya) yang menarik bagi si pembeli,
maka dia akan merasa bangga bahkan merasa berada pada status sosial tertentu
Proses Produksi
Bahan- bahan
1 kg daging sapi cincang
250 gram tepung tapioca
2 butir telur
180 ml air es
Bumbu yang Dihaluskan
6 siung bawang putih
Bawang merah goreng secukupnya
40 gram garam
Gula secukupnya
Merica secukupnya
Bahan Kuah
6 siung bawang putih, memarkan
3 liter kaldu daging
3 cm jahe, memarkan
2 sdm garam
3 sendok makan margarine untuk menumis
Bahan Pelengkap
Bihun
Mie kuning
Daun seledri secukupnya
Bawang goreng secukupnya
Saus cabai secukupnya
Saus tomat secukupnya
Kecap secukupnya
Cara Membuat
1. Campurkan tepung tapioca dengan bumbu yang dihaluskan . Tambahkan air
es, aduk rata.
2. Haluskan daging sapi cincang dan telur menggunakan food processor.
3. Campurkan adonan daging dengan campurkan tepung tapioca dan bumbu.
4. Uleni hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.
5. Basahi tangan dengan menggunakan air. Ambil sebagian adonan, kemudian
berbentuk bulat dengan cara digenggam kemudian ditekan.
6. Ambil bulata
mengapung, kemudian pindahkan kedalam air es selama 5 menit. Lakukan
Kuah
Panaskan margarine. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan ke dalam air
kaldu daging. Tambahkan jahe, merica bubuk, dan garam. Rebus hingga
mendidih.
Penyajian
Masukkan bihun dan mie kuning secukupnya ke dalam mangkuk.
Tambahkan
goreng. Nikmati bersama saus cabai, saus tomat, dan kecap sesuai selera.
4. Analisis Sumber Daya Manusia Kompetensi Sumber Daya Manusia
Kompetensi adalah ciri-ciri yang harus dimilik oleh seseorang sehingga dia
dapat mencapai performansi prima dalam suatu bidang pekerjaan. Jadi anda
dapat menelusuri untuk bidang pekerjaan anda karakteristik apakah yang
diperlukan agar dapat mencapai prestasi.
Dalam hal memilih karyawan kami harus benar-benar menempatkan
seseorang ahli pada bidangnya. Perencanaan tenaga kerja langsung (TKL), juga
perlu memperhatikan hal-hal mengenai kualifikasi, tarif upah, jumlah tenaga
yang dibutuhkan, dan persyaratan kerja. Karena dalam usaha ini pemilik juga
merupakan investor aktif yang berarti pemilik juga menjalankan pekerjaan
operasional, maka sistem penggajian tidak dihitung secara spesifik melainkan
pemilik belum memerlukan tenaga kerja tambahan, karena tenaga kerja yang ada
masih memadai.
a. Pada bagian keuangan, pemilik mengharuskan karyawan yang memiliki tingkat pendidikan minimal SMA yang mengerti keuangan,
karena dalam hal ini karyawan harus mengerti mengenai penyusunan
anggaran dan penghitungan atas keuangan yang diperoleh dari
penjualan.
b. Pada bagian produksi, karyawan yang dipilih tidak harus memiliki tingkat pendidikan, karena yang diprioritaskan pada bagian ini adalah
karyawan yang pintar mengolah bahan baku menjadi barang jadi
dengan rasa dan kualitas yang baik. Setidaknya karyawan memiliki
pengalaman dalam hal masak-memasak.
c. Pada bagian pelayanan, karyawan yang dibutuhkan memiliki pendidikan terakhir SMA/Sederajat, berpenampilan menarik, ramah,
5. Analisis Rsisiko Usaha
Risiko timbul karena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian
diakibatkan karena adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau
kelemahan seseorang / perusahaan atau institusi dalam memprediksi masa depan
perusahaannya. Ketidakpastian dapat diklasifikasikan dalam 3 hal yaitu :
a. Ketidakpastian ekonomi
Merupakan ketidakpastian yang disebabkan oleh kejadian-kejadian yang
timbul akibat gejolak ekonomi disuatu negara, misalnya krisis ekonomi
yang berkepanjangan seperti kenaikan harga BBM, dan perubahan
perilaku konsumen.
b. Ketidakpastian politik
Merupakan ketidakpastian yang disebabkan oleh kejadian-kejadian
politik yang timbul disuatu negara yang menyebabkan kerusuhan, perang
atau kudeta militer.
c. Ketidakpastian alam
Merupakan ketidakpastian yang disebabkan oleh kejadian-kejadian alam
Risiko yang dihadapi ketika perekonomian tidah stabil adalah akan
terganggunya produktivitas yang akan dihasilkan.
• Dari segi keamanan, masih banyaknya ancaman-ancaman dari pihak
tertentu yang mengambil keuntungan dari usaha ini.
• Ketidakpastian alam yang tidak kita ketahui akan datangnya suatu
bencana alam seperti gempa dan banjir.
• Perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi.
• Kebijakan pemerintah yang sewaktu-waktu akan berubah.
Antisipasi Risiko Usaha
• Dengan modal dan cadangan modal yang besar akan dapat mengatasi
ketika perekonomian tidak stabil.
• Dengan antisipasi dalam menghadapi ketidakpastiaan alam dapat
dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
• Untuk mengantisipasi perubahan selera pasar, produsen akan mencari
inovasi dalam mempertahankan usaha dengan menjadi perusahaan yang
inovatif.
• Dalam mengantisipasi kebijakan pemerintah, kita dapat mentaati
6. Pemanfaatan IT
Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, IT
memegang peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik
point adalah bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui
bisnis mengenai teknologi sehingga memberi dampak terhadap stategi bisnis dan
selalu terlibat dalam berbagai perencanaan serta pengkajian strategi bisnis.
Dalam pemanfaatan IT, Bakso Cenat Cenut menggunakan jaringan internet
untuk memasarkan usaha ini. Bukan hanya lokal yang mengetahui tetapi siapa
saja yang akan membuka internet. Karena usaha ini memiliki alamat di internet
yang dapat dikunjungi oleh siapapun.
Disini pemanfaatan dari IT sangat diperlukan agar usaha ini tetap jalan dan
berkembang. Dengan IT, dapat membagi informasi mengenai perkembangan
usaha dan mengekspansikan sampai seluruh Indonesia dengan sistem
franchising.
C. Analisis SWOT 1. Kekuatan (Strength)
Dampak dari inflasi cenderung membuat masyarakat akan lebih
mendahulukan kebutuhan primer seperti bahan pangan dan kebutuhan pokok
lainnya daripada melakukan pengeluaran untuk hal lain. Dengan alasan
demikian, maka usaha Bakso Cenat Cenut ini akan berusaha menawarkan harga
yang lebih terjangkau bagi masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah
pelanggan tidak terlalu terbebani ketika ingin membeli produk yang ditawarkan.
bisnis ini juga akan melakukan promosi yang lebih gencar lagi agar masyarakat
tidak asing lagi dengan merek yang diperkenalkan.
2. Kelemahan (Weakness)
Kelemahan yang dimiliki Bakso Cenat Cenut adalah usaha sejenis ini pada
umumnya membutuhkan dana yang cukup besar terutama untuk pembelian
mesin, peralatan, dan bahan baku. Guna menyiasati hal tersebut pemilik usaha
ini tidak langung membeli semua mesin dan peralatan yang digunakan untuk
memproduksi bakso, melainkan hanya membeli sebagian peralatan yang
dianggap penting saja terlebih dahulu. Sehingga mereka memproduksi bakso
tersebut dengan cara yang lebih sederhana.
3. Peluang (Opportunity)
Dengan terjadinya inflasi, memungkinkan pesaing akan menurunkan jumlah
produksinya, itu disebabkan karena mereka tidak ingin mengalami kerugian
ketika biaya yang diperlukan untuk membeli bahan baku lebih tinggi dari biaya
hasil penjualan produk mereka. Hal itu kan membuat permintaan pasar terhadap
produk mereka akan sulit dipenuhi. Pesaing juga berpeluang untuk mengurangi
jumlah karyawannya. Serta ada juga sebuah kemungkinan yang dapat
dimanfaatkan bagi usaha Bakso Cenat Cenut untuk memperoleh keuntungan,
yaitu ketika pesaing mengurangi komposisi dari produk yang mereka jual.
usaha Bakso Cenat Cenut akan berusaha meyakinkan masyarakat bahwa produk
yang dihasilkan lebih baik mutu dan kualitasnya dibandingkan dengan produk
yang dijual oleh para pesaing.
4. Ancaman (Threat)
Di dalam usaha ini juga terdapat beberapa ancaman seperti permintaan
konsumen yang bisa saja begitu rendah akibat semakin rendahnya nilai uang
karena disebabkan inflasi yang terlampau tinggi. Ancaman lain dapat berupa
ancaman keamanan seperti demonstrasi, kerusuhan, dan tindakan anarkis yang
biasa terjadi ketika krisis ekonomi sedang berlangsung. Ancaman yang lebih
serius adalah ketika masuknya investor asing dalam bisnis ini dimana mereka
dapat menyediakan fasilitas yang jauh lebih lengkap dan sistem manajerial yang
lebih profesional.
D. Perencanaan Pengembangan Pasar 1. Strategi Produksi
Perencanaan strategi produksi usaha Bakso Cenat Cenut ini adalah berusaha
meciptakan menu dengan inovasi – inovasi baru agar masyarakat yang sudah
merasa jenuh dengan produk-produk sejenis yang sudah ada sekarang dapat
tertarik dengan produk yang dihasilkan.
Sebelum merencanakan desain atau produk mie bakso, pemilik juga akan
menentukan kelengkapan dari produk seperti bentuk cara penyajian, warna
sorotan penting agar usaha ini lebih berkembang dan dapat memmpertahankan
eksistensi dari produk yang dihasilkan.
2. Strategi Organisasi
Penerapan strategi organisasi dan sumber daya manusia sangat
mempengaruhi perkembangan bisnis ini. Disini pemilik menerapkan strategi
dengan selalu memberikan apresiasi dan motivasi kepada karyawan yang
berprestasi dalam bidangnya masing-masing,
Hal itu dilakukan agar semua karyawan selalu termotivasi untuk
meningkatkan kualitas produk dan mempertahankan citra bisnis ini dipandangan
masyarakat. Namun, satu yang menjadi perhatian adalah motivasi tidak dilihat
dari seberapa besar hadiah ataupun apresiasi yang diberikan tapi dari sejauh
mana karyawan dilibatkan dalam bisnis ini.
3. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran suatu bisnis sangat mempengaruhi pendapatan yang
akan diperolehnya. Bila promosi yang dilakukan tidak maksimal maka
pendapatan yang diperoleh juga tidak akan maksimal karena kurang
mengenalnya masyarakat akan produk yang ditawarkan sejalan juga dengan
minat yang rendah dari mereka untuk mengkonsumsi produk itu sendiri.
Dalam mempromosikan produknya, bisnis ini menggunakan brosur-brosur
yang disebarkan di sekolah dan jalan-jalan, memasang spanduk di tempat usaha,
4. Strategi Keuangan
Sumber dana yang digunakan untuk memulai bisnis ini adalah pemilik
memakai sumber dana dengan menggunakan modal yang dimiliki dan ditambah
dengan meminjam modal dari orang tua. Pemilik juga akan berusaha untuk
mengakumulasikan semua keuntungan yang nantinya akan diperoleh untuk terus
mengembangkan bisnis ini.
Pemanfaatan kas secara baik dan efektif akan dapat meningkatkan
perkembangan dan berekspansi dalam bentuk usaha yang lebih maju berbentuk
franchise.
Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua peralatan dan faktor
produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan
dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang
rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan peluang pasar atas
produk yang bersangkutan. Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per
periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam).
Dengan mengambil asumsi bahwa proyek mie bakso ini berjalan dimana
pada tahap awal dapat menjual perhari adalah rata rata 150 porsi, maka omzet
yang diharapkan adalah Rp 900.000,-/hari. Omzet tersebut dihitung atas dasar
harga mie bakso sesuai dengan harga yang ditetapkan setiap menunya rata - rata
No Pengeluaran Jumlah
Setelah melihat segmentasi pasar dan riset pasar, maka pemilik menetapkan
harga sebagai berikut :
K = 4.000 + 2.000 = 6.000 / porsi
1 hari dapat memproduksi 150 porsi bakso x 6.000 = Rp. 900.000
Pendapatan sehari – modal = 900.000 – 750.000
= 150.000 → laba bersih per hari Pendapatan perminggu = 150.000 x 7
= 1.050.000
Pendapatan perbulan = 150.000 x 30
= 4.500.000
Pendapatan Perbulan – Pengeluaran Perbulan
BAB IV PENUTUP Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian yang telah dilakukan adalah
1. Bakso Cenat Cenut merupakan suatu bisnis yang memiliki potensi
lumayan menjanjikan dimana
dikenal dan digemari sejak lama oleh masyarakat Indonesia.
Perkembangan bisnis terutama di bidang makanan juga terus mengalami
perkembangan dan memiliki prospek yang bagus untuk dijalani karena
melihat kebutuhan pasar cukup tinggi akan tempat makan yang
menyajikan makanan enak, murah dan suasana nyaman dengan
pelayanan bersahabat. Disamping itu bisnis ini akan dapat mempunyai
omzet sekitar Rp.900.000,-/hari. Dimana dengan omzet tersebut akan
dapat memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp.150.000,-/hari.
2. Struktur organisasi yang terdapat dalam Bakso Cenat Cenut adalah
struktur yang berbentuk garis lurus, merupakan suatu struktur yang
cukup sederhana. Perencanaan Tenaga Kerja Langsung juga
memperhatikan kualitas, upah, dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.
Disini pemilik merupakan investor aktif yang langsung menjalankan
kegiatan operasional serta menetapkan kebijakan dan program kerja para
bertanggung jawab atas segala pelaksanaan usaha baik intern maupun
ekstern perusahaan. Bagian keuangan melakukan perhitungan atas
keuangan yang diperoleh dari penjualan, lalu melakukan pembukuan dan
bertanggung jawab atas keamanan keuangan yang ada. Bagian produksi
bertanggung jawab atas semua proses produksi sesuai dengan yang telah
ditetapkan dan bertugas mempertahankan cita rasa. Bagian pelayanan
bertanggung jawab akan semua pesanan yang dilakukan oleh pelanggan
dan menjalin hubungan terhadap konsumen dengan pelayanan yang
ramah dan sopan.
3. Mie bakso merupakan salah satu hidangan yang cukup digemari. Jika
dilihat dari segi geografinya, bisnis ini didirikan di daerah yang
dikelilingi oleh lingkungan yang ramai, dekat dengan sekolah, wilayah
perkantoran, dekat dengan konsumen, sehingga dapat dikatakan lokasi ini
memenuhi syarat – syarat pemilihan lokasi yang tergolong strategis.
Bakso Cenat Cenut ini difokuskan untuk menarik konsumen yang berasal
dari kalangan pelajar atau anak sekolah, pegawai kantor, dan kalangan
4. Perencanaan anggaran dari bisnis ini dapat memperlihatkan potensi dana
yang dimiliki dan kebutuhan dana yang diperlukan. Dengan demikian
dapat dilihat bisnis ini dapat dijalankan dengan modal yang tidak terlalu
besar. Usaha Bakso Cenat Cenut ini sudah dapat dijalankan dengan dana
minimal sekitar Rp 7.170.000,-
5. Setiap bisnis pasti memiliki risiko yang akan dapat mengancam
perkembangannya. Beberapa ancaman itu dapat berupa perubahan selera
pelanggan, permintaan konsumen yang bisa saja begitu rendah akibat
semakin rendahnya nilai uang karena disebabkan inflasi yang terlampau
tinggi. Ancaman lain dapat berupa ancaman keamanan seperti
demonstrasi, kerusuhan, dan tindakan anarkis yang biasa terjadi ketika
krisis ekonomi sedang berlangsung. Ancaman yang lebih serius adalah
ketika masuknya investor asing dalam bisnis ini dimana mereka dapat
menyediakan fasilitas yang jauh lebih lengkap dan sistem manajerial
DAFTAR PUSTAKA
Hutagalung, Raja Bongsu, Syafrijal Helmi Situmorang dan Frida Ramadini. 2010 Kewirausahaan, USU Press, Medan
Wijaya, Andi, Peluang Usaha Mie Ayam, ( Management/business-ideas-and-opportunities/2122850-perencanaan-usaha-mie-aya)
Ridwan, Muhammad, Usaha Bakso Caki, (www.docstoc.com/.../usaha-Bakso-Caki----MUHAMAD-RIDWAN)