• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Bisnis Pada Usaha Bakso Cenat Cenut

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Perencanaan Bisnis Pada Usaha Bakso Cenat Cenut"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

PERENCANAAN BISNIS PADA USAHA

BAKSO CENAT CENUT

Oleh : MIRZA 082102056

PROGRAM STUDI DIPLOMA III FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM STUDI DIPLOMA III MEDAN

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR

NAMA : MIRZA

NIM : 082102056

JURUSAN : DIPLOMA III AKUNTANSI

JUDUL SKRIPSI : PERENCANAAN BISNIS PADA USAHA BAKSO CENAT CENUT

TANGGAL……… DOSEN PEMBIMBING

(Syarif Fauzie, SE, MAk, Ak) NIP: 19750909 200801 1 012

TANGGAL……… KETUA PROGRAM STUDI

DIPLOMA III AKUNTANSI

(Drs. Rustam, Msi, Ak) NIP: 19511114 198203 1 002

TANGGAL……… DEKAN FAKULTAS EKONOMI

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT telah

memperkenankan penulis untuk dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan

judul PERENCANAAN BISNIS PADA USAHA BAKSO CENAT CENUT.

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih terdapat

kekurangan-kekurangan dan masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan

saran dan kritik dari semua pihak yang bersifat membangun, guna kesempurnaan

Tugas Akhir ini. Terima kasih untuk kedua orang tua saya tercinta, Ayahanda

Nurdin dan Ibunda Revi Martini yang telah setia, sabar dan tulus mendidik dan

membesarkan penulis, terima kasih atas doa, pengertian dan kasih sayang yang

tak terhingga serta dukungan baik moril maupun materil yang tidak mungkin

akan terbalas, hanya Tugas Akhir ini yang penulis persembahkan sebagai awal

dari keberhasilan penulis dimasa mendatang, Amin.

Selama penulisan Tugas Akhir ini, banyak pihak yang telah membantu

penulis. Baik itu bantuan moril, materi, dorongan serta bimbingan dari berbagai

pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec. selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Rustam, Msi, Ak selaku Ketua Program Studi Diploma III

Akuntansi Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Syarif Fauzie, SE, MAk, Ak selaku Dosen Pembimbing penulis yang

(4)

4. Seluruh Dosen serta staf dan karyawan pada Fakultas Ekonomi Universitas

Sumatera Utara yang selama ini telah banyak membantu dan membagi ilmu

dan pengetahuan kepada penulis.

5. Sahabat saya Rosi Febriana, Heri Azlan, Novita Surya, Ali Imran, Isda Dwi

Andiani, dan M. Audi Akmal yang telah memberikan perhatian, semangat,

dan motivasi. Terima kasih untuk kalian semua.

Akhir kata penulis sampaikan, semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi

banyak pihak yang membutuhkan.

Medan, Juni 2011

(5)
(6)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejak krisis ekonomi melanda Indonesia beberapa tahun yang lalu,

perekonomian Indonesia berubah drastis. Banyak perusahaan yang gulung tikar

karena dampak negatif. Krisis moneter tersebut sangat merugikan sehingga

mereka tidak dapat mempertahankan bisnisnya. Namun tidak sedikit bisnis –

bisnis yang dapat menghadapi krisis moneter, mempertahankan bisnisnya

sehingga tetap eksis sampai saat ini bahkan ada yang mengalihkan bisnisnya ke

bisnis lain juga dan ada juga yang mencoba bisnis – bisnis baru sehingga krisis

moneter ini bukan dianggap buruk, melainkan menjadi peluang bisnis yang

baik, maka tidak heran apabila banyak bisnis – bisnis baru yang sukses di masa

krisis moneter sehingga kini terus berkembang.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan bisnis di bidang makanan dan

minuman pun ikut mengalami hal yang sama, dari restoran, kedai – kedai,

warung makanan sampai ke konsep cafe terus mengalami perkembangan

terutama bisnis cafe kini sedang menjamur dan memiliki prospek yang bagus

untuk dijalani karena melihat kebutuhan pasar akan tempat makan yang

menyajikan makanan yang enak, murah dan tempat makan yang nyaman. Oleh

karena itu saya tertarik untuk melakukan penelitian terhadap perencanaan bisnis

(7)

Dalam rangka meningkatkan pendapatan pada saat krisis ekonomi yang

berkepanjangan seperti saat ini diperlukan usaha-usaha yang bersifat agresif,

kreatif, penuh perhitungan dan berorientasi pasar.

Usaha tersebut juga diharapkan mampu memberikan peluang kerja bagi

tenaga kerja potensial yang saat ini jumlahnya sangat melimpah. Baik itu

angkatan kerja baru maupun angkatan kerja yang oleh karena kondisi

perekonomian makro terpaksa harus menganggur akibat tidak adanya

kesempatan bekerja atau terkena PHK (Putus Hubungan Kerja).

Dengan demikian tujuan dari pengembangan proyek itu sendiri ada dua

yaitu dari aspek ekonomi dan dari aspek sosial. Aspek ekonomi adalah untuk

meningkatkan pendapatan sementara aspek sosial adalah untuk membantu

masyarakat dalam mengatasi pengangguran.

Sedangkan potensi usaha ini akan mampu bersaing dengan cafe – cafe lain

yang ada di kota Medan, dikarenakan dengan harga ditawarkan menjangkau

seluruh kalangan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang baik.

Tidak dapat dipungkiri sebagai pelaku bisnis, tujuan utama dari usaha /

bisnis yang dijalankan adalah sebagai ladang untuk mendapatkan

penghasilan. Setiap usaha yang dijalankan pasti membutuhkan modal baik

dari orang lain, pinjaman, atau dari mereka sendiri dan juga tujuan

akhirnya adalah minimal untuk bisa mengembalikan modal yang sudah

dikeluarkan serta diharapkan juga bisa memberikan penghasilan yang

(8)

Bakso merupakan makanan asal Cina yang sudah dikenal dan digemari

sej

daging sapi, tetapi saat ini jenisnya semakin variatif. Mulai bakso daging

sapi, bakso ikan, bakso udang, hingga bakso keju. Bakso biasanya dihidangkan

bersama mie kuning, bihun, daging cincang, sawi dan tauge. Perlengkapannya

tentu saja saus tomat, saus cabai, sambal dan kecap yang membuat makanan ini

semakin nikmat disantap.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari perencanaan bisnis bakso Cenat Cenut yaitu :

1. Apakah usaha Bakso Cenat Cenut ini mempunyai potensi untuk

menghasilkan laba yang menjanjikan ?

2. Bagaimanakah struktur organisasi yang terdapat di dalam usaha Bakso

Cenat Cenut ?

3. Bagaimanakah gambaran pasar untuk usaha Bakso Cenat Cenut ?

4. Berapakah dana yang diperlukan untuk membangun usaha Bakso Cenat

Cenut ?

5. Apa sajakah yang merupakan risiko yang dapat mengancam usaha Bakso

(9)

C. Manfaat Penelitan

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari perencanaan bisnis Bakso Cenat

Cenut yaitu :

1. Mengetahui seberapa besar potensi dari sebuah usaha mie bakso dalam

memperoleh laba.

2. Mengetahui bagaimana struktur organisasi yang terdapat di dalam sebuah

usaha mie bakso.

3. Mengetahui bagaimana gambaran pasar untuk sebuah usaha mie bakso.

4. Mengetahui berapa besar dana yang diperlukan untuk membangun sebuah

usaha mie bakso.

5. Mengetahui apa saja yang merupakan risiko yang dapat mengancam sebuah

(10)

BAB II

PERENCANAAN BISNIS “BAKSO CENAT CENUT”

A. Data Perusahaan

Nama Perusahaan : Bakso Cenat Cenut

Bidang Usaha : Kuliner

Jenis Produk/Jasa : Makanan & Minuman

Alamat Usaha : Jalan Brigjend Hamid Medan

Nomor Telepon : (061) 77077000

Mulai Berdiri : 11 Januari 2012

B. Biodata Pemilik/Pengurus

Nama : Mirza

Jabatan : Pimpinan

Tempat/Tgl Lahir : 14 September 1989

Alamat Rumah : Jalan STM Suka Jaya No. 4 Medan

Nomor Telepon : 085270000053

Alamat Email : mirza

(11)

C. Struktur Organisasi

Struktur organisasi diperlukan untuk membedakan batas – batas wewenang

dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan hubungan/ keterkaitan

antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi

tercapainya tujuan suatu bisnis diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh

aktivitas maupun kegiatan bisnis tersebut.

Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan bisnis yang telah

ditetapkan sebelumnya, wadah tersebut disusun dalam struktur organisasi dalam

bisnis. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan dapat

diterapkan, sehingga efisiensi dan aktivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja

sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan dari bisnis tersebut dapat

tercapai.

Suatu bisnis terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan

perorangan ataupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan

serangkaian kegiatan itu dan mencakup tata hubungan secara vertikal melalui

saluran tunggal.

Struktur organisasi mengidentifikasi peran dan tanggung jawab karyawan

yang dipekerjakan oleh setiap perusahaan. Oleh karenanya setiap perusahaan

ataupun suatu usaha akan memiliki struktur yang berbeda tergantung skala

perusahaan dan jenis perusahaan ataupun suatu usaha tersebut. Struktur

perusahaan yang baik adalah struktur yang mampu memfasilitasi orang untuk

(12)

Sehingga struktur yang ada akan mengoptimalkan kelebihan dan menutupi

kelemahan dari setiap bagian atau individu.

Landasan yang mendasari pendirian cafe ini adalah untuk memenuhi

kebutuhan konsumen akan makanan dan minuman, serta gizinya. Dengan

adanya cafe ini diharap dapat membantu memberikan lapangan pekerjaan, disisi

lain juga membantu pemerintah dari segi pajak.

Adapun struktur organisasi dari Bakso Cenat Cenut ini adalah sebagai berikut :

Struktur Organisasi Bakso Cenat Cenut

D. Uraian Tugas 1. Pimpinan (Pemilik)

• Menetapkan kebijakan dan program kerja para pegawai untuk

mendapatkan hasil operasi yang optimal.

• Memimpin, mengkoordinasikan, dan melakukan pengawasan langsung

(13)

• Bertanggung jawab atas segala pelaksanaan usaha baik intern maupun

ekstern.

• Menjalin hubungan dengan konsumen, sehingga pemilik mengetahui apa

yang diinginkan konsumen. Dari masukan itu, pemilik dapat melakukan

perubahan yang sesuai dengan keinginan konsumen.

2. Bagian Keuangan

• Melaksanakan tugas bagian penerimaan uang dari penjualan.

• Bertanggung jawab atas keamanan keuangan yang ada.

• Melakukan perhitungan atas keuangan yang diperoleh dari penjualan,

lalu melakukan pembukuan.

• Menyusun anggaran secara periodik.

3. Bagian Produksi

• Melakukan produksi dari bahan baku menjadi barang jadi.

• Bertanggung jawab akan kebersihan dari proses produksi.

• Melakukan proses produksi sesuai dengan yang telah ditetapkan, untuk

menjaga cita rasa.

4. Bagian Pelayanan

• Bertanggung jawab akan pesanan yang dilakukan oleh konsumen

• Menjalin hubungan dengan konsumen dengan pelayanan yang ramah dan

sopan.

(14)

E. Produk

Produk yang dihasilkan :

1. Mie Bakso

Mie Bakso Sarang Burung, Mie Bakso Kotak, Mie Bakso Keju, Mie Bakso

Gepeng, Mie Bakso Tomat, Mie Bakso Tahu, Mie Bakso Urat, Mie Bakso

Telor, Mie Bakso Sapi, Mie Bakso Ayam, Mie Bakso Ikan, Bakso Bakar,

Bakso Goreng.

2. Jus Buah

Jus Jeruk, Jus Alpukat, Jus Mangga, Jus Melon, Jus Sirsak, Jus Kuini, Jus

Semangka, Jus Buah Shake, Fruit Punch

(15)

BAB III PEMBAHASAN

A. Analisis Ekonomi

Perekonomian Indonesia mulai mengalami penurunan ta

pada masa itulah awal terjadinya krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia

hanya berkisar pada level 4,7 persen, sangat rendah dibandingkan tahun

sebelumnya yang 7,8 persen. Kondisi keamanan yang belum kondusif akan

sangat memengaruhi iklim

diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini sangat berhubungan dengan aktivitas

kegiatan

ekonominya. Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan akan

menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimasa mendatang. Bagi

Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan

meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan

semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada

tingkat wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar

negeri.

Pada saat ini pemerintah meyakini langkah merevisi asumsi laju inflasi yang

sebelumnya dipatok 5,3 persen menjadi enam persen merupakan langkah tepat.

Pemerintah optimis bisa menekan dan mengendalikan laju inflasi agar tidak

setinggi realisasi pada 2010 yang menyentuh level 6,96 persen. Kepercayaan diri

(16)

turut serta membantu menahan tekanan inflasi. Terlebih, saat ini Bank Indonesia

(BI) melepas intervensinya terhadap tren penguatan rupiah.

Keyakinan dapat mempertahankan tekanan inflasi juga didasarkan atas

kerja keras tim pengendali inflasi antara pemerintah dan Bank Indonesia. Peran

pemerintah tetap menjaga ketersediaan suplai termasuk barang pokok turut

memberikan andil menekan laju inflasi. Sementara BI juga diyakini terus

mengendalikan sisi permintaanya, termasuk dari uang beredar, sekaligus

memperhatikan nilai tukar. Revisi asumsi laju inflasi ini sudah memperhatikan

dan mempertimbangkan tren gejolak harga minyak dunia yang diperkirakan

masih akan berlanjut pada tahun depan.

Bagi orang yang meminjam uang dari

pada saat pembayaran

dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya,

meminjamkan

lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.

Bagi

lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Bila hal ini terjadi, produsen akan

terdorong untuk melipatgandakan produksinya yang pada umumnya terjadi pada

pengusaha besar. Karena pengusaha besar mempunyai dana yang cukup

memadai untuk mengantisipasi bila terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi.

Namun, bila inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya

merugikan produsen, maka produsen enggan untuk meneruskan produksinya.

(17)

disebabkan karena harga bahan baku yang kadang naik kadang turun seiring

dengan kenaikan harga minyak dunia yang tidak menentu. Bahkan, bila tidak

sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut kemungkinan akan

mengalami kebangkrutan. Biasanya hal itu terjadi pada pengusaha kecil.

Ide - ide dari wirausahawan menciptakan nilai-nilai potensial sekaligus

peluang. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial

(peluang usaha), wirausahawan perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua

risiko yang mungkin terjadi. Keberhasilan, wirausahawan bukan semata-mata

karena atas ide sendiri, tetapi dapat juga berasal dari pengamatan dan penerapan

ide-ide orang lain. Proses penjaringan agar ide potensial menjadi produk dan jasa

real melalui langkah-langkah sebagai berikut, yaitu menciptakan produk baru

dan berbeda, mengamati pintu peluang, analisis produk dan proses produksi

secara mendalam, menaksir biaya awal, dan memperhitungkan risiko yang

mungkin terjadi.

Kegiatan mengidentifikasi pesaing merupakan upaya awal dari

wirausahawan untuk dapat masuk ke pasar. Mengenal pesaing adalah hal yang

sangat penting bagi wirausahawan. Wirausahawan harus membandingkan secara

cermat tentang produk, harga, saluran, dan promosi yang dimiliki pesaing.

Tingkat persaingan berdasarkan tingkat substitusi produk terdiri atas

persaingan merek, persaingan industri, persaingan bentuk dan persaingan

(18)

Strategi Industri adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan pada pasar

bersaing sempurna yang terdiri atas pintu masuk dan penghalang mobilitas, pintu

ke luar dan penghalang penciutan, struktur biaya, tingkat integrasi vertikal, dan

tingkat globalisasi. Wirausahawan harus dapat menilai kekuatan dan kelemahan

pesaing dan mengestimasi pola persaingan. Beberapa alat analisis yang dapat

digunakan untuk mengidentifikasi peluang usaha adalah analisis SWOT, Matriks

Profil Kompetitif, dan Matriks BCG

B. Analisis Industri 1. Gambaran Pasar

a. Promosi

Promosi usaha ini dilakukan dengan cara memasang spanduk ditempat

usaha. Promosi pada awal usaha dengan menyebarkan brosur di sekolah -

sekolah dan jalan - jalan. Pada akhirnya, kualitas dan kelezatan mie

b. Target Pasar

Secara umum target pasar dari usaha” Bakso Cenat - Cenut ” ini adalah

semua kalangan masyarakat. Tapi disamping itu ada 3 cara dalam

melakukan segmentasi diantaranya :

Geografi : Jika dilihat dari segi geografinya, cafe ini didirikan di

daerah yang dikelilingi oleh lingkungan yang ramai, dekat dengan

sekolah, wilayah perkantoran, dekat dengan konsumen, sehingga

(19)

Demografi : Konsumen yang dituju adalah konsumen yang berada di

sekitar lokasi cafe namun target utamanya didasarkan pada :

- Usia : 5 tahun ke atas

- Jenis Kelamin : Pria dan Wanita

Tingkat Ekonomi : Bisnis ini difokuskan untuk menarik konsumen

yang berasal dari kalangan anak sekolah, pegawai kantor dan kalangan

menengah.

c. Tren Perkembangan Pasar

Pemilik membuka cafe ini karena memiliki pandangan bahwa mie bakso

merupakan makanan yang memiliki keanekaragaman dan juga sangat

terjangkau harganya oleh semua kalangan. Ini bisa dilihat dari banyaknya

pedagang mie bakso dan hampir selalu ada disetiap tempat komplek

perumahan. Ini membuktikan bahwa antusias masyarakat terhadap kuliner

mie bakso sangat tinggi dan tidak pernah hilang penggemarnya.

Jika dilihat pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh terhadap usaha mie

bakso kami. Sejak krisis ekonomi melanda Indonesia beberapa tahun yang

lalu, perekonomian Indonesia berubah drastis. Banyak perusahaan yang

gulung tikar karena dampak negatif . Krisis moneter tersebut sangat

merugikan sehingga mereka tidak dapat mempertahankan bisnisnya. Namun

tidak sedikit bisnis–bisnis yang dapat menghadapi krisis moneter,

mempertahankan bisnisnya sehingga tetap eksis sampai saat ini bahkan ada

yang mengalihkan bisnisnya ke bisnis lain juga dan ada juga yang mencoba

(20)

melainkan menjadi peluang bisnis yang baik, maka tidak heran apabila

banyak bisnis–bisnis baru yang sukses di masa krisis moneter sehingga kini

terus berkembang.

2. Analisis Pesaing

a. Mengidentifikasi Pesaing

Pada umumnya pesaing hanya menyediakan ragam menu seperti pada

bisnis bakso kebanyakan. Mereka hanya menawarkan menu mie bakso yang

kurang inovatif seperti mie bakso sapi, mie bakso urat, dan mie bakso ayam

saja.

Ditambah dengan kurang baiknya kualitas dari kemasan, kelengkapan

produk, kebersihan, dan pelayanan yang ditawarkan oleh para pesaing, maka

mereka hanya dapat menguasai segmen pasar dari kalangan anak sekolah

atau pelajar saja.

Dengan demikian usaha Bakso Cenat Cenut ini dapat memanfaatkan

peluang tersebut dengan memberikan pelayanan yang lebih ramah dan

bersahabat, kebersihan terjaga, serta kelengkapan produk, kemasan, promosi

dan harga yang lebih menarik.

b. Mengidentifikasi Strategi Pesaing

• Strategi menyerang pesaing yang lemah terdahulu.

• Strategi langsung menyerang lawan yang kuat.

(21)

• Bertahan terhadap setiap serangan yang dilakukan lawan atau

mengimbangi serangan yang dilakukan lawan.

c. Strategi Penyerangan

• Serangan Frontal merupakan serangan penuh dan langsung kepada

kekuatan pesaing terhadap : harga, promosi, dan distribusi

• Serangan Samping merupakan serangan tidak berhadapan langsung

dengan lawan. Serangan melalui sisi kelemahan.

• Serangan Melambung merupakan serangan yang dilakukan secara

tidak langsung dengan cara melakukan diversifikasi produk yang tidak

terkait dan memasuki pasar wilayah-wilayah yang baru.

• Serangan Gerilya.

Penantang melakukan serangan secara kecil-kecilan dan terbatas

- Penantang tidak memiliki kekuatan yang memadai, terutama dalam

hal keuangan

- Serangan dilakukan secara berkala untuk menggoyahkan posisi lawan

Serangan dapat dilakukan dengan cara :

- Penurunan harga secara selektif pada produk tertentu

- Pembajakan eksekutif pesaing

(22)

d. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pesaing

Kelemahan yang dimiliki para pesaing adalah harga yang ditawarkan

lebih mahal, lokasi usaha yang memiliki lahan parkir cukup sempit,

kebersihan yang tidak terjaga serta promosi yang masih minim.

Sedangkan kekuatan yang dimiliki pesaing adalah produk yang mereka

tawarkan sudah cukup mendapat kepercayaan dari masyarakat, sehingga

mereka sudah memiliki pelanggan tetap dalam jumlah yang banyak. Selain

itu pesaing juga telah memiliki sistem manajerial yang lebih berpengalaman

dan lebih profesional.

e. Mengidentifikasi Reaksi Pesaing

• Apabila kita menurunkan harga, akan diikuti pesaing, bahkan

mungkin lebih rendah.

• Apabila kita memberikan hadiah, dibalas dengan pemberian hadiah

yang lebih baik.

• Apabila kita memberikan diskon, pesaing juga memberikan diskon

yang lebih menarik.

• Apabila kita membebaskan biaya-biaya administrasi, pesaing juga

(23)

f. Strategi Menghadapi Pesaing

• Strategi pemimpin besar (market leader). Mempertahankan market

share.

• Strategi penantang pasar (market challenger). Meningkatkan market

share.

• Strategi pengikut pasar (market follower).

3. Analisis Produksi

Produksi biasanya timbul setelah dilakukan riset atau penelitian terhadap

konsumen, produk mie bakso apa yang sedang diinginkan konsumen serta sesuai

dengan kebutuhan. Perencanaan dan pengembangan produk pada hakekatnya

adalah meliputi berbagai macam aktivitas marketing dan hal tersebut merupakan

sebuah fungsi yang berorientasi pada konsumen.

Proses produksi menghasilkan produk. Pengusaha haruslah memikirkan

tentang mutu produk yang tergantung dari berbagai aspek termasuk desainnya.

Sebelum merencanakan desain atau produk mie bakso, pemilik harus

mengetahui atribut produk seperti bentuk produk, warna , bungkus, merek, label,

prestise perusahaan, dan sebagainya. Atribut produk tersebut selalu memiliki 2

aspek yaitu atribut yang menunjukkan aspek yang tangible yaitu aspek teknis

yang tercermin dalam bentuk fisik produknya dan aspek intangible yaitu aspek

sosial budaya, yang tercermin pada tanggapan masyarakat terhadap pemakaian

(24)

lainnya (bungkus, merek dagang, dan sebagainya) yang menarik bagi si pembeli,

maka dia akan merasa bangga bahkan merasa berada pada status sosial tertentu

Proses Produksi

Bahan- bahan

1 kg daging sapi cincang

250 gram tepung tapioca

2 butir telur

180 ml air es

Bumbu yang Dihaluskan

6 siung bawang putih

Bawang merah goreng secukupnya

40 gram garam

Gula secukupnya

Merica secukupnya

Bahan Kuah

6 siung bawang putih, memarkan

3 liter kaldu daging

3 cm jahe, memarkan

(25)

2 sdm garam

3 sendok makan margarine untuk menumis

Bahan Pelengkap

Bihun

Mie kuning

Daun seledri secukupnya

Bawang goreng secukupnya

Saus cabai secukupnya

Saus tomat secukupnya

Kecap secukupnya

Cara Membuat

1. Campurkan tepung tapioca dengan bumbu yang dihaluskan . Tambahkan air

es, aduk rata.

2. Haluskan daging sapi cincang dan telur menggunakan food processor.

3. Campurkan adonan daging dengan campurkan tepung tapioca dan bumbu.

4. Uleni hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.

5. Basahi tangan dengan menggunakan air. Ambil sebagian adonan, kemudian

berbentuk bulat dengan cara digenggam kemudian ditekan.

6. Ambil bulata

mengapung, kemudian pindahkan kedalam air es selama 5 menit. Lakukan

(26)

Kuah

Panaskan margarine. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan ke dalam air

kaldu daging. Tambahkan jahe, merica bubuk, dan garam. Rebus hingga

mendidih.

Penyajian

Masukkan bihun dan mie kuning secukupnya ke dalam mangkuk.

Tambahkan

goreng. Nikmati bersama saus cabai, saus tomat, dan kecap sesuai selera.

4. Analisis Sumber Daya Manusia Kompetensi Sumber Daya Manusia

Kompetensi adalah ciri-ciri yang harus dimilik oleh seseorang sehingga dia

dapat mencapai performansi prima dalam suatu bidang pekerjaan. Jadi anda

dapat menelusuri untuk bidang pekerjaan anda karakteristik apakah yang

diperlukan agar dapat mencapai prestasi.

Dalam hal memilih karyawan kami harus benar-benar menempatkan

seseorang ahli pada bidangnya. Perencanaan tenaga kerja langsung (TKL), juga

perlu memperhatikan hal-hal mengenai kualifikasi, tarif upah, jumlah tenaga

yang dibutuhkan, dan persyaratan kerja. Karena dalam usaha ini pemilik juga

merupakan investor aktif yang berarti pemilik juga menjalankan pekerjaan

operasional, maka sistem penggajian tidak dihitung secara spesifik melainkan

(27)

pemilik belum memerlukan tenaga kerja tambahan, karena tenaga kerja yang ada

masih memadai.

a. Pada bagian keuangan, pemilik mengharuskan karyawan yang memiliki tingkat pendidikan minimal SMA yang mengerti keuangan,

karena dalam hal ini karyawan harus mengerti mengenai penyusunan

anggaran dan penghitungan atas keuangan yang diperoleh dari

penjualan.

b. Pada bagian produksi, karyawan yang dipilih tidak harus memiliki tingkat pendidikan, karena yang diprioritaskan pada bagian ini adalah

karyawan yang pintar mengolah bahan baku menjadi barang jadi

dengan rasa dan kualitas yang baik. Setidaknya karyawan memiliki

pengalaman dalam hal masak-memasak.

c. Pada bagian pelayanan, karyawan yang dibutuhkan memiliki pendidikan terakhir SMA/Sederajat, berpenampilan menarik, ramah,

(28)

5. Analisis Rsisiko Usaha

Risiko timbul karena adanya ketidakpastian. Biasanya ketidakpastian

diakibatkan karena adanya keraguan terhadap sesuatu hal dimasa depan atau

kelemahan seseorang / perusahaan atau institusi dalam memprediksi masa depan

perusahaannya. Ketidakpastian dapat diklasifikasikan dalam 3 hal yaitu :

a. Ketidakpastian ekonomi

Merupakan ketidakpastian yang disebabkan oleh kejadian-kejadian yang

timbul akibat gejolak ekonomi disuatu negara, misalnya krisis ekonomi

yang berkepanjangan seperti kenaikan harga BBM, dan perubahan

perilaku konsumen.

b. Ketidakpastian politik

Merupakan ketidakpastian yang disebabkan oleh kejadian-kejadian

politik yang timbul disuatu negara yang menyebabkan kerusuhan, perang

atau kudeta militer.

c. Ketidakpastian alam

Merupakan ketidakpastian yang disebabkan oleh kejadian-kejadian alam

(29)

Risiko yang dihadapi ketika perekonomian tidah stabil adalah akan

terganggunya produktivitas yang akan dihasilkan.

• Dari segi keamanan, masih banyaknya ancaman-ancaman dari pihak

tertentu yang mengambil keuntungan dari usaha ini.

• Ketidakpastian alam yang tidak kita ketahui akan datangnya suatu

bencana alam seperti gempa dan banjir.

Perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi.

Kebijakan pemerintah yang sewaktu-waktu akan berubah.

Antisipasi Risiko Usaha

• Dengan modal dan cadangan modal yang besar akan dapat mengatasi

ketika perekonomian tidak stabil.

• Dengan antisipasi dalam menghadapi ketidakpastiaan alam dapat

dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

• Untuk mengantisipasi perubahan selera pasar, produsen akan mencari

inovasi dalam mempertahankan usaha dengan menjadi perusahaan yang

inovatif.

• Dalam mengantisipasi kebijakan pemerintah, kita dapat mentaati

(30)

6. Pemanfaatan IT

Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, IT

memegang peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik

point adalah bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui

bisnis mengenai teknologi sehingga memberi dampak terhadap stategi bisnis dan

selalu terlibat dalam berbagai perencanaan serta pengkajian strategi bisnis.

Dalam pemanfaatan IT, Bakso Cenat Cenut menggunakan jaringan internet

untuk memasarkan usaha ini. Bukan hanya lokal yang mengetahui tetapi siapa

saja yang akan membuka internet. Karena usaha ini memiliki alamat di internet

yang dapat dikunjungi oleh siapapun.

Disini pemanfaatan dari IT sangat diperlukan agar usaha ini tetap jalan dan

berkembang. Dengan IT, dapat membagi informasi mengenai perkembangan

usaha dan mengekspansikan sampai seluruh Indonesia dengan sistem

franchising.

C. Analisis SWOT 1. Kekuatan (Strength)

Dampak dari inflasi cenderung membuat masyarakat akan lebih

mendahulukan kebutuhan primer seperti bahan pangan dan kebutuhan pokok

lainnya daripada melakukan pengeluaran untuk hal lain. Dengan alasan

demikian, maka usaha Bakso Cenat Cenut ini akan berusaha menawarkan harga

yang lebih terjangkau bagi masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah

(31)

pelanggan tidak terlalu terbebani ketika ingin membeli produk yang ditawarkan.

bisnis ini juga akan melakukan promosi yang lebih gencar lagi agar masyarakat

tidak asing lagi dengan merek yang diperkenalkan.

2. Kelemahan (Weakness)

Kelemahan yang dimiliki Bakso Cenat Cenut adalah usaha sejenis ini pada

umumnya membutuhkan dana yang cukup besar terutama untuk pembelian

mesin, peralatan, dan bahan baku. Guna menyiasati hal tersebut pemilik usaha

ini tidak langung membeli semua mesin dan peralatan yang digunakan untuk

memproduksi bakso, melainkan hanya membeli sebagian peralatan yang

dianggap penting saja terlebih dahulu. Sehingga mereka memproduksi bakso

tersebut dengan cara yang lebih sederhana.

3. Peluang (Opportunity)

Dengan terjadinya inflasi, memungkinkan pesaing akan menurunkan jumlah

produksinya, itu disebabkan karena mereka tidak ingin mengalami kerugian

ketika biaya yang diperlukan untuk membeli bahan baku lebih tinggi dari biaya

hasil penjualan produk mereka. Hal itu kan membuat permintaan pasar terhadap

produk mereka akan sulit dipenuhi. Pesaing juga berpeluang untuk mengurangi

jumlah karyawannya. Serta ada juga sebuah kemungkinan yang dapat

dimanfaatkan bagi usaha Bakso Cenat Cenut untuk memperoleh keuntungan,

yaitu ketika pesaing mengurangi komposisi dari produk yang mereka jual.

(32)

usaha Bakso Cenat Cenut akan berusaha meyakinkan masyarakat bahwa produk

yang dihasilkan lebih baik mutu dan kualitasnya dibandingkan dengan produk

yang dijual oleh para pesaing.

4. Ancaman (Threat)

Di dalam usaha ini juga terdapat beberapa ancaman seperti permintaan

konsumen yang bisa saja begitu rendah akibat semakin rendahnya nilai uang

karena disebabkan inflasi yang terlampau tinggi. Ancaman lain dapat berupa

ancaman keamanan seperti demonstrasi, kerusuhan, dan tindakan anarkis yang

biasa terjadi ketika krisis ekonomi sedang berlangsung. Ancaman yang lebih

serius adalah ketika masuknya investor asing dalam bisnis ini dimana mereka

dapat menyediakan fasilitas yang jauh lebih lengkap dan sistem manajerial yang

lebih profesional.

D. Perencanaan Pengembangan Pasar 1. Strategi Produksi

Perencanaan strategi produksi usaha Bakso Cenat Cenut ini adalah berusaha

meciptakan menu dengan inovasi – inovasi baru agar masyarakat yang sudah

merasa jenuh dengan produk-produk sejenis yang sudah ada sekarang dapat

tertarik dengan produk yang dihasilkan.

Sebelum merencanakan desain atau produk mie bakso, pemilik juga akan

menentukan kelengkapan dari produk seperti bentuk cara penyajian, warna

(33)

sorotan penting agar usaha ini lebih berkembang dan dapat memmpertahankan

eksistensi dari produk yang dihasilkan.

2. Strategi Organisasi

Penerapan strategi organisasi dan sumber daya manusia sangat

mempengaruhi perkembangan bisnis ini. Disini pemilik menerapkan strategi

dengan selalu memberikan apresiasi dan motivasi kepada karyawan yang

berprestasi dalam bidangnya masing-masing,

Hal itu dilakukan agar semua karyawan selalu termotivasi untuk

meningkatkan kualitas produk dan mempertahankan citra bisnis ini dipandangan

masyarakat. Namun, satu yang menjadi perhatian adalah motivasi tidak dilihat

dari seberapa besar hadiah ataupun apresiasi yang diberikan tapi dari sejauh

mana karyawan dilibatkan dalam bisnis ini.

3. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran suatu bisnis sangat mempengaruhi pendapatan yang

akan diperolehnya. Bila promosi yang dilakukan tidak maksimal maka

pendapatan yang diperoleh juga tidak akan maksimal karena kurang

mengenalnya masyarakat akan produk yang ditawarkan sejalan juga dengan

minat yang rendah dari mereka untuk mengkonsumsi produk itu sendiri.

Dalam mempromosikan produknya, bisnis ini menggunakan brosur-brosur

yang disebarkan di sekolah dan jalan-jalan, memasang spanduk di tempat usaha,

(34)

4. Strategi Keuangan

Sumber dana yang digunakan untuk memulai bisnis ini adalah pemilik

memakai sumber dana dengan menggunakan modal yang dimiliki dan ditambah

dengan meminjam modal dari orang tua. Pemilik juga akan berusaha untuk

mengakumulasikan semua keuntungan yang nantinya akan diperoleh untuk terus

mengembangkan bisnis ini.

Pemanfaatan kas secara baik dan efektif akan dapat meningkatkan

perkembangan dan berekspansi dalam bentuk usaha yang lebih maju berbentuk

franchise.

Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua peralatan dan faktor

produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan

dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang

rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan peluang pasar atas

produk yang bersangkutan. Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per

periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam).

Dengan mengambil asumsi bahwa proyek mie bakso ini berjalan dimana

pada tahap awal dapat menjual perhari adalah rata rata 150 porsi, maka omzet

yang diharapkan adalah Rp 900.000,-/hari. Omzet tersebut dihitung atas dasar

harga mie bakso sesuai dengan harga yang ditetapkan setiap menunya rata - rata

(35)
(36)

No Pengeluaran Jumlah

Setelah melihat segmentasi pasar dan riset pasar, maka pemilik menetapkan

harga sebagai berikut :

K = 4.000 + 2.000 = 6.000 / porsi

1 hari dapat memproduksi 150 porsi bakso x 6.000 = Rp. 900.000

Pendapatan sehari – modal = 900.000 – 750.000

= 150.000 → laba bersih per hari Pendapatan perminggu = 150.000 x 7

= 1.050.000

Pendapatan perbulan = 150.000 x 30

= 4.500.000

Pendapatan Perbulan – Pengeluaran Perbulan

(37)

BAB IV PENUTUP Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian yang telah dilakukan adalah

1. Bakso Cenat Cenut merupakan suatu bisnis yang memiliki potensi

lumayan menjanjikan dimana

dikenal dan digemari sejak lama oleh masyarakat Indonesia.

Perkembangan bisnis terutama di bidang makanan juga terus mengalami

perkembangan dan memiliki prospek yang bagus untuk dijalani karena

melihat kebutuhan pasar cukup tinggi akan tempat makan yang

menyajikan makanan enak, murah dan suasana nyaman dengan

pelayanan bersahabat. Disamping itu bisnis ini akan dapat mempunyai

omzet sekitar Rp.900.000,-/hari. Dimana dengan omzet tersebut akan

dapat memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp.150.000,-/hari.

2. Struktur organisasi yang terdapat dalam Bakso Cenat Cenut adalah

struktur yang berbentuk garis lurus, merupakan suatu struktur yang

cukup sederhana. Perencanaan Tenaga Kerja Langsung juga

memperhatikan kualitas, upah, dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

Disini pemilik merupakan investor aktif yang langsung menjalankan

kegiatan operasional serta menetapkan kebijakan dan program kerja para

(38)

bertanggung jawab atas segala pelaksanaan usaha baik intern maupun

ekstern perusahaan. Bagian keuangan melakukan perhitungan atas

keuangan yang diperoleh dari penjualan, lalu melakukan pembukuan dan

bertanggung jawab atas keamanan keuangan yang ada. Bagian produksi

bertanggung jawab atas semua proses produksi sesuai dengan yang telah

ditetapkan dan bertugas mempertahankan cita rasa. Bagian pelayanan

bertanggung jawab akan semua pesanan yang dilakukan oleh pelanggan

dan menjalin hubungan terhadap konsumen dengan pelayanan yang

ramah dan sopan.

3. Mie bakso merupakan salah satu hidangan yang cukup digemari. Jika

dilihat dari segi geografinya, bisnis ini didirikan di daerah yang

dikelilingi oleh lingkungan yang ramai, dekat dengan sekolah, wilayah

perkantoran, dekat dengan konsumen, sehingga dapat dikatakan lokasi ini

memenuhi syarat – syarat pemilihan lokasi yang tergolong strategis.

Bakso Cenat Cenut ini difokuskan untuk menarik konsumen yang berasal

dari kalangan pelajar atau anak sekolah, pegawai kantor, dan kalangan

(39)

4. Perencanaan anggaran dari bisnis ini dapat memperlihatkan potensi dana

yang dimiliki dan kebutuhan dana yang diperlukan. Dengan demikian

dapat dilihat bisnis ini dapat dijalankan dengan modal yang tidak terlalu

besar. Usaha Bakso Cenat Cenut ini sudah dapat dijalankan dengan dana

minimal sekitar Rp 7.170.000,-

5. Setiap bisnis pasti memiliki risiko yang akan dapat mengancam

perkembangannya. Beberapa ancaman itu dapat berupa perubahan selera

pelanggan, permintaan konsumen yang bisa saja begitu rendah akibat

semakin rendahnya nilai uang karena disebabkan inflasi yang terlampau

tinggi. Ancaman lain dapat berupa ancaman keamanan seperti

demonstrasi, kerusuhan, dan tindakan anarkis yang biasa terjadi ketika

krisis ekonomi sedang berlangsung. Ancaman yang lebih serius adalah

ketika masuknya investor asing dalam bisnis ini dimana mereka dapat

menyediakan fasilitas yang jauh lebih lengkap dan sistem manajerial

(40)

DAFTAR PUSTAKA

Hutagalung, Raja Bongsu, Syafrijal Helmi Situmorang dan Frida Ramadini. 2010 Kewirausahaan, USU Press, Medan

Wijaya, Andi, Peluang Usaha Mie Ayam, ( Management/business-ideas-and-opportunities/2122850-perencanaan-usaha-mie-aya)

Ridwan, Muhammad, Usaha Bakso Caki, (www.docstoc.com/.../usaha-Bakso-Caki----MUHAMAD-RIDWAN)

Referensi

Dokumen terkait

dikembangkan menjadi usaha yang lebih besar agar para wanita dapat. lebih mudah menjangkau

Ancaman pendatang baru : Untuk usaha mie jawa ini ancaman akan masuknya pendatang baru dapat merebut pangsa pasar dari. produk

Berdasarkan aspek finansial pengembangan usaha ikan hias air tawar pada Iwan Wahana Fish Farm layak untuk dijalankan dengan nilai NPV sebesar Rp 377 989 000,

Berdasarkan observasi bahwa ditemukan pada dasarnya, pandangan pemahaman pencatatan keuangan oleh pengusaha Warung Bakso Mandiri Bogor ini sudah memahami adanya laporan

Bakso Kepala Sapi di Jalan Soekarno-Hatta Kota Probolinggo, meskipun pengelolaan usaha yang telah dilakukan dengan baik dan benar yaitu mengenai hal

Memasuki bisnis baru dapat dilakukan dengan menambah jenis produk dari usaha yang sudah berjalan atau mendirikan usaha yang berbeda dengan usaha yang sudah  berjalan..

Penampilan bagian dalam tempat usaha “Iga -Iga Bakso Mas Elo” dari sebelah kanan?. Kegiatan produksi pada usaha “Iga - Iga Bakso

Ternyata dari tingginya pengetahuan atau pengetahuan responden sudah dapat dikategorikan baik berbeda dengan hasil uji laboratorium pada sampel bakso yang mereka