Alih Kelamin Jantan pada Ikan Nila Merah Oreochromis sp. menggunakan 17α-metiltestosteron melalui pakan dan peningkatan suhu
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman telur ikan gurami (Osprhonemus gouramy) dalam hormon metiltestosteron terhadap keberhasilan pembentukan
Berdasarkan latar belakang tersebut maka maskulinisasi dengan kombinasi perlakuan hormon MT dan suhu dapat dilakukan untuk memaksimalkan produksi ikan jantan dan
METILTESTOSTERON PADA SUHU BERBEDA TERHADAP RASIO JENIS KELAMIN, W U PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP.. Oleh
Pengaruh konsentrasi pemberian 17α -MT pada pakan larva ikan nilem terhadap persentase kelamin jantan yang diukur maka digunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan
Perlakuan yang memberikan hasil yang paling berbeda nyata (Gambar 1) terhadap kontrol adalah perlakuan dengan dosis 17α–metiltestosteron 10+aromatase inhibitor 2000 mg/kg
Hasil Sidik Ragam menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan nisbah jenis kelamin jantan pada umur larva ikan nila (Oreochromis niloticus) yang berbeda yang direndam dalam
Aromatase inhibitor dapat digunakan sebagai pengganti hormon 17 - metiltestosteron untuk produksi populasi monoseks jantan ikan nila merah, dimana pemberian
Berdasarkan Tabel 2 bahwa kelulushidupan ikan cupang tertinggi terdapat pada perlakuan A (dengan lama waktu perendaman larva dengan hormon 17α-metiltestosteron selama 10 jam),