• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alih Kelamin Jantan pada Ikan Nila Merah Oreochromis sp. menggunakan 17α-metiltestosteron melalui pakan dan peningkatan suhu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Alih Kelamin Jantan pada Ikan Nila Merah Oreochromis sp. menggunakan 17α-metiltestosteron melalui pakan dan peningkatan suhu"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1 Nisbah kelamin jantan ikan nila merah pada perlakuan hormon  17α-
Gambar 2 Pewarnaan gonad ikan nila merah umur 60 hari dengan metode
Gambar 4 Laju pertumbuhan harian ikan nila merah selama pemeliharaan 60 hari
Gambar 5 Rasio konversi pakan ikan nila merah selama pemeliharaan (60 hari)
+2

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman telur ikan gurami (Osprhonemus gouramy) dalam hormon metiltestosteron terhadap keberhasilan pembentukan

Berdasarkan latar belakang tersebut maka maskulinisasi dengan kombinasi perlakuan hormon MT dan suhu dapat dilakukan untuk memaksimalkan produksi ikan jantan dan

METILTESTOSTERON PADA SUHU BERBEDA TERHADAP RASIO JENIS KELAMIN, W U PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP.. Oleh

Pengaruh konsentrasi pemberian 17α -MT pada pakan larva ikan nilem terhadap persentase kelamin jantan yang diukur maka digunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan

Perlakuan yang memberikan hasil yang paling berbeda nyata (Gambar 1) terhadap kontrol adalah perlakuan dengan dosis 17α–metiltestosteron 10+aromatase inhibitor 2000 mg/kg

Hasil Sidik Ragam menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan nisbah jenis kelamin jantan pada umur larva ikan nila (Oreochromis niloticus) yang berbeda yang direndam dalam

Aromatase inhibitor dapat digunakan sebagai pengganti hormon 17  - metiltestosteron untuk produksi populasi monoseks jantan ikan nila merah, dimana pemberian

Berdasarkan Tabel 2 bahwa kelulushidupan ikan cupang tertinggi terdapat pada perlakuan A (dengan lama waktu perendaman larva dengan hormon 17α-metiltestosteron selama 10 jam),