• Tidak ada hasil yang ditemukan

Umur Simpan Cumi-Cumi (Loligo Sp.) Olahan Dengan Kemasan Vakum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Umur Simpan Cumi-Cumi (Loligo Sp.) Olahan Dengan Kemasan Vakum"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Berlianto Nugroho
  • Pengajar:
    • Ir. M. Zein Nasution, MAppSc
    • Dr. Ir. Endang Warsiki, MT
  • Sekolah: Institut Pertanian Bogor
  • Mata Pelajaran: Teknologi Pertanian
  • Topik: Umur Simpan Cumi-Cumi (Loligo sp.) Olahan Dengan Kemasan Vakum
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2007
  • Kota: Bogor

I. PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan memberikan latar belakang mengenai potensi sumber daya perikanan Indonesia, khususnya cumi-cumi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya simpan cumi-cumi olahan melalui pengemasan vakum. Hal ini penting untuk menjaga kualitas dan kemudahan konsumsi, serta memperpanjang umur simpan produk. Selain itu, bagian ini juga menjelaskan tujuan penelitian secara umum dan khusus, yang meliputi penerapan teknik kemasan vakum dan pengukuran kandungan gizi selama penyimpanan.

1.1. LATAR BELAKANG

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya kelautan yang sangat besar, termasuk cumi-cumi. Cumi-cumi merupakan komoditas perikanan yang memiliki nilai gizi tinggi dan potensi ekspor yang besar. Namun, produk ini mudah mengalami penurunan mutu, sehingga diperlukan pengolahan dan pengemasan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan metode pengemasan yang dapat memperpanjang umur simpan cumi-cumi olahan.

1.2. TUJUAN

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan daya simpan cumi-cumi olahan dengan tetap mempertahankan nilai gizi. Tujuan khususnya mencakup penerapan teknik kemasan vakum, penentuan umur simpan cumi-cumi olahan dalam kemasan vakum, dan pengukuran kandungan gizi selama penyimpanan. Hal ini relevan untuk industri makanan dan pendidikan dalam pengembangan teknologi pengemasan.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka mencakup informasi mengenai cumi-cumi, pengemasan vakum, dan faktor-faktor yang mempengaruhi umur simpan. Pengetahuan ini penting untuk memahami karakteristik fisik dan kimia cumi-cumi serta mekanisme pengemasan vakum yang dapat memperpanjang umur simpan produk. Tinjauan ini memberikan dasar teori yang kuat untuk penelitian yang dilakukan.

2.1. CUMI-CUMI

Cumi-cumi (Loligo sp.) adalah hewan laut yang kaya akan protein dan rendah lemak. Pengetahuan mengenai komposisi gizi cumi-cumi penting untuk mengembangkan produk olahan yang berkualitas. Selain itu, informasi tentang karakteristik fisik cumi-cumi juga berkontribusi pada pengembangan teknik pengolahan yang efektif.

2.2. PENGEMASAN VAKUM

Pengemasan vakum adalah teknik yang mengurangi kandungan udara dalam kemasan untuk memperpanjang umur simpan produk. Teknik ini efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba, yang merupakan penyebab utama penurunan mutu makanan. Pengetahuan tentang pengemasan vakum sangat penting dalam konteks penelitian ini untuk meningkatkan kualitas dan daya simpan cumi-cumi olahan.

2.3. KEMASAN PLASTIK

Plastik sebagai bahan kemasan memiliki sifat yang berbeda-beda dalam daya tembus gas. Pemilihan jenis plastik yang tepat dapat mempengaruhi efektivitas pengemasan vakum. Dengan memahami karakteristik bahan plastik, penelitian ini dapat memilih kemasan yang optimal untuk menjaga kualitas cumi-cumi olahan.

2.4. PENENTUAN UMUR SIMPAN

Umur simpan produk pangan ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi penyimpanan dan karakteristik produk. Metode yang digunakan untuk menentukan umur simpan, seperti Extended Storage Studies (ESS) dan Accelerated Shelf Life Testing (ASLT), memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana produk dapat bertahan dalam berbagai kondisi. Pengetahuan ini sangat relevan untuk aplikasi industri dan akademik.

III. METODOLOGI

Metodologi penelitian mencakup alat dan bahan, serta metode penelitian yang digunakan untuk menentukan umur simpan cumi-cumi olahan. Pendekatan ini penting untuk memastikan hasil yang valid dan dapat diterapkan dalam konteks industri pengolahan makanan. Penjelasan mengenai teknik analisis yang dilakukan juga memberikan wawasan tentang bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis.

3.1. ALAT DAN BAHAN

Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian mencakup peralatan laboratorium untuk analisis fisik dan kimia cumi-cumi. Pemilihan alat yang tepat sangat penting untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat diandalkan. Hal ini juga memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam penggunaan alat laboratorium.

3.2. METODE PENELITIAN

Metode penelitian meliputi serangkaian prosedur untuk pengolahan cumi-cumi, karakterisasi awal, penyimpanan, dan analisis perubahan mutu. Metode yang sistematis ini memastikan bahwa semua aspek penting dalam penelitian diperhatikan, serta memberikan panduan yang jelas bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan vakum dapat meningkatkan umur simpan cumi-cumi olahan. Analisis data dilakukan untuk mengevaluasi perubahan mutu selama penyimpanan, termasuk parameter kritis seperti pH, kadar air, dan pertumbuhan mikroba. Pembahasan hasil ini memberikan wawasan tentang efektivitas teknik pengemasan yang digunakan dan implikasinya dalam industri.

4.1. SIFAT FISIS MEKANIS PLASTIK PENGEMAS

Analisis sifat fisis mekanis plastik pengemas menunjukkan bahwa karakteristik bahan kemasan mempengaruhi efektivitas pengemasan vakum. Hasil ini penting untuk pemilihan bahan kemasan yang tepat dalam industri pengolahan makanan.

4.2. KARAKTERISASI AWAL CUMI-CUMI

Karakterisasi awal cumi-cumi meliputi pengukuran pH, warna, kadar air, dan kadar protein. Data ini memberikan gambaran tentang kualitas awal produk sebelum dilakukan pengemasan dan penyimpanan.

4.3. PERUBAHAN MUTU SELAMA PENYIMPANAN

Selama penyimpanan, terjadi perubahan pada parameter mutu seperti pH dan kadar air. Pemantauan perubahan ini penting untuk menentukan umur simpan dan kualitas produk akhir.

4.4. PENENTUAN UMUR SIMPAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur simpan cumi-cumi olahan bervariasi tergantung pada metode pengemasan dan suhu penyimpanan. Pengetahuan ini sangat relevan bagi industri untuk menentukan cara penyimpanan yang optimal.

4.5. ANALISIS BIAYA

Analisis biaya menunjukkan perbandingan antara biaya produksi dan umur simpan produk. Hasil ini memberikan wawasan ekonomi yang penting bagi industri dalam pengambilan keputusan terkait metode pengemasan yang digunakan.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pengemasan vakum dapat meningkatkan umur simpan cumi-cumi olahan, namun pengemasan non-vakum juga menunjukkan hasil yang baik dengan biaya lebih rendah. Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup eksplorasi lebih lanjut mengenai teknik pengemasan dan pengolahan untuk meningkatkan kualitas produk.

5.1. KESIMPULAN

Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa pengemasan vakum efektif dalam meningkatkan umur simpan cumi-cumi olahan. Namun, pengemasan non-vakum juga memberikan hasil yang kompetitif dalam hal biaya dan umur simpan.

5.2. SARAN

Dianjurkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan teknik pengemasan dan pengolahan lainnya yang dapat meningkatkan kualitas dan daya simpan produk makanan laut, serta mempertimbangkan faktor ekonomi dalam pengambilan keputusan industri.

Referensi Dokumen

  • Kadar air ( AOAC, 1995 )
  • Kadar protein kasar metode Kjeldahl ( AOAC, 1995 )
  • Kadar lemak kasar metode soxhlet ( AOAC, 1995 )
  • Total Plate Count ( Fardiaz, 1987 )
  • Kadar Fosfor ( Muchtadi, 1989 )

Gambar

Gambar 2. Bagian tubuh cumi-cumi (www.e-dukasi.net)
Tabel 2.1.  Komposisi cumi-cumi per 100 gram
Tabel 2.2. Daya tembus plastik terhadap N 2 , O 2 , CO 2  dan H 2 O
Tabel 2.4. Daya tembus plastik terhadap O 2 , SO 2  dan H 2 O pada suhu 25 o C Daya tembus (cm 3 /cm 2 /mm/det/cmHg) x 10 10
+7

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan termal diaplikasikan pada poduk wingko babat yang telah dikemas dengan kemasan alumunium foil, baik secara vakum maupun tidak vakum, yaitu

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui umur simpan mi sagu yang dikemas dengan kemasan plastik polipropilen vakum, dengan menambah waktu penyimpanan...

Akan tetapi, dengan melihat hasil dari ketiga faktor kritis diatas, yoghurt simbiotik dalam kemasan HDPE pada penyimpanan suhu 2-4°C memiliki umur simpan yang paling

Jadi dapat disimpulkan bahwa penambahan pengemasan vakum dan kombinasi pengemasan vakum-pasteurisasi pada lemper dapat digunakan untuk memperpanjang umur simpan lemper hingga 36

UMUR SIMPAN SIMPLISIA KUNYIT (Curcuma domestica Val.) KEMASAN VAKUM DAN NON VAKUM DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TEST ” ini tidak terdapat karya

Maksud dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan umur simpan dari produk minuman sari buah jambu biji merah yang dikemas menggunakan

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter mutu kritis keripik wortel yang dikemas dalam kemasan polipropilen selama penyimpanan dan menduga umur

Umur simpan produk dipengaruhi oleh kadar air, aktivitas air, pertumbuhan mikroba, dan kemasan