• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pemasaran Paket Wisata Pada Biro Perjalanan Wisata PT. Graha Travel & Tour

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Strategi Pemasaran Paket Wisata Pada Biro Perjalanan Wisata PT. Graha Travel & Tour"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

v

STRATEGI PEMASARAN PAKET WISATA PADA BIRO PERJALANAN

WISATA PT. GRAHA TRAVEL & TOUR

KERTAS KARYA

OLEH

EVA FRANSISKA SIANIPAR

122204019

PROGRAM STUDI DIPLOMA III PARIWISTA

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

vi

LEMBAR PERSETUJUAN

STRATEGI PEMASARAN PAKET WISATA PADA BIRO PERJALANAN

WISATA PT. GRAHA TRAVEL & TOUR

OLEH

EVA FRANSISKA SIANIPAR

122204019

Dosen Pembimbing, Dosen Pembaca,

Sugeng Parmono,M.Si

(3)

vii

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Kertas Karya : STRATEGI PEMASARAN PAKET WISATA

PADA BIRO PERJALANAN WISATA

PT. GRAHA TRAVEL & TOUR

Oleh : EVA FRANSISKA SIANIPAR

Nim : 122204019

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Dekan,

NIP. 19511013 197603 1 001 Dr. Syahron Lubis,M.A.

(4)

viii Ketua,

NIP. 19640821 199802 2 001 Arwina Sufika,S.E., M.Si.

ABSTRAK

Dunia bisnis pariwisata, khususnya Tour and Travel semakin berkembang. Sering dengan itu, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang memahami dan menguasai kompetensi terhadap ilmu pengetahuan wawasan yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pada bidang Tour and Travel. Kemampuan dengan keterampilan sumber daya manusia (SDM) perlu lebih ditingkatkan untuk melayani dan memberi kemudahaan terhadap wisatawan. Untuk itu,bidang Tour and Travel mutlak harus didukung oleh tenaga-tenaga propesional dibidang strategi pemasaran paket wisata agar mampu menghadapi persaingan dalam era globalisasi.

(5)

ix

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah

memberikan berkat dan karunian-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan kertas karya

ini dengan baik. Adapun judul kertas karya ini adalah “Strategi Pemasaran Paket Wisata Pada

Biro Perjalanan Wisata PT. Graha Travel & Tour”. Kertas karya merupakan salah satu persyaratan yang diterapkan untuk memperoleh gelar Diploma pada program studi D-III

Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

Penulis menyadari bahwa kertas karya ini masih banyak kekurangan yang disebabkan

masih minimnya pengetahuan penulis serta kurangnya bahan bacaan baik berupa buku tentang

usaha wisata yang menjadi acuan penulis. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, demikian juga

penulis yang membuat kertas karya ini tidak luput dari kekhilafan dan kesalahan. Berdasarkan

pemikiran tersebut dengan kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran ke arah

perbaikan yang diperlukan dari pembaca guna kesempurnaan kertas karya ini.

Dalam menyelesaikan kertas karya ini, penulis telah banyak menerima bantuan dari

berbagai pihak baik moril maupun materil. Oleh sebeb itu sudah selayaknya penulis

mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Dr. Syahron Lubis, M.A. Selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara

2. Arwina Sufika, S.E., M.Si. Selaku Ketua Program Studi D-III Pariwisata Fakultas Ilmu

(6)

x

3. Sugeng Parmono, S.E.,M.Si, selaku dosen pembimbing yang dengan susah payah mendidik

dan membimbing serta meluangangkan waktu untuk penulis dalam menyelesaikan kertas

karya ini.

4. Drs. Ridwan Azhar, M.Hum selaku dosen pembaca yang banyak membantu dan memberikan

arahan kepada penulis dalam menyelesaikan kertas karya ini.

5. Seluruh staf pengajar Program Studi Pariwisata, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera

Utara.

6. Kedua orang tua yang sangat penulis cintai, yang telah banyak membantu penulis dari segi

doa, moril, dan materi dari awal perkuliahaan sampai selesainya kertas karya ini.

7. Sahabat Terdekat Penulis Jemmy Nova sormin, Adelina Arevi Hasibuan, Asmaul Husna,

Humairah Radhiatul Mardiah, Silvia Novita, Winda Sinuhaji, Maria Putri Rossi Silalahi, dan

Indra Lesmana Sinaga.

8. Teman-teman usaha wisata stambuk 2012 yang telah memberikan dukungan kepada penulis

dalam menyelesaikan kertas karya ini.

9. Karyawan PT. Graha Travel & Tour yang telah memberikan dukungan kepada penulis dalam

(7)

xi

Akhir kata penulis berharap kiranya kertas karya ini bermanfaat bagi semua pihak.

Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun semua pihak agar ketas karya ini

dapat bermanfaat bagi semua, khususny bagi penulis.

Medan, November 2015

Penulis

(8)

xii DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI... v

BAB I PENDAHULUAN 2.1 Alasan Pemilihan Judul ... 1

2.2 Pembata san Masalah ... 3

2.3 Tujuan Penulisan ... 3

2.4 Metode Penulisan ... 3

2.5 Sistematika Penulisan ... 4

BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Kepariwisataan ... 6

2.2 Pengertian Biro Perjalanan & Travel Agent... 8

2.2.1 Ruang Lingkup Kegiatan Biro Perjalanan Wisata ... 9

2.2.2 Ruang Lingkup Kegiatan Agen Perjalanan Wisata ... 10

(9)

xiii

Wisatwan ... 10

2.2.4 Fungsi Travel Agent Sebagai Perantara di daerah Tujuan Wisata ... 11

2.2.5 Peranan Perantara Dalam Industri Pariwisata ... 12

2.2.6 Alasan Perbedaan Harga Paket Wisata ... 13

2.3 Pengertian Paket Wisata ... 14

2.4 Pengertian Strategi & Pemasaran ... 17

2.5 Pelayanan Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan Paket . Wisata... 22

BAB III GAMBARAN UMUM 3.1 Sejarah Berdirinya PT. Graha Travel & Tour ... 25

3.2 Fasilitas Perusahaan ... 27

3.3 Struktur Organisasi PT. Graha Travel & Tour ... 28

3.4 Tugas & Tanggung Jawab Setiap Departemen ... 32

(10)

xiv

4.2 Strategi Pemasaran Paket Wisata di PT. Graha Travel &

Tour... 39

4.3 Uraian Tugas & Tanggung Jawab Karyawan Pemasaran

PT. Graha Travel & Tour ... 44

4.4 Permasalahan yang Timbul di PT. Graha Travel & Tour ... 48

4.5 Upaya mengatasi Masalah di PT. Graha Travel & Tour ... 49

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan ... 51

5.2 Saran ... 52

(11)

viii Ketua,

NIP. 19640821 199802 2 001 Arwina Sufika,S.E., M.Si.

ABSTRAK

Dunia bisnis pariwisata, khususnya Tour and Travel semakin berkembang. Sering dengan itu, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang memahami dan menguasai kompetensi terhadap ilmu pengetahuan wawasan yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pada bidang Tour and Travel. Kemampuan dengan keterampilan sumber daya manusia (SDM) perlu lebih ditingkatkan untuk melayani dan memberi kemudahaan terhadap wisatawan. Untuk itu,bidang Tour and Travel mutlak harus didukung oleh tenaga-tenaga propesional dibidang strategi pemasaran paket wisata agar mampu menghadapi persaingan dalam era globalisasi.

(12)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Alasan Pemilihan Judul

Dalam merencanakan suatu produk paket wisata maka setiap biro perjalanan wisata akan

selalu memperhatikan segala aspek mulai dari akomodasi, transportasi, objek-objek wisata yang

akan memiliki daya tarik bagi wisatawan dan yang paling penting pangsa pasar yang dituju.

Pemasaran merupakan hal yang sangat penting dalam jual-beli suatu paket wisata kepada para

wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Dewasa ini Biro Perjalanan Wisata sangat memegang peran penting dalam memasarkan

ataupun mempromosikan daerah tujuan wisata di Indonesia khususnya dengan cara menawarkan

paket-paket wisata di Indonesia khususnya dengan cara menawarkan paket-paket wisata yang

telah direncanakan kepada wisatawan.

Strategi pemasaran paket wisata merupakan salah satu upaya agar biro perjalanan mendapat

simpatik/image yang baik dan dapat mempengaruhi wisatwan itu sendiri agar memilih paket

wisata yang ditawarkan kepadanya. Selain itu, dengan adanya pemasaran maka paket wisata

dapat mengetahui hal-hal yang ditawarkan dalam paket tour tersebut.

Paket wisata (package tour) merupakan suatu perjalanan wisata sebagai suatu produk yang

dikemas dalam suatu rencana perjalanan menuju satu atau beberapa tempat persinggahan dan

kembali ketempat asal dengan merangkai beberapa komponen perjalanan tersebut. Oleh karena

(13)

2

sampai saat ini. Sukses yang diperoleh Thomas Cook itu karena kemampuannya menyiapkan dan

mengatur tour secara rinci, mulai persiapan transportasi, akomodasi dan lainnya. Usaha

perjalanan wisata di zaman modern ini, cara-cara penyelenggaran tour seperti yang dilakukan

Thomas Cook menjadi motivasi bagi setiap usaha perjalanan tersebut, terutama untuk

mengorganisir tour yang sama ke daerah-daerah tujuan wisata di seluruh dunia.

Strategi digunakan untuk mencapai suatu tujuan agar perencanaan dapat dilaksanakan secara

praktis dan spesifik mungkin, maka didalamnya harus tercakup pertimbangan dan penyusunan

terhadap reaksi-reaksi orang dan pihak yang dipengaruhi kegiatan marketing tersebut. Oleh

sebeb itu strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi

pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahan.

Untuk itulah penulis menilai betapa pentingnya strategi pemasaran paket wisata (package

tour) secara tepat dalam mensukseskan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di

daerah-daerah tujuan wisata yang ada di Indonesia. Hal ini tentu sangat perlu untuk kita pahami sebagai

insan pariwisata di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.

Kertas karya ini akan membahas pentingnya strategi pemasaran paket wisata yang dilakukan

oleh PT. Graha Travel & Tour khususnya di Sumatera Utara, penulis tertarik untuk mengetahui

lebih dalam tentang strategi pemasaran yang diterapkan oleh PT. Graha Travel & Tour, dan

penulis membahasnya dalam bentuk kertas karya ilmiah yang berjudul “Strategi Pemasaran

(14)

3 1.2 Pembatasan Masalah

Agar penyusun kertas karya ini dapat memperoleh hasil yang maksimal, maka perlu

adanya pembatasan masalah dalam penulisan ini. Adapun batasan masalah dalam kertas karya ini

adalah strategi pemasaran paket wisata pada biro perjalanan wisata PT. Graha Travel & Tour.

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan kertas karya ini adalah sebagai berikut:

1. Sebagai persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan pada program studi Diploma III

Pariwisata Bidang Keahlian Usaha Wisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera

Utara.

2. Untuk mengetahui strategi pemasaran biro perjalanan wisata PT. Graha Travel & Tour

dalam mempromosikan paket wisata (package tour).

3. Mengetahui aktivitas suatu biro perjalanan wisata secara umum, beserta tugas dan

wewenang masing-masing departemen.Memperluas wawasan dan pengetahuan penulis

bagaimana cara memasarkan suatu paket wisata kepada wisatawan.

1.4 Metode Penelitian

Adapun metode penelitian yang dilakukan dalam penyusunan kertas karya ini adalah :

1. Penelitian kepustakaan (Library Research),yaitu pengumpulan data/teori dengan

membaca buku-buku perkuliahaan dan bahan yang ada hubungannya dengan masalah

yang akan dibahas.

2. Penelitian lapangan (Field Research), yaitu pengumpulan data ketempat itu sendiri

(15)

4

melakukan pengamatan di lapangan, yaitu di PT. Graha Travel & Tour untuk melihat

pentingnya topik penelitian ini. Setelah melakukan pengamatan, penulis menyusun

daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada informan. Pertanyaan disusun

berdasarkan pedoman penyusunan pertanyaan sehingga sesuai dengan topik

penelitian agar jawaban yang diharapkan dapat diperoleh.

1.5 Sistematika Penulisan Bab I Pendahuluan

Menguraikan tentang alasan pemilihan judul, pembatasan masalah, metode

penulisan, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan.

Bab II Uraian Teoritis

Menguraikan secara jelas mengenai pengertian Biro Perjalanan Wisata dan

fungsinya kemudian diuraikan juga pengertian strategi pemasaran dan pelayanan

pemasaran untuk meningkatkan penjualan paket wisata PT. Graha Travel & Tour.

Bab III Gambaran Umum

Menguraikan mengenai sejarah singkat PT. Graha Travel & Tour dan struktur

organisasi serta tugas dan wewenang setiap departemen serta fasilitas perusahaan.

BAB IV Strategi Pemasaran Paket Tour Pada Biro Perjalanan Wisata PT. GRAHA TRAVEL & TOUR

Menguraiakan bab utama yang membahas bagaimana strategi pemasaran yang

(16)

5

sebagai salah satu biro perjalanan wisata yang ada di Medan. Uraian tugas dan

tanggung jawab karyawan pemasaran PT. Graha Travel & Tour.

BAB V Penutup

(17)

6 BAB II

URAIAN TEORITIS

2.1 Pengertian Kepariwisataan

Istilah “pariwistata” sesungguhnya baru populer di Indonesia setelah diselenggarakannya

Musyawarah Nasional Tourisme II di Tretes, Jawa Timur pada tanggal 2-14 Juni 1958.

Sebelumnya kata pariwisata adalah Tourisme (dalam bahasa Belanda) yang kemudian sering di

indonesiakan menjadi Tourisme (dalam Yoeti, 1996:112).

Berikut ini beberapa pendapat para ahli mengenai defenisi Pariwista :

1. Yoeti (1996: 113), mengemukakan batasan pariwisata sebagai berikut :

Pariwisata adalah sebuah perjalanan yang dilaksanakan untuk sementara waktu, yang

diselenggarakan di suatu tempat ketempat lain dengan maksud bukan mencari nafkah

di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk memenuhi kebutuhan yang

beraneka ragam.

2. Prof. Salah Wahab (dalam Yoeti, 1996: 114), dalam bukunya , An Introduction On

Tourism Theory mengemukakan : Pariwisata adalah suatu aktifitas yang dilakukan

secara sadar yang mendapat pelayanan secara bergantian di antara orang-orang dalam

suatu negara itu sendiri atau di luar negeri, meliputi pendiaman orang-orang dari

daerah lain untuk sementara waktu dalam mencari kepuasan yang beraneka ragam

dan berbeda-beda dengan apa yang dialaminya di mana ia memperoleh pekerjaan

(18)

7

Prof. Salah Wahab mengemukakan batasan-batasan pariwisata itu berdasarkan

pemikirannya yang terdiri dari tiga unsur yaitu :

- Manusia (man), yakni orang yang melakukan perjalanan wisata,

- Ruang (space), daerah atau ruang lingkup tempat melakukan perjalanan,

- Waktu (time), yakni waktu yang digunakan selama dalam perjalanan dan tinggal

di daerah tujuan wisata.

3. Menurut UU No. 9 tahun 1990, yang dimaksud dengan pariwisata adalah segala

sesuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk pengusahaan objek dan daya tarik

wisata serta usaha-usaha yang terkait di dalam bidang tersebut.

a. Kepariwisataan

Kepariwisataan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pariwisata. Ketetapan MPRS

No. 12 tahun 1960 menyebutkan, kepariwisataaan dalam dunia modern pada hakekatnya

adalah suatu cara untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam memberikan hiburan rohani

dan jasmani setelah beberapa waktu bekerja serta memiliki modal untuk melihat-lihat daerah

lain (pariwisata dalam negeri) atau Negara-negara bagian lain (pariwisata luar negeri)

b. Wisatawan

Dalam The united Nation Conference On Customs Formalities For The Temporary Improtant

Of The Private Road Motor Vehicles And For Tourism, dalam pasal 1 ayat (b) dikatakan sebagai

berikut : “Istilah wisatawan harus diartikan sebagai seorang, tanpa membedakan ras, kelamin,

bahasa, dan agama, yang memasuki wilayah suatu negara yang mengadakan perjanjian yang lain

(19)

8

jam dan tidak lebih dari 6 bulan di dalam jangka 12 bulan berturut-turut, untuk tujuan

non-imigrasi yang legal, seperti perjalanan wisata, rekreasi, olahraga, kesehatan, alasan keluarga,

studi, ibadah keagamaan dan urusan usaha (business)’’.

2.2 Pengertian Biro Perjalanan dan Agen Perjalanan Wisata

Nyoman S. Pendit memberikan pengertian tentang perusahaan perjalanan atau Travel

Agent atau (Travel Bureau) sebagai berikut :

“Travel Bureau atau Travel Agent adalah perusahaan yang mempunyai tujuan untuk

menyiapkan suatu perjalanan (dalam bahasa asingnya : trip atau tour ) bagi seseorang yang

merencanakan untuk mengadakannya”

Sedangkan R.S Darmadjati memberikan batasan tentang Travel Agency . Menurutnya

yang dimaksudkan dengan Travel Agency adalah : “Perusahaan yang khusus mengatur dan

menyelenggarakan perjalanan dan persinggahan orang-orang, termasuk kelengkapan

perjalanannya, dari suatu tempat ke tempat lain, baik dari dalam maupun , ke luar negeri itu

sendiri.

Menurut Surat Keputusan Direktur Jendral Pariwisata No.Kep.16/U/II/88 Tgl. 25 Februari

1988 tentang pelaksanaan Ketentuan Usaha Perjalanan, pada Bab I Penelitian Umum Pasal 1,

memberikan pengertian dengan batasan sebagai berikut :

a. Usaha perjalanan adalah kegiatan usaha yang bersifat komersial yang mengatur,

menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan bagi seseorang, sekelompok orang, untuk

(20)

9

b. Biro perjalanan umum adalah badan usaha yang menyelenggarakan kegiatan usaha

perjalanan ke dalam negeri atau di dalam negeri dan ke luar negeri.

c. Cabang biro perjalanan umum adalah salah satu unit usaha biro perjalanan umum, yang

berkedudukan di wilayah yang sama dengan kantor pusatnya atau diwilayah lain, yang

melakukan kegiatan kantor pusatnya.

d. Agen Perjalanan, adalah badan usaha yang menyelenggarakan usaha perjalanan yang

bertindak sebagai perantara di dalam menjual dan atau mengurus jasa untuk melakukan

perjalanan.

e. Perwakilan adalah biro perjalanan umum, agen perjalanan badan usaha lainnya atau

perorangan, yang ditunjuk oleh suatu biro perjalanan umum yang berkedudukan di

wilayah lain untuk melakukan kegiatan yang diwakilkan, baik secara tetap, maupun tidak

tetap.

2.2.1 Ruang Lingkup Kegiatan Biro Perjalanan Wisata

Ruang lingkup kegiatan biro perjalanan wisata terdiri dari :

1). Membuat, menjual dan menyelengarakan paket wisata.

2). Mengurus dan melayani kebutuhan jasa angkutan bagi perorangan dan atau kelompok

orang yang diurusnya.

3) Melayani pemesanan akomodasi, restoran, dan sarana wisata lainnya.

4) Mengurus dokumen perjalanan.

(21)

10 6) Melayani penyelenggaraan konvensi.

2.2.2 Ruang Lingkup Kegiatan Agen Perjalanan Wisata

Ruang lingkup agen perjalanan wisata mencakup kegiatan usaha sebagai berikut :

1) Menjadi perantara di dalam pemesanan tiket angkutan udara, laut dan darat.

2) Mengurus dokumen perjalanan.

3) Menjadi perantara di dalam pemesanan akomodasi, restoran dan sarana wisata lainnya.

4) Menjual paket-paket wisata yang dibutuh oleh biro perjalanan umum.

2.2.3 Fungsi Travel Agent Sebagai Perantara di negara Asal Wisatwan

Travel Agent sebagai perantara (middlemen) tugasnya sebagai berikut :

I. Di negara asal wisatawan

a. Melengkapi berbagai macam informasi bagi calon wisatawan yang akan

melakukan perjalanan wisata,terutama mengenai daerah tujuan wisata yang

dikunjungi (seperti objek wisata, atraksi wisata yang diprioritaskan untuk dilihat),

pengurusan dokumen perjalanan, peraturan lalu-lintas devisa pakaian dan

perlengkapan yang harus dibawa pada musim tertentu.

b. Memberi advis kepada calon wisatawan yang akan melakukan perjalanan wisata,

(22)

11

untuk dikunjungi , tour itinerary mana yang sebaiknya dipilih, kendaraan mana

yang sebaiknya digunakan, serta akomodasi mana yang baik untuk menginap.

c. Menyediakan tiket bagi pelanggan dalam bentuk-bentuk transportasi yang

diinginkan dan mengurus segala barang bawaan wisatawan yang akan berangkat

perantraannya.

d. Memilih atas nama para pelanggannya, perusahaan akomodasi atau hotel yang

baik untuk kepentingan orang-orang yang akan bepergian berikut dengan semua

barang bawaannya.

2.2.4 Fungsi Travel Agent Sebagai Perantara di daerah Tujuan Wisata

Travel Agent sebagai perantara (middlemen) di daerah tujuan wisata tugasnya sebagai

berikut :

(a) Memberi informasi kepada pelanggannya tentang hotel yang ada, terutama

mengenai : lokasi, kategori kamar yang tersedia, tarif kamar, dan kuliner serta

minuman yang disediakan.

(b) Membantu pelanggan untuk melakukan reservasi hotel yang diinginkannya.

(c) Menyediakan transportasi atau transfer dari dan ke daerah tujuan wisata atau

airport.

(d) Mengatur perencanaan sightseeing atau tour yang diselenggarakan serta

mengunjungi objek dan atraksi wisata yang akan dilihat.

(e) Menjual tiket dan memesan tanda-tanda masuk pada macam-macam pertunjukan

(23)

12

(f) Membantu mengirim barang-barang souvenir para pelanggannya melalui kantor

pos setempat ke alamat wisatawan di negaranya.

2.2.5 Peranan Perantara Dalam Industri Pariwisata

Ada beberapa alasan mengapa perantara sangat berperanan dalam indusrti pariwisata

antara lain yaitu :

1) Kebanyakan perusahaan yang termasuk dalam industri pariwisata terletak jauh dari

tempat kediaman wisatawan. Bagi mereka akan lebih muda melakukan perjalanan

berhubungan perantara yang cukup banyak itu, karena dengan cara demikian akan

menghemat waktu, biaya, memperoleh informasi yang lengkap, bepergian dengan

Travel Agent keamanan terjamin dan tidak ada keragu-raguan dalam perjalanan.

Sedangkan kalau berpergian yang direncakan dan diselenggarakan sendiri

keadaannya terbalik.

2) Kebanyakan perusahaan industri pariwisata adalah perusahaan kecil tanpa banyak

modal, dan kegiatannya dengan manajemen yang terbatas, kegiatan pemasaran yang

tidak memadai, sehingga lebih banyak bersifat menunggu.

3) Kebanyakan perantara menjual produk atau jasa yang penjualannya mempunyai

tingkat persaingan yang tajam. Sepanjang tingkat komisi (commision rate) atau

insentif yang telah distandarisasikan dalam melakukan penjualan khusus atas nama

produsen.

4) Perantara selalu mengkonsenstrasikan dirinya dengan menawarkan jasa-jasanya

secara tepat dan mudah, karena tujuannya adalah keuntungan melalui penjualan

(24)

13

5) Perantara, khususnya Travel Agent dan Tour Operator, selalu memperhatikan

jasa-jasa yang diinginkan oleh pelanggannya dan biasanya mereka lebih suka produsen

yang dapat menyediakan pelayanan yang lengkap. Tidak lain Travel Agent dan Tour

Operator ingin kemudahan dalam koordinasi pelaksanaan tour yang diselenggarakan.

6) Perantara selalu memperhatikan dalam kegiatan promosi, baik daerah tujuan maupun

fasilitas industri pariwisata guna membentuk kesan (image) dengan para

pelanggannya sendiri. Ini berarti bahwa Travel Agent dan Tour Operator tersebut

telah memberi preferensi kepada produsen yang dapat memberikan pelayanan yang

baik dan membantu mereka mencapai tujuannya.

2.2.6 Alasan Perbedaan Harga Paket wisata

Untuk suatu daerah tujuan wisata dapat dibuat bermacam paket wisata dengan harga

yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh nilai-nilai sebagai berikut :

(1) bergantung pada musim (season). Di Eropa atau Amerika misalnya, permintaan untuk

melakukan perjalanan wisata sangat dipengaruhi oleh adanya musim panas dan

musim dingin yang sertiap tahun selalu datang. Di samping itu dalam kepariwisataan

dikenal pula musim ramai (peak season) dan musim sepi (off season) yang dapat

memungkinkan untuk menyusun harga yang sesuai.

(2) Banyaknya acara di daerah tujuan wisata yang bisa diatur sesuai dengan lamanya

tinggal di tempat tersebut.

(3) Inclusive Tour Fares, mahal atau murahnya bergantung pada banyak atau sedikitnya

(25)

14

(4) Umur mereka yang melakukan perjalanan wisata.

(5) Jenis transportasi yang digunakan untuk mencapai daerah tujuan wisata yang

diinginkan.

(6) Bentuk atau macam akomodasi yang digunakan.

2.3 Pengertian paket wisata

Paket wisata ( tour packages) yang berarti suatu rencana perjalanan wisata tersusun

secara tetap dengan biaya yang sudah ditentukan di dalam paket wisata, biaya tersebut

mencakup penginapan, transportasi, sightseeing tour, transfer yang semua tertera di dalam

paket wisata tersebut sangat tergantung terhadap perekonomian di suatu negara dan harga

kebutuhan yang berlaku pada waktu itu, Oleh sebab itu paket wisata (tour packages) ialah

suatu program perjalanan wisata yang telah disusun dan diramu oleh penyelenggara secara

tetap.

Biasanya harga paket wisata ( tour package) ini jauh lebih murah dari pada disusun

sendiri dan package tour biasanya mempunyai masa laku ( Limited Time ). Suatu produk

wisata diciptakann oleh Biro Perjalanan Wisata yang telah tersusun denga baik dengan cara

menggabungkan beberapa unsur atau komponen jasa wisata beserta harga yang dilaksanakan

secara tetap dan teratur disebut sebuah paket wisata.

Melihat keberhasialan daerah Sumatera Uitara dalam meraih jumlah wisatawan yang

datang setiap tahunnya memperlihatkan kecendrungan ang terus meningkat. Kebehasilan ini

adalah berkat adanya peran aktif dari tiap-tiap perusahaan yang begerak dalam bidang

(26)

15

objeknya dan kemudian meningkat dalam sebuah perusahaan atau perhimpunan atau instansi

pemerintahan.

Dapat dibayangkan betapa banyaknya jasa yang diperlukan oleh wisatwan jika hendak

melakukan perjalanan wisata, semenjak ia berangkat sampai ia kembali kerumahnya. Oleh

karena itu jasa yang dibutuhkan tidak hanya dihasilkan oleh suatu perusahaan saja, tetapi

dihasilkan oleh banyakn perusahaan yang berbeda fungsi dan proses pemberian

pelayanannya. Dengan demekian, produk industri pariwisata merupakan suatu paket wisata

baik perjalanan itu sendiri ( indepedent) atau diurus oleh Tour Operator dalam suatu paket

wisata ndenmgan itinerary yang relah dipersiapkan terlebih dahulu.

Dari keterangan diatas dapat diketahui sekedar bahan perbandingan tentang pengertian

paket wisata. Paket wisata dapat diartikan sebagai bentuk dari strategi pemasaran suatu

perjalanan wisata dengan satu atau lebih tujuan kunjungan yang disusun dari berbagai

fasilitas perjalanan tertentu mencakup biaya, pengangkutan , akomodasi, transportasi dalam

suatu acara perjalanan yang tetap, serta dijual dengan harga tunggal yang menyangkut

seluruh komponen dari perjalanan wisata.

(Yoeti 2001 : 112 ) mendefenisikan paket wisata adalah ,’’ suatu perjalan wisata yang

direncanakan dan diselenggarakan oleh suatu travel agent atau biro perjalanan atas resiko dan

tanggung jawab sendiri, dan acara lamanya waktu wisata, tempat-tempat yang akan

dikunjungi, akomodasi, transportasi, makanan dan minuman telah ditentukan oleh biro

nperjalanan dan telah ditentukan jumlahnya’’.

Menurut Bojamic dan Calontone ( dalam Oppewal dan Rewtrakun Phaibond, 2004 : 183

(27)

16

produk wisata yang saling bergabung terdiri dari transportasi, pemondokan, atraksi wisata,

makanan yang dijual kepada wisatwan pada suatu harga”.

Menurut Seldon dan Mark, ( dalam Oppeawal dan Rewtrakun Phaibond, 2004: 183) ,

“ jenis paket wisata menurut penggunannya dibedakan menjadi dua yaitu paket wisata

yang sederhana adalah paket wisata dasar yang umumnya hanya terdiri dari transportasi dan

pemondokan saja dan paket wisata yang eksklusif yaitu paket wisata yang menawarkan

berbagai kegiatan dan program hiburan yang terdiri dari atrsaksi wisata, makanan dan juga

didampingi oleg guide dalam kegiatannya”.

Menurut Desky (2003 : 23 ), ‘’ paket wisata merupakan perpaduan beberapa produk

wisata minimal dua produk, yang dikemas menjadi satu kesatuan harga yang tidak dapat

dipisahkan satu sama lain. Sementara itu produk wisata mempunyai totalitas pengalaman

seorang wisatwan sejak ia meninggalkan suatu tempat ketempat lain ia berangkat’’.

Menyadari akan pentingnya kepuasaan wisatawan, maka perlu dilakukan inovasi dalam

usaha setiap pengembangan produk, hal ini dikarenakan pengembangan kepariwisataan

senantiasa diikuti oleh perubahan poila perjalanan wisatwan dan minat wisatwan terhadap

produk wisata yang diharapkan. Tujuan paket wisata itu sendiri memberikan kemudahan

wisatwan dalam melaksanakan perjalanan wistanya. Dalam paket wisata biasanya wisatwan

mengetahui terlebih dahulu apa yang akan dilakukan, apa saja yang ia dapatkan, bebrapa

biaya yang harus dikeluarkan, dan hal-hal berkaitan dalam paket wisata yang ditawarkan oleh

(28)

17 2.4 Pengertian Strategi dan Pemasaran

a. Pengertian Strategi

Pengertian strategi menurut Craig & Grant (1996) adalah strategi merupakanpenetapan

sasaran dan tujuan jangka panjang sebuah perusahaan dan arah tindakan serta alokasi sumber

daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan.

Selanjutnya Siagian (2004) menyatakan bahwa strategi adalah serangkaian keputusan dan

tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh

jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.

Pengertian Strategi Menurut Wikipedia, strategi adalah pendekatan secara keseluruhan

yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktifitas

dalam kurun waktu tertentu. Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja,

memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip

pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan dan memiliki taktik untuk

mencapai tujuan secara efektif. Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang

lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat.

Jadi apabila disimpulkan dari beberapa definisi di atas maka strategi perusahaan adalah

gabungan dari kegiatan yang direncanakan dan reaksi untuk mengantisipasi persaingan dan

perkembangan yang tidak terduga.

Strategi pemasaran didasarkan atas 5 (lima) konsep strategi sebagai berikut :

1. Segmentasi Pasar

Tiap pasar terdiri dari bermacam-macam pembeli yang mempunyai kebutuhan dan

(29)

18

pembeli. Karena itu, perusahaan harus mengelompokkan pasar yang bersifat heterogen

tersebut kedalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen.

2. Market Positioning

Perusahaan tidak mungkin dapat menguasai pasar secara keseluruhan, maka prinsip

strategi pemasaran yang kedua adalah memilih pola spesifik pasar perusahaan yang akan

memberikan kesempatan maksimum kepada perusahaan untuk mendapatkan kedudukan

yang kuat. Dengan kata lain perusahaan harus memilih segmen pasar yang akan

menghasilkan penjualan dan laba paling besar.

Segmen pasar semacam ini memiliki 4 (empat) karakteristik, yaitu :

a. Berukuran cukup besar

b. Mempunyai potensi untuk berkembang terus

c. Tidak memiliki atau dipenuhi oleh perusahaan saingan

d. Mempunyai kebutuhan yang belum terpenuhi, yang mana kebutuhan tersebut dapat

dipuaskan oleh perusahaan yang memilih segmen pasar tersebut.

3. Market Entry Strategy

Market entry Strategy adalah strategi perusahaan untuk memasuki segmen pasar yang

dijadikan pasar sasaran penjualan.

Strategi memasuki suatu segmen pasar dapat dilakukan dengan cara :

a. Membeli perusahaan lain

Cara ini merupakan cara yang paling mudah dan cepat, cara ini ditempuh apabila :

1) Perusahaan pembeli tidak mengetahui tentang seluk beluk industri dari perusahaan

(30)

19

2) Sangat menguntungkan untuk secepat mungkin memasuki segmen pasar yang

dikuasai perusahaan yang dibeli.

3) Perusahaan menghadapi macam-macam penghalang untuk memasuki segmen pasar

yang bersangkutan melalui internal development, misalnya patent, economies of scale,

saluran distribusi yang sulit dimasuki, biaya iklan yang mahal atau kesulitan bahan

mentah.

b. Internal Development

Ada perusahaan-perusahaan yang lebih suka berkembang melalui usaha sendiri yaitu

melalui research and development karena berpendirian bahwa hanya dengan cara inilah

kepemimpinan dalam industri dapat dicapai.

c. Kerjasama dengan perusahaan lain

Keuntungan dengan cara ini ialah bahwa resiko yang dipikul bersama, dan

masing-masing perusahaan saling melengkapi skill dan resources.

4. Marketing Mix Strategy

Marketing Mix strategy adalah kumpulan variabel-variabel yang dapat dipergunakan

perusahaan untuk memepengaruhi tanggapan konsumen. Variabel-variabel yang dapat

mempengaruhi pembeli adalah yang disebut 7P (product, Price, Place, Promotion,

Participant, Prosess, dan People Physical evidence).

5. Timing Strategy

Penentuan saat yang tepat dalam memasarkan barang merupakan hal yang perlu

diperhatikan. Meskipun perusahaan melihat adanya kesempatan baik menetapkan objektif

dan menyusun strategy pemasaran, ini tidaklah berarti bahwa perusahaan dapat segera

(31)

persiapan-20

persiapan baik dibidang produksi maupun dibidang pemasaran, kemudian perusahan juga

harus menentukan saat yang tepat bagi pelemparan barang dan jasa ke pasar.” (

Radiosunu, 1983, 31-34 )

Strategi pemasaran dapat dinyatakan sebagai dasar tindakan yang mengarah pada

kegiatan atau usaha pemasaran, dari suatu perusahaan, dalam kondisi persaingan dan

lingkungan yang selalu berubah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Jadi dalam

menetapkan strategi pemasaran yang akan dijalankan perusahaan haruslah terlebih dahulu

melihat situasi dan kondisi pasar serta menilai posisinya di pasar. Dengan mengetahui

keadaan dan situasi serta posisinya di pasar dapat ditentukan kegiatan pemasaran yang

harus dilaksanakan.

b. Pengertian Pemasaran

Menurut Kotler dan Keller (2007), pemasaran merupakan suatu fungsi organisasi dan

seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada

pelanggan serta mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi

dan para pemilik sahamnya. Intinya adalah di dalam pemasaran ditemukan tiga poin penting

yaitu:

1) Fungsi-fungsi organisasi

2) kegiatan mencipta, mengkomunikasikan, menyerahkan nilai serta

(32)

21

Dari peristiwa tersebut muncul istilah manajemen pemasaran yang menurut Kotler &

Keller (2007) merupakan seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan mendapatkan, menjaga serta

menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menyerahkan, mengkomunikasikan nilai

pelanggan yang unggul. Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan tujuan pemasaran

yakni mengetahui dan memahami pelanggan agar produk/jasa yang dihasilkan sesuai dengan

keinginan pelanggan dapat diwujudkan.

Definisi Strategi Pemasaran Menurut Philip Kotler ( 2004, 81 ) :

“Strategi Pemasaran adalah pola pikir pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai

tujuan pemasarannya. Strategi pemasaran berisi strategi spesifik untuk pasar sasaran,

penetapan posisi, bauran pemasaran dan besarnya pengeluaran pemasaran.”

Menurut Chandra (2002), Strategi pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan

ekspektasi perusahaan akan dampak dari berbagai aktifitas atau program pemasaran terhadap

permintaan produk atau lini produknya di pasar sasaran tertentu. Sedangkan menurut Kotler dan

Amstrong (1997), strategi pemasaran adalah pola pikir pemasaran yang akan digunakan oleh unit

bisnis untuk mencapai tujuan pemasarannya. Universitas Sumatera Utara Strategi tersebut berisi

strategi spesifik untuk pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran, dan besarnya

pengeluaran pemasaran.

Penentuan strategi pemasaran harus didasarkan atas analisa lingkungan eksternal dan

internal perusahaan. Masing-masing faktor lingkungan dapat menimbulkan adanya kesempatan

atau ancaman bagi pemasaran produk suatu perusahaan, yaitu terdiri atas: keadaan pasar,

persaingan, teknologi, ekonomi, sosial budaya, hukum dan peraturan. Sedangkan faktor-faktor

(33)

22

keuangan, produksi, personalia, dan khususnya bidang pemasaran yang terdiri atas produk,

harga, promosi, lokasi, orang, proses dan bukti fisik. Analisa tersebut merupakan penilaian

apakah strategi pemasaran yang telah ditetapkan dan dijalankan sesuai dengan keadaan saat

ini. Hasil penilaian tersebut digunakan sebagai dasar untuk menentukan apakah strategi yang

sedang dijalankan perlu diubah, dan untuk menyusun atau menentukan strategi yang akan

dijalankan pada masa yang akan datang.

2.5 Pelayanan Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan Paket Wisata PT. Graha Traavel & Tour

Pelayanan merupakan faktor yang amat penting khususnya bagi perusahaan yang

bergerak dibidang jasa. Dimana hal ini fisik produk biasanya ditunjang dengan berbagai macam

inisial produk. Adapun inti produk yang dimaksud biasanya merupakan jasa tertentu. Oleh

karena itu pentingnya mengetahui secara teoritis tentang batasan, pengertian dan faktor-faktor

yang mempengaruhi dari pada pelayanan itu sendiri.

Pemasaran jasa biasanya mengacu pada kedua bisnis ke konsumen dan bisnis ke bisnis

jasa, dan termasuk pemasaran layanan seperti layanan telekomunikasi, jasa keuangan, semua

jenis layanan perhotelan, jasa penyewaan mobil, perjalanan udara, pelayanan kesehatan dan

layanan profesional. Layanan adalah kegiatan ekonomi yang ditawarkan oleh satu pihak kepada

pihak lain.

Pelayanan pelanggan dan kepuasan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan

(34)

23

penjualan inipun pada awalnya adalah sebagai keharusan dalam mendukung produk tertentu.

Produk tersebut biasanya yang memerlukan perawatan berkala. Namun kini setelah melihat

manfaat dari penyediaan servis setelah penjualan, maka konsep melayani pelanggan menjadi

semakin populer dan mengintegrasi dalam produk secara menyeluruh.

Seperti telah disinggung diatas bahwa bagian yang paling nyata dari perkembangan

pelayanan pelanggan ini lebih ke wilayah servis atau layanan. Karena karakteristik intangible

dari servis bahwa aspek pelayanan pelanggan akan meningkatkan dampak dari servis itu sendiri.

Sebagian besar perkembangan aktivitas pelayanan pelanggan selalu dihubungkan dengan

perbaikan kualitas.Manifestasi dari situasi ini sering diwujudkan melalui program-program

promosi untuk menumbuhkan loyalitas pelanggan.

Pelayanan pelanggan dan kepuasan pelanggan harus melampaui seluruh aspek yang ada

dalam pemasaran. Baik itu dalam pasar industri, pasar konsumen maupun industri lainnya.

Walau bagaimanapun, wilayah pemasaran iklan (service marketing) yang kebanyakan kemajuan

dan perhatiannya diberikan kepada pelayanan pelanggan dan kepuasan pelanggan.

Adapun pelayanan yang diberikan PT. Graha Travel & Tour kepada konsumen untuk

meningkatkan penjualan paket wisata adalah :

1. Tiap orang yang datang ke kantor diterima dengan senyum dan salam ucapan yang

sesuai dengan waktunya.

2. Usahakan bertanya sedikit mungkin pada waktu hendak menjual informasi. Biarlah

pelangaan itu sendiri yang menyatakan keinginannya secara bebas tanpa memotong

(35)

24

tersebut, mengenai apa yang disukai dan yang tak disuakinya, kemudian mengambil

kesimpulan perjalanan yang bagaimana akan diberikan kepada pelanggan

3. Cara pelayanan yang dilakukan sehari-hari mungkin di kemudian hari merupakan

pekerjaan rutin, tapi bagi seorang penjual yang baik tidak akan membiarkan

pelanggannya merasa bahwa urusannya merupakan hal yang rutin.

4. Di dalam dunia perjalanan suatu perjalanan yang kecil sering mengakibatkan yang

besar. Oleh karena itu sangat penting untuk melayani setiap pelanggan dengan

anggapan bahwa setiap urusannya merupakan suatu hal yang vital .

5. Bergembira selalu dengan hasil penjualan, tetapi berhati-hati jangan sampai

menonjolkan diri dengan segala keistimewaannya.

6. Bila urusan sudah selesai,mengucapkan terima kasih atas keyakinan dan kepercayaan

(36)

25 BAB III

GAMBARAN UMUM

3.1 Sejarah Berdirinya Graha Travel & Tour

PT.Graha Travel & Tour berdiri sejak 23 Oktober 2009. Biro Perjalanan Wisata ini

adalah salah satu perusahaan yang berkembang dibagian agen perjalanan dengan kualitas tinggi

yang terletak di jalan Sisingamangaraja No. 488-C Medan, Sumatera Utara – Indonesia.

PT. Graha Travel & Tour berfungsi untuk mengatur semua keinginan para wisatawan

khususnya untuk wisatawan individu dan kelompok. Dan perusahaan ini juga sangat

berpengalaman dan professional khususnya dibagian Biro Perjalanan Wisata. PT. Graha Travel

& Tour telah beroperasi berbagai kegiatan yang berbasis wisata untuk kelompok wisatawan

maupun turis individu dan telah mampu dalam berbagai efisiensi.

PT. Graha Travel & Tour mulai memasarkan perusahannya kepada masyarakat luas

dengan perusahaanya kepada masyarakat luas dengan melakukan promosi di media internet,

media cetak dan brosur.

PT. Graha Travel & Tour ini menyediakan jasa penjualan paket wisata dalam negeri

(inbound) khususnya Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tidak hanya jasa penjualan paket tour,

perusahaan ini juga melayani Online Airline Sistem Pemasaran Tiket Air Domestik dan

Internasional, Reservasi Hotel Wordwide, Cruise Visa, Paspor dan Dokumen, Keluarga dan

perusahaan Tour Insentif, Jasa Sewa Mobil, Airport Handling, MICE ( Meeting, Convention and

(37)

26

PT. Graha Travel & Tour dipersilahkan untuk membantu para wisatawan dalam

mengelola kebutuhan wisatawan kelompok maupun individu dalam melakukan kegiatan

perjalanan wisata dalam maupun ke luar negeri dengan komitmen dan profesionalisme. Staf

profesional di dalam PT. Graha Travel & Tour akan mencoba untuk meberikan wisatawan

sebagai mitra dalam memberikan pelanggan solusi perjalanan terbaik, dan memberikan

pelayanan yang sangat baik dengan biaya yang sangat wajar dan lebih aman.

Misi dari PT. Graha Travel & Tour adalah untuk memberikan kualitas dan keunggulan

untuk pelanggan Biro Perjalanan ini secara eksklusif. Pada akhirnya strategi Biro Perjalanan

Wisata ini adalah untuk memanfaatkan harga terbaik dengan layanan berkualitas tinggi kepada

para tamu terhormat. Cukup kita tidak mampu untuk kehilangan kepercayaan tamu kami biaya

apapun. Biro Perjalanan ini mampu untuk menjaga kepercayan para pelanggan/ tamu yang

datang ke PT. Graha Travel & Tour.

PT. Graha Travel & Tour beroperasa setiap hari dengan ketentuan sebagai berikut :

• Senin – Minggu mulai pukul 08.00 WIB – 22.00 WIB

PT. Graha Travel & Tour mempunyai cabang-cabang perusahaan yang tersebar di daerah

Sumatera Utara, diantaranya adalah sebagai berikut :

• Pematang Siantar : JL.Sutomo No. 32 A SBC Telp.0622-22949

• Porsea : JL. Sisingamangaraja No. 98 Telp. 0632-341444

• Tarutung : JL. D.I. Panjaitan No.35 Telp. 0633-322344 • Dolok Sanggul : JL. Merdeka No.5 Telp. 0633-31999

(38)

27

• Balige : JL. Sisingamangaraja No. 47

3.2 Fasilitas Perusahan

Untuk memperlancar kegiatan operasional yang di lakukan oleh PT. Graha Travel & Tour ,

harus memiliki fasilitas-fasilitas yang menunjangnya. Dengan adanya kelengkapan fasilitas,

maka akan dapat mempermudah setiap pekerjaan sehingga akan menghasilkan kerja yang

optimal dan ”professional.”

Fasilitas yang terdapat di PT. Graha Travel & Tour ini cukup untuk dapat melakukan yang

baik.kegiatan operasional

Fasilitas tersebut yang telah di miliki oleh PT. Graha Travel & Tour diantaranya adalah

- Galileo Reservation

- 1 Unit Fax

- 14 Unit pesawat Telephone

- 14 Unit Mesin Komputer

- 1 Unit Mesin Printer

- 1 Unit Mesin absen Eletrik

- 4 Unit Air Conditioner (AC)

- 1 Unit Mesin Genset

- Ruang Tunggu

- Brosur

- Toilet

(39)

28 - Ruang Manager

- Ruang kasir

- Ruang Tiketing

- Ruang Paket Tour dan Reservasi Hotel

- Area Parkir

- Dan Lain lain,

3.3 Struktur Organisasi PT.Graha Travel & Tour

Menurut Stephan Edgar H. Schail (1997) organisasi adalah koordinasi sejumlah kegiatan

manusia yang direncanakan untuk mencapai suatu tujuan bersama melalui pembagian kerja,

fungsi manajemen, wewenang (authority ) dan tanggung jawab (responsibility).

Pembagian kerja merupakan hal yang sangat penting, karena pada dasarnya tugas yang

kompleks dan cukup banyak, tidak mungkin dilaksanakan hanya oleh satu orang saja.

Spesialisasi merupakan salah satu cara membuat orang semakin terampil.

Suatu tipe struktur organisasi diperlukan agar segala sesuatu dapat berjalan dengan baik.

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi.

Struktur organisasi menunjukan adanya pembagian kerja (devision of work) dan menunjukan

bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian,

pengawasaan, pengarahan dan pengawasan dikordinasikan, dan diimplementasikan bagaimana

(40)

29

Untuk mencapai tujuan organisasi ada empat fungsi manajemen yang dilaksanakan,

diantaranya :

1. Planning (perencanaan)

Perencanaan suatu tour biasanya dilakukan oleh seorang tour planner yang

banyak mengetahui aspek-aspek perjalanan dan parwisaisata secara keseluruhan baik

tentang objek dan daya tarik wisata (evant). Fasilitas yang digunakan seperti

pengangkutan, akomodasi hotel, makanan dan minuman.

2. Organizing (pengorganisasian)

Penyelenggaraan suatu tour yang diselenggarakan banyak bergantung pada kantor

cabang (branch office) atau perwakilan (representation ) yang bersangkutana dengan

tour yang dilaksanakan baik di dalam maupun di luar negeri. Setiap kantor mempunyai

tanggung jawab sesuai dengan rencana tour di wilayahnya. Dalam hal ini, kantor pusat

(head office) hanya bertindak sebagai koordinator saja, sedangkan pelaksanaanya

dilakukan oleh kantor cabang ( branch office ) di daerah.

3. Actuating (Pelaksanaan)

Penyelenggaraan suatu tour yang telah direncanakan harus sesuai dengan tour

itinerary atau daftar acara suatu tour, sebagai suatu tour daftar dan jadwal dengan

keterangan yang lengkap dan terperinci tentang pelaksanaan suatu tour. Sehingga dengan

Tour/Itinerary akan diperoleh gambaran secara menyeluruh tentang tour yang akan

(41)

30

melaksanakan tugasnya dalam membawa dan memberi guiding kepada semua peserta

tour.

4. Countroling ( pengawasan)

Pengawasan penyelenggaraan suatu tour dilakukan dengan membandingkan rencana dan

pelaksanaan, bila terjadi penyimpangan dari apa yang direncanakan, maka diarahkan kembali

agar sesuai dengan pertencanaan semula dengan melakukan chek and recheck in dalam

pelaksanaanya, oleh karena itu tour harus dilaksanakan serta konsekuen, sesuai dengan apa

yang tercantum dalam tour itinerary yang disusun khusus untuk dibagikan kepada setiap

anggota rombongan.

Oleh sebab itu, PT.Graha Travel & Tour memiliki struktur organisasi yang mempunyai

perbedaan fungsi atau kegiatan antara pimpinan dengan karyawan dan bagian-bagian lainnya

(42)

31

Struktur Organisasi

PT. Graha Travel & Tour

President Director

ADM Hotel Reservation

Ticketing Reservation Transportasi Staff

Tour Reservation

Chief Transport

Directress

Tour Opration

Secretaries

Executive Manager

(43)

32 3.4 Tugas dan Tanggung jawab Setiap departemen

1. Presiden Director

• Sebagai Capitalitor (pemilik modal

perusahaan)

• Menerima Laporan dari General Manager

mengenai perkembangan perusahaaan serta keuangan perusahaan

• Bertanggung Jawab sebagai penyandang

dana bila diperlukan perusahaan

2. Diretress

• Sebagai pemilik usaha sekaligus turut serta

mengendalikan opersional perusahaan

• Menerima laporan-laporan dari General

Manager

• Menganalisa perkembangan perusahaan

melalui neraca perusahaan

• Memberikan pengarahan kepada kepala

bagian atau seluruh pegawai

• Mengangkat dan memberhetikan pegawai

3. Secretary

(44)

33

• Mengatur file dan dokumen-dokumen

lainnya

• Bertindak sebagai perantara apabila ingin

mengadakn janji temu dengan director dan Managing Diractress

• Menjaga hubungan baik dengan

rekan-rekan director dan managing diretress

4. Exsecutive Manager

• Menerima laporan-laporan kegiatan

sehari-hari masing-masing pimpinan tiap departemen

• Mengevakuasi perkembangan perusahaan

• Bertanggung jawab kepada director dan

managing diretress

• Memberikan laporan-laporan kegiatan

perusahaan kepada director dan managing diretress

5. Tour Manager

• Mengevaluasi perkembangan departemen

tour

• Memberikan Laporan Kegiatan sehari-hari

kepada general manager

• Membuat kontacrate dan menjaga

(45)

34

• Memberikan bimbingan dan pengrahaan

kepada departemen tour & guide

6. Tour Reservation

• Mengopersikan perjalanan tour

• Membuat reservasi atas booking yang telah

dibuat

• Menjamin hubungan dengan mitra hotel,

airline dll

• Membuat daftar file untuk dokumen yang

telah dibuat

7. Adiministration

• Mengatur pembayaran dari tour departemen

• Mengeluarkan surat jalan tour guide

• Membuat rincian biaya perjalanan

• Membuat buku penerimaan pembayaran

untuk setiap invoice

• Bertanggung jawab kepada General

Manager atas semua pembayaran dan penerimaan biaya tour kepada pimpinan tour.

8. Chief Transportasi

(46)

35

• Bertanggung jawab kepada General

Manager atas segala oprasional transport

• Memberikan brieving kepada seluruh driver

dan asisten driver

• Membuat laporan penjualan sehari-hari dan

menjaga hubungan baik dengan consorsium transport

• Bertanggung jawab atas komplen

pelanggan pengguna transport

9. Transportation Staf

• Membuat reservation atas segala oprasional

permintaan transport

• Mengeluarkan surat jalan bagi driver yang

bertugas

• Membuat daftar harga dan inventaris

transport

• Membuat daftar penjualaan sehari-hari

10. Chief Tikecting

• Melayani pemebelian tiket

• Menyusun time table dan harga

• Membuat laporan penjualan sehari-hari

(47)

36

• Bertanggung jawab kepada General

Manager 11. Chief Hotel

• Menjual kamar hotel didalam dan luar

negeri

• Membuat daftar penjualan sehari-hari

• Mengadakan reservasi ke hotel-hotel

• Membuat kontracrate dengan mitra hotel

• Membina hubungan baik dengan pelangaan

12. Chief Acounting

• Membayar tagihan outlet departemen

• Bertanggung jawab kepada general

manager atas keberadaan finansial

• Menerima daily sales report dari seluruh

departemen

• Menyusun dan budget perusahaan

• Menyelesaikan biaya perpajakan

13. Administration

• Membuka seluruh laporan harian

penerimaan dan pengeluaran dari seluruh departement

• Bertanggung jawab kepada Chief

(48)

37

• Menyusun file penerimaan dan

pengeluaaran yang sudah dibayar

• Menjaga hubungan baik dengan mitra

bisnis.

BAB IV

STRATEGI PEMASARAN PAKET WISATA PADA BIRO PERJALANAN WISATA PT. GRAHA TRAVEL & TOUR

4.1 Peranan & Fungsi Pemasaran Paket Wisata di PT. Graha Travel & Tour

a. Peranan pemasaraan

Peranan pemasaran saat ini tidak hanya menyampaikan produk atau jasa hingga tangan

konsumen tetapi juga bagaimana produk atau jasa tersebut dapat memberikan kepuasan kepada

pelanggan dengan menghasilkan laba. Sasaran dari pemasaran adalah menarik pelanggan baru

dengan menjanjikan nilai superior, menetapkan harga menarik, mendistribusikan produk dengan

mudah, mempromosikan secara efektif serta mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan

(49)

38

Pemasaran dapat dilihat sebagai alat (tool) manajemen yang diharapkan dapat membantu

perusahaan mamputumbuh dan berkembang secara profesional. Pada dasarnya pemasaran sangat

erat kaitannya dengan kegiatan dalam memindahkan barang dan jasa (good and services), dari

produsen yang menghasilkannya ke tangan konsumen yang membutuhkannya, secara efisien,

menguntungkan dalam persaingan yang wajar.

Usaha produsen memindahkan barang dan jasa itu tujuannya adalah untuk memenuhi

kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) konsumen sehingga mereka memperoleh kepuasan

(satisfactions) mengkonsumsi apa yang dibeli. Jadi sebenarnya tugas produsen adalah memenuhi

kebutuhan dan keinginan serta menarik target pasar untuk melakukan pembelian

Kepuasan target pasar akan kebutuhan dan keinginan hendaknya dapat dipenuhi dengan

memberikan produk dan jasa yang betul-betul bermanfaat bagi konsumen dan itu pun hendaknya

di peroleh dengan harga yang wajar (the right price) dan diterimanya di tempat yang diinginkan.

b. Fungsi Pemasaran

Fungsi pemasaran adalah aktivitas-aktivitas, tindakan, pelaksanaan atau jasa-jasa yang

diberikan dalam penyalurran barang-barang dan jasa-jasa.

Fungsi pemasaran adalah :

1. Analisis Konsumen

Merupakan pengamatan dan evaluasai kebutuhan, hasrat dan keinginan konsumen.

(50)

39

konsumen, pengevaluasian strategi pemosisian pasar, pengambangan profil konsumen, dan

penentuan strategi segmentasi pasar yang optimal.

2. Penjualan Produk/Jasa

Penjualan meliputi banyak aktivitas pemasaran, seperti iklan, promosi penjualan,

publisitas, penjualan perorangan, manajemen tenaga penjualan, hubungan konsumen, dan

hubungan diler.

3. Perencanaan Produk dan Jasa

Perencanaan produk dan jasa meliputi berbagai aktivitas seperti uji pemasaran, pemosisian

produk dan merek, pemanfaatan garansi, pengemasan, penentuan pilihan produk, fitur produk,

gaya produk, kualitas produk, penghapusan produk lama, dan penyediaan layanan konsumen. Uji

pemasaran merupakan salah satu teknik perencanaan produk dan jasa yang paling efektif karena

uji pasar memungkinkan sebuah organisasi untuk menguji rencana-rencana pemasaran alternatif

dan meramalkan penjualan produk baru.

4. Penetapan Harga

Lima pemangku kepentingan (stakeholder) mempengaruhi keputusan penetapan harga (pricing):

konsumen, pemerintah, pemasok, distributor, dan pesaing.

5. Distribusi

Distribusi mencakup penggudangan, saluran-saluran distribusi, cakupan distribusi, lokasi tempat

(51)

40

ritel. Distribusi menjadi sangat penting ketika sebuah perusahaan berusaha menerapkan strategi

pengembangan pasar atau integrasi ke depan.

6. Riset Pemasaran

Riset pemasaran adalah pengumpulan, pencatatan dan penganalisisan data yang sistematis

mengenai berbagai persoalan yang terkait dengan pemasaran barang dan jasa. Aktivitas riset

pemasaran mendukung semua fungsi bisnis yang pokok dari sebuah organisasi.

7. Analisis Peluang

Analisis peluang melibatkan penilaian atas biaya, manfaat dan resiko yang terkait dengan

keputusan pemasaran. Tiga langkah yang diperlukan untuk membuat analisis biaya-manfaat

(cost-benefit analysis): (1) menghitung total biaya yang terkait dengan suatu keputusan, (2)

memperkirakan total manfaat dari keputusan tersebut dan (3) membandingkan total biaya dengan

manfaat. Apabila manfaat yang diharapkan melampaui total biaya, maka peluang itu menjadi

lebih menarik

4.2 Strategi Pemasaran Paket Wisata di PT. Graha Travel & Tour

Untuk mencapai sasaran pemasaran pada tingkat yang diinginkan,tentu diperlukan

(52)

41

tepat dalam mengatasi berbagai kesukaran dan persoalan yang mungkin dihadapi, baik yang

sumbernya dari dalam maupun luar perusahaan.

PT. Graha Travel & Tour tercatat sebagai anggota association of the Indonesia Travel

Agencies (ASITA), yaitu Asosiasi Biro Perjalanan Umum di Indonesia.PT. Graha Travel & Tour

melakukan strategi sebagai berikut :

1. Strategi Produk

Produk merupakan elemen penting dalam sebuah program pemasaran. Produk

dapat berupa barang dan jasa. Pengertian barang adalah suatu produk fisik yang berwujud

dan dapat diberikan pada pembeli serta melibatkan perpindahan kepemilikan dari penjual

ke pembeli. Sedangkan pengertian jasa menurut Phillip Kotler adalah setiap tindakan atau

unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak yang secara prinsip intangible dan

tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksi bisa terkait dan bisa juga

tidak terkait pada suatu produk fisik. Pembelian sebuah produk bukan hanya sekedar

untuk memiliki produk tersebut tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan

konsumen. Disamping memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, sebuah produk

juga memiliki nilai dan manfaat yang ditawarkan terutama bila produk yang dijual adalah

jasa.

2. Strategi Harga

Harga merupakan pengorbanan ekonomis untuk memperoleh produk atau jasa.

Selain itu harga salah satu faktor penting konsumen dalam mengambil keputusan untuk

melakukan transaksi atau tidak. Harga dikatakan mahal, murah atau biasa-biasa saja dari

(53)

42

dilatar- belakangi oleh lingkungan kehidupan dan kondisi individu. Strategi penentuan

harga sangat signifikan dalam pemberian value (nilai) kepada konsumen dan

mempengaruhi image produk, serta keputusan konsumen untuk membeli.

Pada prinsipnya, penetapan harga harus disesuaikan dengan strategi perusahaan

secara keseluruhan dalam menghadapi situasi dan kondisi yang selalu berubah untuk

mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Dalam hal penetapan harga jasa harus

menggunakan metode tertentu dan didasarkan atas pertimbangan permintaan konsumen,

biaya, harga pesaing dan beberapa faktor lain yang dianggap relevan. Pada penelitian ini,

variabel harga merupakan tarif/surcharge yang dibebankan atas biaya jasa pembuatan

jaminan proyek.

3. Strategi Promosi

Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada

konsumen atau pihak lain dalam saluran penjualan untuk mempengaruhi sikap dan

perilaku. Melalui periklanan suatu perusahaan mengarahkan komunikasi persuasif pada

pembeli sasaran dan masyarakat melalui media-media yang disebut dengan media massa

seperti koran, majalah, tabloid, radio, televisi dan direct mail. Strategi promosi jasa

asuransi dapat dilakukan dengan mengelola bukti, atau menyatakan yang tidak nyata

menjadi nyata. Yaitu dengan memberi bukti fisik dan citra pada penawaran abstrak jasa

asuransi itu sendiri. Oleh karenanya, sangat diperlukan pemasar professional di bidang

(54)

43

meyakinkan calon pelanggan/nasabah tentang ketidaknyataan jasa menjadi sesuatu yang

nyata dapat dibuktikan kebenarannya.

Metode-metode promosi PT. Graha Travel & Tour dalam melakukan kegiatan

promosi adalah :

a. Personal Selling

Personal selling dilakukan dengan cara face-to-face atau dapat juga melalui pesawat

telepon. Untuk melakukan ini BPW perlu menetapkan travel consultant yang fungsinya

melakukan penjualan. Sekarang dengan meningkatkannya persaingan, karywan BPW yang

akan ditunjuk selaku travel consultant perlu memiliki Custumer Service Skill ( kemampuan

melayani pelanggan), kualitas pelayanan yang diberikan karyawan mencerminkan image

BPW itu sendiri.

b. Advertising

Seperti halnya personl selling, iklan (advertising ) dapat digunakan untuk menyampaikan

informasi untuk melakukan bujukan pada potential customers untuk melakukan pembelian

produk-produk yang ditawarkan. Iklan ditunjukan kepada orang banyak atau dapat diatakan

bahwa iklan sebagai penjualan yang bersifat impersonal.

Ada beberapa macam media yang dapat digunakan untuk pemasangan iklan dalam oprasi

kegiatan suaatu BPW,di antaranya adalah : Koran, majalah, radio, TV, direct email, atau

window display. Tiap media memiliki kelebihan dan kelemahannya. Media mana yang akan

dipilih bergantung pada target pasar yang dituju, tujuan pemasaran atau promosi yang

dilakukan, tersedia anggaran untuk kegiatan promosi.

Biasanya, digunakan kombinasi media. Di samping iklan melalui Koran, juga melalui

(55)

44 c. Sales Promotion

Sales Promotion adalah aktivitas promosi selain iklan, personal selling, dengan tujuan

mendorong atau mempengaruhi pembeli atau pelanggan untuk melakukan pemebeli melalui

kegiatan : display, exhibition, show, demonstration dan kegiatan penjualan yang sifatnya

tidak rutin.

Tujuan sales promotion yang penting diantaranya adalah memperkenalkan produk baru,

meningkatkan frekuensi pemakaian, menambah persedian agen sebagai distributor, menarik

pelanggan baru, customer terhadap aktivitas promosi yang dilakukn para pesaing,

mengaktifkan penjualan diwaktu sepi (low season), membantu kelancaran tugas sales

executive melakukan pendekatan pelanggan potensial.

4. Strategi Pendekatan dengan Coustomer Agent

Melalui pendekatan perusahaan dapat meningkatkan penjualan paket wisata yang

ditawarkan. Karena coustemer agent mempromosikan kembaali kepada konsumen yang

mungkin akan lebih membutuhkan dan meningikan paket wisata tersebut.

5. Menggunakan marketing mix.

Bauran pemasaran ( marketing mix) untuk pertama kalinya dipelopori oleh Borden pada

tahun 1960-an, sedangkan penerapannya dalam industri pariwisata dan hospitalitati

dilakukan oleh MacCarthy ( Leo Renaghan : 1989) sehingga ia dikenal sebagai

MacCarthy’a Four PS. Empat P yang dimaksud adalah : product, price, place dan

(56)

45

a. Product : adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi

kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) konsumen. Dapat berwujud (tangible),atau

tidak berwujud (intangible) atau kombinasi keduanya dan didalam juga termasuk

pelayanan (services).

b. Price : adalah harga yang dijadikan dasar penawaran kepada konsumen, ditetapkan

sedemikian rupa sehingga menarik banyak konsumen dan bersaing dengan harga

yang ditetapkan oleh pesaing terhadap produk yang sama.

c. Place : adalah tempat dimana konsumen mencari informasi memperoleh penjelasan

atau melakukan pemebelian terhadap produk yang dibayarkan kepada konsumen

d. Promotion : adalah suatu cara menginformasikan atau memberitahukan kepada calon

pemebeli tetang produk yang ditawarkan dengan memberi tahukan tempat dimana

orang dapat melihat atau melakukan pemebelian pada inderight place and the right

time

e. People : adalah orang banyak sebagai calon pemebeli atau konsumen. Unsur ini tidak

bisa diabaiakan. Sebelum kita memproduksi suatu produk, kita harus melakukan riset

terlebih dahulu sesuai keinginan dan kebutuhan

f. Positioning : adalah suatu cara strategi promosi perusahan kita sehingga lebih dikenal

calon pelanggan.

4.3 Uraian Tugas & Tanggung Jawab Karyawan Pemasaran di PT. Graha Travel & Tour Seorang manajer pemasaran tidak hanya melihat kepada masa sekarang tetapi juga masa

(57)

46

manajer pemasaran harus dapat melihat kesempatan/peluang pemasaran yang ada,

merumuskannya menjadi sebuah program pemasaran dan menjalankannya.

Tugas Manajer Pemasaran adalah sebagai berikut :

1. Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap manajemen bagian pemasaran.

2. Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan

penggunaan dana promosi.

3. Manajer pemasaran sebagai koordinator manajer produk dan manajer penjualan.

4. Manajer pemasaran membina bagian pemasaran dan membimbing seluruh karyawan

dibagian pemasaran.

5. Manajer pemasaran membuat laporan pemasaran kepada direksi.

1.

a. Melakukan perencanaan strategi pemasaran dengan memperhatikan trend pasar

dan sumber daya perusahaan.

b. Merencanakan marketing research yaitu dengan mengikuti perkembangan pasar,

terutama terhadap produk yang sejenis dari perusahaan pesaing.

c. Melakukan perencanaan analisis peluang pasar.

d. Melakukan perencanaan tindakan antisipatif dalam menghadapi penurunan order.

e. Menyusun perencanaan arah kebijakan pemasaran.

f. Melakukan identifikasi dan meramalkan peluang pasar.

(58)

47

2.

a. Memimpin seluruh jajaran Departemen Marketing sehingga tercipta tingkat

efisiensi, efektivitas, dan produktivitas setinggi mungkin.

Menciptakan, menumbuhkan, dan memelihara kerja sama yang baik dengan

konsumen.

b. Merumuskan target penjualan.

c. Merumuskan standard harga jual dengan koordinasi bersama Direktur

Operasional serta Departemen terkait.

d. Menanggapi permasalahan terkait keluhan pelanggan jika tidak mampu ditangani

oleh bawahan.

e. Mengesahkan Prosedur dan Instruksi Kerja di Departemen Marketing.

f. Melakukan pengendalian terhadap rencana-rencana yang sudah disusun untuk

menjamin bahwa sasaran yang ditetapkan dapat terwujud, misalnya : volume

penjualan dan tingkat keuntungan.

g. Melakukan langkah antisipatif dalam menghadapi penurunan order.

h. Memberikan persetujuan kredit pelanggan dalam batas – batas yang wajar.

i. Melakukan demarketing jika terjadi overload produksi.

j. Melakukan analisa pelanggan yang mengalami kecenderungan kredit macet.

k. Melakukan analisa perilaku pasar / konsumen sebagai dasar dalam menentukan

kebijakan pemasaran.

l. Melakukan analisa Peraturan Pemerintah berkenaan dengan tata niaga kertas

(59)

48

m. Melakukan penilaian karya kepada Kepala Bagian Marketing.

n. Memantau potensi bawahan untuk dilakukan pembinaan sehingga menjadi lebih

baik.

o. Melakukan tugas – tugas lain yang ditetapkan oleh atasan sehubungan dengan

fungsi di Departemen Marketing.

3.

a. Melakukan pengawasan efisiensi dan efektivitas strategi pemasaran yang telah

ditetapkan.

b. Melakukan pengawasan efisiensi dan efektivitas kegiatan kerja di Departemen

Marketing.

4.

a. Bertanggung jawab terhadap strategi pemasaran yang telah disusun.

b. Bertanggung jawab atas efisiensi dan efektivitas kerja di Departemen Marketing.

c. Bertanggung jawab dalam membina hubungan baik dengan konsumen.

d. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas-tugasnya kepada Direktur

Operasional.

e. Bertanggung jawab atas konsistensi pelaksanaan prosedur yang berlaku di bagian

marketing dan melakukan analisa atas efisiensi prosedur tersebut.

f. Bertanggung jawab atas kedisiplinan kerja bawahan sesuai dengan ketentuan

Referensi

Dokumen terkait

Tugas akhir ini bertujuan untuk menjelaskan tentang strategi pemasaran paket wisata di Biro Perjalanan Electra Wisatadalam: 1) upaya untuk memasarkan dan menjual produk

Dari data yang telah diperoleh selama pengamatan di Pelangi Wisata. Dapat disimpulkan bahwa jasa pelayanan yang ditawarkan Biro Perjalanan Pelangi Wisata kepada

Oleh karena itu, penulis mengangkat judul “Bahasa Inggris sebagai Sarana untuk Mempromosikan Paket Wisata pada Biro Perjalanan Wisata Pyramid Tour &

Oleh karena itu, penulis mengangkat judul “Bahasa Inggris sebagai Sarana untuk Mempromosikan Paket Wisata pada Biro Perjalanan Wisata Pyramid Tour & Travel

Perjalanan adalah bisnis pelayanan dan ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain dan juga pada cara bagaimana mengangkut

Biro Perjalanan Wisata umumnya mempunyai aktivitas yang bergerak dalam produk jasa yang menghubungkan antara industri pariwisata dengan konsumen dalam penyedia fasilitas

Fungsi Umum : Dalam hal ini biro perjalanan wisata merupakan suatu badan usaha yang dapat memberikan penerangan atau informasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan

Sering dengan itu, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang memahami dan menguasai kompetensi terhadap ilmu pengetahuan wawasan yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas