DENGAN KURIKULUM PROGRAM STUDI
MUAMALAT (EKONOMI ISLAM)
Skripsi
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan (S.IP)
Oleh :
Siti Nurrochmah
NIM : 1110025000069
JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN
FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
Dengan ini saya menyatakaan bahwa :
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli yang diajukan untuk memenuhi salah
satu persyaratan memperoleh gelar Strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau
merupakan hasil jiplakan dari hasil orang lain, saya bersedia menerima sanksi
yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, September 2014
i
Siti Nurrochmah
Relevansi Koleksi Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum dengan Kurikulum Program Studi Muamalat (Ekonomi Islam)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang tingkat relevansi koleksi pada Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum dengan silabus program studi Muamalat (Ekonomi Islam) berdasarkan kelompok mata kuliah, berdasarkan konsentrasi/peminatan, berdasarkan bahasa, tingkat kemutakhiran sumber referensi yang terdapat dalam silabus, dan tingkat variasi sumber-sumber referensi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan jenis metode deskriptif analisis dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Sedangkan teknik dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik checking-list merupakan teknik pencocokan dengan menggunakan suatu daftar yang berisi judul-judul yang direkomendasikan dalam suatu bidang yang dicek dengan koleksi perpustakaan untuk menentukan berapa dari judul-judul yang didaftar dimiliki perpustakaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yakni seluruh referensi yang terdapat dalam silabus program studi Muamalat (Ekonomi Islam) yang terdiri dari Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB), Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), dan Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) yang secara resmi dan terdaftar di dalam program studi Muamalat (Ekonomi Islam) dalam Kurikulum 2011 Rumpun Ilmu Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Total keseluruhan referensi yang akan dicocokan keberadaannya di dalam OPAC perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum berjumlah 479 referensi. Dari sejumlah referensi tersebut, setelah didaftar didapatkan hanya 399 judul dari keseluruhan silabus pada program studi Muamalat (Ekonomi Islam).
Hasil penelitian menunjukkan secara umum, koleksi perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum sebagian besar (54,69 %) relevan dengan kurikulum pada program studi Muamalat (Ekonomi Islam). Rata-rata tingkat relevansi koleksi berdasarkan konsentrasi/peminatan dengan ketersediaan koleksi yang ditemukan di OPAC adalah 64,83 %. Koleksi referensi berbahasa Indonesia memiliki tingkat relevansi yang lebih tinggi yaitu 64,17 % dibandingkan dengan koleksi referensi berbahasa Inggris dan berbahasa Arab. Tingkat kemutakhiran sumber-sumber referensi perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum hampir setengahnya terbitan tahun dengan rentang 1991-2000 dan rentang tahun 2001-2010 dengan prosentase 28,21 % berbanding 43,57 %. Dan tingkat variasi sumber referensi tertinggi yaitu hampir seluruhnya atau 90,97 % adalah buku.
ii
Puji dan syukur kehadirat Illahi Robbi, yang telah memberikan nikmat,
hidayah dan inayahnya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan
baik. Sholawat serta salam semoga dilimpahkan kepada baginda Nabi
Muahammad SAW. yang telah membawa umatnya dari kegelapan hingga terang
benderang yang penuh cahaya hidayah, juga kepada keluarga dan para
sahabatnya, semoga kami semua mendapatkan syafaatnya di hari kiamat nanti,
aamiin.
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dan memberikan dukungan baik moril maupun materiil terhadap
penulis. Ucapan terima kasih sedalam-dalamnya penulis sampaikan kepada :
1. Bpk. Prof. Dr. Oman Fathurahman, M. Hum, selaku Dekan Fakultas Adab
dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bpk. Pungki Purnomo, MLIS, selaku Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan.
3. Bpk. Mukmin Suprayogi, M.Si, selaku Seketaris Jurusan Ilmu
Perpustakaan.
4. Ibu Ulpah Andayani, M.Hum, selaku dosen pembimbing penulis yang
membantu, mengarahkan, dan menuntun penulis untuk dapat
menyelesaikan skripsi ini.
5. Seluruh Bapak dan Ibu dosen jurusan Ilmu Perpustakaan yang telah
mencurahkan ilmunya untuk masa depan penulis.
6. Ibu Lilik Istiqoriyah, M.Hum, selaku Dosen UIN Jakarta dan Kepala
iii
segala motivasi dan informasi yang Ibu berikan kepada penulis.
7. Orang tuaku Bapak Slamet Suryanto dan Mama Muslikha yang senantiasa
memberikan dorongan penuh serta doa ikhlas dalam sepanjang hidupku,
semoga Allah selalu melindungi Bapak dan Mama sepanjang masa.
8. Adikku tercinta Muhamad Riski Sudrajat dan Raffi Mulya Ramadhan,
terima kasih canda tawa kalian menjadi semangat tersendiri bagi kakak.
9. Seluruh keluarga besar penulis. Terima kasih atas segala perhatian,
dukungan dan doanya yang diberikan selama ini, semoga Allah akan
memberikan balasannya atas kebaikan kalian selama ini.
10. Terima kasih pula kepada teman-teman penulis Rinda, Agista, Ludfia,
Nurun, Winda, Vidi, Syifa, Vida, Irma, Tiwi, Intan, Dian, dan seluruh
teman-teman Jurusan Ilmu Perpustakaan 2010 terutama IPIC, yang
sama-sama berjuang untuk menyelesaikan skripsinya.
11. Seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi
ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, namun tidak
mengurangi rasa hormat penulis.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena
itu saran dan kritik sangat penulis perlukan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat
bagi kita semua, aamiin.
Ciputat, 08 September 2014
iv
ABSTRAK ...i
KATA PENGANTAR ...ii
DAFTAR ISI ...iv
DAFTAR TABEL ...viii
DAFTAR GAMBAR ...ix
DAFTAR LAMPIRAN ...x
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...1
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah ...5
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ...6
D. Metode Penelitian 1. Jenis dan Pendekatan Penelitian ...7
2. Sumber Data a. Data Primer ...7
b. Data Sekunder ...8
3. Populasi dan Sampel ...8
4. Teknik Pengumpulan data a. Checking-List ...9
b. Studi Dokumentasi ...9
5. Teknik Analisis Data ...9
E. Daftar Istilah ...11
F. Sistematika Penulisan ...11
BAB II TINJAUAN LITERATUR A. Perpustakaan Perguruan Tinggi ...14
1. Pengertian Perpustakaan Perguruan Tinggi ...14
2. Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi ...15
3. Tugas Perpustakaan Perguruan Tinggi ...17
v
2. Fungsi Koleksi Perpustakaan ...21
3. Jenis Koleksi Perpustakaan ...22
4. Standar Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi ...24
5. Pengadaan dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi ...25
a. Pengadaan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi ...25
b. Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi ...26
C. Kurikulum dan Silabus ...29
1. Kurikulum ...29
a. Pemgertian Kurikulum ...29
b. Komponen Kurikulum ...30
2. Silabus ...31
D. Relevansi Koleksi Perpustakaan dengan Kurikulum ...33
1. Ketersediaan Koleksi Perpustakaan ...33
2. Relevansi Koleksi Perpustakaan dengan Kebutuhan Informasi Pemustaka ...34
3. Relevansi Koleksi Perpustakaan dengan Kurikulum ...34
E. Penelitian Terdahulu ...36
BAB III GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM A. Sejarah Singkat Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum ...40
B. Visi, Misi dan Fungsi Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum ...41
1. Visi Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum ...41
vi
C. Struktur Organisasi Perpustakaan Fakultas Syariah ...43
D. Layanan Perpustakaan ...44
1. Sistem Layanan ...44
2. Jenis Layanan ...44
3. Jam Layanan ...46
E. Koleksi Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum ...46
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian ...49
1. Populasi dan Sampel ...49
2. Teknik Pengolahan Data ...50
B. Hasil Penelitian ...51
1. Data Mata Kuliah ...51
2. Data Ketersesiaan Koleksi ...55
a. MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian) ...55
b. MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat) ...56
c. MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan) ...57
d. MKK Konsentrasi Perbankan Syariah ...59
e. MKK Konsentrasi Asuransi Syariah ...60
f. MKK Konsentrasi Manajemen Zakat dan Wakaf ...62
g. Mata Kuliah Pilihan ...63
h. MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya) ...64
vii
atau Kelompok Mata Kuliah ...66 2. Tingkat Relevansi Koleksi Berdasarkan
Konsentrasi Program Studi Muamalat (Ekonomi
Islam) ...67 3. Tingkat Relevansi Koleksi Berdasarkan Bahasa ...69
a. Relevansi Koleksi Berdasarkan Bahasa
Indonesia ...70 b. Relevansi Koleksi Berdasarkan Bahasa
Inggris ...71 c. Relevansi Koleksi Berdasarkan Bahasa Arab ...72 4. Tingkat Kemutakhiran dan Variasi Sumber-sumber Referensi ...74 a. Tingkat Kemutakhiran Sumber-sumber
Referensi ...74 b. Tingkat Variasi Sumber-sumber Referensi ...75
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ...78 B. Saran ...79
DAFTAR PUSTAKA ...81
LAMPIRAN
viii
1. Tabel 1 Pembagian Tugas Dalam Struktur Organisasi ...43
2. Tabel 2 Jadwal Layanan Perpustakaan ...46
3. Tabel 3 Daftar Mata Kuliah dan Jumlah Referensi ...52
4. Tabel 4 KetersediaanKoleksi MPK ...55
5. Tabel 5 Ketersediaan Koleksi MBB ...56
6. Tabel 6 Ketersediaan Koleksi MKK ...57
7. Tabel 7 Ketersediaan Koleksi MKK Konsentrasi Perbankan Syariah ...59
8. Tabel 8 Ketersediaan Koleksi MKK Konsentrasi Asuransi Syariah ...61
9. Tabel 9 Ketersediaan Koleksi MKK Konsentrasi Manajemen Zakat dan Wakaf ...62
10. Tabel 10 Ketersediaan Koleksi Mata Kuliah Pilihan ...63
11. Tabel 11 Ketersedian Koleksi MPB ...65
12. Tabel 12 Relevansi Koleksi dengan Kelompok Mata Kuliah ...66
13. Tabel 13 Relevansi Koleksi Berdasarkan Konsentrasi Program Studi Muamalat ...67
14. Tabel 14 Relevansi Koleksi Berdasarkan Bahasa ...69
15. Tabel 15 Relevansi Koleksi Berdasarkan Bahasa Indonesia ...70
16. Tabel 16 Relevansi Koleksi Berdasarkan Bahasa Inggris ...71
17. Tabel 17 Relevansi Koleksi Berdasarkan Bahasa Arab ...72
18. Tabel 18 Rata-rata Tingkat Relevansi Koleksi Berdasarkan Bahasa ...73
19. Tabel 19 Tingkat Kemutakhiran Sumber-sumber Referensi ...74
ix
1. Gambar 1 Struktur Organisasi Perpustakaan Fakultas Syariah
x
1. Lampiran 1 Daftar Judul-judul Sumber Referensi Program Studi Muamalat (Ekonomi Islam)
2. Lampiran 2 Kurikulum 2011 Program Studi Muamalat (Ekonomi Islam) 3. Lampiran 3 Pengajuan Dosen Pembimbing Skripsi
4. Lampiran 4 Surat Tugas Menjadi Pembimbing 5. Lampiran 5 Surat Penggantaian Judul Skripsi 6. Lampiran 6 Surat Izin Penelitian
1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keberadaan perguruan tinggi sebagai salah satu wadah dalam
peningkatan sumber daya manusia dibidang pendidikan adalah suatu kenyataan
yang tidak terbantahkan. Perguruan tinggi sebagai salah satu institusi yang
berperan memajukan pembangunan bangsa memerlukan sebuah sarana pusat
informasi dan dokumentasi sebagai sumber belajar yang dikelola secara baik,
mudah, cepat dan tepat.
Seperti yang tertuang dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi dalam
Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 pasal 42, yang menyatakan bahwa setiap
satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas,
ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang
perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, untuk menunjang proses
pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.1
Dari peraturan pemerintah tersebut dapat diartikan bahwa disetiap satuan
pendidikan tinggi harus menyediakan pusat sumber belajar berupa perpustakaan
sebagai pendukung proses pembelajaran sekaligus sebagai pusat informasi
akademik. Perpustakaan adalah jantung perguruan tinggi, oleh karena itu
keberadaannya mutlak diperlukan.
1
Perpustakaan perguruan tinggi pada umumnya mengembangkan berbagai
bidang ilmu dan bidang informasi studi secara lebih mendalam, yang dapat
mendukung terpenuhinya kebutuhan informasi akademik yang dibutuhkan oleh
sivitas akademika di lingkungan perguruan tinggi tersebut. Seperti yang
disampaikan oleh Pawit, perpustakaan perguruan tinggi berfungsi sebagai pusat
informasi yang sesuai dengan program perguruan tinggi bersangkutan, yaitu
program akademik-ilmiah yang telah tertuang ke dalam kurikulumnya secara
keseluruhan.2
Sebagai pusat informasi, maka salah satu unsur yang harus ada di
perpustakaan perguruan tinggi adalah koleksi. Tanpa adanya koleksi yang baik
dan memadai maka perpustakaan tidak akan memberikan pelayanan yang baik
kepada pemustaka yang dilayaninya.
Penyediaan koleksi perguruan tinggi mencakup penyediaan
sumber-sumber informasi terkait materi mata kuliah, disiplin ilmu, dan materi pendukung
bagi jurusan, program studi yang dinaungi oleh perguruan tinggi tersebut sesuai
dengan kurikulum yang berlaku.
Dalam satu sumber dijelaskan bahwa, pengertian kurikulum adalah
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.3 Kurikulum menentukan isi dan sistem pengajaran yang secara langsung menentukan bekal
pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki mahasiswa. 2
Pawit M. Yusup dan Priyo Subekti,Teori dan Praktik Penelusuran Informasi (Information Retrieval)(Jakarta : Kencana, 2010), h.20.
3
Dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka, perpustakaan
melakukan pemilihan dan pengadaan koleksi dengan melihat kesesuaian koleksi
tersebut dengan kurikulum yang berlaku di suatu perguruan tinggi. Kesesuaian
koleksi tersebut dimaksudkan agar koleksi yang tersedia mampu memenuhi
kebutuhan pemustaka seperti dosen, mahasiswa, dan peneliti. Terpenuhinya
koleksi yang relevan tersebut dapat difasilitasi oleh pustakawan, dikarenakan
pustakawan mempunyai kemampuan untuk mengetahui tentang sumber-sumber
informasi. Salah satu cara pustakawan mengetahui sumber informasi tersebut
yaitu melalui daftar sumber pustaka yang terdapat dalam silabus dari setiap
jurusan yang ada dalam fakultas.
Untuk mendukung terpenuhinya kebutuhan koleksi yang sesuai dengan
kurikulum tersebut, perlu dilakukan kerja sama yang harmonis antara dosen,
peneliti serta mahasiswa. Dan dalam rangka memenuhi kebutuhan umum maupun
individual sebagai persiapan tugas-tugas atau penelitian peneliti dan mahasiswa.
Dari penjelasan di atas, perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
dalam memenuhi kebuutuhan pemustakanya yaitu dengan menerapkan sistem
desentralisasi perpustakaan. Perpustakaan Utama dirancang sebagai “perpustakaan
riset” (Research Library) dan perpustakaan Fakultas yang dirancang sebagai
“Perpustakaan kerja” (Working Library).Fungsi dari perpustakaan fakultas adalah
mendukung kebutuhan studi pemustaka fakultas yang bersangkutan. Salah satu
perpustakaan fakultas yang dimiliki UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah
Dengan demikian perpustakaan fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta yang merupakan perpustakaan kerja, seyogyanya dapat
memenuhi kebutuhan internal pemustaka dalam bidang ilmu-ilmu syariah,
ekonomi syariah dan hukum, khususnya mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan
informasi dalam menunjang proses belajar mengajar.
Berdasarkan pengamatan awal penulis menunjukkan bahwa, koleksi
perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum bidang Muamalat (Ekonomi Islam)
yang sudah ada masih belum sesuai dengan kebutuhan informasi pemustaka. Hal
ini terlihat dari pemustaka program studi Muamalat dalam mencari kebutuhan
informasinya yaitu dengan mengakses ke perpustakaan di luar perpustakaan
Fakultas Syariah dan Hukum, oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti
penyebab terjadinya pemustaka mencari informasi di luar perpustakaan. Apakah
koleksi yang diadakan di perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum sudah
mengacu pada kurikulum program studi Muamalat (Ekonomi Islam), dan
faktor-faktor apa yang mempengaruhi ketidaksesuaian koleksi perpustakaan Fakultas
Syariah dan Hukum dengan kurikulum program studi Muamalat (Ekonomi
Islam)?
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis tertarik untuk
membahas tentang kesesuaian antara kurikulum dengan bahan pustaka
perpustakaan. Untuk itu penulis menuangkannya dalam sebuah penelitian skripsi
sebagai tugas akhir dari perkuliahan, yang berjudul:
“Relevansi Koleksi Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum dengan
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
Untuk menghindari penafsiran yang lebih luas, dan agar penelitian ini
memberikan hasil yang maksimal, maka penulis membatasi masalah penelitian
sebagai berikut :
1. Silabus yang akan diteliti hanya silabus mata kuliah dari Program Studi
Muamalat (Ekonomi Islam)
2. Perpustakaan yang dijadikan tempat penelitian adalah Perpustakaan
Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Adapun untuk mempermudah pelaksanaan penelitian ini, secara umum
penulis ingin mengetahui bagaimana tingkat relevansi koleksi perpustakaan
Fakultas Syariah dan Hukum yang sudah ada dengan kurikulum dan silabus
program studi Muamalat (Ekonomi Islam). Berikut penulis merumuskan beberapa
pertanyaan penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana tingkat relevansi koleksi perpustakaan Fakultas Syariah dan
Hukum dengan kurikulum dan silabus program studi Muamalat (Ekonomi
Islam) berdasarkan kelompok mata kuliah?
2. Bagaimana tingkat relevansi koleksi perpustakaan Fakultas Syariah dan
Hukum dengan kurikulum dan silabus program studi Muamalat (Ekonomi
Islam) berdasarkan konsentrasi/peminatan dari program studi Muamalat?
3. Bagaimana tingkat relevansi koleksi perpustakaan Fakultas Syariah dan
Hukum dengan kurikulum dan silabus program studi Muamalat (Ekonomi
4. Bagaimana tingkat kemutakhiran sumber-sumber referensi yang terdapat
di dalam silabus?
5. Bagaimana tingkat variasi sumber-sumber referensi yang digunakan?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penulisan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Untuk memperoleh gambaran tentang tingkat relevansi koleksi pada
Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum dengan silabus program studi
Muamalat (Ekonomi Islam) berdasarkan kelompok mata kuliah.
2. Untuk memperoleh gambaran tentang tingkat relevansi koleksi pada
Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum dengan silabus program studi
Muamalat (Ekonomi Islam) berdasarkan konsentrasi/peminatan dari
program studi Muamalat.
3. Untuk memperoleh gambaran tentang tingkat relevansi koleksi pada
Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum dengan silabus program studi
Muamalat (Ekonomi Islam) berdasarkan bahasa.
4. Untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kemutakhiran
sumber-sumber referensi yang terdapat di dalam silabus.
5. Untuk memperoleh gambaran tentang tingkat variasi sumber-sumber
referensi yang digunakan.
Manfaat penelitian ini adalah :
1. Dapat dijadikan bahan masukan kepada perpustakaan Fakultas Syariah dan
2. Dapat menambah wawasan dalam hal penelitian, khususnya bagi penulis.
3. Memperkaya khazanah literatur dalam pengembangan koleksi kepada
Jurusan Ilmu Perpustakaan.
D. Metode Penelitian
1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam peneletian ini adalah deskriptif
analisis yakni untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu
gejala atau fenomena.4 Sedangkan menurut Prasetya, penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan mendeskripsikan atau menjelaskan sesuatu hal seperti
apa adanya.5
Pemilihan pendekatan penelitian disesuaikan dengan jenis penelitian yang
dipergunakan, pada kesempatan ini pendekatan penelitian yang akan
dipergunakan adalah pendekatan kuantitatif, karena pendekatan kuantitatif dapat
mengambil sumber data yang mampu disuguhkan dalam bentuk angka-angka.
Sumber data yang demikian akan menguntungkan di dalam pekerjaan analisis,
karena lebih bersifat objektif.6
2. Sumber Data
a. Data Primer
Data primer yaitu data yang diambil langsung, tanpa perantara, dari
sumbernya. Dalam hal ini data primer yang diambil adalah data yang bersumber
4
Bambang Prasetyo dan Lino Miftahul Jannah, Metode Penelitian Kuantitatif : Teori dan Aplikasi (Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2008), h. 42.
5
Prasetya Irawan.Logika dan Prosedur Penelitian(Jakarta : STIA-LAN, 1999), h.60. 6
dari jumlah judul-judul bahan pustaka yang ada dalam silabus program studi
Muamalat (Ekonomi Islam) dan dimiliki perpustakaan.
b. Data Sekunder
Dalam penelitian ini, data sekunder yang dimaksud adalah data tercetak
maupun data elektronik yang berkaitan dengan tema penelitian tentang
kerelevanan bahan pustaka dengan kurikulum.
3. Populasi dan Sampel
Populasi adalah jumlah keseluruhan unit analisis, yaitu objek yang akan
diteliti.7 Dalam penelitian ini yang menjadi populasi yaitu seluruh referensi yang terdapat dalam silabus program studi Muamalat (Ekonomi Islam).
Sedangkan yang dimaksud dengan sampel yaitu bagian dari populasi yang
diambil melalui cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan
lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.8 Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yakni penentuan sampel menggunakan
seluruh anggota populasinya.9 Dengan demikian, maka peneliti mengambil sampel dari seluruh referensi yang terdapat dalam silabus program studi
Muamalat (Ekonomi Islam). Yang terdiri dari Mata Kuliah Pengembangan
Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MPB), Mata
Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya
(MKB), dan Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) yang secara resmi dan
terdaftar di dalam program studi Muamalat (Ekonomi Islam) baik yang bersifat
7
Irawan Suhartono.Metode Penelitian Sosial (Bandung : Remaja Rosda Karya, 2000),h.35. 8
M.Iqbal Hasan, Pokok-pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensif) (Jakarta : Bumi Aksara, 2005), h. 84.
9
wajib maupun pilihan yang tercantum dalam Kurikulum 2011 Rumpun Ilmu
Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Teknik Pengumpulan Data
a. Checking-List
Teknik checking-list merupakan teknik pencocokan dengan menggunakan
suatu daftar yang berisi judul-judul yang direkomendasikan dalam suatu bidang
yang dicek dengan koleksi perpustakaan untuk menentukan berapa dari
judul-judul yang didaftar dimiliki perpustakaan.10
Pencarian data ini berupa pemeriksaan langsung silabus melalui Online
Public Accsess Catalogue (OPAC) perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum,
dengan cara mencocokan dan memeriksa apakah judul-judul yang ada dalam
silabus dimiliki oleh perpustakaan.
b. Studi Dokumentasi
Yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan,
transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan
sebagainya dan dapat menggunakan alat bantu berupa daftar pengecekan.11
5. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini, penulis melakukan langkah-langkah pengolahan data
sebagai berikut :
a. Tahap pengumpulan sampel. Mengakses data dari Perpustakaan Fakultas
Syariah dan Hukum tentang daftar silabus mata kuliah program studi
10
Lancaster, If You Want to Evaluate Your Library(London :Library Association, 1988), h.21.
11
Muamalat (Ekonomi Islam) dan mencetak silabus yang akan dijadikan
bahan penelitian.
c. Tahap pengelompokan. Semua kelompok mata kuliah MPK, MBB, MKK,
MKB, dan MPB dikelompokkan menjadi satu dalam sebuah tabel.
d. Tahap pencocokan. Mengadakan pengecekan langsung ketersediaan
judul-judul yang terdapat pada silabus tersebut ke katalog online perpustakaan
Fakultas Syariah dan Hukum.
e. Tahap tabulasi. Dalam tahap ini data yang telah disusun dan dihitung
tersebut, selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel-tabel. Data dalam
bentuk tabel yang telah diperoleh akan dihitung dengan rumus sebagai
berikut :
P = x 100%
Keterangan :
P = Prosentase
F = Frekuensi yang sedang dicari prosentasinya (jumlah data yang disitir)
N = Banyaknya individu (number of case)12
Selanjutnya hasil prosentase yang terdapat dalam tabel-tabel penelitian ini
akan ditafsirkan menjadi13:
0 % = Tidak ada satupun
1% - 25% = Sebagian kecil
12
Anas Sudijiono, Pengantar Statistik Pendidikan (Jakarta : RajaGrafindo Pustaka, 1997),h.41.
13
26% -49% = Hampir setengahnya
50% = Setengahnya
51% - 75% = Sebagian besar 76% - 99% = Hampir seluruhnya
100% = Seluruhnya
f. Data yang telah diprosentasekan tersebut kemudian disajikan dalam bentuk
tabel frekuensi, berdasarkan tabel yang dibuat itu kemudian dilakukan
analisis data yang akan dijabarkan secara deskripstif.
E. Definisi Istilah
Relevansi adalah hubungan kesesuaian bahan pustaka yang dimiliki oleh
Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum dengan kurikulum. Program Studi
Muamalat (Ekonomi Islam).
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi, dan bahan pelajaran program studi Muamalat (Ekonomi Islam) serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan.
Koleksi adalah semua bahan yang dikumpulkan, diolah, dan disimpan
untuk disebarluaskan kepada pemustaka perpustakaan Fakultas Syariah dan
Hukum guna memenuhi kebutuhan mereka.
F. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan penulis dan demi mencapai pembahasan yang bersifat
kronologis sehingga memudahkan proses pemahaman isi, maka penulis
BAB I Pendahuluan
Pada bab ini menjelaskan latar belakang maslah, pembatasan dan perumusan
masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, definisi istilah dan
sistematika penulisan.
BAB II Tinjauan Pustaka
Dalam bab ini dipaparkan mengenai definisi, fungsi, tugas dan tujuan
perpustakaan perguruan tinggi, pengertian koleksi, jenis koleksi perpustakaan,
standar koleksi perpustakaan perguruan tinggi, pengembangan koleksi
perpustakaan perpustakaan tinggi, pengertian kurikulum, pengertian silabus,
relevansi koleksi dengan kurikulum.
BAB III Gambaran Umum
Bab ini berisi latar belakang perpustakaan yang menjadi objek penelitian
penulis yakni Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum UIIN Syarif
Hidayatullah Jakarta yang mencakup sejarah singkat, visi, misi dan fungsi,
struktur organisasi, koleksi perpustakaan, metode pembinaan dan
pengembangan koleksi.
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab ini memaparkan hasil penelitian, pada bagian ini akan diuraikan hal-hal
tentang : relevansi bahan pustaka, kerjasama antara pustakawan dengan dosen
dalam pengembangan bahan pustaka perpustakaan, serta Upaya mengatasi
hambatan yang dialami perpustakaan dalam pengembangan bahan pustaka
Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum dengan jurusan Muamalat
BAB V Penutup
Dalam bab ini penulis memaparkan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian
yang telah dilakukan yang didukung dengan referensi yang digunakan. Penulis
juga berusaha memberikan saran yang sekiranya bermanfaat untuk
pengembangan perpustakaan yang bersangkutan berdasarkan dari hasil
14
TINJAUAN LITERATUR
Tinjauan literatur merupakan kerangka, konsep atau orientasi untuk
melakukan analisis dan klasifikasi fakta yang dikumpulkan dalam penelitian yang
dilakukan. Tinjauan literatur meliputi pengidentifikasian secara sistematis,
penemuan, dan analisis dokumen-dokumen yang memuat informasi yang
berkaitan dengan masalah penelitian.
A. Perpustakaan Perguruan Tinggi
Perpustakaan senantiasa memberikan pelayanan yang relevan dan sesuai
dengan kebutuhan pemustakanya. Salah satu jenis perpustakaan adalah
perpustakaan perguruan tinggi, dimana perpustakaan perguruan tinggi menduduki
peran penting dalam mendukung seluruh kegiatan sivitas akademika di perguruan
tinggi yang dinaunginya.
1. Pengertian Perpustakaan Perguruan Tinggi
Anita, mendefinisikan “Perpustakaan perguruan tinggi adalah
perpustakaan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan tinggi yang
layanannya diperuntukkan bagi sivitas akademika perguruan tinggi yang
bersangkutan”.14
Menurut Abdul Rahman Saleh, “Perpustakaan perguruan tinggi merupakan sub-sistem dari suatu perguruan tinggi. Artinya, perpustakaan perguruan tinggi merupakan unsur penunjang bagi suatu perguruan tinggi yaitu pendidikan atau teaching, penelitian atau reasearch, dan pengabdian pada masyarakat atau dikenal dengancooperative extention. Karena peran perpustakaan sebagai unsur penunjang Tri Dharma perguruan tinggi, maka
perpustakaan perguruan tinggi sering disebut sebagai jantungnya perguruan tinggi”.15
Sedangkan menurut Pedoman Umum Pengelolaan Koleksi Perpustakaan
Perguruan Tinggi, perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang
berada dalam suatu pergruruan tinggi dan merupakan unit yang menunjang
perguruan tinggi yang bersangkutan dalam mencapai tujuannya.16
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan perguruan
tinggi adalah sarana penting untuk menambah ilmu dan wawasan bagi dunia
pendidikan dengan turut melaksanakan tri dharma perguruan tinggi dengan cara
memberikan pelayanan informasi kepada pemustaka sesuai dengan visi dan misi
dari perguruan tinggi tersebut.
2. Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi
Perpustakaan perguruan tinggi juga mempunyai fungsi sebagai pusat
pelayanan informasi khususnya informasi bagi pemustaka. Seperti yang telah
dijabarkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan UU 43
tahun 2007, dinyatakan bahwa fungsi perpustakaan perguruan tinggi adalah
sebagai berikut :
a. Sumber belajar
Sebagai salah satu pusat sumber belajar, maka perpustakaan perguruan tinggi harus dilengkapi oleh koleksi bahan perpustakaan
b. Penelitian
Sebagaimana diketahui salah satu tri dharma perguruan tinggi adalah penelitian. Maka perpustakaan diharuskan untuk menyediakan sumber informasi berupa koleksi jurnal ilmiah yang lengkap serta selalu mutakhir.
15
Abdul Rahman Saleh.Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi(Jakarta : Universitas Terbuka, 1995), h.13.
16
c. Deposit internal perguruan tinggi
Sebagai penghasil karya ilmiah, maka perguruan tinggi harus melakukan penyimpanan dan pemeliharaan terhadap karya-karya ilmiah tersebut. Maka fungsi perpustakaan adalah mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan mendayagunakan kepada pemustaka yang membutuhkannya.
d. Pusat pelestarian informasi
Fungsi ini ada kaitannya dengan fungsi ketiga yaitu sebagai deposit. Perpustakaan harus memelihara informasi dengan cara melakukan alih media dari koleksi tercetak menjadi koleksi digital. Hal ini dilakukan dalam upaya menjamin agar informasi yang dimilikinya dapat terpelihara dari kerusakan, kehilangan, dan lebih mudah dilayankan. e. Pusat jejaring bagi civitas akademika di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam melengkapi kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pemustakanya, perpustakaan harus menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain, atau bahkan dengan lembaga lain17.
Menurut Nera yang dikutip oleh Wishnu Hardi, Perpustakaan perguruan
tinggi berfungsi untuk menyediakan informasi yang diperlukan oleh lembaga
induknya untuk mendukung kegiatan riset dan akademik18.
Sejalan dengan itu, menurut Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan
Tinggi, sebagai unsur penunjang perguruan tinggi dalam mencapai visi dan
misinya, perpustakaan memiliki berbagai fungsi sebagai berikut :
a. Fungsi Edukasi
Perpustakaan merupakan sumber belajar para sivitas akademika, oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian bahan pembelajaran setiap proegram studi, koleksi tentang strategi belakar mengajar dan materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran.
b. Fungsi Informasi
Perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi.
c. Fungsi Riset
Perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan promer dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Koleksi pendukung penelitian di perpustakaan perguruan tinggi mutlak dimiliki, karena tugas pergruan tinggi adalah menghasilkan karya-karya penelitian yang
17
Abdul Rahman Saleh,Percikan Pemikiran di Bidang Kepustakawanan(Jakarta : Sagung Seto, 2011), h. 45.
18
dapat diaplikasikan untuk kepentingan pembangunan masyarakat dalam bernagai bidang.
d. Fungsi Rekreasi
Perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas, minat dan daya motivasi pengguna perpustakaan.
e. Fungsi Publikasi
Perpustakaan selayaknya juga membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya yakni sivitas akademika dan staf non-akademik.
f. Fungsi Deposit
Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya.
g. Fungsi Interpretasi
Perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya19.
Berdasarkan pemaparan diatas, penulis ingin menyimpulkan bahwa
perpustakaan perguruan tinggi mempunyai fungsi inti yaitu sebagai pusat
penyedia sumber informasi yang mengelola informasi dan melayankannya kepada
pemustaka, serta membantu pelaksanaan dari Tri Dharma perguruan tinggi.
3. Tugas Perpustakaan Perguruan Tinggi
Seperti yang tertuang dalam Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan
Tinggi, tugas dari perpustakaan pergururan tinggi adalah mengembangkan
koleksi, mengolah dan merawat bahan perpustakaan, memberi layanan serta
melaksanakan administrasi perpustakaan.20
Menurut Pawit, “secara umum perpustakaan perguruan tinggi mempunyai tugas mengelola sumber-sumber informasi yang mampu mendukung pelaksanaan kurikulum perguruan tinggi yang bersangkutan, dan semua sumber informasi dimaksud dapat dimanfaatkan secara bersama oleh seluruh civitas academica-nya, maka dikatakan juga bahwa perpustakaan perguruan tinggi sebagai pusat sumber belajar bersama”.21
19
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,Perpustakaan Perguruan Tinggi : Buku Pedoman Dikjen-Dikti(Jakarta : Depdiknas, 2004), h. 3.
20
Ibid., h. 3.
21
Abdul Rahman Saleh, berpendapat bahwa tugas perguruan tinggi sebagai
berikut:
a. Menyediakan dan mengolah bahan pustaka untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat perguruan tinggi, seperti mahasiswa, staf pengajar, dan mungkin juga pegawai perguruan tinggi lainnya. b. Memberikan layanan dan pendayagunaan bahan pustaka bagi
masyarakat perguruan tinggi.
c. Menyediakan bahan pustaka dan layanan referensi pada semua tingkatan akademis dari mahasiswa yang baru masuk sampai kepada mahasiswa pascasarjana, bahkan pada staf pengajar.
d. Menyediakan ruangan belajar untuk pemakai perpustakaan.
e. Menyediakan jasa peminjaman bagi seluruh pemakai perpustakaan (anggota)
f. Menyediakan jasa informasi aktif baik kepada pemakai di lingkungan perguruan tinggi maupun kepada masyarakat di luar perguruan tinggi seperti kepada masyarakat industri dan lain-lain.22
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tugas dari
perpustakaan perguruan tinggi adalah mulai dari penghimpunan atau pengadaan
sumber informasi, pengolahan sumber informasi, dan kemudian menyebarluaskan
kepada seluruh sivitas akademika dan termasuk juga pada masyarakat umum
dapat memanfaatkan segala fasilitas perpustakaan dengan persyaratan tertentu
4. Tujuan Perpustakaan Perguruan Tinggi
Noerhayati berpendapat bahwa,“Tujuan diselenggarakannya perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk mendukung, memperlancar serta mempertinggi kualitas pelaksanaan program kegiatan perguruan tinggi melalui pelayanan informasi yang meliputi aspek-aspek:
Abdul Rahman Saleh,Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi(Jakarta : Universitas Terbuka, 1995), h. 18.
23
Sedangkan menurut sumber yang lain menyebutkan tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah :
a. Memenuhi keperluan informasi pengajar dan mahasiswa,
b. Menyediakan bahan pustaka rujukan pada semua tingkat akademis, c. Menyediakan ruangan untuk pemakai, dan
d. Menyediakan jasa peminjaman serta menyediakan jasa informasi aktif bagi pemakai24
Selain tujuan tersebut di atas, perpustakaan perguruan tinggi sebagai unsur
penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi merumuskan tujuannya sebagai berikut :
a. Mengadakan dan merawat buku, jurnal, dan bahan perpustakaan lainnya untuk dipakai oleh dosen, mahasiswa, staf lainnya sebagai kelancaran program pengajaran dan penelitian di perguruan tinggi. b. Mengusahakan, menyimpan, dan merawat bahan perpustakaan yang
bernilai sejarah yang memiliki kandungan informasi lokal, dan yang dihasilkan oleh sivitas akademika, untuk dimanfaatkan kemmbali sebagai sumber pembelajaran (learning resources).
c. Menyediakan sarana temu kembali untuk menunjang pemakaian bahan perpustakaan.
d. Menyediakan tenaga yang profesional serta penuh dedikasi untuk melayani kebutuhan pengguna perpustakaan, dan bila perlu mampu memberikan pelatihan cara penggunaan bahan perpustakaan. e. Bekerja sama dengan perpustakaan lain untuk mengembangkan
program perpustakaan.25
Dari definisi tujuan di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan perpustakaan
perguruan tinggi yaitu untuk menunjang kegiatan program insitusi induknya yaitu
memperlancar dan mempertinggi kualitas pelaksanaan program kegiatan
perguruan tinggi dengan cara memenuhi dan menyediakan informasi yang
dibutuhkan oleh pemustaka, serta melayankan informasi tersebut melalui
pelayanan berupa jasa peminjaman. Tujuan lain yaitu menyimpan hasil karya
lokal yang dihasilkan oleh pergruruan tinggi dan mengadakan pengembangan
perpustakaan dengan bekerja sama dengan perpustakaan lain.
24
Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi(Yogyakartan: Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab, 2007), h. 11.
25
B. Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi
1. Pengertian Koleksi Perpustakaan
Agar dapat memberikan pelayanan perpustakaan yang maksimal,
perpustakaan perguruan tinggi harus menyediakan dan mengumpulkan koleksi
yang sesuai dengan kebutuhan para pemustaka demi menunjang program kegiatan
perguruan tinggi yang dinaunginya yaitu Tri Dharma perguruan tinggi.
Yang dimaksud koleksi perpustakaan adalah semua bahan yang
dikumpulkan, diolah, dan disimpan untuk disebarluaskan kepada masyarakat guna
memenuhi kebutuhan mereka.26
Menurut Tarto yang dikutip oleh Wiji, mendefinisikan “koleksi adalah bahan perpustakaan yang disediakan untuk kepentingan belajar, informasi, rekreasi kultural, dan penelitian bagi semua lapisan masyarakat mulai anak-anak, remaja maupun dewasa terdiri dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersifat ilmiah dan non-ilmiah (fiksi)”.27 Saleh mendefinisikan, koleksi berarti kumpulan benda yang digemari.
Dengan demikian maka koleksi karya tulis, karya cetak dan/atau karya rekam
adalah kumpulan informasi yang berbentuk tulisan tangan, buku cetakan maupun
yang direkam dalam berbagai media termasuk media elektronik dan digital28 Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa koleksi perpustakaan
adalah semua bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah dan disimpan untuk
disebarluaskan kepada pemustaka untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka.
Koleksi tersebut berbentuk media tercetak maupun media elektronik dan digital,
26
Yuyu Yulia dan Janti Gristinawati Sujana,Materi Pokok Pengembangan Koleksi(Jakarta: Universitas Terbuka, 2007), h. 1.5.
27
Wiji Suwarno, Perpustakaan & Buku : Wacana Penulisan & Penerbitan (Jakarta : Ar-Ruzz Media, 2011), h. 60.
28
untuk selanjutnya koleksi yang disediakan dapat berdaya guna dan dibaca oleh
pemustaka.
2. Fungsi Koleksi Perpustakaan
Fungsi koleksi perpustakaan adalah menyebarluaskan informasi, menurut Noerhayati, bahwa fungsi koleksi adalah :
a. Fungsi pendidikan
Untuk menunjang program pendidikan dan pengajaran, perpustakaan mengadakan bahan pustaka yang sesuai dan relevan dengan jenis dan tingkat program yang ada.
b. Fungsi penelitian
Untuk menunjang program penelitian perguruan tinggi, perpustakaan menyediakan sumber informasi tentang berbagai hasil penelitian dan kemajuan ilmu pengetahuan mutakhir.
c. Fungsi relevan
Fungsi ini melengkapi kedua fungsi di atas dengan menyediakan bahan-bahan relevan di berbagai bidang dan alat-alat bibliografis yang diperlukan untuk menelusuri informasi.
d. Fungsi umum
Perpustakaan perguruan tinggi juga merupakan pusat informasi bagi masyarakat di sekitarnya. Fungsi ini berhubungan dengan program pengabdian masyarakat dan pelestarian bahan pustaka serta hasil budaya manusia yang lain.29
Sedangkan menurut Achmad, fungsi koleksi perpustakaan adalah sebagai berikut :
a. Koleksi perpustakaan sebagai pendukung pelaksanaan kurikulum perguruan tinggi.
b. Mampu membimbing pengguna menjadi insan kamil (sempurna), yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah serta mampu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
c. Mampu membangkitkan minat baca. d. Memenuhi kebutuhan peneliti sederhana
e. Membantu usaha meningkatkan keterampilan.30
Menurut Sjarial-Pamuntjak bahwa koleksi perguruan tinggi berfungsi untuk melayani keperluan para mahasiswa dari tingkat persiapan sampai kepada mahasiswa yang sedang menghadapi ujian sarjana dan
29
Noerhayati S.,Pengelolaan Perpustakaan Jilid 1(Bandung : Alumni, 1987), h. 137.
30
menyususn skripsi, para staf dalam persiapan bahan perkuliahan serta peneliti yang bergabung dalam pergruan tinggi bersangkutan.31
Berdasarkan pendapat di atas bahwa koleksi perpustakaan perguruan
tinggi mempunyai fungsi sebagai penyebarluasan informasi dan pemenuhan
kebutuhan informasi pemustaka untuk menunjang proses pendidikan, penelitian,
dan pengabdian pada masyarakat.
3. Jenis Koleksi Perpustakaan
Koleksi perpustakaan tidak terbatas hanya pada buku saja, tetapi juga
meliputi segala macam cetakan, non cetak, dan elektronik. Jenis-jenis dari koleksi
perpustakaan dapat dilihat berdasarkan pendapat yang dikemukakan :
Yuyu, jenis koleksi yang selayaknya tersedia di perpustakaan, adalah
sebagai berikut :
a. Koleksi Rujukan
Koleksi rujukan merupakan tulang punggung perpustakaan dalam menyediakan informasi yang akurat. Jenis koleksi rujukan, seperti ensiklopedia umum dan khusus, kamus umum dan khusus, buku pegangan/handbook, pedoman/manual, direktori, dan sebagainya dalam bentuk buku maupun nonbuku ataupun noncetak
b. Bahan ajar
Bahan ajar ditujukan bagi perpustakaan perguruan tinggi, sekolah, dan perpustakaan lembaga pendidikan lainnya. Bahan ajar berfungsi untuk memenuhi tujuan kurikulum.
c. Terbitan Berseri
Koleksi ini bertujuan untuk melengkapi informasi yang tidak terdapat dalam bahan ajar dan bahan rujukan. Perpustakaan melanggan bermacam-macam terbitan berseri, seperti majalah umum, majalah ilmiah, dan surat kabar. Untuk perpustakaan perguruan tinggi sebaiknya dapat melanggan sedikitnya satu jurnal majalah ilmiah untuk setiap program studi yang diselenggarakan perguruan tingginya. d. Terbitan Pemerintah
Berbagai terbitan pemerintah, seperti lembaran negara, himpunan peraturan negara, kebijakan, laporan tahunan, pidato resmi sering juga dimanfaatkan oleh pemakai perpustakaan. Perpustakaan perlu mengantisipasi kebutuhan para penggunanya sehingga koleksi terbitan 31
pemerintah baik dari pemerintah daerah, departemen, non-departemen, maupun lembaga lainnya.
e. Muatan Lokal(Local Content)
Muatan lokal, meliputi koleksi lokal (local collection) dan literatur kelabu (grey literature). Koleksi lokal meliputi bahan pustaka tentang suatu topik yang sifatnya lokal. Sedangkan yang termasuk literatur kelabu, antara lain : (1) skripsi, tesis, dan disertasi (2) makalah seminar, simposium, dan sebagainya (3) laporan penelitian, dan laporan kegiatan lainnya (4) publikasi internal, termasuk majalah, buletin, dan sebagainya.
f. Bahan Bacaan untuk Referensi Intelektual
Perpustakaan perlu menyediakan bahan bacaan atau bahan lain untuk keperluan rekreasi intelektual dan bahan bacaan lain yang memperkaya khazanah pengguna32
Noerhayati, sumber informasi dapat dibedakan atas bahan cetakan seperti : buku, manuskrip, penerbitan berkala, dan dokumen lain (juga yang dalam bentuk mikro film, microfiche, microcard), dan bahan bukan cetakan seperti film, filmstrip, videotape, pita rekaman suara, piringan hitam dan alat-alat Audio visual (termasuk juga alat bantu untuk memanfaatkannya seperti proyector, dan sebagainya).33
Menurut Wiji, jenis-jenis koleksi di perpustakaan meliputi hal-hal berikut : a. Karya cetak berupa buku teks, buku referensi (rujukan) seperti ensiklopedia, kamus, almanak, annual, direktori, manual, handbook, biografi, sumber geografi, terbitan pemerintah seperti peraturan perundang-undangan, laporan penelitian, terbitan berkala berupa majalah, buletin, jurnal, dan surat kabar.
b. Karya rekam berupa kaset audio, VCD, CD, CD-Rom Pengetahuan,
video cassette, televisi, dsb.
c. Media elektronis yang disebut tidak direkam atau not recorded, yaitu media penyimpanan informasi berupa pangkalan data yang ditayangkan melalui monitor komputer, misalnya internet34
Dari berbagai jenis koleksi yang telah dikemukakan di atas, maka dapat
dimaknai bahwa suatu perpustakaan memiliki jenis-jenis koleksi yang beragam
mulai dari bentuk tercetak dan non cetak, penyediaan jenis-jenis koleksi yang
telah disebutkan di atas bertujuan untuk menunjang pelaksanaan program
pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
32
Yuyu Yulia dan Janti Gristinawati Sujana,Materi Pokok Pengembangan Koleksi(Jakarta: Universitas Terbuka, 2007), h. 1.6.
33
Noerhayati S.,Pengelolaan Perpustakaan jilid 1(Bandung : Alumni, 1987), h. 137. 34
4. Standar Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi
Koleksi perpustakaan perguruan tinggi adalah mengenai program atau
materi mata kuliah, disiplin ilmu, dan materi pendukung bagi jurusan, program
studi, fakultas, universitas, yang ada.35
Untuk mengetahui standar koleksi perpustakaan perguruan tinggi
tergantung pada jenjang pendidikan yang dilaukukan oleh perguruan tinggi yang
bersangkutan seperti jumlah mata kuliah yang ditawarkan dan jumlah mahasiswa.
Menurut Perpustakaan Nasional yang menyebutkan bahwa Standar Perpustakaan
Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut :
1. Program Diploma dan S-1 a. Jumlah buku wajib
1 judul untuk setiap mata kuliah wajib universitas (MKU) 1 judul untuk mata kuliah dasar keahlian (MKDK)
2 judul untuk mata kuliah keahlian (MKK)
Jadi jumlah buku wajib yang harus disediakan : - 5% dari jumlah mahasiswa yang mengikuti MKU - 10% dari jumlah mahasiswa yang mengikuti MKDK - 10% dari jumlah mahasiswa yang mengikuti MKK b. Jumlah buku anjuran
Jumlah (MKU+MKDK+MKK) x 5 judul.
Ini berarti 5 judul untuk bahan bacaan pengayaan untuk setiap mata kuliah.
Jadi jumlah buku anjuran yang disediakan adalah 1% dari jumlah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah yang ditawarkan.
c. Melanggan sekurang-kurangnya 1 (satu) judul jurnal ilmiah untuk setiap program studi.
2. Program Pascasarjana
a. Memiliki 500 judul pustaka per program studi
b. Melanggan 2 (dua) judul jurnal ilmiah setiap program studi36
Angka minimum koleksi perpustakaan perguruan tinggi pada Rancangan Peraturan Pemerintah tentang pelaksanaan UU Perpustakaan nomor 47 tahun 2007, ditetapkan sebesar 2.500 judul. Angka 2.500 judul tersebut terdiri dari :
a. Buku ajar untuk mendukung mata kuliah umum (MKDU); b. Mata kuliah dasar keahlian (MKDK);
35
Sutarno NS., Manajemen Perpustakaan Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta : Samitra Media Utama, 2004), h. 66.
36
c. Mata kuliah keahlian (MKK); l. Koleksi non buku; dan
m. Jika perguruan tinggi tersebut menyelenggarakan pendidikan pascasarjana maka koleksinya harus ditambah dengan 500 judul buku serta 2 jurnal ilmiah untuk setiap program studi.37
Dari pemaparan pendapat di atas dapat penulis simpulkan, standar koleksi
perpustakaan perguruan tinggi yang harus disediakan oleh perpustakaan tinggi
melihat dari beberapa unsur yang mendukung seperti jenjang pendidikan, jumlah
program studi, jumlah mahasiswa yang dilayani. Dapat dipahami bahwa jumlah
koleksi untuk mata kuliah dasar keahlian (MKDK) minimal 1 judul bahan
perpustakaan untuk setiap mata kuliah dan minimal 2 judul bahan pustaka untuk
mata kuliah (MKK). Serta perpustakaan diwajibkan juga untuk melanggan jurnal
sekurang-kurangnya 1 judul untuk setiap program studi.
5. Pengadaan dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi
a. Pengadaan koleksi perpustakaan perguruan tinggi
Pengadaan atau akuisisi koleksi merupakan proses awal dalam mengisi
perpustakaan dengan sumber-sumber informasi. Pengadaan koleksi adalah proses
menghimpun bahan pustaka yang akan dijadikan koleksi perpustakaan. Koleksi
yang diadakan suatu perpustakaan hendaknya relevan dengan minat dan
kebutuhan, lengkap dan terbitan mutakhir agar tidak mengecewakan pemustaka.
37
Dalam buku Pedoman Umum Perpustakaan Perguruan Tinggi, cara pengadaan bahan perpustakaan dilaksanakan sebagai berikut:
1. Pembelian dan pelangganan 2. Hadiah/sumbangan
3. Pertukaran
4. Wajib simpan terbitan perguruan tinggi 5. Titipan38
Sedangkan dalam buku Pedoman Umum Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi (1999: 13), dinyatakan bahwa : Langkah awal dari pengadaan koleksi adalah melakukan penelitian mengenai kebutuhan pengguna. Untuk mengetahui kebutuhan pengguna tersebut, informasi yang perlu dikumpulkan adalah jenis fakultas, program studi, jenjang studi, mata kuliah yang ditawarkan, penelitian yang dilaksanakan secara periodik, mengingat kebutuhan masyarakat perguruan tinggi selalu berubah39.
Berdasarkan uraian tersebut di atas tergambar bahwa pengadaan koleksi
perpustakaan harus dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna sehingga
dalam pengadaan bahan pustaka harus mengalami seleksi yang melibatkan civitas
akademika yaitu antara lain, staf perpustakaan, tenaga pengajar dan mahasiswa
yang disesuaikan dengan kurikulum dan seluruh disiplin ilmu yang tersedia pada
perguruan tinggi tersebut agar koleksi yang disediakan sesuai dengan kebutuhan
pengguna.
b. Pengembangan koleksi perpustakaan pergruan tinggi
Pengembangan koleksi merupakan suatu proses universal untuk
perpustakaan, karena setiap perpustakaan akan membangun koleksi yang kuat
demi kepentingan pemustaka. Kegiatan membangun koleksi perpustakaan dikenal
dengan istilah pengembangan koleksi.
Para pustakawan memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang sesuai dengan kurikulum serta kebutuhan pemustaka yang dilayani. Tapi sebelum pustakawan bisa melakukan tugas ini, perlu bagi mereka
38
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,Perpustakaan Perguruan Tinggi : Buku Pedoman Dikjen-Dikti(Jakarta : Depdiknas, 2004), h. 54.
39
untuk mempelajari kebijakan pengembangan koleksi yang akan menjadi panduan dalam memilih, memperoleh, melestarikan, penyiangan, dan mengevaluasi koleksi40.
Menurut Siti, ada enam komponen yang mempengaruhi kegiatan pengembangan koleksi perpustakaan :
a. Community analysis, merupakan usaha untuk mengetahui bahan pustaka apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat pengguna perpustakaan(users).
b. Collection Development Policy (Kebijakan Pengembangan Koleksi), yakni merupakan rumusan atau dokumen tertulis yang memberi arah dan bimbingan mengenai koleksi yang akan dikembangkan.
c. Selection (seleksi), yakni kegiatan menyeleksi atau memilih bahan-bahan mana yang akan diadakan.
d. Acquisition (akuisisi/pengadaan). Ketika seleksi telah selesai dilaksanakan, maka kegiatan akuisisi dapat dimulai. Akuisisi merupakan proses memperoleh bahan-bahan untuk koleksi perpustakaan, baik dengan cara pembelian, hadiah maupun tukar-menukar.
e. Deselection,, lawan dari selection, sering pula digunakan istilah
weeding. Dalam kegiatan weeding, pustakawan berusaha untuk mencabut dari rak koleksi-koleksi yang kurang, jarang, bahkan tak pernah digunakan, kemudian disimpan pada storage (gudang penyimpanan) bukan dibuang begitu saja.
f. Evaluation (evaluasi). Dalam beberapa hal weeding bisa juga merupakan satu kegiatan evaluasi, namun hanya menyangkut kegiatan operasional di perpustakaan saja, sedangkan evaluasi mempunyai tujuan-tujuan yang berbeda, yang meliputi eksternal dan internal perpustakaan41
Sedangkan menurut Sutarno, “Pengembangan koleksi perpustakaan mencakup (1) jumlah, mencakup judul, jenis dan eksemplar, (2) terbitan baru, (3) variasi, baik yang tercetak seperti buku, majalah, koran, maupun yang terekam, (4) sumber penerbitannya, makin banyak, (5) sumber asalnya, dalam negeri (Bahasa Indonesia dan bahasa daerah), dari luar negeri, terjemahan, saduran bahasa Inggris dan bahasa lainnya42
40
Cabonero, David A., and Liezl B. Mayrena. "The development of a collection development policy."Library Philosophy and Practice(2012). Diakses pada 12 May 2014 dari
http://go.galegroup.com/ps/i.do?id=GALE|A331807709&v=2.1&u=wash89460&it=r&p=AONE& sw=w&asid=cdea92498f8d800b2aa4e0c611d49cfd
41
Siti Maryam, “Upaya Mencari Solusi Pengembangan Koleksi di Perpustakaan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta,’’Al-Maktabah, Vol. 1, No. 2, Oktober 1999, h. 2.
42
Sejalan dengan pendapat di atas, Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi menyebutkan pengembangan koleksi didasari oleh asas berikut :
a. Kerelevanan. Koleksi hendaknya relevan dengan program pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat perguruan tinggi.karena itu perpustakaan perlu memperhatikan jenis dan jenjang program yang ada. Jenis program berhubungan dengan jumlah dan besar fakultas, jurusan, program studi, dan seterusnya. Jenjang program meliputi program diploma, sarjana (S1), pascasarjana (S2 dan S3).
b. Berorientasi kepada kebutuhan pengguna. Pengembangan koleksi harus ditujukan kepada pemenuhan kebutuhan pengguna. Pengguna perpustakaan perguruan tinggi adalah tenaga pengajar, tenaga peneliti, tenaga administrasi, mahasiswa, dan alumni yang kebutuhannya akan informasi berbeda-beda.
c. Kelengkapan. Koleksi hendaknya jangan hanya terdiri atas buku ajar yang langsung dipakai dalam perkuliahan, tetapi juga meliputi bidang ilmu yang berkaitan erat dengan program yang ada secara lengkap.
d. Kemutakhiran. Perpustakaan harus mengadakan dan memperbaharui bahan perpustakaan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
e. Kerja sama. Koleksi hendaknya merupakan hasil kerja sama semua pihak yang berkepentingan dalam pengembangan koleksi, yaitu antara pustakawan, tenaga pengajar, dan mahasiswa. Dengan kerja sama, diharapkan pengembangan koleksi dapat berdaya guna dan berhasil guna43
Dari pendapat di atas, penulis ingin menyimpulkan bahwa kegitan
pengembangan koleksi di perpustakaan adalah pustakawan harus mengetahui
betul tujuan perpustakaan yang dikelolanya serta pemustaka yang dilayaninya.
Karena pengembangan koleksi merupakan kegiatan yang penting dalam
perpustakaan yang mencakup semua kegiatan untuk memperluas koleksi yang ada
di perpustakaaan, terutama kegiatan yang berkaitan dengan pemilihan dan
evaluasi.
43
C. Kurikulum dan Silabus
1. Kurikulum
a. Pengertian Kurikulum
Dalam dunia pendidikan, kurikulum merupakan rencana pembelajaran
yang akan dipelajari dalam kurun waktu per semester. Pemustaka akan senantiasa
mencari informasi yang mereka butuhkan untuk memenuhi kebutuhan informasi
yang disediakan dengan kurikulum yang berlaku pada mata kuliah pemustaka.
Menurut Rusman, kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu”.44
Sedangkan menurut Slameto, kurikulum adalah :
1) Suatu bahan tertulis yang berisi uraian tentang program pendidikan di suatu sekolah (perguruan tinggi) yang harus dilaksanakan dari tahun ke tahun;
2) Bahan tertulis yang dimaksudkan untuk digunakan oleh para dosen di dalam melaksanakan pelajaran untuk mahasiswanya;
3) Suatu usaha untuk menyampaikan asas-asas dan ciri-ciri yang penting dari suatu rencana pendidikan dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan oleh dosen di perguruan tinggi;
4) Tujuan pengejaran, pengalaman-pengalaman belajar, alat-alat pelajaran, dan cara-cara penilaian yang direncanakan dan digunakan dalam pendidikan;
5) Suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu.45
Dalam setiap kurikulum lembaga pendidikan, pasti dicantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan. Ada dua tujuan yang terdapat dalam sebuah kurikulum lembaga pendidikan, yaitu sebagai berikut :
44
Rusman,Manajemen Kurikulum(Jakarta : Rajawali Pers, 2009), h. 3. 45
1) Tujuan yang ingin dicapai secara keseluruhan
Tujuan ini biasanya meliputi aspek-aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh para lulusan lembaga pendidikan yang bersangkutan.
2) Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bidang studi/mata kuliah
Tujuan ini adalah penjabaran tujuan di atas yang meliputi tujuan kurikulum dan instruksional yang terdapat dalam setiap GBPP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) tiap bidang studi/mata kuliah46.
Seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesi Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan, “Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan untuk setiap program studi. Kurikulum tingkat satuan pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris”.47
Berdasarkan pengertian di atas dapat diartikan bahwa kurikulum
merupakan landasan utama penyelenggaraan pendidikan akademik suatu
perguruan tinggi dalam mencapai hasil belajar mahasiswanya sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.
b. Komponen Kurikulum
Selain tujuan, kurikulum juga mempunyai komponen-komponen yang
saling berhubungan antara satu komponen dengan komponen yang lain. Menurut
Nasution, komponen-komponen kurikulum yang lazim dan selalu
dipertimbangkan dalam pengembangan tiap kurikulum ialah :
1) Tujuan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,h. 10.
48
Menurut Susilana, komponen kurikulum adalah
1) Tujuan. Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam skala makro rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat. Dalam skala mikro tujuan kurikulum berhubungan dengan misi dan visi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit seperti tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan proses pembelajaran.
2) Isi/materi pembelajaran. Merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa.
3) Strategi/metode. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.
4) Evaluasi. Melalui kegiatan evaluasi dapat ditentukan nilai dan arti kurikulum, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan apakah suatu kurikulum perlu dipertahankan atau tidak.49
Dari pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa, kurikulum merupakan
suatu sistem yang memiliki komponen-komponen yang saling berhubungan antara
komponen yang satu dengan komonen yang lainnya. Komponen kurikulum
diibaratkan sebagai bahan dasar pembuatan kurikulum yang akan membentuk
kuat tidaknya suatu kurikulum, karena yang dipertaruhkan adalah peserta didik
yang yang dihasilkan oleh pendidikan itu sendiri..
2. Silabus
Silabus adalah suatu rencana yang mengatur kegiatan pembelajaran dan
pengelolaan kelas, serta penilaian hasil belajar dari suatu mata kuliah. Silabus ini
merupakan bagian dari kurikulum sebagai penjabaran Standar Kompetensi dan
49
Rudi Susilana,“Komponen-komponen kurikulum,”artikel diakses pada 30 Juni 2014 dari
Kompetensi Dasar ke dalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan
indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian hasil belajar50.
Menurut para ahli pembuat kurikulum, terdapat banyak macam
komponen silabus yang tersusun dalam suatu matrik silabus. Pada prinsipnya
semakin rinci silabus akan semakin memudahkan pengajar dalam menjabarkannya
ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Adapun komponen silabus
suatu mata kuliah, tersebut di bawah ini:
1. Identitas Mata Kuliah
Menurut Departemen Pendidikan Nasional, “Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar”.52
Dari penjelasan silabus di atas, penulis menyimpulkan bahwa silabus
merupakan penjabaran dari kurikulum yang berisi tentang rencana kegiatan
pembelajaran atau kontrak belajar yang terdiri dari kompetensi yang harus
dikuasai mahasiswanya, bahan rujukan yang harus diketahui sebagai sumber
bacaan, dan penilaian dosen terhadap hasil belajar mahasiswa. Silabus sangat
bermanfaat sebagai pedoman bagi dosen karena berisi petunjuk secara
50
Tim PEKERTI-AA PPSP LPPUniversitas Sebelas Maret,Panduan Penyususnan Silabus dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran(Surakarta : Universitas Sebelas Maret, 2007), h. 7
51
Ibid., h. 7. 52
keseluruhan mengenai tujuan dan ruang lingkup materi yang harus dipelajari oleh
mahasiswa. Dengan berpedoman pada silabus diharapkan dosen akan dapat
mengajar lebih baik, tanpa khawatir akan keluar dari tujuan, ruang lingkup materi,
yang seharusnya.
D. Relevansi Koleksi Perpustakaan dengan Kurikulum
1. Ketersediaan Koleksi Perpustakaan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian ketersediaan yaitu
kesiapan suatu alat (tenaga, barang, modal, anggaran) untuk dapat digunakan atau
dioperasikan dalam waktu yang telah ditentukan.53
Sedangkan menurut Sutarno, ketersediaan koleksi perpustakaan adalah
adanya sejumlah koleksi atau bahan pustaka yang dimiliki oleh suatu
perpustakaan dan cukup memadai jumlah koleksinya dan koleksi tersebut
disediakan agar dapat dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan tersebut.54 Berdasarkan definisi tersebut dapat dikatakan bahwa ketersediaan koleksi,
yaitu kesiapan terhadap tersedianya bahan-bahan pustaka yang ada di
perpustakaan untuk dapat digunakan pada saat dibutuhkan untuk memenuhi
kebutuhan pemustaka. Maka dalam hal ini perpustakaan dituntut telah siap dalam
menyediakan koleksi pada saat pemustaka membutuhkan sehingga pemustaka
mendapatkan koleksi sesuai dengan kebutuhannya.
53
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Pustaka, 1998), h.1009.
54
2. Relevansi Koleksi Perpustakaan dengan Kebutuhan Informasi
Pemustaka
Setiap orang membutuhkan informasi yang diharapkan dapat
membantunya dalam menyelesaikan pekerjaan dan tugasnya dalam kehidupannya
sehari-hari, baik itu tugas di rumah, kantor, sekolah/perguruan tinggi, di
lingkungan tempat tinggal dan dimanapun seseorang itu berada. Kebutuhan
informasi yang diperlukan setiap orang berbeda-beda sehingga dibutuhkan
penyediaan informasi yang beragam guna memenuhi kebutuhan masyarakat
penggunanya.
Seperti yang disebutkan oleh Abdul Haq, kebutuhan informasi yaitu
kemampuan seseorang dalam mengetahui bahwa pengetahuan yang dimilikimya
tentang suatu subjek tertentu adalah tidak mencukupi.55
Dari beberapa pendapat di atas dapat dimaknai bahwa pengertian relevansi
koleksi dengan kebutuhan informasi adalah kesesuaian antara koleksi yang
disediakan pada suatu perpustakaan dengan keinginan atau kebutuhan informasi
pemustaka, sehingga perpustakaan perguruan tinggi benar-benar berperan penting
dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka.
3. Relevansi koleksi Perpustakaan dengan Kurikulum
Suatu perpustakaan pada perguruan tinggi merupakan jantung universitas
yang dinaunginya karena perpustakaan tersebut bersama-sama dengan unit
lainnya menyebarkan informasi keseluruh sivitas akademik. Hal ini tidak terlepas
dari tujuan sebuah perguruan tinggi yaitu, memberikan layanan informasi untuk
55