• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI REMAJA TENTANG TAYANGAN REALITY SHOW H2C (Studi pada siswa-siswi kelas XI SMU Islam Malang)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERSEPSI REMAJA TENTANG TAYANGAN REALITY SHOW H2C (Studi pada siswa-siswi kelas XI SMU Islam Malang)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI REMAJA TENTANG TAYANGAN REALITY SHOW H2C (Studi

pada siswa-siswi kelas XI SMU Islam Malang)

Oleh: Luky Agustin Rachmasari ( 01810155 )

Psychology

Dibuat: 2006-06-06 , dengan 3 file(s).

Keywords: Persepsi, Remaja, Tayangan Reality Show.

Banyaknya bermunculan tayangan di televisi menjadikan televisi sebagai media yang paling digemari bagi para pemirsanya. Salah satu bentuk tayangan yang disajikan oleh media ini adalah dalam bentuk reality show. Tayangan reality show, khususnya yang menjadikan remaja sebagai target audience cukup digemari. Oleh karena itu para produser berlomba-lomba menciptakan tayangan yang demikian untuk mendapat keuntungan khususnya secara finansial. Tanpa

memperhatikan dampak dari tayangan tersebut bagi target audiencenya. Padahal seperti yang kita ketahui bersama bahwa masa remaja disebut juga masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Jika pada suatu masa perkembangan seseorang yang dalam hal ini remaja, dihadapkan pada sebuah kondisi yang dapat mempengaruhi pola pikirnya, hal tersebut akan berpengaruh pada tahapan perkembangan yang berikutnya. Pada penelitian ini, peneliti menjadikan tayangan televisi sebagai obyek penelitian karena televisi sebagai media komunikasi dapat menimbulkan suatu pola pikir tertentu pada khalayak yang menontonnya.

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan persepsi remaja tentang tayangan reality show H2C. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi tentang tayangan reality show H2C menurut remaja khususnya siswa-siswi kelas XI SMU Islam Malang.

Pengambilan sampel digunakan adalah teknik random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket.

Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kuantitatif, yang bertujuan melukiskan, mengklasifikasikan secara sistematis suatu fenomena atau kenyataan sosial, fakta dan

karakteristik populasi tertentu. Dengan menggunakan metode analisia data berupa tabulasi frekwensi, yang terbagi dalam 3 indikator yaitu: 1). Pengetahuan tentang tayangan H2C, 2). Alasan remaja menonton tayangan H2C, 3). Pengaruh yang timbul setelah menonton tayangan H2C. Sampel penelitian dalam penelitian ini adalah sebanyak 39 orang dari jumlah populasi keseluruhan dari pelajar kelas XI SMU Islam Malang.

Berdasar hasil penelitian, secara deskriptif dapat ditarik kesimpulan mengenai persepsi remaja tentang tayangan reality show H2C bahwa, bagi remaja tayangan reality show H2C merupakan tayangan yang menghibur dan informatif sebab mampu menyuguhkan tayangan yang sesuai dengan ciri khas remaja. Akan tetapi tidak hanya itu, remaja juga merasa bahwa tayangan H2C kurang memiliki pesan edukatif terutama pada pemecahan masalah yang disajikan bagi remaja itu sendiri. Selain itu tayangan tersebut mampu menimbulkan krisis kepercayaan terhadap lawan jenis. Hal ini menggambarkan bahwa televisi memiliki peranan aktif dalam pembentukan

persepsi seseorang. Terlebih lagi bagi remaja, dimana masa remaja selalu menjadi sasaran utama bagi program televisi karena masa remaja dinilai terbuka terhadap hal-hal baru dan memiliki tingkat selektifitas yang lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa.

(2)

Number of popping up on television makes the television show as the most popular media for its viewers. One form impressions that are presented by the media is in the form of a reality show. Reality

show, especially the youth as the target audience makes quite popular. Therefore, the producers vying to create the impression that this particular benefit financially. Regardless of the impact of those impressions to the target audiencenya. And as we all know that adolescence is also called the transition from children to adults. If at some future developments in this case someone who is a teenager, faced with a condition that may affect their ways of thinking, it will affect the next stage of evolution. In this study, researchers made the television as an object of study because of television as a medium of

communication can lead to a certain mindset in the audience who watch it.

This study aimed to describe the adolescent's perception of reality show H2C. The formulation of the problem in this research is how the perception of the reality show H2C by teenagers, especially students of SMU class XI Islam Malang. The sampling used was random sampling technique. Data collection techniques used in the questionnaire.

This research uses descriptive quantitative research type, which aims to describe, systematically

classifying a phenomenon or social reality, facts and characteristics of specific populations. By using the method of tabulating data analisia frequency, which is divided into 3 indicators are: 1). Knowledge of impressions H2C, 2). The reason teenagers watching H2C, 3). The effect that arises after watching H2C. The research sample in this research are as many as 39 people from the entire population of class XI student Islamic school in Malang.

Based on the results of the study, with descriptive it can be deduced about adolescent perceptions of

reality show H2C that, for adolescents H2C reality show is an entertaining and informative impressions because impressions can deliver in accordance with typical teenager. But not only that, the teens also felt that impressions H2C lacked educational messages, especially in solving problems that are presented to the adolescents themselves. In addition, those impressions can lead to a crisis of confidence towards the opposite sex. This illustrates that the television has an active role in the

Referensi

Dokumen terkait

Kebutuhan berafiliasi pada remaja penyandang cacat fisik bukan bawaan adalah individu yang perkembangannya pada masa transisi antara masa anak dan masa dewasa

Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan setiap individu yaitu merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai

Masa remaja merupakan bagian dari fase perkembangan dalam kehidupan seorang individu. Masa yang merupakan periode transisi dari masa anak ke dewasa ini ditandai dengan

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, banyak sekali perubahan yang dialami remaja sehingga menimbulkan berbagai macam masalah,

Kelas XI yang dalam masa remaja juga merupakan periode Transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Periode ini juga amat beresiko. Sebagian anak muda kesulitan menangani

Masa remaja ini merupakan periode transisi dari masa anak- anak ke masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya maturasi seksual yaitu antara usia 11 atau 12 tahun

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dimana pada masa ini seseorang memiliki keadaan emosi yang labil dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga, misalnya

Latar Belakang Masa remaja adolescence merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai adanya perubahan fisik, psikis, dan psikososial.1 Setiap