i ABSTRAK
Nanang Pangestu : Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Kompetensi Dasar Alat Ukur Pada Siswa Kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif kompetensi dasar alat ukur elektrik dan elektronik pada siswa Kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis T.A. 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental yaitu pretest – posttest control group design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X teknik kendaraan ringan yang terdiri dari 2 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara teknik random sampling yaitu kelas X TKR 1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 26 orang dan kelas X TKR 2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 25 orang. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan yaitu tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda dengan jumlah 25 soal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar menggunakan model pembelajaran problem based learning lebih tinggi dari pada hasil belajar model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Kompetensi Dasar Alat Ukur Siswa Kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis. Tahun Ajaran 2016/2017.
ii ABSTRACT
Nanang Pangestu: Influence of Learning Problem Based Learning Model Of Study Results Subjects Automotive Engineering Works Basic Basic Competence Test Equipment In Class X TKR SMK PAB 12 Saentis. Thesis. Faculty of Engineering, State University of Medan. 2017
This research aims to determine the effect of using model learning Problem Based Learning on learning outcomes subjects Basic Works Automotive Engineering basic competencies of electric and electronic measuring devices on a student of Class X TKR SMK PAB 12 Saentis Academic Year 2016/2017. This research is a quasi-experimental ie pretest - posttest control group design. The population in the study were all students of class X light engineering vehicle that consists of two classes. Sampling was done by random sampling technique that is class X TKR 1 as an experimental class numbering 26 people and class X TKR 2 as the control class that numbered 25 people. Experimental class be given treatment with using model learning Problem Based Learning, while the control group was treated using model learning conventional. The instrument used is a test of learning outcomes in the form of multiple choice question number 25. From the results of this study concluded that the results of learning using learning model of problem based learning in higher than on learning outcomes for conventional learning models on the subjects of Automotive Engineering Works Basic Basic Competence Test Equipment Class X TKR SMK PAB 12 Saentis. Academic Year 2016/2017.
.
iii
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan sekalian alam yang selalu
melimpahkan taufik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Skripsi yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Problem
Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pekerjaan
Dasar Teknik Otomotif Kompetensi Dasar Alat Ukur Pada Siswa Kelas X
TKR SMK PAB 12 Saentis T.A. 2016/2017”.
Shalawat beriring salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah
memberikan risalahnya kepada seluruh umat manusia. Dalam penulisan dan
pembuatan Skripsi ini Penulis banyak mengalami kendala-kendala karena
keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Namun berkat dan usaha
penulis yang telah banyak mendapat bimbingan dan arahan dari Bapak Drs.
Suherman, M.Pd, selaku dosen pembimbing penulis, akhirnya Skripsi ini dapat
diselesaikan dan untuk itu juga penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih
kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Teknik
Universitas Negeri Medan.
2. Ibu Dr. Hj. Rosnelli, M.Pd, selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas
Teknik Universitas Negeri Medan.
3. Bapak Drs. Hidir Efendi, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin
FT-Unimed.
4. Bapak Drs. Selamat Riadi, MT, selaku Sekretaris Jurusan Teknik Mesin
iv
5. Bapak Dr. Lisyanto, M.Si, selaku Ketua Prodi Pendidikan Teknik Otomotif
Jurusan Teknik Mesin FT-Unimed.
6. Prof. Dr. Sumarno, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik penulis.
7. Bapak Dosen beserta Staff Pegawai Jurusan Teknik Mesin FT-Unimed.
8. Ibu Dra Mariana, selaku kepala sekolah SMK PAB 12 saentis yang telah
memberikan izin penelitian di sekolah yang dipimpin beliau.
9. Bapak Tody Krisdianto, S.Pd, selaku guru mata pelajaran Pekerjaan Dasar
Teknik Otomotif yang telah bersedia melaksanakan penelitian pada mata
pelajaran yang dibawakan beliau.
10. Sang Ayah, Ibunda, segenap keluarga tercinta dan juga Candra Tri Aswuri
yang telah berjuang dalam segenap do’a dan dukungan baik secara moral
maupun secara material.
Penulis menyadari bahwa Skripsi ini tidak sepenuhnya sempurna,
dikarenakan keterbatasan pengetahuan, kemampuan serta pengalaman penulis.
Sehubungan dengan hal tersebut, penulis sangat mengharapkan adanya kritik serta
saran dari semua pihak yang bersifat membangun. Akhir kata, penulis
mengucapkan banyak terima kasih dan semoga Skripsi ini bermanfaat bagi semua
pihak yang membacanya..
Medan, Februari 2017 Penulis,
v DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PERSETUJUAN ... i
ABSTRACK ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 6
C. Batasan Masalah ... 6
D. Rumusan Masalah ... 7
E. Tujuan Penelitian ... 7
F. Manfaat Penelitian ... 7
BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Kerangka Teori ... 9
1. Model Pembelajaran Problem Based Learning ... 9
2. Model Pembelajaran Konvensional ... 18
3. Hasil Belajar Alat Ukur ... 23
B. Penelitian Relevan ... 28
C. Kerangka Berpikir ... 29
D. Hipotesis penelitian ... 30
vi
B. Desain Penelitian ... 32
C. Defenisi Operasional dan Variabel Penelitian ... 33
1. Defenisi Operasional ... 33
2. Variabel Penelitian ... 34
D. Populasi dan Sampel ... 35
1. Populasi ... 35
2. Sampel ... 35
E. Prosedur Penelitian ... 36
1. Tahap persiapan ... 36
2. Tahap Pelaksanaan ... 36
3. Tahap Pengumpulan Data ... 36
F. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian ... 37
1. Teknik Pengumpulan Data ... 37
2. Instrumen Penelitian ... 37
G. Uji Coba Instrumen Penelitian ... 39
1. Uji Coba Validitas ... 39
2. Uji Daya Pembeda Tes ... 40
3. Uji Tingkat Kesukaran ... 41
4. Uji Reabilitas ... 42
H. Teknik Analisis Data... 43
1. Deskripsi Data Penelitian ... 43
2. Uji Persyaratan Analisis ... 44
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian ... 48
1. Hasil belajar kelas Eksperimen ... 48
2. Hasil Belajar kelas Kontrol ... 50
B. Uji Persyaratan Analisis ... 52
1. Uji Normalitas ... 52
2. Uji Homogenitas Varians ... 52
3. Pengujian Hipotesis ... 53
vii BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ... 58
B. Saran ... 58
DAFTAR PUSTAKA ... 60
viii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Hasil belajar Alat Ukur Siswa Kelas X SMK PAB 12 Saentis ... 4
Tabel 2. Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Masalah ... 14
Tabel 3. Dimensi Hasil Belajar ... 26
Tabel 4. Rancangan Penelitian ... 33
Tabel 5. Sampel Penelitian ... 35
Tabel 6. Kisi-Kisi Tes Alat Ukur ... 38
Tabel 7. Tingkat Kesukaran ... 42
Tabel 8. Distribusi Data Hasil Belajar Kelas Eksperimen ... 49
Tabel 9. Distribusi Data Hasil Belajar Kelas Kontrol ... 50
Tabel 10. Data Rata-Rata, Standar Deviasi dan Varians Hasil Belajar ... 51
Tabel 11. Uji Normalitas Hasil Belajar ... 52
ix
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Keberagaman Pendekatan PBL ... 16
Gambar 2. Diagram Batang Nilai Siswa Kelas Eksperimen ... 49
x
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Silabus ... 62
Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PBL ... 64
Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Konvensional ... 75
Lampiran 4. Materi Ajar ... 81
Lampiran 5. Soal Uji CobaInstrumen ... 94
Lampiran 6. Kunci Jawaban ... 99
Lampiran 7. Sebaran Uji Validitas Butir Tes ... 100
Lampiran 8. Perhitungan Uji Validitas Butir Tes ... 101
Lampiran 9. Sebaran Data Uji Daya Pembeda Tes ... 103
Lampiran 10. Perhitungan Uji Daya Pembeda Tes ... 104
Lampiran 11. Sebaran Data Uji Tingkat Kesukaran Tes ... 106
Lampiran 12. Perhitungan Uji Tingkat Kesukaran Tes ... 107
Lampiran 13. Sebaran Data Uji Reliabilitas Tes ... 108
Lampiran 14. Perhitungan Uji Reliabilitas Tes ... 109
Lampiran 15. Data Nilai Pre-test dan Post-test Kelas Eksperimen ... 111
Lampiran 16. Data Nilai Pre-test dan Post-test Kelas Kontrol ... 113
Lampiran 17. Perhitungan Uji Normalitas ... 115
Lampiran 18. Perhitungan Uji Homogenitas Varians ... 121
Lampiran 19. Perhitungan Uji Hipotesis ... 124
Lampiran 20. Tabel Nilai Kritis Untuk Uji Lilliefors ... 127
Lampiran 21. Tabel Nilai Distribusi F ... 128
Lampiran 22. Tabel Luas Kurva Normal ... 131
Lampiran 23. Tabel Nilai Distribusi t ... 133
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan titik sentral yang sangat berpengaruh untuk
meningkatkan kemajuan suatu Negara. Melalui pendidikan harkat dan martabat
bangsa dapat ditingkatkan dan dengan demikian tujuan untuk memajukan Negara
ke arah yang lebih baik lagi dapat terwujud. Peningkatan mutu pendidikan telah
banyak dilakukan oleh setiap Negara untuk memajukan Negaranya. Salah satunya
adalah Indonesia yang menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa seperti yang tercantum dalam UUD 1945. Dalam peningkatan
mutu pendidikan ini diharapkan dapat menghasilkan manusia yang dapat
memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara sehingga
mampu hidup dan bersaing dalam era globalisasi yang akan datang tanpa
kehilangan identitas nasionalnya.
Guru sebagai tenaga pendidik berperan penting dalam mencetak sumber
daya manusia yang baik dan bermutu agar sesuai dengan harapan tujuan
pendidikan nasional. Sebagai seorang pendidik, guru dituntut untuk memiliki
kemampuan mengajar yang baik dan benar. Oleh karena itu seorang guru harus
mampu memilih dan menggunakan model pembelajaran yang tepat dan sesuai
dengan pokok bahasan yang akan disampaikan, juga dengan mempertimbangakan
2
Dalam pandangan Kurikulum 2013, kegiatan pembelajaran adalah suatu
proses pendidikan yang memberikan kesempatan bagi siswa agar dapat
mengembangkan segala potensi yang mereka miliki menjadi semakin baik dilihat
dari aspek sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor).
Kemampuan ini akan diperlukan oleh siswa tersebut untuk kehidupannya dan
untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan
kehidupan umat manusia. Karena itu suatu kegiatan pembelajaran seharusnya
mempunyai arah yang menuju pemberdayaan semua potensi siswa agar dapat
menjadi kompetensi yang diharapkan.
Sekolah Menengah Kejuran (SMK) adalah lembaga pendidikan formal yang
berperan dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri setiap individu
(siswa) dan melahirkan lulusan yang produktif, bertanggung jawab, dan memiliki
kesiapan untuk bersaing di lapangan pekerjaan. Semua itu harus didukung dalam
keprofessionalan seorang siswa dibidang kejuruan yang ditekuni. Namun masih
banyak lulusan SMK yang tidak memiliki pengetahuan yang mencukupi baik
dalam segi penalaran dan praktik yang dilakukan. Hal itu sangat berpengaruh
terhadap kemampuan mereka untuk bersaing masuk ke lapangan pekerjaan dan
dapat menciptakan sendiri lapangan pekerjaan sesuai dengan kejuruan yang
didapatkan selama menimbah ilmu dibangku persekolahan.
SMK PAB 12 Saentis adalah lembaga pendidikan formal yang beralamat
dijalan Kali Serayu PTPN II Saentis yang terdiri atas Kompetensi keahlian Teknik
Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Administrasi Perkantoran dan
3
dunia usaha. Di bidang teknik Otomotif diantaranya teknik kendaraan ringan.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, di SMK PAB 12 Saentis pada kelompok C2
(Dasar Kompetensi Kejuruan) untuk mendukung tercapainya lulusan yang
bermutu, salah satunya adalah mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif
pada Kompetensi Dasar Penggunaan Alat Ukur.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti pada tanggal 22
Agustus 2016 kepada salah satu guru mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik
Otomotif (PDTO), diperoleh informasi bahwa siswa kurang bergairah, bosan,
selalu mencatat, tidak ada hal yang menarik saat belajar mengajar. dan jenuh
ketika mengikuti pelajaran. Kejenuhan itu tentu berdampak buruk terhadap hasil
belajar.
Pada saat proses pembelajaran berlangsung juga terlihat kurangnya model
pembelajaran yang digunakan. Pada proses pembelajaran guru hanya
menggunakan model pembelajara konvensional yang membuat siswa hanya
mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru tanpa adanya respon timbal balik
antara guru dengan siswa.
Kondisi di atas berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Hasil belajar
yang diperoleh siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif pada
Kompetensi Dasar Alat Ukur cenderung rendah meskipun ada beberapa siswa
yang hasil belajarnya telah mencapai kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu
nilai 75, penjabaran hasil belajar mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif
Kompetensi Dasar Alat Ukur pada tahun ajaran 2013/2014 dan 2014/2015
4
Tabel 1.
Nilai Rata-rata Hasil Belajar Penggunaan Alat Ukur Kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis
Tahun Pelajaran Nilai Jumlah Siswa Persentase
Kelas X TKR1
2013/2014 < 75
75 – 79 80 – 89 90 – 100
16 orang 9 orang 6 orang 1 orang 50 % 28,1 % 18,7 % 3,1 %
2014/2015 < 75
75 – 79 80 - 89 90 – 100
11 orang 8 orang 4 orang 1 orang 45,8 % 33,3 % 16,6 % 4,2 % Kelas X TKR2
2013/2014 < 75
75 – 79 80 – 89 90 – 100
15 orang 9 orang 6 orang 2 orang 46,8 % 28,1% 18,7 % 6,2 %
2014/2015 < 75
75 – 79 80 - 89 90 – 100
13 orang 6 orang 4 orang 1 orang 52 % 25 % 16 % 4 % Sumber : Nilai Mentah Guru Mata Pelajaran
Berdasarkan Tabel 1. di atas masih banyak siswa yang belum memenuhi
standar kelulusan yang ditetapkan sekolah. Proses belajar mengajar
mengguanakan alat ukur yang tidak maksimal ini menjadi alasan kuat terhadap
hasil belajar yang rendah dan akan berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan.
Agar siswa berperan aktif dalam proses belajar mengajar, maka diperlukan
model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Oleh karena itu agar pembelajaran
berpusat pada siswa, guru perlu memilih suatu model pembelajaran yang
memerlukan keterlibatan siswa secara aktif dan juga dapat mengembangkan
kemampuan berfikirnya serta membangun pengetahuannya sendiri, selama proses
belajar menagajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Salah satunya dengan
5
pemahaman dan sekaligus dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam
perkembangan daya nalar dan kreativitas siswa, yaitu model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL). Model ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap ilmiah, dan mengajak siswa mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam belajar
yang didasari dari masalah-masalah yang pernah dialami oleh siswa agar hasil
belajar siswa menjadi lebih baik.
Dengan demikian penggunaan model pembelajaran yang tepat akan
membantu siswa untuk lebih aktif lagi menerima pelajaran dan menumbuhkan
semangat mereka dalam belajar. Dengan cara menarapkan model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran menggunakan alat ukur dapat melibatkan siswa secara aktif terhadap suatu konsep untuk memecahkan masalah
yang berkaitan dengan menggunakan alat ukur. Dengan demikian diharapkan
siswa dapat mencapai nilai ketuntasan belajar yang optimal yang dapat dlihat dari
hasil belajar siswa.
Memperhatikan pentingnya model pembelajaran yang digunakan dalam
meningkatkan hasil belajar Penggunaan Alat Ukur sesuai uraian di atas maka
penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “Pengaruh
Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap
Hasil Belajar Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO)
Kompetensi Dasar Alat Ukur Pada Siswa Kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis
6
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah-masalah yang
dapat diidentifikasi antara lain :
1. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif
pada kompetensi dasar Alat ukur di kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis
masih tergolong rendah.
2. Minat siswa dalam proses pembelajaran Alat ukur di kelas X TKR SMK
PAB 12 Saentis masih kurang.
3. Siswa kurang aktif selama proses pembelajaran Alat ukur di kelas X TKR
SMK PAB 12 Saentis
4. Proses belajar yang dilakukan masih belum banyak variasi, yaitu masih
menggunakan metode ceramah, sehingga membuat siswa merasa tidak ada
motivasi dalam mengikuti pelajaran karena suasana belajar menjadi lebih
tegang.
C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah
disebutkan, untuk memperjelas penelitian yang dilakukan dan agar mendapatkan
hasil penelitian yang tepat, fokus serta penafsiran terhadap hasil penelitian tidak
berbeda, maka perlu dilakukan pembatasan masalah. Penelitian ini hanya berfokus
pada pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil
belajar mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Kompetensi Dasar alat
7
yang akan digunakan dibatasi hanya alat ukur Elektrik dan Elektronik yang
terdapat pada Kompetensi Dasar (KD) 3.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah,
identifikasi masalah dan pembatasan masalah, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah : Bagaimanakah pengaruh penggunaan model pembelajaran
problem based learning terhadap hasil belajar mata pelajaran pekerjaan dasar teknik otomotif kompetensi dasar penggunaan alat ukur Elektrik dan Elektronik
pada sisawa kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis T.A 2016/2017
E. Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran problem
based learning terhadap hasil belaajar mata pelajaran pekerjaan dasar teknik otomotif kompetensi dasar penggunaan alat ukur elektrik dan elektronik pada
sisawa kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis T.A 2016/2017.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Siswa
Untuk memperbaiki pembelajaran, dengan sasaran akhir memperbaiki
8
2. Bagi Guru
Untuk mendorong terjadinya inovasi pada diri guru dengan tujuan
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan
3. Bagi Sekolah
a. Memberikan bahan masukan yang baik bagi sekolah sehingga
dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
b. Memberikan sumbangan pemikiran dalam usaha meningkatkan
58 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil belajar siswa pada kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan
menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) diperoleh
rata-rata 81,85 sedangkan hasil belajar siswa pada kelas kontrol setelah diberikan
perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional diperoleh
rata-rata 79,04. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat
disimpulkan bahwa hasil belajar siswa antara yang diajar menggunakan model
pembelajaran PBL (Problem Based Learning) lebih tinggi dari pada hasil belajar
siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Konvensional pada mata
pelajaran PDTO (Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif) siswa kelas X TKR (Teknik
kendaraan Ringan) SMK PAB 12 Saentis Tahun Ajaran 2016/2017.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, disarankan
beberapa hal sebagai berikut :
1. Guru bidang studi Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif agar menggunakan
model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan bagi guru agar
mengembangkan pengetahuannya mengenai model pembelajaran PBL
59
2. Penelitian ini sesuai untuk Kompetensi Dasar Menggunakan Alat-alat Ukur
Elektrik/elektronik jadi bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian
sejenis dengan Kompetensi Dasar yang berbeda diharapkan dapat memilih