• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF KOMPETENSI DASAR ALAT UKUR PADA SISWA KELAS X TKR SMK PAB 12 SAENTIS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF KOMPETENSI DASAR ALAT UKUR PADA SISWA KELAS X TKR SMK PAB 12 SAENTIS."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

i ABSTRAK

Nanang Pangestu : Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Kompetensi Dasar Alat Ukur Pada Siswa Kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. 2017.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif kompetensi dasar alat ukur elektrik dan elektronik pada siswa Kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis T.A. 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental yaitu pretest – posttest control group design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X teknik kendaraan ringan yang terdiri dari 2 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara teknik random sampling yaitu kelas X TKR 1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 26 orang dan kelas X TKR 2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 25 orang. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan yaitu tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda dengan jumlah 25 soal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar menggunakan model pembelajaran problem based learning lebih tinggi dari pada hasil belajar model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Kompetensi Dasar Alat Ukur Siswa Kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis. Tahun Ajaran 2016/2017.

(4)

ii ABSTRACT

Nanang Pangestu: Influence of Learning Problem Based Learning Model Of Study Results Subjects Automotive Engineering Works Basic Basic Competence Test Equipment In Class X TKR SMK PAB 12 Saentis. Thesis. Faculty of Engineering, State University of Medan. 2017

This research aims to determine the effect of using model learning Problem Based Learning on learning outcomes subjects Basic Works Automotive Engineering basic competencies of electric and electronic measuring devices on a student of Class X TKR SMK PAB 12 Saentis Academic Year 2016/2017. This research is a quasi-experimental ie pretest - posttest control group design. The population in the study were all students of class X light engineering vehicle that consists of two classes. Sampling was done by random sampling technique that is class X TKR 1 as an experimental class numbering 26 people and class X TKR 2 as the control class that numbered 25 people. Experimental class be given treatment with using model learning Problem Based Learning, while the control group was treated using model learning conventional. The instrument used is a test of learning outcomes in the form of multiple choice question number 25. From the results of this study concluded that the results of learning using learning model of problem based learning in higher than on learning outcomes for conventional learning models on the subjects of Automotive Engineering Works Basic Basic Competence Test Equipment Class X TKR SMK PAB 12 Saentis. Academic Year 2016/2017.

.

(5)

iii

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan sekalian alam yang selalu

melimpahkan taufik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

Skripsi yang berjudul Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Problem

Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pekerjaan

Dasar Teknik Otomotif Kompetensi Dasar Alat Ukur Pada Siswa Kelas X

TKR SMK PAB 12 Saentis T.A. 2016/2017”.

Shalawat beriring salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah

memberikan risalahnya kepada seluruh umat manusia. Dalam penulisan dan

pembuatan Skripsi ini Penulis banyak mengalami kendala-kendala karena

keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Namun berkat dan usaha

penulis yang telah banyak mendapat bimbingan dan arahan dari Bapak Drs.

Suherman, M.Pd, selaku dosen pembimbing penulis, akhirnya Skripsi ini dapat

diselesaikan dan untuk itu juga penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih

kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Teknik

Universitas Negeri Medan.

2. Ibu Dr. Hj. Rosnelli, M.Pd, selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas

Teknik Universitas Negeri Medan.

3. Bapak Drs. Hidir Efendi, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin

FT-Unimed.

4. Bapak Drs. Selamat Riadi, MT, selaku Sekretaris Jurusan Teknik Mesin

(6)

iv

5. Bapak Dr. Lisyanto, M.Si, selaku Ketua Prodi Pendidikan Teknik Otomotif

Jurusan Teknik Mesin FT-Unimed.

6. Prof. Dr. Sumarno, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik penulis.

7. Bapak Dosen beserta Staff Pegawai Jurusan Teknik Mesin FT-Unimed.

8. Ibu Dra Mariana, selaku kepala sekolah SMK PAB 12 saentis yang telah

memberikan izin penelitian di sekolah yang dipimpin beliau.

9. Bapak Tody Krisdianto, S.Pd, selaku guru mata pelajaran Pekerjaan Dasar

Teknik Otomotif yang telah bersedia melaksanakan penelitian pada mata

pelajaran yang dibawakan beliau.

10. Sang Ayah, Ibunda, segenap keluarga tercinta dan juga Candra Tri Aswuri

yang telah berjuang dalam segenap do’a dan dukungan baik secara moral

maupun secara material.

Penulis menyadari bahwa Skripsi ini tidak sepenuhnya sempurna,

dikarenakan keterbatasan pengetahuan, kemampuan serta pengalaman penulis.

Sehubungan dengan hal tersebut, penulis sangat mengharapkan adanya kritik serta

saran dari semua pihak yang bersifat membangun. Akhir kata, penulis

mengucapkan banyak terima kasih dan semoga Skripsi ini bermanfaat bagi semua

pihak yang membacanya..

Medan, Februari 2017 Penulis,

(7)

v DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PERSETUJUAN ... i

ABSTRACK ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 6

C. Batasan Masalah ... 6

D. Rumusan Masalah ... 7

E. Tujuan Penelitian ... 7

F. Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Kerangka Teori ... 9

1. Model Pembelajaran Problem Based Learning ... 9

2. Model Pembelajaran Konvensional ... 18

3. Hasil Belajar Alat Ukur ... 23

B. Penelitian Relevan ... 28

C. Kerangka Berpikir ... 29

D. Hipotesis penelitian ... 30

(8)

vi

B. Desain Penelitian ... 32

C. Defenisi Operasional dan Variabel Penelitian ... 33

1. Defenisi Operasional ... 33

2. Variabel Penelitian ... 34

D. Populasi dan Sampel ... 35

1. Populasi ... 35

2. Sampel ... 35

E. Prosedur Penelitian ... 36

1. Tahap persiapan ... 36

2. Tahap Pelaksanaan ... 36

3. Tahap Pengumpulan Data ... 36

F. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian ... 37

1. Teknik Pengumpulan Data ... 37

2. Instrumen Penelitian ... 37

G. Uji Coba Instrumen Penelitian ... 39

1. Uji Coba Validitas ... 39

2. Uji Daya Pembeda Tes ... 40

3. Uji Tingkat Kesukaran ... 41

4. Uji Reabilitas ... 42

H. Teknik Analisis Data... 43

1. Deskripsi Data Penelitian ... 43

2. Uji Persyaratan Analisis ... 44

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian ... 48

1. Hasil belajar kelas Eksperimen ... 48

2. Hasil Belajar kelas Kontrol ... 50

B. Uji Persyaratan Analisis ... 52

1. Uji Normalitas ... 52

2. Uji Homogenitas Varians ... 52

3. Pengujian Hipotesis ... 53

(9)

vii BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 58

B. Saran ... 58

DAFTAR PUSTAKA ... 60

(10)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Hasil belajar Alat Ukur Siswa Kelas X SMK PAB 12 Saentis ... 4

Tabel 2. Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Masalah ... 14

Tabel 3. Dimensi Hasil Belajar ... 26

Tabel 4. Rancangan Penelitian ... 33

Tabel 5. Sampel Penelitian ... 35

Tabel 6. Kisi-Kisi Tes Alat Ukur ... 38

Tabel 7. Tingkat Kesukaran ... 42

Tabel 8. Distribusi Data Hasil Belajar Kelas Eksperimen ... 49

Tabel 9. Distribusi Data Hasil Belajar Kelas Kontrol ... 50

Tabel 10. Data Rata-Rata, Standar Deviasi dan Varians Hasil Belajar ... 51

Tabel 11. Uji Normalitas Hasil Belajar ... 52

(11)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Keberagaman Pendekatan PBL ... 16

Gambar 2. Diagram Batang Nilai Siswa Kelas Eksperimen ... 49

(12)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Silabus ... 62

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PBL ... 64

Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Konvensional ... 75

Lampiran 4. Materi Ajar ... 81

Lampiran 5. Soal Uji CobaInstrumen ... 94

Lampiran 6. Kunci Jawaban ... 99

Lampiran 7. Sebaran Uji Validitas Butir Tes ... 100

Lampiran 8. Perhitungan Uji Validitas Butir Tes ... 101

Lampiran 9. Sebaran Data Uji Daya Pembeda Tes ... 103

Lampiran 10. Perhitungan Uji Daya Pembeda Tes ... 104

Lampiran 11. Sebaran Data Uji Tingkat Kesukaran Tes ... 106

Lampiran 12. Perhitungan Uji Tingkat Kesukaran Tes ... 107

Lampiran 13. Sebaran Data Uji Reliabilitas Tes ... 108

Lampiran 14. Perhitungan Uji Reliabilitas Tes ... 109

Lampiran 15. Data Nilai Pre-test dan Post-test Kelas Eksperimen ... 111

Lampiran 16. Data Nilai Pre-test dan Post-test Kelas Kontrol ... 113

Lampiran 17. Perhitungan Uji Normalitas ... 115

Lampiran 18. Perhitungan Uji Homogenitas Varians ... 121

Lampiran 19. Perhitungan Uji Hipotesis ... 124

Lampiran 20. Tabel Nilai Kritis Untuk Uji Lilliefors ... 127

Lampiran 21. Tabel Nilai Distribusi F ... 128

Lampiran 22. Tabel Luas Kurva Normal ... 131

Lampiran 23. Tabel Nilai Distribusi t ... 133

(13)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan titik sentral yang sangat berpengaruh untuk

meningkatkan kemajuan suatu Negara. Melalui pendidikan harkat dan martabat

bangsa dapat ditingkatkan dan dengan demikian tujuan untuk memajukan Negara

ke arah yang lebih baik lagi dapat terwujud. Peningkatan mutu pendidikan telah

banyak dilakukan oleh setiap Negara untuk memajukan Negaranya. Salah satunya

adalah Indonesia yang menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk mencerdaskan

kehidupan bangsa seperti yang tercantum dalam UUD 1945. Dalam peningkatan

mutu pendidikan ini diharapkan dapat menghasilkan manusia yang dapat

memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara sehingga

mampu hidup dan bersaing dalam era globalisasi yang akan datang tanpa

kehilangan identitas nasionalnya.

Guru sebagai tenaga pendidik berperan penting dalam mencetak sumber

daya manusia yang baik dan bermutu agar sesuai dengan harapan tujuan

pendidikan nasional. Sebagai seorang pendidik, guru dituntut untuk memiliki

kemampuan mengajar yang baik dan benar. Oleh karena itu seorang guru harus

mampu memilih dan menggunakan model pembelajaran yang tepat dan sesuai

dengan pokok bahasan yang akan disampaikan, juga dengan mempertimbangakan

(14)

2

Dalam pandangan Kurikulum 2013, kegiatan pembelajaran adalah suatu

proses pendidikan yang memberikan kesempatan bagi siswa agar dapat

mengembangkan segala potensi yang mereka miliki menjadi semakin baik dilihat

dari aspek sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor).

Kemampuan ini akan diperlukan oleh siswa tersebut untuk kehidupannya dan

untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan

kehidupan umat manusia. Karena itu suatu kegiatan pembelajaran seharusnya

mempunyai arah yang menuju pemberdayaan semua potensi siswa agar dapat

menjadi kompetensi yang diharapkan.

Sekolah Menengah Kejuran (SMK) adalah lembaga pendidikan formal yang

berperan dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri setiap individu

(siswa) dan melahirkan lulusan yang produktif, bertanggung jawab, dan memiliki

kesiapan untuk bersaing di lapangan pekerjaan. Semua itu harus didukung dalam

keprofessionalan seorang siswa dibidang kejuruan yang ditekuni. Namun masih

banyak lulusan SMK yang tidak memiliki pengetahuan yang mencukupi baik

dalam segi penalaran dan praktik yang dilakukan. Hal itu sangat berpengaruh

terhadap kemampuan mereka untuk bersaing masuk ke lapangan pekerjaan dan

dapat menciptakan sendiri lapangan pekerjaan sesuai dengan kejuruan yang

didapatkan selama menimbah ilmu dibangku persekolahan.

SMK PAB 12 Saentis adalah lembaga pendidikan formal yang beralamat

dijalan Kali Serayu PTPN II Saentis yang terdiri atas Kompetensi keahlian Teknik

Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Administrasi Perkantoran dan

(15)

3

dunia usaha. Di bidang teknik Otomotif diantaranya teknik kendaraan ringan.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, di SMK PAB 12 Saentis pada kelompok C2

(Dasar Kompetensi Kejuruan) untuk mendukung tercapainya lulusan yang

bermutu, salah satunya adalah mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif

pada Kompetensi Dasar Penggunaan Alat Ukur.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti pada tanggal 22

Agustus 2016 kepada salah satu guru mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik

Otomotif (PDTO), diperoleh informasi bahwa siswa kurang bergairah, bosan,

selalu mencatat, tidak ada hal yang menarik saat belajar mengajar. dan jenuh

ketika mengikuti pelajaran. Kejenuhan itu tentu berdampak buruk terhadap hasil

belajar.

Pada saat proses pembelajaran berlangsung juga terlihat kurangnya model

pembelajaran yang digunakan. Pada proses pembelajaran guru hanya

menggunakan model pembelajara konvensional yang membuat siswa hanya

mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru tanpa adanya respon timbal balik

antara guru dengan siswa.

Kondisi di atas berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Hasil belajar

yang diperoleh siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif pada

Kompetensi Dasar Alat Ukur cenderung rendah meskipun ada beberapa siswa

yang hasil belajarnya telah mencapai kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu

nilai 75, penjabaran hasil belajar mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif

Kompetensi Dasar Alat Ukur pada tahun ajaran 2013/2014 dan 2014/2015

(16)

4

Tabel 1.

Nilai Rata-rata Hasil Belajar Penggunaan Alat Ukur Kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis

Tahun Pelajaran Nilai Jumlah Siswa Persentase

Kelas X TKR1

2013/2014 < 75

75 – 79 80 – 89 90 – 100

16 orang 9 orang 6 orang 1 orang 50 % 28,1 % 18,7 % 3,1 %

2014/2015 < 75

75 – 79 80 - 89 90 – 100

11 orang 8 orang 4 orang 1 orang 45,8 % 33,3 % 16,6 % 4,2 % Kelas X TKR2

2013/2014 < 75

75 – 79 80 – 89 90 – 100

15 orang 9 orang 6 orang 2 orang 46,8 % 28,1% 18,7 % 6,2 %

2014/2015 < 75

75 – 79 80 - 89 90 – 100

13 orang 6 orang 4 orang 1 orang 52 % 25 % 16 % 4 % Sumber : Nilai Mentah Guru Mata Pelajaran

Berdasarkan Tabel 1. di atas masih banyak siswa yang belum memenuhi

standar kelulusan yang ditetapkan sekolah. Proses belajar mengajar

mengguanakan alat ukur yang tidak maksimal ini menjadi alasan kuat terhadap

hasil belajar yang rendah dan akan berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan.

Agar siswa berperan aktif dalam proses belajar mengajar, maka diperlukan

model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Oleh karena itu agar pembelajaran

berpusat pada siswa, guru perlu memilih suatu model pembelajaran yang

memerlukan keterlibatan siswa secara aktif dan juga dapat mengembangkan

kemampuan berfikirnya serta membangun pengetahuannya sendiri, selama proses

belajar menagajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Salah satunya dengan

(17)

5

pemahaman dan sekaligus dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam

perkembangan daya nalar dan kreativitas siswa, yaitu model pembelajaran

Problem Based Learning (PBL). Model ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap ilmiah, dan mengajak siswa mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam belajar

yang didasari dari masalah-masalah yang pernah dialami oleh siswa agar hasil

belajar siswa menjadi lebih baik.

Dengan demikian penggunaan model pembelajaran yang tepat akan

membantu siswa untuk lebih aktif lagi menerima pelajaran dan menumbuhkan

semangat mereka dalam belajar. Dengan cara menarapkan model pembelajaran

Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran menggunakan alat ukur dapat melibatkan siswa secara aktif terhadap suatu konsep untuk memecahkan masalah

yang berkaitan dengan menggunakan alat ukur. Dengan demikian diharapkan

siswa dapat mencapai nilai ketuntasan belajar yang optimal yang dapat dlihat dari

hasil belajar siswa.

Memperhatikan pentingnya model pembelajaran yang digunakan dalam

meningkatkan hasil belajar Penggunaan Alat Ukur sesuai uraian di atas maka

penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “Pengaruh

Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap

Hasil Belajar Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO)

Kompetensi Dasar Alat Ukur Pada Siswa Kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis

(18)

6

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah-masalah yang

dapat diidentifikasi antara lain :

1. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif

pada kompetensi dasar Alat ukur di kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis

masih tergolong rendah.

2. Minat siswa dalam proses pembelajaran Alat ukur di kelas X TKR SMK

PAB 12 Saentis masih kurang.

3. Siswa kurang aktif selama proses pembelajaran Alat ukur di kelas X TKR

SMK PAB 12 Saentis

4. Proses belajar yang dilakukan masih belum banyak variasi, yaitu masih

menggunakan metode ceramah, sehingga membuat siswa merasa tidak ada

motivasi dalam mengikuti pelajaran karena suasana belajar menjadi lebih

tegang.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah

disebutkan, untuk memperjelas penelitian yang dilakukan dan agar mendapatkan

hasil penelitian yang tepat, fokus serta penafsiran terhadap hasil penelitian tidak

berbeda, maka perlu dilakukan pembatasan masalah. Penelitian ini hanya berfokus

pada pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil

belajar mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif Kompetensi Dasar alat

(19)

7

yang akan digunakan dibatasi hanya alat ukur Elektrik dan Elektronik yang

terdapat pada Kompetensi Dasar (KD) 3.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah,

identifikasi masalah dan pembatasan masalah, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah : Bagaimanakah pengaruh penggunaan model pembelajaran

problem based learning terhadap hasil belajar mata pelajaran pekerjaan dasar teknik otomotif kompetensi dasar penggunaan alat ukur Elektrik dan Elektronik

pada sisawa kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis T.A 2016/2017

E. Tujuan Penelitian

Sejalan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penelitian ini

adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran problem

based learning terhadap hasil belaajar mata pelajaran pekerjaan dasar teknik otomotif kompetensi dasar penggunaan alat ukur elektrik dan elektronik pada

sisawa kelas X TKR SMK PAB 12 Saentis T.A 2016/2017.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi Siswa

Untuk memperbaiki pembelajaran, dengan sasaran akhir memperbaiki

(20)

8

2. Bagi Guru

Untuk mendorong terjadinya inovasi pada diri guru dengan tujuan

untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan

3. Bagi Sekolah

a. Memberikan bahan masukan yang baik bagi sekolah sehingga

dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

b. Memberikan sumbangan pemikiran dalam usaha meningkatkan

(21)

58 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil belajar siswa pada kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan

menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) diperoleh

rata-rata 81,85 sedangkan hasil belajar siswa pada kelas kontrol setelah diberikan

perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional diperoleh

rata-rata 79,04. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat

disimpulkan bahwa hasil belajar siswa antara yang diajar menggunakan model

pembelajaran PBL (Problem Based Learning) lebih tinggi dari pada hasil belajar

siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Konvensional pada mata

pelajaran PDTO (Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif) siswa kelas X TKR (Teknik

kendaraan Ringan) SMK PAB 12 Saentis Tahun Ajaran 2016/2017.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, disarankan

beberapa hal sebagai berikut :

1. Guru bidang studi Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif agar menggunakan

model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan bagi guru agar

mengembangkan pengetahuannya mengenai model pembelajaran PBL

(22)

59

2. Penelitian ini sesuai untuk Kompetensi Dasar Menggunakan Alat-alat Ukur

Elektrik/elektronik jadi bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian

sejenis dengan Kompetensi Dasar yang berbeda diharapkan dapat memilih

Gambar

Gambar 1. Keberagaman Pendekatan PBL ..........................................................
Tabel 1. Nilai Rata-rata Hasil Belajar Penggunaan Alat Ukur

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar ekonomi siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara yang diajarkan menggunakan modul dengan model

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran

Masalah penelitian ini adalah “Apakah hasil belajar kewirausahaan yang diajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan

Kustiawan: Perbedaan Hasil Belajar Yang Diajar dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Model Pembelajaran Contextual Teaching

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan hasil penelitian dan analisis data adalah penggunaan model problem based learning lebih efektif dari model

PERBANDINGAN ANTARA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN PROBLEM POSING TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MENGGAMBAR TEKNIK DASAR BANGUNAN SISWA

Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan model pembelajaran Problem Based Learning adalah untuk memberikan penguatan kepada siswa, melatih