PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED
LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
SISWA PADA KOMPETENSI MEMPERBAIKI SISTEM
KOPLING DAN KOMPONENNYA KELAS XI TKR
SMK BUDI AGUNG MEDAN T.A. 2015/2016
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif
Oleh :
SAIPUL ANWAR
5103122035
PRODI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
i ABSTRAK
SAIPUL ANWAR, NIM. 5103122035. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Kompetensi Memperbaiki Sistem Kopling dan Komponennya Kelas XI TKR SMK Budi Agung Medan T.A. 2015/2016. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan, 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kompetensi memperbaiki sistem kopling dan komponennya pada siswa kelas XI Teknik Kendaran Ringan SMK Budi Agung Medan melalui model Pembelajaran problem based learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 30 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observating), dan refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data dengan tes hasil belajar. Berdasarkan evaluasi hasil belajar pada setiap pembelajaran dan berdasarkan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan dalam penelitian ini, ditemukan pada nilai rata-rata pretest siswa 50,67, lalu pada pelaksanaan posttest siklus I meningkat menjadi 79,33. Kemudian setelah dilakukan tindakan perbaikan model pembelajaran problem based learnig pada siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata posttest siswa, nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 89,0. Demikian halnya dengan ketuntasan belajar siswa siklus I sebanyak 19 orang siswa (63,33%) dinyatakan tuntas dan setelah dilakukan tindakan perbaikan siklus II sebanyak 25 orang siswa (83,33%) yang dinyatakan telah tuntas, sedangkan 5 orang siswa (16,67%) belum tuntas. Dengan demikian dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi Memperbaiki Sistem Kopling dan Komponennya Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Budi Agung Medan Tahun Ajaran 2015/2016.
ii ABSTRACT
SAIPUL ANWAR, NIM. 5103122035. Application of Problem Based Learning Model Learning To Improve Learning Outcomes On Improving Competence Clutch Systems and Components Class XI SMK Light Vehicle Engineering Budi Agung Medan School Year 2015/2016. Essay, Automotive Engineering Education Program Study, Faculty of Engineering, state university of Medan.
The purpose of this reasearch is to increase learning outcomes competence repair clutch system with the compenent student class XI light vehicle engineering SMK Budi Agung Medan through problem based learning. This reasearch is action class reasearch at even semester 2015/2016 with amount 30 students. This reasearch was conduct in two cycles each cycle consisting of two meetings. Each cycle consisting the stages of planning, acting, observating, reflecting. Data collection techniques achievment test. According the evaluation of learning outcomes in learning and according the success criteria set out in this study, it is foud average value. Pretest students 50,67 and the implementation posttest siclus I increase to be 79,33. Then after do action improvement problem based learning at siclus II happend increase average value posttest student, average value increase to be 89,0. Then with mastery learning student siclus I 19 students (63,33%) otherwise completed. and after do removement siclus II 25 students (83,33%) otherwise completed, but 5 students (16,67%) not yet completed. That is why from this reasearch we can conclude that problem based learning can increase the result student learning competence. To fix clutch system and component class XI light vehicle engineering SMK Budi Agung Medan 2015/2016.
iii
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang selalu melindungi dan memberikan yang
terbaik bagi penulis sehingga dapat menyusun skripsi ini dengan judul Penerapan
Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa Pada Kompetensi Memperbaiki Sistem Kopling dan Komponennya Kelas
XI TKR SMK Budi Agung Medan T.A. 2015/2016.
Shalawat dan salam ke arwah Nabi Muhammad SAW sebagai sosok
manusia panutan dan contoh pemimpin yang menginspirasi penulis melalui
semangat dan keberhasilannya mempertahankan dan memperjuangkan peradaban
manusia.
Dalam penulisan skripsi ini Penulis tentu tidak terhindar dari banyaknya
permasalahan yang muncul karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki
Penulis. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak yang selalu memberikan
dukungan moril maupun materiil kepada Penulis sehingga skripsi ini dapat
tersusun dengan baik. Terkhusus kepada Bapak Indra Koto, S.T, M.Eng selaku
dosen pembimbing yang tanpa rasa bosan memberi pengarahan dan bimbingannya
dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terima
kasih banyak kepada :
1. Bapak Drs. M. Banjarnahor, M.Pd selaku dosen Pembimbing Akademik
2. Bapak Dr. Lisyanto, M.Si selaku Ketua Prodi Pendidikan Teknik Otomotif
Universitas Negeri Medan
3. Bapak Drs. Selamat Riadi, M.T selaku Sekretaris Jurusan Teknik Mesin
4. Bapak Drs. Hidir Efendi, M.Pd selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin
Universitas Negeri Medan.
5. Bapak Prof. Dr. Harun Sitompul, M. Pd selaku Dekan Fakultas Teknik
Universitas Negeri Medan
6. Seluruh dosen di Universitas Negeri Medan khususnya dosen Fakultas
Teknik yang telah memberikan tenaga juga pikirannya membimbing Penulis
iv
7. Kedua Orang tua tercinta dari Penulis yang senantiasa selalu memberikan
doa, dukungan moril dan materiil serta bimbingan dan arahan kepada
penulis.
8. Keluarga yang memberikan dukungan doa dan semangat.
9. Untuk sebuah nama Penulis ucapkan terima kasih banyak kepada Ikhlasiah
Hasibuan, Am. Keb, S.ST yang selalu memberi semangat dan dorongan
motivasi dalam menyelesaikan studi ini
10. Rekan juang di Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal atas nama Bang Che,
Kang Poler, Birju, Tah, Gurning, Potan, Papah, Ejen, Badanan, Ishak,
Paradil, Abu, Hambali, Saroh, Tanti, Fatimah, serta Kakanda dan Adinda
semua yang tidak dapat dicantumkan namanya satu persatu serta
teman-teman prodi Pendidikan Teknik Otomotif stambuk 2010 yang memberikan
dukungan, semangat dan motivasi kepada penulis, serta masih banyak pihak
lain yang membantu namun tidak terucapkan satu persatu, maka penulis
mohon maaf.
Demikian penulisan skripsi ini penulis perbuat. Penulis berharap kritik dan
saran yang bersifat membangun dengan rendah hati untuk perbaikan dikemudian
hari. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih.
Medan, April 2016 Penulis,
v
B. Identifikasi Masalah... 8
C.Pembatasan Masalah ... 8
D.Rumusan Masalah ... 9
E. Tujuan Penelitian ... 9
F. Manfaat Penelitian ... 9
BAB II KERANGKA TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS A.Kerangka Teori ... 11
1. Hakikat Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) ... 11
2. Hakikat Hasil Belajar ... 19
3. Kompetensi Memperbaiki Sistem Kopling dan Komponennya ... 23
vi
D.Objek Penelitian... 28
E. Defenisi Operasional Variabel ... 29
F. Desain Penelitian ... 29
G.Prosedur Penelitian ... 30
H.Data dan Teknik Pengumpulan Data ... 39
I. Teknik Analisis Data ... 40
J. Indikator Keberhasilan... 43
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Hasil dan Pembahasan ... 44
1. Kemampuan Awal Siswa ... 44
2. Siklus I ... 45
3. Siklus II ... 50
B. Perkembangan Nilai Siklus... 54
C.Hipotesis Penelitian ... 56
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan ... 58
B. Saran ... 69
DAFTAR PUSTAKA ... 60
vii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel1. Perolehan Hasil Belajar ... 5
Tabel 2.Langkah-Langkah Sintaks Model PBM ... 19
Tabel 3. Langkah-Langkah Tindakan Siklus ... 32
Tabel 4. Format Observasi Aktivitas Siswa ... 36
Tabel 5. Kategori Persentase Tingkat Keaktifan Siswa ... 38
Tabel 6. Ketuntasan Penguasaan Materi Pelajaran ... 42
Tabel 7. Perolehan Nilai Siswa Pada Setiap Siklus ... 54
viii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Skema Peran Guru Dalam Kelas PBI ... 18
Gambar 2. Sistem Kopling dan Komponennya Pada Kendaraan ... 25
Gambar 3. Model Penelitian Tindakan Kelas ... 30
Gambar 4. Diagram Ketuntasan Pre Test ... 44
Gambar 5. Diagram Ketuntasan Pada Siklus I ... 48
Gambar 6. Diagram Aktivitas Belajar Siswa Siklus I ... 49
Gambar 7. Diagram Ketuntasan Pada Siklus II ... 52
Gambar 8. Diagram Aktivitas Belajar Siswa Siklus II ... 48
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1. Silabus ... 62
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ... 65
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ... 69
4. Materi Pembelajaran ... 73
5. Kisi-Kisi Soal ... 80
6. Soal Pre Test ... 81
7. Test Siklus I ... 82
8. Test Siklus II... 83
9. Kunci Jawaban Pre Test dan Post Test ... 84
10. Daftar Nilai Pre Test dan Post Test ... 89
11. Lembar Aktivitas Siswa Siklus I ... 90
12. Lembar Aktivitas Siswa Siklus II ... 91
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dinamika sosial kehidupan yang terus berkembang menuntut untuk
dilakukannya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan segala
dimensinya baik di bidang pengetahuan, nilai dan sikap, maupun keterampilan.
Pengembangan dimensi manusia yang dilandasi kemampuan intelektual,
kecerdasan emosional dan kreativitas yang tinggi hanya dapat dilakukan melalui
proses pendidikan. Pendidikan pada dasarnya memiliki peranan yang sangat
penting dalam menghasilkan kaderisasi bangsa yang selalu siap dalam kondisi
bangsa kedepannya dengan kemampuan fisik, mentalitas, maupun ilmu
pengetahuan.
Pendidikan sangat diperlukan untuk menghasilkan manusia terampil,
produktif, inisiatif, dan kreatif tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar yang dimiliki
oleh setiap manusia seperti keimanan dan ketaqwaan, akhlak, disiplin, dan etos
kerja, serta nilai-nilai instrumen seperti penguasaan IPTEK dan kemampuan
berkomunikasi yang merupakan unsur pembentukan kemajuan dan kemandirian
bangsa. Oleh karena itu, pendidikan dianggap berperan penting dalam proses
mewujudkan manusia yang dapat mengembangkan kemampuannya dan membina
kehidupan yang baik di dalam masyarakat.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu lembaga pendidikan
2
dan etos kerja tingkat menengah yang terampil dan kreatif, dan sebagai salah satu
sumber penghasil tenaga-tenaga terampil di berbagai jenis bidang keterampilan.
Hal ini sesuai dengan apa yang tertuang dalam Undang-Undang RI Nomor 20
tahun 2003 pasal 3 yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung
jawab.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah bagian dari pendidikan
menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk
melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. Pendidikan menengah kejuruan
mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta
mengembangkan sikap profesional. Sesuai dengan bentuknya, sekolah menengah
kejuruan menyelenggarakan program-program pendidikan yang disesuaikan
dengan jenis-jenis lapangan kerja (PP nomor 29 tahun 1990 pasal 1 ayat 3, dan
pasal 3 ayat 2).
Tujuan khusus pendidikan menengah kejuruan menurut makna
undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal 15 adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja
mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat
3
2. Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam
berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja, dan mengembangkan sikap
profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya.
3. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, agar
mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun
melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
4. Memberikan peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan
program keahlian yang dipilih.
Berdasarkan tujuan SMK di atas dapat dikatakan bahwa lulusan SMK
diharapkan menguasai materi pelajaran baik secara teori maupun secara praktek
supaya dapat mandiri dengan penerapan ilmu yang diperolehnya sesuai dengan
bidangnya di lapangan kerja. Namun pada kenyataan lulusan SMK sekarang ini
adalah paling banyak membuat angka pengangguran dibandingkan dengan lulusan
dari jenjang pendidikan lainnya. Hal itu sesuai dengan data Badan Pusat Statistik
Nasional (BPSN) pada Agustus 2014, yaitu jumlah pengangguran terbuka tercatat
7,24 juta orang yang didominasi oleh lulusan SMK sekitar 11,24 %, lulusan SMA
sebesar 9,55 %. Sedangkan hasil dari Badan Pusat Statistik Sumatera Utara
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Utara pada Agustus 2013
mencapai 6,53 %.
Perolehan angka pengangguran yang sangat signifikan tersebut sangatlah
sebanding dengan rendahnya kemampuan dan keterampilan siswa SMK dalam
menguasai seluruh materi pelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Hal ini juga
4
akhirnya sulit mendapatkan lapangan pekerjaan di industri maupun lapangan
pekerjaan lainnya yang membutuhkan tingkat kemampuan atau skil yang tinggi.
Hal inilah yang mungkin memicu tingginya angka pengangguran lulusan SMK
yang seharusnya lebih mampu bersaing dengan lulusan sederajat lainnya untuk
bekerja dan memenuhi ekspektasi pemerintah dan masyarakat.
Memperbaiki sistem kopling dan komponennya merupakan salah satu
kompetensi pada mata diklat yang terdapat dalam kurikulum pendidikan Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK). Penguasaan materi pelajaran tentang memperbaiki
sistem kopling dan komponennya sangat potensial dan berpengaruh besar bagi
kemampuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi dunia kerja serta bagi
perkembangan ilmu otomotif kedepannya. Oleh karena itu dalam Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 pada SMK Teknik Kendaraan
Ringan terdapat kompetensi memperbaiki sistem kopling dan komponennya.
Dengan mempelajari kompetensi memperbaiki sistem kopling dan komponennya,
siswa lulusan SMK diharapkan mampu menguasai segala sesuatu yang relevan
dalam bidang otomotif supaya dapat memenuhi tuntutan di dalam dunia kerja
khususnya dalam memperbaiki sistem kopling dan komponennya.
Hasil dan informasi yang diperoleh melalui observasi pada guru bidang
studi, hasil belajar siswa pada kompetensi memperbaiki sistem kopling dan
komponennya kelas XI TKR 3 SMK Budi Agung Medan tahun ajaran tiga tahun
5
Tabel 1. Perolehan Hasil Belajar Memperbaiki Sistem Kopling dan Komponennya Kelas XI TKR SMK Budi Agung Medan 3 Tahun Terakhir
Kelas Tahun Ajaran Nilai Jumlah Siswa Presentase (%)
XI TKR 3
Hasil belajar siswa pada kompetensi memperbaiki sistem kopling dan
komponennya kelas XI TKR 3 di SMK Budi Agung Medan tahun ajaran tiga
tahun terakhir masih rendah yang dibuktikan dengan adanya siswa yang tidak
memenuhi angka KKM (>76), dengan indikasi Tahun Ajaran 2014/2015 dari 30
siswa sebanyak 17 siswa atau 56,67% siswa memperoleh kategori tidak tuntas
KKM (<76), dan 13 siswa atau 43,33% siwa telah mencapai KKM dengan
rata-rata nilai 79,3. Dan pada tahun 2013/2014 dari 28 siswa sebanyak 17 siswa atau
60,71% siswa memperoleh kategori tidak tuntas KKM (<75), dan 11 siswa atau
39,28% siswa telah mencapai KKM dengan rata-rata nilai 80. Dan pada tahun
6
tidak tuntas KKM (<75), dan 15 siswa atau 48,38% siswa telah mencapai KKM
dengan rata-rata nilai 80,86.
Sehubungan dengan masalah ini penulis akan melakukan penelitian untuk
meningkatkan hasil belajar kompetensi memperbaiki sistem kopling dan
komponennya. Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan dalam proses
pembelajaran ada beberapa kendala yang dihadapi seperti penyampaian materi
yang masih bersifat konvensional yaitu bersifat teacher centered atau berpusat
pada guru, rendahnya keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran,
rencana pelaksanaan pembelajaran dan silabus juga perlu dikembangkan agar
pemahaman dan penguasaan terhadap materi semakin baik dan kemampuan dalam
membuat soal semakin meningkat. Proses pembelajaran juga masih pasif dimana
proses pembelajaran ini kurang mendukung siswa untuk aktif dalam
menyelesaikan ide/ide atau gagasannya sendiri.
Menurut Trianto (2007:1): “Rendahnya hasil belajar disebabkan proses
pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran konvensional”. Pada
pembelajaran ini suasana kelas cenderung teacher centered sehingga siswa
menjadi pasif. Siswa tidak memiliki keterlibatan untuk menemukan dan
merumuskan sendiri informasi sebagai bahan pengajaran. Selain itu, siswa hanya
menggantungkan pengalaman belajarnya pada kemampuan guru dan tidak
memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.
Model pembelajaran yang digunakan untuk mengubah pembelajaran
konvensional atau yang bersifat teacher centered learning menjadi student
7
learning. Karena model ini menyajikan suatu kondisi belajar siswa aktif serta
melibatkan siswa dalam suatu pemecahan masalah melalui tahap-tahap model
ilmiah.
Pengajaran berdasarkan masalah adalah suatu model pembelajaran yang
didasarkan pada prinsip menggunakan masalah sebagai titik awal akuisisi dan
integrasi pengetahuan baru (Trianto, 2014: 63).
Problem Based Learning sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang
menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar
tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk
memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pembelajaran.
PBL merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja
teoritik konstruktivisme. Dalam model PBL, fokus pembelajaran ada pada
masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang
berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan
masalah tersebut. Oleh sebab itu, siswa tidak saja harus memahami konsep yang
relevan dengan masalah yang menjadi pusat perhatian tetapi juga memperoleh
pengalaman belajar yang berhubungan dengan keterampilan menerapkan metode
ilmiah dalam pemecahan masalah dan menumbuhkan pola berpikir kritis.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan
penelitian dengan mengangkat judul: “Penerapan Model Pembelajaran
Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada
Kompetensi Memperbaiki Sistem Kopling dan Komponennya Kelas XI TKR
8
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka yang menjadi
identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Rendahnya kemampuan dan keterampilan lulusan SMK mengisi lowongan
kerja baik di industri maupun lingkungannya yang berakibat pada tingginya
angka pengangguran lulusan SMK
2. Hasil belajar di SMK Budi Agung Medan pada kompetensi Memperbaiki
Sistem Kopling dan Komponennya tahun ajaran 2014/2015 masih rendah.
3. Guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional
4. Kegiatan pembelajaran yang masih berpusat pada guru.
5. Proses pembelajaran yang kurang mendukung siswa untuk aktif dalam
menyelesaikan ide-ide/gagasannya sendiri.
C. Pembatasan Masalah
Demi fokusnya penelitian dan keterbatasan waktu serta kemampuan penulis
maka penelitian ini hanya dibatasi pada “Guru masih mengunakan model
pembelajaran konvensional”. Untuk itu, dalam penelitian ini akan dilaksanakan
proses belajar mengajar menggunakan model pembelajaran problem based
learning pada kompetensi Memeperbaiki Sistem Kopling dan Komponennya di
9
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah
yang dikemukakan maka permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini
dirumuskan sebagai berikut: Apakah model problem based learning dapat
meningkatkan hasil belajar memperbaiki sistem kopling dan komponennya di
kelas XI TKR SMK Budi Agung Medan tahun ajaran 2015/2016?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang dibuat, maka penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui apakah model problem based learning dapat meningkatkan
keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar
Memperbaiki Sistem Kopling dan Komponennya di kelas XI TKR SMK Budi
Agung Medan tahun ajaran 2015/2016.
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini sebagai berikut:
1. Sebagai informasi bagi mahasiswa calon guru umumnya dan khususnya bagi
peneliti dalam meningkatkan kemampuan melakukan penelitian tindakan kelas
dan kemampuan menggunakan model pembelajaran problem based learning.
2. Merupakan masukan dalam memperluas wawasan tentang pembelajaran
problem based learning.
3. Bagi Unimed, sebagai informasi atau sumbangan pemikiran dalam upaya
10
4. Bagi sekolah, hasil penelitian akan memberikan masukan dan bahan
pertimbangan dalam upaya penerapan model pembelajaran problem based
learning.
5. Bagi peneliti, sebagai bahan referensi bagi penelitian lain dengan bidang kajian
58
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Penerapan model pembelajaran problem based learning melalui Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari data
hasil belajar memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa
yaitu pada Siklus I ketuntasan secara klasikal diperoleh 63,33% sedangkan
pada Siklus II ketuntasan secara klasikal diperoleh 83,33%.
2. Penerapan model pembelajaran problem based learning melalui Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Dari
data hasil pengamatan aktivitas belajar siswa memperlihatkan bahwa terjadi
peningkatan hasil aktivitas belajar siswa yaitu pada Siklus I diperoleh 11
siswa (36,67%) kategori siswa kurang aktif dan berkurang pada Siklus II
diperoleh 4 siswa (13,33%) kategori siswa kurang aktif.
3. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan beberapa penelitian yang
relevan yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya telah dipaparkan
dalam pembahasan, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran
problem based learning dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar
59
59
B. Saran
Dengan diketahui adanya keefektifan model pembelajaran problem based
learning khususnya untuk kompetensi Memperbaiki Sistem Kopling dan
Komponennya, maka beberapa saran yang dapat diberikan sebagai berikut :
1. Dalam diskusi kelompok, guru harus membimbing siswa secara keseluruhan
tidak hanya pada siswa yang berprestasi saja agar tidak menimbulkan rasa
kecemburuan sosial dalam diri siswa yang tidak dapat bimbingan oleh guru.
2. Jika ingin menerapkan model pembelajaran problem based learning perlu
adanya sistem kontrol yang baik oleh guru pada saat siswa melakukan
diskusi sehingga siswa benar-benar memanfaatkan waktu dan memahami
materi pembelajaran dengan baik.
3. Bagi guru diharapkan selalu mengadakan evaluasi dan refleksi pada akhir
pembelajaran yang telah dilakukan sehingga kesulitan atau kelemahan yang
mempengaruhi keberhasilan pembelajaran dapat diatasi atau diperbaiki
sehingga pembelajaran kedepannya menjadi lebih baik.
4. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai petunjuk, pertimbangan, dan
informasi kepada guru dan calon guru kompetensi Memperbaiki Sistem
Kopling dan Komponennya dalam memilih model pembelajaran yang
sesuai, efektif, dan efesien dalam kegiatan pembelajaran Memperbaiki
Sistem Kopling dan Komponennya sehingga dapat meningkatkan aktivitas
60
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, (2012) Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:Bumi Aksara
Aunurrahman (2012). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Hamalik (2011). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Haris, A. J. d. A. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.
http://ekbis.sindonews.com/read/920262/34/pengangguran-lulusan-universitas-dan-smk-meningkat-1415186476 (diaksespadaRabu, 21 Januari 2015, 15.43)
https://iendah09.wordpress.com/2010/01/17/model-pembelajaran-pbi-problem- based-instruction/ (diakses pada Sabtu, 31 Januari 2015, 12.05) (Iendah09’s blog)
https://pratiwikomala.wordpress.com/2014/04/ (diakses pada kamis, 29 Januari 2015) (Pratiwi blog)
http://www.sekolahdasar.net/2011/10/model-pembelajaran-problem-based.html (diakses pada Kamis, 12 November 2015, 10.23)
Istarani, (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Medan:Media Persada
Kamdi, Waras. (2007). Model-Model PembelajaeanInovatif. Malang :UniversitasNegeri Malang
Mudjiono, (2013). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Mulyasa, (2008). StandarKompetensidanSertifikasi Guru, Bandung:RemajaRosdakarya
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1990 Tentang Pendidikan Menengah : Jakarta
Sagala, S. (2009). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sanjaya, W. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana
61
Sudjana, N. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suprijono (2010). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, Yogyakarta: Pustaka Belajar
Syah, M. (2010).Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja RosdaKarya.
Trianto,(2007). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Group
______,(2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta, Kencana Prenada Group
______,(2014).Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Jakarta: Prenadamedia Group.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional: Jakarta