• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Usaha Sayuran Indigenous Kemangi di Kabupaten Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Usaha Sayuran Indigenous Kemangi di Kabupaten Bogor"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Kerangka Pemikiran Operasional Analisis Usaha Sayuran Indigenous di Kabupaten Bogor
Tabel 2.  Komponen dalam Análisis Pendapatan Usahatani Kemangi
Tabel 3. Penggunaan Input dan Output dalam Kegiatan Produksi Usahatani  Kemangi per Hektar pada Berbagai Kelompok Pengusahaan Kemangi di Kabupaten Bogor Tahun 2012

Referensi

Dokumen terkait

Terkait dengan pengambilan keputusan seseorang terhadap kesediaan untuk membeli produk organik khususnya sayuran organic, diketahui bahwa kategori responden yang

Pendapatan usahatani sayuran bayam dan R/C rasio untuk musim tanam terakhir musim kemarau dan musim hujan per hektar berdasarkan golongan petani responden lahan

Adapun rincian biaya rata-rata pada kegiatan usahatani sayuran yang dikeluarkan oleh petani responden lahan luas maupun lahan sempit selama tiga musim tanam terakhir per 1000

Berdasarkan hasil uji jalur menunjukkan bahwa inovasi dan kekosmopolitan petani merupakan faktor yang strategis untuk meningkatan kapasitas petani sayuran di Kabupaten

Berdasarkan uji korelasi Pearson pada Tabel 3 terdapat hubungan rendah tetapi pasti antara kekosmopolitan dengan nilai sentralitas global dengan nilai r = 0,331. Petani sayuran

Sayuran yang ditanam di daerah dataran tinggi lebih menghasilkan produksi yang tinggi karena dipengaruhi oleh suhu yang lebih rendah dibandingkan di dataran rendah. Suatu

Tingkat keuntungan dan kontribusi usahatani sayuran terhadap pendapatan keluarga dari hasil penelitian yang dilaksanakan di Kabupaten karo diketahui rata-rata produksi petani

Hasil penelitian meuunjukkan hahwa anak SD d l daeral~ penghasil sayuran hijau lebih sering dan lebih banyak mengkonsumsi sayuran hijau dibandingkan dengan anak SD d i