KINERJA PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN (STIKes) SARI MUTIARA
MEDAN
KERTAS KARYA
Dikerjakan Oleh :
NURHUSNAH SIREGAR
062201019
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS SASTRA
DEPARTEMEN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
MEDAN
LEMBAR PENGESAHAN
Judul Kertas Karya : Kinerja Pengembangan Koleksi Pada Perustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan
Oleh : Nurhusnah Siregar
Nim : 062201019
PROGRAM STUDI D-III PERPUSTAKAAN
Ketua Jurusan : Dra. Zurni Zahara Samosir, M.Si.
NIP : 130802473
Tanda Tangan :
LEMBAR PERSETUJUAN
Judul Kertas Karya : Kinerja Pengembangan Koleksi Pada Perustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan
Dosen Pembimbing : Dra. Zurni Zahara Samosir, M. Si.
NIP : 130802473
Tanda Tangan :
Tanggal :
Dosen Pembaca : Ishak, S.S.M.Hum
NIP : 132298069
Tanda Tangan :
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
kertas karya yang berjudul “Kinerja Pengembangan Koleksi pada
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan”.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa kertas karya ini belum sempurna
seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, penulis akan menerima kritik dan saran
demi kesempurnaan kertas karya ini.
Selama penulisan kertas karya ini, penulis banyak menerima bantuan dari
berbagai pihak, baik moril maupun materil yang kesemuanya sangat menunjang
tersusunnya kertas karya ini. Pada kesempatan ini sebagai rasa syukur penulis
mengucapkan terima kasih yang tulus kepada:
1. Bapak Drs. Syaifuddin, M.A., selaku Dekan Fakultas Sastra
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dra. Zurni Zahara Samosir, M.Si, selaku Ketua Jurusan D-III
Program Studi Ilmu Perpustakaan dan sebagai pembimbing penulis
yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam penulisan kertas
karya ini dan Bapak Ishak, S.S.M.Hum, selaku Dosen pembaca.
3. Seluruh staf pengajar yang telah mendidik dan membimbing penulis
selama menjadi mahasiswi pada Program Studi Ilmu Perpustakaan
Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Ramlah Yusni Tumangger, S.Sos, selaku Kepala Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan yang telah memberikan izin kepada
penulis dalam penulisan kertas karya ini.
5. Kakak Ariani Febrida Sinaga, Amd, Siti Flora,.S.Sos, Rima Verawaty
Sitepu, Amd, dan Iriani Ginting selaku pegawai perpustakaan yang
telah banyak memberikan informasi kepada penulis dalam
mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penulisan kertas karya ini.
6. Ayahanda dan Ibunda tercinta, yang telah memberi dorongan moril
dan materil sehingga penulis dapat menyelesaikan kertas karya ini.
8. Buat anak-anak kos Berdikari 59, yaitu Ipeh, Dewi, Evot, dan yang
lainnya.
9. Kepada sahabat-sahabatku Juli, Niswah, Ulpah dan Dhini serta
rekan-rekan stambuk 2006, yang telah memberi motivasi dan dukungan
dalam menyelesaikan kertas karya ini.
Akhir kata penulis menyadari bahwa apa yang disajikan dalam penulisan
kertas karya ini masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan saran
dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan kertas karya ini. Semoga
kertas karya ini bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Juni 2007
Penulis
DAFTAR ISI 2.1. Pengertian Koleksi Perpustakaan ... 4
2.2. Jenis Koleksi Perpustakaan ... 4
2.3. Pengertian Pengembangan Koleksi ... 6
2.4. Tujuan Pengembangan Koleksi ... 7
2.5. Manfaat Pengembangan Koleksi ... 7
2.6. Kebijakan Pengembangan Koleksi ... 7
2.7. Kegiatan Pengembangan Koleksi ... 8
2.7.1. Pemilihan Bahan Pustaka ... 9
2.7.1.1.Alat Bantu Pemilihan ... 10
2.7.1.2.Prinsip Pemilihan ... 11
2.7.2. Pengadaan Bahan Pustaka ... 12
2.7.2.1.Pembelian ... 12
2.7.2.2.Tukar-menukar ... 14
2.7.2.3.Sumbangan/Hadiah ... 15
2.7.2.4.Titipan ... 16
2.7.2.5.Terbitan Sendiri ... 16
2.8. Inventarisasi Bahan Pustaka ... 16
BAB III KINERJA PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN STIKes SARI MUTIARA MEDAN 3.1. Sejarah Singkat Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan ... 19
3.2. Struktur Organisasi... 20
3.3. Pengguna Perpustakaan ... 22
3.4. Koleksi Perpustakaan ... 23
3.5. Pengembangan Koleksi ... 28
3.5.1. Pemilihan Bahan Pustaka ... 28
3.5.1.1.Alat Bantu Pemilihan Bahan Pustaka ... 29
3.5.1.2.Prosedur Pemilihan Bahan Pustaka ... 29
3.5.2. Pengadaan Bahan Pustaka ... 30
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan ... 34
4.2. Saran ... 35
DAFTAR PUSTAKA ... 36
DAFTAR TABEL
Tabel-1 Daftar Pegawai Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan ... 22 Tabel-2 Jumlah Pengguna Pepustakaan STIKes Sari Mutiara Medan ... 23 Tabel-3 Jumlah Koleksi Buku yang Terdapat di Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan ... 24 Tabel-4 Jumlah Koleksi Jurnal yang Terdapat di Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan ... 25 Tabel-5 Jenis Koleksi Surat Kabar yang Terdapat di Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan ... 26 Tabel-6 Jenis Koleksi Referensi yang terdapat di Perpustakaan
STIKES Sari Mutiara Medan ... 26 Tabel-7 Jumlah Koleksi Majalah yang Terdapat di Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan ... 27 Tabel-8 Jumlah dan Jenis Koleksi yang Terdapat di Perpustakaan
DAFTAR GAMBAR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penulisan
Peranan perpustakaan dewasa ini sangatlah penting, dimana keberadaan
perpustakaan disuatu perguruan tinggi merupakan sarana yang penting untuk
memenuhi kebutuhan sivitas akademikanya. Perpustakaan merupakan salah satu
unit kerja yang bertugas untuk mengumpulkan, menyimpan, memelihara dan
mengelola bahan pustaka agar dapat dimanfaatkan secara terus-menerus oleh
pengguna perpustakaan.
Pada dasarnya tugas utama perpustakaan adalah membangun koleksi yang
kuat untuk kepentingan pengguna perpustakaan. Perpustakaan selalu dituntut
berperan aktif untuk menyediakan informasi yang mutakhir dan dibutuhkan oleh
setiap pengguna perpustakaan. Agar bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan
pengguna hendaknya perpustakaan menyeleksi bahan pustaka. Penyeleksian
dilakukan untuk mengetahui apakah koleksi yang akan disediakan di perpustakaan
sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan.
Untuk meningkatkan pemanfaatan koleksi, perpustakaan haruslah melakukan
pembinaan koleksi yang sistematis, terarah dan disesuaikan dengan tujuan dari
perpustakaan itu sendiri.
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan menyediakan berbagai jenis koleksi
yang terdiri dari buku, majalah, jurnal, laporan penelitian dan lain-lain.
Perpustakaan ini melayani pengguna dengan memberikan informasi bahan
pustaka yang rujukannya mengarah kepada kurikulum yang dipelajari oleh seluruh
mahasiswa STIKes Sari Mutiara Medan. Hal ini menjadikan acuan untuk
melakukan kegiatan pengembangan koleksi yang terperiodik secara baik dalam
melayankan informasi bahan pustaka kepada pengguna perpustakaan.
Mahasiswa STIKes Sari Mutiara Medan sebagai pengguna potensial
perpustakaan membutuhkan banyak informasi yang berkenaan dengan studi yang
mereka pelajari. Dengan demikian perpustakaan memiliki peranan penting dalam
perpustakaan dapat menerapkan fungsinya sebagai penyedia informasi dalam
membantu keberhasilan proses belajar mengajar.
Dilatarbelakangi hal di atas, maka penulis tertarik untuk membahas tentang
pengembangan koleksi yang dilaksanakan oleh Perpustakaan STIKes Sari Mutiara
Medan, dengan menetapkan judul penulisan kertas karya ini adalah “KINERJA
PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) SARI MUTIARA MEDAN” .
1.2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan kertas karya ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui kegiatan pengembangan koleksi yang dilaksanakan di
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan.
2. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi Perpustakaan STIKes Sari
Mutiara dalam melakukan pengembangan koleksi perpustakaan.
1.3 Ruang Lingkup
Sesuai dengan masalah yang dikemukakan di atas, penulis membatasi
ruang lingkup kertas karya ini untuk dijadikan pedoman dalam penulisan. Dalam
kertas karya ini, penulis membahas hal-hal yang berhubungan dengan
pengembangan koleksi di perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan yang
meliputi koleksi perpustakaan,seleksi bahan pustaka, proses pengadaan, dan
inventarisasi bahan pustaka.
1.4 Metode Pengumpulan Data
1. Study Kepustakaan
Metode pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan cara membaca,
menelusur, dan memahami bahan pustaka atau literatur baik berupa buku,
diktat, jurnal atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan topik
tulisan ini.
2. Observasi (Pengamatan)
Penulis mengadakan observasi langsung ke Perpustakaan STIKes Sari
3. Wawancara
Penulis melakukan wawancara dengan pustakawan yang bertugas pada
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Koleksi Perpustakaan
Koleksi perpustakaan merupakan salah satu faktor utama dalam
mendirikan suatu perpustakaan. Dengan adanya paradigma baru dapat
disimpulkan bahwa, salah satu kriteria dalam penilaian layanan perpustakaan
melalui kualitas koleksinya.
Menurut buku Pedoman Pembinaan Koleksi dan Pengetahuan Literature
(1998 : 2), ”Koleksi perpustakaan adalah semua bahan pustaka yang
dikumpulkan, diolah, dan disimpan untuk disajikan kepada masyarakat guna
memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi”. Sedangkan menurut Ade Kohar
(2003 : 6), “Koleksi perpustakaan adalah yang mencakup berbagai format bahan
sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan alternatif para pemakai perpustakaan
terhadap media rekam informasi”.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa koleksi perpustakaan
adalah semua bahan pustaka yang ada sesuai dengan kebutuhan sivitas akademika
dan dapat digunakan oleh para pengguna perpustakaan tersebut.
2.2. Jenis Koleksi Perpustakaan
Menurut Yulia (1993 : 3) ada empat jenis koleksi perpustakaan yaitu :
1. Karya cetak
Karya cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk cetak, seperti :
a. Buku
Buku adalah bahan pustaka yang merupakan suatu kesatuan utuh dan yang paling utama terdapat dalam koleksi perpustakaan. Berdasarkan standar dari Unesco tebal buku paling sedikit 49 halaman tidak termasuk kulit maupun jaket buku. Diantaranya buku fiksi, buku teks, dan buku rujukan.
b. Terbitan berseri
2. Karya noncetak
Karya noncetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan tidak dalam bentuk cetak seperti buku atau majalah, melainkan dalam bentuk lain seperti rekaman suara, rekaman video, rekaman gambar dan sebagainya. Istilah lain yang dipakai untuk bahan pustaka ini adalah bahan non buku, ataupun bahan pandang dengar. Yang termasuk dalam jenis bahan pustaka ini adalah:
a. Rekaman suara
Yaitu bahan pustaka dalam bentuk pita kaset dan piringan hitam. Sebagai contoh untuk koleksi perpustakaan adalah buku pelajaran bahasa inggris yang dikombinasikan dengan pita kaset. b. Gambar hidup dan rekaman video
Yang termasuk dalam bentuk ini adalah film dan kaset video. Kegunaannya selain bersifat rekreasi juga dipakai untuk pendidikan. Misalnya untuk pendidikan pemakai, dalam hal ini bagimana cara menggunakan perpustakaan.
c. Bahan Grafika
Ada dua tipe bahan grafika yaitu bahan pustaka yang dapat dilihat langsung (misalnya lukisan, bagan, foto, gambar, teknik dan sebagainya) dan yang harus dilihat dengan bantuan alat (misalnya selid, transparansi, dan filmstrip).
d. Bahan Kartografi
Yang termasuk kedalam jenis ini adalah peta, atlas, bola dunia, foto udara, dan sebagainya.
3. Bentuk mikro
Bentuk mikro adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan semua bahan pustaka yang menggunakan media film dan tidak dapat dibaca dengan mata biasa melainkan harus memakai alat yang dinamakan
microreader. Bahan pustaka ini digolongkan tersendiri, tidak dimasukkan bahan noncetak. Hal ini disebabkan informasi yang tercakup didalamnya meliputi bahan tercetak seperti majalah, surat kabar, dan sebagainya. Ada tiga macam bentuk mikro yang sering menjadi koleksi perpustakaan yaitu:
a. Mikrofilm, bentuk mikro dalam gulungan film. Ada beberapa ukuran film yaitu 16 mm, dan 35 mm.
b. Mikrofis, bentuk mikro dalam lembaran film dengan ukuran 105 mm x 148 mm (standar) dan 75 mm x 125 mm.
c. Microopaque, bentuk mikro dimana informasinya dicetak kedalam kertas yang mengkilat tidak tembus cahaya. Ukuran sebesar mikrofis.
4. Karya dalam bentuk elektronik
Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jenis-jenis bahan
pustaka terdiri dari bahan pustaka cetak dan noncetak. Bahan pustaka cetak
meliputi: buku, majalah, surat kabar, dan laporan. Untuk terbitan berkala jangka
terbitnya tergantung kebijakan masing-masing. Bahan pustaka noncetak meliputi:
video, kaset, dan piringan hitam, untuk bisa menggunakannya harus memakai alat
bantu masing-masing. Sedangkan bentuk mikro cara menggunakannya dengan
memakai alat bantu yakni microreader, dan untuk bentuk elektronik bisa
menggunakan komputer atau CD-ROM player.
2.3. Pengertian Pengembangan Koleksi
Kegiatan pengembangan koleksi merupakan salah satu sarana yang
penting dalam suatu perpustakaan perguruan tinggi. Kegiatan kerja
pengembangan koleksi mencakup kegiatan memilih pustaka dan dilanjutkan
dengan pengadaan pustaka. Kedua kegiatan memilih dan mengadakan pustaka
harus dilaksanakan secara maksimal sehingga dapat mewujudkan tujuan dan
fungsi dari perguruan tinggi yaitu untuk berusaha menyediakan informasi atau
bahan pustaka yang dibutuhkan pengguna.
Menurut Ade Kohar (2003 : 6), “Pengembangan koleksi adalah sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan penentuan dan koordinasi kebijakan seleksi, menilai kebutuhan pemakai, studi pemakaian koleksi, evaluasi koleksi, identifikasi kebutuhan koleksi, seleksi bahan pustaka, perencanaan kerjasama sumberdaya koleksi, pemeliharaan koleksi, dan penyiangan koleksi perpustakaan”. Sedangkan menurut buku Perpustakaan Perguruan tinggi (2004 : 25), “Pengembangan koleksi adalah kegiatan memilih dan mengadakan bahan perpustakaan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pustakawan bersama sama dengan sivitas akademika perguruan tingginya”.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa Pengembangan koleksi
adalah suatu usaha yang mencakup semua kegiatan kerja perpustakaan, yang
bertugas untuk mengembangkan koleksi yang telah ada di perpustakaan, terutama
2.4. Tujuan Pengembangan Koleksi
Menurut buku Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004 : 26), “Tujuan pengembangan koleksi perpustakaan perlu dirumuskan dan disesuaikan dengan kebutuhan sivitas akademika di perguruan tinggi agar perpustakaan dapat secara terencana mengembangkan koleksinya”. Sedangkan menurut Sutarno NS (2006 :115), “Pengembangan koleksi bertujuan untuk menambah jumlah koleksi, meningkatkan dan jenis bahan bacaan, dan meningkatkan mutu koleksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat pemakai”.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan koleksi
adalah mengembangkan koleksi yang baik dan seimbang, dan sesuai dengan
kebutuhan pengguna yang disusun berdasarkan standar koleksi perpustakaan dan
kajian kepustakaan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna sivitas
akademika.
2.5. Manfaat Pengembangan Koleksi
Menurut Sutarno NS (2006 : 118), manfaat pengembangan koleksi antara
lain :
1. Membantu menetapkan metode untuk menilai bahan pustaka yang harus dibeli.
2. Membantu merencanakan bentuk-bentuk kerja sama dengan perpustakaan lain, seperti pinjam antar perpustakaan, kerjasama dalam pengadaan, dan sebagainya.
3. Membantu identifikasi bahan pustaka yang perlu dipindahkan ke gudang atau dikeluarkan dari koleksi.
4. Membantu dalam merencanakan anggaran jangka panjang dengan menetapkan prioritas-prioritas dan garis besar sasaran pengembangan. 5. Membantu memilih cara terbaik untuk pengadaan.
2.6. Kebijakan Pengembangan Koleksi
Kebijakan pengembangan koleksi meliputi kegiatan memilih dan
mengadakan pustaka yang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh
pustakawan bersama-sama dengan pengguna perpustakaan, maksud adanya
perencanaan untuk mengembangkan bahan pustaka demi tercapainya
perpustakaan yang berkualitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna
Menurut buku Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004 : 25), kebijakan
pengembangan koleksi didasari atas beberapa asas yaitu :
1. Kerelevanan
Pihak pustakawan harus mempunyai data koleksi yang hendaknya relevan dengan kebutuhan pengguna yang bermanfaat bagi penelitian dan pengembangan pada masyarakat tertentu.
2. Berorientasi kepada kebutuhan pengguna
Pengembangan koleksi harus ditujukan kepada pemenuhan kebutuhan perpustakaan perguruan tinggi.
3. Kelengkapan
Koleksi tidak hanya terdiri dari buku-buku tesk saja, namun meliputi dalam bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan bahan penelitian. Pengguna perpustakaan perguruan tinggi adalah tenaga pengajar, tenaga peneliti, tenaga administrasi, mahasiswa, dan alumni, yang kebutuhannya akan informasi berbeda-beda.
4. Kemutakhiran
Koleksi hendaknya mencerminkan kemutakhiran, ini berarti bahwa perpustakaan harus mengadakan dan memperbaharui bahan pustaka sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga informasinya tidak ketinggalan zaman.
5. Kerjasama
Koleksi hendaknya merupakan hasil kerjasama semua pihak yang berkepentingan dalam pengembangan koleksi, yaitu antara pustakawan, tenaga pengajar, dan mahasiswa. Dengan kerjasama, diharapkan pengembangan koleksi dapat berdaya guna dan berhasil guna bagi pengguna perpustakaan.
Untuk mencapai sasaran, perpustakaan perlu meletakkan dasar-dasar
kebijakan dalam pengembangan koleksi. Kebijakan pengembangan koleksi yang
tertulis berfungsi sebagai:
1. Pedoman bagi para selektor untuk bekerja lebih terarah. 2. Sarana komunikasi untuk memberitahu pada para pemakai,
administrator, dewan pembina dan pihak lain, apa cakupan dan ciri-ciri koleksi yang telah ada dan rencana untuk pengembangan koleksinya. 3. Sarana perencanaan untuk membantu dalam proses alokasi dana.
2.7. Kegiatan Pengembangan Koleksi
Pada umumnya, pengembangan koleksi meliputi rangkaian kegiatan
sebagai berikut:
2. Menentukan kewenangan, tugas, dan tanggung jawab semua unsur yang terlibat dalam pengembangan koleksi.
3. Mengidentifikasi kebutuhan akan informasi dari semua anggota sivitas akademika yang dilayani. Hal ini dapat dilakukan dengan cara, antara lain:
a. Mempelajari kurikulum setiap program studi.
b. Memberi kesempatan sivitas akademika untuk memberikan usulan melalui berbagai media komunikasi.
c. Menyediakan formulir usulan pengaclaan buku, baik secara tercetak maupun tidak tercetak.
d. Menyigi pengguna secara berkala untuk menilai keberhasilan perpustakaan dalam melayani pengguna.
4. Memilih dan mengadakan bahan perpustakaan lewat pembelian, tukar-menukar, hadiah. dan penerbitan sendiri menurut prosedur yang tertib. 5. Merawat bahan perpustakaan.
6. Menyiangi koleksi.
7. Mengevaluasi koleksi. (Buku Mengevaluasi Koleksi Perpustakaan, 1994 : 29)
Untuk melaksanakan semua kegiatan tersebut, diperlukan anggaran yang
memadai, karyawan yang cakap dan berdedikasi, struktur organisasi yang mantap,
dan alat bantu pemilihan bahan perpustakaan yang relevan.
2.7.1. Pemilihan Bahan Pustaka
Pemilihan bahan perpustakaan merupakan usaha bersama antara staf
pengajar dan pustakawan. Usaha ini bisa dituangkan dalam bentuk
kepanitiaan. Walaupun setiap staf pengajar berhak memilih dan
mengajukan permintaan bahan perpustakaan, hal tersebut perlu mendapat
persetujuan dari ketua jurusan atau yang mewakilinya untuk urusan
perpustakaan. Pustakawan dapat pula mengajukan usul pengadaan bahan
perpustakaan tertentu kepada kepada perpustakaan, terutama bahan
perpustakaan yang kurang atau belum mendapat perhatian dari staf pengajar. Hal
ini dimaksudkan agar diperoleh koleksi yang memuat informasi yang seimbang.
Kepala perpustakaan mempunyai wewenang terakhir untuk memutuskan
diadakan atau tidaknya bahan perpustakaan tertentu. Keputusan ini dibuat
setelah mempertimbangkan berbagai macam aspek seperti biaya dan kriteria
Menurut buku Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004 : 25), ada beberapa
asas yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan bahan perpustakaan sebagai
berikut:
1. Wibawa penulis buku dan pentingnya buku tersebut untuk bidang studi tertentu.
2. Isi bahan perpustakaan cukup bermakna bagi pengembangan bidang studi
3. Bahasan bahan perpustakaan memuat pandangan yang seimbang, khususnya buku yang memuat masalah yang kontroversial
4. Kualitas isi bahan perpustakaan 5. Kepantasan harga
6. Bahasa
7. Terbitan terbaru memperoleh prioritas di atas terbitan lama. Bahan perpustakaan lama bisa diadakan sejauh tersedia dananya, dan bisa mengisi kekurangan koleksi bidang studi tertentu
8. Bahan perpustakaan renik, misalnya mikrofis, jangan dirangkapi dengan bentuk buku kecuali jika ada alasan tertentu yang bisa diterima. 9. Setiap bahan perpustakaan rujukan, misalnya ensiklopedi, cukup diadakan
satu perangkat kecuali jika ada alasan tertentu yang bisa diterima.
10. Buku ajar diadakan dalam jumlah eksemplar terbatas. Mahasiswa hendaknya melengkapi diri dengan buku ajar yang diperlukannya.
11. Media bahan perpustakaan dipilih sesuai dengan kebutuhan pengguna, jika lembaga induk jugs menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh
(distance learning) maka jumlah bahan perpustakaan dalam media elektronik/digital perlu diperhatikan.
2.7.1.1.Alat Bantu Pemilihan
Untuk melakukan seleksi ada sarana yang dapat membantu dalam proses
tersebut yaitu alat bantu seleksi. Menurut Yulia (1993 : 30) ada dua jenis alat
bantu seleksi yaitu sebagai berikut :
1. Alat bantu seleksi
Yaitu alat yang dapat membantu pustakawan untuk memutuskan apakah bahan pustaka diseleksi. Karena informasi yang diberikan dalam alat bantu tersebut tidak terbatas pada data bibliografis, tapi juga mencakup keterangan lain yang diperlukan untuk mengambil keputusan.
Contoh alat bantu seleksi yaitu:
a. Majalah, tinjauan buku/ bahan pustaka lain b. Daftar judul untuk jenis perpustakaan tertentu
2. Alat identifikasi dan verifikasi
Yaitu alat bantu seleksi yang hanya mencantumkan data bibliografis bahan pustaka (kadang-kadang dengan harganya) alat seperti ini dipakai untuk mengetahuijudul yang telah terbit atau yang akan diterbitkan dala bidang subjek tertentu. Alat bantu ini dipakai untuk mengetahui verifikasi apakah judul atau nama pengarang tepat, berapa harganya, terbitan berseri atau bahan pandang dengar, masih ada di pasaran atau tidak dan sebaginya.
Contoh alat bantu identifikasi dan verifikasi adalah: a. Katalog penerbit
b. Berbagai jenis bibliografi, misalnya bibliografi umum, subjek, nasional, dan sebagainya.
2.7.1.2.Prinsip Pemilihan
Persoalan yang sangat penting dalam seleksi ialah menetapkan dasar
pemikiran atau strating point untuk kegiatan ini. Perpustakaan akan menentukan
pilihan apakah mengutamakan kualitas( nilai intrinsik bahan pustaka ) ataukah
mengutamakan penggunaan ( bahan pustaka yamg akan digunakan atas
permintaan pemakai ). Dalam hal ini peran seorang pustakawan adalah sangat
besar, karena menyeleksi suatu bahan pustaka adalah tidak gampang, butuh
keahlian dan pengetahuan yang tidak sedikit.
Menurut Yulia (1993 : 27) prinsip dalam pemilihan bahan pustaka adalah
sebagai berkut :
1. Pandangan Tradisional
Prinsip ini mengutamakan nilai intrinsik untuk bahan yang akan dikoleksi perpustakaan. Titik tolak yang mendasari prinsip ini adalah pemahaman bahwa perpustakaan merupakan tempat untuk
melestarikan warisan budaya dan sarana untuk mencerdaskan
masyarakat. Apabila dinilai tidak bermutu, bahan pustaka tidak akan dipilih untuk diadakan.
2. Pandangan Liberal
Prioritas pemilihan didasarkan atas popularitas. Artinya, kualitas tetap diperhatikan, tetapin dengan lebih mengutamakan pemilihan karena disukai dan banyak dibaca atau mengikuti selera masyarakat pemakai. 3. Pandangan Pluralistik
2.7.2. Pengadaan Bahan Pustaka
Secara sederhana, pengadaan bahan pustaka dapat dilakukan melalui
pembelian, tukar-menukar, hadiah, titipan atau dengan cara menerbitkan sendiri.
Bahan pustaka yang akan diadakan mencakup :
1. Karya cetak atau karya grafis, seperti buku, majalah, surat kabar, disertasi, dan laporan
2. Karya non cetak atau karya rekam, seperti piringan hitam, kaset, dan video.
3. Bentuk mikro, seperti microfilm dan mikrofis
4. Karya elektronik, seperti disket, pita magnetic, serta selongsong elektronik yang diasosiasikan dengan komputer.(Meidi Abdul Akbar, 2009 : 4-online)
Pengadaan atau akuisisi dilakukan oleh bagian pengadaan. Bagian ini tidak
semata-mata bertanggung jawab terhadap pengadaan koleksi saja, tetapi juga
bertanggung jawab atas hal-hal berikut :
• Pengadaan atau pengembangan koleksi
• Pemecahan persoalan-persoalan yang muncul dalam pemesanan bahan pustaka
• Pembuatan rencana pemilihan bahan pustaka yang terus menerus
• Pemeriksaan dan mengikuti terus-menerus penerbitan-penerbitan bibliografi
• Berusaha memperoleh bahan-bahan reproduksi apabila bahan aslinya sudah tidak diperoleh (buku-buku out of print), tetapi sangat diperlukan pemakai.
• Mengadakan hubungan dengan para pedagang atau penyalur buku
• Mengawasi penerimaan hadiah dan tukar-menukar bahan pustaka (Meidi Abdul Akbar, 2009 : 4-online)
Menurut Yulia (1993 : 43-60) perpustakaan dalam memperoleh bahan
pustaka dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
1. Pembelian
Pemesanan langsung dapat dilakukan pada penerbit ataupun toko buku. Penerbit Indonesia pada umumnya melayani permintaan perpustakaan. Akan tetapi, penerbit asing umumnya tidak melayani perpustakaan. Mereka (penerbit asing) hanya melayani pembelian dari took buku ataupun penjaja (vendor) sehingga perpustakaan Indonesia harus membeli melalui toko buku. Proses pemesanan dapat melalui sebagai berikut:
a. Toko Buku
yang dilakukan melalui toko buku adalah bahwa tidak semua subjek atau judul buku yang dibutuhkan perpustakaan tersedia di toko buku. Di samping itu, tidak semua pesanan buku dari satu perpustakaan dapat terpenuhi dari satu toko buku saja, karena toko buku cenderung menerima pesanan dalam bentuk judul terbatas namun banyak eksemplar daripada banyak judul dengan pemesanan rata-rata satu eksemplar per judul. Sedangkan keuntungan dan kemudahannya adalah kita dapat melakukan efesiensi atau penghematan dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Cara pemesanan bahan pustaka melalui pembelian yaitu:
• Setelah diadakan pemilihan petugas pengadaan mempersiapkan kartu pesanan yang dibuat dengan jumlah rangkap (diketik dengan Karbon), misalnya dibuat dalam rangkap tiga dimana dua rangkap disusun dalam daftar pesan dan satu rangkap disisipkan dalam catalog.
• Buat daftar pesanan yang memuat judul-judul pesanan yang diambil dari kartu pemesanan, disusun menurut abjad pengarang. Jika dana terbatas tentukan prioritasnya.
• Tentukan toko buku terlengkap yang ada dikota dimana perpustakaan berada.
• Daftar pesanan yang telah dibuat diserahkan pada petugas toko untuk mendapatkan pelayanan.
• Lakukan pembayaran dengan uang tunai atau chek dan minta bukti pembayaran beserta faktur pembeliannya.
• Beritahu pada pemesan, bahwa buku-buku yang dipesan telah datang.
• Untuk judul-judul buku yang tidak dapat dibeli dari toko tersebut, perlu dicarikan ke toko lain.
b. Penerbit
Secara umum defenisi penerbit adalah suatu perusahaan yang mengambil naskah pengarang, mengedit, dan memprosesnya dalam bentuk buku. Pembelian buku secara langsung kepada penerbit, biasanya hanya dilakukan jika judul-judul yang kita butuhkan benar-benar dikeluarkan oleh penerbit tersebut. Untuk mengetahui hal ini, perpustakaan dapat memanfaatkan catalog penerbit yang dikeluarkan penerbit sehingga bahan pustaka yang akan diadakan dapat dipesan langsung pada penerbitnya.
Cara pemesanan melalui penerbit yaitu:
• Tentukan penerbit yang dapat melayani pesanan buku perpustakaan anda.
• Buatlah daftar pesanan buku-buku yang dikelompokkan menurut penerbitnya.
• Kirimkan daftar pesanan kepada penerbit yang dituju untuk diperiksa ketersediaan buku-buku dan harga satuannya.
• Bukti pembayaran melalui bank harus dikirimkan ke penerbit disertai dengan surat pengantar.
• Fotokopi dari bukti pembayaran melalui bank harus disimpan sebagai bukti pembayaran.
c. Agen Buku
Selain pembelian ke toko buku dan penerbit, perpustakaan juga dapat membeli buku melalui agen buku yang biasa disebut dengan jobber atau vendor. Agen buku ini berperan sebagai mediator antara perpustakaan dan penerbit, terutama untuk pengadaan bahan pustaka terbitan luar negeri. Agen buku memperoleh buku-buku dari penerbit dengan potongan harga dan menyimpannya dalam gudang besar kemudian menjualnya kepada toko buku dan perpustakaan. Pustakawan lebih menyukai pembelian melalui agen buku. Hal ini disebabkan beberapa alasan antara lain:
• Dengan melalui agen buku, semua judul-judul yang berasal dari berbagai penerbit hanya melalui satu jalur yaitu agen buku.
• Agen buku tidak hanya menerima pesanan dari perpustakaan saja, tetapi lebih dari satu mereka juga menindak lanjuti dengan membantu memecahkan masalah yang mungkin timbul dalam transaksi pesan memesan.
2. Tukar Menukar
Bahan pustaka tertentu tidak dapat dibeli di toko buku, tetapi hanya dapat diperoleh melalui pertukaran.
a. Tujuan Tukar-menukar
Pertukaran bahan pustaka antar perpustakaan mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
• Untuk memperoleh bahan pustaka tertentu yang tidak dapat dibeli di toko buku, penerbit, agen, atau tidak dapat diperoleh karena alasan lain sehingga hanya bias didapatkan melalui pertukaran.
• Melalui pertukaran akan memberi jalan bagi perpustakaan untuk memanfaatkan bahan pustaka yang duplikasi.
• Dengan pertukaran akan memberi peluang untuk mengembangkan kerjasama yang baik antar perpustakaan
b. Teknik tukar-menukar
Cara tukar-menukar bahan pustaka dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut:
• Perpustakaan mengirimkan penawaran kepada perpustakaanlain yang diperkirakan memiliki koleksi yang sesuai dengan bahan pustaka yang ditawarkan dan telah mempunyai hubungan kerjasama
• Perpustakaan yang menerima penawaran, mempelajari tawaran yang diterima beserta persyaratannya dan membandingkan dengan kebutuhan dan kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan itu sendiri. Kemudian memilih bahan penukar yang sesuai dengan bobotnya dan menyusunnya dalam daftar bahan pustaka yang akan ditawarkan sebagai bahan penukar.
• Perpustakaan yang menerima tawaran pertukaran dari perpustakaan lain, memilih bahan pustaka yang sesuai dan memilih bahan penukar yang sesuai bobotnya serta menyusunnya dalam daftar bahan pustaka yang akan ditawarkan sebagai bahan penukar.
• Kemudian perpustakaan yang telah menerima tanggapan atas penawarannya, melakukan penilaian keseimbangan bahan pertukaran tentang subyek dan bobotnya.
• Apabila kedua perpustakaan telah sepakat, maka tukar-menukar dapat dilaksanakan.
• Setelah menerima bahan pertukaran, masing-masing perpustakaan mengolahnya sesuai dengan prosedur penerimaan dan inventarisasi.
3. Hadiah
Koleksi bahan pustaka yang diperoleh dari hadiah/sumbangan sangat penting untuk membangun koleksi perpustakaan. Boleh jadi perpustakaan akan memperoleh keuntungan yang besar dari koleksi hadiah yang diterima karena perpustakaan tersebut dapat menghemat biaya pembelian. Ada dua cara dalam pengadaan pustaka melalui hadiah yaitu:
a. Hadiah atas permintaan
• Mempersiapkan daftar donator yang akan diminta sumbangannya. Alamat dapat dicari pada direktori, bulletin, laporan lembaga dan seterusnya.
• Perpustakaan menyusun daftar bahan pustaka yang akan diajukan pihak donator didalam maupun luar negeri.
• Daftar permohonan dikirimkan kepada alamat yang dituju disertai surat pengantar.
• Apabila pihak donator telah mengirimkannya petugas memeriksa kiriman tersebut dan dicocokkan dengan surat pengantarnya dan mengirimkan ucapan terima kasih.
• Selanjutnya bahan diproses seperti biasa yaitu di inventarisasi dan seterusnya.
• Perpustakaan menulis surat ucapan terima kasih.
• Bahan pustaka diterima ditelusuri dulu apakah subjeknya sesuai dengan tujuan perpustakaan, dan apakah tidak duplikat. Jika bahan pustaka benar-benar telah sesuai dapat segera diproses.
• Jika bahan pustaka tidak sesuai, disisihkan sebagai bahan pertukaran atau dihadiahkan kepada orang lain.
4. Titipan
Pengadaan bahan pustaka dengan cara titipan merupakan koleksi yang berasal dari suatu instansi/lembaga pemerintahan yang ingin menitipkan suatu koleksi kepada suatu pepustakaan. Penitipan bahan pustaka ini dapat dilakukan apabila bahan pustaka yang ingin dititipkan pada suatu perpustakaan oleh instansi/lembaga pemerintahan belum ada dalam daftar koleksi dan telah disepakati oleh pihak perpustakaan tersebut.
5. Terbitan Sendiri
Pengadaan bahan pustaka melalui terbitan sendiri merupakan koleksi yang berasal dari terbitan perpustakaan itu sendiri. Bahan pustaka yang diterbitkan oleh perpustakaan tersebut harus sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan tersebut.
2.8. Inventarisasi Bahan Pustaka
Inventarisasi bahan pustaka merupakan langkah awal dalam kegiatan
pemberian jati diri buku dan pendaftaran ke dalam buku induk. Hal utama yang
dilakukan sebelum kegiatan inventarisasi adalah melakukan pengecekan
penerimaan bahan pustaka, apakah sudah sesuai dengan koleksi yang dipesan.
Menurut Sujana (2008 : 3-online) hal-hal yang perlu diteliti dalam pemeriksaan
buku yang diterima adalah :
• Pengarang
Setelah pemeriksaan selesai maka kegiatan selanjutnya ialah buku yang
diterima diberi stempel cap kepemilikan perpustakaan untuk mengetahui bahwa
buku tersebut adalah miliki perpustakaan. Stempel atau cap perpustakaan ini
Selain cap stempel, perpustakaan juga membubuhkan stempel kepemilikan
koleksi atau stempel inventarisasi. Stempel inventarisasi berisi kolom data asal
perolehan buku, nomor induk buku, tanda buku, dan tanggal pendaftarannya pada
buku induk perpustakaan.
Setelah melakukan stempel kepemilikan dan stempel inventarisasi pada
bahan pustaka, maka selanjutnya mencatat bahan pustaka ke dalam buku induk.
Kegiatan memcatat bahan pustaka ke dalam buku induk adalah sebagai bukti
adanya kepemilikan perpustakaan. Adapun informasi yang dicantumkan pada
pencatatan buku induk adalah:
1. Tanggal penerimaan yaitu tanggal kapan buku tersebut diterima. Tanggal ini dicantumkan pada setiap eksemplar buku yang diinve ntarisasi.
2. Nomor inventaris/induk, yaitu nomor inventarisasi, dimana setiap jilid/eksemplar buku diberi nomor tersendiri.
3. Pengarang, nama pengarang ditulis setelah dibalik terlebih dahulu sebagaimana dilakukan dalam pengatalogan. Dan apabila buku yang memiliki pengarang lebih dari satu, sebaiknya semua nama pengarang tersebut ditulis, tetapi jika pengarang lebih dari tiga orang, maka ditulis nama pengarang pertama diikuti dengan menambahkan et.al. atau dkk. 4. Judul buku, yaitu judul buku secara keseluruhan namun jika terlalu
panjang dapat dipotong tanpa mengurangi arti judul tersebut dengan menambahkan tiga titik (…).
5. Tempat terbit/penerbit, yaitu tempat kota terbit dimana buku tersebut diterbitkan dan oleh penerbit mana (tulis nama penerbitnya), isi dapat dilihat pada halaman judul.
6. Tahun terbit, yaitu kapan (tahun berapa buku tersebut diterbitkan) 7. Asal/sumber perolehan. Dalam kolom ini dicatat dari mana buku
berasal apakah dari hasil pembelian, hadiah, tukar menukar dan sebagainya.
10.Bahasa. Untuk kolom ini dicantumkan bahasa agar dapat diketahui jumlah buku yang berbahasa Indonesia, Inggris, dan bahasa asing lainnya. Hal ini dapat dibuat dengan menggunakan singkatan I untuk bahasa Indonesia, E untuk bahasa Inggris, A untuk bahasa asing diluar bahasa Inggris.
11.Keterangan. Dalam kolom ini dicantumkan hal-hal lain yang dianggap perlu dan belum dicantumkan dalam kolom yang disediakan. (Sujana, 2008 : 3-4-online)
Contoh buku induk/inventarisasi
Tgl
Terima No.
Induk
Pengarang Judul Tempat
terbit
Tahun
terbit
Asal Bahasa Jumlah Harga Ket.
Menurut Yulia (1993 : 144), kegunaan dari buku induk inventarisasi ialah:
1. Untuk mengetahui jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan. 2. Mengetahui jumlah judul dan eksemplar.
3. Jumlah judul eksemplar yang berbahasa Indonesia dan bahasa asing. 4. Untuk mengetahui asal bahan pustaka baik dari pembelian, hadiah,
BAB III
KINERJA PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN
STIKes SARI MUTIARA MEDAN
Sejarah Singkat Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
STIKes Sari Mutiara Medan berawal dari praktek bidan berijazah S.
Sitanggang yang didirikan pada tanggal 29 September 1963, kemudian pada
tanggal 11 Januari 1969 namanya diganti menjadi Klinik Bersalin Sitanggang.
Pada tanggal 29 Februari 1974 Klinik Bersalin Sitanggang berganti nama
menjadi Rumah Sakit Bersalin Sitanggang dan 4 (empat) tahun kemudian,
tepatnya pada tanggal 31 Maret 1978 menjadi Rumah Sakit Sitanggang. Pada
tanggal 5 Februari 1987 Rumah Sakit Umum Sitanggang berganti nama menjadi
Rumah Sakit Sari Mutiara dan pada saat itu rumah sakit tersebut telah memiliki
Sekolah Perawat Kesehatan (SPK).
Kemudian pada tahun 1992 Yayasan Sari Mutiara mendirikan 3 (tiga)
akademika yaitu : Akademi Perawatan Kesehatan, Akademi Analisis dan
Akademi Gizi. Pada tahun 1994 yayasan ini kembali mendirikan 2 (dua) akademi
baru yaitu Akademi Analisis Farmasi dan Akademi Kesehatan. Kemudian pada
tahun 2000 Yayasan Sari Mutiara mendirikan STIKes Sari Mutiara dan
selanjutnya pada tahun 2001 STIKes Sari Mutiara Medan mendirikan Akademi
Kebidanan.
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan terletak di jalan Kapten Muslim
No. 92 Medan. Pada tahun 1985 didirikan Perpustakaan yang berukuran 12m x
18m yang terdiri dari ruang koleksi dan ruang baca. Pelayanannya dikhususkan
bagi semua mahasiswa akademi dan dosen Yayasan Sari Mutiara Medan.
Kemudian pada tanggal 2 Februari 2009 didirikan Perpustakaan Pusat
STIKes Sari Mutiara Medan yang diresmikan oleh DR. Ir. Akbar Tanjung, yang
mana sebelumnya perpustakaan berada pada masing-masing akademi.
Struktur Organisasi
diketahui gambaran jelas tentang kedudukan, tugas serta tanggungjawab dari
masing-masing bagian dalam suatu organisasi atau instansi, untuk mencapai
kegiatan kerja yang efektif dan efesien.
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan menggunakan sistem organisasi
mikro, yang menggambarkan pembagian kegiatan unit kerja secara keseluruhan.
Dalam hal ini Kepala Perpustakaan bertanggungjawab penuh dalam setiap
kegiatan kerja. Kepala Perpustakaan dibantu oleh empat orang pustakawan yang
mengelola bagian pelayanan teknis dan pelayanan pengguna. Pustakawan yang
mengelola pelayanan teknis bertugas melakukan pengadaan bahan pustaka,
pengolahan bahan pustaka, dan melakukan pemeliharaan bahan pustaka.
Pustakawan pada pelayanan pengguna membawahi pekerjaan pelayanan sirkulasi,
referensi, terbitan berseri dan layanan internet.
Bagan Struktur Organisasi Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
Gambar1. Struktur Organisasi Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan Sumber : Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
Pelayanan Teknis
Pengadaan
Pengolahan
Pemeliharaan
Pelayanan Pengguna
Sirkulasi
Referensi Kepala
Personalia merupakan orang yang berperan secara dinamis untuk
melaksanakan seluruh kegiatan kerja yang ada di perpustakaan, sedangkan tenaga
kerja perpustakaan profesional merupakan tenaga kerja perpustakaan yang ahli
dalam bidangnya.
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan dikelola oleh 4 (empat) orang
pustakawan dan 1 (satu) orang tenaga administrasi. Keempat pegawai tersebut
yang bertanggungjawab dalam setiap kegiatan di Perpustakaan STIKes Sari
Mutiara Medan. Adapun daftar pegawai perpustakaan STIKes Sari Mutiara
Medan.Adapun daftar pegawai Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan dapat
dilihat pada tabel-1.
Tabel-1
Daftar Pegawai Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
No. Jabatan Jenjang Pendidikan
1 Kepala Perpustakaan S1 Perpustakaan
2 Pustakawan bagian pelayanan referensi/sirkulasi S1 Perpustakaan
3 Pustakawan bagian sirkulasi D-III Perpustakaan
4 Pustakawan bagian sirkulasi D-III Perpustakaan
5 Staf Administrasi D-I + sertifikat
Sumber : Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
Pengguna Perpustakaan
Pengguna perpustakaan adalah seluruh anggota sivitas akademika STIKes
Sari Mutiara Medan, dengan terlebih dahulu memenuhi syarat-syarat yang telah
ditentukan untuk setiap calon pengguna perpustakaan. Adapun syarat-syarat
menjadi anggota perpustakaan adalah sebagai berikut:
a. Mahasiswa-mahasiswi yang mempunyai bukti diri sebagai
mahasiswi yang masih aktif, dengan menunjukkan kartu
mahasiswa-mahasiswi yang masih berlaku atau kwitansi pembayaran uang kuliah
terbaru. Dengan demikian mahasiswa tersebut secara otomatis telah
b. Untuk staf pengajar dan pegawai harus melampirkan fotocopy SK
pengangkatan atau surat keterangan dari atasan/kepala unit kerja yang
menyatakan bahwa:
i. Yang bersangkutan masih aktif
ii. Bersedia melapor ke perpustakaan apabila yang bersangkutan akan
berhenti/dipindahkan, agar pihak perpustakaan dapat menagih
bahan pustaka yang dipinjam
iii. Bersedia mengganti buku pinjaman yang hilang atau denda karena
keterlambatan pengembalian bahan pustaka yang dipinjam.
Jumlah pengunjung perpustakaan ini setiap harinya cukup banyak, sebab
diawal perpustakaan mulai dibuka, semua pengguna langsung memanfaatkan
fasilitas yang ada di Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan. Dan waktu selesai
pelajaran pun pengguna tetap mengisi waktu kosongnya dengan mengunjungi
perpustakaan. Adapun jumlah pengguna yang terdapat di Perpustakaan STIKes
Sari Mutiara Medan dapat dilihat pada tabel-2.
Tabel-2
Jumlah Pengguna Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
No. Pengguna Perpustakaan Jumlah Pengguna
1 Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat (S1) 305 orang
2 Jurusan Ilmu Keperawatan (S1) 700 orang
3 Jurusan Akademi Keperawatan (AKPER) 228 orang
4 Jurusan Akademi Kebidanan (AKBID) 932 orang
5 Jurusan Akademi Analisis Kesehatan (AAK) 163 orang
6 Jurusan Akademi Analisa Farmasi &
Makanan (AKAFARMA)
143 orang
7 Dosen 123 orang
8 Staf Administrasi 47 orang
Jumlah 2641 orang
Koleksi Perpustakaan
Koleksi perpustakaan hendaknya dapat memenuhi kebutuhan pengguna
perpustakaan guna menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diemban oleh
STIKes Sari Mutiara yang menyelenggarakan perpustakaan tersebut. Dalam hal
ini, pengguna perpustakaan membutuhkan informasi serta koleksi yang sesuai
dengan program perkuliahan yang diikuti oleh pengguna perpustakaan.
Koleksi yang terdapat di Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan adalah
sebagai berikut :
1. Buku
Ketersediaan buku di perpustakaan lebih banyak dibandingkan dengan bahan
koleksi lainnya. Sampai saat ini jumlah buku yang terdapat di perpustakaan adalah
sebanyak 2223 judul dengan 9756 eksemplar. Adapun jumlah koleksi buku di
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan dapat dilihat pada tabel-3.
Tabel-3
Jumlah Koleksi Buku yang Terdapat di Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan
No. No. Klas Jumlah judul buku Jumlah Eksemplar
1 000-090 Karya Umum 91 645
2 100-190 Filsafat 57 97
3 200-290 Agama 94 181
4 300-390 Ilmu Sosial 236 713
5 400-490 Bahasa 67 367
6 500-590 Ilmu-ilmu Murni 88 498
7 610 Keperawatan 197 599
8 611 Anatomi 87 397
9 612 Fisiologi Manusia 83 583
10 613 Kesehatan Umum dan Perorangan 97 433
11 614 Kesehatan Masyarakat 88 783
12 615 Farmakologi dan Ilmu Terapi 96 347
16 658 Manajemen 63 171
17 700-790 Kesenian, Olahraga 57 113
18 800-890 Kesusastraan 33 75
19 900-990 Geografi dan Sejarah 37 53
Jumlah 2223 9756
Sumber : Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
2. Jurnal
Koleksi jurnal yang dimiliki oleh Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
adalah sebanyak 18 judul dengan 102 eksemplar dan semua jurnal adalah
mengenai kebidanan dan kesehatan. Adapun jumlah koleksi jurnal yang terdapat
di Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan dapat dilihat pada tabel-4.
Tabel-4
Jumlah Koleksi Jurnal yang Terdapat di Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan
No. Judul Jumlah Eksemplar
1 Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 25
2 Bidan : Media Komunikasi dan Keluarga Indonesia 8
3 Cermin Dunia Kedokteran 7
4 Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia 12
5 Jurnal Keperawatan Indonesia (FIK-UI) 9
6 Berkala Ilmiah Kesehatan : Fatmawati 5
7 Dexa Media : Majalah Kedokteran dan Farmasi 2
8 Bina DIKNAKES : Media Informasi dan Edukasi 4
9 Jurnal Ilmiah Darma Persada 1
10 Info Kesehatan 1
11 Rajawali 1
12 Cermin Dunia Farmasi 1
13 Kebudayaan 1
14 Jurnal Keperawatan Sodirman 1
16 Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional 5
17 Jurnal Ilmu Keperawatan / FKUGM 2
18 Media Ners 2
Jumlah 89
Sumber : Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
3. Surat Kabar
Perpustakaan berlangganan secara rutin beberapa surat kabar baik terbitan daerah
maupun terbitan ibukota. Adapun jenis koleksi surat kabar yang terdapat di
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan dapat dilihat pada tabel-5.
Tabel-5
Jenis Koleksi Surat Kabar yang Terdapat di Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan
No Judul
1 Analisa
2 Waspada
3 Warta Kita
4 Harian Golabal
Sumber : Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
4. Koleksi Referensi
Perpustakaan juga menyediakan koleksi referensi yang hanya boleh dibaca
di perpustakaan. Adapun jumlah koleksi referensi yang terdapat di
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan dapat dilihat pada tabel-6.
Tabel-6
Jenis Koleksi Referensi yang Terdapat di Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan
No Judul Jumlah Eksemplar
1 Ensiklopedia 27
5 Atlas Kebidanan 1
6 Atlas of Mammography 1
7 Year Book 13
Jumlah 52
Sumber : Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
5. Karya Ilmiah
Karya ilmiah merupakan koleksi yang berupa karya tulis ilmiah
mahasiswa. Bagi mahasiswa yang akan wisuda wajib menyumbangkan karya
tulis ilmiahnya kepada perpustakaan. Sampai saat ini koleksi karya tulis
ilmiah yang ada di perpustakaan sebanyak 1583 judul/eksemplar.
6. Majalah
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan memiliki koleksi majalah yang
dilanggan sebanyak 8 judul dengan 58 eksemplar.
Tabel-7
Jumlah Koleksi Majalah yang Terdapat di Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan
No Judul Jumlah Eksemplar
1 Majalah Religi Jemaat 3
2 Majalah Kebudayaan Pembangunan Simalungun : Sauhur 4
3 Majalah Singapore’s Child 5
4 Majalah Obstetri & Gineologi Indonesia 23
5 Majalah Kedokteran Indonesia 18
6 Majalah Kesehatan Masyarakat 2
7 Majalah Kedokteran Nusantara 2
8 Majalah USU 1
Jumlah 58
Adapun jumlah dan jenis koleksi yang terdapat di Perpustakaan STIKes
Sari Mutiara Medan dapat dilihat pada tabel-8.
Tabel-8
Jumlah dan Jenis Koleksi yang Terdapat di Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan
No. Jenis Koleksi Jumlah Judul Koleksi Jumlah Eksemplar
1 Buku 2223 9756
2 Jurnal 89 89
3 Koran 4 4
4 Koleksi Referensi 52 52
5 Majalah 58 58
6 Karya Ilmiah 1583 1583
Jumlah 4009 11542
Sumber : Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
Pengembangan Koleksi
Pemilihan Bahan Pustaka
Dalam pemilihan bahan pustaka Perpustakaan STIKes Sari Mutiara
Medan melibatkan pustakawan. Dimana anggota boleh memilih dan
memberikan masukan informasi buku yang kira-kira pantas dan dibutuhkan
pengguna untuk dijadikan koleksinya dan menyediakan koleksi yang relevan
dengan kebutuhan pengguna perpustakaan. Setelah itu perpustakaan berusaha
menyediakan buku yang diinginkan pengguna. Kegiatan pemilihan bahan
pustaka yang akan dibeli, diketahui oleh Direktur STIKes Sari Mutiara
Medan.
Yang ikut menentukan seleksi (pemilihan) bahan pustaka adalah
sebagai berikut:
a. Direktur/Direktris
b. Dosen
3.5.1.1 Alat Bantu Pemilihan Bahan Pustaka
Pustakawan Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan, dalam
menyediakan bahan pustakanya jarang sekali berpedoman pada alat bantu
seleksi. Karena biasanya staf perpustakaan sudah menerima catatan buku-buku
yang diminati pengguna. Sedangkan penyeleksian lebih sering dilakukan pada
saat pembelian di toko buku. Apabila buku yang terdapat di toko buku itu
cukup baik dan sesuai dengan permintaan pengguna, maka staf perpustakaan
langsung membelinya. Cara penyeleksian buku yang akan dibeli yaitu
mendata permintaan pengguna.
3.5.1.2. Prosedur Pemilihan Bahan Pustaka
Bahan pustaka yang ada di perpustakaan dipilih dengan
memperhatikan kualitas isi dari bahan pustaka yang sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu. Adapun prosedur
pemilihan bahan pustaka yang dilakukan di Perpustakaan STIKes Sari Mutiara
Medan adalah sebagai berikut:
1. Pengguna mengusulkan langsung kepada pustakawan mengenai
bahan pustaka yang dibutuhkan melalui formulir pengusulan bahan
pustaka yang disediakan oleh pustakawan
2. Setelah semua formulir terkumpul maka pustakawan melakukan
penyeleksian terhadap bahan pustaka apa saja yang layak untuk
dijadikan sebagai koleksi perpustakaan
3. Lalu pustakawan membuat daftar bahan pustaka yang akan dibeli,
setelah membuat daftar bahan pustaka yang akan dibeli, maka
pustakawan menyerahkan daftar bahan pustaka kepada Direktur
STIKes Sari Mutiara Medan.
4. Direktur STIKes Sari Mutiara, memutuskan dan menilai usulan
daftar bahan tersebut sesuai dengan kebutuhan pengguna.
5. Setelah mendapat persetujuan dari Direktur STIKes Sari Mutiara
Medan, maka pustakawan langsung mengecek ke toko buku
3.5.2. Pengadaan Bahan Pustaka
Dalam memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan, maka perpustakaan
harus melaksanakan pengadaan bahan pustaka secermat mungkin, sesuai dengan
permintaan dan informasi yang tepat tentang buku yang diperlukan oleh pengguna
jasa perpustakaan. Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan melakukan
pengadaan koleksi dengan cara pembelian, hadiah, dan wajib serah karya ilmiah.
3.5.2.1. Pembelian
Pembelian adalah cara pengadaan koleksi yang paling sering dilakukan
oleh perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan. Pembelian bahan pustaka
dilakukan setiap tahun ajaran baru. Hampir 85 % dari jumlah koleksi yang
ada, diperoleh melalui pembelian. Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
dalam melaksanakan pembelian bahan pustaka, menggunakan jasa penerbit,
toko buku, dan agen tertentu.
Sebelum perpustakaan melakukan pembelian maka perpustakaan
melakukan pengecekan pada daftar buku yang ada di perpustakaan, dari daftar
inilah pustakawan mengetahui buku yang bersangkutan sudah pernah dibeli
atau belum.
Kriteria penambahan dari buku yang sudah ada adalah:
a. Dilihat dari slip peminjaman
b. Karena buku rusak
c. Untuk mengganti buu yang hilang
3.5.2.2. Hadiah/Sumbangan
Koleksi perpustakaan yang berasal dari hadiah sangat terbatas. Adapun
hadiah berasal dari berbagai pihak yang merasa ikut berperan serta demi
kemajuan ilmu pengetahuan. Koleksi hadiah ini diperoleh dengan dua cara
yaitu:
1. Sumbangan atas permintaan
Koleksi Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan juga
mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliah minimal dua judul
buku setiap orang.
Proses yang dilakukan dalam mengajukan permintaan
sumbangan bahan pustaka adalah sebagai berikut:
a. Menyusun bahan pustaka yang akan diminatkan sebagai
hadiah
b. Mengirimkan kepada alamat yang dituju sebagai surat.
Permohonan dengan penjelasan kegunaannya, serta
lampiran daftar yang telah disiapkan.
c. Apabila hadiah bahan pustaka datang, maka perlu diperiksa
dan dicocokkan dengan surat pengantarnya, dan apabila
sudah cocok dapat langsung diinventaris.
d. Mengirimkan surat ucapan terima kasih kepada pengirim,
beserta pengembalian tanda terima.
Tabel-9
Jumlah Bahan Pustaka yang Diperoleh Melalui Permintaan
No Jenis Sumbangan Jumlah per Judul Jumlah eksemplar
1 Sumbangan dari DepKes 46 154
2 Sumbangan dari mahasiswa 1674 3166
3 Karya ilmiah 1583 1583
Jumlah 3303 4903
Sumber : Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
2. Sumbangan tanpa permintaan
Sumbangan tanpa permintaan adalah suatu lembaga atau
pribadi memberikan sumbangan bahan pustaka kepada
perpustakaan. Biasanya Perpustakaan STIKes Sari Mutiara
memperoleh sumbangan ini dari agen-agen yang datang untuk
menawarkan bahan pustaka yang dilihat dari katalog yang mereka
bawa. Kemudian agen tersebut memberikan catalog beserta sample
buku kepada pustakawan yang ada di perpustakaan sebagai wujud
sumbangan juga diperoleh dari orang-orang yang memberi
sumbangan bahan pustaka, biasanya dari pustakawan yang bekerja
di perpustakaan ini.
3.5.2.3.Wajib Simpan Karya Ilmiah
Selain pembelian dan sumbangan/hadiah Perpustakaan STIKes Sari
Mutiara Medan juga memperoleh bahan pustaka dari dosen dan mahasiswa
yang berupa karya ilmiah yaitu yang dilakukan oleh lembaga induk STIKes
Sari Mutiara Medan, antara lain:
• Buku Wisuda
• Karya Ilmiah Mahasiswa
3.6. Inventarisasi Bahan Pustaka
Inventarisasi bahan pustaka merupakan salah satu kegiatan yang harus
dilakukan oleh setiap perpustakaan. Setiap bahan pustaka yang diterima baik
melalui pembelian dan hadiah/sumbangan dicatat ke dalam buku induk/buku
inventaris.
Adapun kegiatan inventaris bahan pustaka buku adalah sebagai berikut:
1. Mencatat setiap eksemplar buku ke dalam buku induk sesuai dengan
kolom yang tersedia
2. Memberi stempel inventaris pada setiap eksemplar buku
3. Menulis nomor induk, sumber, dan tanggal terima bahan pustaka pada
setiap eksemplar buku yang ada
4. Memberi cap/stempel milik perpustakaan pada setiap buku pada
halaman tertentu yang ditetapkan sebelumnya.
Stempel Inventaris Perpustakaan Sari Mutiara Medan
PERPUSTAKAAN YAYASAN SARI
MUTIARA MEDAN
NO. INDUK :
SUMBER :
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan, membedakan
penginventarisasian antara bahan pustaka buku dengan serial. Kolom yang harus
diisi pada inventaris untuk koleksi buku adalah:
Tabel-10
Buku Inventaris Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
No.
Klas Pengarang Judul Jlh
Sumber : Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan
Untuk tanda kepemilikan perpustakaan memberikan cap stempel pada
halaman yang sudah ditentukan. Stempel harus konsisten tidak berubah-ubah.
Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan dalam melakukan stempel untuk bahan
pustaka buku dilakukan pada halaman judul dalam dan halaman daftar isi,
sedangkan untuk bahan pustaka serial dilakukan pada halaman judul dan halaman
tengah dari bahan pustaka tersebut.
Jika kegiatan inventaris telah selesai dilaksnakan maka proses selanjutnya
adalah proses pengolahan berupa kegiatan katalogisasi dan klasifikasi. Setelah
kegiatan katalogisasi dan klasifikasi maka bahan pustaka tersebut telah siap
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya penulis dapat mengambil
kesimpulan sebagai berikut:
1. Cara penyelenggaraan pengadaan bahan pustaka pada Perpustakaan
STIKes Sari Mutiara Medan adalah dengan cara pembelian,
sumbangan/hadiah, dan wajib serah karya ilmiah.
2. Dalam pemilihan bahan pustaka, perpustakaan melibatkan para
pengguna perpustakaan. Sehingga bahan pustaka yang akan dibeli
sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan.
3. Koleksi Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan mencakup koleksi
mengenai bidang kesehatan.
4. Jumlah koleksi yang terdapat pada Perpustakaan STIKes Sari Mutiara
Medan sampai akhir bulan April 2009 adalah sebanyak 4009 judul
dengan 11542 eksemplar.
5. Pengadaan bahan pustaka pada Perpustakaan STIKes Sari Mutiara
Medan dilakukan setiap tahun ajaran baru dimana bahan pustaka yang
akan dibeli berdasarkan usulan dari pemakai yang disetujui oleh pihak
Yayasan.
6. Staf perpustakaan terdiri dari 5 (lima) orang, dimana 4 (empat) orang
berpendidikan jurusan Ilmu Perpustakaan dan 1 (satu) berpendidikan
D-I + sertifikat.
7. Semua koleksi Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan, telah
dikatalog dan diklasifikasi sehingga setiap buku telah memiliki call
number.
8. Jumlah pengguna Perpustakaan STIKes Sari Mutiara Medan adalah
sebanyak 2641 orang.
9. Pelayanan pengguna yang terdapat pada Perpustakaan STIKes Sari
4.2. Saran
Setelah membahas kegiatan pengembangan koleksi perpustakaan, penulis
ingin mengajukan beberapa saran sebagai masukan untuk perpustakaan STIKes
Sari Mutiara Medan, antara lain:
1. Dalam hal pengadaan bahan pustaka, pustakawan harus melengkapi
sarana-sarana pemilihan bahan pustaka dengan meminta katalog
penerbit kepada penerbit buku, baik di dalam negeri maupun luar
negeri.
2. Dalam hal pengadaan bahan pustaka, pustakawan langsung melakukan
pembelian ke toko buku. Hal ini kurang efisien karena belum tentu
buku yang dibeli masih ada atau juga sudah habis terjual, disamping
itu harganya juga mahal. Sebaiknya perpustakaan dalam hal pembelian
tidak hanya pada toko buku saja, tetapi juga melalui agen-agen
penjualan buku atau pada penerbitnya langsung selain lebih efisien
juga harganya lebih murah.
3. Dalam hal koleksi perpustakaan, sebaiknya koleksi yang berhubungan
dengan ajaran agama Islam supaya disediakan karena
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, Meidi Abdul. 2009. Pembinaan dan Pengembangan Koleksi
Perpustakaan.(Online).
Diakses tanggal 20 April 2009
Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 2004. Perpustakaan Perguruan
Tinggi: Buku Pedoman. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI
Kohar, Ade. 2003. Teknik Menyusun Kebijakan Pengembangan Koleksi
Perpustakaan. Jakarta: Pustakawan Madya-PDII LIPI
Martodirejo, H. Soedarminto.1994. Lokakarya Manajemen Perpustakaan
Perguruan Tinggi Negeri Se Indonesia. Bali: DEPDIKBUD Proyek
Pengembangan Staf dan Sarana Perguruan Tinggi Unit Koordinasi
Kegiatan Perpustakaan
Saepudin, Encang. 2009.Kebijakan Seleksi Guna Mendukung Kegiatan
Pengembangan Koleksi.(Online)
Diakses tanggal 05 Mei 2009
Sofa, Pakde. 2008. Pengadaan Bahan Pustaka Bag 1. (Online)
Diakses tanggal 20 April 2009
Sujana, Janti G.. 2009. Inventarisasi Bahan Pustaka.
Sutarno, N.S. 2006. Manajemen Perpustakaan. Jakarta: Sagung Seto
Sutarno, N.S. 2003. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia
Syahrial-Pamunjak, Rusina. 2000. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan.
Jakarta: Djambatan
Yulia, Yuyu.1993. Materi Pokok Pengadaan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas