• Tidak ada hasil yang ditemukan

CONTOH PROPOSAL EKSPERIMEN Pendidikan Pe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "CONTOH PROPOSAL EKSPERIMEN Pendidikan Pe"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: SMP Dharma Laksana
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Matematika
  • Topik: Pengaruh Pembelajaran Kontekstual dan Gaya Berfikir terhadap Prestasi Belajar Matematika
  • Tipe: proposal eksperimen

I. Latar Belakang Masalah

Bagian ini menguraikan konteks permasalahan rendahnya prestasi belajar matematika di SMP Dharma Laksana. Data nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) matematika yang rendah selama lima tahun terakhir menjadi fokus utama. Penulis menyoroti metode pembelajaran konvensional yang didominasi ceramah sebagai penyebab utama, yang mengakibatkan siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kurangnya pemahaman konseptual dan kecenderungan menghafal rumus tanpa memahami aplikasinya juga menjadi perhatian. Penulis kemudian memperkenalkan pembelajaran kontekstual sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan prestasi belajar matematika, dengan menghubungkan materi ajar dengan konteks kehidupan nyata siswa dan menekankan pada pemahaman konseptual serta berpikir divergen.

II. Identifikasi Masalah

Bagian ini mengidentifikasi beberapa permasalahan terkait prestasi belajar matematika siswa SMP Dharma Laksana. Permasalahan difokuskan pada rendahnya prestasi belajar matematika, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan penelusuran metode pembelajaran yang efektif. Pertanyaan kunci meliputi: prestasi belajar matematika siswa, faktor-faktor penyebabnya, keefektifan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan prestasi belajar, perbandingan pendekatan kontekstual dan konvensional, gaya berpikir siswa, dan pengaruh gaya berpikir terhadap prestasi belajar. Inti dari identifikasi masalah ini adalah mencari solusi untuk meningkatkan prestasi belajar matematika dengan mempertimbangkan pendekatan pembelajaran dan gaya berpikir siswa.

III. Pembatasan Masalah

Dikarenakan kompleksitas permasalahan yang diidentifikasi dan keterbatasan sumber daya (waktu, dana, dan kemampuan), penelitian ini membatasi ruang lingkupnya pada pengaruh pendekatan pembelajaran (kontekstual dan konvensional) serta gaya berpikir siswa terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian ini tidak membahas seluruh faktor yang mungkin mempengaruhi prestasi belajar matematika secara komprehensif, tetapi berfokus pada dua faktor utama tersebut.

IV. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dirumuskan berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah. Pertanyaan penelitian difokuskan pada perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang diajar dengan pendekatan kontekstual dan konvensional, pengaruh pendekatan pembelajaran terhadap siswa dengan gaya berpikir divergen dan konvergen, serta adanya interaksi antara pendekatan pembelajaran dan gaya berpikir terhadap prestasi belajar matematika. Rumusan masalah ini secara spesifik mengarahkan penelitian untuk menguji hipotesis tentang efektivitas pendekatan kontekstual dalam meningkatkan prestasi belajar matematika, dengan mempertimbangkan perbedaan gaya berpikir siswa.

V. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini sejalan dengan rumusan masalah. Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang diajar dengan pendekatan kontekstual dan konvensional, menganalisis perbedaan prestasi belajar siswa dengan gaya berpikir divergen dan konvergen pada kedua pendekatan tersebut, dan menguji adanya interaksi antara pendekatan pembelajaran dan gaya berpikir dalam mempengaruhi prestasi belajar matematika. Tujuan penelitian ini secara langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan sebelumnya.

VI. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini diuraikan untuk guru, siswa, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Bagi guru, penelitian ini diharapkan memberikan pengalaman berharga dalam merancang dan memfasilitasi pembelajaran kontekstual, serta mengembangkan model pembelajaran dan sumber belajar. Bagi siswa, pembelajaran kontekstual diharapkan meningkatkan prestasi belajar dan minat belajar matematika. Bagi perkembangan ilmu pengetahuan, penelitian ini memberikan informasi rinci tentang keunggulan dan kelemahan pendekatan kontekstual yang telah teruji secara eksperimen.

VII. Kajian Teori

Bagian ini membahas hakikat pembelajaran matematika, prestasi belajar matematika, dan pembelajaran kontekstual secara mendalam. Tercakup definisi matematika dari berbagai perspektif, pengertian prestasi belajar matematika dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta landasan filosofis dan psikologis pembelajaran kontekstual, termasuk tujuh komponen utamanya (konstruktivisme, penemuan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian autentik). Bagian ini memberikan landasan teoritis yang kuat untuk penelitian, menghubungkan berbagai konsep dan teori yang relevan.

7.1 Hakikat Pembelajaran Matematika

Sub-bab ini menjabarkan berbagai definisi pembelajaran matematika dari berbagai perspektif, menekankan pentingnya pembelajaran bermakna yang menghubungkan konsep abstrak dengan situasi dunia nyata. Pembahasan mencakup pendekatan deduktif dan induktif dalam pembelajaran matematika, serta tujuan pembelajaran matematika yang berorientasi pada aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dan pengembangan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif.

7.2 Prestasi Belajar Matematika

Sub-bab ini membahas pengertian prestasi belajar matematika dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pembahasan mencakup berbagai definisi prestasi belajar, perbedaan antara kemampuan aktual dan potensial, dan klasifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar. Penelitian ini menekankan pada pengukuran prestasi belajar di ranah kognitif melalui tes tertulis.

7.3 Hakikat Pembelajaran Kontekstual

Sub-bab ini menjabarkan hakikat pembelajaran kontekstual dari berbagai sudut pandang, meliputi landasan filosofis (konstruktivisme), landasan psikologis (psikologi kognitif), dan definisi pembelajaran kontekstual. Pembahasan mencakup tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual dan penerapannya di kelas, serta langkah-langkah penerapan pembelajaran kontekstual untuk membantu siswa belajar secara bermakna.

Referensi Dokumen

  • The Nature of Human Intelligence ( Guilford )
  • Educational Research: A Guide to the Process ( Fraenkel dan Wallen )
  • Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research ( Candiasa )
  • Research Design in Education ( Seniati dkk )
  • Experimental and Quasi-Experimental Designs for Research ( Campbell dan Stanley )

Gambar

Tabel 1.4 Perbedaan Pembelajaran Kontekstual dengan Pembelajaran Konvensional
Tabel 2.4 Dikotomi Belahan Otak
Tabel 3.3.  Desain Penelitian
Tabel 1.6 Sintaks pembelajaran kontekstual
+7

Referensi

Dokumen terkait

Prestasi kerja merupakan penampilan hasil kerja SDM (Sumber Daya Manusia) dalam suatu organisasi, baik individu maupun kelompok. Seseorang yang mempunyai pendidikan dan

Kita, sebagai evaluator, bisa mengakomodasi kepentingan berbagai kelompok atau individu tersebut. Memahami tujuan evaluasi adalah salah satu wawasan paling penting yang harus

Prestasi kerja merupakan penampilan hasil kerja SDM (Sumber Daya Manusia) dalam suatu organisasi, baik individu maupun kelompok. Seseorang yang mempunyai pendidikan dan

Melihat dari potensi dan prestasi yang dimiliki siswa SMK Negeri 10 Bandung ini peneliti merasa tertarik untuk meneliti terhadap pembelajaran Combo, dimana

Hasil penelitian ini memang telah diduga sebelumnya bahwa mahasiswa yang mempunyai gaya belajar visual dan auditorial akan lebih baik prestasi belajarnya

Hasil penelitian ini memang telah diduga sebelumnya bahwa mahasiswa yang mempunyai gaya belajar visual dan auditorial akan lebih baik prestasi belajarnya

Selain itu, penelitian kualitatif merupakan teknik untuk mempelajari individu atau kelompok sosial dalam masyarakat yang mengharuskan untuk melihat pembelaan yang diberikan oleh mereka

Hasil analisa penelitian menunjukkan bahwa budaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh pemimpin, efektifitas komunikasi antar individu dan