• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kualitas Software Momentosh Terhadap Kepuasan Kerja User Di Marbella Suites Bandung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Kualitas Software Momentosh Terhadap Kepuasan Kerja User Di Marbella Suites Bandung"

Copied!
149
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian

Kemajuan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengembangan teknologi sistem informasi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dunia saat ini. Seiring dengan perkembangan tersebut teknologi sistem informasi komputer merupakan salah satu alat pengolah data yang wajib dimiliki oleh perusahaan atau instansi untuk memperlancar informasi. Dimana kegunaan dari teknologi sistem informasi selain sebagai penunjang kegiatan juga merupakan kebutuhan primer bagi kelangsungan hidup perusahaan yang dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja perusahaan tersebut.

Pada penelitian ini dilakukan pada bidang jasa hotel & service apartement . perkembangan Sistem Informasi di Marbella Suites bandung telah sesuai dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, karena dalam pelaksanaan kegiatannya setiap bagian telah menggunakan sistem informasi tersendiri sesuai dengan bidang dan kebutuhan masing-masing.

(2)

Suites, karena software ini belum banyak yang mengetahui sehingga apabila terdapat masalah pada software ini maka rumit juga dalam perbaikannya. Selain itu penelitian ini juga mengangkat masalah yang ada di Marbella suites bandung yaitu Masih terdapat error saat mengoperasikan software momentosh, Masih terdapat ketidaksesuaian antara fungsi-fungsi(tombol) yang ada pada software momentosh dengan kebutuhan kerja, Masih terdapat beberapa keluhan dari karyawan dalam penggunaan softwaremomentosh ini, apabila dipersentasikan kira-kira ketidakpuasan user terhadap software momentoh ini krang lebih sebanyak 15 %. Namun selain terdapat masalah pada software momentosh ini juga terdapat manfaat yang bisa dirasakan, dengan adanya software ini juga telah banyak membantu pekerjaan para karyawan di Marbella Suites Bandung. Karena software momentosh ini berupa software yang dapat digunakan di bagian-bagian seperti bagian FO, housekeeping, F&B, keuangan, dan lain-lain di Marbella Suites Bandung telah membantu pekerjaan para karyawan khususnya di bagian front officce dan housekeeping dalam melayani para tamu yang datang.

(3)

ilmiah dengan judul : “Pengaruh Kualitas Software Momentosh terhadap Kepuasan Kerja User di MarbellaSuites Bandung”.

1.2. Identifikasi masalah dan Rumusan Masalah

Adapun identifikasi masalah dan rumusan masalah yang ditemukan pada penelitian ini adalah sebagai barikut :

a. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut:

a) Masih terdapat error saat mengoperasikan software momentosh

b) Masih terdapat ketidaksesuaian antara fungsi-fungsi yang terdapat di dalam software momentosh dengan kebutuhan kerja.

c) Masih terdapat keluhan ketidakpuasan dari user dalam penggunaan software momentosh ini.

b. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi permasalahan diatas, penulis merumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut :

(4)

2) Bagaimana tanggapan terhadap kualitas software momentosh yang sedang berjalan di Marbella Suites Bandung.

3) Bagaimana kepuasan kerja user di bagian front office, dan housekeeping sebagai user software momentosh di Marbella Suites Bandung.

4) Seberapa besar pengaruh software momentosh terhadap kepuasan kerja karyawan sebagai user software tersebut di Marbella Suites Bandung.

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengukur kualitas software momentosh pada bagian front office, dan housekeeping sebagai user.

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah :

a) Untuk mengetahui penggunaan softwarae momentosh di Marbella Suites Bandung khususnya di bagian front office, dan housekeeping di Marbella Suites Bandung.

b) Untuk mengetahui tanggapan terhdap kualitas software momentosh yang digunakan di Marbella Suites Bandung.

c) Untuk mengetahui kepuasan kerja karyawan sebagai user software momentosh di Marbella Suites Bandung.

(5)

1.4. Kegunaan Penelitian

Pada penelitian ini terdapat kegunaan akademis dan praktis yaitu sebagai berikut :

1.4.1. Kegunaan Akademis

Kegunaan akademis dari penelitian ini dibagi 3 :

a) Untuk pengembangan ilmu di bagian informatika sebagai masukkan dari analisis software momentosh di Marbella Suites Bandung.

b) Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan oleh pihak lainnya khususnya mahasiswa yang akan melakukan penelitian dalam bidang yang sama untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan bahan pembanding.

c) Bagi penulis sendiri yaitu untuk meningkatkan wawasan pengetahuan penulis dalam bidang ilmu komputer dan untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan.

1.4.2. Kegunaan Praktis

(6)

1.5. Batasan Masalah

Untuk memperkuat pembahasan yang sesuai dengan latar belakang yang sudah dikemukakan sebelumnya, maka penulis membatasi permasalahan dalam proses penelitian sebagai berikut :

1. Penelitian hanya dilakukan di bagian front office, dan housekeeping Marbella Suites Bandung saja.

2. Pengumpulan datanya menggunakan “cross section data”, artinya penelitian ini menggunakan data setelah adanya software momentosh yang diterapkan di Merbella Suites Bandung.

3. Berdasarkan masalah yang ada maka penulis membatasi penulisan yang dikarenakan oleh adanya keterbatasan waktu, pikiran. dan sarana yang ada maka penulis hanya membatasi dan membahas mengenai faktor-faktor kualitas software yang benar-benar berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan yaitu Correctness, Reliability, Efficiency, Integrity, Usability. Maintainability.

1.6. Kerangka Pemikiran

(7)

1.6.1. Kerangka Pemikiran

Pemrograman yang ditulis oleh pemrogram komputer untuk memecahkan suatu masalah tertentu disebut dengan perangkat lunak aplikasi (application software). Hariningsih (2005:19), menyatakan bahwa perangkat lunak aplikasi yaitu program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language software untukn menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu.

Kualitas software yang digunakan mempunyai hubungan erat dengan kepuasan karyawan, kualitas memberikan suatu dorongan kepada para karyawan untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang ikatan ini seperti memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan serta kebutuhan para karyawannya. Menurut McCall ada 11 faktor yang mempengaruhi kualitas software diantaranya adalah :

1. Correctness (kebenaran), yakni sejauh mana suatu software memenuhi spesifikasi dan mission objective dari user.

2. Reliability (Keandalan), tingkat kemampuan program yang diharapkan dapat menampilkan fungsi yang dimaksud dengan presisi yang ditetapkan. 3. Efficiency (efisiensi), jumlah sumberdaya yang diproses dan kode yang

diperlukan oleh program untuk melaksanakan fungsi tersebut.

(8)

5. Usability, usaha yang diperlukan untuk mempelajari, mengoperasikan, menyiapkan masukan dan mengartikan keluaran oleh program.

6. Maintainability, data pada suatu isi (content) sebuah software berbasis web harus selalu di update, ditinjau dari sisi kebutuhannya.

7. Flexibility, usaha yang diperlukan untuk memodifikasi software operasional.

8. Testability, usaha yang diperlukan untuk menguji software untuk memastikan apakah software melaksanakan fungsi yang ditetapkan atau tidak..

9. Portability, usaha yang diperlukan untuk memindahkan program dari hardware/lingkungan sistem software tertentu agar dapat berfungsi pada hardware / sistem software yang lainnya.

10.Reusability, tingkat kemampuan program/ bagian dari program yang dapat dipakai ulang dalam aplikasi lainnya, berkaitan dengan paket dan lingkup dari fungsi yang dilakukan oleh program.

11.Interoperability, usaha yang diperlukan untuk menggabungkan satu sistem dengan yang lainnya.

(9)

Kepuasan kerja menurut Handoko yaitu “Keadaan emosional yang

menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka.”

Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini dampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.

Untuk mengetahui tentang pengertian kepuasan kerja ada beberapa pendapat sebagaimana hasil penelitian Herzberg (Thoha, 2000:202), bahwa faktor yang mendatangkan kepuasan adalah :

1. Prestasi, Sangat penting bahwa individu ditempatkan pada posisi bahwa mereka memenuhi syarat untuk nmenempati suatu posisi di perusahaan. 2. Pengakuan, Karyawan berharap diakui untuk waktu dan usaha mereka

untuk perusahaan.

3. Pekerjaan itu sendiri (Work It self), Setiap pekerjaan memerlukan suatu keterampilan tertentu sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sukar tidaknya suatu pekerjaan serta perasaan seseorang bahwa keahliannya dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan tersebut, akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan kerja.

(10)

mempunyai hak kepemilikan dalam pekerjaan mereka, mungkin mereka akan lebih termotivasi untuk melakukan yang terbaik.

5. Kemajuan, jika karyawan merasa karir mereka dalam perusahaan tidak maju, maka mereka akan mencari peluang yang lebih baik di tempat lain. maka dengan itu perusahaan disarankan untuk menghargai loyalitas dan kinerja dengan "kemajuan". Salah satu cara untuk membantu karyawan dalam kemajuan karir mereka adalahmendukung dan memberikan kontribusi untuk pendidikan mereka, yang akan membuat mereka lebih berharga bagi organisasi.

Kepuasan kerja (job satisfaction) adalah tingkatan kenikmatan yang diterima seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya. Orang akan puas bila dia menikmati pekerjaannya, dan kurang puas bila ia tidak menikmati pekerjaannya. Karyawan yang puas cenderung memiliki semangat kerja yang tinggi, demikian pula sebaliknya. (Eddy Soeryanto Soegoto 2009:231).

(11)

Livari (2005) menunjukkan bahwa kualitas sistem informasi berpengaruh positif terhadap kepuasan pemakainya. Semakin tinggi kualitas informasi yang dihasilkan suatu sistem informasi, akan semakin meningkatkan kepuasan pemakai (DeLone dan McLean, 1992). Pendapat ini didukung hasil penelitian Kim dan McHaney (2000), McKiney, (2002), Rai et, (2002), McGill, (2003), Almutairi dan Subramanian (2005) serta Livari (2005). Jika pemakai sistem informasi percaya bahwa kualitas sistem dan kualitas informasi yang dihasilkan dari sistem yang digunakan adalah baik, mereka akan merasa puas menggunakan sistem tersebut.

(12)

1.6.2. Hipotesis

Beberapa para ahli mendefinisikan mengenai hipotesis, diantaranya : Trealese (1960) memberikan definisi hipotesis sebagai suatu keterangan sementara dari suatu fakta yang dapat diamati.

Good dan scates (1954) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya.

(13)

Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini maka penulis merumuskan hipotesis tersebut sebagai berikut : “ terdapat pengaruh antara kualitas software momentosh terhadap kepuasan user di Marbella Suites

Bandung khususnya pada bagian front office, dan house keeping”.

1.7. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Marbella Suites Bandung (hotel & service apartemen) , di Jl. Sentra Dago Pakar Raya, Bandung.

Adapun jadwal penelitian ini dimulai dari tanggal 22 Februari 2010 dapat dilihat pada table di bawah ini :

Tabel 1.1: Jadwal Penelitian

NO Kegiatan Februari 2010

4. Pembuatan Kuesioner

5. Uji coba kuesioner

6. Penyebaran Kuesioner

secara keseluruhan

(14)

8. Pengolahan Data

9. Analisis data

10. Kesimpulan

(15)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pendekatan/Perspektif Kualitas Produk

Perspektif kualitas merupakan pendekatan yang digunakan untuk mewujudkan kualitas suatu produk. Garvin (dalam Lovelock, 1994:89-99) mengidentifikasikan adanya lima perspektif kualitas yang biasa digunakan yaitu :

1) Transcendental Approach

Menurut pendekatan ini kualitas dapat dirasakan dan diketahui, tetapi sulit didefinisikan dan dioperasionalkan. Sudut pandang ini biasanya diterapkan dalam seni music, drama, tari, dan rupa. Selain itu, perusahaan dapat mempromosikan produknya dengan pertanyaan-pertanyaan, seperti tempat belanja yang menyenangkan (pasar swalayan), elegan (mobil), kecantikan (kosmetik), dan kelembutan kulit (lulur). Dengan demikian, fungsi perencanaan, produksi, dan pelayanan suatu perusahaan sulit sekali menggunakan definisi seperti ini sebagi dasar manajemen kualitas.

2) Product Based Approach

(16)

kualitas produk mencerminkan perbedaan dalam jumlah unsure atau atribut yang dimiliki suatu produk. Karena pandangan ini sangat objektif, maka tidak dapat menjelaskan perbedaan dalam selera, kebutuhan dan preferensi individual.

3) User based Approach

Pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas produk tergantung pada orang yang menggunakannya dan produk yang paling memuaskan preferensi seseorang merupakan produk yang berkualitas paling tinggi. Perspektif yang subjektif dan demand oriented ini juga menyatakan bahwa konsumen yang berbeda memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda pula. Dengan demikian, kualitas produk bagi seseorang adalah sama dengan kepuaasan maksimum yang dirasakannya.

4) Manufakturing Based Approach

(17)

5) Value Based Approach

Pendekatan ini memandang kualitas dari segi nilai dan harga. Dengan mempertimbangkan trade off antara kinerja produk dan harga,

kualitas didefinisikan sebagai “affordable excellence”. Kualitas produk dalam perspektif ini bersifat relative, sehingga produk yang memiliki kualitas paling tinggi belum tentu yang paling bernilai. Akan tetapi yang paling bernilai adalah produk atau jasa yang paling tepat dibeli (best buy).

2.2. Teori Kualitas Produk

Kata kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda dan bervariasi. Dalam definisi strategis dinyatakan bahwa kualitas adalah segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan (meeting the needs of customers).

(18)

2.3. Kualitas Software

Software dikatakan baik apabila dapat secara utuh dan “sempurna”

memenuhi kriteria spesifik dari organisasi perusahaan yang membutuhkan. Hal ini

sering diistilahkan sebagai pemenuhan terhadap “user requirement” (kebutuhan

pengguna software yang telah terlebih dahulu didefinisikan secara jelas dan detail).

Kualitas perangkat lunak adalah gangguan yang kompleks dari berbagai faktor yang akan bervariasi pada aplikasi dan pelnaggan yang berbeda yang membutuhkannya. Faktor yang mempengaruhi kualitas perangkat lunak dapat dikategorikan kedalam 2 kelompok besar, yaitu :

1. Faktor yang dapat secara langsung diukur.

2. Faktor yang tidak dapat secaralangsung diukur.

Mc Call dan kawan-kawan mengusulkan suatu faktor-faktor atau kriteria yang

mempengaruhi kualitas suatu software . paada dasarnya Mc Call menitikberatkan

faktor-faktor tersebut menjadi 3 aspek penting, yaitu yan berhubungan dengan :

1. Sifat-sifat operasional dari software / produt operation.

2. Kemampuan software dalam menjalani perubahan (product revition).

3. Daya adaptasi / penyesuaian software terhadap lingkungan baru (product

(19)

Tetapi dalam skripsi ini penulis hanya membahas satu faktor/dimensi saja yaitu faktor-faktor/dimensi-dimensi yang berkaitan dengan sifat-sifat operasional software, yang dapat diuraikan sebagai berikut :

a) Faktor-faktor yang berkaitan dengan sifat-sifat operational software adalah sebagai berikut :

1. Correctness, yakni sejauh mana suatu software memenuhi spesifikasi dan mission objective dari user.

2. Reliability, tingkat kemampuan program yang diharapkan dapat menampilkan fungsi yang dimaksud dengan presisi yang ditetapkan.

3. Efficiency, jumlah sumberdaya yang diproses dan kode yang diperlukan oleh program untuk melaksanakan fungsi tersebut.

4. Integrity, tingkat kemampuan pengawasan akses terhadap data atau software oleh orang-orang tertentu.

5. Usability, usaha yang diperlukan untuk mempelajari, mengoperasikan, menyiapkan masukan dan mengartikan keluaran oleh software.

(20)

b) Kemampuan software menjalankan perubahan (Product Revision)

Faktor-faktor yang berkaitan dengan kemampuan software untuk menjalankan perubahan adalah :

1. Flexibility, usaha yang diperlukan untuk melakukan modifikasi terhadap software yang operasional.

2. Testability, usaha yang diperlukan untuk menguji suatu software untuk memastikan apakah melakukan fungsi yang dikendalikan atau tidak.

c) Daya adaptasi atau penyesuaian software terhadap lingkungan baru (Product Transition)

Faktor-faktor yang berkaitan dengan tingkat adaptibilitas software terhadap lingkungan baru meliputi :

1. Portability, usaha yang diperlukan untuk memindahkan program dari hardware/lingkungan sistem software tertentu agar dapat berfungsi pada hardware / sistem software yang lainnya.

2. Reusability, tingkat kemampuan program/ bagian dari program yang dapat dipakai ulang dalam aplikasi lainnya, berkaitan dengan paket dan lingkup dari fungsi yang dilakukan oleh program.

(21)

2.4. Konsep Dasar Perangkat Lunak (Software)

Perangkat keras (Hardware) tidak akan dapat berbuat apa-apa tanpa adanya perangkat lunak (software). Teknologi yang canggih dari perangkat keras akan berfungsi bila instruksi-instruksi tertentu telah diberikan kepadanya. Instruksi-instruksi perangkat lunak ditulis oleh manusia untuk mengaktifkan fungsi dari perangkat lunak ditulis oleh manusia untuk mengaktifkan fungsi dari perangkat lunak komputer.

Menurut Jogiyanto Hartono software dapat dikategorikan dalam tiga bagian, yaitu meliputi :

1) Software Sistem Operasi (Operating System) yaitu program yang ditulis untuk mengendalikan dan mengkoordinasi kegiatan dari sistem komputer.

2) Software Bahasa (Language Software) yaitu program yang dibuat untuk menterjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer.

3) Software aplikasi (Application Software) yaitu, program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language software untuk menyelesaikan aplikasi tertentu.

(22)

Language software sebagai penterjemah antara program yang ditulis dengan bahasa awam sehari-hari menjadi bahasa mesin (mechine language) yang dimengerti oleh komputer.

Application software merupakan program yang ditujukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan adlam aplikasi tertentu. Terdapat dua cara untuk memperoleh software aplikasi, yaitu dengan cara mengmbangkan program aplikasi ang dibuat oleh orang lain.

Secara prinsip sebuah software dikatakan baik apabila dapat secara utuh dan sempurna memenuhi criteria spesifik dari organisasi/perusahaan yang

membutuhkannya. Hal ini sering diistilahkan sebagai terhadap “user

requirement” (kebutuhan pengguna software yang terlebih dahulu telah didefinisikan secara jelas dan detail).

Kualitas software didefinisikan sebagai “konformasi terhadap kebutuhan fungsional dan kinerja yang dinyatakan secara eksplisit, standar perkembangan yan didokumentasikan secara eksplisit, dan karakteristik implisit yang diharapkan bagi semua perangkat lunak yang dikembangkan

secara professional”.

Definisi tersebut berfungsi untuk menekankan 3 hal penting, yaitu :

(23)

2. Standar yang teah ditentukan menetapkan serangkaian kriteria pengembangan yang menuntun cara perangkat lunak direkayasa. Jika criteria tersebut tidak diikuti, hamper pasti menimbulkan kualitas yang baik.

3. Terdapat serangkaian kebutuhan implisit yang sering tidak dicantumkan (misal kebutuhan akan pemeliharaan yang baik. Bila perangkat lunak dapat berhasil menyesuaikan dengan kebutuhan eksplisitnya, tetapi gagal memenuhi kebutuhan implisitnya, maka kualitas perangkat lunak tersebut perlu diragukan. Pada masing-masing kasus, pengukuran harus terjadi, kita harus membandingkan perangkat lunak tersebut (dokumen, program, data) dengan berbagai fakta hingga sampai padaa indikasi mengenai kualitas.

2.5. Kepuasan Kerja

(24)

semangat kerja yang tinggi, tidak ulet dalam bekerja dan memiliki moril yang rendah.

Kepuasan kerja (job satisfaction) adalah tingkatan kenikmatan yang diterima seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya. Orang akan puas bila dia menikmati pekerjaannya, dan kurang puas bila ia tidak menikmati pekerjaannya. Karyawan yang puas cenderung memiliki semangat kerja yang tinggi, demikian pula sebaliknya. (Eddy Soeryanto Soegoto 2009:231).

(25)

BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1. Objek Penelitian

Objek penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel independen/ bebas dan variabel dependen / terikat. Variabel independen / bebas dalam penelitian ini adalah software momentosh (X), variabel dependen/terikat dalam penelitian ini adalah kepuasan kerja karyawan pada bagian front office dan housekeeping di Marbella Suites Bandung(Y).

3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan

Marbella Suites Bandung bertempat di sentra dago pakar yang merupakan salah satu tempat yang mempunyai pemandangan yang indah di kota bandung. Marbella suites bandung ini sudah menggunakan dekorasi yang modern, dan memiliki konsep yaitu hotel dan apartemen. Bangunan marbella dibangun dari sekitar tahun 2006, dan soft opening diadakan mulai tanggal 9 september 2009 sampai dengan akhir bulan april 2010.

(26)

a)Deluxe Suite (1 bedroom) = 47 kamar

b)Executive Suite (2 bedroom) = 50 kamar

c)Master Suite (3 bedroom) = 2 kamar

3.1.2. Struktur Organisasi Marbella Suites Bandung

(27)

Agar lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar struktur organisasi berikut ini :

Gambar 3.1

Struktur Oganisasi Marbella Suites Bandung

3.1.3. Deskripsi Tugas

(28)

1. Front Office Departement

Fungsi utama Front Office Departement adalah menjual (menyewakan) kamar kepada tamu yang dating. Front Office Department seharusnya berlokasi ditempat yang strategis mudah dilihat atau diketahui oleh tamu yang datang.

Pelayanan-pelayanan yang diberikan sebagai berikut :

a. Pemesanan kamar (reservation service).

b. Pelayanan barang-barang tamu (porter atau bell captain)

c. Pelayanan informasi (information service)

d. Pelayanan penerimaan tamu (receptionist / front desk)

e. Pelayanan telepon (telephone operator)

f. Pelayanan pembayaran (F.O cashier)

g. Menerima dan menyelesaikan keluhan tamu

2. Housekeeping Departement

Fungsi utamanya yaitu menjaga, memelihara kebersihan, kerapihan

(29)

Linen attendend (LA) adalah bagian dari housekeeping department yang tugasnya melayani pencucian pakaian-pakaian tamu dan mencuci pakaian seragam seluruh karyawan dan linen-linen yang diperlukan untuk operasional hotel sehari-hari. Untuk memudahkan operasional dan sesuai dengan fungsinya maka bagian housekeeping dan LA harus dapat menjangkau dengan mudah ruangan-ruangan sebagai berikut :

a. Kamar-kamar tamu dan floor section.

b. Ruang umum.

c. Ruang pelayanan linen.

d. Ruangan pelayanan laundry.

3.2. Metode Penelitian

Metode penelitian adalah teknik atau cara mencari, memperoleh, mengumpulkan atau mencatat data, baik berupa data primer maupun data sekunder yang dapat digunakan untuk keperluan menyusun suatu karya ilmiah.

(30)

inferensial, sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. Penelitian kuantitatif pada umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random, sehingga dapat digeneralisasikan pada populasi dimana sampel tersebut diambil.

Untuk menguji hipotesis peneliti dapat memilih metode penelitian yang sesuai, pertimbangan ideal untuk memilih metode itu adalah tingkat ketelitian data yang diharapkan dan konsisten yang dikehendaki. Sedangkan pertimbangan praktis adalah tersedianya dana, waktu, dan kemudahan yang lain. Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kuantitatif, dengan analisis statistik menggunakan rank pearson.

Metode penelitian deskriptif yaitu untuk mendapatkan gambaran tentang gejala-gejala yang diteliti dalam keadaan sekarang kemudian dicarikan jawaban bagi pemecahan masalah atau fenomena-fenomena yang ada dan masing-masing variabel serta menguji pengaruh dari variabel terhadap variabel lainnya.

3.2.1. Desain Penelitian

(31)

Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Desain penelitian yang digunakan adalah metode survei, yaitu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik/sifat-sifat dari individu-individu dalam sebuah populasi yang besar. Umumnya penelitian ini terkait dengan penggunaan questionnare dalam pengumpulan datanya. Meski demikian, metode survei juga dapat dilakukan dengan wawancara terstruktur.

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh kualitas Software Momentosh terhadap kepuasan user dalam menggunakan software tersebut melalui penyebaran questionnare pada karyawan Marbela Suites Bandung di bagian front office, dan housekeeping.

3.2.2. Operasionalisasi Variabel

Variabel Penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

Dalam penelitian ini penulis mengemukakan dua variable yang akan diteliti. Adapun kedua variable tersebut adalah sebagai berikut :

(32)

sebab terjadinya atau terpengaruhnya variable5 dependent (variable tidak bebas atau terikat). Jadi variable independent adalah variable yang mempengaruhi. Dalam penelitian ini variable independennya adalah kualitas software sebagai variable X.

2) Variable dependent (variable tidak bebas atau terikat) sering disebut variabell respon, output, criteria, dan konsekuen. Variable terikat merupakan variable yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variable bebas. Dalam penelitiian ini yang menjadi variable terikatnya adalah kepuasan user sebagai variable Y.

(33)

Tabel 3.1

Operasionaisasi Variabel

No Variabel Indikator Ukuran Skala/Kuesioner

1. Kualitas

Hanya dapat memenuhi sebagian dari kebutuhan yang ada

Beberapa fungsi (tombol) yang tidak digunakan namun terdapat dalam software momentosh

1. User dapat menggunakan dan mempelajari dengan baik bagaimana

mengaplikasikan software tersebut.

2. User tidak menggunakan semua fungsi yanga ada pada software.

1. Software yang digunakan sidah terintegritas dengan baik

2. Setiap bagian hanya dapat menggunakan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk kebutuhan pada bagian masing-masing.

Ordinal/1,2

Ordinal/3,4

Ordinal/5,6

(34)

5. Usability

6. Maintanabillity

User dapat mempelajari dan mengoperasikan software momentosh karena pelatihan yang diberikan

Maintenance dilakukan hanya apabila ada laporan error oleh perusahaan dan atasan 2. Pertanggunng jawaban

pekerjaan

1. Pekerjaan yang dilakukan dapat dikerjakan sesuai dengan bagiannya masing-masing

2. Pekerjaan yang dilakukan sesuai kemampuan yang dimiliki.

1. Tanggung jawab terhadap pekerjaan

2. Tanggung jawab kepada

Ordinal/14,15

Ordinal/16,17

Ordina/18,19

(35)

5. Kemajuan

perusahaan

Bertambahnya ilmu pengetahuan para karyawan, dan

meningkatnya standar kualitas hasil kerja para karyawan

Ordinal/22,23

3.2.3. Metode Penarikan Sampel

Dalam melaksanakan penelitian ini, terlebih dahulu akan dijelaskan populasi yang akan diteliti sehingga dapat diperoleh keputusan apakah penelitian ini memerlukan sampel atau tidak dan bagaimana cara pengambilan sampel tersebut.

3.2.3.1. Kegunaan Metode Penarikan Sampel

Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas dan ciri-ciri yang telah ditetapkan. Populasi finit adalah populasi dengan jumlah individu tertentu, sedangkan jumlah populasi infinit adalah jika jumlah individu dalam kelompok tidak mempunyai jumlah yang tetap, ataupun jumlah yang tidak terhingga.

(36)

populasi karyawan bagian front office, dan housekeeping kurang dari 100, hanya berjumlah 37 orang saja.

Penelitian populasi dilakukan apabila peneliti ingin melihat semua liku-liku yang ada di dalam populasi. Oleh karena subjeknya meliputi semua yang terdapat di dalam populasi, maka disebut sensus.

Sampel adalah bagian dari populasi. Survei sampel adaalh satu prosedur dimana hanya sebagian dari populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki dari populasi.

Sensus dilakukan apabila setiap anggota tiada terkecuali yang ada dalam sebuah populasi dikenai penelitian dan melakukan sampling. Apabila hanya sebagian saja dari populasi yang diteliti sampling harus representative dalam arti segala karakteristik populasi hendaknya tercermin pula dalam sampel yang diambil.

Beberapa keuntungan penarikan sampel adalah sebagai berikut :

1) Mengurangi Biaya

(37)

2) Kecepatan Lebih Besar

Dengan alasan yang sama, data dapat dikumpukan dan diringkas lebih cepat dengan sebuah sampel daripada dengan perhitungan lengkap. Hal ini merupakan sebuah pertimbangan yang penting bila membutuhkan informasi secara cepat.

3) Cakupan Lebih Besar

Sensus lengkap tidaklah praktis digunakan, karna itu pilihannya adalah memperoleh informasi dengan penarikan sampel / tidak untuk seluruhnya. Maka survei-survei yang berkumpul pada penarikan sampel haruslah lebih besar cakupannya dan fleksibel mengenai jenis informasi yang dapat diperoleh jika informasi yang akura diinginkan untuk beberapa subbagian dari populasi, ukuran sampel yang dibutuhkan kadang-kadang menjadi besar, sehingga pemecahan lengkap memberikan penyelesaian yang lebih baik.

4) Tingkat Ketelitian Lebih Besar

(38)

3.2.3.2. Tahap-tahap Dalam Survei Sampel

Tujuan dari survei sampling adalah untuk mengadakan estimasi dan menguji hipotesa tentang parameter populasi dengan menggunakan keterangan-keterangan yang diperoleh dari sampel.

Tahap-tahap penting dalam sebuah survei dikelompokkan secara besar menjadi 11 topik menurut Mohamad Nazir (1983) diantaranya :

1. Tentukan tujuan survey

Tujuan survey harus dijelaskan seterang-terangnya sehingga kita tidak akan lari dari sasaran atau tidak akan ngawur nantinya, jika bekerja lebih mendetail akan kita kerjakan.

2. Tetapkan populasi yang akan di survey

Berikan definisi sejelas-jelasnya engenai populasi yang akan di survey, jika populasi adalah usaha tani, maka jelaskan apa yang dimaksud dengan besar usaha tani. Jika populasi adalah berat kerbau, maka beri definisi yang sejelas-jelasnya mengenai berat kerbau tersebut.

3. Pilih data yang relevan

(39)

tidak perlu data yang banyak sekali sementara data tersebut tidak dianalisis

4. Tentukan derajat ketetapan

Bagaimana presisi yang kita inginkan dari hasil survei nantinya, apakah diperlukan survey yang mendetail atau tidak harus ditentukan berapa besarnya sampel dan teknik mana yang dipilih dalam menarik sampel tersebut, apakah desain sederhana atau yang sedikit rumit.

5. Tentukan teknik pengumpulan keterangan

(40)

6. Carilah frame untuk menetapkan sampel

Untuk mengambil sampel terhadapp populasi maka harus ada list, peta atau bahan lain yang dapat digunakan sebagai frame.

7. Tentukan unit sampling

Pembagian populasi atas unit sampling harus tegas. Tiap elemen populasi harus ada dalam unit sampling.

8. Buat interview guide, questionnaire atau schedule

Sesuai dengan teknik pengumpulan data, pertanyaan harus jelas, tidak berarti dua, pendek, berstruktur atau tidak.

9. Adakan training

Suksesnya survey tergantung dari cara enumator/interviewer dan supervisor melakukan tugas lapangan. Dari situ enumator harus dipiih mereka-mereka ynag mempunyai cukup kualifikasi terhadap kerja tersebut. Latihan serta bimbingan terhadap enumator dan supervisor harus diberikan lebih dahulu sebelum mereka turun kelapangan.

10. Adakan Pre-test

Waktu survey harus ditegaskan. Waktu harus ditetapkan sesuai jadwal penelitian yang telah ditentukan sewaktu membuat outline dari penelitian (project proposal).

(41)

3.2.3.3. Populasi dan Teknik Penarikan Sampel

Setelah unit analisis ditentukan, langkah selanjutnya adalah menentukan populasi yang akan menjadi target penelitian. Popualsi dalam penelitian ini adalah karyawan Marbella Suites Bandung di bagian front office, dan housekeeping sejumlah 37 orang yang akan menjadi responden. Berikut spesifikasi jumlah responden yang digunakan.

Tabel 3.2

Spesifikasi Jumlah Responden

No. Front Office Jumlah Housekeeping Jumlah

1. FO. Manager 1 org Hosekeeping Manager 1 org

2. FO. Supervisor 1 org Hosekeeping Supervisor 1 org

4. Receptionist 4 org Order Taker 3 org

5. Reservation 4 org Roomboy/Roomgirl 15 org

6. Telphone Operator 3 org Linen Attendend (LA) 4 org

Karena ukuran populasinya tidak terlalu besar maka seluruh anggota populasi dijadikan anggota sampel atau lebih dikenal dengan istilah sensus (sampling jenuh).

(42)

3.2.4. Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data

Adapun jenis data dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :

3.2.4.1. Jenis Data

Jenis data yang digunakan ada dua, yaitu :

a) Data Primer

Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama dilokasi penelitian atau objek penelitian. Data primer disebut juga sebagai data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date. Untuk mendapatkan data primer, penulis harus mengumpulkannya secara langsung. Teknik pengumpulan data primer antara llain observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner.

b) Data Sekunder

(43)

1. Internal data, yaitu tersedia tertulis pada sumber data sekunder

2. Eksternal data, yaitu data yang diperoleh dari sumber luar.

3.2.4.2. Metode Pengumpulan Data

Penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu penelitian dengan cara menggambarkan secara tepat data yang ada dilapangan kemudian membandingkan data yang ada dengan teori – teori yang berlaku. Penelitian yang dilakukan sebagai suatu usaha untuk mengumpulkan data, menyusun, mencatat, mengklarifikasikan, menginterprestasikan serta menganalisis fakta – fakta mengenai suatu masalah. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengumpulan data antara lain :

a) Observasi

Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.

b) Wawancara

yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan wawancara antara pengumpul data (pencatat) dengan responden. Wawancara dilakukan baik secara langsung maupun menggunakan daftar pertanyaan.

Keunggulan:

(44)

yang memungkinkan responden selain memberikan data factual seperti yang ditulis dalam questionnare, juga mengungkapkan sikap, pikiran, harapan, dan perasaan.

Kelemahan:

Memakan banyak waktu bagi petugas bimbingan.

c) Questionnare

Questionnare adalah daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden Jawaban responden atas semua pertanyaan dalam questionnare kemudian dicatat/direkam questionnare merupakan metode pengumpulan data yang efisien bila peneliti mengetahui secara pasti data/informasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana variabel yang menyatakan informasi yang dibutuhkan tersebut diukur.

Keunggulan:

Dalam waktu singkat diperoleh banyak keterangan. Pengisiannya dapat dilakukan dikelas, responden dapat menjawab sesuai dengan keadaannya tanpa dipengaruhi oleh orang lain.

Kelemahan:

(45)

sebenarnya jika dia menghendaki demikian. Jawaban hanya mengungkap keadaan responden pada saat questioner diisi.

Dalam penelitian ini, digunakan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan menyangkut variable yang akan diteliti, kemudian kuesioner tersebut disebarkan kepada karyawan sebagai user software momentosh. Adapun prosedur penyusunan kuesioner adalah sebagai berikut :

1. merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner. 2. Mengidentifikasikan variable yang akan dijadikan sasaran

kuesioner.

3. Menjabarkan setiap variable menjadi sub-variable yang lebih spesifik dan tunggal.

4. Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menentukan teknik analisisnya.

d) Studi Pustaka

(46)

3.2.5. Teknik Pengujian Data

Instrument yang baik untuk memenuhi dua persyaratan yang valid yaitu valid dan reliable, pembuatan instrumen harus dilandasi dengan kajian pustaka. Karena itu kuesioner sebagai instrument pengumpulan data dalam penelitian ini perlu diuji validitas dan reliabilitas dengan cara melakukan uji coba pada karyawan-karyawan di bagian front office, housekeeping dan food & beverage di Marbela Suites Bandung.

3.2.5.1. Uji Validitas

Menurut (Saifudin Azwar, 2009:5)

“Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatansuatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya”

Suatu test dapat dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila test tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur sesuai dengan makna dan tujuan diadakannya test tersebut. Jika peneliti menggunakan kuesioner di dalam pengumpulan data penelitian, maka item-item yang disusun pada kuesioner tersebut merupakan alat test yang harus mengukur apa yang menjadi tujuan penelitian.

(47)

kecil dari rtabel pada taraf signifikan, maka item kuesioner tersebut tidak

valid. Sebaliknya, jika rhitung lebih besar dari rtabel maka kuesioner itu valid.

Bila koefisien korelasi untuk seluruh item telah dihitung, perlu

ditentukan angka terkecil yang dapat dianggap cukup “tinggi” sebagai

indikator adanya konsistensi antara skor item dan skor keseluruhan. Dalam hal ini tidak ada batasan yang tegas. Prinsip utama pemilihan item dengan melihat koefisien korelasi adalah mencari harga koefisien yang setinggi mungkin dan menyingkirkan setiap item yang mempunyai korelasi negatif (-) atau koefisien yang mendekati nol (0, 00).

Pengujian validitas digunakan untuk mengukur alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data. Menurut Sugiyono (2008:137), menjelaskan:

“Instrumen yang valid berarti alat ukur yang diuraikan untuk mendapatkan

data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur”.

(48)

3.2.5.2. Uji Reliabilitas

Menurut (Saifudin Azwar, 2009:4)

“Reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel. Walaupun reliabilitas mempunyai berbagai nama lain seperti keterpercayaan, keterandalan, keajegan, kestabilan, konsistensi, dan sebagainya, namun ie pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.“

Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi, yaitu pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya (reliabel). Semakin sedikit kesalahan dalam suatu tes (yaitu semakin reliable) semakin valid skor tes tersebut, suatu penilaian yang tidak reliable secara otomatis tidak valid. Reliabilitas merupakan salah satu ciri atau karakter utama intsrumen pengukuran yang baik. Kadang-kadang reliabilitas disebut juga sebagai keterpercayaan, keterandalan, keajegan, konsistensi, kestabilan, dan sebagainya, namun ide pokok dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya, artinya sejauh mana skor hasil pengukuran terbebas dari kekeliruan pengukuran (measurement error).

(49)

kenyataannya koefisien reliabilitas sebesar 1,00 tidak pernah dicapai dalam pengukuran, karena manusia sebagai subjek pengukuran psikologis merupakan sumber kekeliruan yang potensial. Di samping itu walaupun koefisien korelasi dapat bertanda positif (+) atau negatif (-), akan tetapi dalam hal reliabilitas, koefisien reliabilitas yang besarnya kurang dari nol (0,00) tidak ada artinya karena interpretasi reliabilitas selalu mengacu kepada koefisien reliabilitas yang positif.

Teori Reliabilitas Alpha Cronbach

Reliabilitas mencakup tiga aspek penting, yaitu: alat ukur yang

digunakan harus stabil, dapat diandalkan (dependability) dan dapat diramalkan

(predictability), sehingga alat ukur tersebut mempunyai reliabilitas yang tinggi

atau dapat dipercaya (Natzir 1998: 61).

Untuk mengetahui ketepatan alat ukur yang digunakan adalah reliabilitas

Alpha Cronbach yang rumusnya (Saifudin, 2009:78) adalah:

(50)

Dimana :

α = Nilai koefisien reliabilitas Alpha Cronbach’s

k = banyaknya belahan tes/Jumlah item pertanyaan

S²j = Varians masing- masing item

S²x = Varians skor total item dari responden

Hasil perhitungan ri dibandingkan dengan rtabel pada taraf nyata α=0,05

dengan kriteria kelayakan jika ri > rtabel berarti reliable dan sebaliknya jika ri <

rtabel berarti reliabel.

Sekumpulan pertanyaan untuk mengukur suatu variabel dikatakan

reliabel dan berhasil mengukur variabel-variabel yang kita ukur jika koefisien

reliabilitasnya lebih dari sama dengan 0, 70 (Robert M Kaplan dan Dennis

Saccuzo, 1993 : 126).

Dasar pengambilan keputusan:

Jika ripositif, serta r ≥ 0, 70 maka variabel tersebut reliabel.

Jika rinegatif, serta r < 0, 70 maka variabel tersebut tidak reliabel.

3.2.5.1. Metode Transformasi Data

(51)

yang paling sederhana dengan menggunakan MSI (Method of Succesive Interval). Langkah-langkah transformasi data ordinal ke interval sebagai berikut :

a. Pertama perhatikan setiap butir jawaban responden dari angket yang disebarkan;

b. Pada setiap butir ditentukan berapa orang yang mendapat skor 1, 2, 3, 4 dan 5 yang disebut sebagai frekuensi;

c. Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut proporsi;

d. Tentukan nilai proporsi kumulatif dengan jalan menjumlahkan nilai proporsi secara berurutan perkolom skor;

e. Gunakan tabel Distribusi Normal, hitung nilai Z untuk setiap proporsi kumulatif yang diperoleh;

f. Tentukan nilai tinggi densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh (dengan menggunakan tabel Tinggi Densitas);

3.2.6. Metode Analisis dan Pengujian Hipotesis

(52)

3.2.6.1. Analisis Deskriptif/Kualitatif

Mengemukakan data-data yang masuk dengan cara dikelompokkan dan ditabulasikan yang kemudian diberikan penjelasan berdasarkan teori-teori yang berhubungan dengan penelitian dan diambil sebuah kesimpulan.

Menurut (Jonathan sarwono, 2006: 15) metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan data dalam bentuk kuantitatif dengan tidak menyertakan pengambilan keputusan melalui hipotesis.

(53)

Table 3.3 Skala Likert

Jawaban Bobot Nilai Sangat Setuju angka sebenarnya dan bersifat relatif.

Untuk mengetahui pengaruh software momentosh terhadap kepuasan kerja user di Marbella Bandung, maka ditetapkan peringkat dalam setiap variable penelitian dapat dilihat dari perbandingan skor actual dengan skor ideal. Skor actual diperoleh melalui hasil perhitungan seluruh pendapat responden sesuai dengan nilai yang diberikan, sedangkan skor ideal diperoleh melalui prediksi nilai tertinggi dikalikan dengan jumlah kuesioner dikali jumlah responden, sehingga rumusnya adalah :

Skor aktual

(54)

Keterangan :

1. Skor aktual adalah jawaban dari seluruh responden atas kuesioner yang telah diajukan.

2. Skor ideal adalah skor atau nilai tinggi atau semua responden diasumsikan memilih jawaban dengan skor tertinggi.

Selanjutnya hasil tersebut dikonfirmasikan dengan criteria yang telah ditetapkan, dapat dilihat pada table berikut :

Tabel 3.4

Kriteria Presentasi Skor Tanggapan Responden Terhadap Skor Ideal No. % Jumlah Skor Kriteria

1. 20.00 – 36 Tidak baik 2. 36.01 – 52 Kurang Baik

3. 52.01 – 68 Cukup

4. 68.01 – 84 Baik

(55)

3.2.6.2. Analisis Verifikatif/Kuantitatif

Menurut Ridwan, Drs. M. B. A. dan Engkos Achmad Kuncoro, S.E., M.M. (2007 : 30). Pengertian analisis kuantitatif secara umum adalah hasil suatu masalah yang akan diteliti lebih lanjut. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan statistik inferensi. Statistik inferensi digunakan juga sebagai pengambilan keputusan dan pada umumnya menyertakan pengambilan keputusan dengan hipotesis.

Data penelitian dari penyebaran kuesioner memiliki tingkat pengukuran ordinal, untuk melakukan analisis kuantitatif dengan menggunakan korelasi pearson product moment memerlukan data dengan skala pengukuran sekurang-kurangnya interval.

Uji hipotesis yang dilakukan dalam penelitian yaitu menggunakan software SPSS 13.0 for windows, adapun langkah-langkah dengan menggunakan analisis korelasi, analisis regresi, dan koefisien determinasi.

a) Analisis Korelasi

Analisis korelasi digunakan untuk mencari hubungan antara dua variable. Hasil analisis dari korelasi adalah koefisien korelasi yang menunjukkan kekuatandn kelemahan suatu hubungan.

(56)

Daya pembeda item dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: “korelasi item-total”.

Korelasi item-total yaitu konsistensi antara skor item dengan skor secara keseluruhan yang dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasi antara setiap item dengan skor keseluruhan, yang ada dalam penelitian ini menggunakan koefisien korelasi Pearson Product Moment dengan langkah-langkah perhitungan sebagai berikut :

Koefisien Korelasi Product Moment

}

n : Jumlah sampel/responden uji coba

∑X : jumlah skor tiap ítem dari seluruh responden uji coba

∑Y : jumlah skor total variabel dependent (terikat)

(57)

Tabel 3.5

Interpretasi Koefisien Korelasi

Sumber : Sugiyono (2008:214)

Korelasi dapat menghasilkaan angka positif (+) dan negative (-) yaitu :

a. Jika korelasi menghasilkan angka positif (+), hubungan kedua variable bersifat searah. Searah mempunyai makna bahwa jika variable bebas besar, maka terikatnya juga besar.

b. Jika korelasi menghasilkan angka negative (-), hubungan kedua variable bersifat tidak searah. Tidak searah mempunyai makna bahwa jika variable bebas besar maka variable terikatnya adalah kecil.

Secara umum dapat dikatakan bahwa koefisien korelasi yang besar menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel, dan begitupun sebaliknya. Bahwa koefisien korelasi yang semakin mendekati 1,00 menunjukkan hubungan yang semakin kuat antar variabel yang diteliti. Sebaliknya, koefisien korelasi yang mendekati nol (0,00) memberikan arti bahwa hubungan antar variabel yang diteliti itu lemah.

Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 - 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah

0,40 - 0,599 Sedang

0,60 - 0,799 Kuat

(58)

Penelitian ini adalah untuk mencari pengaruh antara variabel independent yaitu kualitas software momentosh dan variable dependent yaitu kepuasan kerja karyawan pada bagian front office, dan housekeeping Marbella Suites Bandung, maka dalam penyelesaian penelitian ini penulis menggunakan teknik pengolahan data analisis regresi.

b) Analisis Regresi

Analisis regresi menurut Jonathan Sarwono (2006) adalah teknik analisis yang meliputi metode-metode yang digunakan untuk memprediksi nilai-nilai dari satu atau lebih variabel tergantung yang dihasilkan adanya pengaruh satu atau lebih variabel bebas.

Rumus:

Y = variabel kriterium (variabel terpengaruh )

X = variabel preditor (variabel yang mempengaruhi )

a = bilangan konstan

(59)

c) Koefisien Determinasi

Menurut Jonathan Sarwono (2006:72) Koefisien determinasi digunakan untuk menghitung besarnyan peranan atau pengaruh variable bebas (variable X) terhadap variable tergantung (variable Y). koefisien determinasi dihitung dengan cara mengkuadratkan hasil korelasi dikalikan dengan 100%.

Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :

Keterangan :

KD = Koefisien determinasi

r² = Kuadrat dari korelasi ganda

3.2.6.3.Pengujian Hipotesis

Untuk mengguji hipotesis yang telah digambarkan diatas menggunakan langkah-langkah pengujian sebagai berikut:

1. Penulisan hipotesis dalam bentuk kalimat

H0 : ρ = 0 Artinya, tidak ada pengaruh antara kualitas software momentosh (variabel X) terhadap kepuasan kerja user (variabel Y).

(60)

H1 : ρ≠ 0 Artinya, terdapat pengaruh antara software momentosh

(variabel X) terhadap kepuasan kerja user (variabel Y).

2. Cari nilai a ( nilai konstanta)

2

3.Cari nilai b (koefisien arah regresi)

2

4. Tentukan nilai r dengan rumus

}

Untuk pengujian ini maka digunakan uji Z, dikarenakan responden yang diteliti >30 responden, uji Z digunakan untuk membandingkan rata-rata dua populasi dengan data yang berskala ordinal (Jonathan Sarwono 2006:154).

Fomula statistik uji z:

rxy

Z= S

(61)

N adalah jumlah sampel, dalam hal ini yaitu sebanyak 37 responden

Penguijian merupakan batasan yang ditentukan dari nilai tabel dengan memperhatikan derajat bebas (db) dan tingkat signifikansi sehingga dari batasan ini dapat disimpulkan apakah H0 diterima atau

ditolak.

Kriteria pengujiannya adalah:

Jika Zhitung > Ztabel, maka tolak hipotesis H0

Jika Zhitung≤ Ztabel, maka terima hipotesis H0

Pengujian akan diuji dengan dua pihak (two tailed). Selanjutnya nilai z perhitungan tersebut dibandingkan dengan nilai z dari table standar normal dengan derajat bebas (db) = n-2.

Gambar 3.2 Kurva Penolakkan dan Penerimaan Hipotesis

Daerah Penerimaan H0

Daerah penolakan Ho Daerah

penolakan Ho

(62)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang diperoleh dari data primer dan sekunder penelitian. Data primer penelitian ini adalah hasil kuesioner yang disebarkan kepada 37 reponden. Data tersebut merupakan data pokok dimana analisisnya ditunjang oleh data-data sekunder yang analisisnya didapat dari hasil observasi di lapangan dan beberapa sumber pustaka untuk memperkuat dan memperdalam hasil analisis. Data yang diperoleh dari hasil kuesioner terdiri dari dua macam, yaitu data responden dan data penelitian.

Data responden adalah seluruh identitas responden yang dipandang relevan dengan permasalahan yang diidentifikasi. Sedangkan data penelitian adalah sejumlah skor yang diperoleh dari jawaban responden atas pertanyaan atau pernyataan mengenai variabel penelitian, yaitu variabel X (Kualitas Software) dan variabel Y (Kepuasan Kerja). Variabel tersebut dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial.

(63)

bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai objek penelitian berdasarkan data dan variabel yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti.

Jawaban responden atas sejumlah pertanyaan dan pernyataan yang diajukan dalam kuesioner akan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

4.1.1. Analisis Prosedur yang Sedang Berjalan

Analisis prosedur merupakan kegiatan menganalisis prosedur-prosedur kerja yangb terjadi pada system yang sedang berjalan. Adapun hasil dari kegiatan analisis ini, yaitu berupa urutan kegiatan yang dilakukan oleh tiap bagian khususnya dalam kegiatan yang berhubungan dengan pengolahan data. Dalam penelitian analisis ini, akan dilakukan khususnya dibagian Front Office yaitu Sistem Informasi Front Office Marbella Suites Bandung. Adapun urutan prosedur bagaimana proses pelayanan tamu dari mulai reservasi, check in sampai dengan chek out yang sedang berjalan yaitu sebagai berikut :

1. Pemesanan kamar hotel dapat dilakukan dengan datang langsung/telepon ke bagian front office Marbella Suites Bandung

(64)

3. Bagian front office akan memasukkan data pesanan kamar kedalam sistem/database data reservasi, apabila pemesanan diakukan melalui telepon, maka bagian front office hanya menyimpan data tamu dan data reservasi tanpa mencetak bukti pemesanan, bukti pemesanan dicetak setelah tamu membayar uang muka dari kamar yang dipesan.

4. Tamu diharuskan membayar uang muka 50% dari harga kamar yang dipesan sebagai jaminan awal bukti pemesanan kamar.

5. Ketika tamu datang untuk check in, maka tamu menyerahkan bukti pemesanan kamar ke bafian front office untuk dibuatkan data registrasi 2 rangkap, 1 untuk arsip bagian front office dan 1 lagi diberikan kepada tamu. 6. Apabila tamu ingin menambah kasur maka tamu bisa langsung

menghubungi bagian front office agar memasukkan penambahan dan memberikan extra bed.

7. Apabila tamu ingin memesan makanan dan minuman dari kamar, maka bagian F&B akan membuat bill sesuai dengan no.registrasi kamar kemudian diberikan ke bagian front office untuk dimasukkan kedalam billing kamar yang bersangkutan..

(65)

9. Apabila tamu ingin melakukan check out, maka tamu menyerahkan data registrasi ke bagian front office untuk diproses.

10.Bagian front office memproses data tamu yang check out dan menghitung biaya keseluruhan dengan menjumahkan billing kamar, billing dari bagian F&B dan bagian laundry, kemudian billing tersebut diberikan kepada tamu beserta kartu identitas tamu.

(66)

Flowmap Sistem Informasi Front Office yang sedang berjalan

Berikut ini adalah Flowmap SI front office yang sedang berjalan di Marbella Suites Bandung:

Tamu Baagian Front Offie Bagian F&B Bagian Laundry Manager

(67)

Tamu Baagian Front Offie Bagian F&B Bagian Laundry Manager

Data regstrs Data regstrs Membuat data check out

(68)

Diagram Konteks Sistem Informasi Front Office yang sedang berjalan Berikut adalah diagram konteks SI front office yang sedang berjalan di Marbella Suites Bandung:

Sistem Informasi

FO Tamu

Manager Dt_reservasi, dt_kmr, dt_pmbyrn-DP,

dt_tamu, dt_reg, dt_extra, dt_check-out, dt_transaksi

Info_reservasi, info_kmr, info_pmbyrn-DP, info_tamu, info_reg, info_extra, info_check-out,

billing_transaksi

Laporan Transaksi Dt_transaksi

(69)

DFD (Data Flow Diagram) Sistem Informasi Front Office yang sedang berjalan Berikut adalah DFD SI front office yang sedang berjalan di Marbella Suites Bandung:

(70)

4.1.2. Karakteristik Responden

Di dalam penelitian ini dikumpulkan data primer untuk mengetahui

“Pengaruh Kualitas Software Momentosh terhadap Kepuasan Kerja User di Marbella Suites Bandung” melalui penyebaran kuesioner kepada 37 responden yang menjadi sampel penelitian. Pada analisis deskriptif ini, data responden dijelaskan melalui tabel tunggal. Data responden dalam penelitian ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui latar belakang responden yang dapat dijadikan masukan untuk menjelaskan hasil yang diperoleh dari penelitian. Analisis deskriptif data responden ini terdiri atas 4 tabel tunggal berisi data mengenai jenis kelamin, usia, pendidikan dan lama bekerja dengan data sebagai berikut:

a) Jenis Kelamin

Berikut ini hasil dari data responden berdasarkan jenis kelamin : Tabel 4.1 Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

1 Laki-laki 21 56.76%

2 Perempuan 16 43.24%

Total 37 100%

(71)

Gambar 4.4. Diagram Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

b) Usia

Berikut ini hasil dari data responden berdasarkan usia : Tabel 4.2 Usia

No Usia Frekuensi Persentase

1 <25 Tahun 12 32.43%

2 26-30 Tahun 22 59.46%

3 31-35 Tahun 1 2.70%

4 36-40 Tahun 0 0.00%

5 41-45 Tahun 1 2.70%

6 >45 Tahun 1 2.70%

Total 37 100%

(72)

antara 31 tahun sampai dengan 31 tahun, antara 41 tahun sampai dengan 45 tahun dan diatas 45 tahun masing-masing sebanyak 1 orang atau 2,70%.

Gambar 4.5. Diagram Profil Responden Berdasarkan Usia

c) Pendidikan

Berikut ini hasil dari data responden berdasarkan pendidikan : Tabel 4.3 Pendidikan

No Pendidikan Frekuensi Persentase

1 SMU 4 10.81%

2 Akademi/D3 28 75.68%

3 Sarjana/S1 3 8.11%

4 Master/S2 2 5.41%

Total 37 100%

(73)

tingkat pendidikan Akademi/D3 dan paling sedikit adalah responden dengan tingkat pendidikan Master/S2 sebanyak 2 orang atau 5,41%.

Gambar 4.6. Diagram Profil Responden Berdasarkan Pendidikan

d) Lama Bekerja

Berikut ini hasil dari data responden berdasarkan lama bekerja : Tabel 4.4 Lama Bekerja

No Lama Bekerja Frekuensi Persentase

1 < 5 Tahun 37 100.00%

2 5 - 10 Tahun 0 0.00%

3 > 10 Tahun 0 0.00%

Total 37 100%

(74)

Gambar 4.7. Diagram Profil Responden Berdasarkan Lama Bekerja

4.1.3. Variabel Kualitas Software (X)

Berikut ini adalah table distribusi frekuensi mengenai tanggapan responden yang berhubungan dengan Kualitas Software.

Tabel 4.6

Dengan adanya software momentosh mampu menyelesaikan tugas-tugas para karyawan khususnya di

bidang front office, dan housekeeping Tanggapan Responden Frekuensi

(f)

Persentase (%)

Sangat Setuju 3 8.11%

Setuju 31 83.78%

Ragu-ragu 2 5.41%

Tidak Setuju 1 2.70%

Sangat Tidak Setuju 0 0.00%

Total 37 100%

(75)

menjawab setuju sebanyak 31 orang atau 83,78%, sedangkan yang paling sedikit adalah responden yang menjawab tidak setuju yakni sebanyak 1 orang atau 2,70%.

Tabel 4.7

Menggunakan software momentosh dapat menyelesaikan spesifikasi-spesifikasi pekerjaan tertentu dengan cepat Tanggapan Responden Frekuensi

(f)

Persentase (%)

Sangat Setuju 3 8.11%

Setuju 29 78.38%

Ragu-ragu 3 8.11%

Tidak Setuju 2 5.41%

Sangat Tidak Setuju 0 0.00%

Total 37 100%

(76)

Tabel 4.8

Dapat dengan mudah mengetahui apabila terjadi kesalahan pada data-data yang diolah dengan software

momentosh

Tanggapan Responden

Frekuensi (f)

Persentase (%)

Sangat Setuju 2 5.41%

Setuju 23 62.16%

Ragu-ragu 10 27.03%

Tidak Setuju 2 5.41%

Sangat Tidak Setuju 0 0.00%

Total 37 100%

(77)

Tabel 4.9

Software momentosh dapat memberikan message error apabila terjadi kesalahan

Tanggapan Responden

Frekuensi (f)

Persentase (%)

Sangat Setuju 3 8.11%

Setuju 26 70.27%

Ragu-ragu 7 18.92%

Tidak Setuju 1 2.70%

Sangat Tidak Setuju 0 0.00%

Total 37 100%

(78)

Tabel 4.10

Software momentosh yang digunakan ini dalam mengolah data-data yang ada lebih efisien dan tepat waktu

Tanggapan Responden

Frekuensi (f)

Persentase (%)

Sangat Setuju 0 0.00%

Setuju 18 48.65%

Ragu-ragu 16 43.24%

Tidak Setuju 3 8.11%

Sangat Tidak Setuju 0 0.00%

Total 37 100%

(79)

Tabel 4.11

Softwaremomentosh lebih efisien dalam menyimpan data-data yang ada

Tanggapan Responden

Frekuensi (f)

Persentase (%)

Sangat Setuju 1 2.70%

Setuju 23 62.16%

Ragu-ragu 11 29.73%

Tidak Setuju 2 5.41%

Sangat Tidak Setuju 0 0.00%

Total 37 100%

(80)

Tabel 4.12

Software momentosh mudah dalam mengakses fungsi-fungsi yang digunakan oleh user

Tanggapan Responden

Frekuensi (f)

Persentase (%)

Sangat Setuju 1 2.70%

Setuju 17 45.95%

Ragu-ragu 16 43.24%

Tidak Setuju 3 8.11%

Sangat Tidak Setuju 0 0.00%

Total 37 100%

(81)

Tabel 4.13

Software momentosh memudahkan dalam melakukan share data antar bagian

Tanggapan Responden

Frekuensi (f)

Persentase (%)

Sangat Setuju 0 0.00%

Setuju 32 86.49%

Ragu-ragu 3 8.11%

Tidak Setuju 2 5.41%

Sangat Tidak Setuju 0 0.00%

Total 37 100%

(82)

Tabel 4.14

Software momentosh dapat mempermudah pekerjaan

Tanggapan Responden

Frekuensi (f)

Persentase (%)

Sangat Setuju 1 2.70%

Setuju 27 72.97%

Ragu-ragu 8 21.62%

Tidak Setuju 1 2.70%

Sangat Tidak Setuju 0 0.00%

Total 37 100%

(83)

Tabel 4.15

Mudah melakukan pencarian data-data tamu dengan menggunakan software momentosh

Tanggapan Responden

Frekuensi (f)

Persentase (%)

Sangat Setuju 1 2.70%

Setuju 24 64.86%

Ragu-ragu 10 27.03%

Tidak Setuju 2 5.41%

Sangat Tidak Setuju 0 0.00%

Total 37 100%

(84)

Tabel 4.16

Mudah melakukan maintenance software momentosh

Tanggapan Responden

Frekuensi (f)

Persentase (%)

Sangat Setuju 0 0.00%

Setuju 5 13.51%

Ragu-ragu 30 81.08%

Tidak Setuju 2 5.41%

Sangat Tidak Setuju 0 0.00%

Total 37 100%

Gambar

Table 3.3 Skala Likert
Gambar 4.1. Flowmap Sistem yang sedang berjalan di bagian FO Marbella Suites Bandung
Gambar 4.3. DFD Sistem yang sedang berjalan di bagian FO Marbella Suites
Tabel 4.2 menunjukkan banyaknya responden berdasarkan usia. Mayoritas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penulis berharap lewat adanya penelitian ini dapat memberikan bukti empiris tentang pengaruh tindakan supervisi yang diberikan kepada auditor junior pada kepuasan kerja auditor

dilakukan dalam menjawab hipotesis penelitian, dari apa yang telah tersajikan pada gambar desain penelitian diatas dijelaskan urutan kerja dalam melakukan penelitian ini yaitu

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh struktur kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh corporate governance (struktur kepemilikan saham publik, ukuran dewan komisaris) dan karakteristik

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh profitabilitas, tangibility , likuiditas dan growth terhadap struktur modal perusahaan

Penelitian ini memiliki tujuan memberikan bukti empiris pengaruh struktur kepemilikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Struktur kepemilikan

Berdasarkan penelitian tersebut, maka peneliti bertujuan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh profitabilitas, struktur aktiva, dan ukuran perusahaan terhadap

Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi dan memperoleh bukti empiris tentang KAP kelompok big four dan KAP spesialis industri dalam membatasi manajemen laba