• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hamdan Sport Center di Kawasan Terpadu Hamdan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Hamdan Sport Center di Kawasan Terpadu Hamdan"

Copied!
157
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

 Sistem Air Limbah Atau Air Kotor

 Sistem Elektrikal 9) Suasana

 Interior

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)

DAFTAR PUSTAKA

D.K. Ching, Francis. 2008. Arsitektur Bentuk, Ruang, dan Tatanan. Edisi ke-3. Jakarta :

Erlanggga.

Hill, McGraw. 1987. Time Saver. Edisi 2. Singapore : Singapore International Printers

Ltd.

Neufer, Ernst. 1992. Data Arsitek. Edisi ke-2. Jilid 1. Cetakan ke-5. Jakarta : Erlangga.

Neufer, Ernst. 1996. Data Arsitek. Edisi ke-33. Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Neufer, Ernst. 2002. Data Arsitek. Edisi ke-33. Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Poerbo. M.Arch, Ir. Hartono. 2007.Utilitas Bangunan. Jakarta Selatan: Djambatan

RUTRK Kota Medan

Urban Regeneration Teori-Teori, 22 Mei 2015,

Urban Regeneration. 18 April 2015.

Undang-undang: UU no 3/2005 mengenai sistem keolahragaan nasional.

YayasanLPMB.1994.Standart.Tata Cara Penerapan Teknik Bangunan

Olahraga.pdf.Bandung

KantorMenteriNegara Pemuda danOlahraga(1991),Tata CaraTeknik BangunanGedung

Olahraga.

Makowskii,Z.S. (1964),konstruksiRuang Baja.Bandung : Penerbit ITB

John,GeraintdanHeard, Helen (1981), HandbookofSports and Recreational

BuildingDesign, London : Architectural Press.

(34)

Hendrayaoti, Iwan., 2010.“Universitas Muhammdiyah Surakarta Sport Center”, TugasAkhir UMS

Schirmbeck,Egon, 1988.“Gagasan,bentuk dan arsitektur,Prinsip-prinsip Perancangan

dalam Arsitektur Kontemporer”Bandung: Intermatra

Website:

http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2012/09/08/student-task-landscape-management-practical-course/

https://id.wikipedia.org/

www.reading.ac.uk/PeBBu/state_of_art/actions.htm

http://d3tos1.blogspot.com/2012/01/teori-teori.html

http://eprints.undip.ac.id/44087/5/5.ENDI_BURHAN_21020112150020_BAB_IV.pdf

(35)
(36)

BAB III

DESKRIPSI PERANCANGAN KAWASAN

III.1. Judul

Judul dari perancangan adalah “Kawasan Terpadu Hamdan, Medan

Maimun - Sumatera Utara” yang merupakan kawasan terpadu multifungsi yang

berada di kawasan CBD sebagai wujud dari revitalisasi permukiman kumuh

Hamdan.

Sesuai dengan UU No. 4/1992 pasal 27, lingkup penanganan lingkungan

permukiman kumuh mencakup hal-hal sebagi berikut:

1. Perbaikan dan pemugaran

Secara konseptual, implementasi prinsip perbaikan dan pemugaran

meliputi :

 Revitalisasi adalah upaya menghidupkan kembali suatu kawasan mati, yang pada masa silam pernah hidup, atau mengendalikan dan mengembangkan

kawasan untuk menemukan kembali potensi yang dimiliki oleh sebuah kota,

 Rehabilitasi merupakan upaya mengembalikan kondisi komponen fisik lingkungan permukiman yang mengalami degradasi,

 Renovasi adalah melakukan perubahan sebagian atau beberapa bagian dari komponen pembentukan lingkungan permukiman,

 Rekontruksi merupakan upaya mengembalikan suatu lingkungan permukiman sedakat mungkin dari asalnya yang diketahui, dengan menggunakan

(37)

 Preservasi merupakan upaya mempertahankan suatu lingkungan pemukiman dari penurunan kualitas atau kerusakan. Penanganan ini bertujuan untuk

memelihara komponen yang berfungsi baik dan mencegah dari proses

penyusutan dini (kerusakan), misalnya dengan menggunakan instrument: ijin

mendirikan bangunan (IMB). Ketentuan atau pengaturan tentang: Koefisien

Lantai Bangunan, Koefisien Dasar Bangunan, Garis Sempadan Bangunan,

Garis Sempadan Jalan dan Garis Sempadan Sungai .

2. Peremajaan

Peremajaan adalah upaya pembongkaran sebagian atau keseluruhan

lingkungan perumahan dan pemukiman dan kemudian di tempat yang sama

dibangun prasarana dan sarana lingkungan perumahan dan pemukiman baru yang

lebih layak dan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. Tujuan utama dari

kegiatan ini adalah untuk meningkatkan nilai pemanfaatan lahan yang optimal

sesuai dengan potensi lahannya.

3. Pengolahan dan pemeliharaan berkelanjutan

Pengolahan dan pemeliharaan berkelanjutan adalah upaya-upaya untuk

mencengah, mengendalikan atau mengurangi dampak negatif yang timbul, serta

(38)

III.2. Tema

III.2.1.Defenisi

Tema yang diangkat dalam “Perancangan Kawasan Terpadu Hamdan”,

Medan Maimun - Sumatera Utara ini adalah Urban Regeneration. Urban

Regeneration adalah arsitektur yang mengubah pola tingkah laku masyarakat dari

segi sosial, ekonomi, fisik dan lingkungan menjadi masyarakat dengan pola

kehidupan yang lebih baik tanpa mengubah karakteristik masyarakatnya.

III.2.2.Interprestasi Tema

Tiga syarat kawasan urbanregeneration, yaitu:

1. Urban centre yaitu memiliki jaringan transportasi yang kuat, terdapat CBD

dengan tata guna lahan yang padat dan harga lahan tinggi.

2. Informal settlement yaitu tingkat kemiskinan yang tinggi, lingkungan

kumuh dan tidak sehat, rendahnya kualitas hidup, tingkat kriminalitas yang

tinggi.

3. Exclusionareas yaitu kurangnya fasiitas lingkungan.

Spesifikasi tema urban regeneration adalah sebagai berikut

1. Desain untuk ruang publik yang inklusif dan aman dalam segala bentuk

darigrand intim

2. Tentukan ruang terbuka hijau dalam rencana pembangunan

3. Membuat rute pejalan kaki hijau yang komprehensif di sekitar dan / atau di

(39)

4. Berikan prioritas untuk kebutuhan pejalan kaki dan pengendara sepeda dalam

pengembangan dan jalan pada tapak

5. Menyediakan layanan bus

6. Tentukan maksimum jarak berjalan kaki ke halte bus dan angkutan umum

lainnya

7. Menyediakan fasilitas tempat penyimpanan sepeda yang tersusun dengan baik

8. Menetapkan standar maksimum tempat parkir satu mobil per hunian bagi

semua pembangunan pemukiman baru perkotaan

9. Memberlakukan pembatasan ketat atas penggunaan mobil pribadi, seperti

biaya parker

10.Membangun dan mengembangkan potensi keterampilan di daerah tersebut

11.Memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat lokal

12.Memprioritaskan masyarakat lokal ketika melakukan perbaikan lingkungan

lokal dan mengembangkan fasilitas masyarakat

13.Menyediakan bangunan sekolah, untuk mengakomodasi peningkatan jumlah

murid pada masa depan dengan fasilitas berkualitas tinggi

(40)

III.3. Studi Banding

III.3.1.Studi Banding Perancangan Sejenis

1. Renovasi Kampung Stren Kali Surabaya

Gambar III.1. Peta Lokasi Kampung Stren

Dalam merenovasi Kampung Stren konsep yang diterapkan adalah prinsip

Kampung Jogo Kali. Artinya adalah menjaga kebersihan sungai, menjaga

lingkungan kampong yang sehat dan tidak mencemari sungai, menghadapkan

(41)

Gambar III.2. Contoh Desain Kampung Stren

2. Revitalisasi China Town Sebagai Kawasan Bersejarah Etnis Tionghoa

di Singapura

(42)

Kota tua kawasan bersejarah ini memiliki potensi yang besar

dikembangkan dengan memanfaatkan kembali bangunan-bangunan yang sudah

ada (adaptive re-use) sesuai fungsi lama atau bahkan fungsi yang sama sekali

baru.

Kekayaan arsitektural pada masa lampau adalah nilai lebih dan potensi

yang besar. Maka dalam hal ini harus dipertahankan atau dibangun kembali

seperti aslinya (restorasi).

Skenario pariwisata yang ditawarkan China Town adalah

 Menjadi distrik tersebut sebagai lokasi pusat-pusat budaya dan kesenian

 Adanya jalan-jalan yang bertema

(43)

Gambar III.4. Kondisi China Town Dari Waktu Ke Waktu

III.3.2.Studi Banding Tema Sejenis

1. New East Manchester

Gambar III.5. Peta Lokasi New East Manchester

New East Manchester berada di tepi Manchester City Centre ke batas

timur kota atau East Manchester dengan luas lahan lebih dari 1900 ha.

Upaya yang dilakukan untuk meregenerasi kawasan ini adalah sebagai

berikut

(44)

 Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan program social dan ekonomi seperti New Deal untuk komunitas tunggal, zona pendidikan, zona

kesehatan, zona olahraga, Kelurahan Ancoats, pembaharuan dana dalam

pemasaran rumah

 Fokus utama pendanaan public secara efektif - £ 150 m per tahun

(45)

Gambar III.6. Kondisi New East Manchester setelah dan sebelum diregenerasi

III.4. Data

III.4.1.Lokasi Perancangan

1. Data Kawasan

Letak geografis daerah adalah sebagai berikut :

Lokasi : Kecamatan Medan Maimun Kota Medan

Nama Kawasan : Kawasan Pemukiman Kumuh Kampung Hamdan

Tipe Kawasan : Kawasan Permukiman Kumuh

Luas Kawasan : 58.665 m2

Luas Wilayah : 265,1 km2

Letak Geografis : 3o 30‟ - 3o 43‟LU dan 98o 35‟- 98o 44‟ BT

Batas Wilayah :

a. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang.

(46)

d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang.

Iklim : Suhu udara berkisar antara 25º - 33ºC dengan

kelembaban sekitar 60 - 95 % dan kecepatan angin antara 10 km/jam

Gambar III.7. Lokasi Kawasan

2. Lokasi Site

Lokasi : Kecamatan Medan Maimun Kota Medan

Luas Area : ± 5,87 Ha

Kasus Perancangan : Kawasan Pemukiman Kumuh Kampung Hamdan

Status Perancangan : Not Real

Kontur Lahan : Berkontur

(47)

Gambar III.8. Peta Site

3. Ketentuan Site

 GSB (Garis Sempadan Bangunan) GSB untuk Jl. Ir. Juanda : 15 m

GSB untuk Jl. Samanhudi : 15 m

GSB untuk Jl. Multatuli : 10 m

GSB untuk Sungai Deli : 15 m

 KDB (Koefisien Dasar Bangunan) KDB = 60% x 5,87 ha

= 4,322 ha

 KLB (Koefisien Lantai Bangunan) KLB = 4,5 x 5,87 ha

(48)

KDH = 25% x 5,87 ha

= 1,47 ha

4. Kriteria Lokasi

Untuk menentukan lokasi perancangan perlunya mempertimbangkan

kriteria-kriteria pada site yang dipilih. Kriteria-kriteria tersebut diantaranya :

Tabel 1. Kriteria Pemilihan Lokasi Perancangan

NO. KRITERIA LOKASI

2. Pencapaian Dapat diakses dari jalan primer pada

kawasan ini yaitu, Jalan Ir. H. Juanda,

Jalan Samanhudi, dan Jalan Multatuli.

3. Area pelayanan Lingkungan sekitar merupakan fungsi yang

dapat saling mendukung dengan bangunan

yang direncanakan seperti fungsi

perbelanjaan dan bangunan publik lainnya

atau disekitar permukiman yang belum ada

fasilitas hiburannya.

4. Peraturan Tanah milik kesultanan.

Nilai lahan cukup tinggi untuk daerah

komersial.

Untuk pengembangan kawasan

permukiman, pusat pendidikan,

perdagangan, dan rekreasi indoor.

KDB Bangunan 60%

(49)

5. Topografi

Site ini memiliki kontur terutama area yang dekat dengan sungai dan

perbedaan setiap konturnya adalah 1 meter.

Gambar III.9. Peta Kontur Site

III.4.2.Isu

 Lingkungan Padat

Kondisi perumahan yang sangat padat dengan jarak hanya 1-2 meter dapat

(50)

kawasan ini, pemadam kebakaran sangat sulit mengakses bagian dalam kawasan,

sehingga mengakibatkan sangat cepat penyebaran api karena jarak rumah yang

sangat rapat dan material rumah yang mudah terbakar.

 Lingkungan Kumuh

Kondisi lingkungan kawasan ini sangat mengenaskan. Kondisi bangunan

yang berbatasan dengan jalan memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan

dengan kondisi perumahan yang berbatasan langsung dengan sungai. Kondisi

rumah yang berbatasan langsung dengan sungai hanya berdindingkan triplek,

kolom kayu dan atap seng dengan konstruksi yang tidak kokoh sehingga

sewaktu-waktu rumah ini dapat roboh. Dan jika terjadi hal ini akan membahayakan dan

merugikan pemilik rumah.

Gambar III.10. Foto Kondisi Lingkungan Site

 Lingkungan yang Tidak Sehat

Lingkungan sampah yang berserakan disekitar rumah, kondisi parit yang

(51)

ini masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari dan banyak anak-anak bermain.

Serta ada juga rumah yang sampahnya bukan hanya diluar rumah tetapi didalam

rumah juga banyak berserakan sampah.

III.5. Analisa

III.5.1. Analisa Undang-Undang

Gambar III.11. Analisa Undang-Undang

Bangunan pada site banyak yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

Banyak pelanggaran yang terjadi seperti pelanggaran GSB antar bangunan yang

terlalu rapat, pelanggaran GSB sungai, dan tidak ada ruang terbuka hijau. Hal ini

(52)

jalur evakuasi kebakaran yang tidak sesuai, dan menyebabkan lamanya evakuasi

jika terjadi bencana.

Sehingga direkomondasinya : GSB digunakan untuk ruang terbuka hijau,

memberikan jarak antar bangunan untuk mengevakuasi, dan fungsi dapat diakses

dari segala arah.

III.5.2. Analisa Sosial Budaya

Hubungan sosial masyarakat pada kawasan ini sangat erat, ini merupakan

suatu perilaku yang positif dan potensi kawasan. Ini dapat dilihat dari interaksi

yang sering terjadi, banyak kegiaan yang dilakukan bersama.

Gambar III.12. Perilaku Positif

Perilaku atau kebiasaan masyarakat yang negatif adalah warga berdagang

makanan di sembarang tempat, sungai sebagai tempat pembuangan sampah, dan

sungai digunakan sebagai MKCK. Hal ini menyebabkan rusaknya kelestarian

(53)

Gambar III.13. Perilaku Negatif

(54)

Gambar III.14. Analisa View

Masalah yang terjadi pada view adalah view yang tidak bagus. Terutama

pada arah utara, site dibelakangi oleh deretan ruko multatuli.

Potensi view yang ada pada kawasan hamdan ini adalah dibagian barat

terdapat sungai dan selatan terdapat JL.Samanhudi dan Jl.Juanda.

Rekomondasi dari sudut pandang view adalah membuat tanaman buffer

pada view yang tidak bagus dan jalur pedestrian di samping jalur hijau sehingga

(55)

III.5.4. Analisa Sirkulasi

1. Analisa Sirkulasi Pejalan Kaki

Gambar III.15. Analisa Sirkulasi Pejalan Kaki

Pedestrian yang terlalu sempit dan dengan kondisi yang buruk. Karena

kondisi seperti ini sebaiknya pedestrian didesain kembali dengan memenuhi

persyaratan dan kenyamanan.

2. Analisa Sirkulasi Kendaraan

Parkir sembarangan dan jalan terlalu sempit penyebab kemacetan pada

JL.Multatuli dan Jl.Samahudi. Untuk mengatasi hal ini contoh tindakan yang

dapat dilakukan adalah dengan melebarkan Jl. Multatuli yang lahannya diambil

(56)

Rekomondasi perletakan entrance sebaiknya diletakan pada Jl.Multatuli

atau Jl Juanda. Hal ini dikarenakan Jl.Multatuli yang memiliki intensitas

kendaraan yang melaluinya paling sedikit dari pada Jl.Juanda dan Jl.Samanhudi

serta untuk menghindari kemacetan. Sedangkan Jl Juanda merupakan jalan arteri

primer Kota Medan. Jl.Samanhudi tidak direkomondasikan sebagai entrance

utama karena Jl.Samanhudin yang memalui site tidak panjang dan diantara 2

simpang yang berdekatan sehingga dapat memicu kemacetan serta memiliki

intensitas kendaraan yang lebih tinggi dari pada Jl.Multatuli.

Gambar III.16. Analisa Sirkulasi Kendaraan

Untuk memudahkan sirkulasi dalamsite disarankan diadakannya

(57)

Sirkulasi yang direkomondasian adalah menggunakan sirkulasi radial

dengan pusat RTH. Dengan bentuk site seperti ini, menggunakan sirkulasi yang

radial akan memudahkan dalam pencapaian setiap fungsi.

III.5.5. Analisa Kebisingan

Gambar III.17. Analisa Kebisingan

Area yang tingkat kebisingannya paling tinggi adalah area yang berbatasan

langsung dengan jalan. Sedangkan area yang tingkat kebisingannya rendah adalah

area yang dekat dengan sungai.

Berdasarkan hal tersebut sebaiknya fungsi yang bersifat publik diletakan

didaerah yang tingkat kebisingan sedang dan tinggi dan fungsi yang bersifat

private diletakan di daerah yang tingkat kebisingan rendah. Untuk meredam

(58)

III.6. KONSEP

III.6.1. Zoning

Fungsi public (sekolah, pasar, gedung seni budaya dan gedung olahraga)

diletakan dibagian site yang berbatasan langsung dengan jalan. Hal ini

dimaksudkan agar memudahkan akses ke fungsi yang bersifat publik. Fungsi yang

bersifat private (rusunawa) diletakan dibagian site yang berbatasan dengan sungai

karena untuk memprivatkan fungsi tersebut.

(59)

Gambar III.19. Zoning fungsi

III.6.2. Matriks dan Flowchart

Matriks menunjukan kedekatan dan hubungan antar ruang dan flowhart

(60)

III.6.3. Konsep

1. Konsep Sirkulasi

Konsep Sirkulasi Pejalan Kaki

Konsep sirkulasi pejalan kaki dari Kawasan Terpadu Hamdan adalah

pejalan kaki dapat mengakses setiap fungsi dan setiap sudut kawasan. Setiap

fungsi dihubungan dengan sirkulasi pejalan kaki. Entrance utama pejalan kaki

terletak di Jl.Multatuli. Hal ini dikarenakan intensitas pejalan kaki lebih banyak

dari pada Jl. Juanda dan Jl. Samanhudi serta intensitas kendaraan pada Jl.Multatuli

yang lebih sedikit.

(61)

 Konsep Sirkulasi Kendaraan

Konsep sirkulasi kendaraan dari Kawasan Terpadu Hamdan adalah radial.

Hal ini dikarenakan bentuk site yang tidak berarturan sehingga akan memudahkan

pencapaian setiap fungsi.

Gambar III.22. Konsep Sirkulasi Kendaraan

2. Konsep Penataan Kawasan

Penataan posisi fungsi pada site dengan mempertimbangkan akses fungsi

dan sifat fungsi itu sendiri.

Fungsi sekolah diletakan dekat pintu utama dimaksudkan untuk

memudahkan pencapaian dan tidak mengganggu aktivitas dalam site. Area parkir

sekolah berada di dalam site agar tidak menyebabkan kemacatan pada Jl.

(62)

Fungsi pasar diletakan di barat laut site dimaksudkan agar lebih mudah

dalam pencapaian dan tidak mengganggu aktivitas dalam site. Area parkir pasar

diletakan sekat dengan akses kendaraan dala site sehingga akses keluar lebih

mudah.

Area RTH sebagai central kawasan dan pedoman orientasi bangunan dan

penghubung fungsi-fungsi dalam kawasan serta untuk menciptakan jalur sirkulasi

yang jelas.

Fungsi gedung seni budaya diletakan di depan simpang Jl.Juandda agar

mudah terlihat dari tiga jalan sehingga menjadi icon kawasan dan memudahkan

akses dari gedung olahraga ke taman komunitas serta plaza.

Area parkir umum diletakan pada entrance utama untuk memudahkan

akses parkir dari entrance utana dan parkiran mudah diakses dari gedung seni

budaya dan gedung olahraga.

Fungsi rusunawa diletakan agak kedalam site dimaksudkan untuk

menghindari kebisingan dari jalan, memberikan privasi dan memudahkan akses ke

semua sudut site.

Area parkir rusunawa diletakan dekat dengan rusunawa dan entrance pintu

2 dimaksukan agar memudahkan akses keluar rusunawa dan akses dari rusunawa

ke parkiran.

GSB sungai dimanfaatkan sebagai pasar kuliner dan plaza untuk pedagang

kaki lima dan dapat menjadi karakter kawasan ini.

Fungsi gedung olahraga diletakkan dekat dengan rusunawa untuk

(63)

Gambar III.23. Konsep Penataan Kawasan

3. Konsep Bentukan Massa

Konsep bentukan massa bangunan olahraga yang berbentuk hurup “U”

dimaksudkan untuk menanggapi lapangan dalam gedung dan untuk menanggapi

(64)

Konsep bentukan massa gedung seni budaya yang diharapkan menjadi

icon kawasan. Bentuk lengkuung pada gedung seni budayauntuk menanggapi

simpang Jl.Juanda. Massa diusahakan membuka lebar pada sungai, hal ini

dimaksudkan agar view dapat maksimal ke arah sungai.

Bentuk massa sekolah dibuat memanjang dengan tujuan untuk

memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam ruang kelas sehingga lebih hemat

energi. Bangunan sekolah juga dibuat terpisah untuk memaksimalkan sirkulasi

udara yang masuk ke dalam ruangan.

Konsep bentukan massa pasar mengadopsi konsep solid vs void dimana

solid merupakan badan bangunan sedangkan void sebagai paru-paru bangunan

yang berperan sebagai vokal sirkulasi udara dan pencahayaan.

(65)

Konsep bentukan massa rusunawa yang direncanakan per unitnya

memiliki modul 6 x 6 meter berdasarkan hal tersebut massa bangunan

direncanakan pelantainay 14 unit dengan susunan double loaded. Perletakan yang

monoton tidak memunculkan vista yang bagus pada site ini. Sehingga perletakan

massa yang maju dan mundur menciptakan vista yang menarik dari berbagai sudut

penglihatan, serta memungkinkan angin masuk ke setiap hunian

4. Konsep Ketinggian Bangunan

Rusunawa memiliki ketinggian 6 lantai dikarenakan untuk memenuhi

jumlah kebutuhan unit rusunawa. Fungsi lainnya hanya memiliki ketinggian 3-4

lantai sesuai kebutuhan agar terciptanya skyline yang menarik.

(66)
(67)

BAB IV

HASIL PERANCANGAN KAWASAN TERPADU HAMDAN

1. Master Plan

2. Bird eye viewmaster plan

3. Suasana plaza

(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)

BAB V

PENGANTAR FUNGSI

Revitalisasi kawasan Kampung Hamdan merupakan salah satu kawasan

yang termasuk dalam program revitalisasi permukiman kumuh di sepanjang

pinggir Sungai Deli Sungai Babura (anak Sungai Deli). Kawasan ini akan

direvitalisasi menjadi kawasan terpadu. Kawasan terpadu adalah kawasan yang

memiliki beberapa fungsi di satu kawasan itu sendiri. Kawasan terpadu ini

dimaksudkan menjadi sebuah kawasan yang mandiri. Dari kata-kata tersebutlah

penamaan Kawasan Terpadu Hamdan berasal.

Dalam Kawasan Terpadu Hamdan ini pemerintah telah memutuskan

fungsi yang ada dalam kawasan yaitu, rusunawa, sekolah, pasar, pusat olahraga,

dan pusat seni budaya. Fungsi-fungsi ini dimaksukan untuk memecahkan masalah

yang ada dalam kawasan tersebut.

Salah satu program revitalisasi adalah pembangunan Hamdan Sport Center

(74)
(75)

BAB VI

HAMDAN SPORT CENTER

VI.1. Rumusan Masalah

Dalam perancangan sport center ini, terdapat beberapa masalah yang

dihadapi, diantaranya adalah :

 Merancang Sport Center untuk masyarakat, dengan tingkat ekonomi menengah keatas, selain Fungsional juga mengutamakan pengalaman ruang,

dan suasana ruang yang bagus bagi pengunjung.

 Merancang Fasilitas yang sesuai dengan syarat-syarat teknis fungsi masing-masing, agar perancangan bangunan lebih efektif, terintegrasi dan juga efisien.

 Penerapan tema Arsitektur Kontemporer, kedalam desain sehingga tema dapat mendukung fungsi masing-masing fasilitas.

 Pemisahan Zona antara Olahraga, yang membutuhkan ruang yang tenang, dengan Olahraga yang menimbulkan kebisingan, dan antara fasilitas

penunjang dengan fasilitas utama.

VI.2. Maksud dan Tujuan

 Memberikan wadah dan fasilitas untuk kegiatan olahraga kepada masyarakat yang tinggal dikawasan Kel.Hamdan dan sekitarnya.

(76)

 Memberikan lapangan pekerjaan baru dan juga sumber pendapatan daerah dengan biaya yang dikenakan untuk setiap fasilitas Olahraga.

VI.3. Metode

VI.3.1. Pendekatan Masalah

Adapun pendekatan perancangan yang dapat dilakukan untuk pemecahan

masalah perancangansport center ini adalah :

 Pemilihan lokasi, lokasi yang dipilih adalah di tengah site dan berada di tepi sungai tepatnya di sebelah timur Kawasan Terpadu Hamdan.

 Studi banding dengan melakukan pendekatan permasalahan dan kasus yang memiliki kesamaan dalam perancangan sejenis maupun tema dalam judul

perancangan ini yang diambil dari berbagai sumber seperti buku, internet,

media cetak dan lainnya dan sumber-sumber yang dianggap penting.

 Survey lapangan, survey langsung ke lokasi dilakukan untuk mendapatkan data-data yang akurat dari data-data yang didapat di lokasi tersebut.

VI.3.2. Asumsi

Adapun asumsi pada perancangan sport center ini yaitu:

 Perencanaan Pembangunan Sport Center ini merupakan usulan pemerintah

 Penduduk yang berempat tinggal pada site tersebut di alokasikan ke rusunawa

 Dana dalam pembangunan Sport Center ini tidak terbatas

(77)

 Gedung akan dikelola oleh Pemerintah.

VI.3.3. Lingkup dan Batasan Perancangan

Lingkup dan batasan digunakan dalam menentukan sejauh mana kajian

yang akan dilakukan. Lingkup dan batasan dalam perancangan sport center ini

adalah :

 Perancangan yang dimaksudkan merubah permukiman kumuh Kampung Hamdan menjadi sebuah kawasan yang sehat dan nyaman

 Merancangan Sport Center yang layak dan sehat di Kawasan Terpadu Hamdan

 Menyediakan jalur sirkulasi atau akses yang jelas dan mudah

 Menyediakan fasilitas utilitas yang memenuhi persyaratan

(78)
(79)

BAB VII

DESKRIPSI HAMDAN SPORT CENTER

VII.1. Judul

Judul dari perancangan adalah “Hamdan Sport Center”. Defenisi untuk

judul perancangan ini dikumpulkan dari beberapa teori dari beberapa pengemuka

tentang Sport Center.

Sport = Olahraga

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Olahraga adalah gerak badan untuk

menguatkan dan menyehatkan tubuh. Olahraga yang dilakukan oleh masyarakat

dengan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dngan

kondisi dan nilai budaya masyarakat.

Center = Pusat atau Inti

Defenisi Sport Center menurut beberapa pakar adalah Pusat Olahraga : merupakan

suatu bentuk pengembangan fasilitas olahraga yang dibuat dengan lebih dari satu

fasilitas olahraga yang diadakan untuk memberi dampak pelayanan yang lebih

besar bagi komunitas disekitarnya.

Dari pengertian diatas penulis mengartikan Sport Center adalah sebuah sarana

yang mewadahi orang-orang yang memiliki minat yang sama terhadap suatu

(80)

kesehatan, kebugaran jasmani, dan hiburan untuk mendapatkan kegembiraan

dengan membayar administrasi.

VII.2. Tema

VII.2.1 Defenisi

Bangunan Hamdan Sport Center, menggunakan Arsitektur Kontemporer,

Kontemporer dapat diartikan sebagai suatu desain yang lebih maju, variatif,

flexible, dan inovatif, baik secara bentuk maupun tampilan, jenis material,

pengolahan material, bentuk asimetris maupun teknologi yang digunakan akan

menjadi tren pada tahun-tahun terakhir.

Karakteristik Arsitektur Kontemporer :

1. Desain menampilkan Gaya yang lebih baru

2. Menonjolkan bentuk unik, diluar kebiasaan, atraktif, dan sangat komplek

3. Desainnya berupa deretan yang berbentuk kubus yang diacak tak teratur.

4. Material yang bertekstur khas, seperti kayu, marmer, dll.

Arsitektur Kontemporer adalah karya arsitektur yang selalu mengalami

perubahan atau up to date, perubahan desain yang selalu berusaha menyesuaikan

dengan waktu dan eranya. Perubahan desain tersebut diiringi oleh perubahan

(81)

Gambar VII.1. Contoh desain yang menerapkan Arsitektur Kontemporer

VII.2.2 Interprestasi Tema

Dalam penerapan Arsitektur Kontemporer perlulah diketahui ciri dan

karakter arsitekturnya. Menurut Konemann, ciri-ciri Arsitektur Kontemporer,

yaitu:

 Ekspresi bangunan bersifat subjektif

 Kontras dengan lingungan sekitar

 Bentuk simple namun berkesan kuat

Menurut Laporan Mata Kuliah Seminar Arsitektur mengenai Arsitektur

Kontemporer di Bali, ciri-ciri Arsitektur Kontemporer dibagi berdasarkan 3 faktor

(82)

 Faktor Bahan:

 Menggunakan bahan-bahan yang baru berkembang dan terkesan artificial (buatan atau hasil pabrikasi).

 Faktor Warna

 Dominasi satu warna

 Menggunakan warna-warna monokromatik

 Mencolok dari lingkungan sekitar  Faktor Bentuk

 Bermain dengan bentuk geometris

 Bentuk simple, tegas dan dinamis

 Cenderung mencolok dari lingkungan sekitar

 Personal dan ekspresi yang subjektif

 Cenderung tidak menggunakan ornament

 Mengekspresikan teknologi

 Teori elementer (ukuran kolom, balok, dinding, perbadingan panjaang dan lebar, dan lain-lain) tidak diperhitungkan lagi

Contoh penerapan tema :

(83)

Gambar VII.2. Rustic Kontemporer

Dengan konsep Kontemporer bangunan ini terlihat, menonjol dan unik pada

daerah sekelilingnya, tampilan fasad bangunan yang lebih banyak transparan

atau menggunakan kaca.

2. Modern Kontemporer

(84)

Dari gambar dapat dilihat bahwa bangunan ini memiliki cirri Kontemporer

dari bentuk fasad, dan material yang digunakan sebagai bahan bangunan yang

digunakan. Dinding bagian samping bangunan dibuat berbeda dari dinding

lainnya, bentuk balkon yang dibuat keluar, material kaca yang mendominasi

dan warna putih sebagai warna dasar bangunan.

VII.3. Studi Banding

VII.3.1 Sun Bernardino Recreational Sports Departements

Gambar VII.4. Sun Bernardino Recreational Sports Departements

Tujuan Departemen Olahraga Rekreasi adalah untuk menyediakan suatu program

dan fasilitas olahraga yang beragam, menyenangkan dan aman, serta memenuhi

berbagai jenis kebutuhan di California State University San Bernardino (CSUSB),

dengan menciptakan sebuah lingkungan sosial yang sehat, untuk meningkatkan

(85)

Olahraga Rekreasi adalah untuk memenuhi kebutuhan akan fasilitas olahraga

dalam lingkungan universitas yang dikelola oleh Divisi Kemahasiswaan.

Departemen ini juga berusaha untuk mendorong seseorang dalam pembangunan

keahlian (profesional) melalui rekreasi terbuka, fitness center, acara-acara

intramural, program-program instruksi maupun olahraga air. Departemen ini

menawarkan kesempatan untuk meningkatkan kebugaran fisik, belajar

kemampuan baru,dan turut serta dalam kompetisi olahraga yang bersahabat,

memperluas pengetahuan dasar, dan untuk bersantai. Departemen ini menerima

semua mahasiswa CSUSB yang mau mendaftar, staff, pengajar, dan alumni tanpa

memperhatikan usia, jenis kelamin, pengalaman, dan kemampuan. Student

Recreation and Fitness Center merupakan salah satu fasilitas

olahraga yang ada di California State University San Bernardino dengan tujuan

memenuhi kebutuhan akan sebuah fasilitas untuk meningkatkan kesehatan dan

kebugaran mahasiswa, serta membangun hubungan sosial antar mahasiswa, staff,

pengajar, bahkan alumni. Sejak CSUSB yang merupakan sebuah kampus bagi

mahasiswa yang bekerja, mereka merasa penting sekali untuk membangkitkan

semangat kampus dengan fasilitas ini. Mahasiswa memenangkan proyek ini

dengan melakukan voting untuk menambah dana mereka dalam membiayai.

Sebuah studio serbaguna, gymnasium serbaguna, panjat dinding, dan sebuah pusat

kesehatan, sauna, ruang loker, kantor administrasi, penyewaan perlengkapan, dan

(86)

Gambar VII.5. Ruang Peralatan dan Loker

Fasilitas Olahraga lainnya ;

1. Olahraga Air

Gambar VII.6. Sarana Olahraga Air

2.Panjat Dinding

(87)

3.Olahraga Outdoor

Gambar VII.8. Olahraga Outdoor

4.Intramural (Kompetisi dalam klub)

Gambar VII.9. Intramural Sport

Dalam rangka untuk memaksimalkan fleksibilitas dan meminimalkan dampak

struktural, bangunan didesain dengan balok kayu yang dilapisi span glu dan

dengan sistem struktur deep span metal deck, mengurangi pengeluaran terbesar.

(88)

sirkulasi yang lama, tapi elegan dengan lantai blok dari kayu. Galeri ini

berhubungan langsung dengan berbagai fungsi bangunan, menyediakan sebuah

pemandangan sebaik bentuknya, berhubungan dengan semua area-area publik.

Galeri ini juga memudahkan staff untuk mengawasi area aktivitas (publik).

VII.3.2 Ego Sport Center, Spanyol

Bangunan ini diArsiteki oleh Ferrer Arquitectos, yang berlokasi di Almeria,

(89)

Gambar VII.10. Eksterior Ego Sport Center, Spanyol

Bangunan ini, memepertahankan fungsi Site sebelumnya sebagai tempat

Olahraga, dan mengembangkannya dengan menambah fasilitas olahraga lainnya.

Kolam renang Indoor dipertahankan, dan sisanya dihancurkan untuk

membuat jalan bagi fasilitas rekreasi baru yang mencakup peralatan Kardio,

(90)

Pencahayaan pada siang hari, bangunan memanfaatkan sinar matahari yang

dimasukkan kedalam ruangan melalui fasad bangunan dan bagian atap.

Gambar VII.12. Eksterior, Interior Ego Sport Center, Spanyol

Fasilitas sebelumnya menghabiskan banyak uang pada penggunaan energi,

sehingga Ferrer Arquitectos merancang pusat olahraga baru agar menjadi lebih

efisien dan memanfaatkan tenaga surya untuk pemanas air panas. Atap kolam

renang yang ada sekarang dirancang dengan panel panas matahari, yang

menyediakan 80% dari air panas yang dibutuhkan untuk kedua kolam renang

dan kamar mandi.

(91)

Bangunan memanfaatkan bagian atap bangunan, menjadi lapangan Olahraga

Outdoor.

Gambar VII.14. . Lapangan Olahraga Outdoor

Membuat fasilitas Gyms dengan desain meminimalkan biaya operasional,

sekaligus menciptakan ruang publik bagi masyarakat untuk menikmati dan

mempertahankan gaya hidup sehat.

(92)

Didalam bangunan terdapat ruang untuk Aerobic, Aeroyoga, dan Akrobat.

Gambar VII.16. Gmbar Fasilitas Aerobic, Aeroyoga, dan Akrobat.

Denah Lantai 1

(93)

Denah Lantai 2

Gambar VII.18. Denah lantai 2 Bangunan

Denah Lantai 3

(94)

Resume:

1 Bangunan akan dimanfaatkan secara efisen dengan banyak fasilitas olahraga.

2. Membuat fasilitas ruang untuk olahraga indoor seperti kolam renang, gym,

akrobat, lapangan badminton yang sebagian besar pencahayaan dari sinar

matahari.

3. Membuat fasilitas untuk olahraga outdoor seperti lapangan olahraga futsal dan

bola tenis dengan memanfaatkan bagian atap bangunan.

4. Menyediakan fasilitas pendukung fungsi bangunan seperti cafe, kantor

menejemen bangunan, dan are parkir.

5. Efesiensi dalam menggunakan energi listrik, dengan memanfaatkan sinar

(95)

VII.4. Data

VII.4.1 Lokasi Site

Gambar VII.20. Lokasi Site Hamdan Sport Center

Lokasi : Kawasan Terpadu Hamdan, Kel. Hamdan, Kec. Medan

(96)

Batasan :

Utara : Jalan Utama Kawasan dan Komplek Ruko Multatuli

Selatan : RTH Pusat Kawasan, Gedung Olahraga, Jalan Utama

Kawasan

Timur : Jalan Utama KAwasan, Plaza, dan Sungai Deli

Barat : Jalan Utama Kawasan, Pasar dan Sekolah

Kasus perancangan : Rusunawa

Status Perancangan : Not Real

Kontur Lahan : Tidak berkontur

Jenis Kawasan : Daerah pusat kota

Ketentuan Site

(97)

 GSB (Garis Sempadan Bangunan) GSB utara site : 2 m

GSB untuk Sungai Deli : 15 m

Jarak minimal antar bangunan : 8 m

 KDB (Koefisien Dasar Bangunan) KDB = 60% x 1.09 ha

= 6540 m2

 KLB (Koefisien Lantai Bangunan) KLB = 4,5 x 5,87 ha

= 26,514 ha

 KDH (Koefisien Daerah Hijau) KDH = 25% x 1.09 ha

= 2725 m2

Kriteria Pemilihan Lokasi

Untuk menentukan lokasi perancangan perlunya mempertimbangkan

kriteria-kriteria pada site yang dipilih. Kriteria-kriteria tersebut diantaranya :

Tabel 2. Kriterian Pemilihan lokasi Sport Center

(98)

dalamKawasan Terpadu Hamdan dari

segala segala arah lokasi sport center.

3. Area pelayanan Lingkungan sekitar merupakan fungsi yang

dapat saling mendukung dengan bangunan

yang direncanakan seperti fungsi

permukiman, fungsi pendidikan, fungsi

perbenlanjaan, fungsi wisata dan fungsi

publik lainnya.

4. Peraturan Tanah milik kesultanan.

Nilai lahan cukup tinggi untuk daerah

komersial.

Untuk pengembangan kawasan

permukiman, pusat pendidikan,

perdagangan, dan rekreasi indoor.

KDB Bangunan 60%

(99)

VII.4.2 Standar Fasilitas Olahrga

1. Lapangan Futsal

Gambar VII.22. Lapangan Futsal

Berikut referensi ukuran satu lapangan futsal:

Ukuran Umum: Panjang: 25 m - 45 m, Lebar: 15 m - 25 m

Jika lapangan yang di buat adalah ukuran 15 x 25 m maka luas lahan ideal yang

(100)

Di tambah area sirkulasi service/penonton keliling 1,5 m : 20 x 30 M

Di tambah area tritisan atap tampias air hujan keliling 1 m : 22 x 32 M

Di tambah area istirahat,WC, kantin 3 M ( Asumsi ke arah memanjang ) : 22 x

35 M

- Bahan Lapangan: lantai semen (paling murah), ubin, parkit kayu, rumput sintetis

(lebih mahal)

- Gawang, bola, kaos tim (sewa) dan peralatan untuk futsal lainnya

- Jaring :yang digunakan untuk pagar sekeliling lapangan

- Kawat baja : yang digunakan sebagai tiang pada jaring

- Spon/busa digunakan kalau lapangan dekat dengan tembok untuk mengindari

cedera pemain

- Tempat menunggu (jangan terlalu sempit, agar pengunjung merasa nyaman)

2. Lapangan Bulu Tangkis

(101)

Dalam membuat lapangan bulu tangkis / badminton yang baik harus sesuai

dengan standar internasional yang luasnya berbeda antara pertandingan partai

ganda dengan partai tunggal.

A. Partai Tunggal / Satu Pemain / 1 on 1

 Panjang = 11,88 meter

 Lebar = 5,18 meter

 Luas = 61,5384 meter persegi

 Tinggi Tiang Net = 1,55 meter

 Tinggi Atas Net = 1,52 meter

 Jarak Net Ke Garis Service = 1,98 meter

 Jarak Garis Service ke Sisi Lapangan Luar = 3,96 meter

B. Partai Ganda / Dua Pemain / 2 on 2

 Jarak Net Ke Garis Service = 1,98 meter

(102)

Spesifikasi Lapangan Bulu Tangkis

Faktor Koefisien Karakteristik Data

Dinding

Kanan : Tembok putih

Kiri : Tembok putih

Belakang : Tembok dan Kawat Jaring putih,hitam

Depan : Tembok putih

Langit-langit Metal/ Aluminium Silver

Lantai

Keramik Putih

Vinyl Hijau

Lampu Standart Magnetic

Ruangan

(103)

3. Ruang Tenis Meja

Gambar VII.24. Tenis Meja

Ruang Permaian

Permainan tenis meja merupakan pemain indoor(dalam ruangan). Agar permainan

berjalan dengan lancar harus mempertimbangkan luas ruang permainan. Ruang

permainan tenis meja harus berukuran minimal panjangnya 14 m dan lebarnya 7

m, warna cat dalam ruangan juga harus sama dan tidak boleh warna kombinasi.

Penerangan lampu harus cukup terang, cahaya lampu letaknya tidak boleh rendah

ataupun lebih tinggi, kira-kira 3 m di atas lantai.

Meja

Meja untuk permainan tenis meja berbentuk persegi panjang. Permukaan meja

(104)

 Panjang meja 271 cm dan jika diukur sampai garis tepi panjangnya 274

cm.

 Lebar meja 152,5 cm disebut juga dengan garis ujung (end lines).

 Tinggi meja dari lantai 76 cm.

 Tinggi net 15,25 cm

Selain Ruang tempat alat-alat, terdapat ruang : Locker, Ruang Ganti, dan

WC

5. Ruang Senam Aerobic

Asumsi untuk 20 orang pemakai1 orang membutuhkan 3,6 m²

Luasan = 20 x 3,6 m² = 72 m²

Sirkulasi 30% = 21,6 m²

Total = 93,6 m²

Biasanya hanya berupa ruang dengan dinding cermin dan berdekatan

(105)

6. Ruang Yoga

Berupa ruangyang lebih memperhatikan interior dengan sistem akustik,

tata udara dan pencahayaan khusus , untuk mendukung aktifitas di

dalamnya.

7. Ruang Karate

Ruangan bebas alat dengan sistem pengudaraan yang baik.

8. Senam Akrobatik

Senam Akrobatik adalah senam yang mengandalkan Akrobatuk dan

tumbling, sehingga latihannya banak mengandung salto dan putaran yang

harus mendarat ditempat-tempat yang sulit. Misalnya mendarat diatas

tangan atau bahu pasangannya, sehingga membutuhkan ruangan yang

panjang dan tinggi ruang minimal 4,5 Meter.

9. Area Jogging

Area untuk lari biasanya berada di ruang terbuka (outdoor) dan memiliki

lintasan nya tidak putus ( berkeliling)

10.Kolam Renang

Exercise Pool atau kolam renang untuk latihan.

Karena kolam untuk olahraga kompetisi biasanya bersifat tunggal dengan

lahan yang luas dan umumnya mahal, maka banyak dilakukan

penyederhanaan-penyederhaan bila kolam hanya akan dipakai untuk latihan renang atau

swimming-exercise. Dengan penyederhanaan ini, kolam tidak lagi bisa dipakai

(106)

diperlukan untuk gerakan menyelam ringan atau renang-statis (berenang berdiri).

Dapat pula orang yang belum menguasai teknik berenang memanfaatkan kolam

ini untuk sekedar latihan aerobik, misalnya senam ringan di dalam air, atau

berjalan di dalam air, atau belajar berenang.

Bagi yang sedang belajar berenang, biasanya baik kolam dangkal maupun

kolam dalam diperlukan. Yang dangkal untuk melatih gerakan berulang-ulang

sampai bisa, sedangkan yang dalam untuk melatih ketahanan dan berenang statis.

Bentangan kolam untuk yang sedang belajar berenang biasanya tidak boleh terlalu

luas, karena umumnya teknik berenang mereka belum efisien dan belum mampu

berenang dalam jarak yang jauh. Kolam semacam ini umumnya dijaga oleh

life-guard agar keamanan dan keselamatan perenang terjamin.

Berdasarkan Bentuk Kolam

Gambar VII.25. Bentuk Kolom

1. Track/Trek(kolam segaris). Untuk kolam latihan renang pribadi di

lahan sempit

(107)

keluarga dan anak. Juga kolam-kolam standar olimpic, water polo, dan

loncat indah

3.Blocks(kolam dengan sudut-sudut siku). Biasanya dibuat karena

terkendala lahan atau mengoptimalkan lahan, atau untuk keperluan

penyekatan

4. Round/Elips(kolam bulat/lonjong)

5. Free Form(kolam bentuk bebas). Bentuk round, elips, dan bentuk

bebas biasanya dibuat berdasarkan selera, mengikuti prinsip arsitektur

tertentu, atau agar menyatu dengan alam

Berdasarkan Jumlah Kolam

Gambar VII.26. Jumlah Kolam

1. Single Pool (kolam renang tunggal). Konstruksi kolam terdiri hanya

satu kolam dan hanya satu kesisteman. Misalnya kolam anak, whirlpool,

2. Divide Pool (kolam tunggal tersekat-sekat). Ada kalanya kolam

tunggal dibagi-bagi atau disekat untuk berbagai keperluan. Misalnya

(108)

banyak kita lihat dalam satu komplek terdapat sejumlah kolam terpisah.

Kesisteman dan mesinnya pun bisa terpisah atau menyatu sesuai

kebutuhan. Misalnya kolam olimpicdikombinasi dengan kolam untuk

keperluan loncat indah. Kolam publik memisahkan kolam anak dengan

kolam dewasa tidak dengan sekat, melainkan benar-benar dibuat terpisah.

VII.5. Analisa

VII.5.1. Analisa View

Peletakan bangunan Hamdan Sport Center yang telah dibuat pada saat

perancangan kawasan memiliki beberapa Potensi Masalah dan juga Rekomendasi.

Potensi :

1. Ruang terbuka hijau yang merupakan ruang Komunal, menjadi

View yang bagus dari Site.

2. Sungai Deli dan Plaza yang merupakan View paling menarik untuk

(109)

Gambar VII.27. Analisa View

Masalah :

1. Terdapat bangunan Rusun dengan tinggi 6 lantai, yang membuat

pandangan dari site terbatas dan kurang dapat pencahayaan yang bagus

karena bidang massa Rusun yang tinggi.

2. Pemandangan kearah Parkiran khusus Kawasan Terpadu Hamdan

kurang menarik dilihat dari Site.

Rekomendasi :

1. Orientasi bangunan mengarah keruang terbuka Hijau (Center

(110)

2. Membuat banyak bukaan dan memperbesar bidang bangunan yang

mengarah kesungai.

3. Menempatkan Ruang Service dibagian yang mengarah keRusun.

VII.5.2. Analisa Pencapaian

Gambar VII.28. Analisa Pencapaian

Potensi :

Site berada ditengah Kawasan Terpadu Hamdan, yang merupakan

Kawasan dengan Bus Khusus sebagai Kendaraan Utama yang

melintas didalam Kawasan.

Rekomendasi :

Membuat Jalur Pedestrian dari 3 Jalan uang berbatasan dari 3 jalan

uang berbatasan dengan Site, sehingga memberikan kenyaman untuk

(111)

VII.5.3. Analisa Kegiatan

Gambar VII.29. Analisa Kegiatan

Jenis kegiatan yang dilakukan akan menghasilkan atau membentuk sebuah

ruang. Dengan menganalisa jenis kegiatan yang terjadi dalam Sport Center akan

(112)

VII.5.4. Program Ruang

Fasilitas C Kolam Renang

(113)

Pengelola

Tabel 4. Program Ruang Hamdan Sport Center

VII.6. Konsep

VII.6.1 Konsep Pemilihan Fungsi

Olahraga merupakan salah satu sarana hiburan yang banyak diminati

masyarakat. Semua kalangan masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa

karena dengan berolahraga manusia mendapat kesehatan dan kesenangan.

(114)

mengembangkan ketahanan yang bersifat menyeluruh, pembentukan

ketrampilan hidup, ketrampilan sosial, ketrampilan berfikir, pembentukan

prestasi, penghayatan nilai-nilais portifitas, nilai-nilai moral dan estetika.

Dengan demikian, olahraga mengalirdari aspek kemanusiaan dan bermuara

kepada sifat-sifat manusia.

Pada umumnya usia anak-anak hingga Dewasa menyukai Olahraga

Permainan, karena selain menjaga kesehatan, sesorang dapat merasakan

pikiran yang segar setelah melakukan aktifitas belajar dan bekerja.

Selain itu pada usia remaja, hingga lansia juga banyak menyukai

Olahraga yang bermanfaat untuk melatih, kekuatan fisik dan keseimbangan

tubuh.

Gambar VII.30. Konsep Pemilihan Fungsi

(115)

VII.6.1.1. Spesifikasi

Fasilitas Utama

1. Futsal

Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang

masing- masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah

memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola

dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan

memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola

dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net

atau papan. Lama normal: 2x20 menit, Lama istiharat: 10 menit.

Gambar VII.32. Lapangan Futsal

2. Bulu Tangkis ( Badminton )

Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang

dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk

(116)

melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah

ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama

Gambar VII.33. Lapangan Bulu Tangkis

3. Tenis Meja

Permainan tenis meja adalah cabang olahraga yang dimainkan di

lapangan yang berbentuk meja dan menggunakan bet dan bola

layaknya permainan tenis. Hal inilah yang menyebabkan permainan

olahraga ini disebut sebagai tenis meja. Di beberapa wilayah tenis meja

juga disebut dengan ping-pong.

(117)

4. Fitness

Fitness merupakan salah satu jenis olah tubuh yang berguna

untuk kesehatan.Olah tubuh dalam fitness terbagi menjadi beberapa

jenis latihan yang memiliki kegunaan masing-masing, yaitu latihan

beban dan latihan kardio.

Gambar VII.35. Area Fitness

5. Senam Aerobic

Senam Aerobik adalah aktivitas gerak yang dilakukan oleh

perorangan maupun kelompok orang secara berirama,

menggunakan otot-otot besar, serta penggunaan sistem energi

dengan oksigen, yang bertujuan untuk peningkatan dan

pemeliharaan kebugaran tubuh serta tujuan lain yang relevan, dan

penggalian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Banyak orang

(118)

golongan darah. Senam Aerobik dipilih sebagai aktivitas olahraga

yang menyenangkan.

Gambar VII.36. Area Aerobic

6. Yoga

Yoga adalah salah satu cara meditasi untuk menenangkan pikiran.

Yoga adalah metode pengembangan pribadi yang menyelaraskan

tubuh, pikiran, dan jiwa dengan cara olah tubuh, aliran pernafasan

dan meditasi. Secara literal, Yoga diterjemahkan dari bahasa

Sanskrit yaitu Yoke atau kesatuan antara tubuh ,jiwa, dan pikiran.

Yoga bertujuan untuk menyatukan manusia dengan alam hingga

(119)

Gambar VII.37. Yoga Area

7. Karate

Karate adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri

karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini

pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”.

Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu

sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah

kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi

„karate‟ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat

Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah „Kara‟

dan berarti „kosong‟. Dan yang kedua, „te‟, berarti „tangan'. Yang dua

(120)

Gambar VII.38. Area Karate

8. Senam Akrobatik

Salah satu olahraga yang paling spektakuler dan indah dianggap

akrobat.Kompetisi di atasnya lebih seperti pertunjukan sirkus cerah

dan spektakuler daripada hanya melakukan beberapa rutinitas.Adalah

olahraga dalam melakukan beberapa latihan akrobatik, termasuk yang

terkait dengan pelestarian keseimbangan dan rotasi tubuh dengan

kehadiran atau kurangnya dukungan.

(121)

9. Kolam renang

Tujuan renang yang paling umum adalah sebagai rekreasi. Renang

rekreasi dianggap oleh banyak orang sebagai cara melegakan diri

serta senaman penuh badan yang baik.

Gambar VII.40. Kolam Renang

Fasilitas Penunjang

1. Cafe

Cafe yang dimaksudkan disini adalah cafe yang pada saat tertentu

bisa difungsikan sebagai tempat nonton bareng, baik itu

pertandingan sepakbola, F1, dll. Cafe ini konsepnya sporty dan

festive sehingga akan mewakili unsur olahraga dan bersifat sebagai

(122)

Gambar VII.41. Cafe

Pengunjung biasanya setelah berolahraga adalah minuman dan

makanan ringan, sebelum melahap makanan utama. Posisinya

diletakkan pada tempat yang strategis sehingga pencapaiannya

mudah dari setiap lapangan olahraga.

2. Toko Olahraga

Ini merupakan beberapa counter toko yang menjual berbagai

macam peralatan olahraga dan buku-buku serta majalah

olahraga. Posisinya terintegrasikan dengan keseluruhan ruang di

sport club ini.

(123)

3. Mushola

Musala atau Musholla adalah tempat atau rumah kecil menyerupai

masjid yang digunakan sebagai tempat mengaji dan salat bagi umat

Islam. Musala juga sering disebut dengan surau atau langgar.

Fungsinya menyerupai masjid, namun ada beberapa hal yang

membedakannya dengan masjid, yaitu:

 Kadangkala musala adalah milik pribadi seseorang

 Umumnya berukuran lebih kecil daripada masjid

Gambar VII.43. Mushola

Fasilitas Pengelola :

 Ruang Pimpinan

(124)

VII.6.2 Konsep Penempatan Fasilitas Olahraga secara Vertikal

 Fasilitas Olahraga pada Ground Floor 1. Gym/Fitnes

2. Kolam Renang

3. Jogging track

Merupakan jenis Olahraga, yang membutuhkan ruang besar, sehingga

beban struktur besar.

 Fasilitas Olahraga pada lantai 2 : 1. Karate

2. Yoga

3. Senam Aerobik

Merupakan jenis Olahraga yang lebih membutuhkan ruang dan alat-alat

hanya sebagai penunjang Olahraga saja.

4. Tenis Meja

Merupakan jenis Olahraga yang menggunakan Meja dan Kayu sebagai

arena permainan

 Fasilitas Olahraga pada lantai 3 : 1. Futsal

2. Bulu tangkis

Merupakan fasilitas Olahraga yang memiliki standart ukuran lapangan dan

(125)

Gambar VII.44. Pembagian Lantai Bangunan

VII.6.3 Konsep Bentukan Massa

Bentukan Massa bangunan Hamdan Sport Center, terinspirasi dari

bentukan persegi, yang kemudian pada depan bangunan diberi bentuk

lengkung, yang member kesan, menyambung pengunjung atau pengguna

bangunan, kemudian pada bagian belakang membentuk letter U, untuk

menciptakan ruang terbuka didalam bangunan dan memberikan tambahan

(126)

Gambar VII.45. Konsep Bentukan Massa Bangunan

VII.6.4 Konsep Sistem Struktur

Pada Hamdan Sport Center ini digunakan struktur bentang lebar.

Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan

penggunaan ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin.

Bangunan bentang lebar secara umum terdiri dari 2 yaitu bentang lebar

sederhana dan bentang lebar kompleks. Bentang lebar sederhana

berarti bahwa konstruksi bentang lebar yang ada dipergunakan

langsung pada bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak dilakukan

(127)

merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan modifikasi

dari bentuk dasar, bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap

beberapa sistem struktur bentang lebar.

Guna dan fungsi bangunan bentang lebar dipergunakan untuk

kegiatan-kegiatan yang membutuhkan ruang bebas kolom yang cukup

besar, seperti untuk kegiatan olah raga berupa gedung stadion,

pertunjukan berupa gedung pertunjukan, audiotorium dan kegiatan

pameran atau gedung exhibition.

Struktur bentang lebar, memiliki tingkat kerumitan yang berbeda satu

dengan lainnya. Kerumitan yang timbul dipengaruhi oleh gaya yang

terjadi pada struktur tersebut.

Ada banyak sistem struktur yang dapat digunakan pada bangunan

bentang lebar, dan pada bangunan Hamdan Sport Center ini digunakan

struktur sistem grid shell.

(128)

Sistem Grid Shell

Gambar VII.47. Sistem Grid Shell

Pada struktur grid, selama baloknya benar-benar identik, beban akan

sama di sepanjang sisi kedua balok. Setiap balok akan memikul

setengah dari beban total dan meneruskan ke tumpuan. Apabila

balok-balok tersebut tidak identik maka bagian terbesar dari beban akan

dipikul oleh balok yang lebih kaku. Apabila balok mempunyai panjang

yang tidak sama, maka balok yang lebih pendek akan menerima bagian

beban yang lebih besar dibandingkan dengan beban yang diterima oleh

balok yang lebih panjang. Hal ini karena balok yang lebih pendek akan

lebih kaku. Kedua balok tersebut akan mengalami defleksi yang sama

di titik pertemuannya karena keduanya dihubungkan pada titik

tersebut. Agar defleksi kedua balok itu sama, maka diperlukan gaya

lebih besar pada balok yang lebih pendek. Dengan demikian, balok

yang lebih pendek akan memikul bagian beban yang lebih besar. Besar

relatif dari beban yang dipikul pada struktur grid saling tegak lurus,

(129)

tersebut. Pada grid yang lebih kompleks, baik aksi dua arah maupun

torsi dapat terjadi. Semua elemen berpartisipasi dalam memikul beban

dengan memberikan kombinasi kekuatan lentur dan kekuatan torsi.

Defleksi yang terjadi pada struktur grid yang terhubung kaku akan

lebih kecil dibandingkan dengan defleksi pada struktur grid terhubung

sederhana.

(130)
(131)

BAB VIII

HASIL PERANCANGAN HAMDAN SPORT CENTER

1. Site Plan

2. Ground Plan

3. Denah

4. Tampak

(132)
(133)
(134)
(135)
(136)
(137)
(138)
(139)
(140)
(141)
(142)
(143)
(144)

BAB IX

KESIMPULAN

IX. 1. Kawasan Terpadu Hamdan

1. Entrance utama pada Jl. Multatuli dan akses keluar pada Jl. Multatuli dan Jl.

Juanda.

2. Tipe sirkulasi Kawasan Terpadu Hamdan adalah radial dan RTH sebagai

pusatnya.

3. Fasilitas yang terdapat pada Kawasan Terpadu Hamdan selain fungsi adalah

playground, taman, pasar kuliner, plaza, taman komunitas, amphiteater, sport

ground, dan permainan air.

4. RTH menjadi central kawasan dan sebagai pedoman orientasi bangunan

5. Plaza dimaksudkan untuk memenuhi peraturan dan UU, sebagai ruang

komunal , pelestarian sungai dan sebagai salah satu daya tarik dari kawasan

ini.

6. Jembatan dimanfaatkan untuk sirkulasi pejalan kaki dimaksudkan untuk

menghubungkan fungsi plaza dan pasar kuliner serta menjadi daya tarik

wisata.

7. Taman Komunitas untuk fasilitas ruang komunal yang disediakan kawasan ini

sebagai apresiasi terhadap komunitas yang dihasilkan dari fungsi gedung

seni-budaya dan gedung olahraga.

8. Pasar kuliner sebagai wadah untuk warga yang berdagang kaki lima dan akan

(145)

9. Lansekap pada tapak Kawasan Terpadu Hamdan menggunakan

elemen-elemen alam seperti air, batu alam, pasir, rumput, kayu, tile eksterior dan

pepohonan.

10.Warna lansekap tapak menggunakan warna-warna alam seperti hijau, coklat,

hitam, cream, dll.

IX.2. Hamdan Sport Center

1. Orientasi Bangunan Hamdan Sport Center mengarah kepada RTH yang

merupakan central kawasan dan juga bagian dari entrance kawasan.

2. Sirkulasi dalam bangunan Hamdan Sport Center menggunakan sirkulasi

single loaded dari bagian depan ke arah belakang bangunan.

3. Hamdan Sport Center menggunakan Arsitektur Kontempor dengan permainan

bentuk facade agar tidak monoton seperti bangunan olahraga pada umumnya.

4. Semua sisi bangunan didesain seperti wajah utama bangunan dengan bentuk

facade yang berbeda namun menerapkan pola yang seirama seperti persegi

dan garis lengkung .

5. Sistem penghawaan alami diterapkan pada ruang fasilitas olahraga dan

fasilitas public dari ventilasi dan jendela . Dan sistem penghawaan buatan

dengan menggunakan AC pada ruang pengelola.

6. Sistem struktur rangka atap menggunakan sistem Grid Shell karena

(146)

Gambar

Gambar III.3. Peta Lokasi China Town di Singapura
Gambar III.7.
Gambar III.8.
Gambar III.9.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan yang diharapkan dengan menata plaza dan pusat kuliner di Kawasan Simpang Lima Semarang adalah menyediakan fasilitas pendukung pada Lapangan Pancasila dan

Sport Center merupakan bangunan yang mewadahi berbagai fasilitas olahraga di dalam ruangan, baik tertutup maupun terbuka untuk menunjang suatu kebutuhan masyarakat

Adapun implementasi konsep konservasi pada Kawasan Pertanian Terpadu di Desa Pematang Tujuh yaitu dengan menyediakan fasilitas pengolahan limbah dari pertanian maupun

 Lokasi yang menjadi lingkup pembahasan dalam Perancangan Arsitektur VI. ini adalah Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara

Debora Sianturi 110406134 |Universitas Sumatera Utara xviii

Leisure Center karena dianggap sebagai perbandingan yang paling.. mendekati fasilitas Sport Leisure Center, untuk

Adapun implementasi konsep konservasi pada Kawasan Pertanian Terpadu di Desa Pematang Tujuh yaitu dengan menyediakan fasilitas pengolahan limbah dari pertanian maupun

Oleh karena itu diperlukan perencanaan dan perancangan sebuah fasilitas olahraga yang berupa Gedung Olahraga dan Wisma Atlet di kawasan sport center Kabupaten Merangin dengan