LAMPIRAN
Sistem Air Limbah Atau Air Kotor
Sistem Elektrikal 9) Suasana
Interior
DAFTAR PUSTAKA
D.K. Ching, Francis. 2008. Arsitektur Bentuk, Ruang, dan Tatanan. Edisi ke-3. Jakarta :
Erlanggga.
Hill, McGraw. 1987. Time Saver. Edisi 2. Singapore : Singapore International Printers
Ltd.
Neufer, Ernst. 1992. Data Arsitek. Edisi ke-2. Jilid 1. Cetakan ke-5. Jakarta : Erlangga.
Neufer, Ernst. 1996. Data Arsitek. Edisi ke-33. Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Neufer, Ernst. 2002. Data Arsitek. Edisi ke-33. Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Poerbo. M.Arch, Ir. Hartono. 2007.Utilitas Bangunan. Jakarta Selatan: Djambatan
RUTRK Kota Medan
Urban Regeneration Teori-Teori, 22 Mei 2015,
Urban Regeneration. 18 April 2015.
Undang-undang: UU no 3/2005 mengenai sistem keolahragaan nasional.
YayasanLPMB.1994.Standart.Tata Cara Penerapan Teknik Bangunan
Olahraga.pdf.Bandung
KantorMenteriNegara Pemuda danOlahraga(1991),Tata CaraTeknik BangunanGedung
Olahraga.
Makowskii,Z.S. (1964),konstruksiRuang Baja.Bandung : Penerbit ITB
John,GeraintdanHeard, Helen (1981), HandbookofSports and Recreational
BuildingDesign, London : Architectural Press.
Hendrayaoti, Iwan., 2010.“Universitas Muhammdiyah Surakarta Sport Center”, TugasAkhir UMS
Schirmbeck,Egon, 1988.“Gagasan,bentuk dan arsitektur,Prinsip-prinsip Perancangan
dalam Arsitektur Kontemporer”Bandung: Intermatra
Website:
http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2012/09/08/student-task-landscape-management-practical-course/
https://id.wikipedia.org/
www.reading.ac.uk/PeBBu/state_of_art/actions.htm
http://d3tos1.blogspot.com/2012/01/teori-teori.html
http://eprints.undip.ac.id/44087/5/5.ENDI_BURHAN_21020112150020_BAB_IV.pdf
BAB III
DESKRIPSI PERANCANGAN KAWASAN
III.1. Judul
Judul dari perancangan adalah “Kawasan Terpadu Hamdan, Medan
Maimun - Sumatera Utara” yang merupakan kawasan terpadu multifungsi yang
berada di kawasan CBD sebagai wujud dari revitalisasi permukiman kumuh
Hamdan.
Sesuai dengan UU No. 4/1992 pasal 27, lingkup penanganan lingkungan
permukiman kumuh mencakup hal-hal sebagi berikut:
1. Perbaikan dan pemugaran
Secara konseptual, implementasi prinsip perbaikan dan pemugaran
meliputi :
Revitalisasi adalah upaya menghidupkan kembali suatu kawasan mati, yang pada masa silam pernah hidup, atau mengendalikan dan mengembangkan
kawasan untuk menemukan kembali potensi yang dimiliki oleh sebuah kota,
Rehabilitasi merupakan upaya mengembalikan kondisi komponen fisik lingkungan permukiman yang mengalami degradasi,
Renovasi adalah melakukan perubahan sebagian atau beberapa bagian dari komponen pembentukan lingkungan permukiman,
Rekontruksi merupakan upaya mengembalikan suatu lingkungan permukiman sedakat mungkin dari asalnya yang diketahui, dengan menggunakan
Preservasi merupakan upaya mempertahankan suatu lingkungan pemukiman dari penurunan kualitas atau kerusakan. Penanganan ini bertujuan untuk
memelihara komponen yang berfungsi baik dan mencegah dari proses
penyusutan dini (kerusakan), misalnya dengan menggunakan instrument: ijin
mendirikan bangunan (IMB). Ketentuan atau pengaturan tentang: Koefisien
Lantai Bangunan, Koefisien Dasar Bangunan, Garis Sempadan Bangunan,
Garis Sempadan Jalan dan Garis Sempadan Sungai .
2. Peremajaan
Peremajaan adalah upaya pembongkaran sebagian atau keseluruhan
lingkungan perumahan dan pemukiman dan kemudian di tempat yang sama
dibangun prasarana dan sarana lingkungan perumahan dan pemukiman baru yang
lebih layak dan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. Tujuan utama dari
kegiatan ini adalah untuk meningkatkan nilai pemanfaatan lahan yang optimal
sesuai dengan potensi lahannya.
3. Pengolahan dan pemeliharaan berkelanjutan
Pengolahan dan pemeliharaan berkelanjutan adalah upaya-upaya untuk
mencengah, mengendalikan atau mengurangi dampak negatif yang timbul, serta
III.2. Tema
III.2.1.Defenisi
Tema yang diangkat dalam “Perancangan Kawasan Terpadu Hamdan”,
Medan Maimun - Sumatera Utara ini adalah Urban Regeneration. Urban
Regeneration adalah arsitektur yang mengubah pola tingkah laku masyarakat dari
segi sosial, ekonomi, fisik dan lingkungan menjadi masyarakat dengan pola
kehidupan yang lebih baik tanpa mengubah karakteristik masyarakatnya.
III.2.2.Interprestasi Tema
Tiga syarat kawasan urbanregeneration, yaitu:
1. Urban centre yaitu memiliki jaringan transportasi yang kuat, terdapat CBD
dengan tata guna lahan yang padat dan harga lahan tinggi.
2. Informal settlement yaitu tingkat kemiskinan yang tinggi, lingkungan
kumuh dan tidak sehat, rendahnya kualitas hidup, tingkat kriminalitas yang
tinggi.
3. Exclusionareas yaitu kurangnya fasiitas lingkungan.
Spesifikasi tema urban regeneration adalah sebagai berikut
1. Desain untuk ruang publik yang inklusif dan aman dalam segala bentuk
darigrand intim
2. Tentukan ruang terbuka hijau dalam rencana pembangunan
3. Membuat rute pejalan kaki hijau yang komprehensif di sekitar dan / atau di
4. Berikan prioritas untuk kebutuhan pejalan kaki dan pengendara sepeda dalam
pengembangan dan jalan pada tapak
5. Menyediakan layanan bus
6. Tentukan maksimum jarak berjalan kaki ke halte bus dan angkutan umum
lainnya
7. Menyediakan fasilitas tempat penyimpanan sepeda yang tersusun dengan baik
8. Menetapkan standar maksimum tempat parkir satu mobil per hunian bagi
semua pembangunan pemukiman baru perkotaan
9. Memberlakukan pembatasan ketat atas penggunaan mobil pribadi, seperti
biaya parker
10.Membangun dan mengembangkan potensi keterampilan di daerah tersebut
11.Memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat lokal
12.Memprioritaskan masyarakat lokal ketika melakukan perbaikan lingkungan
lokal dan mengembangkan fasilitas masyarakat
13.Menyediakan bangunan sekolah, untuk mengakomodasi peningkatan jumlah
murid pada masa depan dengan fasilitas berkualitas tinggi
III.3. Studi Banding
III.3.1.Studi Banding Perancangan Sejenis
1. Renovasi Kampung Stren Kali Surabaya
Gambar III.1. Peta Lokasi Kampung Stren
Dalam merenovasi Kampung Stren konsep yang diterapkan adalah prinsip
Kampung Jogo Kali. Artinya adalah menjaga kebersihan sungai, menjaga
lingkungan kampong yang sehat dan tidak mencemari sungai, menghadapkan
Gambar III.2. Contoh Desain Kampung Stren
2. Revitalisasi China Town Sebagai Kawasan Bersejarah Etnis Tionghoa
di Singapura
Kota tua kawasan bersejarah ini memiliki potensi yang besar
dikembangkan dengan memanfaatkan kembali bangunan-bangunan yang sudah
ada (adaptive re-use) sesuai fungsi lama atau bahkan fungsi yang sama sekali
baru.
Kekayaan arsitektural pada masa lampau adalah nilai lebih dan potensi
yang besar. Maka dalam hal ini harus dipertahankan atau dibangun kembali
seperti aslinya (restorasi).
Skenario pariwisata yang ditawarkan China Town adalah
Menjadi distrik tersebut sebagai lokasi pusat-pusat budaya dan kesenian
Adanya jalan-jalan yang bertema
Gambar III.4. Kondisi China Town Dari Waktu Ke Waktu
III.3.2.Studi Banding Tema Sejenis
1. New East Manchester
Gambar III.5. Peta Lokasi New East Manchester
New East Manchester berada di tepi Manchester City Centre ke batas
timur kota atau East Manchester dengan luas lahan lebih dari 1900 ha.
Upaya yang dilakukan untuk meregenerasi kawasan ini adalah sebagai
berikut
Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan program social dan ekonomi seperti New Deal untuk komunitas tunggal, zona pendidikan, zona
kesehatan, zona olahraga, Kelurahan Ancoats, pembaharuan dana dalam
pemasaran rumah
Fokus utama pendanaan public secara efektif - £ 150 m per tahun
Gambar III.6. Kondisi New East Manchester setelah dan sebelum diregenerasi
III.4. Data
III.4.1.Lokasi Perancangan
1. Data Kawasan
Letak geografis daerah adalah sebagai berikut :
Lokasi : Kecamatan Medan Maimun Kota Medan
Nama Kawasan : Kawasan Pemukiman Kumuh Kampung Hamdan
Tipe Kawasan : Kawasan Permukiman Kumuh
Luas Kawasan : 58.665 m2
Luas Wilayah : 265,1 km2
Letak Geografis : 3o 30‟ - 3o 43‟LU dan 98o 35‟- 98o 44‟ BT
Batas Wilayah :
a. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang.
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang.
Iklim : Suhu udara berkisar antara 25º - 33ºC dengan
kelembaban sekitar 60 - 95 % dan kecepatan angin antara 10 km/jam
Gambar III.7. Lokasi Kawasan
2. Lokasi Site
Lokasi : Kecamatan Medan Maimun Kota Medan
Luas Area : ± 5,87 Ha
Kasus Perancangan : Kawasan Pemukiman Kumuh Kampung Hamdan
Status Perancangan : Not Real
Kontur Lahan : Berkontur
Gambar III.8. Peta Site
3. Ketentuan Site
GSB (Garis Sempadan Bangunan) GSB untuk Jl. Ir. Juanda : 15 m
GSB untuk Jl. Samanhudi : 15 m
GSB untuk Jl. Multatuli : 10 m
GSB untuk Sungai Deli : 15 m
KDB (Koefisien Dasar Bangunan) KDB = 60% x 5,87 ha
= 4,322 ha
KLB (Koefisien Lantai Bangunan) KLB = 4,5 x 5,87 ha
KDH = 25% x 5,87 ha
= 1,47 ha
4. Kriteria Lokasi
Untuk menentukan lokasi perancangan perlunya mempertimbangkan
kriteria-kriteria pada site yang dipilih. Kriteria-kriteria tersebut diantaranya :
Tabel 1. Kriteria Pemilihan Lokasi Perancangan
NO. KRITERIA LOKASI
2. Pencapaian Dapat diakses dari jalan primer pada
kawasan ini yaitu, Jalan Ir. H. Juanda,
Jalan Samanhudi, dan Jalan Multatuli.
3. Area pelayanan Lingkungan sekitar merupakan fungsi yang
dapat saling mendukung dengan bangunan
yang direncanakan seperti fungsi
perbelanjaan dan bangunan publik lainnya
atau disekitar permukiman yang belum ada
fasilitas hiburannya.
4. Peraturan Tanah milik kesultanan.
Nilai lahan cukup tinggi untuk daerah
komersial.
Untuk pengembangan kawasan
permukiman, pusat pendidikan,
perdagangan, dan rekreasi indoor.
KDB Bangunan 60%
5. Topografi
Site ini memiliki kontur terutama area yang dekat dengan sungai dan
perbedaan setiap konturnya adalah 1 meter.
Gambar III.9. Peta Kontur Site
III.4.2.Isu
Lingkungan Padat
Kondisi perumahan yang sangat padat dengan jarak hanya 1-2 meter dapat
kawasan ini, pemadam kebakaran sangat sulit mengakses bagian dalam kawasan,
sehingga mengakibatkan sangat cepat penyebaran api karena jarak rumah yang
sangat rapat dan material rumah yang mudah terbakar.
Lingkungan Kumuh
Kondisi lingkungan kawasan ini sangat mengenaskan. Kondisi bangunan
yang berbatasan dengan jalan memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan
dengan kondisi perumahan yang berbatasan langsung dengan sungai. Kondisi
rumah yang berbatasan langsung dengan sungai hanya berdindingkan triplek,
kolom kayu dan atap seng dengan konstruksi yang tidak kokoh sehingga
sewaktu-waktu rumah ini dapat roboh. Dan jika terjadi hal ini akan membahayakan dan
merugikan pemilik rumah.
Gambar III.10. Foto Kondisi Lingkungan Site
Lingkungan yang Tidak Sehat
Lingkungan sampah yang berserakan disekitar rumah, kondisi parit yang
ini masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari dan banyak anak-anak bermain.
Serta ada juga rumah yang sampahnya bukan hanya diluar rumah tetapi didalam
rumah juga banyak berserakan sampah.
III.5. Analisa
III.5.1. Analisa Undang-Undang
Gambar III.11. Analisa Undang-Undang
Bangunan pada site banyak yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada.
Banyak pelanggaran yang terjadi seperti pelanggaran GSB antar bangunan yang
terlalu rapat, pelanggaran GSB sungai, dan tidak ada ruang terbuka hijau. Hal ini
jalur evakuasi kebakaran yang tidak sesuai, dan menyebabkan lamanya evakuasi
jika terjadi bencana.
Sehingga direkomondasinya : GSB digunakan untuk ruang terbuka hijau,
memberikan jarak antar bangunan untuk mengevakuasi, dan fungsi dapat diakses
dari segala arah.
III.5.2. Analisa Sosial Budaya
Hubungan sosial masyarakat pada kawasan ini sangat erat, ini merupakan
suatu perilaku yang positif dan potensi kawasan. Ini dapat dilihat dari interaksi
yang sering terjadi, banyak kegiaan yang dilakukan bersama.
Gambar III.12. Perilaku Positif
Perilaku atau kebiasaan masyarakat yang negatif adalah warga berdagang
makanan di sembarang tempat, sungai sebagai tempat pembuangan sampah, dan
sungai digunakan sebagai MKCK. Hal ini menyebabkan rusaknya kelestarian
Gambar III.13. Perilaku Negatif
Gambar III.14. Analisa View
Masalah yang terjadi pada view adalah view yang tidak bagus. Terutama
pada arah utara, site dibelakangi oleh deretan ruko multatuli.
Potensi view yang ada pada kawasan hamdan ini adalah dibagian barat
terdapat sungai dan selatan terdapat JL.Samanhudi dan Jl.Juanda.
Rekomondasi dari sudut pandang view adalah membuat tanaman buffer
pada view yang tidak bagus dan jalur pedestrian di samping jalur hijau sehingga
III.5.4. Analisa Sirkulasi
1. Analisa Sirkulasi Pejalan Kaki
Gambar III.15. Analisa Sirkulasi Pejalan Kaki
Pedestrian yang terlalu sempit dan dengan kondisi yang buruk. Karena
kondisi seperti ini sebaiknya pedestrian didesain kembali dengan memenuhi
persyaratan dan kenyamanan.
2. Analisa Sirkulasi Kendaraan
Parkir sembarangan dan jalan terlalu sempit penyebab kemacetan pada
JL.Multatuli dan Jl.Samahudi. Untuk mengatasi hal ini contoh tindakan yang
dapat dilakukan adalah dengan melebarkan Jl. Multatuli yang lahannya diambil
Rekomondasi perletakan entrance sebaiknya diletakan pada Jl.Multatuli
atau Jl Juanda. Hal ini dikarenakan Jl.Multatuli yang memiliki intensitas
kendaraan yang melaluinya paling sedikit dari pada Jl.Juanda dan Jl.Samanhudi
serta untuk menghindari kemacetan. Sedangkan Jl Juanda merupakan jalan arteri
primer Kota Medan. Jl.Samanhudi tidak direkomondasikan sebagai entrance
utama karena Jl.Samanhudin yang memalui site tidak panjang dan diantara 2
simpang yang berdekatan sehingga dapat memicu kemacetan serta memiliki
intensitas kendaraan yang lebih tinggi dari pada Jl.Multatuli.
Gambar III.16. Analisa Sirkulasi Kendaraan
Untuk memudahkan sirkulasi dalamsite disarankan diadakannya
Sirkulasi yang direkomondasian adalah menggunakan sirkulasi radial
dengan pusat RTH. Dengan bentuk site seperti ini, menggunakan sirkulasi yang
radial akan memudahkan dalam pencapaian setiap fungsi.
III.5.5. Analisa Kebisingan
Gambar III.17. Analisa Kebisingan
Area yang tingkat kebisingannya paling tinggi adalah area yang berbatasan
langsung dengan jalan. Sedangkan area yang tingkat kebisingannya rendah adalah
area yang dekat dengan sungai.
Berdasarkan hal tersebut sebaiknya fungsi yang bersifat publik diletakan
didaerah yang tingkat kebisingan sedang dan tinggi dan fungsi yang bersifat
private diletakan di daerah yang tingkat kebisingan rendah. Untuk meredam
III.6. KONSEP
III.6.1. Zoning
Fungsi public (sekolah, pasar, gedung seni budaya dan gedung olahraga)
diletakan dibagian site yang berbatasan langsung dengan jalan. Hal ini
dimaksudkan agar memudahkan akses ke fungsi yang bersifat publik. Fungsi yang
bersifat private (rusunawa) diletakan dibagian site yang berbatasan dengan sungai
karena untuk memprivatkan fungsi tersebut.
Gambar III.19. Zoning fungsi
III.6.2. Matriks dan Flowchart
Matriks menunjukan kedekatan dan hubungan antar ruang dan flowhart
III.6.3. Konsep
1. Konsep Sirkulasi
Konsep Sirkulasi Pejalan Kaki
Konsep sirkulasi pejalan kaki dari Kawasan Terpadu Hamdan adalah
pejalan kaki dapat mengakses setiap fungsi dan setiap sudut kawasan. Setiap
fungsi dihubungan dengan sirkulasi pejalan kaki. Entrance utama pejalan kaki
terletak di Jl.Multatuli. Hal ini dikarenakan intensitas pejalan kaki lebih banyak
dari pada Jl. Juanda dan Jl. Samanhudi serta intensitas kendaraan pada Jl.Multatuli
yang lebih sedikit.
Konsep Sirkulasi Kendaraan
Konsep sirkulasi kendaraan dari Kawasan Terpadu Hamdan adalah radial.
Hal ini dikarenakan bentuk site yang tidak berarturan sehingga akan memudahkan
pencapaian setiap fungsi.
Gambar III.22. Konsep Sirkulasi Kendaraan
2. Konsep Penataan Kawasan
Penataan posisi fungsi pada site dengan mempertimbangkan akses fungsi
dan sifat fungsi itu sendiri.
Fungsi sekolah diletakan dekat pintu utama dimaksudkan untuk
memudahkan pencapaian dan tidak mengganggu aktivitas dalam site. Area parkir
sekolah berada di dalam site agar tidak menyebabkan kemacatan pada Jl.
Fungsi pasar diletakan di barat laut site dimaksudkan agar lebih mudah
dalam pencapaian dan tidak mengganggu aktivitas dalam site. Area parkir pasar
diletakan sekat dengan akses kendaraan dala site sehingga akses keluar lebih
mudah.
Area RTH sebagai central kawasan dan pedoman orientasi bangunan dan
penghubung fungsi-fungsi dalam kawasan serta untuk menciptakan jalur sirkulasi
yang jelas.
Fungsi gedung seni budaya diletakan di depan simpang Jl.Juandda agar
mudah terlihat dari tiga jalan sehingga menjadi icon kawasan dan memudahkan
akses dari gedung olahraga ke taman komunitas serta plaza.
Area parkir umum diletakan pada entrance utama untuk memudahkan
akses parkir dari entrance utana dan parkiran mudah diakses dari gedung seni
budaya dan gedung olahraga.
Fungsi rusunawa diletakan agak kedalam site dimaksudkan untuk
menghindari kebisingan dari jalan, memberikan privasi dan memudahkan akses ke
semua sudut site.
Area parkir rusunawa diletakan dekat dengan rusunawa dan entrance pintu
2 dimaksukan agar memudahkan akses keluar rusunawa dan akses dari rusunawa
ke parkiran.
GSB sungai dimanfaatkan sebagai pasar kuliner dan plaza untuk pedagang
kaki lima dan dapat menjadi karakter kawasan ini.
Fungsi gedung olahraga diletakkan dekat dengan rusunawa untuk
Gambar III.23. Konsep Penataan Kawasan
3. Konsep Bentukan Massa
Konsep bentukan massa bangunan olahraga yang berbentuk hurup “U”
dimaksudkan untuk menanggapi lapangan dalam gedung dan untuk menanggapi
Konsep bentukan massa gedung seni budaya yang diharapkan menjadi
icon kawasan. Bentuk lengkuung pada gedung seni budayauntuk menanggapi
simpang Jl.Juanda. Massa diusahakan membuka lebar pada sungai, hal ini
dimaksudkan agar view dapat maksimal ke arah sungai.
Bentuk massa sekolah dibuat memanjang dengan tujuan untuk
memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam ruang kelas sehingga lebih hemat
energi. Bangunan sekolah juga dibuat terpisah untuk memaksimalkan sirkulasi
udara yang masuk ke dalam ruangan.
Konsep bentukan massa pasar mengadopsi konsep solid vs void dimana
solid merupakan badan bangunan sedangkan void sebagai paru-paru bangunan
yang berperan sebagai vokal sirkulasi udara dan pencahayaan.
Konsep bentukan massa rusunawa yang direncanakan per unitnya
memiliki modul 6 x 6 meter berdasarkan hal tersebut massa bangunan
direncanakan pelantainay 14 unit dengan susunan double loaded. Perletakan yang
monoton tidak memunculkan vista yang bagus pada site ini. Sehingga perletakan
massa yang maju dan mundur menciptakan vista yang menarik dari berbagai sudut
penglihatan, serta memungkinkan angin masuk ke setiap hunian
4. Konsep Ketinggian Bangunan
Rusunawa memiliki ketinggian 6 lantai dikarenakan untuk memenuhi
jumlah kebutuhan unit rusunawa. Fungsi lainnya hanya memiliki ketinggian 3-4
lantai sesuai kebutuhan agar terciptanya skyline yang menarik.
BAB IV
HASIL PERANCANGAN KAWASAN TERPADU HAMDAN
1. Master Plan
2. Bird eye viewmaster plan
3. Suasana plaza
BAB V
PENGANTAR FUNGSI
Revitalisasi kawasan Kampung Hamdan merupakan salah satu kawasan
yang termasuk dalam program revitalisasi permukiman kumuh di sepanjang
pinggir Sungai Deli Sungai Babura (anak Sungai Deli). Kawasan ini akan
direvitalisasi menjadi kawasan terpadu. Kawasan terpadu adalah kawasan yang
memiliki beberapa fungsi di satu kawasan itu sendiri. Kawasan terpadu ini
dimaksudkan menjadi sebuah kawasan yang mandiri. Dari kata-kata tersebutlah
penamaan Kawasan Terpadu Hamdan berasal.
Dalam Kawasan Terpadu Hamdan ini pemerintah telah memutuskan
fungsi yang ada dalam kawasan yaitu, rusunawa, sekolah, pasar, pusat olahraga,
dan pusat seni budaya. Fungsi-fungsi ini dimaksukan untuk memecahkan masalah
yang ada dalam kawasan tersebut.
Salah satu program revitalisasi adalah pembangunan Hamdan Sport Center
BAB VI
HAMDAN SPORT CENTER
VI.1. Rumusan Masalah
Dalam perancangan sport center ini, terdapat beberapa masalah yang
dihadapi, diantaranya adalah :
Merancang Sport Center untuk masyarakat, dengan tingkat ekonomi menengah keatas, selain Fungsional juga mengutamakan pengalaman ruang,
dan suasana ruang yang bagus bagi pengunjung.
Merancang Fasilitas yang sesuai dengan syarat-syarat teknis fungsi masing-masing, agar perancangan bangunan lebih efektif, terintegrasi dan juga efisien.
Penerapan tema Arsitektur Kontemporer, kedalam desain sehingga tema dapat mendukung fungsi masing-masing fasilitas.
Pemisahan Zona antara Olahraga, yang membutuhkan ruang yang tenang, dengan Olahraga yang menimbulkan kebisingan, dan antara fasilitas
penunjang dengan fasilitas utama.
VI.2. Maksud dan Tujuan
Memberikan wadah dan fasilitas untuk kegiatan olahraga kepada masyarakat yang tinggal dikawasan Kel.Hamdan dan sekitarnya.
Memberikan lapangan pekerjaan baru dan juga sumber pendapatan daerah dengan biaya yang dikenakan untuk setiap fasilitas Olahraga.
VI.3. Metode
VI.3.1. Pendekatan Masalah
Adapun pendekatan perancangan yang dapat dilakukan untuk pemecahan
masalah perancangansport center ini adalah :
Pemilihan lokasi, lokasi yang dipilih adalah di tengah site dan berada di tepi sungai tepatnya di sebelah timur Kawasan Terpadu Hamdan.
Studi banding dengan melakukan pendekatan permasalahan dan kasus yang memiliki kesamaan dalam perancangan sejenis maupun tema dalam judul
perancangan ini yang diambil dari berbagai sumber seperti buku, internet,
media cetak dan lainnya dan sumber-sumber yang dianggap penting.
Survey lapangan, survey langsung ke lokasi dilakukan untuk mendapatkan data-data yang akurat dari data-data yang didapat di lokasi tersebut.
VI.3.2. Asumsi
Adapun asumsi pada perancangan sport center ini yaitu:
Perencanaan Pembangunan Sport Center ini merupakan usulan pemerintah
Penduduk yang berempat tinggal pada site tersebut di alokasikan ke rusunawa
Dana dalam pembangunan Sport Center ini tidak terbatas
Gedung akan dikelola oleh Pemerintah.
VI.3.3. Lingkup dan Batasan Perancangan
Lingkup dan batasan digunakan dalam menentukan sejauh mana kajian
yang akan dilakukan. Lingkup dan batasan dalam perancangan sport center ini
adalah :
Perancangan yang dimaksudkan merubah permukiman kumuh Kampung Hamdan menjadi sebuah kawasan yang sehat dan nyaman
Merancangan Sport Center yang layak dan sehat di Kawasan Terpadu Hamdan
Menyediakan jalur sirkulasi atau akses yang jelas dan mudah
Menyediakan fasilitas utilitas yang memenuhi persyaratan
BAB VII
DESKRIPSI HAMDAN SPORT CENTER
VII.1. Judul
Judul dari perancangan adalah “Hamdan Sport Center”. Defenisi untuk
judul perancangan ini dikumpulkan dari beberapa teori dari beberapa pengemuka
tentang Sport Center.
Sport = Olahraga
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Olahraga adalah gerak badan untuk
menguatkan dan menyehatkan tubuh. Olahraga yang dilakukan oleh masyarakat
dengan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dngan
kondisi dan nilai budaya masyarakat.
Center = Pusat atau Inti
Defenisi Sport Center menurut beberapa pakar adalah Pusat Olahraga : merupakan
suatu bentuk pengembangan fasilitas olahraga yang dibuat dengan lebih dari satu
fasilitas olahraga yang diadakan untuk memberi dampak pelayanan yang lebih
besar bagi komunitas disekitarnya.
Dari pengertian diatas penulis mengartikan Sport Center adalah sebuah sarana
yang mewadahi orang-orang yang memiliki minat yang sama terhadap suatu
kesehatan, kebugaran jasmani, dan hiburan untuk mendapatkan kegembiraan
dengan membayar administrasi.
VII.2. Tema
VII.2.1 Defenisi
Bangunan Hamdan Sport Center, menggunakan Arsitektur Kontemporer,
Kontemporer dapat diartikan sebagai suatu desain yang lebih maju, variatif,
flexible, dan inovatif, baik secara bentuk maupun tampilan, jenis material,
pengolahan material, bentuk asimetris maupun teknologi yang digunakan akan
menjadi tren pada tahun-tahun terakhir.
Karakteristik Arsitektur Kontemporer :
1. Desain menampilkan Gaya yang lebih baru
2. Menonjolkan bentuk unik, diluar kebiasaan, atraktif, dan sangat komplek
3. Desainnya berupa deretan yang berbentuk kubus yang diacak tak teratur.
4. Material yang bertekstur khas, seperti kayu, marmer, dll.
Arsitektur Kontemporer adalah karya arsitektur yang selalu mengalami
perubahan atau up to date, perubahan desain yang selalu berusaha menyesuaikan
dengan waktu dan eranya. Perubahan desain tersebut diiringi oleh perubahan
Gambar VII.1. Contoh desain yang menerapkan Arsitektur Kontemporer
VII.2.2 Interprestasi Tema
Dalam penerapan Arsitektur Kontemporer perlulah diketahui ciri dan
karakter arsitekturnya. Menurut Konemann, ciri-ciri Arsitektur Kontemporer,
yaitu:
Ekspresi bangunan bersifat subjektif
Kontras dengan lingungan sekitar
Bentuk simple namun berkesan kuat
Menurut Laporan Mata Kuliah Seminar Arsitektur mengenai Arsitektur
Kontemporer di Bali, ciri-ciri Arsitektur Kontemporer dibagi berdasarkan 3 faktor
Faktor Bahan:
Menggunakan bahan-bahan yang baru berkembang dan terkesan artificial (buatan atau hasil pabrikasi).
Faktor Warna
Dominasi satu warna
Menggunakan warna-warna monokromatik
Mencolok dari lingkungan sekitar Faktor Bentuk
Bermain dengan bentuk geometris
Bentuk simple, tegas dan dinamis
Cenderung mencolok dari lingkungan sekitar
Personal dan ekspresi yang subjektif
Cenderung tidak menggunakan ornament
Mengekspresikan teknologi
Teori elementer (ukuran kolom, balok, dinding, perbadingan panjaang dan lebar, dan lain-lain) tidak diperhitungkan lagi
Contoh penerapan tema :
Gambar VII.2. Rustic Kontemporer
Dengan konsep Kontemporer bangunan ini terlihat, menonjol dan unik pada
daerah sekelilingnya, tampilan fasad bangunan yang lebih banyak transparan
atau menggunakan kaca.
2. Modern Kontemporer
Dari gambar dapat dilihat bahwa bangunan ini memiliki cirri Kontemporer
dari bentuk fasad, dan material yang digunakan sebagai bahan bangunan yang
digunakan. Dinding bagian samping bangunan dibuat berbeda dari dinding
lainnya, bentuk balkon yang dibuat keluar, material kaca yang mendominasi
dan warna putih sebagai warna dasar bangunan.
VII.3. Studi Banding
VII.3.1 Sun Bernardino Recreational Sports Departements
Gambar VII.4. Sun Bernardino Recreational Sports Departements
Tujuan Departemen Olahraga Rekreasi adalah untuk menyediakan suatu program
dan fasilitas olahraga yang beragam, menyenangkan dan aman, serta memenuhi
berbagai jenis kebutuhan di California State University San Bernardino (CSUSB),
dengan menciptakan sebuah lingkungan sosial yang sehat, untuk meningkatkan
Olahraga Rekreasi adalah untuk memenuhi kebutuhan akan fasilitas olahraga
dalam lingkungan universitas yang dikelola oleh Divisi Kemahasiswaan.
Departemen ini juga berusaha untuk mendorong seseorang dalam pembangunan
keahlian (profesional) melalui rekreasi terbuka, fitness center, acara-acara
intramural, program-program instruksi maupun olahraga air. Departemen ini
menawarkan kesempatan untuk meningkatkan kebugaran fisik, belajar
kemampuan baru,dan turut serta dalam kompetisi olahraga yang bersahabat,
memperluas pengetahuan dasar, dan untuk bersantai. Departemen ini menerima
semua mahasiswa CSUSB yang mau mendaftar, staff, pengajar, dan alumni tanpa
memperhatikan usia, jenis kelamin, pengalaman, dan kemampuan. Student
Recreation and Fitness Center merupakan salah satu fasilitas
olahraga yang ada di California State University San Bernardino dengan tujuan
memenuhi kebutuhan akan sebuah fasilitas untuk meningkatkan kesehatan dan
kebugaran mahasiswa, serta membangun hubungan sosial antar mahasiswa, staff,
pengajar, bahkan alumni. Sejak CSUSB yang merupakan sebuah kampus bagi
mahasiswa yang bekerja, mereka merasa penting sekali untuk membangkitkan
semangat kampus dengan fasilitas ini. Mahasiswa memenangkan proyek ini
dengan melakukan voting untuk menambah dana mereka dalam membiayai.
Sebuah studio serbaguna, gymnasium serbaguna, panjat dinding, dan sebuah pusat
kesehatan, sauna, ruang loker, kantor administrasi, penyewaan perlengkapan, dan
Gambar VII.5. Ruang Peralatan dan Loker
Fasilitas Olahraga lainnya ;
1. Olahraga Air
Gambar VII.6. Sarana Olahraga Air
2.Panjat Dinding
3.Olahraga Outdoor
Gambar VII.8. Olahraga Outdoor
4.Intramural (Kompetisi dalam klub)
Gambar VII.9. Intramural Sport
Dalam rangka untuk memaksimalkan fleksibilitas dan meminimalkan dampak
struktural, bangunan didesain dengan balok kayu yang dilapisi span glu dan
dengan sistem struktur deep span metal deck, mengurangi pengeluaran terbesar.
sirkulasi yang lama, tapi elegan dengan lantai blok dari kayu. Galeri ini
berhubungan langsung dengan berbagai fungsi bangunan, menyediakan sebuah
pemandangan sebaik bentuknya, berhubungan dengan semua area-area publik.
Galeri ini juga memudahkan staff untuk mengawasi area aktivitas (publik).
VII.3.2 Ego Sport Center, Spanyol
Bangunan ini diArsiteki oleh Ferrer Arquitectos, yang berlokasi di Almeria,
Gambar VII.10. Eksterior Ego Sport Center, Spanyol
Bangunan ini, memepertahankan fungsi Site sebelumnya sebagai tempat
Olahraga, dan mengembangkannya dengan menambah fasilitas olahraga lainnya.
Kolam renang Indoor dipertahankan, dan sisanya dihancurkan untuk
membuat jalan bagi fasilitas rekreasi baru yang mencakup peralatan Kardio,
Pencahayaan pada siang hari, bangunan memanfaatkan sinar matahari yang
dimasukkan kedalam ruangan melalui fasad bangunan dan bagian atap.
Gambar VII.12. Eksterior, Interior Ego Sport Center, Spanyol
Fasilitas sebelumnya menghabiskan banyak uang pada penggunaan energi,
sehingga Ferrer Arquitectos merancang pusat olahraga baru agar menjadi lebih
efisien dan memanfaatkan tenaga surya untuk pemanas air panas. Atap kolam
renang yang ada sekarang dirancang dengan panel panas matahari, yang
menyediakan 80% dari air panas yang dibutuhkan untuk kedua kolam renang
dan kamar mandi.
Bangunan memanfaatkan bagian atap bangunan, menjadi lapangan Olahraga
Outdoor.
Gambar VII.14. . Lapangan Olahraga Outdoor
Membuat fasilitas Gyms dengan desain meminimalkan biaya operasional,
sekaligus menciptakan ruang publik bagi masyarakat untuk menikmati dan
mempertahankan gaya hidup sehat.
Didalam bangunan terdapat ruang untuk Aerobic, Aeroyoga, dan Akrobat.
Gambar VII.16. Gmbar Fasilitas Aerobic, Aeroyoga, dan Akrobat.
Denah Lantai 1
Denah Lantai 2
Gambar VII.18. Denah lantai 2 Bangunan
Denah Lantai 3
Resume:
1 Bangunan akan dimanfaatkan secara efisen dengan banyak fasilitas olahraga.
2. Membuat fasilitas ruang untuk olahraga indoor seperti kolam renang, gym,
akrobat, lapangan badminton yang sebagian besar pencahayaan dari sinar
matahari.
3. Membuat fasilitas untuk olahraga outdoor seperti lapangan olahraga futsal dan
bola tenis dengan memanfaatkan bagian atap bangunan.
4. Menyediakan fasilitas pendukung fungsi bangunan seperti cafe, kantor
menejemen bangunan, dan are parkir.
5. Efesiensi dalam menggunakan energi listrik, dengan memanfaatkan sinar
VII.4. Data
VII.4.1 Lokasi Site
Gambar VII.20. Lokasi Site Hamdan Sport Center
Lokasi : Kawasan Terpadu Hamdan, Kel. Hamdan, Kec. Medan
Batasan :
Utara : Jalan Utama Kawasan dan Komplek Ruko Multatuli
Selatan : RTH Pusat Kawasan, Gedung Olahraga, Jalan Utama
Kawasan
Timur : Jalan Utama KAwasan, Plaza, dan Sungai Deli
Barat : Jalan Utama Kawasan, Pasar dan Sekolah
Kasus perancangan : Rusunawa
Status Perancangan : Not Real
Kontur Lahan : Tidak berkontur
Jenis Kawasan : Daerah pusat kota
Ketentuan Site
GSB (Garis Sempadan Bangunan) GSB utara site : 2 m
GSB untuk Sungai Deli : 15 m
Jarak minimal antar bangunan : 8 m
KDB (Koefisien Dasar Bangunan) KDB = 60% x 1.09 ha
= 6540 m2
KLB (Koefisien Lantai Bangunan) KLB = 4,5 x 5,87 ha
= 26,514 ha
KDH (Koefisien Daerah Hijau) KDH = 25% x 1.09 ha
= 2725 m2
Kriteria Pemilihan Lokasi
Untuk menentukan lokasi perancangan perlunya mempertimbangkan
kriteria-kriteria pada site yang dipilih. Kriteria-kriteria tersebut diantaranya :
Tabel 2. Kriterian Pemilihan lokasi Sport Center
dalamKawasan Terpadu Hamdan dari
segala segala arah lokasi sport center.
3. Area pelayanan Lingkungan sekitar merupakan fungsi yang
dapat saling mendukung dengan bangunan
yang direncanakan seperti fungsi
permukiman, fungsi pendidikan, fungsi
perbenlanjaan, fungsi wisata dan fungsi
publik lainnya.
4. Peraturan Tanah milik kesultanan.
Nilai lahan cukup tinggi untuk daerah
komersial.
Untuk pengembangan kawasan
permukiman, pusat pendidikan,
perdagangan, dan rekreasi indoor.
KDB Bangunan 60%
VII.4.2 Standar Fasilitas Olahrga
1. Lapangan Futsal
Gambar VII.22. Lapangan Futsal
Berikut referensi ukuran satu lapangan futsal:
Ukuran Umum: Panjang: 25 m - 45 m, Lebar: 15 m - 25 m
Jika lapangan yang di buat adalah ukuran 15 x 25 m maka luas lahan ideal yang
Di tambah area sirkulasi service/penonton keliling 1,5 m : 20 x 30 M
Di tambah area tritisan atap tampias air hujan keliling 1 m : 22 x 32 M
Di tambah area istirahat,WC, kantin 3 M ( Asumsi ke arah memanjang ) : 22 x
35 M
- Bahan Lapangan: lantai semen (paling murah), ubin, parkit kayu, rumput sintetis
(lebih mahal)
- Gawang, bola, kaos tim (sewa) dan peralatan untuk futsal lainnya
- Jaring :yang digunakan untuk pagar sekeliling lapangan
- Kawat baja : yang digunakan sebagai tiang pada jaring
- Spon/busa digunakan kalau lapangan dekat dengan tembok untuk mengindari
cedera pemain
- Tempat menunggu (jangan terlalu sempit, agar pengunjung merasa nyaman)
2. Lapangan Bulu Tangkis
Dalam membuat lapangan bulu tangkis / badminton yang baik harus sesuai
dengan standar internasional yang luasnya berbeda antara pertandingan partai
ganda dengan partai tunggal.
A. Partai Tunggal / Satu Pemain / 1 on 1
Panjang = 11,88 meter
Lebar = 5,18 meter
Luas = 61,5384 meter persegi
Tinggi Tiang Net = 1,55 meter
Tinggi Atas Net = 1,52 meter
Jarak Net Ke Garis Service = 1,98 meter
Jarak Garis Service ke Sisi Lapangan Luar = 3,96 meter
B. Partai Ganda / Dua Pemain / 2 on 2
Jarak Net Ke Garis Service = 1,98 meter
Spesifikasi Lapangan Bulu Tangkis
Faktor Koefisien Karakteristik Data
Dinding
Kanan : Tembok putih
Kiri : Tembok putih
Belakang : Tembok dan Kawat Jaring putih,hitam
Depan : Tembok putih
Langit-langit Metal/ Aluminium Silver
Lantai
Keramik Putih
Vinyl Hijau
Lampu Standart Magnetic
Ruangan
3. Ruang Tenis Meja
Gambar VII.24. Tenis Meja
Ruang Permaian
Permainan tenis meja merupakan pemain indoor(dalam ruangan). Agar permainan
berjalan dengan lancar harus mempertimbangkan luas ruang permainan. Ruang
permainan tenis meja harus berukuran minimal panjangnya 14 m dan lebarnya 7
m, warna cat dalam ruangan juga harus sama dan tidak boleh warna kombinasi.
Penerangan lampu harus cukup terang, cahaya lampu letaknya tidak boleh rendah
ataupun lebih tinggi, kira-kira 3 m di atas lantai.
Meja
Meja untuk permainan tenis meja berbentuk persegi panjang. Permukaan meja
Panjang meja 271 cm dan jika diukur sampai garis tepi panjangnya 274
cm.
Lebar meja 152,5 cm disebut juga dengan garis ujung (end lines).
Tinggi meja dari lantai 76 cm.
Tinggi net 15,25 cm
Selain Ruang tempat alat-alat, terdapat ruang : Locker, Ruang Ganti, dan
WC
5. Ruang Senam Aerobic
Asumsi untuk 20 orang pemakai1 orang membutuhkan 3,6 m²
Luasan = 20 x 3,6 m² = 72 m²
Sirkulasi 30% = 21,6 m²
Total = 93,6 m²
Biasanya hanya berupa ruang dengan dinding cermin dan berdekatan
6. Ruang Yoga
Berupa ruangyang lebih memperhatikan interior dengan sistem akustik,
tata udara dan pencahayaan khusus , untuk mendukung aktifitas di
dalamnya.
7. Ruang Karate
Ruangan bebas alat dengan sistem pengudaraan yang baik.
8. Senam Akrobatik
Senam Akrobatik adalah senam yang mengandalkan Akrobatuk dan
tumbling, sehingga latihannya banak mengandung salto dan putaran yang
harus mendarat ditempat-tempat yang sulit. Misalnya mendarat diatas
tangan atau bahu pasangannya, sehingga membutuhkan ruangan yang
panjang dan tinggi ruang minimal 4,5 Meter.
9. Area Jogging
Area untuk lari biasanya berada di ruang terbuka (outdoor) dan memiliki
lintasan nya tidak putus ( berkeliling)
10.Kolam Renang
Exercise Pool atau kolam renang untuk latihan.
Karena kolam untuk olahraga kompetisi biasanya bersifat tunggal dengan
lahan yang luas dan umumnya mahal, maka banyak dilakukan
penyederhanaan-penyederhaan bila kolam hanya akan dipakai untuk latihan renang atau
swimming-exercise. Dengan penyederhanaan ini, kolam tidak lagi bisa dipakai
diperlukan untuk gerakan menyelam ringan atau renang-statis (berenang berdiri).
Dapat pula orang yang belum menguasai teknik berenang memanfaatkan kolam
ini untuk sekedar latihan aerobik, misalnya senam ringan di dalam air, atau
berjalan di dalam air, atau belajar berenang.
Bagi yang sedang belajar berenang, biasanya baik kolam dangkal maupun
kolam dalam diperlukan. Yang dangkal untuk melatih gerakan berulang-ulang
sampai bisa, sedangkan yang dalam untuk melatih ketahanan dan berenang statis.
Bentangan kolam untuk yang sedang belajar berenang biasanya tidak boleh terlalu
luas, karena umumnya teknik berenang mereka belum efisien dan belum mampu
berenang dalam jarak yang jauh. Kolam semacam ini umumnya dijaga oleh
life-guard agar keamanan dan keselamatan perenang terjamin.
Berdasarkan Bentuk Kolam
Gambar VII.25. Bentuk Kolom
1. Track/Trek(kolam segaris). Untuk kolam latihan renang pribadi di
lahan sempit
keluarga dan anak. Juga kolam-kolam standar olimpic, water polo, dan
loncat indah
3.Blocks(kolam dengan sudut-sudut siku). Biasanya dibuat karena
terkendala lahan atau mengoptimalkan lahan, atau untuk keperluan
penyekatan
4. Round/Elips(kolam bulat/lonjong)
5. Free Form(kolam bentuk bebas). Bentuk round, elips, dan bentuk
bebas biasanya dibuat berdasarkan selera, mengikuti prinsip arsitektur
tertentu, atau agar menyatu dengan alam
Berdasarkan Jumlah Kolam
Gambar VII.26. Jumlah Kolam
1. Single Pool (kolam renang tunggal). Konstruksi kolam terdiri hanya
satu kolam dan hanya satu kesisteman. Misalnya kolam anak, whirlpool,
2. Divide Pool (kolam tunggal tersekat-sekat). Ada kalanya kolam
tunggal dibagi-bagi atau disekat untuk berbagai keperluan. Misalnya
banyak kita lihat dalam satu komplek terdapat sejumlah kolam terpisah.
Kesisteman dan mesinnya pun bisa terpisah atau menyatu sesuai
kebutuhan. Misalnya kolam olimpicdikombinasi dengan kolam untuk
keperluan loncat indah. Kolam publik memisahkan kolam anak dengan
kolam dewasa tidak dengan sekat, melainkan benar-benar dibuat terpisah.
VII.5. Analisa
VII.5.1. Analisa View
Peletakan bangunan Hamdan Sport Center yang telah dibuat pada saat
perancangan kawasan memiliki beberapa Potensi Masalah dan juga Rekomendasi.
Potensi :
1. Ruang terbuka hijau yang merupakan ruang Komunal, menjadi
View yang bagus dari Site.
2. Sungai Deli dan Plaza yang merupakan View paling menarik untuk
Gambar VII.27. Analisa View
Masalah :
1. Terdapat bangunan Rusun dengan tinggi 6 lantai, yang membuat
pandangan dari site terbatas dan kurang dapat pencahayaan yang bagus
karena bidang massa Rusun yang tinggi.
2. Pemandangan kearah Parkiran khusus Kawasan Terpadu Hamdan
kurang menarik dilihat dari Site.
Rekomendasi :
1. Orientasi bangunan mengarah keruang terbuka Hijau (Center
2. Membuat banyak bukaan dan memperbesar bidang bangunan yang
mengarah kesungai.
3. Menempatkan Ruang Service dibagian yang mengarah keRusun.
VII.5.2. Analisa Pencapaian
Gambar VII.28. Analisa Pencapaian
Potensi :
Site berada ditengah Kawasan Terpadu Hamdan, yang merupakan
Kawasan dengan Bus Khusus sebagai Kendaraan Utama yang
melintas didalam Kawasan.
Rekomendasi :
Membuat Jalur Pedestrian dari 3 Jalan uang berbatasan dari 3 jalan
uang berbatasan dengan Site, sehingga memberikan kenyaman untuk
VII.5.3. Analisa Kegiatan
Gambar VII.29. Analisa Kegiatan
Jenis kegiatan yang dilakukan akan menghasilkan atau membentuk sebuah
ruang. Dengan menganalisa jenis kegiatan yang terjadi dalam Sport Center akan
VII.5.4. Program Ruang
Fasilitas C Kolam Renang
Pengelola
Tabel 4. Program Ruang Hamdan Sport Center
VII.6. Konsep
VII.6.1 Konsep Pemilihan Fungsi
Olahraga merupakan salah satu sarana hiburan yang banyak diminati
masyarakat. Semua kalangan masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa
karena dengan berolahraga manusia mendapat kesehatan dan kesenangan.
mengembangkan ketahanan yang bersifat menyeluruh, pembentukan
ketrampilan hidup, ketrampilan sosial, ketrampilan berfikir, pembentukan
prestasi, penghayatan nilai-nilais portifitas, nilai-nilai moral dan estetika.
Dengan demikian, olahraga mengalirdari aspek kemanusiaan dan bermuara
kepada sifat-sifat manusia.
Pada umumnya usia anak-anak hingga Dewasa menyukai Olahraga
Permainan, karena selain menjaga kesehatan, sesorang dapat merasakan
pikiran yang segar setelah melakukan aktifitas belajar dan bekerja.
Selain itu pada usia remaja, hingga lansia juga banyak menyukai
Olahraga yang bermanfaat untuk melatih, kekuatan fisik dan keseimbangan
tubuh.
Gambar VII.30. Konsep Pemilihan Fungsi
VII.6.1.1. Spesifikasi
Fasilitas Utama
1. Futsal
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang
masing- masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah
memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola
dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan
memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola
dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net
atau papan. Lama normal: 2x20 menit, Lama istiharat: 10 menit.
Gambar VII.32. Lapangan Futsal
2. Bulu Tangkis ( Badminton )
Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang
dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk
melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah
ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama
Gambar VII.33. Lapangan Bulu Tangkis
3. Tenis Meja
Permainan tenis meja adalah cabang olahraga yang dimainkan di
lapangan yang berbentuk meja dan menggunakan bet dan bola
layaknya permainan tenis. Hal inilah yang menyebabkan permainan
olahraga ini disebut sebagai tenis meja. Di beberapa wilayah tenis meja
juga disebut dengan ping-pong.
4. Fitness
Fitness merupakan salah satu jenis olah tubuh yang berguna
untuk kesehatan.Olah tubuh dalam fitness terbagi menjadi beberapa
jenis latihan yang memiliki kegunaan masing-masing, yaitu latihan
beban dan latihan kardio.
Gambar VII.35. Area Fitness
5. Senam Aerobic
Senam Aerobik adalah aktivitas gerak yang dilakukan oleh
perorangan maupun kelompok orang secara berirama,
menggunakan otot-otot besar, serta penggunaan sistem energi
dengan oksigen, yang bertujuan untuk peningkatan dan
pemeliharaan kebugaran tubuh serta tujuan lain yang relevan, dan
penggalian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Banyak orang
golongan darah. Senam Aerobik dipilih sebagai aktivitas olahraga
yang menyenangkan.
Gambar VII.36. Area Aerobic
6. Yoga
Yoga adalah salah satu cara meditasi untuk menenangkan pikiran.
Yoga adalah metode pengembangan pribadi yang menyelaraskan
tubuh, pikiran, dan jiwa dengan cara olah tubuh, aliran pernafasan
dan meditasi. Secara literal, Yoga diterjemahkan dari bahasa
Sanskrit yaitu Yoke atau kesatuan antara tubuh ,jiwa, dan pikiran.
Yoga bertujuan untuk menyatukan manusia dengan alam hingga
Gambar VII.37. Yoga Area
7. Karate
Karate adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri
karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini
pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”.
Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu
sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah
kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi
„karate‟ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat
Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah „Kara‟
dan berarti „kosong‟. Dan yang kedua, „te‟, berarti „tangan'. Yang dua
Gambar VII.38. Area Karate
8. Senam Akrobatik
Salah satu olahraga yang paling spektakuler dan indah dianggap
akrobat.Kompetisi di atasnya lebih seperti pertunjukan sirkus cerah
dan spektakuler daripada hanya melakukan beberapa rutinitas.Adalah
olahraga dalam melakukan beberapa latihan akrobatik, termasuk yang
terkait dengan pelestarian keseimbangan dan rotasi tubuh dengan
kehadiran atau kurangnya dukungan.
9. Kolam renang
Tujuan renang yang paling umum adalah sebagai rekreasi. Renang
rekreasi dianggap oleh banyak orang sebagai cara melegakan diri
serta senaman penuh badan yang baik.
Gambar VII.40. Kolam Renang
Fasilitas Penunjang
1. Cafe
Cafe yang dimaksudkan disini adalah cafe yang pada saat tertentu
bisa difungsikan sebagai tempat nonton bareng, baik itu
pertandingan sepakbola, F1, dll. Cafe ini konsepnya sporty dan
festive sehingga akan mewakili unsur olahraga dan bersifat sebagai
Gambar VII.41. Cafe
Pengunjung biasanya setelah berolahraga adalah minuman dan
makanan ringan, sebelum melahap makanan utama. Posisinya
diletakkan pada tempat yang strategis sehingga pencapaiannya
mudah dari setiap lapangan olahraga.
2. Toko Olahraga
Ini merupakan beberapa counter toko yang menjual berbagai
macam peralatan olahraga dan buku-buku serta majalah
olahraga. Posisinya terintegrasikan dengan keseluruhan ruang di
sport club ini.
3. Mushola
Musala atau Musholla adalah tempat atau rumah kecil menyerupai
masjid yang digunakan sebagai tempat mengaji dan salat bagi umat
Islam. Musala juga sering disebut dengan surau atau langgar.
Fungsinya menyerupai masjid, namun ada beberapa hal yang
membedakannya dengan masjid, yaitu:
Kadangkala musala adalah milik pribadi seseorang
Umumnya berukuran lebih kecil daripada masjid
Gambar VII.43. Mushola
Fasilitas Pengelola :
Ruang Pimpinan
VII.6.2 Konsep Penempatan Fasilitas Olahraga secara Vertikal
Fasilitas Olahraga pada Ground Floor 1. Gym/Fitnes
2. Kolam Renang
3. Jogging track
Merupakan jenis Olahraga, yang membutuhkan ruang besar, sehingga
beban struktur besar.
Fasilitas Olahraga pada lantai 2 : 1. Karate
2. Yoga
3. Senam Aerobik
Merupakan jenis Olahraga yang lebih membutuhkan ruang dan alat-alat
hanya sebagai penunjang Olahraga saja.
4. Tenis Meja
Merupakan jenis Olahraga yang menggunakan Meja dan Kayu sebagai
arena permainan
Fasilitas Olahraga pada lantai 3 : 1. Futsal
2. Bulu tangkis
Merupakan fasilitas Olahraga yang memiliki standart ukuran lapangan dan
Gambar VII.44. Pembagian Lantai Bangunan
VII.6.3 Konsep Bentukan Massa
Bentukan Massa bangunan Hamdan Sport Center, terinspirasi dari
bentukan persegi, yang kemudian pada depan bangunan diberi bentuk
lengkung, yang member kesan, menyambung pengunjung atau pengguna
bangunan, kemudian pada bagian belakang membentuk letter U, untuk
menciptakan ruang terbuka didalam bangunan dan memberikan tambahan
Gambar VII.45. Konsep Bentukan Massa Bangunan
VII.6.4 Konsep Sistem Struktur
Pada Hamdan Sport Center ini digunakan struktur bentang lebar.
Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan
penggunaan ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin.
Bangunan bentang lebar secara umum terdiri dari 2 yaitu bentang lebar
sederhana dan bentang lebar kompleks. Bentang lebar sederhana
berarti bahwa konstruksi bentang lebar yang ada dipergunakan
langsung pada bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak dilakukan
merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan modifikasi
dari bentuk dasar, bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap
beberapa sistem struktur bentang lebar.
Guna dan fungsi bangunan bentang lebar dipergunakan untuk
kegiatan-kegiatan yang membutuhkan ruang bebas kolom yang cukup
besar, seperti untuk kegiatan olah raga berupa gedung stadion,
pertunjukan berupa gedung pertunjukan, audiotorium dan kegiatan
pameran atau gedung exhibition.
Struktur bentang lebar, memiliki tingkat kerumitan yang berbeda satu
dengan lainnya. Kerumitan yang timbul dipengaruhi oleh gaya yang
terjadi pada struktur tersebut.
Ada banyak sistem struktur yang dapat digunakan pada bangunan
bentang lebar, dan pada bangunan Hamdan Sport Center ini digunakan
struktur sistem grid shell.
Sistem Grid Shell
Gambar VII.47. Sistem Grid Shell
Pada struktur grid, selama baloknya benar-benar identik, beban akan
sama di sepanjang sisi kedua balok. Setiap balok akan memikul
setengah dari beban total dan meneruskan ke tumpuan. Apabila
balok-balok tersebut tidak identik maka bagian terbesar dari beban akan
dipikul oleh balok yang lebih kaku. Apabila balok mempunyai panjang
yang tidak sama, maka balok yang lebih pendek akan menerima bagian
beban yang lebih besar dibandingkan dengan beban yang diterima oleh
balok yang lebih panjang. Hal ini karena balok yang lebih pendek akan
lebih kaku. Kedua balok tersebut akan mengalami defleksi yang sama
di titik pertemuannya karena keduanya dihubungkan pada titik
tersebut. Agar defleksi kedua balok itu sama, maka diperlukan gaya
lebih besar pada balok yang lebih pendek. Dengan demikian, balok
yang lebih pendek akan memikul bagian beban yang lebih besar. Besar
relatif dari beban yang dipikul pada struktur grid saling tegak lurus,
tersebut. Pada grid yang lebih kompleks, baik aksi dua arah maupun
torsi dapat terjadi. Semua elemen berpartisipasi dalam memikul beban
dengan memberikan kombinasi kekuatan lentur dan kekuatan torsi.
Defleksi yang terjadi pada struktur grid yang terhubung kaku akan
lebih kecil dibandingkan dengan defleksi pada struktur grid terhubung
sederhana.
BAB VIII
HASIL PERANCANGAN HAMDAN SPORT CENTER
1. Site Plan
2. Ground Plan
3. Denah
4. Tampak
BAB IX
KESIMPULAN
IX. 1. Kawasan Terpadu Hamdan
1. Entrance utama pada Jl. Multatuli dan akses keluar pada Jl. Multatuli dan Jl.
Juanda.
2. Tipe sirkulasi Kawasan Terpadu Hamdan adalah radial dan RTH sebagai
pusatnya.
3. Fasilitas yang terdapat pada Kawasan Terpadu Hamdan selain fungsi adalah
playground, taman, pasar kuliner, plaza, taman komunitas, amphiteater, sport
ground, dan permainan air.
4. RTH menjadi central kawasan dan sebagai pedoman orientasi bangunan
5. Plaza dimaksudkan untuk memenuhi peraturan dan UU, sebagai ruang
komunal , pelestarian sungai dan sebagai salah satu daya tarik dari kawasan
ini.
6. Jembatan dimanfaatkan untuk sirkulasi pejalan kaki dimaksudkan untuk
menghubungkan fungsi plaza dan pasar kuliner serta menjadi daya tarik
wisata.
7. Taman Komunitas untuk fasilitas ruang komunal yang disediakan kawasan ini
sebagai apresiasi terhadap komunitas yang dihasilkan dari fungsi gedung
seni-budaya dan gedung olahraga.
8. Pasar kuliner sebagai wadah untuk warga yang berdagang kaki lima dan akan
9. Lansekap pada tapak Kawasan Terpadu Hamdan menggunakan
elemen-elemen alam seperti air, batu alam, pasir, rumput, kayu, tile eksterior dan
pepohonan.
10.Warna lansekap tapak menggunakan warna-warna alam seperti hijau, coklat,
hitam, cream, dll.
IX.2. Hamdan Sport Center
1. Orientasi Bangunan Hamdan Sport Center mengarah kepada RTH yang
merupakan central kawasan dan juga bagian dari entrance kawasan.
2. Sirkulasi dalam bangunan Hamdan Sport Center menggunakan sirkulasi
single loaded dari bagian depan ke arah belakang bangunan.
3. Hamdan Sport Center menggunakan Arsitektur Kontempor dengan permainan
bentuk facade agar tidak monoton seperti bangunan olahraga pada umumnya.
4. Semua sisi bangunan didesain seperti wajah utama bangunan dengan bentuk
facade yang berbeda namun menerapkan pola yang seirama seperti persegi
dan garis lengkung .
5. Sistem penghawaan alami diterapkan pada ruang fasilitas olahraga dan
fasilitas public dari ventilasi dan jendela . Dan sistem penghawaan buatan
dengan menggunakan AC pada ruang pengelola.
6. Sistem struktur rangka atap menggunakan sistem Grid Shell karena