DAFTAR PUSTAKA
Berha, Sidik, Ir. 2007. Pemrograman Web dengan HTML.Bandung:Informatika Bandung
Kadir, Abdul. 2003. Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP. Yogyakarta:Andi
Madcoms. 2008. Membuat Desain Web Untuk Pemula. Yogakarta : Andi yogyakarta
Saputra, Agus. 2011. Pemrograman CSS untuk Pemula. Jakarta : PT.Gramedia www.Karokab.go.id. Diakses tanggal 14 mei 2016
BAB 3
PERANCANGAN SISTEM
3.1 Perancangan Sistem
Perancangan sistem merupakan tahap yang sangat penting dalam pembuatan sistem web dimulai dari perangcang yang matang akan memberi hasil akhir yang bagus. Dalam membuat sebuah situs, tentukan terlebih dahulu tujuan dari situs yang akan buat karena bentuk desain dan isi sebuah situs sangat tergantung dari tujuan situs yang dibuat. Perancangan sistem merupakan upaya instansi pemerintahan maupun swasta untuk mulai memiliki sistem yang baru. Perancangan sistem dilakukan setelah mendapat gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan .
3.2 Kebutuhan Sistem
3.3 Rancangan Sistem
Setelah mengetahui kebutuhan sistem untuk aplikasi yang akan dibuat, maka dapat dilakukan beberapa tahap perancangan. Tahap pertama adalah membuat perancangan DFD dan tahap kedua adalah membuat diagram entitas yang merupakan gambaran relasi antar entitas yang ada dalam sistem, selanjutnya perancangan basis data dengan normalisasi.
3.4 Data Flow Diagram
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sisitem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, terstruktur dan jelas .
DFD salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem. DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan unuk penggambaran analisis maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuatan program.
3.5 Diagram Konteks
berinteraksi dengan lingkungannya. Adapun Diagram konteks website keparwisataan adalah :
Gambar 3.1 Diagram Konteks Pariwisata Tanah Karo
3.6 Flowchart Website
Pilihan 1 ?
Pilihan 2
Pilihan 3
Pilihan 4 ?
Pilihan 5 ?
Selesai
Akhir
Gambar 3.2 Flowchart Halaman Website Kepariwisataan Tanah Karo Mulai
Home
Data kunjungan
Galery
Objek wisata
3.7 Struktur Database
Database adalah kumpulan dari data yang berhubungan antara satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Desain database dari sistem ini terdiri dari terdiri dari satu tabel aja.
Tabel yang ada didalam Website Pariwisata Tanah Karo. Tabel 3.1 Data Pengunjung
Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan
No Int 2 Nomor
Tahun Int 10 Tahun
Domestik Int 10 Domestik
Wisman Int 10 Wisman
Jumlah Int 10 Jumlah
3.8 Rancangan Antarmuka (Interface)
BAB 4
IMPLEMENTASI SISTEM
4.1 Implementasi Sistem
Implementasi sistem adalah prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan desain yang ada dalam dokumen, desain sistem yang disetujui dan mennguji, mengintal,dan memulai serta menggunakan sistem yang baru atau sistem yang diperbaiki. Penggunaan suatu sistem untuk pemecahan masakah membutuhkan suatu sistem yang baik sehingga memungkinkan berhasilnya komputer dalam melaksanakan tugasnya, yaitu mengolah data menjadi informasi.
Pada tahap inilah seluruh hasil desain dituangkan ke dalam bahasa pemprograman tertentu untuk menghasilkan sebuah sistem informasi tertulis, tahapan implementasi harus dapat menentukan basis apa yang akan diterapkan dalam menuangkan desain tertulis sehingga sistem yang dibentuk memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri.
4.2 Tujuan Implementasi Sistem
diinginkan. Adapun tujuan dari implementasi yang ada dalam dokumen desain sistem adalah :
a. Menyelesaikan desain sistem yang ada dalam dokumen desain yang disetujui.
b. Menulis, menguji dan mendokuntasikan program-program dan prosedur-prosedur yang dilakukan oleh dokumen desain sistem yang disetujui.
c. Memastikan bahwa pemakai (user) dapat mengoperasikan sistem baru dan melatih pemakai.
d. Memperhitungkan bahwa sistem memenuhi permintaan yaitu dengan menguji sistem secara menyeluruh.
e. Memastikan bahwa ke sistem yang baru berjalan yaitu dengan membuat rencana, mengontrol dan melakukan instalansi dengan benar.
4.3 Komponen Utama dalam Implementasi Sistem
Dalam pembuatan program sistem informasi dan data lain yang sudah dirancang membutuhkan perangkat keras, perangkat lunak, dan perangkat operator. Adapun perangkat keras, perangkat lunak, dan perangkat operator yang dibutuhkan sebagai berikut :
4.3.1 Perangkat Keras
Hardware merupakan seluruh komponen peralatan yang membentuk suatu sistem
tugasnya. Dalam pembuatan perancangan objek wisata tanah karo ini, penulis menggunakan komputer (nootbook) dengan spesifikasi sebagai berikut :
1. Processor Intel(R) Celeron (R) CPU N2840 22.16hz
2. Operating System Windows 8.1 Single Language With Bing 64-bit 3. Memory 2048MB RAM
4. Monitor Generic PnP Monitor 5. Keyboard
6. Modem dan jaringan wi-fi 7. Dan lain-lain
4.3.2 Perangkat Lunak
Perangkat lunak (software) adalah sekumpulan intruksi yang memungkinkan perangkat keras dapat memprosesw data. 48Perangkat lunak ini tidak dapat berbentuk fisik, melainkan berupa program yang diciptakan melalui perangkat elektronik. Dalam perangkat lunak dikenal dengan apa yang disebut sistem operasi dan program aplikasi. Perangkat lunak yang penulis gunakan dalam perancangan objek wisata tanah karo ini antara lain :
1. Sistem Operasi Windows 8.1 2. Xampp
3. Mysql sebagai penggelolah database 4. Sublime text
4.3.3 Pengguna (Brainware)
Brainware adalah manusia yang terlibat dala mengoperasikan serta mengatur
sistem didalam komputer. Brainware termasuk bagian penting dari sebuah sistem komputer. Hardware tidak dapat bekerja tanpa adannya sofware, sedangkan
sofware dan hardware tidak dapat bekerja tanpa adanya brainware.
4.4 Pemelihara Sistem
Diperlukan pemeliharaan sistem agar sistem tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya. Adapun tujuan dari pemeliharaan sistem ini adalah sebagai berikut: 1. Mencegah terjadinya kelainan sistem yang dapat mendatangkan masalah baru. 2. Menggantikan pemeliharaan sistem dengan survei sistem jika modifikasi yang
diminta cukup besar.
4.5 Demonstrasi Program 4.5.1 Tampilan Halaman Website
Gambar 4.2 Data Kunjungan Wisata
Gambar 4.4 Halaman Objek Wisata
Gambar 4.5 Halaman Sejarah
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dari bab-bab sebelumnya, maka pada bab ini yang merupakan bab terakhir dari tugas akhir ini, penulis akan mencoba menarik kesimpulan dari penguraian tersebut :
1. Dengan menggunakan bahasa pemprograman PHP dan database Mysql maka website pariwisata tanah karo dapat dirancang.
2. Dengan adanya website pariwisata karo ini dapat menambah wawasan
5.2 Saran
Dalam sub bab terakhir ini penulis ingin memberikan saran dengan harapan dapat memberikan masukan bagi pihak yang akan pmengembang website kepariwisataan tanah karo ini kedepannya, yaitu :
1. Sebuah sistem informasi agar dapat berkembang dengan cepat dan akurat harus dapat diakses melalui setiap perangkat yang mampu terhubung ke internet.
2. Dikembangkan lagi sehingga bisa terhubung ke Maps agar para calon wisatawan terutama para wisatawan mancanegara tida kesulitan menjangkau tempat lokasi.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem 2.1.1 Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa latin (systema) dan bahasa yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item pengerak (McGraw-Hill,2001) .
2.1.2 Defenisi Perancangan Sistem
Dalam membangun sebuah sistem, hal yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu adalah membuat rancangan yang biasa disebut perancangan sistem.
Menurut beberapa sumber perancangan sistem didefenisikan sebagai berikut:
1. Penggambaran, perancangan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi (jogiyanto, 2005).
keluaran, pemprosesan, pengendalian, database, dan platform teknologi yang akan dirancangan (verzello, 2008).
Dengan demikian perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut: 1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem.
2. Pendefenisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional. 3. Persiapan untuk rancang bangun dari implementasi. 4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.
5. Pennggambaran, rancangan , dan pembuatan sketsa dari beberapat elemen yang terpisah kedalam suatau kesatuan yang utuh dan berfungsi.
2.2 Konsep Dasar Informasi 2.2.1 Pengertian Informasi
Informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya (kristanto,2008)
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menermanya (Mulyanto, 2009).
2.2.2 Kualitas Informasi
Kualitas dari suatu informasi tergantung dari emat hal yaitu: 1.Akurat
kemungkinan banyak terjadi ganguan (noise) yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.
2.Tepat pada waktunya
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka akan berakibat fatal bagi suatu organisasi.
3.Relevan
Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
4.Ekonomi, efisien, dan dapat dipercaya
Informasi yang dihasilkan sebaiknya memiliki manfaat yang lebih besar dibanding kan dengan biaya mendapatkannya dan sebangian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannyadengan satuan nilai uang tetappi dapat ditapsirkan nilai efektivitasnya. Selain itu informasi yang dihasilkan juga bisa dipercaya kebenarannya dan tidak mengada-ada (Kristanto, 2008)
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.3.1 Pengertian Sistem Informasi
2.3.2 Komponen Sistem Informasi
Untuk mendukung lancarnya suatu sistem informasi dibutuhkan beberapa komponen yang fungsinya sangan vital di dalam sistem informasi. (Brien JA, 2006). Komponen-komponen sistem informasi tersebut sebagaai berikut:
1. Komponen masukan
2.4.1 Internet dan Website
Interconected Network atau internet merupakan sekumpulan jaringan yang
terhubung satu dengan yang lainnya, dimana jaringan menyediakan sambungan menuju global informasi. Internet telah memungkinkan komunikasi antar komputer dengan menggunakan Transmission control Protocol/internet protocol
( TCP/IP )yang didukung media komunikasi, seperti satelit dan paket
radio.(Oetomo, 2007).
Website dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam,atau data gerak, data animasi,suara, videodan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis ataupun dinamis yang membentuk suatu rangakain bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink) (Suyanto, 2007). Website bersifat statis apabila isi informasi bersifat tetap, jarang berubah. Bersifat dinamis apabila isi informasi website selalu berubah-ubah dan sifat informasinya interaktif dua arah berasal baik dari pemilik atau pun pengguna website.
2.4.2 Web Browser
Web browser merupakan perangkat lunak yang berguna untuk mengakses informassi web ataupun untuk melakukan transaksi via web. Beberapa contoh browser yang ada saat ini seperti: internet explorer (IE), mozila firefox, Opera,
Netscape, dan Safari. (kadir, 2003)
2.4.3 PHP (Hypertext Preprocessor)
PHP (hypertext preprocessor) yang digunakan sebagai script server-side dalam pengembangan web yang disisipkan pada dokumen HTML (Hypertext Markup
Language). Penggunaan PHP memungkinkan web dapat dibuat dinamis sehingga
untuk berkomunikasi denagn layanan lain menggunakan protokol IMAP, SMP, NNTP,POP3,HTTP dan lainnya yang tidak terhitung. Dan sintaks PHP ditulis dalam apitan tanda khusus PHP. Ada empat macam pasangan tag yang
MySQL merupakan software sistem manajemen database ( database management system –DBMS) yang open source(gratis sangant populer dikalangan pemrogram web, sehingga dapat digunakan untuk membangun aplikasi web yang menggunakan database sebagai sumber dan pengelolah datanya. Hal ini dikarenakan MySQL dapat digunakan dengan cepat secara kinerja query, dan mencukupi untuk kebutuhan database perusahaan skala menengah kecil. (Sidik, 2006).
2.4.5 Sublime Text
tetapi beberapa fitur pengembangan fungsionalitas dari aplikasi ini merupakan hasil dari temuan dan mendapat dukungan penuh dari komunitas serta memiliki lisensi aplikasi gratis.
Sublime Text mendukung berbagai bahasa pemprograman dan mampu menyajikan fitur syntax highlight hampir disemua bahasa pemprograman yang didukung atau dikembangankan oleh komunitas seperti : C, C++, C#, CSS, Dylan, Erlang, HTML, Groovy, Haskell, Java, javaScript, LaTex, Lisp, Lua, Markdown, MATLAB, Ocaml, Perl, PHP, Pyhon, R, Ruby, SQL, TCL, Textile dan XML. Berikut beberapa fitur yang diunggulkan dari aplikasi sublime text yaitu:
1. Goto Anything
Fitur yang dapat membantu dalam membukan file ataupun menjelajahi isi dari file hanya dengan beberapa keystrokes.
2. Multiple selection
Fitur ini memungkinkan user untuk mengubah secara interaktif banyak baris sekaligus mengubah nama variabel dengan mudah dan memanifulasi file lebih cepat dari sebelumnya.
3. Command Pallete
Dengan hanya beberapa keystrokes, user dapat dengan cepat mencari fungsi yang diinginkan , tanpa harus menavigasi melalui menu.
4. Distraction Free Mode
5. Split Editing
Dapatkan hasil yang maksimal dari monitor layar lebar dengan didukung editing perpecahan. Mengedit sisi file dengan sisi, atau mengedit dua lokalasi di satu file. Anda dapat mengedit dengan banyak baris dan banyak kolom yang user inginkan.
6. Instant Project Switch
Menangkap semua file yang dimasukan kedalam project pada aplikasi. Terintegrasi dengan fitur Goto Anything untuk menjelajahi semua file yang ada ataupun untuk beralih ke file dalam project lainnya dengan cepat. 7. Plugin API
Dilengkapi dengan plugin API berbasis Phyton sehingga membuat aplikasi in sangat tangguh.
8. Customize Anything
Aplikasi ini memberi user fleksibilitas dalam hal pengaturan fungsional dalm aplikasi ini.
9. Cross Platform
Aplikasi ini dapat berjalan hampir disemua operating System Modern seperti windows, OS X, dan Linux Based operating system.
2.4.6 CSS
secara bersamaan. Keuntungan menggunakan CSS yaitu jika ingin mengubah format dokumen, maka tidak perlu mengedit satu per satu.
Penggunaan CSS ada dua cara yaitu dengan menyisipkan kode CSS langsung kedalam kode HTML atau disimpan menjadi file tersendiri berekstensi.css. Dengan menyimpan file tersendiri akan lebih memudahkan untuk mengontrol tampilan dalam banyak dokumen secara langsung.
Gambar 2.1 Contoh Penggunaan CSS
2.4.7 Xampp
PhpMyAdmin sebagai tempat melakukan konfigurasi keseeluruhan ( Sidik, 2006). Dengan mengintal Xampp, kita tidak perlu mengintal aplikasi server satu per satu karena di Xampp sudah tersedia.
Gambar 2.2 Contoh Tampilan XAMP
2.4.8 Keuntungan Sistem Berbasis Web
Keuntungan merancang sisem informasi berbasis web , diantaranya yaitu: (Pressman, 2002).
1. Meningkatkan kesadaran akan tersedianya suatu layanan, produksi industri atau kelompok.
4. Menciptakan suatu sistem yang dapat diperluaskan secara global sehingga mampu menjangkau orang-orang ditempat yang berjauhan tanpa mengkhawatirkan zona waktu lokasi mereka.
2.5 Alat Perancang Sistem Yang digunakan
Desain sistem atau perancangan sistem adalah suatu fase yang memerlukan suatu keahlian perancangan untuk elemen-elemen komputer yang akan menggunakan sistem baru. Hal ini harus diperhatikan dalam desain sistem yaitu pemilihan peralatan dan program komputer untuk sistem baru.(Ladjamudin, 2005).
2.5.1 Data Flow Diagram (DFD)
Tabel 2.1 simbol data flow diagram gane and sarson
Proses atau fungsi yang mentransformasikan data secera umum
Erupakan komponen yang berfungsi untuk menyimpan data atau file.
2.6 Alat Perancangan Basis Data yang digunakan
2.6.1 Entity Relation Diagram (ERD)
Tabel 2.2 Simbol Entitas Relatin Diagram No Simbol ERD Keterangan
1 Entitas
Suatu objek yang dapat didefinisikan dalam lingkungan pemakai
2 Atribut
Elemen dari entitas yang berfungsi mendeskripsikan karakter dari entitas
3 Rrelationship
Menggambarkan hubungan diantara sejumlah entitas yang berbeda
4 Garis
Sebagai penghubung antara relasi dengan entitas, relasi dan entitas dengan atribut.
Dalam entity relationship diagram, relasi antara 2 entity set dapat terjadi dan terbagi menjadi beberapa jenis:
1. One to One Relationship
Hubungan antara setiap entity pada entity set pertama dengan entity set kedua adalah satu banding satu.
2. One to Mary Relationship
3. Many to One Relationship
Hubungan antara setiap entity pada entity set pertama dengan entity set kedua adalah banyak banding satu
4. Many to Many Relationship
Hubungan antara setiap entity pada entity set pertama dengan entity set kedua adalah banyak banding banyak
2.7 Kabupaten Tanah karo
2.7.1 Sejarah Singkat kabupaten Tanah Karo
Tanah Karo terbentuk sebagai Kabupaten Daerah Tingkat II setelah melalui proses yang sangat panjang dan dalam perjalanan sejarahnya Kabupaten ini telah mengalami perubahan mulai dari zaman penjajahan Belanda, zaman penjajahan Jepang hingga zaman kemerdekaan. Sebelum kedatangan penjajahan Belanda diawal abad XX di daerah dataran tinggi Karo, di kawasan itu hanya terdapat kampung (Kuta), yang terdiri dari satu atau lebih “kesain” (bagian dari kampung). Tiap-tiap kesain diperintah oleh seorang “Pengulu”.
Menurut P. Tambun dalam bukunya “Adat Istiadat Karo”, Balai Pustaka
1952, arti dari pengulu adalah seseorang dari marga tertentu dibantu oleh 2 orang anggotanya dari kelompok “Anak Beru” dan “Senina”. Mereka ini disebut dengan
istilah “Telu si Dalanen” atau tiga sejalanan menjadi satu badan
Diatas kekuasaan penghulu kesain, diakui pula kekuasaan kepala kampung asli (Perbapaan) yang menjadi kepala dari sekumpulan kampung yang asalnya dari kampung asli itu. Kumpulan kampung itu dinamai Urung. Pimpinannya disebut dengan Bapa Urung atau biasa juga disebut Raja Urung. Urung artinya satu kelompok kampung dimana semua pendirinya masih dalam satu marga atau dalam satu garis keturunan.
Menurut P. Tambun ada beberapa sistem atau cara penggantian perbapaan atau Raja Urung atau juga Pengulu di zaman itu, yaitu dengan memperhatikan hasil keputusan “runggun/permusyawaratan” kaum kerabat berdasarkan kepada 2
(dua) dasar/pokok yakni:
a. Dasar Adat “Sintua-Singuda” yang dicalonkan.
diangap pantas sebagai Perbapaan dari kalangan keluarga yang memerintah, walaupun ada juga selalu berdasarkan adat.
b. Dasar “Bere-bere”
Yakni menurut keturunan dari pihak Ibu. Hanya dari keturunan ibu/kemberahen tertentu saja yang pertama-tama berhak menjadi Perbapaan. Namun setelah kedatangan perjajahan Belanda sistem atau dasar “Bere-bere” ini dihapuskan. Mengangkat dan mengganti Perbapaan dilakukan oleh “Kerunggun” Anak Beru -Senina dan Kalimbubu. Namun setelah jaman Belanda cara seperti itu diper-modern, dengan cara kekuasaannya dikurangi, akhirnya diambil alih oleh kerapatan Balai Raja Berempat. Demikian pula, dasar pengangkatan “Pengulu” dan Perbapaan. Kekuasaan Raja Urung yang tadinya cukup luas, dipersempit dengan keluarnya Besluit Zelfbestuur No. 42/1926, Marilah kembali melihat sistem pergantian Perbapaan Urung dan Pengulu Kesain, sebelum datangnya penjajahan Belanda ke daerah dataran Tinggi Tanah Karo.
Sementara itu orang yang berhak menurut adat menjadi Perbapaan/Raja, tetapi masih dalam keadaan di bawah umur ataupun belum kawin, maka jabatan itu boleh dipangku/diwakili kepada orang lain menunggu orang yang berhak itu sudah mencukupi. Peraturan tetap tentang memilih siapa sebagai pemangku itu tidak ada. Yang sering dilakukan ialah orang yang paling cakap diantara kaum sanak keluarga terdekat, termasuk juga Anak Beru dan marga yang seharusnya memerintah sebagai Perbapaan Raja.
Adapun jabatan pemangku itu dipilih dari kalangan Anak Beru dari lain marga dari Perbapaan/Raja. Jadi mustahillah sipemangku itu tadi berhak atas kerajaan yang dipangkunya untuk selama-lamanya, pasti disatu waktu akan dikembalikan kepada yang berhak. Sedangkan kalau jabatan sebagai Perbapaan/Raja dipegang oleh kaum keluarga dari sipemangku yang berhak, misalnya saudara satu ayah lain ibu, ada kemungkinan akan mendakwa dan mempertahankan jabatan itu di kemudian hari, terlebih kalau dia sudah bertahun-tahun sudah memangku jabatan itu, sehingga merasa segan malah menolak menyerahkannya kembali kepada yang berhak. Keadaan seperti ini juga pernah terjadi, malah menimbulkan perselisihan berkepanjangan antar kerabat yang seketurunan.
Dengan sistem ini Pemerintah Tradisional Karo telah berjalan hampir ratusan tahun. Sistem itu mengalami sedikit perubahan pada abad ke 18 ketika Karo berada dibawah pengaruh Aceh yang membentuk raja berempat di Tanah Karo. Seiring dengan masuknya pengaruh kekuasaan Belanda ke daerah Sumatera Timur melalui Kerajaan Siak Riau maka terjadi pula perubahan penting di dareah ini karena Belanda juga ingin menguasai seluruh Tanah Karo. Di Deli waktu itu sudah mulai berkembang Perkebunan tembakau yang diusahai oleh pengusaha-pengusaha Belanda.
Namun tidak selamanya kekuasaan Belanda tertanam dengan mudah di daerah Sumatera Utara terlebih-lebih di daerah dataran tinggi Karo. Dan bagi orang Karo di masa lampau, kedatangan Belanda identik dengan pengambilan tanah rakyat untuk perkebunan. Banyak penduduk di Deli dan Langkat yang kehilangan tanahnya karena Sultan memberikan tanah secara tak semena-mena untuk jangka waktu 99 tahun (kemudian konsensi 75 tahun) kepada perkebunan tanpa menghiraukan kepentingan rakyat. Kegetiran dan penderitaan penduduk melahirkan perang sunggal yang berkepanjangan (1872-1895) yang juga dikenal sebagai perang Tanduk Benua atau Batakoorlog. Dalam perang tersebut orang Melayu dan orang Karo bahu-membahu menentang Belanda, antara lain dengan membakari bangsal-bangsal tembakau.
Tokoh Karo yang sangat terkenal dalam peperangan ini adalah Langgah Surbakti, berasal dari kampung Susuk Tanah Karo dan Nabung Surbakti, dikenal sebagai Penghulu Juma Raja. Karena hebatnya serangan-serangan yang dilancarkan, pihak Belanda mengirim ekspedisi ke Sunggal sampai tiga kali. Pekabaran injil ke Tanah Karo (1894) tidak terlepas dari kerusuhan-kerusuhan perkebunan tersebut. Pihak perkebunan mengharapkan bahwa gangguan-gangguan orang Karo akan dapat dipadamkan melalui pekabaran injil, jadi yang membiayai misionari (Nederlands Zendilingsgenotschap), ke karo adalah pihak perkebunan, diprakarsai oleh J.TH Gremers, Direktur Perkebunan tembakau Deli Maatschappij pada saat itu.
Garamata yang mengadakan perlawanan pada awal abad ini (1901-1905) juga berpendapat bahwa jika Belanda dibiarkan ke Tanah karo maka tanah rakyat mungkin sekali diambil untuk perkebunan. Pikiran ini didasarkan pada pengalaman orang Karo di dataran rendah, di Deli dan Langkat. Selanjutnya dia juga berpendapat bahwa orang Karo mempunyai cara hidupnya sendiri dan istiadatnya sendiri dan tidak perlu dicampuri oleh orang Belanda (lihat Masri Singarimbun, Garamata: Perjuangan melawan Penjajah Belanda, 1901-1905, Balai Pustaka, Jakarta, 1992). Namun kekuatan Belanda yang begitu besar tidak dapat dibendung.
Masa Penjajahan Belanda
Setelah Belanda dapat menguasai daerah Sumatera Timur melalui perjanjian dengan raja-raja yang berbentuk kontrak yang disebut dengan Lange Verklaring (Perjanjian Panjang) dan Korte Verklaring (Perjanjian Pendek) maka pada tanggal 1 Maret 1887 Belanda membentuk daerah Sumatera Timur menjadi daerah Kresidenan yang sebelumnya termasuk daerah Kresidenan Sumatera Timur yang berkedudukan di Bengkalis (Riau). Kresidenan Sumatera Timur dipimpin oleh Seorang Residen bangsa Belanda, berpusat di Medan yang terdiri atas 4 daerah afdeling yaitu: Afdeling Deli dan Serdang, Afdeling Simalungun dan Karo Landen, Afdeling Langkat, dan Afdeling Asahan.
Selanjutnya wilayah administrasi afdeling Simalungun dan Karo Landen dibagi lagi menjadi Onderafdeling, yaitu Onderafdeling Simalungun dan Onderafdeling Karo Landen. Masing-masing dari onderafdeling itu dipimpin oleh Controleur (Pengawas) orang Belanda berkedudukan di Pematang Siantar dan Kabanjahe.
1. Landschaap Lingga yang berkedudukan di Kabanjahe yang membawahi enam urung yaitu Urung XII Kuta di Kabanjahe, Urung Telu Kuru di Lingga, Urung Lima Senina di Batu Karang, Urung Tiga Pancur di Tiga Pancur, Urung IV Teran di Naman dan Urung Tiganderket di Tiganderket.
2. Landschaap Kuta Buluh yang berkedudukan di Kuta Buluh membawahi dua urung yaitu Urung Namohaji di Kuta Buluh dan Urung Liang Melas di Sampe Raya.
3. Landschaap Sarinembah yang berkedudukan di Sarinembah membawahi empat urung yaitu urung XVII Kuta di Sarinembah, Urung Perbesi di Perbesi, Urung Juhar di Juhar dan Urung Kuta Bangun di Kuta Bangun.
4. Landschaap Suka membawahi empat urung yaitu urung Suka di Suka, Urung Suka Piring di Seberaya, Urung Ajinembah di Ajinembah dan Urung Tongging di Tongging.
5. Landschaap Barusjahe membawahi dua urung yaitu Urung Sipitu Kuta di Barusjahe dan Urung Sienam Kuta di Sukanalu.
muda mulai bergerak dalam bidang politik dengan membentuk organisasi partai politik yang sudah ada di Medan, Batavia dan Yogyakarta.
Beberapa tokoh muda yang terkenal dalam pergerakan di Tanah Karo adalah Nerus Ginting Suka, Tama Ginting, Keras Surbakti, Rakutta Sembiring, Matang Sitepu, Selamat Ginting (terkenal dengan gelar halilintar), Payung Bangun, Djamin Ginting, Kendal Keliat, disamping beberapa nama lain Mbera Barus, Tama Sebayang, Turah Perangin-angin, Tampe Malem Sinulingga, RO Sembiring, yang pada sekitar tahun 60-an menjadi pelopor angkutan darat di Jakarta.
Setelah Belanda menyerah kepada Jepang (1942), pemerintah militer Jepang tetap mempertahankan sistem Swaja Pribumi. Namun, jika pada zaman penjajahan Belanda administrasi Pemerintahan dipegang oleh seorang Controleur Belanda, maka di zaman penjajahan Jepang jabatan itu dipegang oleh seorang pejabat militer Jepang dengan nama Gunseibu yang berkedudukan di Berastagi, bukan di Kabanjahe.
Masa Penjajahan Jepang
Pada masa pendudukan Jepang, kedudukan kerajaan-kerajaan di Sumatera Utara tidak mengalami perubahan. Di kresidenan Sumatera Timur masih terdapat pemerintahan raja-raja seperti pemerintahan Zelfbestuur-Landschap di Zaman Belanda. Raja-raja ditugaskan untuk membantu pelaksanaan politik pemerintahan Jepang. Demikian pula di Tanah Karo, pada mulanya kepala pemerintahan Jepang hanya campur tangan jika perlu saja, tetapi akhirnya segenap lapisan dan golongan masyarakat baik raja-raja, pegawai dan rakyat berangsur-angsur menuju kearah kepemimpinan Jepang. Hal itu mengakibatkan kewibawaan masyarakat makin berkurang. Badan-badan yang dibentuk Jepang untuk membantu perang Asia Timur Raya dan badan-badan perwakilan yang dipersiapkan untuk menyambut kemerdekaan Indonesia yang terdiri dari beberapa lapisan dan golongan makin lama kian besar pengaruhnya di tengah-tengah masyarakat menggantikan pengaruh raja-raja.
1. Pengumpulan keperluan pangan/padi dari penduduk
2. Pengumpulan sayur-sayuran melalui unit-unit distribusi disetiap desa dengan harga amat murah, malah kalau perlu dibon saja
3. Mengambil paksa dengan harga sangat murah hewan peliharaan penduduk seperti ternak babi, ayam, kuda dan lain-lain.
4. Pengrekrutan anggota masyarakat terutama pemuda untuk diseleksi menjadi anggota Sukarela Gyugun, Heiho, guru sekolah. Juga latihan massal kepada penduduk untuk bersiap menghadapi sekutu Inggris-Amerika (Belanda tidak masuk dalam lingkungan mereka) seperti juga menjadi anggota Keibodan (Kepolisian). Talapeta dan Kyodo Buedan. 5. Pengambilan seseorang menjadi tenaga kerja paksa/romusa, berdasar
instruksi pemerintah militer Jepang, dilakukan oleh para Penghulu Kesain di suatu kampung. Ketika itu anggota Romusha dari Tanah Karo dikirim ke Tanjung Tiram membuat garam. Siapa saja yang menjadi anggota Romusha, sekembalinya dari Tanjung Tiram, badannya persis seperti tengkorak hidup dengan pipi gemuk kena penyakit biri-biri.
Disebabkan pemerintahan militer Jepang sangat keras apalagi disertai Institusi Kempetai (Polisi Militer) yang luar biasa kejamnya terhadap siapa saja, baik kepada penduduk demikian juga kepada aparatur pemerintahan swapraja entah Sibayak, Raja Urung ataupun Pengulu, dapat dikatakan roda pemerintahan militer Jepang lancar.
terhadap Raja Urung Lima Senina Boncar Bangun dan terhadap para tukang sihir, tukang racun (peraji-aji).
Raja Urung Lima Senina Boncar Bangun, yang menurut laporan bersalah ditahan, lalu disiksa habis-habisan di Kabanjahe, oleh Kempetai Jepang. Diayun, dipukul karet, dipompa dengan air perutnya melalui mulut, lalu diinjak-injak dan lain sebagainya. Menyebabkan Raja Urung yang sudah tua/uzur, meninggal dalam siksaan Kempetai Jepang tahun 1944.
Para tukang sihir, tukang racun dan pencuri kakap, ditangkapi oleh Kempetai Jepang. Juga disiksa habis-habisan antara lain juga dalam bentuk hukum jari dan kaki dicabuti dengan kakaktua, rokok menyala dimasukkan ke dalam lubang hidung, badan disayat sedikit-sedikit lalu dituang dengan air jeruk dan garam. Para penderita pasti menggelepar, lemas tak sadarkan diri, malah ada yang mati begitu saja.
Namun badan-badan ini tidak berumur panjang sebab pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada pasukan sekutu setelah sekutu menjatuhkan bom di Hirosima dan Nagasaki. Dan dua hari setelah penyerahan Jepang, bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.
Peristiwa yang cukup penting di zaman penjajahan Jepang di Tanah Karo adalah pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat kresidenan Sumatera Timur yang terdiri dari berbagai golongan yang disebut Syu Sangikai di awal 1945.Dari Tanah Karo yang ditunjuk sebagai anggota dewan adalah Djaga Bukit dan Ngerajai Meliala. Dewan ini sempat bersidang beberapa kali di Medan sebelum Jepang menyerah kepada Sekutu.
Sebelum itu, pada tanggal 15 Juni 1945 Pemerintah militer Jepang telah mengangkat Ngerajai Meliala sebagai kepala Pemerintahan kerajaan-kerajaan Pribumi di Tanah Karo. Dengan posisi itu, Ngerajai Meliala merupakan kepala Pemerintahan Tanah Karo pertama yang membawahi langsung Pemerintahan Swapraja Pribumi Landschaap (Sibayak) dalam berurusan dengan pemerintahan militer Jepang yang saat itu dipimpin oleh K. Fukuchi di Tanah Karo.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembang zaman sekarang ini merupakan pengaruh dari perkembangan teknologi yang semakin cepat. Banyaknya pemanfaatan teknologi dalam memenuhi kebutuhan hidup dibutuhkan dalam jumlah yang luas dan telah masuk dalam lingkungan pribadi. Pemanfaatan teknologi tersebut tak hanya pada satu aspek pekerjaan, melainkan berbagai aspek yang berbeda-beda sehingga dibutuhkan teknologi yang berbeda pula. Masyarakat dituntut memiliki pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Penerapan teknologi komputer selalu dikaitkan dengan berbagai macam hal, salah satunya penerapan teknologi tersebut adalah dalam perancangan web kepariwisataan tanah karo ini. Dengan program sistem informasi berbasis web tersebut, kita akan memperoleh pengetahuan, juga membantu penyampaian dan mengekspos berbagai tempat wisata yang ada di tanah karo. Salah satu sistem informasi yang dapat dirancang dari bahasa skrip Php (Hypertext Preprocessor) dan menggunakan sistem manajemen basis data MySQL
perjalanan rekreasi. Sedangkan pengertian secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ketempat lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu perencanaan atau bukan maksud mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya, tetapi semata mata untuk menikmati kegiataan pertamasyaan atau reakreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam. Pariwisata merupakan salah satu kebutuhan manusia. Dengan melakukan wisatamanusia dapat sejenak melepas penat, lelah, dan menghilangkan stress serta sejenak melupakan masalah yang dialami.
Berdasarkan Undang-Undang No.9 Tahun 2009 pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang dilayani oleh pemerintah, masyarakat, atau pengusaha beserta dengan fasilitasnya. Pengertian lain tentang pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam menyediakan lapangan kerja, meningkatkan penghasilan, standart hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktivitas lainnya.
mutu lingkungan serta mendorong pengembangan, pemasaran, dan pemberdayaan produk nasional melalui pemanfaatan segala potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
Dari sisi ekonomi pariwisata muncul dari empat unsur pokok yang saling berkaitan erat atau menjalin hubungan dalam suatu system, yakni pemintaan atau kebutuhan, penawaran atau pemenuhan kebutuhan wisata itu sendiri, pasar dan kelembagaan yang berperan untuk memfasilitasi keduanya, serta pelaku yang mengerakkan ketiga elemen tersebut.
Banyak tempat wisata yang indah, tersembunyi, dan berpotensi di tanah karo salah satunya adalah Gua Liang Dahar. Gua ini sangat berpotensi sebagai salah satu objek wisata yang sangat berpengaruh bagi perekonomian masyarakat sekitar dan pemerintah sekitar, akan tetapi objek wisata ini masih terabaikan dan tersembunyi , belum terjamah,bahkan belum banyak masyarakat yang tahu.
1.2 Rumusan Masalah
Masalah yang akan dirumuskan adalah:
1. Bagaimana agar tempat wisata yang ada di Tanah Karo itu menjadi lebih di kenal masyarakat luas.
2. Bagaimana menyampaikan informasi tentang pariwisata, sarana dan prasarana kepada wisatawan yang dapat diakses secara global sehingga dapat menambah daya tarik para wisatawan untuk berwisata ke Tanah Karo ?
1.3 Tujuan Penelitian
objek-objek wisata serta untuk memenuhi salah satu persyaratan tugas akhir menyelesaikan pendididkan Diploma III Teknik Informatika di Universitas Sumatera Utara.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diberikan melalui pembuatan sistem ini adalah :
1. Memberi informasi tentang pariwisata di Tanah Karo yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja oleh masyarakat luas.
2. Dengan adanya sistem ini mampu menambah pendapatan masyarakat serta menambah pendapatan daerah dan jumlah wisata bagi Dinas Pariwisata. 1.5 Batasan Masalah
Agar pembahasan tidak menyimpang dari tujuan, maka perlu dibuat suatu batasan masalah sebagai berikut:
- Bagaimana merancang dan membuat sebuah objek wisata tanah karo berbasis web
- Bagaimana agar tempat wisata itu lebih dikenal masyarakat luas. 1.6 Tinjauan Pustaka
Kenneth dan Jane (2006:G12) menjelaskan bahwa perancangan sistem adalah kegiatan merancang detil dan rincian dari sistem yang akan dibuat sehingga sistem tersebut sesuai dengan requirement yang sudah ditetapkan dalam tahap analisa
sistem. Lebih lanjut O’Brien dan Marakas (2009:639) menjelaskan bahwa
kebutuhan dari pengguna termasuk diantaranya perancangan user interface, data dan aktivitas proses.
Website adalah suatu metode untuk menampilkan informasi di internet, baik berupa text, gambar, suara, maupun video yang interaktif dan mempunyai kelebihan untuk menghubungkan suatu dokumen dengan dokumen lainnya yang dapat diakses melalui sebuah browser (Yuhevizer,2000).
Obyek Wisata adalah segala sesuatu yang ada di daerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik agar orang-orang mau datang berkunjung ke tempat tersebut. Menurut SK. MENPARPOSTEL No.: KM. 98 / PW.102 / MPPT-87, obyek wisata adalah semua tempat atau keadaan alam yang memiliki sumber daya wisata yang dibangun dan dikembangkan sehingga mempunyai daya tarik dan diusahakan sebagai tempat yang dikunjungi wisatawan.
Php (hypertext Preprocessor) merupakan salah satu sarana untuk
membangun sistem informasi berbasis web dengan cepat dan efisien, php bisa bikin web dinamis dan dapat berjalan dalam web server yang berbeda dan juga dalam sistem informasi yang berbeda (Wahana Komputer Semarang , 2001).
di basisdata. Pengelolaan basisdata yang buruk dapat mengakibatkan ketidaktersediaan data penting yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan (Bambang Hariyanto,2004).
1.7 Metodologi Penelitian
Untuk menyelesaikan penelitian ini, penulis melakukan beberapa penerapan metode penelitian dalam memperoleh data-data yang dibutuhkan sehingga lebih mudah dalam menyelesaikan penelitian ini dan mendapat hasil yang lebih baik. Penelitian ini akan dilaksanakan dengen mengikuti beberapa langkah yang akan digunakan penulis,yaitu:
1. Pengumpulan data-data pendukung
Pengumpulan data dalam penelitian penulis lakukan dengan cara bertanya langsung kepada pihak yang terkait. Data dalam penelitan ini diperoleh dari melalui: wawancar (interviuw), pengamatan (observasi), dokumentasi. 2. Membuat Rancangan Web
Proses pembuatan ini meliputi pembuatan rancangan web dan pembuatan interface aplikasi.
3. Pengujian Program
Menguji apakah web yang dibuat telah berhasi berjalan sesuai denagn keinginan dan melakukan perbaikan kesalahan jika masih terjadi error pada website.
4. Implementasi Sistem
5. Penyusunan dan pengadaan laporan
Tahap akhir dari penelitian yang dilakukan yaitu membuat laporan tentang penelitian yang telah dilakukan.
1.8 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan tugas akhir ini bagi menjadi lima bab yaitu sebagai berikut: BAB 1 Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, kontribusi penelitian, kajian pustaka, metodologi penelitian, sistematika penelitian, sistematika penulisan.
BAB 2 Landasan Teori
Bab ini menggungkapkan tentang konsep dasar dan teori-teori yang mendukung pembahasan untuk tema penulisan ini yang didapat dari beberapa literatur.
BAB 3 Perancangan Sistem
Bab ini menbahas tentang Perancangan Objek Wisata Tanah Karo Berbasis Web dan gambaran umum rancangannya.
BAB 4 Implementasi Sistem
BAB 5 Penutup
ABSTRAK
PERANCANGAN OBJEK WISATA TANAH KARO BERBASIS WEB
TUGAS AKHIR
Diajukan sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Pendidikan Program Studi Diploma III Teknik Informatika
SELLY RIDE MANIK 132406091
PROGRAM STUDI D3 TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PERSETUJUAN
Judul : Perancangan Objek Wisata Tanah Karo Berbasis Web
Kategori : Tugas Akhir Nama : Selly Ride Manik Nomor Induk Mahasiswa : 132406091
Program Studi : Diploma (D3) Teknik Informatika Departemen : Matematika
Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetauan Alam Universitas Sumatera Utara
Disetujui di Medan, Juni 2016
Disetujui oleh
Program Studi D-3 Teknik Informatika Pembimbing FMIPA USU
Ketua,
PENGHARGAAN
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang masih memberi kesempatan dan kesehatan sehingga Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan.
Penulisan Tugas Akhir ini merupakan salah satu Syarat bagi setiap mahasiswa guna menyelesaikan Progam Studi Diploma (D3) Tekni Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.
Dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis juga menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada seluruh pihak yang sudah banyak membantu :
1. Tuhan Yang Maha Esa, atas Berkat dan karuniaNya penuli dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini.
2. Bapak Dr.Syahril Efendi, S.Si, M.IT , selaku pembimbing penulis yang selalu meemberi kritik dan saran selama pembuatan tugas Akhir ini.
3. Ibu Dr. Elly Rosmaini, M.Si selaku Ketua Program Studi dan Bapak Dr. Syahriol Sitorus, S.Si, M.iT selaku sekretaris Program Studi D-3 Teknik Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara
4. Bapak Prof. Dr. Tulus, M.Si, selaku ketua Depertamen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara 5. Bapak Dr.Kerista Sebayang, M.S. Selaku Dekan Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.
6. Seluruh Dosen pengajar dan Staf Pegawai Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara
8. Buat teman-teman seperjuangan D-3 Teknik Informatika yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu menyelesaikan Tugas Akhir ini
9. Buat teman-teman Kom B 2013 yang telah memberi saran dan kritik dalam penyusunan Tugas Akhir ini.
10. Buat KMK Gonzaga yang telah banyak memberi motivasi kepada penulis 11. Buat sahabat sahabatku yang telah memberi banyak dukungan dan
motivasi.
Semoga tugas akhir ini dapat berguna. Kritik dan saran penulis harapkan untuk memperbaiki dan kemajuan tugas akhir ini dimasa mendatang. Terima kasih.
ABSTRAK
DAFTAR ISI
2.1.1 Pengertian Sistem 10
2.1.2 Defenisi Perancangan Sistem 10
2.2 Konsep Dasar Informasi 11
2.2.1 Pengertian Informasi 11
2.2.2 Kwalitas Informasi 12
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi 13 2.3.1 Pengertian Sistem Informasi 13 2.3.2 Komponen Sistem Informasi 13
2.4 Aplikasi yang digunakan 14
2.4.1 Internet dan Website 14
2.4.2 Web Browser 15
2.4.3 PHP (Hypertext Preprocessor) 15
2.4.4 MySQL 16
2.4.5 Sublime Text 16
2.4.6 CSS 18
2.4.7 Xampp 19
2.4.8 Keuntungan Sistem Berbasis Web 20 2.5 Alat Perancangan Sistem yang digunakan 21
2.5.1 Data Flow Diagram 21
2.6 Alat Perancang Basis Data yang digunakan 22 2.6.1 Entity Relation Diagram (ERD) 22
2.7 Kabupaten Tanah Karo 24
2.7.1 Sejarah Singkat Kabupaten Tanah Karo 24 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
3.2 Kebutuhan Sistem 38
3.8 Rancangan Antarmuka (Interface) 43 BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM
4.1 Implementasi Sistem 45
4.2 Tujuan Implementasi Sistem 46 4.3 Komponen Utama dalam Implememtasi Sistem 47
4.3.1 Perangkat Keras 47
4.3.2 Perangkat Lunak 48
4.3.3 Pengguna (Brainware) 48
4.4 Pemeliharaan Sistem 49
4.5 Demonstrasi Program 49
4.5.1 Tampilan Halaman Website 49 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan 52
5.2 Saran 53
DAFTAR TABEL
2.1 Simbol Data Flow Diagram Gabe and Sarson 22
2.2 Simbol Entitas Relation Diafram 23
DAFTAR GAMBAR
2.1 Contoh penggunaan CSS 19
2.2 Contoh Tampilan Xampp 20
3.1 Diagram Konteks Pariwisata Tanah Karo 41 3.2 Flowchart Halaman Website Kepariwisataan Tanah Karo 42 3.3 Rancangan Tampilan Halaman Utama 44
4.1 Halaman Utama 49
4.2 Data Kunjungan Wisata 50
4.3 Tampilan Gallery 50
4.4 Halaman Objek 51