• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Ekperimental Perbandingan kebisingan Pada Knalpot Standar Satria FU 150 dengan Knalpot Komposit Serbuk Batang Kelapa Sawit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Ekperimental Perbandingan kebisingan Pada Knalpot Standar Satria FU 150 dengan Knalpot Komposit Serbuk Batang Kelapa Sawit"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan: Relevansi Studi terhadap Tujuan Pendidikan

Studi eksperimental ini, yang membandingkan kebisingan knalpot standar Satria FU 150 dengan knalpot komposit serbuk batang kelapa sawit, memiliki relevansi signifikan terhadap tujuan pendidikan tinggi, khususnya dalam konteks keilmuan teknik mesin dan ilmu material. Penelitian ini melatih mahasiswa untuk merancang eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif, serta menginterpretasikan temuan dalam konteks teori akustik dan ilmu material. Penelitian ini juga mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, dengan fokus pada aplikasi praktis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya polusi suara.

1.1 Tujuan Pembelajaran yang Tercakup

Studi ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembelajaran, antara lain: menguasai prinsip-prinsip dasar akustik dan pengukuran kebisingan; memahami karakteristik material komposit dan proses pembuatannya; mengembangkan keterampilan dalam perancangan dan pelaksanaan eksperimen; meningkatkan kemampuan analisis data kuantitatif dan penyusunan laporan ilmiah; serta menumbuhkan kesadaran akan isu lingkungan dan solusi teknologi yang berkelanjutan. Penelitian ini juga mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan riset di dunia nyata, dengan memadukan teori dengan praktik.

1.2 Hasil Belajar yang Diharapkan

Mahasiswa yang terlibat dalam atau mempelajari penelitian ini diharapkan mampu: menjelaskan prinsip-prinsip dasar akustik dan propagasi gelombang suara; menganalisis pengaruh material komposit terhadap redaman suara; mendesain eksperimen pengukuran kebisingan yang akurat dan terpercaya; menganalisis data eksperimen secara statistik dan menyajikannya dalam bentuk yang informatif; menginterpretasi temuan penelitian dan menarik kesimpulan yang valid; serta mengkomunikasikan temuan penelitian secara efektif melalui laporan ilmiah. Mereka juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan ini dalam konteks pengembangan teknologi yang ramah lingkungan.

II. Tinjauan Pustaka: Landasan Teori dan Prinsip

Bagian tinjauan pustaka membahas konsep-konsep kunci yang mendasari penelitian, meliputi teori dasar akustik, karakteristik gelombang suara, metode pengukuran kebisingan, ilmu material khususnya komposit, dan proses pembuatan knalpot. Pustaka yang dirujuk meliputi buku teks dan jurnal ilmiah terkemuka dalam bidang akustik dan teknik material. Pembahasan ini bertujuan untuk memberikan landasan teoritis yang kokoh bagi penelitian dan interpretasi hasil.

2.1 Teori-Teori Akustik yang Relevan

Bagian ini mengkaji teori-teori akustik yang mendasari pengukuran dan analisis kebisingan, seperti konsep intensitas suara, sound pressure level (SPL), sound power level (SWL), dan sound transmission loss (STL). Di sini dijelaskan pula berbagai metode pengukuran kebisingan dan pemilihan alat ukur yang tepat. Pemahaman teori-teori ini sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami dasar-dasar akustik dan mengaplikasikannya dalam analisis data penelitian.

2.2 Ilmu Material dan Komposit

Bagian ini membahas karakteristik material komposit, khususnya komposit serbuk batang kelapa sawit dan resin. Diskusi meliputi sifat mekanik, termal, dan akustik dari material komposit, serta metode pembuatannya. Mahasiswa akan belajar tentang pemilihan material yang tepat berdasarkan sifat-sifatnya yang sesuai dengan aplikasi yang diinginkan, dalam kasus ini adalah peredam kebisingan. Ini memperluas pengetahuan mereka di bidang material dan aplikasinya.

2.3 Metode Penelitian yang Digunakan

Bagian ini menjelaskan secara detail metodologi penelitian, termasuk desain eksperimen, prosedur pengukuran kebisingan, dan metode analisis data. Mahasiswa belajar tentang pentingnya perancangan eksperimen yang baik, pemilihan metode analisis data yang tepat, dan interpretasi hasil penelitian secara kritis. Ini melatih mahasiswa dalam metodologi penelitian ilmiah yang rigorous dan terpercaya.

III. Metodologi Penelitian: Aplikasi Prinsip dan Teori

Bagian metodologi menjelaskan secara rinci tahapan penelitian, mulai dari pembuatan spesimen knalpot komposit hingga pengukuran dan analisis data kebisingan. Penjelasan yang detail meliputi alat dan bahan yang digunakan, prosedur pembuatan spesimen, dan prosedur pengukuran kebisingan. Bagian ini penting untuk menunjukkan bagaimana prinsip dan teori yang dibahas di bagian tinjauan pustaka diaplikasikan dalam penelitian.

3.1 Pembuatan Spesimen Knalpot Komposit

Bagian ini menjelaskan secara detail proses pembuatan knalpot komposit dari serbuk batang kelapa sawit dan resin. Penjelasan meliputi perbandingan komposisi bahan, prosedur pencampuran bahan, proses pencetakan, dan proses finishing. Mahasiswa dapat memahami secara praktikal proses pembuatan material komposit dan kendala-kendala yang mungkin dihadapi.

3.2 Pengukuran Kebisingan

Bagian ini menjelaskan prosedur pengukuran kebisingan knalpot menggunakan sound level meter. Penjelasan meliputi pengaturan alat, prosedur pengukuran, dan pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan selama pengukuran. Mahasiswa dapat belajar tentang pentingnya keakuratan dan ketelitian dalam pengukuran dan bagaimana mengatasi potensi kesalahan pengukuran.

3.3 Analisis Data

Bagian ini menjelaskan metode analisis data yang digunakan untuk membandingkan kebisingan knalpot standar dan knalpot komposit. Penjelasan meliputi metode statistik yang digunakan dan interpretasi hasil analisis. Mahasiswa dapat belajar tentang pentingnya analisis data yang tepat dan bagaimana menarik kesimpulan yang valid berdasarkan data yang tersedia.

IV. Hasil dan Pembahasan: Interpretasi Temuan dan Implikasinya

Bagian hasil dan pembahasan menyajikan data pengukuran kebisingan dari kedua jenis knalpot dan analisis perbandingannya. Pembahasan menekankan interpretasi data dalam konteks teori akustik dan ilmu material yang telah dibahas sebelumnya. Diskusi juga meliputi keterbatasan penelitian dan implikasi dari temuan penelitian.

4.1 Data Pengukuran Kebisingan

Bagian ini menyajikan data kuantitatif hasil pengukuran kebisingan kedua knalpot pada berbagai putaran mesin. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik untuk memudahkan pemahaman. Mahasiswa dapat memahami bagaimana data eksperimen disajikan secara ilmiah dan efektif.

4.2 Analisis Perbandingan Kebisingan

Bagian ini menganalisis perbandingan kebisingan knalpot standar dan knalpot komposit. Analisis meliputi perbandingan nilai rata-rata kebisingan, pengaruh putaran mesin terhadap kebisingan, dan analisis statistik lainnya. Mahasiswa belajar tentang pentingnya analisis komparatif dalam penelitian ilmiah dan bagaimana menarik kesimpulan berdasarkan perbandingan data.

4.3 Implikasi Temuan Penelitian

Bagian ini membahas implikasi temuan penelitian terhadap pengembangan knalpot yang lebih ramah lingkungan dan teknologi peredam kebisingan. Diskusi juga meliputi keterbatasan penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya. Mahasiswa diajak untuk berpikir kritis tentang implikasi praktis dari temuan penelitian dan bagaimana penelitian ini dapat berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

V. Kesimpulan dan Saran: Refleksi dan Arah Pengembangan

Bagian kesimpulan merangkum temuan utama penelitian dan menjawab rumusan masalah. Bagian saran memberikan rekomendasi untuk pengembangan penelitian selanjutnya dan aplikasi praktis temuan penelitian. Ini merupakan bagian penting untuk menunjukkan hasil akhir penelitian dan arah pengembangan di masa mendatang.

5.1 Kesimpulan Penelitian

Kesimpulan penelitian dirumuskan berdasarkan analisis data yang telah dilakukan. Kesimpulan harus menjawab pertanyaan penelitian yang telah diajukan di awal dan didukung oleh data empiris. Mahasiswa belajar tentang pentingnya merumuskan kesimpulan yang tepat dan ringkas berdasarkan hasil penelitian.

5.2 Saran untuk Penelitian Selanjutnya

Saran untuk penelitian selanjutnya diberikan berdasarkan keterbatasan penelitian dan potensi pengembangan lebih lanjut. Saran dapat mencakup modifikasi desain knalpot, penggunaan material komposit lain, atau perluasan cakupan penelitian. Mahasiswa diajak untuk berpikir kritis tentang potensi pengembangan penelitian dan bagaimana penelitian ini dapat diperluas di masa mendatang.

Gambar

gambar 3.1.
gambar 3.5.
Gambar 3.8 Gelas Plastik
Gambar 3.11 (a) pengolesan bagian dies cetakan (b) pengolesan bagian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi campuran yang baik dalam pembuatan knalpot sepeda motor dengan bahan komposit polimer yang diperkuat serbuk

Penelitian ini bermula dari proses pembuatan knalpot komposit berbahan baku utama batang kelapa sawit, dan selanjutnya menggunakan ANSYS 14.0 untuk mendapatkan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi campuran yang baik dalam pembuatan knalpot sepeda motor dengan bahan komposit polimer yang diperkuat serbuk

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi campuran yang baik dalam pembuatan knalpot sepeda motor dengan bahan komposit polimer yang diperkuat serbuk

komposit polimer yang diperkuat serbuk batang kelapa sawit. Mengetahui formulasi (komposisi) yang baik dalam pembuatan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi campuran yang baik dalam pembuatan knalpot sepeda motor dengan bahan komposit polimer yang diperkuat serbuk

Dilakukan dengan beberapa tahap, untuk langkah pertama menyiapakan sound level meter sebagai alat pendeteksi kebisingan pada knalpot lalu melakukan pengukukan jarak

dilakukan penelitiaan ini untuk mengetahui pengaruh material Polyprophylen dan POFA terhadap kebisingan yang dihasilkan knalpot. Mengetahui pengaruh putaran mesin dan frekuensi