Analisis Usabilitas Layanan Peminjaman Dan Pengembalian Buku Mandiri Di Perpustakaan Universitas Negeri Medan

128  Download (1)

Teks penuh

(1)

70 Lampiran 1

ANGKET PENELITIAN

Dengan hormat,

Saya mengharapkan kesediaan saudara untuk berpartisipasi dalam mengisi angket berikut ini dalam rangka pelaksanaan penelitian tentang “Analisis Usabilitas Layanan Peminjaman dan Pengembalian Buku Mandiri di Perpustakaan Universitas Negeri Medan”. Atas partisipasi saudara saya ucapkan terima kasih.

I. Petunjuk Pengisian

1. Isilah stambuk saudara di tempat yang disediakan

2. Bacalah setiap peryataan dengan baik dan seksama, kemudian pilihlah jawaban yang sesuai dengan pendapat saudara dengan cara memberi tanda (X) pada salah satu jawaban yang tersedia yaitu a, b, c, d,dan e.

II. Identitas Responden Stambuk :

PERNYATAAN

A. Learnability

(2)

71 a. Sangat setuju

b. Setuju

c. Kurang setuju d. Tidak setuju

(3)

72 2. Ketika pertama kali menggunakan layanan pengembalian buku mandiri, saya

(4)

73 a. Sangat setuju

b. Setuju

(5)

74 3. Hanya dengan melihat panduan (user guide), saya dapat mengakses atau

(6)

75 a. Sangat setuju

b. Setuju

(7)

76 4. Hanya dengan melihat panduan (user guide), saya dapat mengakses atau

(8)

77 a. Sangat setuju

b. Setuju

(9)

78 5. Ketika pertama kali menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, saya

(10)

79 a. Sangat setuju

(11)

80 6. Ketika pertama kali menggunakan layanan pengembalian buku mandiri, saya

(12)

81 a. Sangat setuju

b. Setuju

(13)

82

B. Efficiency

(14)

83 a. Sangat setuju

b. Setuju

(15)
(16)

85 a. Sangat setuju

b. Setuju

(17)

86 9. Saya mampu menyelesaikan prosedur pada proses peminjaman buku mandiri

(18)

87 a. Sangat setuju

b. Setuju

(19)

88 10. Saya mampu menyelesaikan prosedur pada proses pengembalian buku

(20)

89 a. Sangat setuju

b. Setuju

(21)

90 11. Prosedur pada proses peminjaman buku mandiri pendek sehingga transaksi

(22)

91 a. Sangat setuju

b. Setuju

(23)

92 12. Prosedur pada proses pengembalian buku mandiri pendek sehingga transaksi

(24)

93 a. Sangat setuju

b. Setuju

c. Kurang setuju

(25)

94

C. Memorability

(26)

95 a. Sangat setuju

b. Setuju

(27)

96 14. Saya mengingat cara menggunakan layanan pengembalian buku mandiri

(28)

97 a. Sangat setuju

b. Setuju

c. Kurang setuju d. Tidak setuju

(29)

98 15. Saya perlu mempelajari kembali cara menggunakan layanan peminjaman

(30)

99 a. Sangat setuju

b. Setuju

(31)

100 16. Saya perlu mempelajari kembali cara menggunakan layanan pengembalian

(32)

101 a. Sangat setuju

b. Setuju

c. Kurang setuju

(33)

102

D. Errors

(34)

103 a. Sangat sering

(35)

104 18. Saya pernah melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan

(36)

105 a. Sangat sering

(37)

106 19. Saya dapat menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika menggunakan

(38)

107 a. Sangat setuju

b. Setuju

(39)

108 20. Saya dapat menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika menggunakan

(40)

109 a. Sangat setuju

b. Setuju

c. Kurang setuju

(41)

110

E. Satisfaction

(42)

111 a. Sangat puas

b. Puas

(43)
(44)

113 a. Sangat puas

b. Puas

(45)

114 Lampiran II

Tabulasi Jawaban Responden Nomor

angket

Pilihn jawaban Total

A B C D E

(f) (%) (f) (%) (f) (%) (f) (%) (f) (%) (f) (%)

1 8 8 44 44 38 38 9 9 1 1 100 100

2 10 10 54 54 29 29 6 6 1 1 100 100

3 12 12 51 51 32 32 5 5 0 0 100 100

4 14 14 65 65 19 19 2 2 0 0 100 100

5 7 7 60 60 28 28 5 5 0 0 100 100

6 13 13 57 57 27 27 3 3 0 0 100 100

7 26 26 60 60 12 12 2 2 0 0 100 100

8 26 26 64 64 9 9 1 1 0 0 100 100

9 16 16 54 54 22 22 8 8 0 0 100 100

10 17 17 58 58 16 16 9 9 0 0 100 100

11 22 22 52 52 19 19 7 7 0 0 100 100

(46)

115

13 13 13 64 64 20 20 3 3 0 0 100 100

14 21 21 51 51 21 21 7 7 0 0 100 100

15 5 5 49 49 28 28 15 15 3 3 100 100

16 4 4 48 48 28 28 17 17 3 3 100 100

17 4 4 10 10 6 6 58 58 22 22 100 100

18 4 4 7 7 11 11 42 42 36 36 100 100

19 5 5 34 34 35 35 21 21 5 5 100 100

20 7 7 41 41 31 31 18 18 3 3 100 100

21 28 28 59 59 9 9 3 3 1 1 100 100

(47)

66 DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Battaile, Connie. 1992. Circulation Services in A Small Academic Library. London: Greenwood Press

Bevan, Nigel. 2000. ISO and Industry Standards for User Centred Design.

(diakses pada tanggal 18 April 2015 )

Brady, Shaun et.al. 2011. Customer service excellence in the self-service public library State Library of Victoria: Shared Leadership Program 2009-10.

2015)

Curran, James M et al. 2003. Intentions to Use Self-Service Technologies: A Confluence of Multiple attitudes. Journal of Service Research Vol. 5, no.3

(Februari) Maret, 2015)

Darmono. 2001. Manajemen Perpustakaan. Jakarta: Grasindo

Departemen Pendidikan Nasional RI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 2004. Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman. 3th. ed. Jakarta:

(48)

67 ---Pendidikan Nasional RI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 1999. Pedoman Umum Pengelolaan Koleksi Perguruan Tinggi : Buku Pedoman.

Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Hsieh, Chiang-tseh. 2005. Implementing Self-Service Technology To Gain Competitive Advantages. Dalam jurnal Communication of the LIMA. Vol.5.

Issue (diakses pada tanggal 18 April 2015)

ISO 9241 – 11

(diakses pada tanggal 18 April 2015)

Lasa, HS. 2008. Jenis-jenis Pelayanan Informasi Perpustakaan.Cet. II. Yogyakarta: Gajahmada University Press.

Mackenzie, Christine dan Ton Van Vlimmeren. 2004. Implementing Customer Self Service. International Network of Public Libraries. Bertelsmann Foundation

Nielsen, Jacob. 1993. Usability Engineering. San Fransisco: AP Professional.

---. 2012. Usability 101: Introduction to Usability. (diakses pada tanggal 03 September 2015)

Rahayuningsih. 2007. Pengelolaan Perpustakaan. Yogyakarta: Graha Ilmu

(49)

68 PT Bank xxxx di Medan.(Skripsi). Departemen Studi Teknik Industri

Fakultas Teknik. Universitas Sumatera Utara.

Sarworini, Yunistya Sekar. 2008. Persepsi Pemustaka terhadap Layanan Mandiri dalam Sistem Peminjaman dan Pengembalian Kolelsi di Perpustakaan

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Skripsi).

Departemen Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sjahrial-Pamuntjak, Rusina. 2000. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan. Jakarta : Djambatan.

Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

---. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R & D. Bandung: Rineka Cipta

Tatari, Kamran Khan, Salim ur-Rehman dan Waheed ur-Rehman. 2011. “Transforming Web Usability Data into Web Usability Information using

Information Architecture Concepts and Tools”. Interdisciplinary Journal of

Contemporary Research in Business. Volume 3, No. 4, Agustus 2011:

703-717.

3M SelfCheck System (V-Series Tabletop Unit). 2008.

(50)

69

3M Intelligent Return and Sorter System FX. 2010

April 2015)

(51)

23 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Menurut Sugiyono (2005: 21) menyatakan bahwa “metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas”. Pada penelitian ini, peneiti hanya memaparkan data yang diperoleh dari responden (dalam hal ini mahasiswa) melalui angket untuk selanjutnya akan di evaluasi dan di interpretasikan.

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Negeri Medan, yang beralamat di Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate. Adapun alasan pemilihan lokasi penelitian di Perpustakaan UNIMED, karena Perpustakaan UNIMED telah menerapkan layananan mandiri pada peminjaman dan pengembalian buku.

3.3 Populasi

(52)

24 adalah mahasiswa yang terdaftar sebagai anggota aktif perpustakaan Universitas Negeri Medan sebanyak 29.006 orang.

3.4 Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi untuk dijadikan subjek dan objek penelitian. Menurut Sugiyono (2008, 81) “Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Mengingat jumlah populasi dalam penelitian ini sangat besar maka perlu dibatasi dan menetapkan sampel.

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang terdaftar sebagai anggota aktif Perpustakaan Universitas Negeri Medan berjumlah 29.006 orang. Karena peneliti memiliki keterbatasan waktu, biaya dan tenaga maka tidak semua populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Ada berbagai cara yang digunakan untuk menghitung besar sampel yang ditetapkan dalam melakukan suatu penelitian. Penentuan besarnya sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Slovin yaitu:

Keterangan:

n = Jumlah sampel (responden dalam penelitian). N = Jumlah populasi.

(53)

25 Dari jumlah populasi 29.006 orang maka diperoleh sampel adalah 100 orang. Untuk menentukan kriteria sampel peneliti menggunakan teknik aksidental sampling (accidental sampling) yaitu dengan menyebarkan angket kepada responden yang sedang berada di Perpustakaan UNIMED dan sedang memanfaatkan ataupun menggunakan layanan peminjaman buku mandiri dan pengembalian buku mandiri serta bersedia mengisi angket yang disediakan.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Angket, yaitu pengumpulan data dengan cara memberikan daftar pernyataan untuk dijawab oleh responden .

2. Studi kepustakaan yaitu mengumpulkan data ilmiah dari buku, jurnal dan bahan pustaka lainnya.

(54)

26 3.6 Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data penelitian ini adalah :

1. Data primer, yaitu data yang langsung diperoleh dari responden melalui angket.

2. Data sekunder, yaitu data yang mendukung data primer yang diperoleh melalui buku, jurnal dan bahan pustaka serta dokumen yang berhubungan dengan masalah penelitian.

3.7 Definisi Operasional Variabel

Definisi Usabilitas layanan peminjamanan dan pegembalian buku mandiri pada penelitian ini adalah adalah kemampuan layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri dapat dipahami, dipelajari, digunakan oleh pengguna dan sejauh mana layanan tersebut berhasil membantu pengguna mencapai tujuannya dengan indikator atau aspeknya adalah:

(55)

27 2) Efficiency: menjelaskan tingkat kecepatan pengguna dalam menyelesaikan

task-task (tugas-tugas) setelah mereka mempelajari desain layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri.

3) Memorability: menjelaskan tingkat kemudahan pengguna dalam menggunakan layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri, setelah beberapa kurun waktu yang lama tidak menggunakannya. Pengguna bisa dapat kembali menggunakan layanan tersebut meski telah sekian lama tidak menggunakannya, tanpa harus mempelajarinya lagi dari awal.

4) Errors: menjelaskan jumlah kesalahan yang dilakukan oleh pengguna dan cara memperbaiki kesalahan tersebut. Pengguna tidak membuat banyak kesalahan selama penggunaan layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri, atau jika mereka membuat kesalahan mereka dengan mudah dapat menanganinya.

5) Satisfaction: menjelaskan tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri. Pengguna yang subyektif puas dengan menggunakan sistem, dan mereka menyukainya.

3.8 Analisis Data

(56)

28 Keterangan:

P = Persentase

f = Jumlah jawaban yang diperoleh

n = Sampel (jumlah responden) dijelaskan oleh Sudijono (2011, 43 )

Penafsiran data dan hasil distribusi terhadap jawaban angket dilakukan dengan menggunakan pedoman penafsiran data yang dikemukakan oleh Arikunto (2005, 57), sebagai berikut:

0,00% : Tidak ada 1,00% - 24,99% : Sebagian kecil 25,00% - 49,99% : Hampir setengahnya 50,00% : Setengahnya

(57)

29 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perpustakaan UNIMED

UPT Perpustakaan Universitas Negeri Medan berdiri seiring dengan berdirinya Institusi induk yaitu IKIP Medan. Pada awalnya merupakan perpustakaan Fakultas FKIP USU. Pada tahun 1959 Perpustakaan dipimpin oleh Ny. Fondoh Hoeres. Pada tahun 1969 perpustakaan baru menempati gedung tersendiri dengan ukuran 800 m2 berlantai dua. Unsur pimpinan berganti pada tahun 1962 dipimpin oleh Ny. Hajani Adnan. Pada tahun 1963 beralih kepada Drs. M. Simatupang dan pada tahun 1965 pimpinan diserahkan kepada Drs. J. Tumanggor serta pada tahun 1977 pimpinan perpustakaan dijabat oleh Drs. M. Tambunan.

Sesuai dengan keluarnya PP 30 tahun 1980 maka status perpustakaan menjadi Unit Pelaksana Teknis, dimana Kepala UPT Perpustakaan bertanggung jawab langsung kepada Rektor dengan pembinaan sehari-hari dilakukan oleh Pembantu Rektor I.

Pada bulan Agustus 1984 Kepala Perpustakaan saat itu, Drs. M. Tambunan, mengikuti tugas belajar ke Amerika Serikat maka perpustakaan dipimpin oleh Drs. Belling Siregar. Dan sejak bulan Mei 1986 setelah Drs. M. Tambunan kembali dari tugas belajar kepala UPT Perpustakaan IKIP Medan kembali dipimpinnya.

(58)

30 maka UPT Perpustakaan mengambil kebijakan, sejak tahun 1990 membuka Perpustakaan di tiap-tiap fakultas yang ada dengan sebutan Ruang Baca Fakultas, hal ini dimasudkan untuk mendekatkan koleksi kepada pemakai perpustakaan terutama bagi pengguna yang masih jauh dari UPT Perpustakaan di kampus baru.

Pada tanggal 15 Agustus 1989, pimpinan UPT Perpustakaan IKIP Medan diserahterimakan dari Drs. M. Tambunan, MLS kepada Drs. Belling Siregar. Pada tahun 1992 kepala perpustakaan mengikuti tugas belajar di Inggris, maka perpustakaan dipimpin oleh Dra. Ratnawati Dora, SIP sampai tahun 1994. Setelah Drs. Belling Siregar, MLib. Selesai tugas belajar UPT Perpustakaan kembali dipimpin sampai tahun 1998. Pada tanggal 14 Juli 1998 kepala UPT Perpustakaan diserahterimakan dari Drs. Belling Siregar, M.Lib. Kepada Dra. Ratnawati Dora, SIP hingga sekarang.

Pada tahun 2013 Perpustakaan UNIMED pindah ke lokasi dan gedung baru. Gedung baru dengan nama Digital Library hadir dengan arsitektur modern, fasilitas, sarana dan pasarana, serta pelayanan yang juga baru. Salah satu pelayanan baru di Perpustakaan UIMED adalah layanan peminjaan buku mandiri dan layanan pengembalian buku mandiri.

4.1.1. Layanan Peminjaman Buku Mandiri

Layanan peminjaman buku mandiri menggunakan mesin layanan mandiri (self service machines) 3M Selfcheck system V-Series. 3M ™ SelfCheck Sistem V-Series adalah solusi peminjaman yang cepat dan serbaguna, yang sangat intuitif

(59)

31 aman memproses buku, majalah, video, CD dan DVD dan menyediakan pemantauan dan pemeriksaan jarak jauh berbasis web (3M, 2008).

Perpustakaan UNIMED menyediakan dua unit mesin peminjaman buku mandiri yang dapat digunakan langsung oleh pengguna untuk meminjam buku. Layanan peminjaman buku mandiri di Perpustakaan UNIMED dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 4.1: peminjaman buku mandiri

Sumber: Perpustakaan UNIMED

Dalam penggunaan layanan ini pengguna membawa kartu anggota perpustakaan dan buku yang akan dipinjam. Proses peminjaman dilakukan dengan menscan barcode dari kartu anggota dan barcode yang pada buku.

4.1.2. Layanan Pengembalian Buku Mandiri

Layanan pengembalian buku mandiri menggunakan mesin layanan mandiri (self service machines) 3M Intelligent Return and Sorter System : FX Model (3M IRSS: FX Model). 3M IRSS: FX Model dirancang untuk perpustakaan yang tertarik

(60)

32 penggunaan dan kenyamanan sumber daya yang tersedia. Proses mengidentifikasi dan dapat meminimalkan waku. Juga, lebih sedikit hilang saat pengembalian, membantu untuk memastikan sistem yang lebih tepat dan catatan yang akurat. Pada proses pengembalin buku segera dihapus dari catatan pengguna, mengurangi waktu menunggu untuk memeriksa buku. Dan pustakawan dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengembangkan dan menyediakan program tambahan untuk pengguna perpustakaan (3M, 2010).

Perpustakaan UNIMED menyediakan satu unit mesin pengembalian buku mandiri yang dapat digunakan langsung oleh pengguna untuk mengembalikan buku yang telah dipinjam. Layanan pengembalian buku mandiri di perpustakaan UNIMED dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 4.2: pengembalian buku mandiri

Sumber: Perpustakaan UNIMED

(61)

33 Dengan alat ini proses pengembalian dan penyortiran buku menjadi lebih efisien dan mudah. Dalam prosesnya, buku yang dikembalikan secara mandiri oleh pengguna akan langsung disortir mesin lalu dimasukkan pada keranjang dengan pengelompokan berdasarkan nomor-nomor kelas. Terdapat 5 unit keranjang dengan 5 nomor-nomor kelas utama yang telah dikelompokkan. Sehingga buku dapat kembali ke rak dengan cepat.

4.2 Gambaran Umum Responden

Sesuai dengan bahasan bab sebelumnya, yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah pengguna Perpustakaan Universitas Negeri Medan yaitu sebanyak 29.006 populasi dengan sampel sebanyak 100 mahasiswa. Hasil dan pembahasan akan diuraikan pada bab ini berdasarkan data yang berasal dari jawaban pengguna yang diketahui dari penyebaran angket.

4.3 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif adalah cara menganalisis dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

4.3.1 Tingkat usabilitas layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri di perpustakaan UNIMED

(62)

34 4.3.1.1 Learnability

Learnability berkaitan dengan tingkat kemudahan bagi pengguna untuk

memenuhi tugas-tugas (task-task) dasar ketika pertama kali menggunakan layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri. Ada 6 (enam) pernyataan berkaitan dengan hasil learnability, seperti dijelaskan berikut ini:

Tabel 4.1 Kemudahan memenuhi langkah-langkah (task-task) penggunaan layanan peminjaman buku mandiri

Pernyataan Nomor 1 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%)

Berdasarkan data pada tabel 4.1 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan dapat memenuhi langkah-langkah (task-task) penggunaan layanan peminjaman buku mandiri pada kesempatan pertama kali sebanyak 8 responden (8%) menjawab sangat setuju, 44 responden (44%) menjawab setuju, 38 responden (38%) menjawab kurang setuju, 9 responden (9%) menjawab tidak setuju, dan 1 responden (1%) menjawab sangat tidak setuju.

(63)

35 kesempatan pertama kali. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan responden yang mengembalikan angket, dapat diketahui bahwa responden tidak dapat memenuhi langkah-langkah (task-task) penggunaan layanan peminjaman buku mandiri pada kesempatan pertama kali disebabkan oleh pengguna baru pertama kali dihadapkan dengan layanan peminjaman buku mandiri mengaku masih kaku, dan takut membuat kesalahan atau kerusakan. Selanjutnya responden mengatakan bahwa pada saat pertama kali menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, mereka masih sedikit bingung menyesuaikan posisi buku dengan alat scanner.

Tabel 4.2 Kemudahan memenuhi langkah-langkah (task-task) penggunaan layanan pengembalian buku mandiri

Pernyataan Nomor 2 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%)

Berdasarkan data pada tabel 4.2 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan dapat memenuhi langkah-langkah (task-task) penggunaan layanan pengembalian buku mandiri pada kesempatan pertama kali sebanyak 10 responden (10%) menjawab sangat setuju, 54 responden (54%) menjawab setuju, 29 responden (29%) menjawab kurang setuju, 6 responden (6%) menjawab tidak setuju, dan 1 responden (1%) menjawab sangat tidak setuju.

(64)

36 penggunaan layanan pengembalian buku mandiri pada kesempatan pertama kali, walaupun masih ada 36% atau hampir setegahnya responden tidak dapat memenuhi langkah-langkah (task-task) penggunaan layanan pengembalian buku mandiri pada kesempatan pertama kali. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan responden yang mengembalikan angket, dapat diketahui bahwa responden tidak dapat memenuhi langkah-langkah (task-task) penggunaan layanan pengembalian buku mandiri pada kesempatan pertama kali disebabkan oleh pengguna baru pertama kali dihadapkan dengan layanan pengembalian buku mandiri mengaku masih kaku, dan takut membuat kesalahan atau kerusakan. Selanjutnya responden mengatakan bahwa petunjuk tempat mengembalikan atau meletakkan buku masih kurang jelas.

Tabel 4.3 Kemudahan mengakses atau menggunakan layanan peminjaman buku mandiri hanya dengan melihat panduan (user guide)

Pernyataan Nomor 3 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%) Hanya dengan melihat

panduan (user guide), saya dapat mengakses atau menggunakan layanan peminjaman buku mandiri dengan mudah dan lancar.

a. Sangat setuju 12 12

(65)

37 Dari persentase jawaban yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa 63% atau sebagian besar respoden dapat mengakses atau menggunakan layanan peminjaman buku mandiri dengan mudah dan lancer hanya dengan meliat panduan (user guide), namun 37% atau hampir setengah responden tidak dapat mengakses atau menggunakan layanan peminjaman buku mandiri dengan mudah dan lancar hanya dengan melihat panduan (user guide) saja dikarenakan pengguna merasa ragu dan sedikit takut membuat kesalahan ketika pertama kali dihadapkan dengan layanan peminjaman buku mandiri, selain itu, sereka merasa petunjuk langkah-langkah pada layanan peminjaman buku mandiri masih kurang jelas. Berkaitan dengan data tersebut maka dapat diketahui bahwa penggunaan atau pengoperasian layanan peminjaman buku mandiri sudah tergolong mudah, dikarenakan sebagian besar responden dapat mengakses atau menggunakan layanan peminjaman buku mandiri dengan mudah dan lancar hanya dengan melihat panduan (user guide).

Tabel 4.4 Kemudahan mengakses atau menggunakan layanan pengembalian buku mandiri hanya dengan melihat panduan (user guide)

Pernyataan Nomor 4 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%) Hanya dengan melihat

panduan (user guide), saya dapat mengakses atau menggunakan layanan pengembalian buku mandiri dengan mudah dan lancar.

a. Sangat setuju 14 14

(66)

38 sebanyak 14 responden (14%) menjawab sangat setuju, 65 responden (65%) menjawab setuju, 19 responden (19%) menjawab kurang setuju, 2 responden (2%) menjawab tidak setuju, dan 0 responden (0%) menjawab sangat tidak setuju.

Dari persentase jawaban yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa 79% atau pada umumnya respoden dapat mengakses atau menggunakan layanan pengembalian buku mandiri dengan mudah dan lancar hanya dengan meliat panduan (user guide), namum 21% atau sebagian kecil responden tidak dapat mengakses atau menggunakan layanan pengembalian buku mandiri dengan mudah dan lancar hanya dengan melihat panduan (user guide) saja. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan responden yang mengembalikan angket, dapat diketahui bahwa responden tidak dapat mengakses atau menggunakan layanan pengembalian buku mandiri dengan mudah dan lancar hanya dengan melihat panduan (user guide) saja dikarenakan pengguna merasa takut jika terjadi kesalahan atau kerusakan pada saat pertama kali menggunakan layanan pengembalian buku mandiri. Selain itu, menurut pengguna petunjuk langkah-langkah penggunaan layanan pengembalian buku mandiri masih kurang jelas.

(67)

39 Tabel 4.5 Kemudahan memahami tampilan layar antar-muka layanan

peminjaman buku mandiri

Pernyataan Nomor 5 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%)

Berdasarkan data pada tabel 4.5 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan dapat memahami tampilan layar antar-muka (interface) layanan peminjaman buku mandiri pada kesempatan pertama kali sebanyak 7 responden (7%) menjawab sangat setuju, 60 responden (60%) menjawab setuju, 28 responden (28%) menjawab kurang setuju, 5 responden (5%) menjawab tidak setuju, dan 0 responden (0%) menjawab sangat tidak setuju.

(68)

40 Walau demikian data persentase tersebut mengindikasikan bahwa tampilan layar antar-muka (interface) layanan peminjaman buku mandiri sudah baik, dikarenakan sebagian besar responden dapat memahami tampilan antar-muka (interface) layanan peminjaman buku mandiri pada kesempatan pertama kali.

Tabel 4.6 Kemudahan memahami tampilan layar antar-muka layanan pengembalian buku mandiri

Pernyataan Nomor 6 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%)

Berdasarkan data pada tabel 4.6 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan dapat memahami tampilan layar antar-muka (interface) layanan pengembalian buku mandiri pada kesempatan pertama kali sebanyak 13 responden (13%) menjawab sangat setuju, 57 responden (57%) menjawab setuju, 27 responden (27%) menjawab kurang setuju, 3 responden (3%) menjawab tidak setuju, dan 0 responden (0%) menjawab sangat tidak setuju.

(69)

41 pengembalian angket, bahwa layar yang menampilkan proses transaksi pengembalian buku maupun langkah-langkah penggunaan masih kurang jelas dan dikarenakan pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi berbasis layanan mandiri di perpustakaan.

Namun demikian, data persentae di atas menunjukkan bahwa tampilan layar antar-muka (interface) layanan pengembalian buku mandiri sudah baik, dikarenakan sebagian besar responden dapat memahami tampilan antar-muka (interface) layanan pengembalian buku mandiri pada kesempatan pertama kali.

4.3.1.2 Efficiency

Efficiency berkaitan dengan tingkat kecepatan pengguna dalam menyelesaikan task-task setelah mereka mempelajari layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri. Ada 6 (enam) pernyataan berkaitan dengan hasil efficiency, seperti dijelaskan berikut ini:

Tabel 4.7 Kecepatan menyelesaikan langkah-langkah (task-task) transaksi peminjaman

Pernyataan Nomor 7 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%)

(70)

42 responden (60%) menjawab setuju, 12 responden (12%) menjawab kurang setuju, 2 responden (2%) menjawab tidak setuju, dan 0 responden (0%) menjawab sangat tidak setuju.

Dari persentase jawaban yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa 76% atau pada umumnya respoden dapat menyelesaikan langkah-langkah (task-task) transaksi peminjaman dengan cepat, namun 24% atau sebagian kecil responden tidak dapat menyelesaikan langkah-langkah (task-task) transaksi peminjaman dengan cepat dikarenakan kenyataannya pada saat pertama kali menggunakan layanan peminjaman buku mandiri membutuhkan waktu untuk memahami insrtuksi yang tampil di layar. Alasan lain dinyatakan oleh responden yang diwawancarai pada saat pengembalian angket, bahwa walaupun sudah memahami dan mengikuti instruksi pada layar, akan tetapi buku yang akan dipinjam tidak memiliki nomor buku atau barcode sehingga tidak terdeteksi alat scanner yang mengakibatkan pengguna

(71)

43 Tabel 4.8 Kecepatan menyelesaikan langkah-langkah (task-task) transaksi

pengembalian

Pernyataan Nomor 8 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%)

Berdasarkan data pada tabel 4.8 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan dapat menyelesaikan langkah-langkah (task-task) transaksi pengembalian dengan cepat sebanyak 26 responden (26%) menjawab sangat setuju, 64 responden (64%) menjawab setuju, 9 responden (9%) menjawab kurang setuju, 1 responden (1%) menjawab tidak setuju, dan 0 responden (0%) menjawab sangat tidak setuju.

(72)

44 Tabel 4.9 Kemampuan menyelesaikan prosedur pada proses peminjaman buku

mandiri tanpa kebingungan

Pernyataan Nomor 9 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%) Saya mampu menyelesaikan

prosedur pada proses

Berdasarkan data pada tabel 4.9 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan mampu menyelesaikan posedur pada proses peminjaman buku mandiri tanpa kebingungan sebanyak 16 responden (16%) menjawab sangat setuju, 54 responden (54%) menjawab setuju, 22 responden (22%) menjawab kurang setuju, 8 responden (8%) menjawab tidak setuju, dan 0 responden (0%) menjawab sangat tidak setuju.

Dari persentase jawaban yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa 70% atau sebagian besar respoden mampu menyelesaikan posedur pada proses peminjaman buku mandiri tanpa kebingungan, namun 30% atau hampir setangahnya responden tidak mampu menyelesaikan posedur pada proses peminjaman buku mandiri tanpa kebingungan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan responden yang mengembalikan angket, dapat diketahui bahwa pengguna masih bingung dan membutuhkan waktu untuk memahami dan menjalankan intruksi pada proses peminjaman buku mandiri.

(73)

45 sederhana dikarenakan sebagian besar responden tidak merasa kebingungan pada proses peminjaman buku mandiri.

Tabel 4.10 Kemampuan menyelesaikan prosedur pada proses pengembalian buku mandiri tanpa kebingungan

Pernyataan Nomor 10 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%) Saya mampu menyelesaikan

prosedur pada proses

Berdasarkan data pada tabel 4.10 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan mampu menyelesaikan posedur pada proses pengembalian buku mandiri tanpa kebingungan sebanyak 17 responden (17%) menjawab sangat setuju, 58 responden (58%) menjawab setuju, 16 responden (16%) menjawab kurang setuju, 9 responden (9%) menjawab tidak setuju, dan 0 responden (0%) menjawab sangat tidak setuju.

(74)

46 Berkaitan dengan lebih tingginya persentase 75 % jawaban responden mengindikasikan bahwa prosedur pengembalian buku mandiri sudah baik dan sederhana dikarenakan pada umumnya responden tidak merasa kebingungan pada proses pengembalian buku mandiri.

Tabel 4.11 Prosedur pada proses peminjaman buku mandiri pendek Pernyataan Nomor 11 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

(%)

Berdasarkan data pada tabel 4.11 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan prosedur pada proses peminjaman buku mandiri pendek sebanyak 22 responden (22%) menjawab sangat setuju, 52 responden (52%) menjawab setuju, 19 responden (19%) menjawab kurang setuju, 7 responden (7%) menjawab tidak setuju, dan 0 responden (0%) menjawab sangat tidak setuju.

(75)

47 lambat memahami dan menjalankan instruksi pada layanan peminjaan buku mandiri mengakibatkan transaksi peminjaman buku tidak selesai dengan cepat.

Tabel 4.12 Prosedur pada proses pengembalian buku mandiri pendek Pernyataan Nomor 12 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

(%)

Berdasarkan data pada tabel 4.12 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan prosedur pada proses penngembalian buku mandiri pendek sebanyak 22 responden (22%) menjawab sangat setuju, 58 responden (58%) menjawab setuju, 15 responden (15%) menjawab kurang setuju, 3 responden (3%) menjawab tidak setuju, dan 0 responden (0%) menjawab sangat tidak setuju.

(76)

48 pengembalian buku mandiri mengakibatkan transaksi pengembalian buku tidak selesai dengan cepat.

4.3.1.3 Memorability

Memorability berkaitan dengan tingkat kemudahan pengguna dalam menggunakan layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri dengan baik, walaupun sudah beberapa waktu tidak menggunakannya. Ada 4 (empat) pernyataan berkaitan dengan hasil memorability, seperti dijelaskan berikut ini:

Tabel 4.13 Mengingat cara menggunakan layanan peminjaman buku mandiri Pernyataan Nomor 13 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

(%)

Berdasarkan data pada tabel 4.13 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan dapat mengingat cara menggunakan layanan peminjaan buku mandiri walaupun sudah beberapa waktu tidak menggunakannya sebanyak 13 responden (13%) menjawab sangat setuju, 64 responden (64%) menjawab setuju, 20 responden (20%) menjawab kurang setuju, 3 responden (3%) menjawab tidak setuju, dan 0 responden (0%) menjawab sangat tidak setuju.

(77)

49 layanan peminjaan buku mandiri walaupun sudah beberapa waktu tidak menggunakannya. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan responden yang mengembalikan angket, dapat diketahui bahwa alasan pengguna tidak dapat mengingat cara menggunakan layanan peminjaan buku mandiri walaupun sudah beberapa waktu tidak menggunakannya adalah karena pada saat pertama kali menggunakan layanan peminjaman buku mandiri pengguna merasa gugup dan fokus untuk menyelesaikan transaksi pada saat itu, sehingga tidak mengingat langkah-langkah atau peroses yang telah dilakukan. Responden lain menyatakan bahwa merasa tidak perlu untuk mengingat karena selalu ada petunjuk langkah-langakah pengguanaan.

Tabel 4.14 Mengingat cara menggunakan layanan pengembalian buku mandiri Pernyataan Nomor 14 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

(%) Saya mengingat cara

menggunakan layanan

(78)

50 Dari persentase jawaban yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa 72% atau sebagian besar respoden dapat mengingat cara menggunakan layanan pengembalian buku mandiri walaupun sudah beberapa waktu tidak menggunakannya, akan tetapi 28% atau hampir setengahnya responden tidak dapat mengingat cara menggunakan layanan pengembalian buku mandiri walaupun sudah beberapa waktu tidak menggunakannya. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan responden yang mengembalikan angket, dapat diketahui bahwa alasan pengguna tidak dapat mengingat cara menggunakan layanan pengembalian buku mandiri walaupun sudah beberapa waktu tidak menggunakannya adalah karena pada saat pertama kali menggunakan layanan pengembalian buku mandiri pengguna merasa gugup dan fokus untuk menyelesaikan transaksi pada saat itu, sehingga tidak mengingat langkah-langkah atau peroses yang telah dilakukan. Alasan lain adalah beberapa responden merasa prosedur pada proses pengembalian buku mandiri rumit untuk diingat. Responden lain menyatakan bahwa merasa tidak perlu untuk mengingat karena selalu ada petunjuk langkah-langakah pengguanaan.

Tabel 4.15 Kebutuhan mempelajari kembali cara menggunakan layanan peminjaman buku mandiri

Pernyataan Nomor 15 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%) Saya perlu mempelajari

(79)

51 Berdasarkan data pada tabel 4.15 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan perlu mempelajari kembali cara menggunakan layanan peminjaan buku mandiri ketika sudah beberapa waktu tidak menggunakannya sebanyak 5 responden (5%) menjawab sangat setuju, 49 responden (49%) menjawab setuju, 28 responden (28%) menjawab kurang setuju, 15 responden (15%) menjawab tidak setuju, dan 3 responden (3%) menjawab sangat tidak setuju.

Dari persentase jawaban yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa 46% atau hampir setengahnya responden tidak perlu mempelajari kembali cara menggunakan layanan peminjaan buku mandiri, namun 54% atau sebagian besar respoden perlu mempelajari kembali cara menggunakan layanan peminjaan buku mandiri dikarenakan pada saat pertama kali menggunakan layanan peminjaman buku mandiri pengguna terlalu gugup dan takut membuat kesalahan dan kerusakan sehingga hanya fokus untuk menyelesaikan trnsaksi yang berlangsung saat itu yang menyebabkan pengguna tidak mengingat langkah-langkah apa saja yang sudah dilalui selama proses peminjaman buku.

Tabel 4.16 Kebutuhan mempelajari kembali cara mengunakan layanan pengembalian buku mandiri

Pernyataan Nomor 16 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%) Saya perlu mempelajari

(80)

52 Berdasarkan data pada tabel 4.16 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan perlu mempelajari kembali cara menggunakan layanan pengembalia buku mandiri ketika sudah beberapa waktu tidak menggunakannya sebanyak 4 responden (4%) menjawab sangat setuju, 48 responden (48%) menjawab setuju, 28 responden (28%) menjawab kurang setuju, 17 responden (17%) menjawab tidak setuju, dan 3 responden (3%) menjawab sangat tidak setuju.

Dari persentase jawaban yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa 48% atau hampir setengahnya responden tidak perlu mempelajari kembali cara menggunakan layanan pengembalian buku mandiri, akan tetapi 52% atau sebagian besar respoden perlu mempelajari kembali cara menggunakan layanan pengembalian buku mandiri. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan responden yang mengembalikan angket, dapat diketahui bahwa alasan pengguna perlu mempelajari kembali cara menggunakan layanan pengembalian buku mandiri adalah dikarenakan prosedur pada proses pengembalian buku mandiri rumit untuk diingat, sehingga perlu untuk dipelajari ulang ketika akan menggunakan kembali.

4.3.1.4 Errors

(81)

53 Tabel 4.17 Melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman

buku mandiri

Pernyataan Nomor 17 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%) Saya pernah melakukan

kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri.

Berdasarkan data pada tabel 4.17 dapat diketahui bahwa sebanyak 4 responden (4%) menyatakan sangat sering melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, 10 responden (10%) menyatakan sering melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, 6 responden (6%) menyatakan cukup sering melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, 58 responden (58%) menyatakan jarang melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, dan 22 responden (22%) menyatakan tidak pernah melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri.

(82)

54 bukti peminjaman buku sehingga mengganggu pengguna yang melakukan transaksi peminjaman berikutnya.

Tabel 4.18 Melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan pengembalian buku mandiri

Pernyataan Nomor 18 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%) Saya pernah melakukan

kesalahan ketika menggunakan

Berdasarkan data pada tabel 4.18 dapat diketahui bahwa sebanyak 4 responden (4%) menyatakan sangat sering melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan pengembalian buku mandiri, 7 responden (7%) menyatakan sering melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, 11 responden (11%) menyatakan cukup sering melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, 42 responden (42%) menyatakan jarang melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, dan 36 responden (36%) menyatakan tidak pernah melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri.

(83)

55 ketika penguna ingin mengembalikan buku melalui layanan pengembalian buku mandiri, layar monitor menampilkan pemberitahuan bahwa terjadi kesalahan sehingga tidak dapat dilakukan transaksi dan menyarankan pengguna untuk melapor ke pustakawan. Akibatnya, pengguna merasa kecewa karena transaksi harus dialihkan kepada pustakawan sehingga membutuhkan lebih banyak waktu karena transaksi dilakukan berulang.

Tabel 4.19 Kemampuan menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri

Pernyataan Nomor 19 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%) Saya dapat menangani sendiri

kesalahan yang terjadi ketika

menggunakan layanan

Berdasarkan data pada tabel 4.19 dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan dapat menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika menggunakan layanan peminjaan buku mandiri sebanyak 5 responden (5%) menjawab sangat setuju, 34 responden (34%) menjawab setuju, 35 responden (35%) menjawab kurang setuju, 21 responden (21%) menjawab tidak setuju, dan 5 responden (5%) menjawab sangat tidak setuju.

(84)

56 ketika menggunakan layanan peminjaan buku mandiri. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan responden yang mengembalikan angket, dapat diketahui bahwa alasan pengguna tidak dapat menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika menggunakan layanan peminjaan buku mandiri dikarenakan pengguna tidak tahu cara menangani kesalahan yang terjadi dan memilih untuk meminta bantuan pustakawan, karena takut jika mencoba-coba menangani sendiri kesalahan semakin fatal.

Data ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penguna merasa kesulitan menangani kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman buku mandiri. Berkaitan dengan hal ini, pustakawan harus cepat tanggap membantu pengguna, oleh sebab itu, pihak Perpustakaan UNIMED menyediakan meja peminjaman buku dengan dibantu pustakawan. Selanjutnya perpustakaan perlu memperbaiki dan meningkatkan kinerja mesin untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan tidak mengecewakan pengguna.

Tabel 4.20 Kemampuan menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika menggunakan layanan pengembalian buku mandiri

Pernyataan Nomor 20 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase (%) Saya dapat menangani sendiri

kesalahan yang terjadi ketika

menggunakan layanan

(85)

57 menggunakan layanan pengembalian buku mandiri sebanyak 7 responden (7%) menjawab sangat setuju, 41 responden (41%) menjawab setuju, 31 responden (31%) menjawab kurang setuju, 18 responden (18%) menjawab tidak setuju, dan 3 responden (3%) menjawab sangat tidak setuju.

Dari persentase jawaban yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa 48% atau hampir setengahnya respoden dapat menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika menggunakan layanan pengembalian buku mandiri, walaupun 52% atau sebagian besar responden tidak dapat menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika menggunakan layanan pengembali buku mandiri. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan responden yang mengembalikan angket, dapat diketahui bahwa alasan pengguna tidak dapat menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika menggunakan layanan pengembalian buku mandiri dikarenakan pengguna tidak tahu cara menangani kesalahan yang terjadi dan memilih untuk meminta bantuan pustakawan, karena takut jika mencoba-coba menangani sendiri kesalahan semakin fatal. Selain itu, ketika mesin error pada layar layanan pengembalian buku mandiri menampilkan panduan bagi pengguna untuk mendatangi meja pustakawan.

(86)

58 karena layanan pengembalian buku mandiri ditujukan untuk beroperasi 24 jam, sehingga tidak mengecewakan pengguna.

4.3.1.5 Satisfaction

Satisfaction berkaitan dengan tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri. Ada 2 (dua) pernyataan berkaitan dengan hasil satisfaction, seperti dijelaskan berikut ini:

Tabel 4.21 Kepuasan menggunakan layanan peminjaman buku mandiri Pernyataan Nomor 21 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

(%)

Berdasarkan data pada tabel 4.21 dapat diketahui bahwa sebanyak 28 responden (28%) menyatakan sangat puas menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, 59 responden (59%) menyatakan puas menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, 9 responden (9%) menyatakan kurang puas menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, 3 responden (3%) menyatakan tidak puas menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, dan 1 responden (1%) menyatakan sangat tidak puas menggunakan layanan peminjaman buku mandiri.

(87)

59 responden merasa tidak puas menggunakan layanan peminjaman buku mandiri. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan responden yang mengembalikan angket, dapat diketahui bahwa pengguna merasa tidak puas menggunakan layanan peminjaman buku mandiri dikarenakan pengguna kurang yakin melakukan transaksi dengan mesin secara mandiri, takut kalau peminjaman belum tercatat, juga merasa malu jika transaksi peminjaman salah dan detection system berbunyi ketika pengguna lewat membawa buku.

Berkaitan dengan lebih tingginya persentase 87% jawaban responden mengindikasikan bahwa penerapan layanan peminjaman buku mandiri di Perpustakaan UIMED memberikan kepuasan terhadap penggunanya. Kendati demikian , Perpustakaan UNIMED harus terus meningkatkan kualitas layanan peminjaman buku mandiri yang lebih baik kedepannya.

Tabel 4.22 Kepuasan menggunkan layanan pengembalian buku mandiri Pernyataan Nomor 22 Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

(%) Saya puas menggunakan

layanan pengembalian buku

(88)

60 layanan pengembalian buku mandiri, dan 1 responden (1%) menyatakan sangat tidak puas menggunakan layanan pengembalian buku mandiri.

Dari persentase jawaban yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa kepuasan pengguna terhadap layanan pengembalian buku mandiri adalah puas. Hal ini terlihat dari jawaban 85% atau pada umumnya respoden merasa puas menggunakan layanan pengembalian buku mandiri, namun masih ada 15% atau sebagian kecil responden merasa tidak puas menggunakan layanan pengembalian buku mandiri. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan responden yang mengembalikan angket, dapat diketahui bahwa pengguna merasa tidak puas menggunakan layanan pengembalian buku mandiri dikarenakan mesin sering error sehingga pengguna harus mengembalikan buku melalui bantuan pustakawan. Pengguna merasa kecewa karena transaksi harus dialihkan kepada pustakawan sehingga membutuhkan lebih banyak waktu.

(89)

61 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian dari hasil dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan usabilitas layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri adalah sebagai berikut:

(90)

62 transaksi pengembalian buku maupun langkah-langkah penggunaan masih kurang jelas serta dikarenakan pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi berbasis layanan mandiri di perpustakaan.

2. Efficiency (efisiensi) layanan peminjaman buku mandiri yaitu sebagian besar (73,3%) responden menyatakan efisien, namun hampir setengahnya (26,7%) responden menyatakan tidak efisien karena pengguna masih bingung dan membutuhkan waktu untuk memahami dan menjalankan instruksi yang tampil di layar sehingga transaksi peminjaman buku tidak selesai dengan cepat; Efficiency (efisiensi) layanan pengembalian buku mandiri yaitu sebagian besar (81,6%) responden menyatakan efisien, namun sebagian kecil (18,4%) menyatakan tidak efisien disebabkan oleh pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi berbasis layanan mandiri di perpustakaan, masih bingung dan lambat memahami dan menjalankan instruksi sehingga transaksi pengembalian buku tidak selesai dengan cepat.

(91)

63 (45%) responden menyatakan tidak mudah karena pada saat pertama kali menggunakan layanan pengembalian buku mandiri pengguna merasa gugup dan fokus untuk menyelesaikan transaksi pada saat itu sehingga tidak mengingat langkah-langkah atau peroses yang telah dilakukan, beberapa responden merasa prosedur pada proses pengembalian buku mandiri rumit untuk diingat, merasa tidak perlu untuk mengingat karena selalu ada petunjuk langkah-langakah penggunaan.

(92)

64 5. Satisfaction (kepuasan) layanan peminjaman buku mandiri yaitu pada umumnya (87%) responden menyatakan puas menggunakan layanan peminjaman buku mandiri, namun sebagian kecil (13%) responden menyatakan tidak puas karena pengguna kurang yakin melakukan transaksi dengan mesin secara mandiri, takut kalau peminjaman belum tercatat, juga merasa malu jika transaksi peminjaman salah dan detection system berbunyi ketika pengguna lewat membawa buku; Satisfaction (kepuasan) layanan pengembalian buku mandiri yaitu pada umumnya (85%) responden menyatakan puas menggunakan layanan pengembalian buku mandiri, namun sebagian kecil (15%) responden menytakan tidak puas karena mesin sering error sehingga pengguna harus mengembalikan buku melalui bantuan

pustakawan. 5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka saran yang dapat peneliti berikan adalah:

1. Pihak Perpustakaan UNIMED diharapkan memberikan pengenalan dan pelatihan kepada pengguna, agar pengguna dapat dengan mudah menggunakan mesin layanan peminjaman dan pengembalian buku mandiri serta mampu menangani sendiri ketika terjadi kesalahan pada saat melakukan transaksi peminjaman maupun pengembalian.

(93)

65 3. Mahasiswa UNIMED diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan

(94)

6 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Pelayanan Sirkulasi

Pelayanan sirkulasi merupakan salah satu layanan perpustakaan yang disediakan kepada pengguna yang ingin meminjam buku untuk dibaca di rumah atau di luar perpustakaan.

Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “circulation” yang mempunyai arti perputaran, peredaran. Sedangkan dalam ilmu perpustakaan, kata sirkulasi sering dikenal dengan pemanfaatan bahan pustaka. Dalam Buku Pedoman Umum Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi (1999, 34), “Layanan sirkulasi adalah kegiatan peredaran koleksi perpustakaan diluar perpustakaan.”

Sedangkan Menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000, 97), “Sirkulasi adalah kegiatan peredaran koleksi perpustakaan, baik untuk dibaca didalam perpustakaan maupun dibawa keluar perpustakaan.” Selain itu, menurut Lasa, HS (2008, 213), “Sirkulasi adalah semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, dan penggunaan koleksi dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna jasa perpustakaan.”

(95)

7 Dari beberapa pendapat di atas dapat dipahami bahwa pelayanan sirkulasi adalah kegiatan pemanfaatan dan penggunaan koleksi perpustakaan yang berkaitan dengan peminjaman, pengembalian dan perpanjangan koleksi.

2.2 Tujuan dan Fungsi Pelayanan Sirkulasi

Sirkulasi merupakan ujung tombak jasa perpustakaan, karena bagian sirkulasi inilah yang pertama kali berhubungan dengan pemakai serta paling sering digunakan pemakai. Menurut Lasa (2008, 213), tujuan pelayanan sirkulasi adalah:

1. Agar para pengguna mampu memanfaatkan koleksi perpustakaan secara optimal.

2. Agar mudah diketahui identitas peminjaman, buku yang dipinjam dan waktu pengembalian.

3. Untuk menjamin pengembalian pinjaman dalam waktu yang ditentukan.

4. Untuk memperoleh data kegiatan pemanfaatan koleksi suatu perpustakaan.

5. Untuk mengontrol jika terdapat pelanggaran.

Sedangkan tujuan pelayanan sirkulasi menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000, 99), yaitu:

Supaya mereka mampu memanfaatkan koleksi tersebut semaksimal mungkin, mudah untuk mengetahui identitas peminjam koleksi tersebut, terjaminnya pengembalian pinjaman dalam waktu yang jelas, diperoleh data kegiatan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan koleksi dan apabila terjadi pelanggaran dapat segera diketahui.

(96)

8 Pelayanan sirkulasi memiliki berbagai fungsi didalam perpustakaan, yaitu memberikan pelayanan langsung kepada pengguna.

Adapun fungsi pelayanan sirkulasi menurut Battaile (1992) menyatakan bahwa:

The primary function of a circulation department, its reason for being, is to facilitate the process of circulating books from the regular collection. This process includes the cycle an item makes from shelf to borrower and back to shelf, plus the adjunct record-keeping systems. The entire process is based on policies that the library has adopted concerning who may borrow what, for how long, and what happens if the item is not returned.

Maksud dari pendapat di atas yaitu fungsi utama pelayanan sirkulasi adalah untuk memfasilitasi proses sirkulasi buku dari koleksi regular. Proses ini mencakup siklus peredaran buku dari rak ke peminjam atau untuk dipinjam dan kembali ke rak, serta sistem pemeliharaan rekod. Seluruh proses ini didasarkan pada kebijakan yang diterapkan perpustakaan tentang siapa yang dapat meminjam apa, untuk berapa lama, dan bagaimana jika buku tidak dikembalikan.

Adapun tujuan pelayanan sirkulasi di Perpustakaan UNIMED adalah untuk membantu pengguna dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan, mengetahui idenstitas peminjam koleksi, jangka waktu peminjaman koleksi, serta mengontrol peredaran koleksi. Sedangkan fungsi pelayanan sirkulasi di Perpustakaan UNIMED yaitu melayani pendaftaran anggota, melayani peminjaman dan pengembalian koleksi, memberikan surat keterangan bebas pustaka, menagih koleksi dan lain-lain.

2.3 Sistem Pelayanan Sirkulasi

(97)

9 sirkulasi adalah pelayanan yang sering berhubungan dengan pengguna sehingga menjadi suatu tolak ukur kualitas pelayanan perpustakaan.

2.3.1 Sistem Pelayanan Terbuka

Menurut Darmono (2001:139), sistem layanan terbuka adalah layanan yang memungkinkan para pengguna secara langsung dapat memilih, menemukan dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dikehendaki di jajaran koleksi perpustakaan. Pada sistem ini pengguna perpustakaan dapat melakukan browsing bahan pustaka dari jajaran koleksi. Dalam sistem terbuka jika pengguna tidak menemukan bahan pustaka di jajaran koleksi maka secara langsung yang bersangkutan dapat melakukan alternatif memilih bahan pustaka yang tersedia di jajaran koleksi.

Menurut Darmono (2001, 140), kebaikan yang dapat diperoleh dari sistem layanan terbuka adalah:

1. pemakai dapat melakukan pengambilan sendiri bahan pustaka yang dikehendaki di jajaran koleksi.

2. pemakai dilatih untuk dapat dipercaya dan diberi tanggung jawab terhadap terpeliharanya koleksi yang dimiliki perpustakaan

3. pemakai akan merasa lebih puas karena ada kemudahan dalam menemukan bahan pustaka dan alternatif lain jika yang dicari tidak ditemukan

4. dalam sistem ini tenaga perpustakaan yang bertugas untuk mengembalikan bahan pustaka tidak diperlukan sehingga dapat diberi tanggung jawab diposisi lain.

Sistem layanan terbuka juga mengandung beberapa faktor kelemahan antara lain:

1. ada kemungkinan pengaturan buku di rak penempatan (jajaran) menjadi kacau karena ketika mereka melakukan browsing. Buku yang sudah dicabut dari jajaran rak dikembalikan lagi oleh pemakai secara tidak tepat.

2. ada kemungkinan buku yang hilang relatif lebih besar bila dibandingkan dengan sistem layanan tertutup

(98)

10 4. membutuhkan keamanan yang lebih baik agar kebebasan untuk

mengambil sendiri bahan pustaka dari jajaran koleksi tidak menimbulkan berbagai ekses seperti peningkatan kehilangan atau perobekan bahan pustaka.

Terlepas dari kelemahannya, sistem pelayanan terbuka (opened access) adalah sistem yang sangat cocok dengan perpustakaan yang berorientasi pada pengguna (user oriented). Sistem pelayanan terbuka ini memberikan kepercayaan seutuhnya kepada pengguna dalam penemuan kembali koleksi. Namun tentu saja penguna masih dapat meminta bantuan dari pustakawan jika mendapatkan kesulitan. Pelayanan sirkulasi Perpustakaan UNIMED menerapkan sistem pelayanan terbuka, sehingga pengguna dapat mencari dan mengambil sendiri koleksi di rak koleksi.

2.3.2 Sistem Pelayanan Tertutup

Menurut Darmono (2001, 137), “sistem layanan tertutup adalah sistem layanan perpustakaan yang tidak memungkinkan pemakai perpustakaan mengambil sendiri bahan pustaka di perpustakaan.”

Kebaikan sistem layanan tertutup adalah sebagai berikut:

1. jajaran koleksi akan tetap terjaga kerapiannya karena hanya petugas perpustakaan yang boleh masuk ke jajaran koleksi

2. kemungkinan terjadi kehilangan atau perobekan bahan pustaka dapat ditekan karena pemakai tidak dapat melakukan akses langsung kejajaran koleksi 3. ruangan untuk koleksi tidak terlalu luas, karena lalu lintas petugas didaerah

jajaran koleksi rlatif rendah

4. untuk koleksi yang sangat rentan terhadap kerusakan maka sistem ini sangat sesuai.

Sistem layanan tertutup juga memiliki beberapa kelemahan antara lain: 1. dalam menemukan bahan pustaka pengguna hanya dapat mengetahui ciri-ciri

kepengarangan dan ciri-ciri fisik bahan pustaka yaitu judul, pengarang, ukuran buku dan jumlah halaman, informasi semacam ini sebenarnya sangat abstrak

(99)

11 3. pengguna tidak mungkin melakukan browsing di jajaran rak, sehingga

pemakai tidak mungkin menemukan alternatif lain dari bahan pustaka yang diperlukan

4. jika peminjaman cukup banyak, dan petugas perpustakaan relatif terbatas hal ini membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak untuk memenuhi permintaan pemakai perpustakaan dan menyiapkan bahan pustaka yang dibutuhkannya, sehingga pemakai harus menunggu lebih lama Darmono (2001, 138).

Sistem pelayanan tertutup (closed access) biasanya di terapkan pada perpustakaan-perpustakaan yang mempunyai koleksi yang sangat penting, langka, jumlahnya sedikit atau terbatas, dan berharga, juga tergantung pada kebijakan-kebijakan pada suatu perpustakaan itu sendiri.

2.4 Kegiatan Pelayanan Sirkulasi

Pelayanan sirkulasi merupakan pelayana yang selalu berhubungan dengan pengguna. Semua kegiatan yang dilakukan pelayanan sirkulasi saling berkaitan, oleh sebab itu layanan sirkulasi disusun dan terkoordinasi sesuai dengan jenis tugas pada setiap bagian. Adapun proses pelayanan sirkulasi menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000, 98), meliputi “kegiatan 1) keanggotaan, 2) peminjaman, 3) pengembalian, 4) perpanjangan, 5) penagihan, 6) sanksi, dan 7) memberikan keterangan bebas/bersih pinjaman”.

1. Keanggotaan

Setiap perpustakaan yang berbeda memilliki jenis anggota yang berbeda pula. Tidak semua orang dapat menjadi anggota suatu perpustakaan. Masing- masing perpustakaan akan menentukan siapa saja yang boleh menjadi anggota perpustakaan serta apa saja yang dapat diperoleh atau dilakukan di perpustakaan tersebut.

(100)

12 perpustakaan harus terlebih dahulu melakukan pendaftaran atau registrasi sesuai dengan kebijakan yang diterapkan perpustakaan.

2. Peminjaman

Pelayanan sirkulasi memberikan kesempatan bagi pengguna yang ingin membaca buku di rumah atau di luar perpustakaan. Jasa yang diberikan perpustakaan yaitu meminjamkan buku kepada pengguna dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kebijakan perpustakaan.

Sistem peminjaman untuk setiap perpustakaan tidak sama tergantung dari kondisi masing-masing perpustakaan. Sehingga perpustakaan selalu mengembangkan sistem peminjaman yang paling sesuai dengan keperluan perpustakaan Darmono (2001, 148).

3. Pengembalian

Koleksi perpustakaan yang dipinjamkan kepada pengguna harus kembali pada waktunya. Pengguna yang meminjam buku harus mengembalikan buku ke perpustakaan sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan. Hal ini agar buku dapat dibaca atau dipinjam oleh pengguna lain.

4. Perpanjangan

(101)

masing-13 masing dalam memberikan waktu perpanjangan bahan pustaka, ada sebanyak dua kali namun ada juga hanya satu kali perpanjangan saja.

5. Penagihan

Penagihan dilakukan apabila pengguna tidak mengembalikan koleksi ketika jangka waktu peminjaman telah habis. Dalam Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004, 82), bila pengguna tidak pengembalikan bahan perpustakaan pada waktunya, perpustakaan akan menagih buku agar segera dikembalikan. Penagihan dilakukan agar koleksi tidak hanya digunakan oleh seorang pengguna saja, tetapi dapat digunakan oleh seluruh pengguna secara bergantian. Selain itu juga mengingatkan pengguna yang lupa atau lalai mengembalikan buku ke perpustakaan.

6. Sanksi

Sanksi dikenakan kepada pengguna perpustakaan yang melakukan pelanggaran. Sanksi yang akan diberikan tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan pengguna. Sanksi-sanksi tersebut dapat berupa uang, surat peringatan, menganti bahan pustaka yang telah rusak maupun sanksi akademik lainnya. Berat ringannya sanksi kepada pengguna tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan.

7. Memberikan keterangan bebas/bersih pinjaman

(102)

14 Dalam Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi ( 2004, 84 ), Surat keterangan bebas pinjaman tersebut diperlukan untuk:

1. ujian akhir 2. yudisium

3. penerimaan ijazah

4. pindah studi ke perguruan tinggi lain. 2.5 Layanan Mandiri

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mandiri adalah dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain. Jika digabung dengan kata layanan menjadi frase layanan mandiri maka dapat didefinisikan bahwa layanan mandiri adalah layanan yang dilakukan oleh dan untuk diri sendiri tanpa bantuan orang lain atau tidak tergantung pada orang lain.

Layanan mandiri merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi yaitu aplikasi teknologi pada bidang pelayanan jasa yang dikenal sebagai teknologi berbasis layanan mandiri (Self Service Technologies atau disingkat SST).

Meuter et al. menyatakan bahwa:

“Self service technologies as technological interfaces that allow customers to

produce services independent of direct service employee involvement”

(Curran et al., 2003).

Pernyataan di atas menyatakan bahwa teknologi berbasis layanan mandiri (Self Service Technologies) adalah teknologi yang memungkinkan pengguna memproduksi layanan sendiri tanpa membutuhkan keterlibatan pegawai.

(103)

15 sendiri (Siregar, 2010). Penerapan Self Service Technologies dapat meningkatkan kualitas layanan yang disediakan perusahaan kepada pelanggannya. Teknologi dapat membuat kegiatan berbelanja lebih mudah dan dapat diatur. (Hsieh, 2005)

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat diketahui bahwa teknologi layanan mandiri merupakan teknologi yang menghadirkan layanan yang dapat digunakan pengguna secara mandiri tanpa bantuan orang lain.

2.5.1 Jenis Teknologi Layanan Mandiri

Jenis utama teknologi layanan mandiri (Self Service Technologies) terdiri dari empat, yaitu:

1. Telephone & interactive voice response (IVR) systems - Many companies utilize this form of SST for customer orders, customer billing inquiries, and customer surveys. Credit card companies, insurance companies, pizza restaurants, and even universities have taken advantage of these.

2. Interactive freestanding kiosks - Many malls and retail outlets offer these both inside and outside their stores as a way to help you determine availability of a product, as well as to where to locate it in their facility. Some even print coupons. Large discount chains use kiosks in each store to help you determine what size battery or windshield wiper to put on your car, for example. You will also find kiosks at airports and hotels that print airline tickets and allow for quick checkout, and at movie theaters and malls that print movie tickets.

3. Internet based or other on-line connection systems - ATM's and pay-at-the-pump gas stations are two widely used examples of on-line technologies. Internet banking and bill management services are also becoming quite popular. Package delivery services also allow you to track packages 24 hours a day now.

4. Video/DVD/CD based technologies - This type of SST is typically used for educational purposes. Corporate entities use this media to train their employees, to familiarize sales representatives with new products, and to introduce new products to consumers. Universities have also gotten into the act in the last decade, providing undergraduate, graduate, and continuing education classes by video and CD formats. (Hsieh, 2005)

Menurut Hsieh terdapat empat jenis utama teknologi layanan mandiri, yaitu: 1. Telepon & sistem respon suara interaktif (IVR) - Banyak perusahaan

(104)

16 pelanggan, dan survei pelanggan. Perusahaan kartu kredit, perusahaan asuransi, restoran pizza, dan bahkan perguruan tinggi telah mengambil keuntungan dari ini.

2. Kios Interaktif freestanding - Banyak mal dan outlet ritel menawarkan ini baik di dalam dan di luar toko mereka sebagai cara untuk membantu anda menentukan ketersediaan produk, serta ke mana untuk menemukannya di fasilitas mereka. Beberapa bahkan mencetak kupon. Rangkaian diskon besar menggunakan kios di setiap toko untuk membantu anda menentukan ukuran baterai atau wiper untuk mobil, misalnya. anda juga akan menemukan kios di bandara dan hotel yang mencetak tiket pesawat dan memungkinkan untuk checkout dengan cepat, dan pada bioskop dan mal yang mencetak tiket film.

3. Berbasis Internet atau sistem koneksi on-line lainnya - ATM dan pembayaran di stasiun pengisian bensin adalah dua contoh yang banyak digunakan teknologi on-line. Internet banking dan jasa manajemen tagihan juga menjadi cukup populer. Jasa pengiriman paket saat ini juga memungkinkan anda untuk melacak paket 24 jam sehari.

Figur

Gambar 4.1: peminjaman buku mandiri

Gambar 4.1:

peminjaman buku mandiri p.59
Gambar 4.2: pengembalian buku mandiri

Gambar 4.2:

pengembalian buku mandiri p.60
Tabel 4.1 Kemudahan memenuhi langkah-langkah (task-task) penggunaan

Tabel 4.1

Kemudahan memenuhi langkah-langkah (task-task) penggunaan p.62
Tabel 4.2 Kemudahan memenuhi langkah-langkah (task-task) penggunaan

Tabel 4.2

Kemudahan memenuhi langkah-langkah (task-task) penggunaan p.63
Tabel 4.3 Kemudahan mengakses atau menggunakan layanan peminjaman

Tabel 4.3

Kemudahan mengakses atau menggunakan layanan peminjaman p.64
Tabel 4.4 Kemudahan mengakses atau menggunakan layanan pengembalian

Tabel 4.4

Kemudahan mengakses atau menggunakan layanan pengembalian p.65
Tabel 4.5 Kemudahan memahami tampilan layar antar-muka layanan

Tabel 4.5

Kemudahan memahami tampilan layar antar-muka layanan p.67
Tabel 4.6 Kemudahan memahami tampilan layar antar-muka layanan

Tabel 4.6

Kemudahan memahami tampilan layar antar-muka layanan p.68
Tabel 4.7 Kecepatan menyelesaikan langkah-langkah (task-task) transaksi

Tabel 4.7

Kecepatan menyelesaikan langkah-langkah (task-task) transaksi p.69
Tabel 4.8 Kecepatan menyelesaikan langkah-langkah (task-task) transaksi

Tabel 4.8

Kecepatan menyelesaikan langkah-langkah (task-task) transaksi p.71
Tabel 4.9 Kemampuan menyelesaikan prosedur pada proses peminjaman buku

Tabel 4.9

Kemampuan menyelesaikan prosedur pada proses peminjaman buku p.72
Tabel 4.10 Kemampuan menyelesaikan prosedur pada proses pengembalian

Tabel 4.10

Kemampuan menyelesaikan prosedur pada proses pengembalian p.73
Tabel 4.11  Prosedur pada proses peminjaman buku mandiri pendek

Tabel 4.11

Prosedur pada proses peminjaman buku mandiri pendek p.74
Tabel 4.12 Prosedur pada proses pengembalian buku mandiri pendek

Tabel 4.12

Prosedur pada proses pengembalian buku mandiri pendek p.75
Tabel 4.13 Mengingat cara menggunakan layanan peminjaman buku mandiri

Tabel 4.13

Mengingat cara menggunakan layanan peminjaman buku mandiri p.76
Tabel 4.14 Mengingat cara menggunakan layanan pengembalian buku mandiri

Tabel 4.14

Mengingat cara menggunakan layanan pengembalian buku mandiri p.77
Tabel 4.15 Kebutuhan mempelajari kembali cara menggunakan layanan

Tabel 4.15

Kebutuhan mempelajari kembali cara menggunakan layanan p.78
Tabel 4.16 Kebutuhan mempelajari kembali cara mengunakan layanan

Tabel 4.16

Kebutuhan mempelajari kembali cara mengunakan layanan p.79
Tabel 4.17 Melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman

Tabel 4.17

Melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan peminjaman p.81
Tabel 4.18 Melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan pengembalian

Tabel 4.18

Melakukan kesalahan ketika menggunakan layanan pengembalian p.82
Tabel 4.19 Kemampuan menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika

Tabel 4.19

Kemampuan menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika p.83
Tabel 4.20 Kemampuan menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika

Tabel 4.20

Kemampuan menangani sendiri kesalahan yang terjadi ketika p.84
Tabel 4.21 Kepuasan menggunakan layanan peminjaman buku mandiri

Tabel 4.21

Kepuasan menggunakan layanan peminjaman buku mandiri p.86
Tabel 4.22 Kepuasan menggunkan layanan pengembalian buku mandiri

Tabel 4.22

Kepuasan menggunkan layanan pengembalian buku mandiri p.87

Referensi

Memperbarui...

Outline : Saran