• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGELOLAAN DOKUMEN PERBANKAN Studi Kasus pada Bidang Regional Financing Operation (RFO) 2 PT. Bank Syariah Mandiri Jakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGELOLAAN DOKUMEN PERBANKAN Studi Kasus pada Bidang Regional Financing Operation (RFO) 2 PT. Bank Syariah Mandiri Jakarta"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

(1)

PENGELOLAAN DOKUMEN PERBANKAN

Studi Kasus pada Bidang Regional Financing Operation (RFO) 2 PT. Bank Syariah Mandiri Jakarta

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan (S.IP)

oleh:

Diah Safitri NIM : 1111025100062

PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

Diah Safitri (Nim: 1111025100062). Pengelolaan Dokumen Perbankan: Studi Kasus

pada Bidang Regional Financing Operation (RFO) 2 PT. Bank Syariah Mandiri

Jakarta. Di bawah bimbingan Mukmin Suprayogi, M.Si. Program Studi Ilmu

Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2015.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pengelolaan dokumen perbankan. Pelaksanaan tersebut, meliputi penciptaan, pengorganisasian dan penyusutan dokumen serta upaya dalam mengatasi hambatan yang dihadapi pengelolaan dokumen perbankan dalam bidang RFO 2 BSM. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengelolaan dokumen perbankan pada bidang RFO 2 BSM masih mengalami beberapa hambatan dalam proses pelaksanaannya. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengelolaan dokumen perbankan pada bidang RFO 2 BSM melakukan kegiatan yang terbagi dalam 3 bentuk yaitu: 1) penciptaan yaitu RFO 2 BSM tidak menciptakan dokumen sendiri tetapi mengelola dokumen dari KC dan KCP; 2) pengorganisasian yaitu menggunakan sistem sentralisasi, meliputi kegiatan: penyimpanan, temu kembali, pemeliharaan dan pencegahan; dan 3) penyusutan yaitu pelaksanaan penyusutan disana belum dilakukan. Pada dasarnya kegiatan tersebut sudah dilakukan dengan baik, tetapi masih ada yang harus diperbaiki karena ada beberapa hambatan dan aspek pengelolaan dokumen perbankan belum dilakukan secara sistematis, khususnya aspek penyimpanan, penyusutan dan pemusnahan dokumen. Namun demikian, pada proses penciptaan, temu kembali, pemeliharaan dan pencegahan telah mengikuti ketentuan kearsipan yang ada. Sedangkan, hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan dokumen perbankan, terdiri dari: sistem penyimpanan, fasilitas atau perlengkapan dokumen, dan sumber daya manusia (SDM) kearsipan. Dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan, yaitu: memanfaatkan fasilitas atau perlengkapan dokumen secara maksimal, penataan ruang secara teratur dan akan meningkatkan kualitas SDM pada bidang kearsipan dengan cara akan mengirim pegawai untuk mengikuti seminar atau Diklat tentang kearsipan.

Kata Kunci: pengelolaan dokumen perbankan, dokumen perbankan, Bank Syariah

(6)

ii ABSTRACT

Diah Safitri (Nim: 1111025100062). Banking Documents Management: Case Study in

The Field of Regional Financing Operation (RFO) 2 PT. Bank Syariah Mandiri

Jakarta. Supervised by Mukmin Suprayogi, M.Si. Departmen of Library and

Information Science Faculty of Adab and Humanities Islamic State University Syarif Hidayatullah Jakarta. 2015.

The aim of this research are to find out the implementation of banking document management. The implementation, including creating, organizing and shrinking the documents and what efforts which are made in overcoming the obstacles faced by banking document management in the field of RFO 2 BSM. The type of this study is descriptive with qualitative approach. The techniques used in collecting the data are observation, interviews, and documentation. Meanwhile, data analysis techniques include: data reduction, data presentation and conclusion. The results of the study revealed that the management of banking documents in the field of RFO 2 BSM still experienced some obstacles in the process of implementation. The conclusion of this study is: the management of banking documents in the field of RFO 2 BSM do the activities which are divided into three forms, they are: 1) creating of that RFO 2 BSM do not create their own documents but manage documents from KC and KCP; 2) organizing that is using a centralized system, including: storage, retrieval, maintenance and prevention; and 3) shrinking implementation there is not yet done. Basically, these activities have been done well, but still have to be fixed because there are some obstacles and the aspects of banking documents management have not been done systematically, especially the aspect of storage, shrinkage and destruction of the documents. However, the process of creation, retrieval, maintenance and prevention has followed the existing archive provisions. While the obstacles faced in banking documents management consist of: storage systems, document facilities or equipments, and human resources (HR) archives. And the efforts that have been done to overcome the obstacles are: utilizing the document facilities and equipments to the maximum, regular spatial planning and will improve the quality of human resources in the field of archives by sending employees to attend a seminar or training on archives.

(7)

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil ‘Alamiin, segala puji bagi Allah SWT, Sang pencipta langit

dan bumi serta segala isinya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta memberikan

nikmat jasmani dan rohani, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat

dan salam tidak lupa penulis curahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW,

keluarga dan para sahabatnya.

Selain itu, penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang

telah banyak membantu dan mendukung penulis dalam penyusunan skripsi, antara lain:

1. Bapak Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Adab dan Humaniora.

2. Bapak Prof. Dr. Oman Fathurahman, M.Hum, selaku Dekan Fakultas Adab dan

Humaniora periode 2014-2015.

3. Bapak Pungki Purnomo, MLIS, selaku Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan dan

Informasi.

4. Bapak Mukmin Suprayogi, M.Si, selaku Sekretaris Jurusan Ilmu Perpustakaan dan

Informasi dan sekaligus Dosen Pembimbing Skripsi yang telah berkenan untuk

memberikan bimbingan dan pengarahan serta meluangkan pikiran, tenaga dan waktu

dalam membantu penyelesaian skripsi ini.

5. Ibu Maryam, M.Hum, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang memberikan

bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini.

6. Ibu Alfida, MLIS, selaku Dosen Penguji I yang memberikan saran dan komentar

(8)

iv

Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta.

7. Ibu Lilik Istiqoriyah, M.Hum, selaku Dosen Penguji II yang memberikan saran dan

komentar dalam proses penyelesaian skripsi, untuk memperoleh gelar sarjana Strata

(S1) pada Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN

Syarif Hidayatullah Jakarta.

8. Seluruh jajaran Wakil Dekan dan para pegawai FAH UIN Jakarta.

9. Bapak Hendra Gunawan, SH, selaku Kepala RFO 2 BSM yang telah mengizinkan

penelitan, memberikan arahan dan meluangkan waktunya dalam penyusunan skripsi

ini.

10.Bapak Ade Sujana, S.SosPol, selaku CLD Manajer Dokumen RFO 2 BSM yang telah

memberikan arahan dan meluangkan waktunya dalam penyusunan skripsi ini.

11.Bapak Umarudin, SE, selaku CLD Officer RFO 2 BSM yang telah meluangkan

pikiran, tenaga dan waktu dalam membantu penyusunan skripsi ini.

12.Segenap staf RFO 2 BSM, terutama Bapak Ade Sujana, S.SosPol, bapak Umarudin,

SE. dan staf lainnya.

13.Seluruh Dosen Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang telah memberikan

banyak ilmu pengetahuan yang tak terhingga. Semoga ilmu yang telah diberikan

dapat bermanfaat. Aamiin YRA.

14.Kedua orangtua, ayahanda Hamid dan ibunda Harpiah. Terima kasih ayah dan ibunda

telah mendidik, membimbing, memberikan bantuan moril dan materil serta

melimpahkan kasih sayang kepada penulis.

(9)

v

16.Sahabatku, Bintang Bela Adillah, Nurfitri Dewi, Cici Haryati dan Grecy Astari Puji

Astuti. Terima kasih telah memberikan saran dan mengingatkan ketika ada perilaku

yang salah.

17.Teman-teman seperjuangan Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2011, khususnya IPI C

2011. Semoga kita semua dapat menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi diri

sendiri orang lain. Aamiin YRA.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih butuh

penyempurnaan di beberapa bagian, baik dari segi isi maupun susunannya. Oleh karena

itu, segala saran dan kritik akan penulis terima untuk menyempurnakan skripsi ini.

Akhir kata, penulis berharap semoga Allah SWT membalas kebaikan semuanya

dengan rahmat dan ridhanya serta semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti dan

pembaca. Aamiin YRA.

Jakarta, 29 Juni 2015

(10)

vi DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah ... 7

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 7

D. Definisi Istilah ... 9

E. Sistematika Penulisan ... 9

BAB II TINJAUAN LITERATUR A. Bank Syariah 1. Pengertian Bank Syariah ………... 11

2. Bank Berdasarkan Prinsip Syariah (Islam)…...12

B. Pengelolaan Dokumen/Arsip Perbankan 1. Pengertian Pengelolaan Dokumen/Arsip ... ………12

2. Pengertian Dokumen/Arsip ... 13

3. Penciptaan Dokumen ... 15

a. Jenis-Jenis Dokumen ... 15

b. Fasilitas Dokumen ... 16

4. Pengorganisasian Dokumen ... 19

a. Penyimpanan Dokumen ... 20

b. Temu Kembali Dokumen ... 22

(11)

vii

1) Pemeliharaan Dokumen ... 24

2) Pencegahan Kerusakan Dokumen ... 26

5. Penyusutan Dokumen ... 27

a. Pemindahan Dokumen ... 27

b. Penyerahan Dokumen ... 27

c. Pemusnahan Dokumen ... 30

6. Hambatan dan Upaya ... 33

C. Penelitian Terdahulu ... 34

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 36

B. Sumber Data ... 37

C. Informan ... 37

D. Teknik Pengumpulan Data ... 39

E. Teknik Analisis Data ... 39

F. Jadwal Penelitian ... 41

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil RFO 2 BSM 1. Sejarah... 42

2. Tugas Pokok... 43

a. Tujuan ... 43

b. Tanggung Jawab Utama ... 43

c. Tanggung Jawab Umum ... 44

3. Personalia Pengurus ... 45

4. Koleksi dokumen ... 46

5. Fasilitas Dokumen ... 48

6. Waktu Kerja ... 49

(12)

viii

B. Hasil Penelitian

1. Pengelolaan Dokumen Perbankan pada Bidang

RFO 2 BSM Jakarta ... 50

2. Hambatan yang dihadapi dan Upaya yang

Dilakukan Pengelolaan Dokumen Perbankan

Bidang RFO 2 BSM Jakarta ... 60

C. Pembahasan... 62

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ... 74

B. Saran ... 75

DAFTAR PUSTAKA ... 78

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(13)

ix

DAFTAR TABEL

(14)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan teknologi pada zaman sekarang

kebutuhan informasi semakin meningkat. Informasi banyak dibutuhkan oleh

setiap lembaga, baik pemerintah maupun swasta. Perkembangan teknologi

informasi pada saat ini di Indonesia sudah menjadi bagian penting dalam

sebuah bisnis. Hal ini terjadi dikarenakan sebagian besar lembaga di

Indonesia mulai menyadari akan kebutuhan informasi yang sangat penting

untuk mendukung proses bisnis dan perkembangan industri lembaga

tersebut.

Dengan adanya hubungan persamaan persepsi yang saling mendukung

dalam mengelola informasi, maka informasi menjadi suatu commodity yang

mempunyai kekuatan atau modal tersendiri (information is power), artinya

informasi itu adalah sebuah kekuatan atau modal yang dapat dijadikan

sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Informasi itu menjadi

kekuatan atau sesuatu yang berharga jika informasi itu benar, relevan untuk

kepentingan bisnis dan pengaturan strategi kebijakan.1 Karena pada

dasarnya keseluruhan kegiatan suatu lembaga membutuhkan informasi

sebagai pendukung proses kerja administrasi dan pelaksanaan fungsi

1

(15)

manajemen. Salah satu sumber informasi yang dapat menunjang proses

kerja administrasi adalah dokumen.

Dokumen merupakan bukti pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan

administrasi dari suatu organisasi. Oleh karena itu, mengingat penggunaan

dokumen memiliki nilai yang sangat penting, karena dokumen dianggap

sebagai bahan bukti resmi penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan

kehidupan kebangsaan dari seluruh bangsa Indonesia. Demi terpeliharanya

dokumen, maka diperlukan cara pengelolaan, pengaturan dan penanganan

kearsipan yang benar, sehingga dokumen/arsip dapat tertata dengan baik

dan benar untuk memudahkan penemuan kembali dokumen secara cepat,

tepat dan teliti. Agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan efektif

dan efisien, maka perlu ditetapkan standar pelayanan.2

Dokumen berperan sebagai ingatan dan sumber informasi dalam

rangka melakukan kegiatan perencanaan, penganalisaan, perumusan

kebijaksanaan, pengambilan keputusan, pembuatan laporan, penilaian,

pengendalian dan pertanggungjawaban dengan setepat-tepatnya. Melalui

dokumen diperoleh data atau keterangan-keterangan yang diperlukan dalam

memecahkan masalah, juga dapat diketahui maju mundurnya suatu

organisasi serta dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau pengambil

keputusan untuk masa yang akan datang.

Berdasarkan kegunaan dokumen yang sangat penting, maka

diperlukan adanya penataan dokumen yang teratur dan menyeluruh.

Dokumen yang penataannya teratur dan menyeluruh merupakan alat

2

(16)

informasi dan referensi sistematik yang dapat membantu pimpinan pada

lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta guna memperlancar

kegiatannya. Selain itu, penataan dokumen yang baik dan benar akan

memperlancar komunikasi dan tugas-tugas yang nantinya akan dikerjakan.

Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih memiliki tiga

unsur pokok yaitu transparansi, akuntabilitas dan tata kelola. Demikian pula

dalam rangka upaya mewujudkan perusahaan yang baik atau Good

Corporate Governance (GCG). Khususnya kinerja perbankan,

membutuhkan penguatan terhadap transparansi, akuntabilitas dan tata kelola

di lingkungan perbankan yang bersangkutan. Dokumen merupakan

instrumen yang sangat penting dalam upaya penguatan ketiga pilar di atas,

mengingat dokumen berfungsi sebagai pusat informasi dan pusat ingatan

organisasi. Dengan kata lain dokumen merupakan tulang punggung

manajemen modern, bahan akuntabilitas kinerja, bukti yang sah, dan

memori kolektif bangsa. Perusahaan wajib menyerahkan arsip statis kepada

lembaga kearsipan berdasarkan tingkatannya sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Pasal 53 ayat 6.3 Oleh

karena itu, pengelolaan dokumen di setiap organisasi termasuk perbankan

harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan

standar kearsipan.4

3

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan

4

(17)

Secara spesifik dokumen perbankan diatur dalam Undang-Undang

Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan dan dua Peraturan

Pemerintah yaitu: Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 1999 tentang Tata

Cara Penyerahan dan Pemusnahan Dokumen Perusahaan dan Peraturan

Pemerintah Nomor 88 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pengalihan Dokumen

Perusahaan ke dalam Mikrofilm atau Media Lainnya dan Legalisasi sebagai

peraturan pelaksanaan undang-undang tersebut.

Perbankan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 10

Tahun 1998 tentang Perbankan adalah merupakan segala sesuatu yang

menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta

cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Sedangkan bank

adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk

simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit

danatau dalam bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf

hidup orang banyak. Bank merupakan perusahaan yang memegang lisensi

bank, yang bergerak dalam bidang keuangan, yang memiliki fungsi utama

menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit.

Lisensi bank diberikan oleh otoritas supervisi keuangan yang memberikan

hak untuk melakukan jasa perbankan dasar, seperti menerima tabungan dan

memberikan pinjaman.

Secara umum bank menghasilkan dokumen, seperti: dokumen

akunting (cek, pembayaran cek, dan deposit), kontrak, kredit, laporan dan

lain-lain yang diformat dalam berbagai media, baik kertas, mikrofilm, tape

(18)

administrasi perbankan hingga internet banking yang meluas ke seluruh

pelosok wilayah negeri, menghasilkan dokumen elektronik yang semakin

banyak dan perlu pengelolaan khusus dan profesional.5

Dokumen perbankaan termasuk arsip yang masih digunakan secara

langsung oleh organisasi. Adapun arsip yang dimaksud adalah arsip

dinamis. Arsip dinamis memiiki ciri-ciri, yaitu: aktual, berlaku secara

langsung, dipergunakan dalam penyelenggaraan administrasi sehari-hari,

senantiasa masih berubah nilai dan artinya menurut fungsinya dan bersitat

tertutup.6 Adapun yang termasuk ke dalam arsip dinamis adalah arsip vital,

arsip dinamis aktif dan arsip dinamis inaktif.

Sesuai dengan namanya “arsip dinamis”, yaitu arsip yang akan terus

mengalami “dinamika”. Seiring dengan perkembangan organisasi, maka

arsip-arsip tersebut akan mengalami perkembangan juga. Dalam mengatasi

perkembangan arsip dinamis, sebaiknya organisasi melakukan pengelolaan

arsip dinamis. Pengelolaan arsip dinamis meliputi: penciptaan arsip,

penggunaan, pemeliharaan arsip dan penyusutan arsip.7

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, pada bidang

Regional Financing Operation (RFO) 2 PT. Bank Syariah Mandiri

(selanjutnya disebut dengan RFO 2 BSM) mengelola berbagai dokumen

berupa dokumen pembiayaan yang terbagi menjadi 2, yaitu: general file

yang memuat data atau informasi penting yang berkaitan dengan kegiatan

5

Ibid., h. 2. 6

Jonner Husagian. “Pengantar Kearsipan” Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara, 2003. Diakses pada tanggal 18 Mei 2015 dari

http://bapersip.jatimprov.go.id/images/artikel/pengantar%20kearsipan%20oleh%20Drs.%20JON NER%20HASUGIAN,%20M.Si.pdf.

7

(19)

pemberian pembiayaan kepada nasabah dari tahap permohonan sampai

lunas (selesai)dan legal file yaitu kumpulan dokumen pembiayaan yang

berfungsi sebagai alat pembuktian yang sah secara hukum. Salah satu

contoh jenis dokumen pembiayaan yaitu Sertifikat Hak Milik (SHM),

Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Sertifikat Hak Pakai (SHP),

Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU), Sertifikat Hak Tanggungan (SHT) dan

lain-lain.

Permasalahan yang ada pada bagian RFO 2 BSM yaitu, pengelolaan

dokumen di sana masih mengalami beberapa kendala yang dihadapi

meliputi sumber daya manusia (SDM), fasilitas, pengelolaan dokumen yang

terbilang baru, karena sebelumnya pengelolaan dilakukan di unit bisnis

masing-masing (kantor cabang dan kantor cabang pembantu). Oleh karena

itu RFO 2 BSM ini harus mengatur ulang pengelolaan dokumen yang ada

sebelumnya dengan merubah sistem pengklasifikasiannya dan lain

sebagainya.

Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti tertarik untuk melihat

lebih dalam lagi pengelolaan dokumen, meliputi: penciptaan,

pengorganisasian dan penyusutan dokumen di RFO 2 BSM. Kemudian hasil

penelitian tersebut akan dituangkan ke dalam skripsi yang berjudul

(20)

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

1. Dalam penelitian ini, peneliti hanya membatasi masalah pada:

a. Pengelolaan dokumen perbankan yang dilakukan oleh bidang RFO 2

BSM, meliputi: penciptaan, pengorganisasian dan penyusutan

dokumen.

b. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang dihadapi

dalam pengelolaan dokumen perbankan dalam bidang RFO 2 BSM.

2. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dikemukakan

perumusan masalah sebagai berikut :

a. Bagaimana pengelolaan dokumen perbankan yang dilaksanakan di

RFO 2 BSM, meliputi: penciptaan, pengorganisasian dan

penyusutan dokumen?

b. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang

dihadapi dalam pengelolaan dokumen perbankan dalam bidang RFO

2 pada BSM?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Agar sasaran dalam penelitian ini jelas dan sesuai dengan permasalahan

di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:

a. Untuk mengetahui pelaksanaan pengelolaan dokumen perbankan di

RFO 2 BSM, meliputi: penciptaan, pengorganisasian dan

(21)

b. Untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan dalam mengatasi

hambatan yang dihadapi pengelolaan dokumen perbankan dalam

bidang RFO 2 BSM.

2. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:

a. Bagi Instansi Terkait

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada

peneliti untuk memberikan saran dan masukan yang bermanfaat

kepada pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan arsip dalam

bidang RFO 2 BSM. Dengan adanya saran dan masukan dari

peneliti, diharapkan pihak bagian pengelolaan dokumen perbankan

dalam bidang RFO 2 BSM dapat menjadikan saran dan masukan

tersebut untuk dijadikan bahan pertimbangan dan evaluasi terhadap

pengelolaan dokumen perbankan yang baik dalam bidang RFO 2

BSM.

b. Bagi Peneliti

Penelitian ini bermanfaat bagi peneliti untuk meningkatkan

(22)

D. Definisi Istilah

Pengelolaan Dokumen Perbankan adalah suatu rangkaian pekerjaan yang dilakukan oleh RFO 2 BSM untuk melakukan pekerjaanyang meliputi:

penciptaan, pengorganisasian dan penyusutan dokumenyang berkaitan

dengan kegiatan keuangan kepada nasabah dan berfungsi sebagai alat

pembuktian yang sah secara hukum. Dokumen ini termasuk jenis arsip

dinamis aktif karena tersimpan pada unit kerja (central file).

Bank Mandiri Syariah adalah lembaga perbankan di Indonesia yang berprinsip syariah dengan aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam

antara bank dengan pihak lain untuk menyimpan dana.

E. Sistematika Penulisan

Dalam menyusun proposal penelitian ini, peneliti membagi ke dalam 5

(lima) bab. Adapun sistematika penulisan sebagai berikut :

Bab I : Pendahuluan

Bab ini berisi latar belakang, pembatasan dan perumusan

masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian,

definisi istilah, dan sistematika penulisan.

Bab II : Tinjauan Literatur

Bab ini peneliti membahas kerangka teoritis tentang jenis

instansi, pengertian dokumen, penciptaan,

(23)

dihadapi & upaya yang dilakukan pada pengelolaan

dokumen, dan penelitian terdahulu.

Bab III : Metode Penelitian

Bab ini peneliti membahas tentang jenis dan pendekatan

penelitian, sumber data, pemilihan informan, teknik

pengolahan data, teknik analisis data, dan jadwal

penelitian.

Bab IV : Hasil Penelitian Dan Pembahasan

Bab ini membahas tentang Profil Regional Financing

Operation (RFO) 2 BSM, sejarah singkat, struktur

organisasi, serta pengelolaan dokumen perbankanyang

meliputi: penciptaan, pengorganisasian dan penyusutan

dokumen, hambatan-hambatan dalam pengelolaan

dokumen perbankan dan upaya untuk mengatasi hambatan.

Bab V : Penutup

Bab ini merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan

dari keseluruhan pokok bahasan dan saran-saran yang

(24)

BAB II

TINJAUAN LITERATUR

A. Bank Syariah

1. Pengertian Bank Syariah

Dalam kamus besar ilmu pengetahuan, secara umum pengertian

bank (banko) adalah lembaga keuangan yang usahanya mencakup

deposito, diskonto, investasi dan beberapa jenis financial lainnya.8

Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya

berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri dari Bank

Umum Syariah (BUS) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).9

Bank syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya

memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta

peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan prinsip-prinsip

syariah.10

Dari pernyataan di atas dapat dijelaskan yaitu bank syariah adalah

bank yang kegiatannya dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

8

Save M. Dagun. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara (LPKN), 1997), h. 96.

9

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah

10

Heri Sudarsono. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah: Deskripsi dan Ilustrasi

(25)

2. Bank Berdasarkan Prinsip Syariah (Islam)

Bank berdasarkan prinsip syariah belum lama berkembang di

Indonesia. Namun di luar negeri terutama di negara-negara Timur

Tengah seperti Mesir atau di Pakistan bank yang berdasarkan prinsip

syariah berkembang pesat sejak lama.

Bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah dalam penentuan harga

produknya sangat berbeda dengan bank berdasarkan prinsip

konvensional. Bank berdasarkan prinsip syariah adalah aturan perjanjian

berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain untuk

menyimpan dana atau pembiayaan usaha atau kegiatan perbankan

lainnya.11

Dari pernyataan di atas dapat dijelaskan yaitu bank berdasarkan

prinsip syariah belum lama berkembang di Indonesia berbeda di

negara-negara Timur Tengah sudah berkembang pesat.

B. Pengelolaan Dokumen/Arsip Perbankan

1. Pengertian Pengelolaan Dokumen/Arsip

Pengelolaan adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu

yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien.

Menurut Winarno Hamiseno, pengelolaan adalah substantif dari

mengelola. Sedangkan mengelola berarti suatu tindakan yang dimulai

11

(26)

dari penyusunan data, merencana, mengorganisasikan, melaksanakan

sampai dengan pengawasan dan penilaian.12

Pengelolaan dokumen yaitu pengurusan suatu dokumen mulai dari

penyusunan data, merencana, mengorganisasikan, melaksanakan sampai

dengan pengawasan dan penilaian dapat berjalan dengan lancar, efektif

dan efisien.

2. Pengertian Dokumen/Arsip

Kata archief diartikan semua dokumen tertulis, gambar dan badan

cetakan yang secara resmi diterima atau dihasilkan oleh suatu badan

administratif atau olehsalah seorang pejabatnnya dan sebegitu jauh

dokumen ini dimaksudkan untuk tetap berada dalam pemeliharaan

badan-badan atau pejabat yang bersangkutan.13

Dokumen/arsip adalah segala bentuk informasi yang direkam.

Informasi dapat direkam dengan menggunakan media kertas, microfilm,

kaset audio, kaset video, atau media yang dapat dibaca komputer seperti

pita komputer atau compact disk, atau optical disk.14

Arsip (record) yang dalam istilah bahasa indonesia ada yang

menyebutkan sebagai “warkat”, pada pokoknya dapat diberikan

pengertian sebagai: setiap catatan tertulis baik dalam bentuk gambar

ataupun bagan yang memuat keterangan-keterangan mengenai sesuatu

12

Suharismi Arikunto. Pengelolaan Kelas dan Siswa (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 1996), h. 8.

13

Muller, Samuel. dkk. Manual for Arrangement and Description of Archives. Penerjemah Arthur H. Leavit. (Chicago: The Society of American Archives, 1940), h. 13.

14

(27)

subyek (pokok persoalan) ataupun peristiwa yang dibuat orang untuk

membantu daya ingatan orang (itu) pula.

Dari pengertian di atas, maka yang termasuk dalam pengertian

Dokumen/arsip itu misalnya: surat-surat, kwitansi, faktur, pembukuan,

daftar gaji, daftar harga, kartu penduduk, bagan organisasi, foto-foto dan

lain sebagainya.15

Archives is was drawn up or used in the course of an adminitrative

or excecutive transaction (whether public and private) of which itself

formed a part, and subsequentely preserved in their own custody for

their own information by the person or persons responsible for that

transaction and their legitimate successor.16

Arsip diartikan sebagai dokumen yang disusun atau digunakan

selama transaksi administratif dan eksekutif (pemerintah ataupun

swasta) yang membentuk sebagian, dan kemudian dipelihara di tempat

pemeliharaan guna terjaganya informasi mereka oleh orang-orang yang

bertanggung jawab atas transaksi itu dan penggantinya yang sah.

Dokumen perusahaan adalah data, catatan, dan atau keterangan

yang dibuat dan atau diterima oleh perusahaan dalam rangka

pelaksanaan kegiatannya, baik tertulis di atas kertas atau sarana lain

maupun terekam dalam bentuk corak apapun yang dapat dilihat, dibaca,

atau didengar.17

15

Basir Barthos. Manajemen Kearsipan Untuk Lembaga Negara. Swasta, dan Perguruan Tinggi (Jakarta: PT Bumi Aksara. 1989), h. 1.

16

Jenkinson, Hilary. A Manual of Archives Administration. London: Percy Lund, Humhpires & Co Ltd. 1937. Diakses pada tanggal 22 April 2015 dari https://archive.org/stream/manualofarchivea00iljenk#page/n5/mode/2up, h. 11.

17

(28)

Dari keterangan di atas dapat dijelaskan bahwa dokumen/arsip

adalah suatu data, catatan baik yang tertulis maupun tidak tertulis dan

mempunyai nilai guna yang sangat penting untuk suatu lembaga.

3. Penciptaan Dokumen

Yaitu suatu tahap dimana dokumen mulai diciptakan sebagai akibat dari

bermacam-macam kegiatan yang dilakukan oleh suatu organisasi atau

perorangan dalam melaksanakan fungsinya. Dokumen yang tercipta

tersebut mengandung data dan informasi. Bentuk fisik dari dokumen

yang tercipta ini tergantung pada jenis media yang digunakan seperti

surat, pita film, rekaman suara dan sebagainya.18

a. Jenis-Jenis Dokumen

Dokumen perbankan sebagai suatu perusahan terdiri dari:

1) Dokumen keuangan yang terdiri dari:

a) Catatan, yang terdiri dari neraca tahunan, perhitungan laba

rugi tahunan, rekening, jurnal transaksi harian, setiap tulisan

yang berisi keterangan mengenai hak dan kewajiban serta

hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan usaha suatu

perbankan.

b) Bukti pembukuan, terdiri dari: warkat-warkat yang

digunakan sebagai dasar pembukuan yang merupakan

perubahan kekayaan, utang, dan modal.

18

(29)

c) Data pendukung administrasi keuangan, merupakan data

administratif yang berkaitan dengan keuangan untuk

digunakan sebagai pendukung penyusunan dan pembuatan

dokumen keuangan, terdiri dari:

- Data pendukung yang merupakan bagian dari bukti

pembukuan.

- Data pendukung yang tidak merupakan bagian dari bukti

pembukuan

2) Dokumen lainnya, terdiri dari data atau setiap tulisan yang berisi

keterangan yang mempunyai nilai guna bagi perbankan meskipun

tidak terkait langsung dengan dokumen keuangan.19

b. Fasilitas Dokumen

Peralatan yang dipergunakan dalam bidang kearsipan pada dasarnya

sebahagian besar sama dengan alat-alat yang dipergunakan dalam

bidang ketatausahaan pada umumnya, Peralatan yang dipergunakan

terutama untuk penyimpanan arsip, minimal terdiri dari:

1) Map, yaitu berupa lipatan kertas atau karton manila yang

dipergunakan untuk menyimpan arsip. Jenisnya terdiri dari map

biasa yang sering disebut stopmap folio, Stopmap bertali

(portapel), map jepitan (snelhechter), map tebal yang lebih

dikenal dengan sebutan ordner atau brieforner. Penyimpanan

ordner lebih baik dirak atau lemari, bukan di dalam filing

19

(30)

cabinet dan posisi penempatannya bisa tegak. Sedangkan

Stopmap folio dan snelhechter penyimpanannya dalam posisi

mendatar, atau tergantung (bila yang dipakai snelhechter

gantung) di dalam filing cabinet, sedangkan portapel sebaiknya

disimpan dalam almari karena dapat memuat banyak lembaran

arsip.

2) Folder merupakan lipatan kertas tebal/karton manila berbentuk

segi empat panjang yang gunanya untuk menyimpan atau

menempatkan arsip, atau satu kelompok arsip di dalam filing

cabinet. Bentuk folder mirip seperti stopmap folio, tetapi tidak

dilengkapi daun penutup, atau mirip seperti snelhechter tetapi

tidak dilengkapii dengan jepitan. Biasanya folder dilengkapi

dengan tab, yaitu bagian yang menonjol dari folder yang

berfungsi untuk menempatkan kode-kode, atau indeks yang

menunjukkan isi folder yang bersangkutan.

3) Guide adalah lembaran kertas tebal tau karton manila yang

dipergunakan sebagai penunjuk dan atau sekat/pemisah dalam

penyimpanan arsip. Guide terdiri dari dua bagian, yaitu tab

guide yang berguna untuk mencantumkan kode-kode,

tanda-tanda atau indeks klasifikasi (pengelompokan) dan badan guide

itu sendiri. Jumlah guide yang diperlukan dalam sistem filing

adalah sebanyak pembagian pengelompokan arsip menurut

subyeknya. Misalnya guide pertama untuk menempatkan tajuk

(31)

menempatkan sub-subyek, guide ketiga untuk yang lebih khusus

lagi, demikian seterusnya.

4) Filing Cabinet (file cabinet) adalah perabot kantor berbentuk

persegi empat panjang yang diletakkan secara vertikal (berdiri)

dipergunakan untuk menyimpan berkas-berkas atau arsip. Filing

cabinet mempunyai sejumlah laci yang memiiki gawang untuk

tempat rnenyangkutkan folder gantung (bila arsip ditampung

dalam folder gantung). Filing cabinet terdiri berbagai jenis, ada

yang berlaci tunggal, berlaci ganda, horizontal plan file cabinet,

drawer type filing cabinet, lateral filing cabinet, dsb.

5) Almari Arsip adalah almari yang khusus digunakan untuk

menyimpan arsip. Bentuk dan jenisnya bervasi, namun berkas

atau arsip yang disimpan dalam almari arsip sebaiknya

disusun/ditata secara vertical lateral (vertikal berderet

kesamping), sehingga susunan arsip di dalam almari arsip sama

dengan susunan arsip yang disusun ditata di dalam rak arsip.

6) Berkas Kotak (Box file) adalah kotak yang dipergunakan untuk

menyimpan berbagai arsip (warkat). Setiap berkas kotak

sebaiknya dipergunakan untuk menyimpan arsip yang sejenis,

atau yang berisi hal-hal yang sama. Selanjutnya berkas kotak ini

akan ditempatkan pada rak arsip, disusun secara vertikal

(vertikal berderet ke samping).

7) Rak arsip adalah sejenis almari tak berpintu, yang merupakan

(32)

ditempatkan dirak susun secara vertikal lateral yang dimulai

selalu dari posisi kiri paling atas menuju kekanan, dan

seterusnya kebawah.

8) Rotary Filling adalah peralatan yang dapat berputar,

dipergunakan untuk menyimpan arsip-arsip (terutama berupa

kartu).

9) Cardex (Card Index) adalah alat yang dipergunakan untuk

menyimpan arsip yang berupa kartu dengan mempergunakan

laci-laci yang dapat ditarik keluar memanjang. Kartu yang akan

disipan disebelah atas kartu diberi kode agar lebih mudah dilihat.

10)File yang dapat dilihat (Visible reference record file) adalah alat

yang dipergunakan untuk menyimpan arsip-arsip yang

bentuknya berupa leflet, brosur, dan sebagainya.20

4. Pengorganisasian Dokumen

Pada tahap ini dokumen secara aktif digunakan untuk berbagai

keperluan informasi yang ada, dan digunakan sebagai bahan untuk

mengambil keputusan, penetapan, kebijakan, perencanaan,

pengendalian, pengawasan dan lainnya.21

Di dalam pengorganisasian dokumen harus diperhatikan pengaturan

arsip dan penanggung jawabnya dengan jelas, agar pembagian tugas dan

wewenang dalam pengelolaan penyimpanan dokumen dapat dilakukan

20

Jonner Husagian. “Pengantar Kearsipan” Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara, 2003. Diakses pada tanggal 18 Mei 2015 dari http://bapersip.jatimprov.go.id/images/artikel/pengantar%20kearsipan%20oleh%20Drs.%20JON NER%20HASUGIAN,%20M.Si.pdf h. 7.

21

(33)

dengan tertib. Ada beberapa pengelolaan arsip dalam kantor yang sudah

dikenal, yaitu: sentralisasi, desentralisasi dan kombinasi.

Sentralisasi adalah sistem pengelolaan dokumen yang dilakukan

secara terpusat dalan suatu organisasi, dengan kata lain penyimpanan

dokumen dipusatkan disuatu unit kerja khusus yang lazim disebut

sentral dokumen. Sistem ini lebih menguntungkan bila diterapkan pada

organisasi yang relatif kecil.

Desentralisasi adalah pengelolaan dan penyimpanan dokumen

dilakukan pada setiap unit kerja dalam suatu unit organisasi, dengan

kata lain semua unit kerja mengelola dan menyimpan arsipnya

masing-masing.22

Kombinasi adalah pada sistem ini, masing-masing bagian

menyimpan arsip dinamis di bawah kendali sistem terpusat.23 Biasanya,

asas ini digunakan pada beberapa perusahaan-perusahaan yang memiliki

cabang.

a. Penyimpanan Dokumen

Para ahli kearsipan kelihatannya sepakat untuk menyatakan bahwa

filling system yang digunakan atau dipakai untuk kegiatan

penyimpanan dokumen terdiri dari:

22

Syifa Fauziah. “Pelaksanaan Manajemen Kearsipan Di SMP Bangun Nusantara Cipondoh Tangerang” (Skripsi S1 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2010), h. 28.

23

(34)

1) Sistem Abjad

Sistem abjad adalah sistem penataan berkas yang umumnya

digunakan untuk menata berkas yang berurutan dari A sampai

dengan Z dengan berpedoman pada peraturan mengindeks.

2) Sistem Masalah

Sistem masalah adalah sistem penataan berkas berdasarkan

kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan masalah-masalah

yang berhubungan dengan administrasi yang mengikuti sistem

ini. Masalah-masalah harus dikelompokan menjadi satu subjek

yang disusun dalam suatu daftar yang disebut “daftar indeks”.

Daftar indeks yaitu daftar yang kode dan masalah-masalah yang

terdapat di dalam kantor/organisasi sebagai pedoman penataan

dokumen berdasarkan masalah.

3) Sistem Nomor

Sistem nomor adalah sistem penataan berkas berdasarkan

kelompok permasalahan yang kemudian mesing-masing setiap

masalah diberi nomor tertentu.

4) Sistem Tanggal

Sistem tanggal adalah sistem penataan berkas berdasarkan

urutan tanggal, bulan dan tahun yang mana pada umumnya

tanggal yang dijadikan pedoman surat. Surat atau berkas yang

datang paling akhir ditempatkan dibagian paling akhir pula,

(35)

5) Sistem Wilayah

Sistem wilayah adalah sistem penataan berkas berdasarkan

tempat atau lokasi. Untuk melaksanakan sistem wilayah ini,

dapat dipergunakan nama daerah atau wilayah sebagai pokok

permasalahan. Pokok permasalahan tersebut dapat

dikembangkan menjadi masalah-masalah.24

b. Temu Kembali Dokumen

Menurut Hadi Abu Bakar tujuan utama dalam menemukan

kembali atau sistem temu kembali dokumen (retrieval system)

adalah menemukan informasi yang terkandung dalam surat atau

dokumen tersebut. Penerimaan kembali dokumen sangat erat

hubungannya dengan sistem penyimpanan (filing system) yang

kita pergunakan, sedangkan jika sistem penyimpanan salah maka

dengan sendirinya penemuan kembali dokumen itu akan sulit.

Sistem penyimpanan yang sederhana pasti tidak

memudahkan menemukan kembali dokumen, tetapi sebaliknya

pula sistem penyimpanan yang sulit pun belum tentu mempercepat

penemuan kembali dokumen. Sebaiknya memang sistem

penyimpanan dokumen harus disesuaikan dengan situasi setempat

dan selaras pula dengan sistem penemuan kembalinya (storage

and retrieval system).25

24

Sedarmayanti. Tata Kearsipan Dengan Memanfatkan Teknologi Modern (Bandung: Mandar Maju. 2003), h.70.

25

(36)

Supaya sistem temu kembali dokumen ini mudah dapat

terlaksana, maka syarat-syarat yang harus ditaati, yaitu:

1) Kebutuhan si pengguna harus diteliti terlebih dahulu dan

sistemnya harus mudah diingat.

2) Harus didasarkan atas kegiatan nyata instansi yang

bersangkutan, maka disusunlah kata indeks sebagai tanda

pengenal.

3) Kemudian sistem temu kembali harus logis, konsisten dan

mudah diingat.

4) Sarana dan prasarana yang menunjang kearsipan harus lengkap

yang sesuai dengan panataan dokumen.

5) Harus didukung oleh personil yang terlatih dan harus

mempunyai daya yang tinggi, cepat, tekun, suka kerja, senang

bekerja detail tentang informasi.

Prosedur penemuan kembali dokumen melalui

langkah-langkah sebagai berikut:

1) Menentukan pokok masalahya

Pokok masalah dokumenyang akan dikeluarkan (dipinjam)

dapat diketahui melalui kartu atau lembar pinjam dokumen.

2) Menentukan kode

Dengan diketahui kode arsipnya, selanjutnya dapat diketahui di

dalam laci mana, di belakang guide apa, dan di dalam folder

(37)

3) Pengambilan dokumen

Setelah diketahui kodenya, selanjutnya dapat diketahui di mana

arsip yang diperlukan disimpan. Sebagai gantinya kita

masukkan lembar pinjam dokumen, untuk mengetahui bahwa

dokumen sedang dipinjam.26

c. Pemeliharaan dan Pencegahan Kerusakan Dokumen

1) Pemeliharaan dokumen

Tanggung jawab seorang petugas dokumen yaitu menjaga

dokumen dari kerusakan dan mengatasi dokumen yang terkena

bencana. Pemeliharaan dokumen adalah kegiatan

membersihkan dokumen secara rutin untuk mencegah

kerusakan dokumen.27

Upaya pemeliharaan dokumen pada dasarnya terbagi 2

aspek, yaitu: Pemeliharaan terhadap bahan dokumen yang

secara langsung bersentuhan dengan berbagai musuh dokumen

dan pemeliharaan terhadap lingkungan penyimpanan

dokumen.28

a) Jamur dan lumut

Jamur dan lumut dapat merusak setiap jenis dokumen. Hal

tersebut terjadi karena kurang pengawasan terhadap

26

Ingatius Wursanto. Kearsipan 2 (Yogyakarta: Kanisius. 1991), h. 114 27

Sedarmayanti. Tata Kearsipan dengan Memanfatkan Teknologi Modern, h.109. 28

Boedi Martono. Sistem Kearsipan Praktis: Penyusutan dan Pemeliharaan Arsip

(38)

kelembaban dan tingkat suhu ruangan. Untuk

penyimpanan dokumen kelembaban berada sekitar 50%

sedangkan suhu ruangan berkisar antara 180 dan 240

Celcius. Ventilasi menghambat pertumbuhan spora jamur.

Jamur tumbuh pada bahan yang lembab dalam waktu 48

jam.

b) Serangga dan tikus

Serangga dan tikus dapat merusakkan dokumen dalam

waktu singkat. Bilamana terjadi kerusakan pada dokumen,

maka kerusakan tersebut harus dipastikan, bilamana ada

bagian yang binasa maka bagian tersebut tidak dapat

diganti. Bagian selebihnya diperbaiki dan bilamana perlu

direproduksi.29

c) Pengaturan ruangan

Ruangan penyimpanan dokumen harus dijaga agar tetap

kering (temperature ideal antara 60° - 75°F, dengan

kelembaban antara 50-60%), terang (terkena sinar

matahari tidak langsung), mempunyai ventilasi yang

merata, dan terhindar dari kemungkinan serangan api, air,

serangga dan sebagianya.

d) Tempat penyimpanan dokumen

Tempat penyimpanan dokumen hendaknya diatur secara

renggang, agar ada udara di antara berkas yang disimpan.

29

(39)

e) Penggunaan bahan pencegah kerusakan dokumen

Salah satunya dengan meletakkan kamper di tempat

penyimpanan, atau melakukan penyemprotan bahan kimia

secara berlanjut.30

2) Pencegahan Kerusakan Dokumen

Ada beberapa cara untuk mencegah kerusakan pada, antara

lain :

a) Penggunaan Air Conditioner (AC)

Agar kelembapan dan kebersihan udara dalam ruangan

penyimpanan dapat diatur dengan baik.

b) Fumigasi

Merupakan penyemprotan bahan kimia untuk mencegah

atau membasmi serangga atau bakteri.

c) Restorasi

Yaitu memperbaiki dokumen yang telah rusak, sehingga

dapat digunakan kembali dalam waktu yang lebih lama

lagi. Teknik restorasi ada 2 cara, yaitu :

- Tradisional yaitu dengan cara melapiskan kertas

“handmade” dan “chiffon”.

- Laminasi yaitu pekerjaan menutup dokumen diantara

dua lembar plastik.

30

(40)

d) Mikrofilm

Merupakan suatu proses fotografi, dimana arsip direkam

pada film dalam ukuran yang diperkecil untuk

memudahkan penyimpanan dan penggunaan.31

5. Penyusutan Dokumen

Pada tahap ini dokumen sudah jarang diperlukan sebagai berkas kerja

karena urusannya telah selesai. Untuk selanjutnya sudah harus

dipikirkan proses penyusutannya agar terjadi efisiensi.32

a. Pemindahan Dokumen

Pemindahan dokumen perusahaan dari unit pengolahan ke unit

kearsipan di lingkungan perusahaan, dilakukan berdasarkan

keputusan pimpinan perusahaan yang pelaksanaannya disesuaikan

dengan kebutuhan perusahaan yang bersangkutan.

b. Penyerahan Dokumen

Setiap perusahaan yang dalam kegiatan usahanya memiliki

dokumen yang mempunyai nilai guna bagi kepentingan nasional

wajib menyerahkan dokumen tersebut kepada Arsip Nasional.

a) Pimpinan perusahaan secara berkala wajib melakukan

penyiangan dan penilaian terhadap dokumen perusahaan yang

dibuat atau diterima oleh perusahaan yang bersangkutan

untuk menentukan:

31

Ibid,. h.112. 32

(41)

i. dokumen perusahaan yang wajib diserahkan kepada Arsip

Nasional; dan

ii. dokumen perusahaan yang dapat dimusnahkan sesuai jadwal retensi.

b) Dalam pelaksanaan penilaian pimpinan perusahaan dapat

membentuk panitia yang bertugas melakukan penilaian atas

dokumen perusahaan yang akan diserahkan atau

dimusnahkan.33

c) Tata cara penyerahan dokumen

i. Penyerahan dokumen perusahaan dilakukan sekurang

kurangnya 1 (satu) kali dalam waktu 10 (sepuluh) tahun.

ii.Dalam hal perusahaan dinyatakan pailit, penyerahan

dokumen perusahaan dilakukan setelah ketetapan pailit

dari pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap.

iii.Dalam hal perusahaan dilikuidasi, penyerahan dokumen

perusahaan dilakukan setelah pemberesan selesai

dilaksanakan.

iv.Dalam pelaksanaan penyerahan dokumen perusahaan,

pimpinan perusahaan wajib memberitahukan terlebih

dahulu kepada Kepala Arsip Nasional.

33

(42)

v. Kepala Arsip Nasional wajib memberikan jawaban atas

Surat pimpinan perusahaan paling lambat 60 (enam puluh)

hari sejak tanggal diterimanya Surat pemberitahuan

penyerahan dokumen perusahaan yang dengan rinci

menyebutkan:

i. waktu penerimaan;

ii. tempat penerimaan; dan

iii. pejabat yang ditunjuk untuk menerima penyerahan

dokumen; dan

iv. rincian dokumen yang dapat diterima.

vi. Apabila setelah lewat jangka waktu 60 (enam puluh) hari,

Kepala Arsip Nasional tidak memberikan jawaban, maka

pimpinan perusahaan dapat langsung menyerahkan

dokumen perusahaan.

vii.Dokumen perusahaan tertentu yang mempunyai nilai guna

bagi kepentingan nasional wajib diserahkan kepada Arsip

Nasional Republik Indonesia berdasarkan keputusan

pimpinan perusahaan.

viii.Penyerahan dilaksanakan dengan pembuatan berita acara

yang sekurang-kurangnya memuat:

- keterangan tempat, hari, tanggal, bulan, dan tahun

dilakukan-nya penyerahan;

(43)

- tanda tangan dan nama jelas pejabat yang menyerahkan

dan pejabat yang menerima penyerahan.

ix. Pada berita acara penyerahan dilampirkan daftar pertelaan

dokumen yang akan diserahkan.

x. Dalam hal Arsip Nasional menilai bahwa Dokumen

Perusahaan yang diserahkan kepada Arsip Nasional

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 bukan merupakan

dokumen yang wajib diserahkan kepada Arsip Nasional

sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 7 Tahun

1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan,

maka Arsip Nasional dapat menyerahkan kembali

dokumen tersebut kepada perusahaan untuk

dimusnahkan.34

c. Pemusnahan Dokumen

1) Pemusnahan catatan, bukti pembukuan, dan data pendukung

administrasi keuangan dilaksanakan berdasarkan keputusan

pimpinan perusahaan.

2) Pemusnahan data pendukung administrasi keuangan

berdasarkan jadwal retensi.

3) Pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab atas

pemusnahan dokumen perusahaan atau pejabatlain yang

34

(44)

ditunjuk, bertanggung jawab atas segala kerugian perusahaan

dan atau pihak ketiga dalam hal:

a) pemusnahan dokumen perusahaan dilakukan sebelum

habis jangka waktu wajib simpan

b)pemusnahan dokumen perusahaan dilakukan, sedangkan

diketahui atau patut diketahui bahwa dokumen perusahaan

tersebut masih tetap harus disimpan, karena mempunyai

nilai guna baik yang berkaitan dengan kekayaan, hak, dan

kewajiban perusahaan maupun kepentingan lainnya.

4) Pemusnahan dokumen yang dialih mediakan

Pemusnahan dokumen perusahaan yang telah dialihkan ke

dalam mikrofilm atau media lainnya, dapat segera dilakukan

kecuali ditentukan lain oleh pimpinan perusahaan.

5) Pemusnahan dilaksanakan dengan pembuatan berita acara

yang sekurang-kurangnya memuat :

a) keterangan tempat, hari, tanggal, bulan, dan tahun

dilakukan-nya pemusnahan;

b)keterangan tentang pelaksanaan pemusnahan; dan

c) tanda tangan dan nama jelas pejabat yang melaksanakan

pemusnahan.

6) Pada berita acara pemusnahan dilampirkan daftar pertelaan

dokumen yang akan dimusnahkan.35

35

(45)

7) Menurut Sulistyo Basuki pemusnahan arsip dapat dilakukan

dengan beberapa cara yaitu :

a) Pencacahan. Metode ini lazim digunakan di Indonesia

untuk memusnahkan dokumen dalam bentuk kertas

dengan menggunakan alat pencacah yang dinamakan

shredden. Alat ini menggunakan metode untuk

memotong, menarik, dan merobek kertas menjadi sampai

dengan 2,5 cm.

b) Pembakaran. Metode ini sangat popular pada masa lalu

karena dianggap paling aman. Namun terkadang

dokumen yang terbakar terlempar dari api pembakaran

sehingga mungkin dokumen yang rahasia dapat diketahui

orang lain.

c) Pemusnahan kimiawi. Metode ini memusnahkan

dokumen dengan menggunakan bahan kimiawi yang

dapat melunakkan kertas dan melenyapkan tulisan.

d) Pembuburan Dokumen yang akan dimusnahkan

dimasukkan ke dalam bak penampungan yang diisi air,

kemudian dicacah dan dialirkan melalui saringan. Metode

(46)

6. Hambatan dan Upaya

a. Penemuan kembali secara cepat dan tepat terhadap dokumen

apabila sewaktu-waktu dapat diperlukan, baik oleh pihak pimpinan

organisasi yang bersangkutan maupun oleh organisasi lainnya.

b. Hilangnya dokumen sebagai akibat dari sistem penyimpanan yang

kurang sistematis, sistem pemeliharaan dan penanganan yang

kurang sempurna, serta peminjaman atau pemakaian dokumen oleh

pimpinan atau oleh satuan organisasi lainnya, yang jangaka waktu

lama, sehingga dokumen lupa dikembalikan kepada unit kearsipan.

c. Bertambahnya terus menerus dokumen kedalam bagian kearsipan

tanpa diikuti dengan penyingkiran dan penyusutan yang

mengakibatkan tempat penyimpanan tidak mencukupi.

d. Tata kerja kearsipan yang tidak mengikuti perkembangan ilmu

kearsipan modern karena pegawai kearsipan yang tidak cakap dan

kurang adanya bimbingan yang teratur dari pihak pemimpinan dan

dari para ahli kearsipan.

e. Peralatan kearsipan yang kurang memadai, tidak mengikuti

perkembangan ilmu kearsipan modern, karena kurangnya dana

yang tersedia serta karena pegawai kerarsipan yang tidak cakap.

f. Kurang adanya kesadaran dari para pegawai terhadap peranan dan

pentingnya dokumen bagi organisasi sehingga sistem

penyimpanan, pemeliharaan dan perawatan kurang mendapat

(47)

Dari penyataan di atas dapat dijelaskan bahwa

masalah-masalah kearsipan timbul karena berbagai macam faktor yaitu

sistem penyimpanan yang digunakan, bertambahnya dokumen

yang semakin banyak, tata ruang kearsipan, peralatan yang

digunakan dan pegawai-pegawai kearsipan itu sendiri. Untuk

mengatasi hambatan-hambatan tersebut di atas maka perlulah

dipelajari, diatur dan dikembangkan mengenai:

1) Sistem penyimpanan dokumen yang tepat bagi instansi

2) Penataan ruang kearsipan yang sesuai dan teratur

3) Penggunaan peralatan yang tepat

4) Diadakannya penataran atau Diklat bagi pegawai kearsipan36

C. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu dengan judul penelitian serupa diantaranya

diambil Skripsi yang berjudul Penerapan Sistem Otomasi Manajemen Rekod Inaktif Berdasarkan Persyaratan Sistem Manajemen Rekod: Studi Kasus Pada Sentral Khazanah Arsip Bank Indonesia yang disusun oleh Aisya Khoirunnisa, Program Studi Ilmu Perpustakaan,

Fakultas Ilmu Sosial Budaya, Universitas Indonesia 2012. Tujuan

Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan sistem otomasi

manajemen rekod apakah telah memenuhi persyaratan sistem manajemen

rekod. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif

dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan, yang membedakan skripsi

36

(48)

tersebut dengan skripsi penulis, yaitu tujuan penelitian, tempat penelitian,

cakupan penelitian dan pembahasan.

Management Practices of the Banking Industry in the Kingdom of Bahrain, penulis : Aaron Paul M Pineda. Proquest journal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek-praktek pengelolaan industri

perbankan di Kerajaan Bahrain dan tingkat efektivitas. Peneliti

menggunakan jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam analisis

data.Sedangkan, yang membedakan dengan skripsi penulis, yaitu tujuan

penelitian, tempat penelitian, cakupan penelitian dan pembahasan.

Penelitian relevan selanjutnya adalah artikel ilmiah yang berjudul

Kondisi Pengelolaan Dokumen/Arsip Perbankan di Indonesia. Artikel ini ditulis oleh Gayatri Kusumawardani seorang arsiparis muda di Pusat

Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan ANRI. Dalam artikel ini

membahas bagaimana kondisi pengelolaan dokumen/arsip perbankan di

Indonesia. Menurut artikel ini di Indonesia, bank sangat kurang

memperhatikan dokumen/arsip mereka karena mereka menganggap hal

tersebut kurang penting. Sedangkan banyak dokumen perbankan yang

terdiri dari data penting nasabah mereka yang harus disimpan sebagai

arsip penting. Sedangkan yang membedakan dengan skripsi penulis, yaitu

(49)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian

deskriptif karena peneliti berusaha sebanyak mungkin memperoleh

informasi mengenai pengelolaan dokumen perbankan bidang RFO 2

BSM, dengan memberikan gambaran atau deskripsi tentang keadaan

secara apa adanya. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang

mendeskripsikan dan memberi penjelasan mengenai keadaan yang terjadi

di lapangan seperti apa adanya.37

Sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan

penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang

bertujuan untuk mengetahui “makna” (meaning) yang sebenarnya di balik

fakta-fakta.38 Karena penelitian ini menghasilkan penemuan-penemuan

yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur

statistik. Kajian pustaka (literatur) dimanfaatkan sebagai pemandu agar

fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan (RFO 2 BSM). Selain itu

kajian pustaka (literatur) juga bermanfaat untuk memberikan gambaran

umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil

penelitian.

37

Prasetya Irawan, Logika dan Prosedur Penelitian (Jakarta: STIA-LAN, 1999), h. 60. 38

(50)

B. Sumber Data

a. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari

sumbernya dan tanpa melalui perantara.39Sumber data primer adalah

dari hasil wawancara dengan pengelola dokumen perbankan pada

bidang RFO 2 BSM yaitu kepala RFO 2 BSM, manajer dokumen dan

officer dokumen.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari

objek penelitian dengan memanfaatkan data-data yang sudah ada

tentang pengelolaan dokumen perbankan padabidang RFO 2 BSM.

Dalam penelitian ini, yang dijadikan sebagai data sekunder adalah

laporan tahunan bidang kearsipan disebut dokumen pembiayaan,

struktur organisasi, catatan dokumentasi, artikel (cetak/non-cetak),

peraturn-peraturan lain yang terkait dengan pengelolaan dokumen

perbankan pada bidang RFO 2 BSM.

C. Pemilihan Informan

Informan adalah orang yang diwawancarai dan dijadikan sebagai

narasumber untuk memberikan informasi yang dibutuhkan. Berikut ini

beberapa informan beserta kriteria yang dimiliki, diantaranya :

39

(51)

1. Kepala RFO 2 BSM

Kepala RFO 2 BSM bernama Hendra Gunawan, SH. Alasan peneliti

menjadikannya sebagai informan, karena informan tersebut yang

mengetahui segala hal yang berkaitan tentang pengelolaan dokumen di

bidang RFO 2 BSM, mempunyai kewenangan dalam menentukan

kebijakan di RFO 2 BSM dalam membawahin KC dan KCP, serta

bertanggung jawab langsung kepada kepala bidang technology &

operation.

2. Manajer Dokumen

Manajer Dokumen RFO 2 BSM bernama Ade Sujana, S.SosPol.

Alasan peneliti menjadikannya sebagai informan, karena informan

tersebut yang bertanggung jawab kepada Kepala RFO untuk

menangani dokumen pembiayaan di bidang RFO 2 BSM.

3. Officer Dokumen

Officer Dokumen RFO 2 BSM bernama Umarudin, SE. Alasan

peneliti menjadikannya sebagai informan karena, informan tersebut

merupakaan Officer yang membawahi SDI umum, asuransi & notaris

dan bertanggung jawab langsung kepada manager dokumen dalam

(52)

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah :

1. Observasi

Observasi yang dimaksud disini yaitu melakukan suatu studi yang

dengan sengaja/terencana dan sistematis melalui pengamatan

terhadap pengelolaan dokumen perbankan di RFO 2 BSM.

2. Wawancara

Dalam penelitian ini, penulis melakukan wawancara untuk

mengetahui pengelolaan arsip dengan mewawancarai para informan

yang telah disebutkan diatas.

3. Dokumentasi

Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan data melalui

dokumen-dokumen yang terdapat di bagian dokumen-dokumentasi yang berupa laporan

tahunan dan foto-foto dokumen yang peneliti ambil sendiri setelah

meminta izin dari pihak instansi terkait dengan tujuan sebagai

dokumen yang sewaktu-waktu diperlukan dalam penyusunan

penelitian ini.

E. Teknik Analisis Data

Setelah melakukan teknik pengumpulan data, langkah selanjutnya adalah

menganalis data. Analisis data adalah proses menyusun, mengkategorikan

data, mencari pola atau tema dengan maksud untuk memahami maknanya.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data kualitatif.

(53)

dokumen-dokumen yang penuis peroleh, akan diteliti dan dianalisis terlebih dahulu,

kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk deskriptif yang bertujuan

untuk mengemukakan permasalahan dan menemukan solusi terhadap

permasalahan yang terjadi disertai dengan alasan-alasan yang mendukung.

Analisis data yang dilakukan, diantaranya :

1. Reduksi Data

Pada tahap ini, dilakukan pemilihan tentang relevan tidaknya antara

data dengan tujuan penelitian. Data-data yang peneliti peroleh dari

hasil observasi, wawancara dan dokumentasi tidak semuanya peneliti

gunakan. Tetapi, data tersebut dipilah-pilah lagi yang relevan dengan

tema penelitian.

2. Penyajian Data

Dalam penelitian ini, penulis menyajikan data dalam bentuk teks yang

bersifat naratif.

3. Penarikan Kesimpulan

Setelah data-data terangkum dan dijabarkan, penulis akan membuat

kesimpulan yang nantinya dapat digunakan untuk menjawab rumusan

(54)

F. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini berlangsung mulai Februari 2015 sampai dengan April

2015, dilakukan peneliti di RFO 2 BSM Wisma Antara Lantai 4. Jl.

Medan Merdeka Selatan No. 17 Jakarta Pusat 10110, telp: 021-34832329

/ 34832365, Fax: 34830760 (CLD), 34830732 (LMA),

021-34830736/021-34830878 (FCLA), Mobile: 082124091183.

Tabel 1. Jadwal Penelitian

No. Kegiatan Bulan

Feb Mar Apr Mei Jun Jul 1. Survey awal

2. Penyusunan proposal

3. Pengajuan proposal

4. Bimbingan skripsi

5. Penelitian

6. Penyusunan skripsi

7. Pengajuan sidang

(55)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Profil RFO 2 BSM

1. Sejarah

Sejak Bank Syariah Mandiri atau biasa dikenal dengan sebutan

BSM, didirikan pada tanggal 1 November 1999. Pengelolaan pencairan

dan penyimpanan dokumen legal dilakukan secara desentralisasi atau

dilakukan di unit bisnis masing-masing (Kantor Cabang dan Kantor

Cabang Pembantu), pada tahun 2010 Bank Syariah Mandiri ingin

melakukan perubahan dan perbaikan dengan cara mengikuti sistem

pengelolaan pencairan dan penyimpanan dokumen legal dengan

mengikuti Bank Mandiri yang merupakan induk dari PT. Bank Syariah

Mandiri.

Pada tanggal 01 maret 2012 terbit Surat Edaran Pembiayaan nomor

14/005/Pem perihal implementasi proses baru pembiayaan yang

mengatur sentralisasi pencairan dan pengeloaan dokumen yang

dilakukan sentralisasi atau terpusat. Maka dibentuklah bagian yang

melakukan pengelolaan pencairan dan pengelolaan dokumen tersebut

dengan nama Financing Operation Center (FOC) di bawah Operation

Division.

Pada tanggal 17 Februari 2014 Financing Operation Center

manjadi divisi sendiri dan terpisah dari Operation Division menjadi

(56)

mempunyai Regional Financing Operation (RFO) yang melayani

cabang-cabang sesuai dengan kantor wilayah di seluruh Indonesia.

Penamaan RFO 2 BSM Wisma Antara Jakarta, karena BSM

tersebar di seluruh Indonesia dan dibagi menjadi 5 kanwil (kantor

wilayah) yaitu kanwil I: RFO - Medan, kanwil II: RFO 1 - Jakarta

Hasanudin dan RFO 2 - Jakarta Wisma Antara, kanwil III: RFO -

Bandung, kanwil IV: RFO - Surabaya, dan Kanwil V: RFO - Makasar.

Karena Jakarta masuk kanwil II dan pada kanwil II terdapat RFO 1 -

Jakarta Hasanudin dan RFO 2 - Jakarta Wisma Antaraatau RFO 2

Wisma Antara Jakarta.

2. Tugas Pokok

a. Tujuan :

Memastikan terselenggaranya tata kelola dokumen agunan dan

dokumen legal dengan tertib

b. Tanggung Jawab Utama

1) Memastikan keamanan semua dokumen legal dan agunan.

2) Memastikan up dating data jaminan.

3) Memantau masa laku bukti kepemilikan agunan.

4) Memastikan penutupan asuransi/penjaminan telah sesuai

dengan persyaratan pembiayaan.

5) Memastikan keamanan dan ketertiban lalu lintas dokumen

Gambar

Tabel 1 Jadwal Penelitian…………………………………………. 41ix
Tabel 1. Jadwal Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Selatan) ” , Program Studi Pendidikan IPS, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini

Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Februari 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiagnosis

Penelitian berjudul “Ketersediaan Koleksi Perpustakaan Utama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Penggunaannya Dalam Penulisan Skripsi Mahasiswa Jurusan

Segenap Staf Pengajar dan karyawan di lingkungan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Dari penelitian yang dilakukan penulis selama penelitian di Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap upaya-upaya yang

Akad Istishna Dalam Pembiyaan Rumah Pada Bank Syariah Mandiri, (Jurusan Syariah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2010). Analisis Aplikasi Produk

iv FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Skripsi, Juli 2015 Rifka Triasari, NIM:

ABSTRAK Titania Nurrahim Pendokumentasian Jurnal di Perpustakaan Utama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan