• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembangunan Aplikasi E-Learning di SMA Cokroaminoto Cianjur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pembangunan Aplikasi E-Learning di SMA Cokroaminoto Cianjur"

Copied!
149
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBANGUNAN APLIKASI E-LEARNING DI SMA COKROAMINOTO CIANJUR

Diajukan untuk memenuhi syarat Mata Kuliah Kerja Praktek Program Strata I Jurusan Teknik Informatika

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia

Penyusun:

Taufik Hidayat-10109100 Rully Budianto-10109114 Aldi Kharisma-10109122

PROGRAM STRATA I

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG

(2)

LAMPIRAN E

(3)
(4)

LAMPIRAN F

SURAT KETERANGAN PENYERAHAN HAK

(5)
(6)

LAMPIRAN G

(7)

RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi

Nama : Aldi Kharisma

Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 26 April 1991

Umur : 21 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Jl Caringin Elok No 16, Bandung

No. Tlp : 085294971660

Riwayat Pendidikan

1996 Lulus TK Kuncup Harapan Bandung

1997 – 2003 Lulus SDP Negeri Pajagalan 58 Bandung

2003 – 2006 Lulus SMPNegeri 36 Bandung

2006 – 2009 Lulus SMK Prakarya Internasional 52 Bandung

2009 – 2013 UNIKOM

(8)

RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi

Nama : Taufik Hidayat

Tempat/Tanggal Lahir : Purwakarta, 26 Mei 1991

Umur : 21 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Kp. Babakan Gudang RT 07/04 Desa Babakansari, Kec

Plered Kab Purwakarta

No. Tlp : 081809433396

Riwayat Pendidikan

1996 Lulus TK An-najah Plered

1999 Lulus TPA An-najah Plered

1997 – 2003 Lulus SD Negeri Babakansari

2003 – 2006 Lulus SMP Negeri 1 Plered

2006 – 2009 Lulus SMK Negeri 1 Purwakarta

2009 – 2013 UNIKOM

(9)

RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi

Nama : Rully Budianto

Tempat/Tanggal Lahir : Cianjur, 1 Mei 1991

Umur : 21 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Taman Permata Gadog No. 2 Cipanas Kab. Cianjur

No. Tlp : 08995552791

Riwayat Pendidikan

1997 – 2003 Lulus SD Negeri Gadog

2003 – 2006 Lulus SMP PGRI Cipanas

2006 – 2009 Lulus SMA Negeri 1 Pacet

2009 – 2013 UNIKOM

(10)

KATA PENGANTAR ... i

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang ... 1

I.5.2. Metode Pembuatan Perangkat Lunak ... 5

I.6. Sistematika Penulisan ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Gambaran Umum SMA Cokroaminoto Cianjur ... 8

II.1.1. Sejarah Singkat Sekolah ... 8

II.1.2. Visi dan Misi Sekolah ... 9

II.1.3. Tempat dan Kedudukan Sekolah ... 9

II.1.4. Logo Sekolah SMA Cokroaminoto Cianjur ... 9

(11)

II.2.1. E-Learning ... 11

II.2.2. Model Analisis ... 12

II.2.2.1. Data ... 12

II.2.2.2. Basis Data ... 12

II.2.2.3. Entity Relationship Diagram (ERD) ... 13

II.2.2.4. Data Flow Diagram (DFD) ... 13

III.3.2. Analisis Prosedur yang sedang Berjalan ... 23

(12)

III.3.3.4. Analisis Kebutuhan Pengguna ... 37

III.3.3.5. Analisis Jaringan ... 39

III.3.3.6 Analisis Basis Data ... 41

III.3.4. Analisis Kebutuhan Fungsional ... 44

III.3.4.1. Diagram Konteks ... 44

III.4.2. Perancangan Struktur Menu ... 70

III.4.3 Perancangan Antarmuka ... 72

III.4.4. Perancangan Pesan ... 93

III.4.5. Jaringan Semantik ... 100

III.4.6. Perancangan Prosedural ... 102

III.5. Implementasi ... 105

III.5.1. Implementasi Database ... 105

III.5.2. Implementasi Antarmuka ... 114

(13)
(14)

rahmat dan hidayahnya sehingga kami sampai saat ini dapat menyelesaikan laporan kerja praktek dengan judul “Membangun Aplikasi e-learning di SMA Cokroaminoto Cianjur”.

Laporan kerja praktek diajukan untuk memenuhi syarat mata kuliah kerja praktek program STRATA 1 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik

dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung. Dalam menyelesaikan laporan kerja praktek ini penulis tidak terlepas dari bimbingan pihak yang telah memberikan dukungan baik moril maupun spiritual.

Maka dalam kesempatan ini perkenankanlah kami mengucapkan terimakasih kepada :

1. Kedua Orang tua yang telah memberi motivasi dan dukungan untuk menyelesaikan laporan kerja praktek ini

2. Bapak Dedi Arif Mahdorm, SE. selaku pembimbing kerja praktek lapangan.

3. Ibu Tati Harihayati, S.T.,M.T. selaku dosen wali dan pembimbing penyusunan laporan kerja praktek ini.

4. Bapak Irawan Aprianto, S.T.,M.T. selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika. 5. Rekan-rekan kelas IF-3 serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan

(15)

kerja praktek masih banyak kekurangan sehingga kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan.

Laporan kerja praktek ini diharapkan berguna dan bermanfaat bagi para pembaca, khususnya bagi kami sendiri.

Bandung, Januari 2013

(16)

Approach”. 5th ed

[2] ____, 2010, “Profile Sekolah”. Sekolah Menengah Atas Cokroaminoto” :

Cianjur

[3] Witarto. 2004. “Memahami Sistem Informasi”. INFORMATIKA :Bandung

[4] Fathansyah, 2004. “Buku Teks Komputer Basis Data”. INFORMATIKA :

Bandung

[5] Kadir, Abdul. 2008. “Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP”. ANDI : Yogyakarta

[6] Pengertian css, http://www.css-jquery.com/pengertian-css/ tanggal akses 29 November 2012 jam 20.30

[7] Sofana, Iwan. 2008. “Membangun Jaringan Komputer”. INFORMATIKA : Bandung

[8] Perkembangan dan sejarah tentang internet,

http://www.jaringankomputer.org/sejarah-perkembangan-internet-duniaindonesia/ tanggal akses 10 Desember jam 19.30

(17)

1

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

SMA Cokroaminoto Cianjur merupakan salah satu sekolah yang sudah menggunakan sistem komputerisasi, dimana metode belajar mengajar selalu berhubungan dengan dunia teknologi informasi (IT). Hal ini dibuktikan dengan adanya jaringan LAN (Local Area Network ) di ruang labolatorium komputer yang telah terhubung ditiap-tiap komputer yang berfungsi untuk sarana belajar mengajar yang berdasarkan kurikulum serta siswa maupun guru jika ingin mencari sumber referensi lewat internet bisa menggunakan fasilitas di laboratorium komputer yang terdapat di SMA Cokroaminoto Cianjur.

Berdasarkan wawancara dengan perwakilan pihak sekolah, sistem pembelajaran yang dilakukan didalam kelas guru menjelaskan materi kepada siswa secara langsung dan masih dilakukan secara terus-menerus untuk setiap mata pelajaran, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem pembelajaran yang sudah berjalan cukup baik, namun ada beberapa kendala yang dihadapi mengenai ketersediaan sumber daya yang ada serta sistem pendukung lainnya seperti media pembelajaran dan juga kegiatan belajar mengajar sudah berjalan seperti pada umumnya yaitu guru hadir memberikan materi kepada siswa sesuai dengan kurikulum dan silabus yang berlaku.

(18)

dengan lebih praktis dimana semua kegiatan belajar dapat memanfaatkan teknologi infomasi dilingkungan sekolah.

I.2. Rumusan Masalah

Dilihat dari fakta yang terjadi dilingkungan SMA Cokroaminoto, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa permasalahan dalam proses belajar mengajar yang secara konvensional atau manual, seehingga adanya suatu referensi yang bisa digunakan sebagai acuan memfasilitasi kegiatan tersebut

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka rumusan masalahnya yaitu bagaimana membangun aplikasi e-learning di SMA Cokroaminoto Cianjur sebagai pendukung pembelajaran.

I.3. Maksud dan Tujuan

Maksud dari pembuatan laporan kerja praktek ini adalah untuk membangun aplikasi e-learning di SMA Cokroaminoto Cianjur. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan aplikasi e-learning ini adalah sebagai berikut:

1. Menyediakan sarana pembelajaran tambahan bagi siswa maupun guru, disamping kegiatan belajar dikelas.

2. Menyediakan referensi materi untuk kegiatan belajar mengajar dengan harapan agar pengetahuan siswa dapat lebih berkembang dan tidak tertinggal sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

(19)

I.4. Batasan Masalah

Agar masalah yang ditinjau lebih erarah dan mencapai tujuan yang telah ditentukan, maka akan dibatasi masalah yang meliputi:

1. Data yang diolah pada aplikasi ini diantaranya data super admin, data admin, data siswa, data guru, data mata pelajaran, data kelas, data tahun ajaran, data materi, data ujian, data tugas, data forum, data pengumuman, dan data transaksi

2. Proses yang dilibatkan pada aplikasi e-learning diantaranya proses pengolahan super admin, proses pengolahan admin, proses pengolahan guru, proses pengolahan siswa, proses pengolahan data mata pelajaran, proses pengolahan kelas, proses pengolahan tahun ajaran, proses pengolahan materi, proses pengolahan ujian, proses pengolahan tugas, proses pengolahan forum, proses pengolahan pengumuman, proses pengolahan transaksi

3. Sistem ini menggunakan metode Asynchronous dimana metode ini dapat memudahkan bagi guru maupun siswa untuk berdiskusi melalui forum.

4. Sistem memiliki fungsionalitas yang dihasilkan, diantaranya bisa mengunggah materi, mengunduh materi dan juga bisa melakukan ujian secara online. 5. Sistem dapat menghasilkan keluaran, diantaranya nilai, pengumuman, dan

diskusi yang bisa dilihat oleh siswa dan guru dengan tampilan / form yang berbeda sesuai dengan hak akses yang diberikan oleh administrator.

(20)

7. Sistem operasi yang direkomendasikan untuk menggunakan sistem ini adalah Windows XP dengan web browser menggunakan google chrome atau firefox. 8. Sistem dibuat menggunakan bahasa pemograman PHP dan databasenya

dengan MySQL.

9. Wamp server sebagai web server dan database server local.

I.5. Metode Penelitian

Metode penelitian yang akan digunakan dalam menyusun kerja praktek ini adalah metode analisis Deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang menggunakan studi kasus.

I.1.1. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Studi Literatur

Studi Literatur adalah pengumpulan data dengan cara mengumpulkan jurnal dan bacaan-bacaan yang berkaitan dengan judul penelitian yang diambil yaitu seputar perancangan sistem pembelajaran yang biasa dilakukan di sekolah-sekolah menengah atas yang lain.

2. Observasi

(21)

3. Wawancara

Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengadakan Tanya jawab secara langsung dengan pihak SMA Cokroaminoto Cianjur dalam hal ini wawancara dilakukan dengan perwakilan sekolah atas nama Bapak Dedi.

I.1.2. Metode Pembuatan Perangkat Lunak

Metode analisis data dalam pembuatan perangkat lunak menggunakan paradigma perangkat lunak secara waterfall. Berikut ini adalah gambaran dan fase-fase dari waterfall model menurut Roger S. Pressman (Gambar 1.1 )[1]:

Gambar 1.1 Model Waterfall [1]

1. Communication

Langkah ini merupakan analisis terhadap kebutuhan software, dan tahap untuk mengadakan pengumpulan data dengan melakukan pertemuan dengan

customer, maupun mengumpulkan data-data tambahan baik yang ada di jurnal, artikel, maupun dari internet.

2. Planning

Proses planning merupakan lanjutan dari proses communication (analysis requirement). Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirement

atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user

(22)

3. Modeling

Proses modeling ini akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan software yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada rancangan struktur data, arsitektur software, representasi

interface, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirement.

4. Construction

Construction merupakan proses membuat kode. Coding atau pengkodean merupakan penerjemah desain dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Programmer akan menerjemahkan transaksi yang diminta oleh

user. Tahapan inilah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu software, artinya penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut untuk kemudian bisa diperbaiki.

5. Deployment

Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah software atau sistem. Setelah melakukan analisis, desain dan pengkodean maka sistem yang sudah jadi akan digunakan oleh user. Kemudian software yang telah dibuat harus dilakukan pemeliharaan secara berskala.

I.6. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan Laporan Tugas ini adalah sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

(23)

BAB II Tinjauan Pustaka

Bab ini menjelaskan mengenai profil sekolah tempat kerja praktek serta landasan teori yang digunakan dalam pembangunan aplikasi ini. Profil perusahaan berisi tentang sejarah singkat sekolah, struktur organisasi, visi dan misi, serta teori-teori yang berhubungan dengan masalah yang dibahas yaitu yang berkaitan dengan sistem sedangkan landasan teori berisi teori-teori pendukung dalam membangun website e-learning SMA Cokroaminoto Cianjur.

BAB III Pembahasan

Bab ini berisi analisis kebutuhan dalam membangun aplikasi ini, analisis sistem yang sedang berjalan pada aplikasi ini sesuai dengan metode pembangunan perangkat lunak yang digunakan. Selain itu terdapat juga perancangan antarmuka untuk aplikasi yang akan dibangun sesuai dengan hasil analisis yang telah dibuat.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan penutup penyusunan laporan yang berisi kesimpulan yang didapatkan dari pelaksanaan pembuatan aplikasi e-learning di SMA Cokroaminoto Cianjur dan juga berisi saran yang diusulkan dalam melakukan perbaikan-perbaikan diwaktu yang akan datang.

(24)

8

II.1. Gambaran umum SMA Cokroaminoto Cianjur

II.1.1. Sejarah Singkat Sekolah

SMA Cokroaminoto didirikan mulai tahun 2000 oleh Drs. Muhammad Yahya Hasyim dan Drs. Iskandar Yahya. Munculnya gagasan mendirikan sekolah tersebut, sehubungan dengan jumlah siswa SLTP yang mendaftar ke SMA Cokroaminoto jauh lebih besar dari daya tampung yang tersedia. Dalam upaya mencari solusi permasalahan tersebut, maka Drs. Muhammad Yahya Hasyim selaku kepala sekolah SMA Cokroaminoto Cianjur menghadap kepala kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Jawa Barat.

Pada tahun kedua Tahun Pelajaran 2000/2001 menerima siswa baru kelas 1 sebanyak 5 rombongan belajar, sehingga rombongan belajar kelas 1 dan kelas 2 berjumlah 10 rombongan belajar. Setelah diadakan musyawarah, disepakati dan ditetapkan bahwa SMA Cokroaminoto Cianjur resmi menjadi sebuah sekolah yang diakui oleh masyarakat yang dialokasikan tepat didaerah Sukaresmi Cianjur[2].

II.1.2. Visi dan Misi Sekolah

SMA Cokroaminoto Cianjur sebagai suatu lembaga pendidikan, mempunyai suatu operasional kinerja yang terstruktur. Operasional kerja tersebut, diwujudkan dalam suatu visi dan misi sekolah diantaranya sebagai berikut [2]: “Menuju sekolah yang berprestasi, berbudaya, dan berakhlak mulia.”

(25)

1. Melaksanakan pembelajaran dengan bimbingan efektif dan efisien

2. Mensosialisasikan dan menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah

3. Mendorong dan membantu pada setiap siswa untuk mengenali dirinya

4. Meumbuhkan pengetahuan yang cerdas sebagai dasra untuk menjadi manusia yang berkepribadian, mandiri, terampil, dan berakhlak mulia

5. Mendorong untuk berprestasi, kerja keras, dan fasih mahir dalam BTQ

II.1.3. Tempat dan kedudukan Sekolah

SMA Cokroaminoto Cianjur bertempat di Jl. Mariwati KM.5 Cianjur-Jawa Barat tlp. 0263-582283

II.1.4. Logo SMA Cokroaminoto Cianjur

Pada tahun 2000 Logo SMA Cokroaminoto Cianjur dibuat oleh Drs. Muhammad Yahya Hasyim bersamaan dengan didirikannya sekolah. Logo Diskominfo dapat terlihat pada Gambar II.2 [2]:

Gambar II.1. Logo SMA Cokroaminoto Cianjur [2]

Makna bentuk dan motif yang terdapat dalam logo ini ialah :

(26)

Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.

2. Bentuk bintang, melambangkan pada Ketuhanan yang maha esa.

3. Bentuk buku terbuka, melambangkan Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.

4. Nama SMA COKROAMINOTO, melambangkan Identitas nama sekolah. 5. Nama Cianjur, melambangkan Identitas tempat dibangunnya sekolah SMA

Cokroaminoto.

II.1.5. Struktur Organisasi Sekolah

Struktur organisasi merupakan susunan yang terdiri dari fungsi-fungsi dan hubungan- hubungan yang menyatakan keseluruhan kegiatan untuk mencapai suatu sasaran. Struktur keorganisasian pada SMA Cokroaminoto Cianjur dapat dilihat pada gambar II.1 [2].

(27)

Keterangan :

Kepala sekolah : Bertugas memimpin dan mengontrol juga memberikan kebijakan serta keputusan dari seluruh kegiatan di sekolah.

Tenaga administrasi sekolah : Bertugas mengelola data siswa, guru, materi, dan data-data yang bersangkutan dengan kegiatan sekolah.

Wakasek kurikulum : Bertugas menyusun dan menentukan distribusi dan jadwal mata pelajaran setiap kelas serta jadwal mengajar guru.

Wakasek kesiswaan : Bertugas mengelola kesiswaan dari ekstrakulikuler dan kegiatan siswa lainnya baik intern atau ekstern sekolah dan bekerjasama dengan pihak OSIS (Organisasi Siswa Intern Sekolah).

Wakasek sarana & prasarana : Bertugas mengelola penyediaan dan pengadaaan barang-barang yang dibutuhkan sekolah (barang inventaris sekolah).

Wakasek humas : Bertugas mengelola informasi tentang sekolah.

Guru : Bertugas mengelola proses belajar mengajar siswa/i di sekolah, berdasarkan ketentuan yang diberikan oleh pihak sekolah.

II.2. Landasan Teori

Landasan teori merupakan kumpulan dari teori-teori yang dijadikan sebagai sumber referensi dalam pembangunan aplikasi ini yang dikutip dari berbagai sumber-sumber buku dan jurnal elektronik.

II.2.1. E-Learning

Istilah e-learning mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang enguraikan tentang definisi e-Learning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi yang cukup dapat diterima banyak pihak misalnya dari Darin E. Hartley [Hartley, 2001] yang menyatakan:

(28)

Matthew Comerchero dalam E-Learning Concepts and Techniques [Bloomsburg, 2006] mendefinisikan:

E-learning adalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap termotivasi. E-learning efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi. Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang dapat diakses dari terminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapat mengakses jaringan atau Internet.

Dari definisi-definisi yang muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-Learning.

II.2.2. Model Analisis

Model analisis yang digunakan untuk membangun sistem informasi ini adalah sebagai berikut.

II.2.2.1. Data

Data adalah representasi dari suatu fakta, yang dimodelkan dalam bentuk gambar, kata atau angka. Manfaat data adalah sebagai satuan representasi yang dapat diingat, direkam dan dapat di olah menjadi informasi. [3]. Data pada umumnya menggambarkan suatu kejadian yang sedang terjadi, telah terjadi, dimana data tersebut kemudian disimpan dan diolah untuk diterapkan kedalam sebuah sistem menjadi input yang menghasilkan informasi yang berguna.

II.2.2.2. Basis Data

(29)

harus disimpan dalam sistem basis data yang terintegrasi yang bisa dilakukan secara terpusat maupun secara terdistribusi [3].

Dalam sebuah sistem basis data, secara lengkap akan terdapat komponen-komponen utama sebagai berikut [4] :

1. Perangkat Keras 2. Sistem Operasi 3. Basis Data (database)

4. Sistem Pengelola Basis Data (DBMS) 5. Pengguna

6. Aplikasi Tambahan

II.2.2.3. Entity Relational Diagram (ERD)

Model Entity-Relationship yang berisi komponen-komponen Himpunan Entitas dan Himpunan Relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atributatribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari „dunia nyata‟ yang kita tinjau, dapat digambarkan dengan lebih sistematis dengan menggunakan Diagram Entity-Relationalship (ERD). Tabel adalah media untuk menyimpan data yang telah diolah dan mempunyai suatu tema tertentu. Sedangkan Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensi) dan dapat dibedakan dari yang lainnya, sekelompok Entitas yang sejenis dan berada dalam lingkup yang sama membentuk sebuah Himpunan Entitas. Secara sederhananya Entitas menunjuk pada individu suatu objek sedangkan Himpunan Entitas merujuk kepada rumpun/family dari individu tersebut.

II.2.2.4. Data Flow Diagram (DFD)

(30)

mempunyai tanda panah. Dalam DFD memiliki penurunan level atau tingkatan dan level yang rendah harus bisa mempresentasikan proses tersebut ke dalam sfesifikasi proses yang jelas. Dan tidak semua bagian dari sistem harus diturunkan dengan jumlah level yang sama. Level pada DFD dimulai dari level 0 kemudian turun ke DFD level 1, 2 dan seterusnya sesuai dengan kebutuhan.

II.2.2.5. Diagram Konteks

Tom DeMarco mengemukakan, bahwa di dalam himpunan model DFD (aliran data) terbagi menjadi tingkatan atas (top), menengah (middle), dan bawah (bottom). Model DFD pada tingkatan paling atas hanya ada satu diagram yang disebut sebagai diagram konteks. Diagram konteks merupakan DFD yang memberikan gambaran umum dari sistem perangkat lunak. Di dalam diagram konteks hanya terdapat satu lingkaran sebagai simbol proses, sekaligus menandai

boundary (lingkungan) dari sistem perangkat lunak. Pada boundary tersebut, terdapat aliran data yang keluar maupun masuk ke sistem perangkat lunak. Sebagai tempat terjadinya interaksi antara sistem perangkat lunak tersebut dengan aktor anggota sistem informasi maupun dengan sistem perangkat lunak yang lain[3].

Aliran dalam diagram konteks memodelkan masukan ke sistem dan keluaran dari sistem seperti halnya sinyal kontrol yang diterima atau dibuat sistem. Aliran data hanya digambarkan jika diperlukan untuk mendeteksi kejadian di dalam lingkungan dimana sistem harus memberikan respon. Selain itu, data dibutuhkan untuk menggambarkan transportasi antar sistem dan entitas.

II.2.2.6. Flow Map

Flowmap adalah campuran peta dan flowchart yang menunjukan pergerakan benda dari satu lokasi ke lokasi yang lain seperti jumlah paket dalam jaringan. Flowmap menolong analisis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian.

(31)

1. Flowmap digambarkan dari halaman atas ke bawah dan juga dari kiri ke kanan.

2. Aktifitas yang digambarkan harus didefinisikan secara teliti dan pendefinisiannya harus bisa dimengerti oleh pembaca.

3. Mulai dan berakhirnya aktifitas harus ditentukan secara jelas. 4. Setiap langkah dari aktifitas harus berada pada urutan yang benar. 5. Menggunakan simbol-simbol flowchart yang umum/standart. II.2.2.7. Kamus Data

Kamus data adalah daftar organisasi dari semua elemen data yang ada didalam sebuah sistem secara lengkap, dengan definisi yang mudah dipahami sehingga user dan analisis sistem akan memiliki pengertian sama untuk input,

output, komponen penyimpanan serta perhitungan. Kamus data diperoleh berdasarkan hasil perancangan dari DFD, semua arus data dan tempat penyimpanan data dideskripsikan didalam kamus data.

II.2.3. Perangkat Lunak Pendukung

Perangkat lunak yang mendukung pembangunan sistem informasi ini adalah sebagai berikut.

II.2.3.1. PHP

Kelahiran PHP bermula saat Rasmus Lerdorf membuat sejumlah skrip Perl yang dapat mengamati siapa saja yang melihat-lihat daftar riwayat hidupnya yakni pada tahun 1994. Skrip-skrip ini selanjutnya dikemas menjadi tool yang disebut dengan “Personal Home Page”. Sedangkan menurut dokumen resmi PHP,

PHP merupakan singkatan dari PHP Hypertext Prepocessor. Ia merupakan bahasa berbentuk skrip yang ditempatkan dalam server dan diproses diserver. Hasilnyalah yang dikirimkan ke klien, tempat pemakai menggunakan browser [5]. Pada saat ini PHP sudah cukup popular sebagai peranti pemrograman web. PHP bersifat bebas dipakai, sehingga tidak perlu membayar apapun untuk menggunakan perangkat lunak ini. Jika ingin mencoba tidak perlu menggunakan komputer berkelas server. Hanya dengan sebuah komputer biasa, kita bisa mempelajari dan mempraktekan PHP.

(32)

MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal. Kepopulerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses databasenya. Selain itu, ia bersifat Open Source pada berbagai

Platform kecuali untuk jenis Enterprise yang bersifat komersil. MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System). Itu sebabnya, istilah seperti tabel, baris dan kolom digunakan pada MySQL. Pada MySQL, sebuah

database mengandung satu atau sejumlah tabel. Tabel terdiri atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom.

II.2.3.3. Casscading Style Sheet (CSS)

Cascading Style Sheet (CSS) merupakan salah satu bahasa pemrograman web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. Sama halnya style dalam aplikasi pengolahan kata pada Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, bodytext, footer, dan lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas. Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML. CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada text, warna, ukuran, paragraf, dan parameter lainnya. CSS juga bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan halaman web dengan format yang berbeda [6]. CSS

merupakan salah satu fasilitas terbaru Dreamweaver 8 yang mendukung HTML dalam mendesain tampilan suatu web. Perintah-perintah yang sering digunakan dapat dikumpulkan dalam CSS sehingga dapat digunakan kembali dalam mendesain web sehingga tidak perlu mengulang perintah dari awal. Pada panel

CSS kita bisa membuat, mengedit, atau menampung seluruh perintah dari CSS. II.2.3.4. Jaringan Komputer

(33)

penggunaan perangkat keras secara bersamaan[7]. Tujuan dibangunnya suatu jaringan komputer adalah untuk membawa data informasi dari sisi pengirim menuju penerima secara cepat dan tepat tanpa adanya kesalahan melalui media transmisi atau media komunikasi tertentu. Jaringan komputer yang digunakan saat ini dapat dikelompokan berdasarkan luas area yang dapat dijangkau atau dilayani. Luasan area ini ditentukan berdasarkan jarak jangkau dalam satuan meter. Namun, dalam perkembangan selanjutnya pertimbangan peralatan dan fasilitas, baik internal maupun publik yang digunakan mulai diikut sertakan untuk menentukan penggolongan itu. Penggunaan peralatan yang dimaksud dalah peralatan inter jaringan, seperti Repeater, Bridge, Router atau Gateway.

II.2.3.5. Internet

Pada tahun 1969 ARPANET Advanced Research Project Agency, sebuah bagian dalam kementerian pertahana Amerika Serikat memulai sebuah proyek untuk tujuan sistem pertahanan mereka, yang di satu sisi menciptakan jalur komunikasi yang tak dapat dihancurkan dan disisi lain memudahkan kerjasama antar badan riset diseluruh negeri, seperti juga industri senjata. Awalnya computer sejenis yang melakukan pertukaran data, bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar semua badan yang tergabung dalam jaringan yang dinamakan dengan Internetting Project, untuk itu dibuat Internetting Project, yang mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah dicapai dalam ARPANet, agar media komunikasi baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai sistem komputer yang tergabung. Vendor pengguna komputer meramaikan lalu lintas jaringan tersebut untuk berbagai kebutuhan sehingga terciptalah internet. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan keluar Amerika Serikat. Komputer yang ada di

University College di London merupakan komputer pertama yang ada diluar Amerika yang menjadi anggota ARPANET. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet.

(34)

internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protocol pertukaran paket switching communication protocol[8]

II.2.3.6. HTML (hypertext markup language)

Untuk menyediakan informasi terdistribusi dalam suatu bentuk yang terintegrasi, di perlukan suatu standart untuk mengekspresikan informasi HTML merupakan bahasa yang digunakan oleh WWW untuk konsistensi ekspresi suatu informasi. Sebuah dokumen hypermedia meliputi teks, image, suara, video, dan tape, informasi yang lain. HTML juga dapat menghubungkan informasi dalam dokmen yang berbeda. Bahasa HTML bersifat independen terhadap fletform sehingga dapat digunakan tanpa adanya batasan dari jenis hardware maupun software.

II.2.3.7. Dreamweaver 8

(35)

131 BAB IV

PENUTUP

Pada bab kesimpulan dan saran ini, akan dijelaskan tentang isi dari hasil

yang diperoleh setelah dilakukan analisis, desain, dan implementasi dari

perancangan perangkat lunak yang dibangun dan telah dikembangkan serta saran

saran yang akan diberikan untuk dipergunakan bagi pengembangan perangkat

lunak selanjutnya.

IV.1 KESIMPULAN

Berdasarkan kerja praktek yang telah dilakukan dari pembangunan

aplikasi e-learning untuk mendukung proses belajar mengajar bagi siswa dan guru

di SMA Cokroaminoto Cianjur, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Aplikasi ini menyediakan sarana pembelajaran tambahan bagi siswa maupun

guru.

2. Aplikasi ini digunakan sebagai saran pendukung untuk memudahkan bagi

guru dalam mendistribusikan atau menyampaikan materi dan referensi

pelajaran kepada siswa/i dan memudahkan bagi para siswa/i dalam

memperoleh materi dan referensi pelajaran dari guru.

3. Aplikasi e-learning SMA Cokroaminoto dapat memudahkan bagi guru untuk

memberikan ujian kepada siswa/i dan memudahkan bagi siswa/i dalam

pengerjaan soal ujian yang diberikan oleh guru.

IV.2 SARAN

Untuk pengembangan aplikasi e-learning ini, ada beberapa saran yang

(36)

1. Melengkapi dan selalu menambahkan informasi terbaru yang dibutuhkan oleh

pengguna.

2. Melengkapi penambahan materi terbaru yang diberikan guru kepada siswanya

secara berkala sehingga tidak perlu mencari sumber lain.

3. Melengkapi fasilitas yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar

pada umumnya.

4. Menambahkan fasilitas RSSFeed. RSS Feed memudahkan pengguna agar

selalu dapat mengetahui ringkasan konten terbaru dari situs tertentu tanpa

(37)

19

PEMBAHASAN

III.1 Jadwal Kerja Praktek

Pelaksanaan kerja prekatek dilaksanakan di SMA Cokroaminoto jalan Mariwati No. 20 kabupaten Cianjur. Pelaksanaan kerja praktek dilaksanakan pada

tanggal 1 Oktober hingga tanggal 1 November.

III.2 Cara atau teknik kerja praktek

Dalam pelaksanaan kerja praktek ini dibagi kedalam beberapa tahapan kegiatan, yang antara lain :

1. Pembuatan surat permohonan kerja praktek ditujukan untuk Kepala Sekolah.

2. Kantor Kepala Sekolah Pangauban memberikan surat balasan permohonan

kerja praktek.

3. Penempatan posisi kerja praktek.

4. Pelaksanaan kerja praktek.

Pelaksanaan kerja praktek ini dibagi kedalam beberapa tahapan kegiatan untuk mengetahui permasalahan yang ada di dalam pelaksanaan kegiatan

penyampaian pada aplikasi e-learning. Adapun tahapan yang dilakukan antara lain, yaitu :

(38)

1. Studi Literatur

Studi literatur (library research) adalah pengumpulan data dengan cara mengumpulkan jurnal dan bacaan-bacaan yang berkaitan dengan judul kerja

praktek yang di ambil yaitu seputar perancangan sistem pembelajaran yang biasa dilakukan di sekolah sekolah menengah atas yang lain.

2. Observasi

Dilakukan dengan cara terjun langsung untuk mengikuti kegiatan harian di Sekolah SMA Cokroaminoto Cianjur yang sebelumnya telah mendapatkan

izin dari pembimbing kerja praktek. 3. Wawancara

Dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada pembimbing kerja praktek yang telah dipilih mengenai cara yang dilakukan untuk menyampaikan informasi yang berada di SMA Cokroaminoto Cianjur.

b. Tahap analisis sistem

Pada tahap ini akan dijelaskan mengenai tahapan dan hasil dari analisis

perangkat lunak dari aplikasi e-learning ini. Tujuan dari adanya tahap analisis adalah untuk memperoleh solusi dari persoalan dan gambaran kebutuhan bagi pembentukan dan penyempurnaan sistem.

c. Perancangan sistem dan perangkat lunak

Setelah menganalisis sistem, selanjutnya adalah merancang aplikasi e-learning

(39)

d. Pengkodean

Hasil perancangan sistem diterjemahkan kedalam kode-kode dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP.

e. Implementasi dan Pengujian Unit

Setelah membuat perancangan sistem dan perangkat lunak, langkah selanjutnya adalah perancangan perangkat lunak yang sudah dirancang

direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program dan pengujian unit melibatkan verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasi

Aplikasi e-learning di SMA Cokroaminoto Cianjur.

III.3 Analisis Sistem

Analisis sistem dilakukan untuk mendapatkan informasi, model, sfesifikasi tentang perangkat lunak yang di inginkan oleh pengguna. Ada tiga faktor yang harus dipenuhi ketika melakukan analisis kebutuhan ini, yaitu lengkap, detail dan

benar. Pada bagian ini juga akan dilakukan analisis mengenai sistem yang sedang berjalan, dimana hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi

berbagai permasalahan, diantaranya kelemahan, kebutuhan dan hambatan apa saja yang terdapat di dalam sistem secara konvensional yang sudah ada dilingkungan SMA Cokroaminoto Cianjur. Hasil proses analisisnya akan menghasilkan

beberapa kesimpulan dan saran yang digunakan untuk perbaikan terhadap sistem yang dapat dijadikan dasar dalam merancang sebuah sistem informasi yang akan

(40)

III.3.1 Analisis Masalah

Pemahaman permasalahan sangatlah penting dan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, karena bisa terjadi persepsi yang berbeda didalam

pemahaman permasalah, sehingga akhirnya tidak mendapatkan pemecahan permasalahan dan solusi apa yang tepat. Dilihat dari apa yang terjadi di dalam lingkungan sekolah, dimana kegiatan oleh guru dan siswa secara tatap muka.

Kegiatan belajar seperti itu masih secara manual yaitu guru datang ke kelas kemudian memberikan materi kepada siswa, kegiatan tersebut berlangsung sama

meskipun dengan guru dan mata pelajaran yang berbeda. Sehingga kegiatan belajar mengajar terasa monoton, untuk meminimalkan hal tersebut diperlukan

adanya suatu sistem untuk membantu mengatasi proses pembelajaran seperti itu. Salah satu solusi yang bisa dipergunakan adalah sistem pembelajaran e-learning

berbasis web, dimana sistem ini bisa di akses kapan saja dan dimana saja selama

pengguna terkoneksi dengan jaringan internet karena perkembangan telnologi sedang mengalami peningkatan yang cukup pesat. Setelah melakukan penelitian,

maka munculah beberapa masalah, yang kemudian diharapkan dapat diselesaikan dengan adanya sistem ini. Diantaranya :

1. Penyediaan sumber referensi yang masih kurang sehingga para siswa masih

harus mencari di internet, sedangkan referensi yang tersedia di internet

terkadang tidak sesuai dengan silabus ataupun kurikulum mata pelajaran yang

(41)

2. Terbatasnya alokasi waktu dan ruang komunikasi antara para siswa dengan

guru dan kegiatan belajar mengajarpun dilakukan secara manual yaitu guru datang ke kelas untuk memberikan materi kepada siswa. Menyebabkan

kegiatan belajar mengajar terasa monoton padahal bisa kita ketahui bahwa komunikasi antara siswa dan guru sangatlah diperlukan, hal ini dikarenakan komunikasi menjadi salah satu peranan penting untuk tercapainya kesuksesan

kegiatan belajar mengajar.

3. Nilai yang diperoleh siswa biasanya didistribusikan secara manual oleh guru

mata pelajaran masing-masing jika sudah melaksanakan kegiatan belajar mengajar, terkadang tidak semua guru bisa melaporkan nilai dengan cepat dan

tepat dikarenakan kesibukannya. Nilai yang adapun hanya sekedarnya. III.3.2 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan

Dari data yang telah dikumpulkan, dapat ditarik kesimpulan mengenai

prosedur sistem kegiatan belajar mengajar secara konvensional yang masih berjalan. Secara garis besar, ada enam prosedur yang sedang berjalan dan ingin

ada perbaikan di lingkungan SMA Cokroaminoto Cianjur, yaitu prosedur pemberiaan mata pelajaran tertentu disaat guru hadir secara langsung, prosedur pemberian mata pelajaran tertentu disaat guru berhalangan hadir sehingga

diwakilkan oleh guru piket, prosedur pemberiaan tugas kepada siswa disaat guru hadir secara langsung, prosedur pemberian tugas kepada siswa disaat guru

(42)

1. Prosedur Pemberian Materi

Prosedur pemberian materi pelajaran melibatkan dua pengguna sistem yaitu guru dan siswa karena inti dari prosedur pemberian materi adalah mata pelajaran

tertentu yang dilakukan oleh guru kepada siswanya saat disekolah seperti pada (Gambar III.1). Proses dari prosedur pemberian materi adalah :

1. Ringkasan materi yang telah dibuat sebelumnya oleh guru, kemudian

disampaikan kepada siswa.

2. Siswa melakukan pencatatan ringkasan dari sebuah materi pelajaran yang

diberikan oleh guru.

3. Catatan ringkasan materi yang telah dibuat oleh siswa kemudian disimpan

sebagai arsip siswa.

4. Ringkasan materi milik guru yang telah disampaikan kepada siswa.

(43)

2. Prosedur Pemberian Tugas Pelajaran

Prosedur yang ada pada saat pemberian tugas pelajaran ini melibatkan dua pengguna sistem yaitu guru dan siswa. Prosedur pemberian tugas pelajaran adalah

materi sebelumnya yang di tugaskan sebagai bahan evaluasi pembelajaran siswanya seperti terlihat pada Gambar III.2. Proses dari prosedur pemberian tugas pelajaran adalah :

1. Ringkasan materi milik guru yang telah disampaikan kepada siswa yang tersimpan sebagai arsip guru.

2. Soal ujian dan latihan yang telah dibuat, kemudian diberikan kepada siswanya tetapi setelah guru menyampaikan isi materi dari mata pelajaran yang di

ujikan.

3. Soal ujian yang telah dibuat oleh guru mata pelajaran mulai dikerjakan oleh siswa.

4. Soal ujian yang telah diberikan kepada siswa dikembalikan kepada guru mata pelajaran untuk disimpan sebagai arsip soal ujian.

(44)

Gambar III.2 Flowmap Pemberian Tugas Pelajaran

3. Prosedur Pemberian Soal Ujian

Prosedur yang ada pada saat pengerjaan soal ujian ini melibatkan dua pengguna sistem yaitu guru mata pelajaran dan siswa. Tetapi dengan syarat guru mata pelajaran telah memberikan materi yang di tugaskan sebelumnya sebagai

(45)

proses evaluasi dari materi yang telah diberikan oleh guru untuk diujikan kepada

siswa seperti terlihat pada (Gambar III.3). Proses-proses yang dilibatkan dalam prosedur ini adalah :

1. Ringkasan mata pelajaran milik guru yang telah disampaikan kepada siswa yang tersimpan sebagai arsip guru.

2. Berdasarkan ringkasan yang ada, kemudian dilakukan pemilahan materi apa

saja yang akan diujikan atau diujikan dengan catatan materi yang dipilih. 3. Pemilihan materi selesai dilaksanakan, kemudian mulai melakukan penulisan

soal yang diujikan.

4. Pemilahan materi yang telah dibuat kemudian disimpan sebagai arsip.

5. Kumpulan soal yang akan diujikan kemudian diberikan kepada.

6. Selesai mengerjakan soal-soal yang diberikan, siswa mengembalikan soal-soal beserta jawabannya kepada guru mata pelajaran.

7. Jawaban soal yang berasal dari siswa mulai diperiksa satu persatu oleh guru mata pelajaran untuk kemudian nilainya disimpan sebagai arsip.

(46)
(47)

4. Prosedur pengisian nilai rapor

Prosedur yang ada pada saat pengisian nilai untuk rapor ini melibatkan empat pengguna sistem yaitu guru mata pelajaran, wali kelas, kepala sekolah dan siswa.

Prosedur pengisian rapor adalah pemberian nilai akhir dari guru mata pelajaran untuk dimasukan kedalam rapor dan diberikan kepada siswanya saat di sekolah seperti terlihat pada (Gambar III.4). Proses-proses yang dilibatkan dalam prosedur

ini adalah:

1. Buku nilai yang sudah terisi oleh guru mata pelajaran kemudian disimpan

sebagai arsip. Nilai-nilai yang ada dikumpulkan menjadi satu.

2. Nilai-nilai yang telah dikumpulkan kemudian dihitung untuk memperoleh

nilai akhir.

3. Nilai akhir yang ada dibuat rangkap dua, dimana yang satu diberikan kepada wali kelas masing-masing siswa untuk diisikan kedalama rapor sedangkan

yang satu lagi disimpan sebagai arsip nilai oleh guru mata pelajaran.

4. Setelah wali kelas memperoleh nilai akhir siswanya, kemudian dilakukan

pengecekan terhadap nilai siswa apakah nilai tersebut telah memenuhi standar kelulusan apa belum.

5. Jika nilai yang ada telah sesuai, maka mulai dimasukan sebagai isian rapor

siswa.

6. Jika tidak, maka kembali lagi ke buku nilai yang ada di guru mata pelajaran

masing-masing.

(48)

8. Setelah rapor disahkan oleh Kepala Sekolah, kemudian dikembalikan lagi

kepada wali kelas masing-masing.

9. Tahap selanjutnya, rapor yang sudah disahkan berada ditangan wali kelas

kemudian dibagikan kepada siswa sesuai dengan namanya masing-masing, dan untuk arsip wali kelas tersimpan didalam leger siswa sedangkan untuk siswa sendiri arsipnya berupa rapor.

(49)

III.3.3. Analisis Kebutuhan Non-Fungsional

Analisis kebutuhan non-fungsional dilakukan untuk mengetahui spesifikasi kebutuhan untuk sistem. Spesifikasi kebutuhan melibatkan analisis

analisis perangkat keras / hardware, analisis perangkat lunak / software, analisis pengkodean, analisis pengguna (user), analisis jaringan, dan analisis basis data. III.3.3.1. Analisis Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware)

Saat ini di SMA Cokroaminoto Cianjur memiliki 16 unit komputer yang berada di laboratorium dengan 15 unit kompter client dan 1 unit komputer server. Spesifikasi rata-rata komputer yang berada di laboratorium, terlihat terlihat pada Tabel III.1 spesifikasi mencakup processor, monitor, VGA, memori, hardisk,

keyboard, mouse, dan LAN Card.

Tabel III.1 Spesifikasi Perangkat Keras Yang Berada Di SMA

(50)

Kebutuhan perangkat keras untuk mendukung aplikasi yang dibutuhkan

oleh server, terlihat seperti pada tabel III.2 dan yang dibutuhkan oleh pada client

terlihat seperti pada tabel III.3 spesifikasi mencakup processor, monitor, VGA,

memori, hardisk, keyboard, mouse, dan LAN Card.

Tabel III.2 Spesifikasi Perangkat Keras Yang Dibutuhkan Oleh

Server Di SMA Cokroaminoto Cianjur

No Perangkat Keras Spesifikasi 9 Koneksi Internet Minimal 64 kbps

Tabel III.3 Spesifikasi Perangkat Keras Yang Dibutuhkan Oleh Client

Di SMA Cokroaminoto Cianjur

(51)

8 Lan Card Lan Card 10/100 Mbps 9 Koneksi Internet Minimal kbps

Berdasarkan spesifikasi rata-rata perangkat keras yang berada di SMA

Cokroaminoto Cianjur, apabila dibandingkan dengan aplikasi minimal perangkat keras yang dibutuhkan, maka analisis perangkat keras yang berada di SMA Cokroaminoto Cianjur memenuhi spesifikasi analisis perangkat keras / Hardware

yang diperlukan.

III.3.3.2. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak (Software)

Spesifikasi perangkat lunak yang berada di SMA Cokroaminoto Cianjur seperti terlihat pada tabel III.4, spesifikasi perangkat lunak terdiri dari sistem operasi yang digunakan, aplikasi web browser, dan aplikasi pendukung

pembelajaran.

Tabel III.4 Spesifikasi Perangkat Lunak

No. Perangkat Lunak Spesifikasi

1 Sistem Operasi Microsoft Windows XP Professional SP2 2 Aplikasi web Browser Mozilla Firefox 13, Google Chrome, dan

Internet Explorer 3 Aplikasi pendukung

pembelajaran

Microsoft Office, Adobe Photoshop CS3, dan Corel Draw X4

Kebutuhan perangkat lunak untuk mendukung aplikasi yang dibutuhkan

(52)

Tabel III.5 Spesifikasi Perankat Lunak Yang Dibutuhkan Oleh Server

Di SMA Cokroaminoto Cianjur

No. Perangkat Lunak Spesifikasi

1 Sistem Operasi Microsoft Windows 7 Professional SP2 2 Aplikasi web Browser Mozilla Firefox 13, Google Chrome, dan

Internet Explorer

3 Editor Pengkodean Macromedia Dreamweaver 8

4 Apache Wamp Server 2.0

5 DBMS PhpMyAdmin Database Manager 5.3.0

Kebutuhan perangkat lunak untuk mendukung aplikasi yang dibutuhkan oleh client, terlihat seperti pada tabel III.6 spesifikasi perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan aplikasi e-learning di SMA Cokroaminoto Cianjur, minimal :

Tabel III.6 Spesifikasi Perankat Lunak Yang Dibutuhkan Oleh Client

Di SMA Cokroaminoto Cianjur

No. Perangkat Lunak Spesifikasi

1 Sistem Operasi Microsoft Windows XP Professional SP2 2 Aplikasi web Browser Mozilla Firefox 13, Google Chrome, dan

Internet Explorer

3 Editor Pengkodean Macromedia Dreamweaver 8

4 Apache Wamp Server 2.0

(53)

III.3.3.3. Analisis Kebutuhan Pengkodean

Pengkodean adalah kemudahan yang didapat dalam pemeliharaan maupun

dalam mengerti kode sumber yang telah dibuat. Pengkodean menekankan kepada kesederhanaan dan kejelasan. Pada tahapan ini, akan dibahas mengenai pengkodean yang ada di lingkungan SMA Cokroaminoto Cianjur yang masih

berlaku untuk saat ini. Pengkodean tersebut terdiri pengkodean Nomor Induk Siswa (NIS), Nomor Urut Pegawai Tenaga Kerja (NUPTK), dan kelas.

1. Pengkodean Nomor Induk Siswa

Pengkodean Nomor Induk Siswa (NIS) terdiri dari kumpulan 10 digit,

dengan menggunakan format seperti terlihat pada (Gambar III.5).

Gambar III.5 Format Pengkodean NUPTK

Contoh : 9965416816 berarti menunjukan tahun lahir 1996, 541 pengelompokan dalam sistem, dan memiliki nomor urut 6816.

2. Pengkodean nomor urut pegawai tenaga kerja (NUPTK)

Pengkodean Nomor Urut Pegawai Tenaga Kerja (NUPTK) terdiri dari kumpulan 16 digit, seperti terlihat pada (Gambar III.6). NUPTK diberikan kepada

(54)

Gambar III.6 Format Pengkodean NIS

Contoh : 19660526 1986 1 001 berarti pegawai tersebut lahir tanggal 26

Mei 1966 yang diangkat sebagai pegawai tenaga kerja pada tahun 1986, berjenis kelamin laki-laki menunjukan angka 1, dengan nomor urut 001.

3. Pengkodean kelas

Pengkodean untuk kode kelas terdiri dari 3 digit, dengan menggunakan format sesuai dengan gambar III.7 :

Gambar III.7 Format Pengkodean Kelas

Contoh : XII IPA 4 berarti menunjukan tingkatan XII jurusan IPA urutan

kelas nomor 4.

(55)

Cokroaminoto Cianjur ini mengikuti aturan pengkodean pusat dalam hal ini

Pemerintah yang bergerak dibidang Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga. Jikapun memang ada perubahan biasanya dilakukan secara bertahap dan

membutuhkan waktu yang relatif lama.

III.3.3.4 Analisis Kebutuhan Pengguna

Pengguna yang akan menjadi administrator website e-learning SMA Cokroaminoto Cianjur adalah kepala bagian laboratorium komputer di SMA Cokroaminoto Cianjur, seperti terlihat pada tabel III.7 mengenai User Profile

Kepala Bagian Laboratorium Komputer SMA Cokroaminoto Cianjur diantaranya tingkat pendidikan, kemampuan mengoperasikan komputer

Tabel III.7 User Profile Kepala Bagian Laboratorium Komputer SMA

Cokroaminoto Cianjur

S1 Berpengalaman menggunakan Windows XP, Windows 7, Microsoft Office, dan memiliki pengetahuan mengenai Internet dan Browsing

55 WPM 38 Tahun

Kebutuhan pengguna yang mendukung aplikasi e-learning ini terlihat pada tabel III.8, tipe pengguna pada aplikasi e-learning ini ada tiga yaitu administrator (Kepala Bagian Laboratorium Komputer SMA Cokroaminoto Cianjur), Guru, dan

Siswa SMA Cokroaminoto Cianjur. Administrator dapat mengelola data guru, data siswa, data pelajaran, data tahun ajaran, data semester, data mengajar, dan

(56)

materi, data tugas, data ujian, data pelajaran, data kelas, data pengumuman, data

nilai, dan data forum.

1. Administrator merupakan user yang melakukan pengolahan secara keseluruhan terhadap sistem e-learning ini.

Tabel III.8 Kebutuhan Pengguna Aplikasi E-Learning Di Sma

Cokroaminoto Cianjur

Tipe

Pengguna Hak Akses

Tingkat

Pendidikan Tingkat Keterampilan

Jenis

Pelatihan

Admin Mengelola data guru, data siswa,

Minimal D3 Menguasai dan memiliki pemahaman yang baik untuk bisa mengelola data dalam web serta memiliki pengetahuan yang cukup

Guru mengelola data materi, data tugas,

(57)

forum. menejmen persiapan di web, dan pernah

mengakses data didalam web

Siswa Mengakses data materi, data tugas,

Berdasarkan hasil analisa, pengguna yang berada di SMA Cokroaminoto Cianjur sudah memenuhi anilisis kebutuhan pengguna pada aplikasi e-learning di SMA Cokroaminoto Cianjur.

III.3.3.5. Analisis Jaringan

Saat ini di SMA Cokroaminoto Cianjur sudah memiliki jaringan untuk

menghubungkan antara komputer satu dengan yang lainnya, terlihat seperti pada gambar III.8 komputer yang ada di laboratorium terdiri dari 1 komputer server

(58)

Gambar III.8 Keadaan Jaringan Di Laboratorium Komputer SMA

Cokroaminoto Cianjur

Kebutuhan jaringan untuk mendukung aplikasi e-learning yang digunakan SMA Cokroaminoto Cianjur ini seperti terlihat pada gambar III.9. Guru dan siswa

(59)

Gambar III.9 Jaringan Internet Yang Dibutuhkan Guru Dan Siswa

Diluar Sekolah

III.3.3.6 Analisis Basis Data

Tahap analisis basis data ini dilakukan agar diperoleh suatu sistem yang sesuai dengan apa yang di inginkan, dimana dapat dilakukan dengan tahapan membuat ERD (Entity Relationship Diagram). ERD digunakan untuk menggambarkan relasi antar tabel dengan tujuan untuk memperjelas hubungan antar tabel penyimpanan. Untuk ERD pada aplikasi e-learning di SMA

Cokroaminoto Cianjur dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Tahun Ajaran : { kode_ajaran, tahun_ajaran, kurikulum} Semester : { kode_semester, semester, status}

Admin : { username, nama, alamat, telepon, foto, email}

(60)

jk, foto, email_siswa}

Guru :{nuptk, nama_guru, alamat_guru, tlp_guru, foto_guru, email_guru}

Pengguna : { kode_pengguna, nama pengguna}

Pelajaran : { kode_pelajaran, kd_pel, nama_pelajaran} Kelas : { kode_kelas, nama_kelas}

Pengumuman :{kode, tgl, tgl_exp, jam, judul, isi, nama_pelajaran} Tugas : { kode_tugas, , tgl_tugas, tgl_akhir, ket}

Soal Tugas : { kode_soal_tugas, soal} Nilai Tugas : { kode_nilai, nilai}

Ujian : { kode_ujian, tgl_ujian, jam_awal, jam_akhir, ket} Soal Ujian : { kode_soal_ujian, soal}

Nilai Ujian : { kode_nilai_ujian, nilai}

(61)
(62)

III.3.4. Analisis Kebutuhan Fungsional

Analisis dan kebutuhan fungsional meliputi Diagram Konteks, Data Flow Diagram (DFD), Spesifikasi Proses, dan Kamus Data.

III.3.4.1. Diagram Konteks

Alat pemodelan ini digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem dengan lingkungannya, serta mendeskripsikan fungsi dari sistem itu sendiri.

Diagram konteks digambarkan dengan sebuah lingkaran yang terhubung dengan entitas luar yang terlibat didalam sistem.

(63)

III.3.4.2. Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) merupakan sebuah penjelasan ataupun representasi dari sebuah sistem yang menunjukan aliran data atas informasi dari

sumber informasi ke tujuan beserta proses pengolahannya.

Gambar DFD Level 1 (Gambar III. ) berikut ini menjelaskan bahwa pengguna sistem dapat melakukan akses terhadap sistem dengan terlebih dahulu

memilih menu yang ada didalam sistem apakah sebagai admin, guru, kepala sekolah, siswa maupun orang tua dimana didalamnya terdapat menu pilihan yang

(64)
(65)

DFD Level 2 proses 1 ( Verifikasi Login )

Gambar III.13 DFD Level 2 Proses 1 ( verifikasi akun ) pada SMA

(66)

DFD level 2 Proses 2 ( Pengolahan Data Master )

Gambar III.14 DFD Level 2 Proses 2 ( Pengolahan Data master ) pada SMA

Cokroaminoto

DFD Level 3 Proses 1 ( Pengolahan Semester dan Tahun Ajaran)

Gambar III.15 DFD Level 3 Proses 1 ( Pengolahan Semester dan Tahun

(67)

DFD Level 3 Proses 2 ( Pengolahan Guru )

Gambar III.16 DFD Level 3 Proses 2 ( Pengolahan Guru ) pada SMA

Cokroaminoto

DFD Level 3 Proses 3 ( Pengolahan Siswa )

Gambar III.17 DFD Level 3 Proses 3 ( Pengolahan Siswa ) pada SMA

(68)

DFD Level 3 Proses 4 ( Pengolahan Pelajaran)

(69)

DFD Level 3 Proses 5 ( Pengolahan Mengajar )

Gambar III.19 DFD Level 3 Proses 5 ( Pengolahan Mengajar ) pada SMA

(70)

DFD Level 3 Proses 7 ( Pengolahan Kelas )

Gambar III.20 DFD Level 3 Proses 7 ( Pengolahan Kelas )

III.3.4.3 Spesifikasi Proses

Spesifikasi proses adalah tabel yang berisi ketrangan atau deskripsi dari semua proses yang terdapat dari DFD, logika proses dituliskan menggunakan bahasa deskriptif , seperti terlihat pada tabel III.9. Terdapat enam proses yaitu

login, pengolahan data master, pengolahan data pengguna, pengolahan data pembelajaran, pengolahan data pengumuman, pengolahan data pengumuman.

Tabel III.9 Spesifikasi proses aplikasi elearning di SMA Cokroaminoto Cianjur

No Proses Keterangan

1 No.Proses 1

Nama Proses Login

Source Table admin, tabel guru, tabel siswa

(71)

Output Info admin

Destination Admin, super admin, kepala sekolah, guru, siswa

Logika Proses Proses Login

1. Masukan data ke dalam username dan password.

2. Sistem mengecek ke dalam tabel

3. Jika username dan password ada di dalam tabel dapat masuk kedalam sistem

4. Jika username dan password ada di dalam tabel, maka pegguna diminta untuk memasukan username dan password dengan benar.

2 No.Proses 2

Nama Proses Pengolahan Data Master

Source Tabel Tahun Ajaran, Kelas, Mengajar, Pelajaran, Guru, Siswa

Input Data Tahun Ajaran, Kelas, Mengajar, Pelajaran, Guru, Siswa

Output Info Tahun Ajaran, Kelas, Mengajar, Pelajaran, Kepala Sekolah, Guru, Siswa Destination Admin

Logika Proses Proses Tambah Data Master

1. Masukan data Tahun Ajaran, Kelas, Mengajar, Pelajaran, Guru, Siswa

2. Masukkan semua data kedalam tabel 3. Tampilkan semua data baru

Proses Edit Data Master 1. Cari data berdasarkan id

(72)

yang baru

3. Jika data tidak ditrmukan maka cari data kembali

4. Masukkan data yang baru 5. Tampilkan data yang baru

Hapus Data Master 1. Cari data berdasarkan id

2. Jika data ditemukan maka hapus data 3. Tampilkan pesan bahwa data telah dihapus.

3 No.Proses 3

Nama Proses Pengolahan Data Pengguna Source Tabel siswa, tabel guru Input Data siswa, data guru Output Info siswa, info guru Destination Siswa guru

Logika Proses 1. Masukan data siswa, data guru

2. Tampilkan data siswa dan data guru pada forum dan pengumuman.

4 No.Proses 4

Nama Proses Pengolahan Data Pembelajaran

Source Tabel materi, tabel tugas, tabel ujian, tabel soal materi, tabel soal ujian, tabel nilai Input Data materi, data tugas, data ujian, data soal

materi, data ujian, data nilai

Output info materi, info tugas, info ujian, info soal materi, info ujian, info nilai

Destination Siswa guru

Logika Proses Proses Tambah Data Pembelajaran

(73)

2. Masukkan semua data kedalam tabel Tabel materi, tabel tugas, tabel ujian, tabel soal materi, tabel soal ujian, tabel nilai

3. Tampilkan semua data baru Proses Edit Data Master 1. Cari data berdasarkan id

2. Jika data ditemukan maka masukkan data yang baru

3. Jika data tidak ditemukan maka cari data kembali

4. Masukkan data yang baru 5. Tampilkan data yang baru

Hapus Data Master 1. Cari data berdasarkan id

2. Jika data ditemukan maka hapus data 3. Tampilkan pesan bahwa data telah dihapus.

5 No.Proses 5

Nama Proses Pengolahan Data Pengumuman

Source Tabel siswa, tabel guru, tabel pengumuman Input Data siswa, data guru, data pengumuman Output Info siswa, info guru, info pengumuman Destination Siswa, guru

Logika Proses Proses Tambah Data Pengumuman 1. Masukan data pengumuman.

2. Masukan data ke dalam tabel pengumuman. 3. Tampilkan data baru.

Proses Edit Data Pengumuman 1. Cari data berdasarkan id

(74)

3. Jika data tidak ditemukan maka cari data kembali

4. Masukkan data yang baru 5. Tampilkan data yang baru

Hapus Data Pengumuman 1. Cari data berdasarkan id

2. Jika data ditemukan maka hapus data 3. Tampilkan pesan bahwa data telah dihapus.

6 No.Proses 6

Nama Proses Pengolahan Data Forum

Source Tabel siswa, tabel guru, tabel forum Input Data siswa, data guru, data forum Output Info siswa, info guru, info forum Destination Siswa, guru

Logika Proses Proses Tambah Data Forum 1. Masukan data forum.

2. Masukan data ke dalam tabel forum. 3. Tampilkan data baru.

Proses Edit Data forum 1. Cari data berdasarkan id

2. Jika data ditemukan maka masukkan data yang baru

3. Jika data tidak ditemukan maka cari data kembali

4. Masukkan data yang baru 5. Tampilkan data yang baru

Hapus Data forum 1. Cari data berdasarkan id

(75)

III.3.4.4 Kamus Data

Kamus data adalah tabel yang berisi deskripsi dari data yang mengalir pada DFD, seperti terlihat pada tabel III.10 .Pada kamus data terdapat 4 data

yaitu data login, data master, data pengguna, dan data pembelajaran.

Tabel III.10 Tabel kamus data aplikasi elearning di SMA Cokroaminoto

Cianjur

Deskripsi Berisi data admin, super admin, siswa, guru untuk bisa login atau masuk ke dalam sistem.

Struktur data Username + password username

password

[A-Z | a-z | 0-9 ] [A-Z | a-z | 0-9 ]

Nama Data Master

Where used / how used 1. Admin- proses 2 (masukan) 2. Tabel Kelas ( masukan ) 3. Tabel mengajar ( masukan ) 4. Tabel admin ( masukan ) 5. Tabel guru ( masukan) 6. Tabel siswa ( masukan)

(76)

Kelas : kode kelas + kelas + username Mengajar : kode pelajaran + mata pelajaran + username

Guru : nuptk + password + nama + tempat lahir + tanggal lahir + alamat + kota +telepon+email + foto+ username

(77)

email

Nama Data Pengguna

Where used / how used 1. guru, siswa - proses 3 (masukan) 2. Tabel siswa ( masukan )

3. Tabel guru ( masukan )

Deskripsi Berisi siswa, guru untuk bisa memasukan pengumuman dan forum.

Struktur data Username + password username

password

[A-Z | a-z | 0-9 ] [A-Z | a-z | 0-9 ]

Nama Data Pembelajaran

Where used / how used 1. Admin, guru, siswa - proses 1 (masukan)

(78)

3. Tabel Tugas ( masukan ) 4. Tabel ujian ( massukan ) 5. Tabel soal materi ( masukan) 6. Tabel soal ujian ( masukan ) 7. Tabel nilai ( masukan )

(79)

keterangan

(80)

status

III.4. Perancangan Sistem

Perancangan baru akan dilakukan setelah tahap analisis terhadap sistem

selesai dilakukan. Perancangan dapat didefinisikan sebagai proses aplikasi dari berbagai teknik dan prinsip bagi tercapainya suatu tujuan dimana pendefinisian

mengenai sebuah perangkat, suatu proses atau sistem dalam detail yang memadai untuk memungkinkan realisasi fisiknya. Perancangan digambarkan sebagai proses multi-langkah dimana representasi struktur info, struktur program, karakteristik

interface, dan detail prosedur yang dijalankan. III.4.1 Perancangan Basis Data

Peracangan basis data digunakan untuk mengembangkan sistem dengan merancang data yang berelasi dan terlibat dalam pembuatan sistem.

(81)

III.4.1.1 Diagram Relasi

Penjelasan mengenai keterhubungan antar tabel dalam sistem yang terlibat didalam pembuatan e-learning ini, dapat digambarkan dengan menggunakan diagram relasi seperti pada gambar dbawah ini.

Gambar III.21 Diagram Relasi e-learning di SMA Cokroaminoto

III.4.1.2. Struktur Tabel

Tabel adalah sekumpulan info atau informasi spesifik tentang subjek tertentu yang disusun dalam bentuk kolom dan baris. Tabel adalah komponen utama dan pertama dari sebuah database.

(82)

mempermudah dalam pemasukan info sesuai dengan pengelompokan dari info

atau informasi tersebut. Berikut ini adalah rincian mengenai masing-masing tabel yang dibuat untuk aplikasi e-learning di SMA Cokroaminoto Cianjur ini.

Tabel III.11 Tabel Admin

Field Tipe Panjang Kunci Keterangan

username varchar 50 Primary Key NOT NULL

Field Tipe Panjang Kunci Keterangan

(83)

Tabel III.13 Tabel Siswa

Field Tipe Panjang Kunci Keterangan

nis varchar 11 Primary Key NOT NULL

Tabel III.14 Tabel Tahun Ajaran

Field Tipe Panjang Kunci Keterangan

kode_tahun_ajaran Int 11 Primary key NOT NULL

tahun_ajaran Varchar 9 - NULL

semester Enum - - NULL

Tabel III.15 Tabel Upload Tugas

Field Tipe Panjang Kunci Keterangan

Kode int 11 Primary key NOT NULL

Judul_tugas varchar 100 - NULL

File varchar 100 - NULL

(84)

Nis varchar 11 - NULL

No_pelajaran int 11 - NULL

Tanggal_upload Datetime - - NULL

Kode_tahun_pelajaran int 11 - NULL

Tabel III.16 Tabel Kelas

Field Tipe Panjang Kunci Keterangan

Kode_kelas Int 11 Primary key NOT NULL

Kelas Varchar 12 - NULL

username varchar 50 - NULL

Tabel III.17 Tabel komentar

Field Tipe Panjang Kunci Keterangan

Kode_komentar int 11 Primary key NOT NULL

Komentar Text - - NULL

Tabel III.18 Tabel Materi

Field Tipe Panjang Kunci Keterangan

Kode_materi Int 11 Primary key NOT NULL

Judul_materi Varchar 45 - NULL

Tanggal_posting Date - - NULL

keterangan NULL

File Varchar 150 NULL

Kode_tahun_ajaran int 11 Foreign Key dari

Gambar

Gambar III.1 Flowmap Penyampaian Materi Pelajaran
Gambar III.2 Flowmap Pemberian Tugas Pelajaran
Tabel  siswa, tabel guru, tabel pengumuman
Tabel  siswa, tabel guru, tabel forum
+7

Referensi

Dokumen terkait

-klik menu pengguna pilih edit kontak untuk menuju ke halaman T03 -klik menu pengguna pilih ganti password untuk menuju ke halaman T04 -klik menu belajar pilih ajar untuk menuju

 Klik ubah data maka akan menuju T59 Halaman Utama Akun Daftar Kelas Online Daftar Guru Online Daftar Siswa Online. Agenda /

Aplikasi E-learning yang dibangun terpisah dari data sistem informasi akademik dengan menggunakan metode Asynchronous karena siswa dan guru dapat melakukan proses kegiatan

Gambaran umum dari perancangan antarmuka halaman mode 2 oktaf pada aplikasi Simulator kecapi dapat dilihat pada Gambar III.39. Pada perancangan halaman ini diberikan 10

Berikut ini adalah implementasi layar halaman Edit Artikel (Admin) website yang terlihat pada Gambar 3.38. Gambar 3.38 Implementasi tampilan halaman Edit

Halaman Join merupakan halaman awal yang muncul ketika pengguna pertama kali menggunakan aplikasi e- learning berbasis WebRTC ini. Halaman ini digunakan untuk melakukan

Gambar 11 : Halaman Data Pengguna Pada gambar dibawah ini adalah halaman dimana admin dapat menentukan kelas dan jadwal untuk siswa dan guru. Gambar 12 : Halaman Tambah

Telah dirancang aplikasi untuk SMA kelas X dan siswa dapat menggunakan teknologi e-learning, aplikasi memberikan informasi pembelajaran tentang gerak benda pada fisika untuk