ISSN:
1978 - 8282KOMUNIKATOR TUNARUNGU
DAII
TUNANETRA
Syahrull
Mochamad Faj ar Wicaksono2
e -
Diterima :
I6Mei2012lDisetujui:
14Junt 2012ABSTRACT
This
paper
describes the design and implementationof
the deaf andblind
communicatorwith
the aim that they can communicate by using aBraille
Codesper
character and speechrecognition using
a
computer. Communicator device
is
designed using
AT89C51
microcontroller
to change the characters that is sent by the computer intoBraille
code. The signaltransmittedfrom
the computer by hearing impairment through RS-232serial
interfacewith
the helpof driver
IC
ULN2B03 todrive
the solenoid. The endof
the solenoidform
apqttern
ofBraille
code. Speechpattern recognition
used aredictation
modewith
discrete speech method,whole
word,
large vocabulary and
speaker dependentis
designedwith
SAPI 5.1 , Microsoft Speech Engine SDK 5.1 and Delphi software 6.0 to create an applicationprogrdm. On
testing whoperformed indicate that
theall
the charactersthat
is sentfrom
keyboard can be converted becomeBraille
Character who represented through the solenoid.While the
recognition
of sound patterns of the microphone most of the well can betranslated
into the characters displayed on a computer monitor. The success rate in speechrecognition can be influenced by severalfactors
such asdffirences
in
the sound at the time oftraining
and at the time ofdictation,
noisefrom
the environment and thequality
of the microphonebeing
used.Keywords:
communicator
deaf,blind,
computer/
microcontroller.ABSTRAKSI
Tulisan
ini
membahas perancqngan dan implementasi komunikator penyandang tunarungudan tunanetra
dengantujuan
agar
merekadapat berkomunikasi
dengan menggunakanalat
bantu Kode
Braille
danpengenalan
suaraper
karakter
menggunakan komputer.Perangkat komunikator
ini
dirancang
menggunakan
mikrokontroler
ATB9C51 untuk
1.
Jurusan Teknik Komputero Fakultas Teknik danIlmu
Komputer, Universitas Komputer IndonesiaJl. Dipati Ukur No. 112-116, Bandung 40132
2.
Jurusan Teknik Komputer, tr'akultas Teknik danIlmu
Komputer, Universitas Komputer IndonesiaJl. Dipati Ukur No. 112-116, Bandung 40132
ISSN:
1978-8282
mengubah karakter yang
dikirimkan
oleh komputer menjadi kodeBraille.
Sinyaldikirimkan
dari
komputer oleh tunarungumelalui
antarmuka serial RS-232 dengan bantuandriver
IC
ULN2803 untuk
menggerakkansolenoid.
Bagian
ujung
dari
solenoid
membenlukpola
kode
Brqille.
Pengenalanpola
suara
menggunakan modediktasi
yang
dengan metode discrete speech, wholeword, large
vocabulary dan speaker dependantdirancang
dengan SAPI 5 . I , Microsoft Speech Engine SDK 5.I
dan software Dephi 6.0 untuk membuatprogram
aplikasi.
Padapengujian
yang
dilakukan
menunjukkan semua karakteryang dibirimkan
dari
keyboard
komputerdapat diubah meqjadi kqrakter
Braille
yang
direpresentasikanmelalui
solenoid. Sedangkan pada pengenalanpola
suaradari
mikropon
sebagian besarjuga
dapat
diteryiemahkanmenjadi karakter
yang
ditampilkan
pada monitor
komputer.Tingkat keberhasilan pada pengenalan suara dapat dipengaruhi
beberapafahori
misalnya perbedaan suarapada
saat melakukanpelatihan
danpada
saat melakukandiktasi,
noisedari
lingkungan dan kualitas
dari
mikroponyang
digunakan.Kata kunci:
komunikator, tunarungu, tunqnetra, komputer/mikrokontroler
PENDAIIT]LUAN
Komunikasi
merupakan kebutuhan manusia yang mendasar, karenaitu
komunikasitidak
membatasi apakah seseorangitu normal
alau cacad.Komuriikasi
antarmanusiayaug
memiliki
keterbatasanfisik
sangatsulit
dilakukan, khususnya
arfiara penyandang cacattunanetra dengan penyandang cacat tunarungu. Oleh karena
itu,
dibutuhkan suatu alat yang dapat membantu kedua penyandang cacatini
agar dapat berkomunikasi.Pada tulisan ini dibahas tentang rancang bangun alat bantu komunikator yang ditujukan untuk para penyandang cacat tunanetra dan tunarungu agar dapat berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan teknik pengenalan pola suara per karakter dan menggunakan alat bantu kode braille.
Dari sisi tunarungu yang mengendalikan sebuah komputer akan mengirimkan karakter
ASCII
dari keyboard dan akan dikonversi menjadi ko debraille
pada sisi tunanetra. Sedangkan dari sisi tunanetra ke tunarungu akandikirimkan
suara per-karakter yang diucapkan diubah menjadi bentuk tulisan pada monitor komputer.Metode Penelitan
Metode penelitan
yang
digunakan adalah metode perancangan dan implementasi. Sistemyang
dikembangkan adalahAlat
Bantu Komunikqtor
Tunarungudan
Tunanetra.'Penelitian
ini
merupakan pengembangandari tulisan
yang sebelumnya telah dimuat pada"Prosiding
Seminar NasionalAplikasi
kknologi
Informasi-SNATI
2OOgISSN:
1907-5022 denganjudul "Braille
CodeTrainef'
vocabulary
dan speaker dependant dirancang dengan SAPI 5.1,Microsoft
Speech Engine SDK 5.1 dan program Dephi 6.0 untuk membuat aplikasi. Pembahasan teoritis mengenai Kode Braille,mikrokontrolerAls
9C51, solenoide,dandriverULN
2803 akan disertakan berikut ini. KodeBraille
Kode
Braille
adalah sejenis sistem tulisan sentuh yang digunakan oleh penyandang cacat tunanetra. Sistemini
awalnya dirancangkan oleh seorang perancis yang bemanlraLoaisBrailleyangbuta
sejak kecil. Ketika berusia 15 tahun,braille
mengubah bentuk tulisanlatin
yang biasa dikenal menjadi bentuk tulisan yang biasa digunakan tentara untuk memudahkan membaca dalam gelap. Sistem ini dinamakan sistem braille. Dengan tujuan untLrk mendapatkan kemudahan dalam membaca itulah
Louis
Braille
menciptakan format tulisan yang disebut tulisanbraille.
Namunketika itu braitle tidak
mempunyai huruf W, tetapi sekarangbraille
sudah mempunyai huruf W.Ada beberapa versi tulisan
braille
yang dikembangkan oleh beberapar,egara diantaranya:Standard
Braille
American Modifi ed
Braille
ISO8859-1 BrailleRussian
Braille
GreekBraille HebrewBrailleArabBraille
Japanese
Braille
Korean
Braille
ChineseBraille
BrailleASCtr UnicodeSelain standar
braille
umumnya versi-versidi
atasmemiliki
perbedaan dalam hal (1) Membedakan antara huruf besar dan hurufkecil
(dalam satublok),
(2)Membedakat ariara
huruf dan angka (dalam satublok), (3) Banyaknyajenis karakteryang dapat diterjemahkanke dalam kodebraille,
(4) Jumlah dot yang digunakan (untuk stan darbraille
menggunakan 6 dot tetapi ada versi lain yang ada menggunakan 8 dot).Untuk pembuatan alat
ini
penerjemahan dari tulisan latin manjadi KodeBraille
yang penulis gunakan adalahversi StandardBraille
seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.Vol,6
No.I
- SePtember 2012a a
a
a a a a o a
a
a a
ISSN:
1978 - 8282Gambar
L
Konyersi huruf latin
ke kodebraille
Solenoid danDriver
ULN2803Untuk menggerakan solenoid diperlukan sebuahdriver.
Driver
diperlukan karena arus yang keluar darimikrokontroler kecil,
sehingga perlu dikuatkan. Rangkaian penggerak yang dirancangini
menggunakan dua buahdriver dimara
masing-masingdriver
digunakanuntuk
menggerakkan enam buah solenoid.Driver
yang digunakan dalam pembuatan sistem alat bantu bacaini
adalah IC ULN2803 dan arus keluaran pada setiap chanel-nyasebesar 500mA. Pada Gambar 3 diperlihatkan sirkuit ekival en sebuah driyer LILN2803.Gambar 3.
Sirkuit
EkivalenDriver
ULN2803 MenggunakanKonfigurasi
TransistorDarlington
Port
Serial
Pemanfaatan
port
serial sebagaijalur
komunikasi
antara alat bantu baca tuna netra dengan komputer karenatidak
diperlukan banyak kabeluntuk
transmisi dibanding dengan port paralel. Selain itu pembuatan programjuga
lebih sederhana dan pengkabelannyalebih
panjang. Pada Gambar 4 ditunjukkan sirkuit adaptor RS 232.ISSN:1978 -8282
Gambar 4.
Sirkuil Adaptor serial
RS 232Untuk komunikasi serial antara komputer dan
mikrokontroler
pada skema Gambar 4 digunakan ICMAX232.Pin-pinyang
digunakanuntukpengiriman danpenerimaan data dalam perancangan alatirri adalahpin
8 (R2IN) untuk menerima data dari PC yang selaqjutnya akan dikirimkankemikrokonholermalaluiping(R2OII"!
danpin 10 (T2IN) digunakanuntukmenerirnadata dari mikrokonholer yang selanjutnya akan dikirimkan ke komputer melalui pin 7 (T2OUT).
IIASILDANPEMBAHASAN
[image:5.577.45.463.436.799.2]Pada bagian ini dibahas realisasi dan hasil pengujian sistem. Realisasi sistem dilakukan dengan menggabungkan semua
sub-modul hasil
rancanganyang telah
dibahasdi
atas. Pengujian dilakukan berdasarkan prosedur yang sudahbakq
misalnya dilakukan pengukuran atauuji-coba
terhadapmodul-mudul
yang terpisah (sub-modul).Baru
setelah semuasub-modul
sudah sesuai dengan yang diharapkan makadilakukanlah
interkoneksi antara sub-modul lainnya yang pada akhirnya akan membentuk sistem yang lengkap.Gambar 5.
Diagram Blok
RancanganHardware
SistemYol.6
No.l
- September 2012a
a
a
a a a
ISSN:1978 -8282
Pengukuran/pengujian yang
paling akhir
memeriksa apakahmodul
dapat berfungsi dengan baik. Selanjutnya memastikan tombol pada keyboard yang ditbkan memberikan kode braille yang benar pada papan kode yang telah disediakan. Pengujian juga memastikan apakah suaradari mikropon
ke
sisi komputer
dapat diterjemahkanmenjadi karakter yang
akan ditampilkan di monitor komputer.Rancan gan .Ela rdw ar e Sistem
Diagram blok Rarrcangan
Hardware
Sistem yang dibuat dapat dilihat pada Gambar 5.Sp e
sifft
asi. Telcr-lis h ar dw are dan s oftw are sistem :Komputer dengan spesifikasi
minimal
Pentium dengan sistem operasi Windows Program aplikasi untuk komputer dibangun menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi Delphi 6.0.Mikrokontroler
AT89C51 dengan perangkat lunak as semblyprogramming
Pengantarmukaan hardware dengan komputer melalui s erialport
RS-232.Solenoida sebagai aktuator.
ULN2803
sebagai driver yang menggerakan solenoida.KonversiASCII
menj adi Kode Braill,eKonversi
karakterASCll
menjadi kodeBraille
didesain dengan cara mengubah setiap ekivalen heksadesimal kodeASCII
7bit
menjadi kode heksadesimal 6bit
yang setara KodeBraille
sesuai dengan bentukhurufBraille
standard dan urutan pada perancangan solenoid yang dibuat.Tabel3. Konversi
KodeASCII
ke Kode Braille Hexa{o.
M{ffi
LE{TI lrrfle:*H CH
f,H 6rl
t:lI
*!I
4I{
:4.t{
slI
El{
&*tff{
!1lIE}T 'dE
trH
t:$
i&Etr 1!U
€E-
kBM
$c$
htlflkIUfi }FII
A th .FI{
rlg
|l i3II
i{E s
4 ;5H
5!I
5 ;6I{ li5
ID
t
:ro }AIT'l ;&gI I! IH
'! ,yit }UE
ISSN:
1978 - 8282+GF=.
-
37+-
-€.- --Efl
-:H
:
:E sE-1 ]H YE
! xa tf,
5 _'f, lBlt
6H EH
:
:ET :ggH "& cEr -at-F1 A}T t*H .{}r ;5
lti
;3II r_E ligJ !*H 9Fl
;i ;511
i_! 1.ff iEH
rti ]E HH
ilt
i8 igx{
iEFT K}{
J rBt{ !un
3 rS{
"* :E rlH
lIl
rJr.t &!i
SEI
i8 l-rE XT
t6:{ }BTI
tr EFI
\ .sH -iH
9n
&?I .'fr
t4 riE
) .L.f, r-H
i& ! NE }DI{
FIT ult
;8 ,FEI 5H
'.9 AH .ETT tn t ,5 ;: IiJE f-1 |EIT trH iu
j tlm IFET
&
ilt
rr:r ,*a lEI +H EH 5FI :-I{ I ]E l iAtl
3 '33{ F3{
4 !UH
:
.u 5ItPada saat akan menjalankan alat bantu komunkasi tunanetra dan
tunarungu
dengan menggunakan kode braille dan pengenalan suara per-karakter, maka komputer harus dinyalakanterlebih dahulu
lalu
memasang penghubunguntuk koneksi
antarakomputer
dengan alatISSN:
1978-
8282tersebut dan memasang microphone. Setelah semuanya terpasang dengan
baik,
rnaka alat tersebut sudah dapatdijalankan
dan proses pengenalan suaraper-karakter
sudah dapat berjalan.Untuk
penyandang tunarungu dapat mengetikkan karakterdi
komputer
dengan menggunakan soffware yang ada, karakter atau kalimat tersebut dikonversi menj adi bilangan hexa ASCII. Setelah menjadibllanganhexa makakaralder itu siap dikirimkan ke mikrokontroler AT89C5 1 melaluiport
serial sebagai antarmuka. Di dalam mikrokontroler bil angan hexaASCII
tersebut dikonversi lagi menjadi kodebraille.
Kode
braille
yang didapatkan dari hasil konversidi
dalammikrokontroler
tersebut berupa bilangan hexa (kodebraille),
yang kemudian digunakanmikrokontroler
sebagaiV,*
untuk mengatur solenoid melalai
driver
solenoid IC ULN2803 untuk menaikkan tombol maupun menurunkan tombol. Tombol yang naik tersebut yang digunakan oleh tunanetra dalam membaca karakter.Untuk
penyandangtunanetia
dapat mengucapkan kata per-karakteryang
akan dikenali oleh software yang telah dibuat dan hasilnya akan ditampilkan pada aplikasi. Ranc angan S oftw are Sistem [image:8.604.57.555.9.841.2]Software (perangkat
lunak)
dibuat menggunakanDephi
6.0. Pada Gambar6
ditunjukkan
Diagram alir software pada sisi komputer ketika dilakukan pengenalan suara, sedangkan pada Gambar 7 ditunjukkan diagram alirpada sisimilrokontroler.
{e& $te*rapxdx *}'#si' sieqsrsgrr$lis&
"
.{B *kah t*qi * S peug*adalrl
[image:8.604.176.485.489.724.2]G$ts*t pa*a aptik**i iTr'e**:oi
ISSN:
1978 - 8282AS**slB *8e i*t*s:*ppi sq$*lT
Ap*k*& rxgiat** HI e*t 1
Ka::vs*i
d**aw*;$*di l*s$* &si&$* [image:9.612.102.449.97.546.2]K*r,im ds& k*p+*:l
F*
d.xx po*t S3Gambar 7.
Diagram
Alir
Programpada
sisiMikrokontroler
Hasil desain tampilan menu program yang dirancang menggunakan sofrware Dephi 6.0 dapat dilihat pada Gambar 8.
ISSN:
1978-8282
Gambar 8. Rancangan Software untuk Tampilan Menu Keterangan Gambar 8:
: Mengirimkan string yang telah dipecah per-karakter ke alat
melalui port serial.
: Akan mengaktifkan port serial ketika tombol open ditekan. : Menghapus semua karakter yang telah di ketik pada memo.
: Akan membuka kotak dialog setting poft serial.
: Akan menyimpan pengaturan port serial.
: Akan memanggil setting port serial yang telah disimpan.
: Mempersilakan pada penyandang tunanetra untuk
mulai
berbicara per-karakter.: Menghapus semua karakter yang telah di ucapkan oleh penyandang tunanetra.
: Menghapus karakter yang dikirimkan kembali oleh
mikrokontooler.
: Menunjukkan nllai hexadecimal darikarakter. : Menunjukkan nilai kode Braille dari karakter. : Menunjukkaa jenis dari karakteryang
dikirim.
: Menunjukkan nllai
identifier
dari karakter yang menunjukkanjenis karakter kepada tunanetra.
Lampu
Koneksi
: Menunjukkan bahwa alat telah terkoneksi ke komputer.LampuTx
: Lampuini
akan menyala saat terjadi pengiriman data.LarnpuRx
: Lampuini
akanmenyala saatterjadipenerimaan data.Vot.6
No.l-
September2012
i$ffiU$i;
11$fi.
-.
=,
-.,:::,9
SendOpen
Clear
Setup SaveLoad
Start
SpellClear
ResultClear
Feedback LabelHexa LabelBraille Label StatusISSN:
1978 - 8282Pengenalan suaraper-karakter ini, menggunakan diktasi. Mode diktasi ini menggunakan metode pemisahan kata dengan cara discrete speech, speaker dependent, Pencocokan kata ythole vtord
dan
large vocabulary.Discrete speecl2, mengharuskan untuk mengucapkan kalimat secara terpenggai dengan adanya
jeda
sejenak dianta.ra kata. Jeda tersebut digunakan oleh sistemuntuk
mendeteksi awal dan akhir sebuah kata. Speaker dependent sistem membutuhkan pelatihan suara untuk setiap penggunayang
akan menggunakan sistem tersebut. Sistemtidak
dapat mengenali suara pengguna yangbelum
pernah rrelakukan pelatihan. Pencocokan kata dengan wholeword,
sistem akan mencaridi
basis data kata yang sama persis dengan kata hasil ucapan.Algoritma
pengenalan suara dapat dilihat pada lampiran B.Diktasi dengan cara di atas membutuhkan minin:rai 8MB
RAM
dan processor Pentium. Sedangkan untuk sistem operasi yang diperlukan agar sistem dapat berjalan adalah Windows 95, WindorvsNT
3.5 dan yang lebih besar lagi (Windows XP).Pengujian pengirirnan karakter
dari
sisi korr-rputer (sisi tunarungu)ke
sisi tunanetra menunjukkan semua karakter dapat dikonversikanmeqadi
KodeBraille.
Pengujian pengenalan suara menggunakan diktasi
ini
memakai sampel dua orang pria dan dua orang wanita. Jumlahhurufdan
tanda baca yangdiuji
coba ada 28 buah. Pengujian dilakukan dengan tanpa peiatihan dan pengujian dengan pelatihan.Hasil Pengujian Pengenalan Suara Tanpa Pelatihan Huruf dan tanda baca yang
diujikan
sebanyak 28 macarn'ria ke 1 ria ke-] \1.a,D.i.ta ke-l 1'auita ke l
i:sFqr?.ta.tl ! r1 iq:
Hasil Pengujian Pengenalan Suara Dengan Pelatihan
Hurufdan
tanda baca yangdiujikan
sebanyak 28 ntacamlria kel 'lja ke fauila k€ 1 1-ari1a ke,1
{!ftku} atau 1ii "
Dari hasil pengujian di atas dapat dilakukan analisis sebagai berikut:
n
Sebelum rnelakukan pelatihan, kesalahan pengenalan yangterjadi
danhuruf
yang tidak dikenali sangat banyak yang dikarenakan s;teech engine yang digunakan bukan khususuntuk
bahasa Indonesia. Ketepatan cara pengucapandari
pembicarajuga
sangat mempengaruhi hasil yang didapat karena aplikasi pengenalan suara yang dibuatini
menggunakan cara diktasi yang salah satu metodenya adalah tergantung kepada pembicara (speaker dependant)..
Setelahmelakukanpelatihan, karakteryangtidak dapat dikenaii oleh sistem dikarenakan perbedaan pengucapankarakter pada
saatpelatihan
dan pada
saatmelakukan
pengenalan suara. Faktor kesamaan antarahurufyang
diucapkan denganhuruflain
yang pada saat pelatihan dan kata lain dalam bahasa Inggris juga sangat mempengaruhi keberhasilan dari pengenalan.
.
Kesalahan yangterjadi
juga
dapat disebabkanoleh frekuensi
suara manusia yang berbeda-beda dan noise dari lingkungan sekitar.ISSN:
1978 - 8282Selisih persentase rata-rata setelah dan sebelum melakukan pelatihan adalah: Selisih Rata-rata
:
Rata-rata2- Rata-rata1:
1 2,321%o - 29,4630/0-
42,858yoDari
setiap percobaaanyang
dilakukan pada percobaan yang menggunakan empatsamplepembicara, karakteryang selaluberhasil dikenali adalah karakter
a,c,f,h, j,
k,l,
m, n, o, p, q, v,w,y,
z,titik
dan koma. Pada percobaan berulang pada pria yang sama,karakteryangselaluberhasildikenaliadalahkaraktera,c,e,tg,h,i,j,k,
1,p,.,s,t,x,z,
titik
dan koma.Melihat perbedaan yang cukup besar dari hasil yang didapat maka unhil< meminimalkan kesalahan perlu dilakukan pelatihan terlebih dahulu.
Perbedaan persentase pada pria dan wanitayang didapat sebelum melakukan pelatihan
dan
setelahmelakukan pelatihan dikarenakan ketepatan cara
pengucapandari
pembicara saat melakukan pelatihan dan saat melakukandiktasi
karena salah satu metode diktasi yang digunakan adalahspeaker dependant (tergantung pada pembicara). Jika pengucapan berbeda maka kemungkinan kesalahan yangterjadi
akan semakin besar.Kondisi
dari pembicara sangat mempengaruhi keakuratan, karena suara akan berbedadisaat pembicara
sedangdalam
keadaan sehatdan sakit, khususnya sakit
yang berhubungan denganpita
suara.PENUTT]P
Alat
bantu komunikator tunarungu dan tunanetra dapat dirancang dan direalisasikan. Sistem dapat mengirimkan data karakter dari sisi komputer (sisi tunarungu) ke sisi tunanetra dengan baik di mana semua karakter huruf kapital, huruf kecil maupun tatdabaca ataukarakter khusus dapat dikonversikan menjadi KodeBraille.
Dalam pengujian pengiriman sinyal dari sisi tunanetra ke sisi tunarungu, pengenalan
pola
suaratingkat
keberhasilan pada 4 sample (duapria
dan duawanita)
rata-ratatingkat
keberhasilannya sebesar 1 I ,428Yo dan pada percobaan berulang pada pria yang samatingkat
keberhasilannya
sebesar79,28%.
Tingkat
keberhasilan
padapengenalan
suara dapat dipengaruhi beberapa faktor, yaitu perbedaan suara pada saat melakukan pelatihan dan padasaat melakukan diktasi, noise dari lingkungan dan kualitas
darimicrophoneyafigdigunakan.
DAT"TARPUSTAKAI1l
Ager, Simon.Braille.
Diakses tanggal 1 6 September 2008 dari World Wide Web: http:l
/www. omniglot. com./writing,fu raille. htm
Amundsen, Michael C. ( I 996). MAPI, SAPI, and
API
Developer b Guide. Indianapolis'. Sams Publishing. DiaksespadatanggalOl
Januari 2009 dari World Wide Web:http://
www.ssuet.edu.pk/taimoor/b ooksl 0-61 2-30928-9 I .Bergamini,
Alex.
(2001).
SpeechPqrt 2 - How
toAdd
SimpleDictation
Speech Recognitionto
YourDelphi
Apps. Diakses pada tanggal 12 Januari 2009 dari World Wide Web : http://www.delphi3 000.corrt/ articlesl article_2629.asp?SK:.http:llalldatasheet.com. Diakses pada tanggal 16 September 2008.
http://id.wikipedia.org/wiki/Braille.htm. Diakses padatanggal 19 September2008.
12)
t3l
141
tsl
t6l
m
l8l Iel
ISSN:
1978-8282
Iswanto. (2008). Antarmuka Port Paralel dan Port Serial dengan
Delphi
6 CompatibleSis tem Op eras
i
Windows. Yogy akarta: Gava media.Long, Brian. Speech Synthesis
&
Speech Recognition. Diakses pada tar,ggal05 Januari 2009d$i
http ://www.blong.com/Conferences/ DC on2002/ Speech/Speech.htm. Mujahidin. (2005). Serial Port Computer&
Pemrogramannya DenganVB
6.0. Diakses pada tanggal 1 4 Januari 2009 dari http ://www. iddhien. com.Noertjahyana,
A.,
&
Adipranata, R. (2003). Implementasi Sistem Pengenalan Suara Menggunakan SAPI 5.1 danDelphi
5.
Diakses padatanggal
12 Jarruari2009
dariWorld Wide Web: puslit.petra.ac.id/-puslit/journals/ pdf.php?PublishedlD:
INF03040208