• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mahar dan PAENRE' Dalam Adat Bugis (Studi Etnografis Hukum Islam Dalam Perkawinan Adat Bugis Di Bulukumba Sulawesi Selatan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Mahar dan PAENRE' Dalam Adat Bugis (Studi Etnografis Hukum Islam Dalam Perkawinan Adat Bugis Di Bulukumba Sulawesi Selatan)"

Copied!
129
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep mahar berupa jasa, menurut Imam Syafi’i, membolehkan mahar yang berupa jasa atau manfaat yang dapat diupahkan sah dijadikan

Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi terhadap khazanah keilmuan khususnya yang berkaitan dengan perkawinan adat dan memberikan pemahaman

  Keywords: Mahar Yang Tinggi, Hukum Islam 

1. Wali dari mempelai perempuan yang akan mengakadkan perkawinan 4. Ijab yang dilakukan oleh wali dan qabul yang dilakuakn oleh suami. Mahar yang harus ada dalam setiap

Sedangkan di dalam kompilasi hukum islam sudah di atur tentang penentuan serta penetapan mahar, namun di dalam KHI tidak di beritahukan secara spesifik berapa kadar atau ukuran

Adapun dalam menentukan jumlah pemberian uang jojokh (mahar), masyarakat adat Lampung Pesisir mempunyai tradisi yang berbeda dengan masyarakat daerah lainnya, di mana

Tradisi perkawinan adat suku Bugis, tidak hanya menetapkan mahar sebagai pemberian yang wajib diserahkan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita dalam perkawinan, akan tetapi

Oleh karena itu masyarakat Batak mempunyai hukum adat tersendiri yang berbeda dengan hukum adat lingkungan hukum adat yang lain di Indonesia.. Hukum bertujuan untuk mengatur