TOYOTA CENTER
ARSITEKTUR HIGHTECHLAPORAN PERANCANGAN
TKA - 490 - STUDIO TUGAS AKHIR
SEMESTER B TAHUN AJARAN 2008/2009
Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Oleh :
SYAFIZ HARSONO
0 4 0 4 0 6 0 50
DEPARTEMEN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
TOYOTA CENTER
(ARSITEKTUR HIGHTECH)
O l e h
SYAFIZ HARSONO 040406050
Medan, Juni 2009 Disetujui oleh,
Pembimbing I Pembimbing II
Ir. Morida Siagian, MURP Ir. Samsul Bahri, MT
(NIP: 131572872) (NIP: 132126840)
(Ketua Departemen Arsitektur FT- USU)
Ir. Dwi Lindarto Hadinugroho,MT
TOYOTA CENTER
LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 – STUDIO TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2008/2009
Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
oleh
SYAFIZ HARSONO 040406 - 050 Pembimbing A
Ir. MORIDA SIAGIAN, MURP Pembimbing B
Ir. SAMSUL BAHRI, MT
DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK AKHIR
( SHP2A )
Nama : Syafiz Harsono
NIM : 040406050
Judul Proyek Akhir : Toyota Center Tema Proyek Akhir : Arsitektur Hightech
Rekapitulasi Nilai :
Nilai akhir A B+ B C+ C D E
Dengan ini mahasiswa bersangkutan dinyatakan :
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan ke khadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridho-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan seluruh proses penyusunan Laporan Tugas Akhir ini, sebagai syarat yang diwajibkan setiap mahasiswa untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik. Salawat dan salam saya panjatkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW.
Proses panjang dan penuh suka dan duka dalam mengerjakan tugas akhir ini tidak bisa dilalui tanpa dukungan do’a dan semangat dari kedua orang tua saya yang dengan ketulusan dan keikhlasan memberikan dukungan moral dan spiritual, serta kedua adik saya tidak lupa juga buat kekasih hatiku Ostovia RJH dan semua teman seangkatan serta teman-teman seperjuangan di Tugas Akhir.
Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
• Ibu Ir. Morida Siagian, MURP sebagai Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan yang sangat berarti pada rancangan saya, mengembangkan wawasan dan pandangan saya,
• Bapak Ir. Samsul Bahri, MT sebagai Dosen Pembimbing II yang telah memberikan saran, masukan dan ide yang sangat berguna terhadap rancangan saya,
• Bapak Ir. Dwi Lindarto Hadinugroho, MT selaku Ketua Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dan koordinator Tugas Akhir,
• Ibu Amy Marisa, ST, Msc yang pada awal Tugas Akhir menjadi pembimbing II yang memberikan semangat,
• Para staf Tata usaha yang telah ikut membantu proses pengerjaan tugas akhir.
Saya menyadari bahwa laporan masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saya menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semuanya.
Medan, Juni 2009
DAFTAR ISI
Halaman Halaman Judul Luar
LEMBARAN PENGESAHAN 1.7 Sistematika Penulisan Laporan 6 BAB 2 DESKRIPSI PROYEK 7 2.1 Data Umum 7 2.2 Pendekatan Pemilihan Tapak dan Lokasi 7 2.2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi 7 2.2.2 Alternatif Lokasi Tapak 9 2.2.3 Pemilihan Lokasi Tapak 13 2.2.4 Deskripsi Lokasi Sebagai Tapak Perancangan 14 2.3 Tinjauan Toyota Center 15 2.3.1 Arti Kata Toyota Center 15 2.3.2 Pengertian 15 2.4 Tinjauan Toyota 16 2.4.1 Sejarah Toyota 16 2.4.2 Produk Toyota berdasarkan jenisnya 19 2.4.3 Toyota di Indonesia, secara khusus di Medan 28 2.4.4 Pelayanan Toyota yang tersedia di Medan 28 2.5 Tinjauan Toyota Centre 29 2.5.1 Jenis Kegiatan 29 2.5.2 Pengunjung 30 2.5.3 Fasilitas 30 2.5.4 Kebutuhan Ruang 31 2.6 Studi Banding Toyota Center 34 2.6.1 Lexus Gallery 34 2.6.2 Amlux 35
2.6.3 Le Rendez-Vous, Toyota 36
2.6.4 Mercedes Benz Showroom 36
BAB 3 ELABORASI TEMA 39
3.1 Pengertian Tema 39
3.1.1 Arsitektur 39
3.1.2 HighTech 39
3.2 Latar Belakang Pemilhan Tema 41
3.3 Interpretasi Tema 41
3.3.1 Ciri Arsitektur Hightech 41
3.3.2 Sejarah Singkat HighTech 42
3.3.3 Fungsi dan Representasi 43
3.3.4 Struktur dan Zona Servis 44
3.3.5 Ruang dan Fleksibilitas 45
3.3.6 Arsitektur Hightech dan Kota 45
3.3.7 Dampak Bangunan Berdinding Kaca 46
3.3.8 Transmisi Radiasi Lewat Kaca 46
3.3.9 Pengaruh Bangunan Kaca pada Lingkungan 49
3.3.10 Upaya Mengurangi Dampak 50
3.3.11 Penerapan Penggunaan Baja pada Bangunan 51
3.4 Keterkaitan Tema dan Judul 52
3.5 Studi Banding Tema Sejenis 53
3.5.1 Faculty of Law 53
3.5.2 Lycee Albert Camus 54
3.5.3 The Reichstag (Gedung Parlemen), Jerman 55
BAB 4 ANALISA 57
4.1 Analisa Fisik/ Tapak dan Lingkungan 57
4.1.1 Lokasi Tapak dan Lingkungan 57
4.1.2 Kondisi Eksisting Tapak 57
4.1.3 Tata Guna Lahan Sekitar Site 58
4.1.4 Lingkungan Sekitar Site 58
4.1.5 Luasan Site, GSB, KDB dan KLB 59
4.1.6 Analisa Vegetasi 60
4.1.7 Analisa Kebisingan 61
4.1.8 Analisa Matahari 61
4.1.9 Analisa Penerangan 62
4.1.10 Analisa View 62
4.1.11 Sirkulasi 63
4.1.12 Skyline 64
4.2 Analisa Non- Fisik/ Fungsional 65
4.2.1 Analisa Ruang 66
4.2.2 Analisa Pengguna dan Kegiatan 69
4.2.3 Analisa Kebutuhan Ruang 72
4.2.4 Organisasi Ruang 77
4.3 Analisa Suasana Ruang 78
4.3.1 Analisa Pengendalian Kebisingan 78
4.4 Analisa Teknologi 80
4.4.1 Analisa Struktur dan Konstruksi 80
4.5 Analisa Utilitas 83
4.5.1 Sistem Pencahayaan 83
4.5.4 Sistem Distribusi Listrik 87
4.5.5 Sistem Komunikasi 87
4.5.6 Sistem Sanitasi dan Pemipaan 88
4.5.7 Pengangkutan Vertikal 89
BAB 5 KONSEP PERANCANGAN
5.1 Konsep ruang luar 91
5.1.1 Peletakan Massa Bangunan 92
5.1.2 Parkir dan Sirkulasi 92
5.1.3 View dan Orientasi 92
5.2 Konsep ruang dalam 93
5.3 Konsep Struktur 93
5.4 Konsep Bahan Bangunan 94
LAMPIRAN
Lampiran 1 Gambar Perancangan
Lampiran 2 Gambar Sketsa Suasana (Interior) Lampiran 3 Foto Maket (Eksterior)
DAFTAR TABEL
BAB II
Tabel 2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi ... ... 7
Tabel 2.2 Wilayah Pembangunan Kota Medan ... ...8
BAB III
Tabel Proporsi Matahari ... 48
Tabel Posisi dan Jenis Pelindung...48
BAB IV
Tabel 4.2.3 Analisa Kebutuhan Ruang ... ....72-77
DAFTAR GAMBAR
Gambar Peta Wilayah Pengembangan Kota Medan ... 9
Gambar Jenis Mobil Toyota ... 19-28 Gambar Lexus Gallery ... ... 34
Gambar AMLUX ... 35
Gambar Le Rendez-Vous, Toyota ... 36
Gambar Mercedes Benz Showroom………..………. 36-37 Gambar Transparent Factory ...………...………. 38
Gambar Jembatan Beat Coalbrookdale ... 42
Gambar Gedung Seagram ... 42
Gambar Gedung Lloyd’s of London... 44
Gambar Penggunaan Baja ... 51
Gambar Faculty of Law ………. 53
Gambar Lycee Albert Camus ... 54
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan sebuah Negara yang sedang berkembang. Setelah krisis
ekonomi pada tahun 1998, Indonesia berjuang keluar dari krisis ekonomi. Di era globalisasi
ini kebutuhan masyarakat semakin meningkat salah satunya merupakan kebutuhan akan
sarana transportasi. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi sangat besar,hal ini
terbukti dari data yang didapatkan dari hasil penjualan kendaraan bermotor pada tahun
2003, 2004 dan 2005 mengalami peningkatan. Hal ini mengindikasikan walaupun Indonesia
masih berusaha keluar dari krisis moneter sejak tahun 1998 tidak mengurangi pemenuhan
kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi. Itu sebabnya bisnis otomotif sangat
berkembang pesat. Otomotif yang merupakan suatu bidang atau ilmu yang mempelajari
atau mencakup alat transportasi darat yaitu mobil dan sepeda motor1
Di Indonesia sendiri banyak terdapat merk-merk mobil yang beredar, setiap merk
dipegang oleh masing-masing Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Saat ini ada 23
ATPM yang memegang merek mobil yang beredar di Indonesia .
2, seperti Honda, Toyota,
Suzuki, Chevrolet, Daihatsu, Nissan, Volkswagen, Mercedes Benz, BMW, dan lain- lain.
Toyota sebagai salah satu pesaing dalam bisnis otomotif secara khusus, mobil-mobil
keluaran Toyota termasuk dalam kategori terjangkau untuk masyarakat secara luas. Saat ini
Toyota merupakan merk mobil yang sangat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Penjualan Toyota pada tahun 2008 ini mencapai 212.150 unit yang merupakan penjualan
tertinggi Toyota3
Berkembangnya inovasi, teknologi serta berbagai tipe kendaraan yang dikeluarkan
oleh Toyota mendorong produsen kendaraan itu sendiri untuk mempromosikan berbagai
kelebihan produk-produk yang dimilikinya, dengan tujuan konsumen agar lebih paham akan
berbagai informasi terkini yang berkaitan dengan produk, berbagai kelebihan dan teknologi
yang digunakan maupun kemudahan dan jaminan yang diberikan oleh Toyota. Hal ini . Pada saat terjadi krisis global dan trend pasar otomotif yang menurun
justru penjualan Toyota meningkat. Toyota merupakan jaminan mutu kendaraan bermotor
yang memiliki kelas tersendiri. Toyota sendiri merupakan salah satu perusahaan otomotif
terbesar di dunia, khususnya pada kategori Passanger Car (mobil penumpang). Dengan
nama besar Toyota selalu diimbangi dengan daya tahan produk yang sangat tinggi, jaminan
purna jual yang baik dan keamanan dan kenyamanan.
1
Wikipedia, Ensiklopedia Bebas
2
diwujudkan dengan suatu ruang pamer (showroom) yang representatif sebagai media untuk
menyampaikan informasi tersebut kepada konsumen.
Keberadaan showroom untuk mewadahi kebutuhan dan pelayanan terhadap
konsumen tidaklah cukup, karena harus didukung oleh keberadaan bengkel, yang menjadi
persyaratan mutlak yang diberikan ATPM kepada perusahaan pemegang lisensi yaitu
sales, service, dan spare parts. Penerapan konsep 3S diharapkan akan memberikan
kepuasan kepada konsumen.
Showroom Toyota hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan
penjualan mobil. Tetapi Toyota Center ini akan dibuat berbeda dengan showroom Toyota
biasanya. Produk Mobil yang dipamerkan beserta fungsi hiburan menjadi fokus utama.
Selain Showroom yang akan direpresentasikan seperti sebuah Gallery Mobil Produk
Toyota. Dengan adanya galeri yang memamerkan produk Toyota yang lengkap, maka
produk- produk Toyota yang selama ini tidak disediakan atau dijual oleh dealer Toyota
secara resmi berupa mobil import dengan merk Toyota, akan dapat dipamerkan dan
diperjual belikan kepada masyarakat Kota Medan. Di Toyota Center ini yang menjadi
prioritas adalah pengunjung, terutama pelanggan Toyota. Toyota Center akan dihadirkan
untuk melayani kegiatan pengunjung yang beragam, mulai dari sekedar melihat produk yang
dipamerkan, penjualan produk baik mobil ataupun suku cadang dan aksesoris, pelayanan
purna jual berupa servis atau salon mobil, dan juga menghadirkan café dengan brand
Toyota untuk melayani kegiatan pengunjung yang bersantai dan dilengkapi fasilitas untuk
menonton berbagai pertandingan olahraga seperti balap F1, A1 atau pertandingan olahraga
lainnya. Untuk memperkenalkan lebih lagi kepada masyarakat mengenai Toyota, maka akan
dihadirkan sebuah area perpustakaan Toyota yang di dalamnya menyajikan buku- buku
tentang catatan sejarah, produk, atau hal- hal lainnya mengenai Toyota. Kegiatan lain yang
akan dilayani dalam Toyota Center ini adalah kegiatan untuk anak- anak berupa area
bermain anak yang lebih menekankan pada perkenalan otomotif pada anak- anak.
Dengan menjadikan pengunjung, baik anak- anak dan dewasa ( orangtua) sebagai
prioritas pelayanan Toyota Center ini, sesuai dengan image Toyota yang telah dikenal oleh
masyarakat yang telah mencoba menyajikan produk- produk yang terjangkau untuk
berbagai lapisan masyarakat. Toyota Center ini dipandang perlu untuk kebutuhan kota
Medan, sebab Kota Medan yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia masih
membutuhkan sarana hiburan yang juga bersifat edukatif. Diharapkan dengan hadirnya
Toyota Center ini dapat menambah sarana hiburan sekaligus dapat menambah wawasan
1.2 TUJUAN DAN MANFAAT
Adapun tujuan dan manfaat perencanaan dan perancangan Toyota Centre ini
adalah:
• Menyediakan suatu tempat dimana seluruh produk mobil Toyota terdapat didalamnya dan memudahkan konsumen dalam pembelian, perawatan,
perbaikan serta asesoris mobil.
• Memberikan fasilitas hiburan baik yang berhubungan dengan otomotif ataupun tidak bagi masyarakat Kota Medan, secara khusus bagi pelanggan
Toyota.
• Menjadikan Toyota Center sebagai main dealer Toyota di Kota Medan.
• Membuat proyek Toyota Center ini sebagai sebuah Landmark di daerah sekitarnya.
• Sebagai tempat pengenalan informasi teknologi Toyota kepada masyarakat.
1.3 PERUMUSAN MASALAH
Masalah yang terdapat dalam merancang Toyota Center ini adalah:
• Bagaimana menerapkan inovasi dan teknologi yang tinggi yang sesuai dengan karakter Toyota ke dalam bangunan
• Bagaimana membuat jalur sirkulasi baik ruang dalam maupun ruang luar yang efektif
• Bagaimana membuat bentukan massa yang sesuai dengan tema High Tech.
1.4 METODE PENDEKATAN
Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang akan dihadapi dalam proses
perencanaan dan perancangan Toyota Centre dilakukan berbagai pendekatan
desain:
• Mencari dan menerapkan standar ruang untuk fasilitas yang akan dibuat dari data yang diperoleh
• Mencari dan mempelajari berbagai studi banding proyek dan tema sejenis yang diambil dari internet
• Melakukan survey lapangan untuk mengetahui kodisi site dan potensi yang dapat diambil untuk proyek ini.
1.5 LINGKUP DAN BATASAN PROYEK
Batasan-batasan lingkup kajian yang akan dibahas dalam kasus proyek ini adalah
bagaimana mengembangkan berbagai konsep dalam merencanakan dan
merancang sebuah Toyota Centre. Lingkup pembahasan yang akan digunakan
adalah:
• Menelusuri kegiatan yang dilakukan dalam sebuah Toyota Centre
• Menelusuri kebutuhan-kebutuhan akan fasilitas utama dan fasilitas pendukung bagi Toyota Centre
Batasan- batasan dalam merencanakan Toyota Centre adalah:
• Hanya membahas tentang masalah-masalah yang dihadapi dalam merancang sebuah Toyota Centre.
• Kajian arsitektur akan dibatasi oleh tema dalam penyelesaian kasus ini, yaitu Arsitektur High Tech.
1.6 KERANGKA BERPIKIR
JUDUL PROYEK dan TEMA
TOYOTA CENTER ARSITEKTUR HIGH TECH
TUJUAN dan MANFAAT
Menyediakan suatu tempat dimana seluruh produk mobil Toyota terdapat didalamnya dan memudahkan konsumen dalam pembelian, perawatan, perbaikan serta asesoris mobil.
Memberikan fasilitas hiburan baik yang berhubungan dengan otomotif ataupun tidak bagi masyarakat Kota Medan, secara khusus bagi pelanggan Toyota
Menjadikan Toyota Center sebagai main dealer Toyota di Kota Medan.
PERUMUSAN MASALAH
Bagaimana menerapkan inovasi dan teknologi yang tinggi yang sesuai dengan karakter Toyota ke dalam bangunan Bagaimana menciptakan ruang komersil yang multifungsi; baik sebagai pusat penjualan komersil dan sebagai sarana hiburan
Bagaimana membuat bentukan massa yang sesuai dengan tema High Tech.
KRITERIA dan KONSEP PERANCANGAN Berdasarkan data, analisa, peraturan pemerintah. Konsep ruang dalam, konsep ruang luar, massa, sirkulasi, struktur,
utilitas
LATAR BELAKANG
LATAR BELAKANG KASUS
Toyota diminatioleh masyarakat luas
Meningkatkan pelayanan bagi pelanggan Toyota dan masyarakat Kota Medan
Menyediakan produk Toyota yang selama ini tidak disediakan secara luas dealer Toyota yang ada
LATAR BELAKANG TEMA
Otomotif yang identik dengan inovasi dan teknologi
Toyota yang memiliki prinsip “moving forward”
PENGUMPULAN DATA
STUDI LITERATUR dan STUDI BANDING
Standar ruang dan luasan ruang untuk showroom, area servis dan perawatan mobil
Standar ruang dan luasan ruang untuk fasilitas hiburan
Kajian Karakter dan Filosofi brand Toyota dengan bangunan
Kajian tema dengan bentuk bangunan
STUDI SITE
Ukuran Site Peraturan Pemerintah
Peruntukan Lahan sesuai dengan WPP GSB dan KDB
Potensi site yang ada
ANALISA
ANALISA TAPAK
Analisa Lokasi terhadap Kota Medan Analisa Lingkungan sekitar Analisa Ukuran dan Zoning Analisa fitur fisik lingkungan sekitar Analisa fitur buatan manusia di sekitar site Analisa sirkulasi
Analisa utilitas Analisa kebisingan
ANALISA FUNGSIONAL
Analisa Pengguna Analisa Aktifitas Kebutuhan ruang Besaran ruang Hubungan antara ruang
1.7 SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN
Secara garis besar, urutan pembahasan dalam penulisan laporan ini adalah sebagai
berikut:
Bab 1 Pendahuluan,
Bab 2 Deskripsi Proyek,
Bab 3 Elaborasi Tema,
Bab 4 Analisa Perancangan,
Bab 5 Konsep Perancangan,
BAB II
DESKRIPSI PROYEK
2.1 DATA UMUM
Kasus Proyek : Toyota Center
Tema : Arsitektur High Tech
Status Proyek : Fiktif
Pemilik Proyek : Pihak Swasta
Sumber Dana : Pihak Swasta
2.2 PENDEKATAN PEMILIHAN TAPAK DAN LOKASI
2.2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi
Kota Medan yang merupakan Ibu kota dari Propinsi Sumatera Utara adalah
kota terbesar ketiga di Indonesia. Beberapa kriteria dalam pemilihan lokasi untuk
proyek ini adalah:
NO. Kriteria Lokasi
1. Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Kota Medan
Wilayah lokasi pembangunan yang memiliki fungsi
sebagai permukiman, perkantoran,
perdagangan,konservasi, rekreasi, lapangan golf dan
hutan kota yang disesuaikan dengan RUTRK Kota
Medan. Dapat dilihat melalui tabel Wilayah
Pengembangan Pembangunan Kota Medan (WPP),
wilayah WPP E yang sesuai.
2. Tinjauan Terhadap Struktur Kota Berada di kawasan yang tidak jauh dari pusat kota yang merupakan daerah permukiman, perkantoran,
perdagangan,konservasi, rekreasi, lapangan golf dan
hutan kota.
3. Pencapaian Dapat diakses mudah dari seluruh penjuru kota, baik dengan angkutan umum dan pribadi.
4. Area Pelayanan Lingkungan sekitar merupakan fungsi-fungsi yang dapat saling mendukung dengan bangunan yang
direncanakan.
Sumber: Hasil olah data Primer
Tabel. 2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi
Berdasarkan salah satu kriteria pemilihan lokasi diatas, maka perlu dilihat
WPP Cakupan Kecamatan
Pusat
Pengembangan
Peruntukan Lahan Program Pembangunan
A M. Belawan M. Marelan
M. Labuhan
BELAWAN Pelabuhan,
Industri,
Permukiman,
Rekreasi, Maritim
Jalan baru, jaringan air minum, septic tank, sarana pendidikan dan
permukiman.
B M. Deli TJ. MULIA Perkantoran,
Perdagangan,
Rekreasi Indoor,
Permukiman
Jalan baru, jaringan air minum, pembuangan sampah, sarana pendidikan.
AKSARA Permukiman,
Perdagangan,
Rekreasi
Sambungan air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanen, sarana pendidikan dan
kesehatan.
INTI KOTA CBD, Pusat
Pemerintahan, Hutan Kota, Pusat Pendidikan,
SEI SEKAMBING Permukiman, Perkantoran,
Sambungan air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanen, sarana pendidikan dan
kesehatan.
Sumber: RUTRK Medan
Keberadaan kawasan perencanaan dapat dilihat pada peta di bawah ini :
Berdasarkan sifat kegiatannya, Toyota Center di Medan diharapkan berada di
lokasi yang diperuntukkan atau mempunyai sasaran pembangunan di bidang
perdagangan & rekreasi (berdasarkan RUTRK). Dengan demikian, Wilayah
Pengembangan Pembangunan E (WPP E) yang sesuai sebagai wilayah lokasi
proyek.
2.2.2 Alternatif Lokasi Tapak
Adapun yang menjadi alternatif tapak adalah:
• Alternatif A
Jalan Perintis Kemerdekaan
Batas- batas:
- Utara : Jalan Perintis Kemerdekaan
- Timur : Jalan Timor
Gambar Peta Wilayah Pengembangan Pembangunan Kota M d Golf, Hutan Kota
Jl. Gaharu Rumah Penduduk Rumah Penduduk Jl. Timor
SITE
Jl. Perintis Kemerdekaan
- Selatan : Rumah Penduduk
- Barat : Jalan Gaharu
Posisi terhadap Struktur Ruang Kota:
- Berada pada kecamatan Medan Timur
Kelebihan :
- Pencapaian site mudah karena banyak angkutan umum yang melewati site.
- Kawasan telah dikenal sangat baik oleh penduduk kota Medan, sehingga mudah pencapaian bagi masyarakat di luar Kota Medan.
- Site berada dekat dengan pusat kota
Kekurangan : pada waktu tertentu jalan yang berada di depan site lalu lintasnya
sangat padat.
• Alternatif B
Jalan Gatot Subroto
Batas- batas:
- Utara : Jalan Gatot Subroto - Timur : Pertokoan Tomang Elok
- Barat : Jalan
- Selatan : Permukiman penduduk
Posisi terhadap struktur Ruang Kota:
- Berada pada kecamatan Medan Sunggal.
- Berdasarkan WPP E dengan fungsi permukiman, perkantoran, perdagangan, konservasi, rekreasi, lapangan golf dan hutan kota.
- Berada dekat dengan pusat Kota Medan
Kelebihan :
- Berada pada jalan arteri primer, yaitu Jalan Gatot Subroto.
- Pencapaian mudah karena banyak angkutan umum yang melewati Site. - Kawasan telah dikenal baik oleh Penduduk kota Medan.
Kekurangan :
Rumah Penduduk Rumah Penduduk
Jalan Lingkungan Sekitar
Kompleks Pertokoan Tomang Elok
• Alternatif C
Jalan Ring Road Setia Budi
Batas- batas:
- Utara : Jalan masuk perumahan Tasbih 2 dan restoran McDonald - Timur : Jalan Ring Road Setia Budi
- Barat : Perumahan Tasbih 2
- Selatan : Ruko
Posisi terhadap struktur Ruang Kota:
- Berada pada kecamatan Medan Sunggal.
- Berdasarkan WPP E dengan fungsi permukiman, perkantoran, perdagangan, konservasi, rekreasi, lapangan golf dan hutan kota.
- Berada pada Jalan lingkar Medan
Kelebihan :
- Berada pada jalan lingkar medan
- Jalan dapat dilewati oleh mobil-mobil besar
- Kawasan baru, daerah pengembangan yang berpotensi Kekurangan :
- Letak site terlalu jauh dari pusat kota Medan.
2.2.3 Pemilihan Lokasi Tapak
Pemilihan Lokasi Tapak dinilai berdasarkan beberapa faktor yang akan mendukung,
tidak menganggu atau sangat efektif bila dibangun pada lokasi tertentu, sebagai
berikut:
Kriteria Lokasi
Alternatif A Alternatif B Alternatif C Tingkatan Jalan Arteri Sekunder
(4)
Mudah diakses dengan kendaraan pribadi dan
angkutan umum
Dekat dengan pusat kota
Relatif jauh dari pusat kota
Fungsi pendukung
Fungsi eksisting Lahan Kosong (5)
Lahan Kosong (5)
Lahan Kosong (5)
Kontur Datar Datar Datar
Pengenalan jalan menuju site
- Dekat dengan pasar Sikambing
2.2.4 Deskripsi Lokasi Sebagai Tapak Rancangan
• Kasus Proyek : Toyota Center
• Status Proyek : Fiktif
• Pemilik Proyek : Swasta
• Lokasi Tapak : Jalan Ring Road Setia Budi
• Batas- batas Tapak:
Batas Utara :Jalan masuk perumahan Tasbih 2 dan restoran McDonald
Jalan Ring Road Setia Budi : 11 meter
Kompleks Perumahan Setiabudi : 8 meter
• Eksisting sekitar Site : Perumahan, Pertokoan, SPBU dan restoran
• Potensi Lahan :
Terletak di jalan lingkar kota medan
Berada pada kawasan perdagangan yang sedang berkembang
Transportasi lancar dan baik
Luas site mendukung ±2,6 Ha
Memiliki jalur utilitas yang baik.
2.3 TINJAUAN TOYOTA CENTER
2.3.1 Arti Kata
Pengertian proyek Toyota Center menurut arti kata adalah:
Toyota adalah sebuah brand produk kendaraan bermotor berupa mobil yang
berasal dari Jepang.
Center4
- Pusat, sentral, bagian yang paling penting dari sebuah kegiatan atau
organisasi.
adalah Center is place for a particular activity.(Menempatkan untuk
fasilitas tertentu)
- Tempat aktivitas utama, dari kepentingan khusus yang dikonsentrasikan.
- Suatu tempat dimana sesuatu yang menarik aktivitas atau fungsi terkumpul
atau terkonsentrasi.
2.3.2 Pengertian
Dari penguraian pengertian judul proyek menurut arti kata tersebut, TOYOTA CENTER
adalah sebuah tempat sebagai pusat dari kegiatan pameran, penjualan, perbaikan serta
perawatan yang dikhususkan untuk pelayanan bagi setiap produk Toyota.
2.4 TINJAUAN TOYOTA
2.4.1 Sejarah Toyota
Toyota Motor Corporation didirikan pada September
Otomatis Toyota. Divisi mobil perusahaan tersebut kemudian dipisahkan pad
Berangkat dari industri tekstil, Toyota menancapkan diri sebagai salah satu pabrikan
otomotif yang cukup terkemuka di seluruh dunia. Merek yang memproduksi 1 mobil tiap 6
detik ini ternyata menggunakan penamaan Toyota lebih karena penyebutannya lebih enak
daripada memakai nama keluarga pendirinya, yaitu Toyoda. Inilah beberapa tonggak
menarik perjalanan Toyota.
Toyota merupakan pabrikan
Pabrikan terbesar di
dihitung, angka ini ekuivalen dengan memproduksi 1 unit mobil dalam 6 detik.
Toyota sendiri didirikan oleh
menirunya dengan mengembangkan sektor otomotif bermerek
Dibandingkan dengan industri-industri otomotif lain yang menggunakan nama pendirinya
sebagai merek dagang seperti
merek. Karena berangkat dari pemikiran sederhana dan visi waktu itu, penyebutan Toyoda
kurang enak didengar dan tidak akrab dikenal sehingga diubah menjadi Toyota.
Sakichi Toyoda lahir pada bulan Februari 1867 d
penemu sejak berusia belasan tahun. Toyoda mengabdikan hidupnya mempelajari dan
mengembangkan perakitan tekstil. Dalam usia 30 tahun Toyoda menyelesaika
Automatic Loom Works, Ltd. pada November 1926. Di sini hak paten mesin tekstil
otomatisnya kemudian dijual kepad
Hasil penjualan paten ini, dijadikan modal pengembangan divisi otomotif.
Mulai tahun 1933, ketika Toyoda membangun divisi otomotif, tim yang kemudian banyak
dikendalikan oleh anakny
terdepan di zamannya.
Pada tahun 1934 Mesin Tipe A berhasil dirampungkan. Setahun kemudian mesin ini
dicangkokkan prototipe pertama mobil penumpang mereka, A1. Divisi otomotif Toyoda juga
menghasilkan truk model G1.
Di tahun 1936 mereka meluncurkan mobil penumpang pertama mereka, Toyoda AA (kala itu
dilengkapi bodi dan mesin A. Kendaraan ini dari awal diharapkan menjadi mobil rakyat.
Konsep produk yang terus dipegang Toyota hingga sekarang. Empat tahun menunggu
dirasa cukup melahirkan perusahaan otomotif sendiri dan melepaskan diri dari industri tekstil
mereka.
Kemudian tahun 1937 mereka meresmikan divisi otomotif dan memakai nama Toyota,
bukan Toyoda seperti nama industri tekstil. Pengambilan nama Toyota dalam
masyarakat Jepang. Alasan lain yang dianggap masuk akal adalah industri otomotif
merupakan bisnis gaya hidup dan bahkan penyebutan sebuah nama (dan seperti apa
kedengarannya), menjadi sisi yang begitu penting. Karena nama Toyoda dianggap terlalu
kaku di dalam bisnis yang dinamis sehingga diubah menjadi Toyota yang dirasa lebih baik.
Tak ayal, tahun 1937 merupakan era penting kelahiran Toyota Motor Co, Ltd. cikal bakal
raksasa Toyota Motor Corp (TMC) sekarang. Semangat inovasi Kiichiro Toyoda tidak
pernah redup. Toyota kemudian berkembang menjadi penghasil kendaraan tangguh.
Di era 1940-an, Toyota sibuk mengembangkan permodalan termasuk memasukkan
perusahaan di lantai bursa di
Setelah er
sebagai penghasil kendaraan serba guna tangguh. Waktu itu kendaraa
Jepang. Terinspirasi dari mobil ini, Toyota kemudian mengembangkan prototipe Land
Cruiser yang keluar tahun 1950.
Setahun kemudian (1951) meluncurkan secara resmi model awal Land Cruiser yakni model
BJ. Bulan Juli tahun itu, test drivernya Ichiro Taira mengakhiri uji coba dengan hasil luar
biasa. Diinspirasi oleh tok
kuda tahun 1643, Taira mengemudikan Toyota BJ-nya k
sekaligus dipakai sebagai promosi ketangguhan mobil segala medan ini. Tak lama
berselang, Toyota Land Cruiser mulai menandingi dominasi
model-model selanjutnya,
ditembus yakni Amerika Utara. Lewat model ini, Toyota masuk ke pasar-pasar di berbagai
belahan dunia, Termasuk di Indonesia yang dikenal sebagai sebagai Toyota Hardtop Land
Cruiser FJ40/45.
Technical alias jip bersenjata yang dibekali senapan mesin ringan, berat atau bahkan
senjata basoka tanpa tolak balik (Recoilless bazooka) dan diterjunkan sepanjang
pada tahun 1966 mereka juga mengembangkan model yang menjadi favorit dunia, yakni
sedan kecil. Lewat
memakai penggerak belakang mengubah tatanan sedan bongsor yang populer saat itu
menuju arah sedan kecil yang kompak, irit dan ringkas.
Memasuki tahun 1975, Corolla masuk dalam generasi ketiga dan terjual lebih dari 5 juta unit.
Hal yang menakjubkan ini masih kokoh hingga sekarang. Mesin mobil Corolla ini kemudian
digunakan di Indonesia sebagai mesin untuk kendaraan niaga keluarga serbaguna,
Sejalan makin mengglobalnya produk Toyota, mereka sadar tidak mempunyai grafik logo.
Bahkan di Indonesia dijumpai kendaraan bermerk Toyota seperti Toyota Kijang dengan logo
TOYOTA pada grill di bagian bonnet (hidung) mobil.
Di tahun 1989 Toyota akhirnya memutuskan untuk membuat dua lingkaran oval
menghasilkan huruf T dan ellips ketiga mengisyaratkan akan the spirit of understanding in
design. Lingkaran ketiga itu sekaligus mengelilingi kedua lingkaran ellips sebelumnya yang
berbentuk T itu sebagai bukti menjaga dan mempengaruhi sekelilingnya.
Di tahun 1990-an, Toyota semakin membuktikan bahwa mobil Jepang dapat bersaing
dengan mobil Eropa dan Amerika.
2.4.2 Produk Toyota berdasarkan jenisnya
Adapun produk- produk Toyota yang saat ini masih diproduksi, dikelompokkan
berdasarkan jenisnya adalah:
a. Sedan
Produk Toyota yang termasuk dalam kategori Cars, yang sampai saat ini masih
diproduksi adalah:
Corolla Altis
Vios
Crown
Matrix
b. Sport Utility Vehicle (SUV)
Produk Toyota yang termasuk dalam jenis SUV, adalah:
Highlander
4 runner
Fortuner
Harrier
Land Cruiser
Rush
RAV 4
c. Multi Purpose Vehicle (MPV)
Yang termasuk dalam jenis MPV, adalah:
Wish
Innova
Sienna
Alphard
Avanza
Hiace
Venza
d. Truk
Yang termasuk dalam jenis truk, adalah:
Tacoma
Hilux
Dyna
e. Hybrid
Yang termasuk dalam jenis Mobil Hybrid adalah:
Camry Hybrid
f. Sport Car
Produk Toyota yang termasuk dalam jenis Sport Car, adalah:
Celica
Supra
g. City Car
Yang termasuk dalam jenis City Car, adalah:
IQ
Yaris
2.4.3 Toyota di Indonesia, secara khusus di Medan
Dari berbagai jenis produk Toyota yang telah dipaparkan diatas, tidak semua dari
produk tersebut dipasarkan secara bebas di Indonesia, dan secara khusus di
Medan. Sebagian besar Produk- produk yang tersedia di pasaran dan terbukti
melalui berbagai survey yang telah dipasarkan dan digunakan oleh masyarakat Kota
Medan dan Indonesia adalah: Avanza, Innova, Vios, Yaris, Altis, Camry, Rush, Land
Cruiser, Alphard, Fortuner, Dyna, dan Hilux. Namun ada juga beberapa produk
tertentu, seperti: Harrier, Celica, Vellfire, Supra, dan Ist telah digunakan oleh
masyarakat Kota Medan, namun tidak diperoleh dari pasaran Toyota
2.4.4 Pelayanan Toyota yang tersedia di Medan
Pelayanan yang saat ini telah tersedia di Kota Medan, adalah berupa Showroom dan
Toyota Home Service. Showroom, sebagai tempat memamerkan mobil, dan
sekaligus sebagai tempat pemasaran. Adapun fasilitas lain yang tersedia adalah
untuk servis dan perbaikan mobil. Terdapat 4 showroom Toyota di Kota Medan,
yang kesemuanya berupa showroom dan home service seperti yang disebutkan
2.5 TINJAUAN TOYOTA CENTER
2.5.1 Jenis Kegiatan
Jenis Kegiatan yang ada pada Toyota Center ini adalah:
1. Kegiatan Pameran
Kegiatan ini menjadikan Toyota Center sebagai tempat pamer produk Toyota
yang terlengkap, yaitu produk Toyota yang secara resmi dijual di Indonesia
secara khusus di Medan dan produk Toyota yang tidak tersedia di Medan.
2. Kegiatan Penjualan
Kegiatan Penjualan pada Toyota Center ini dimaksudkan akan menjadi Main
Dealer atau agen penjual utama di Kota Medan. Hal ini sehubungan dengan
jumlah dan berbagai jenis produk yang ditawarkan pada Toyota Center ini adalah
terlengkap dan terbesar. Mobil-mobil yang tidak dipasarkan secara resmi dapat
dipesan melalui Toyota Center ini, pelayanan inilah yang belum tersedia pada
Delaer Toyota yang selama ini ada di Kota Medan. Hal ini menyebabkan pembeli
harus mengimpor mobil yang mereka inginkan melalui importir umum. Dengan
adanya kegiatan penjualan yang terlengkap tersebut, maka masyarakat yang
ingin membeli mobil impor produk Toyota dapat dimudahkan.
3. Kegiatan Servis
Kegiatan Servis adalah pelayanan purna jual untuk pelanggan Toyota. Kegiatan
Servis ini berupa pemeriksaan, penggantian suku cadang, perbaikan (mesin dan
Bodi) dan perawatan (mesin dan Bodi).
4. Kegiatan Penjualan Suku Cadang (Spare parts) dan aksesoris
Kegiatan penjualan suku cadang (spare parts) dan aksesoris orisinal yang juga didukung
oleh tempat penyimpanan suku cadang.
5. Kegiatan Penyimpanan Mobil
Kegiatan Penyimpanan Mobil dimaksudkan untuk menyimpan mobil- mobil yang akan
dijual atau ready stock, dan mobil- mobil pesanan pelanggan. Kegiatan penyimpanan ini
tidak berupa kegiatan yang tertutup, melainkan sebagai suatu kegiatan utama yang
6. Kegiatan Hiburan
Kegiatan hiburan yang akan berlangsung pada Toyota Center ini merupakan berbagai
kegiatan yang ditujukan kepada pelanggan Toyota secara khusus dan kepada
masyarakat Kota Medan secara umum. Adapun kegiatan hiburan yang terdapat dalam
Toyota Center ini terbagi dalam:
Kegiatan Makan dan Minum yang akan dilayani dalam sebuah Café
Kegiatan Membaca ( yang bersifat edukatif) kepada setiap pengunjung yang
akan dilayani dalam sebuah perpustakaan khusus Toyota
Kegiatan bermain anak- anak, yang dimaksudkan untuk melayani pengunjung
tidak hanya untuk orang dewasa, namun juga untuk melayani anak- anak.
Permainan anak- anak yang berlangsung pada Toyota Center ini berupa
permainan yang memperkenalkan anak- anak kepada dunia otomotif, seperti
permainan simulator mobil, merakit mobil- mobilan, menyusun puzzle bergambar
mobil dan yang berhubungan dengan otomotif dan sebagainya.
Kegiatan Penunjang yang berlangsung dalam Toyota Center ini adalah kegiatan
pendukung terlaksananya setiap kegiatan dalam bangunan berupa kegiatan
mekanikal, elektrikal dan kegiatan pengelola berupa kegiatan para staff,
penerimaan tamu perusahaan dan kegiatan pimpinan Toyota Center.
2.5.2 Pengunjung
Adapun Pengunjung yang mengunjungi Toyota Center ini adalah:
Pengunjung pameran
Calon pembeli produk Toyota
Pelanggan Toyota (untuk pelayanan purna jual)
Pengunjung sarana hiburan
2.5.3 Fasilitas
Fasilitas yang terdapat pada Toyota Center adalah:
Galeri Pameran ( Ruang Showroom)
Pada Ruang Galeri Pameran ini, juga terdapat tempat pelayanan penjualan produk
yang dipamerkan tersebut.
Service Center
Service Center yang tersedia adalah Bengkel Perawatan Mobil ( Mesin dan
Spareparts dan Accessories Center
Pusat penjualan suku cadang dan aksesoris juga dilengkapi dengan gudang
penyimpanan suku cadang dan aksesoris.
Café
Café sebagai tempat pelanggan bersantai, makan dan minum serta dapat menonton
acara- acara otomotif dan sport dengan fasilitas layar lebar.
Area bermain anak
Fasilitas yang disediakan untuk permainan anak- anak berupa game simulator mobil,
yang akan memperkenalkan anak- anak kepada dunia otomotif.
2.5.4 Kebutuhan Ruang
1. Fasilitas, Nama dan Elemen Ruang
Pada Toyota Center ini akan terdapat fasilitas- fasilitas seperti:
1 FASILITAS NAMA RUANG ELEMEN RUANG
1. Area Showroom Ruang Pamer - Area Display
- Resepsionis
- Lobby
- Area Pemasaran
- Kantor Administrasi
- Area Servis ( Toilet dan
Janitor) Pengelola dan
Pengunjung
- Ruang Resepsionis
- Ruang Administrasi
- Area Bengkel sesuai
dengan aktifitasnya
- Gudang Penyimpanan
peralatan dan bahan
- Area Pengelola Bengkel
dan Area Servis ( Toilet
dan Janitor)
4. Area Hiburan - Café
5. Area Pengelola Ruang Pengelola
Ruang Karyawan
- Staff Administrasi
- Marketing
- Pemeliharaan
- Ruang Rapat
Panel) pada setiap lantai
- Janitor
2. Kegiatan dan Pengguna
NO KEGIATAN PENGGUNA
1. Kegiatan Pameran Mobil - Konsumen
- Pengelola
2. Kegiatan Penjualan Mobil - Pengelola
- Konsumen
3. Kegiatan Perawatan dan Perbaikan Mesin - Mekanik servis
- Pengelola
4. Kegiatan Perawatan dan Perbaikan Chasis dan Bodi - Mekanik servis
- Pengelola
5. Kegiatan Perawatan AC dan Elektrikal - Mekanik
- pengelola
6. Kegiatan Penjualan Suku Cadang - Konsumen
- Pengelola
8. Kegiatan makan, minum dan menonton - Konsumen
- Pelayan
10. Kegiatan bermain anak- anak - Konsumen
11. Kegiatan Pengelola - Pengelola
12. Kegiatan Servis - Pengelola
2.6 STUDI BANDING TOYOTA CENTER
2.6.1 Lexus Gallery
Lexus Gallery ini merupakan sebuah showroom untuk mobil lexus yang merupakan
satu-satunya yang ada di Indonesia. Yang berada di bilangan menteng, Jakarta
pusat. Bangunan ini mempunyai 3 lantai, jika dilihat dari luar maka Gallery Lexus ini
bukan seperti showroom karena tidak adanya sign board lexus. Begitu juga pada
ruang dalam, dimana 70% areanya digunakan untuk kepentingan Tamu, sedangkan
2.6.2 AMLUX
Merupakan showroom Toyota yang terdiri dari 6
lantai. Pada lantai pertama Amlux disebut plaza
yang pintu utamanya menampilkan berbagai mobil
keluaran Toyota, ruang pameran ini dilengkapi
dengan musik live dan terdapat café. Pada lantai
dua disebut gallery yang menampilkan mobil
toyota masa depan, interaktif, pada lantai tiga
terdapat ruang serba guna, ruang pameran mobil, teater, perpustakaan, pada lantai
empat terdapat ruang pamer yang dilengkapi dengan internet, lantai berikutnya
merupakan salon mobil, pada lantai terakhir terdapat Amlux Hall, ruang bersantai
mirip restoran mewah dilengkapi dengan panggung dan tata lampu. Terdapat layar
raksasa di dekat tangga berjalan, yang memberi informasi tentang apa yang
2.6.3 Le Rendez-Vous, Toyota
Le Rendez-Vous merupakan showroom Toyota yang
berada di paris, prancis. Di showroom ini merupakan
tempat dimana desain dari produk-produk Toyota
dipamerkan yang merupakan showroom yang didesain
dengan philosophy dari Toyota itu sendiri. Dimana
desainnya dibuat secara hati-hati sehingga
ruang-ruangnya terlihat harmonis. Di dalamnya terdapat 5 ruangan unik dengan zona yang
berbeda sehingga setiap tahunnya sekitar 1juta orang mendatangi tempat ini.
2.6.4 Mercedes Benz Showroom
Mercedes benz showroom yang terletak di kota
Munich, jerman ini merupakan showroom
Mercedes benz yang terbesar yang pernah ada.
Di showroom ini terdapat semua jenis mobil
mercedes benz. Dimana bangunan ini
mempunyai 6 lantai untuk memamerkan
seluruh koleksinya dan ditambah sebuah tower untuk kantor dari Mercedes benz
2.6.5 Transparent Factory
Transparent factory merupakan sebuah pabrik sekaligus juga sebuah showroom dari
Volkswagen, di bangun pada tahun 1999 dan dibuka pada tanggal 11 desember
tahun 2001. Bangunan ini dibangun di wilayah Dresden, jerman. Bagunan ini
merupakan bangunan modern yang menggunakan bahan kaca dan juga baja
sebagai bahan bangunannya.
Pemakaian bahan kaca sangat mempengaruhi ruang dalam dari bangunan ini,
karena pemakaian bahan kaca sehingga cahaya matahari dapat masuk dan
membuat ruang dalam terlihat terang, sehingga pemakaian energy listrik dapat di
minimalkan. Pemakaian lantai kayu pada bidang seluas 24.000 meter persegi
BAB III
ELABORASI TEMA
3.1 PENGERTIAN TEMA
Arsitektur high tech berasal dari kata arsitektur dan high tech, yang memiliki
pengertian sebagai berikut :
3.1.1 Arsitektur
Arsitektur adalah seni dan keteknikan bangunan, digunakan untuk memenuhi
keinginan praktis dan ekspresif dari manusia-manusia beradab5
Istilah Arsitektur High tech pertama kali muncul pada awal tahun 70-an yang
digunakan para arsitek untuk menyatakan “teknologi alternatif”, sejalan dengan
waktu istilah tersebut semakin umum digunakan, namun arsitek-arsitek High Tech
sendiri lebih memilih menggunakan istilah “teknologi tepat guna”, arsitektur High
Tech mempunyai makna yang berbeda dari industri High Tech, dalam industri high
Tech Bermakna alat elektronik, computer, silicon chip, robot dan sejenisnya,
sedangkan dalam arsitektur bermakna sebagai langgam bangunan. .
Menurut Le Corbusier Arsitektur adalah pengaturan massa yang dilakukan
dengan tepat, penuh pemahaman dan magnifisen. Massa- massa itu disatukan dan
ditonjolkan dalam suatu penyinaran cahaya, kubus, kerucut, silinder, piramid, yang
merupakan bentuk- bentuk primer yang kegunaannya jelas.
Sedangkan menurut Louis I.Khan Arsitektur adalah pemikiran- pemikiran yang
matang dalam pembentukan ruang. Pembaharuan arsitektur secara menerus
disebabkan adanya perubahan konsep ruang.
3.1.2 High Tech
6
Secara ringkas dapat dikatakan pengertian Arsitektur High Tech adalah :
Arsitektur yang mempunyai karakteristik material kaca dan baja, yang mana
kaca merupakan material yang ringan untuk bangunan.
Pada pokoknya mengikuti ekspresi “kejujuran” suatu bangunan.
Biasanya membubuhkan ide-ide tentang produk industri.
Dapat digunakan oleh industri-industri lainnya tidak hanya sebagai
bangunan namun juga sebagai sumber imajinasi.
5
Encyclopedia Britannica
6
Meletakkan fleksibilitas pengguna sebagai prioritas.
Bangunan High Tech lebih mensimbolisasikan dan mempresentasikan
teknologi daripada sekedar menggunakan teknologi yang secara efisien mungkin.
Untuk memberi efek imajinasi pada bangunannya, struktur bangunan harus jujur dan
mempunyai pembenaran yang fungsional. Struktur dan utilitas yang diekspose
merupakan karakter yang paling menonjol dari arsitektur High Tech.
Dalam tulisan Charles Jenks mengenai arsitektur High-Tech,”The Battle of
High-tech; Great Buildings with Great Faults”, dua bangunan High-Tech yang sangat
penting dalam abad ini adalah Hongkong Bank (yang merupakan salah satu karya
masterpiece Norman Foster) dan Lloyd´s of London (Richard Rogers). Karya
arsitektur yang besar namun banyak dipertanyakan, hasil yang memuaskan tapi
seperti boneka, ruang-ruang yang menakjubkan namun satu kegunaan, ekspresi
struktur yang jujur dan mengagumkan namun sangat mahal. Ia juga menuliskan
beberapa hal dasar mengenai High-Tech Bulding, yang di dalamnya terdapat
6(enam) hal penting:
• Inside-out, area servis dan struktur dari suatu bangunan selalu lebih ditonjolkan pada eksteriornya baik sebagai ornamen ataupun sebagai
sculpture.
• Celebration of process, dengan penekanan pada pemahaman konstruksinya, “bagaimana, mengapa, dan apa” dari suatu bangunan, diantaranya hubungan
dari struktur, paku, flanges, dan pipa-pipa saluran, sehingga timbul suatu
pemahaman dari seorang yang awam ataupun seorang ilmuwan. Sebagai
catatan yang ditulis oleh Charles Jenks mengenai Norman Foster, yaitu “ciri
khas dari pekerjaan Norman Foster yang terkesan dapat mengungkapkan
sesuatu yang lebih dari arsitek manapun yaitu dalam penyelesaian dengan
ide-ide cemerlangnya yang mengembangkan suatu rancangan sesuai dengan
zamannya sehingga kegunaan dan tampak bangunan tersebut merupakan
suatu mekanisme yang sempurna.”
• Transparan, pelapis, dan pergerakan, ketiga kualitas keindahan ini hampir selalu ditampilkan secara dramatis tanpa terkecuali. Kegunaan yang lebih luas
saluran, tangga, dan struktur, serta penekanan pada eskalator lift sebagai
suatu unsure yang bergerak merupakan karakteristik dari bangunan High-tech. • Pewarnaan cerah yang merata, pada karya Richard Rogers yaitu bangunan
Pompidou Centre dan Inmos Factory menggunakan warna-warna yang cerah,
begitu juga yang dilakukan para teknisi untuk membedakan perbedaan jenis
struktur dan utilitas, yang akan mempermudah mereka untuk memahami
kegunaan secara efektif.
• A lightweight filigree of tensile members, baja-baja tipis penopang merupakan kolom Doric dari High-Tech Building. Sekelompok kabel-kabel baja penopang
dapat membuat mereka lebih ekspresif dalam pemikiran mengenai penyaluran
gaya-gaya pada struktur.
• Optimistic confidence in a scientific cultrure, bangunan High-Tech adalah janji masa depan dari dunia depan yang menanti untuk ditemukan. Hasilnya lebih mendalam
pada suatu metode kerja, perlakuan pada material, warna-warna dan pendapatan,
dibandingkan dengan prinsip-prinsip komposisi7
3.2 LATAR BELAKANG PEMILIHAN TEMA
Teknologi adalah salah satu bukti nyata bahwa manusia semakin
berkembang dalam ilmu pengetahuan dan penemuan. Salah satu Penerapan
teknologi yang dapat mempermudah dan membantu manusia dalam kehidupan
sehari- hari adalah otomotif. Otomotif adalah ilmu tentang alat transportasi atau
kendaraan bermotor secara khusus di darat. Yang termasuk dalam otomotif adalah
kendaraan roda empat (mobil, truk,dll) dan roda dua (sepeda motor). Otomotif
sendiri selalu berkembang dan berubah sesuai perkembangan kebutuhan manusia.
Dengan demikian dapat disimpulkan perkembangan teknologi adalah jawaban dari
perkembangan kebutuhan manusia.
.
Toyota yang merupakan perusahaan otomotif secara khusus produsen Mobil, memiliki
filosofi “moving Forward”, yang diartikan sebagai selalu terdepan. Filosofi ini diterapkan
dalam perkembangan teknologi pada produk Toyota sendiri. Otomotif yang sarat akan
teknologi; dan Toyota yang memiliki filosofi untuk menjadi yang terdepan adalah alasan
pemilihan tema dalam perancangan bangunan Toyota Center ini. Dengan menerapkan
Arsitektur Hi Tech dalam perancangan bangunan ini akan mencerminkan sifat dari otomotif
dan filosofi produk Toyota sendiri.
7
Gambar. jembatan Beat Coalbrookdale
Gambar. gedung Seagram 3.3 INTERPRETASI TEMA
3.3.1 Ciri arsitektur High Tech
Ciri-ciri arsitektur High Tech:
• Penggunaan material kaca dan metal
• Harus merupakan kejujuran ekspresi bangunan
• Mengandung ide-ide yang didapat dari produksi industri
• Menggunakan industri,kecuali industri bangunan sebagai sumber teknologi dan
Informasi
• Mengutamakan penggunaan fleksibilitas ruang
3.3.2 Sejarah singkat High Tech
Terdapat 2 historis penggunaan
perspektif jangka panjang dan jangka pendek,
200 tahun dan 20 tahun. Untuk perspektif
jangka panjang kita kembali pada tahun 1779
dan konstruksi jembatan besi yang pertama di
sungai Severn di Coalbrookdale, yang
merupakan struktur pabrikasi metal, yang
dilengkapi dengan keterbukaan dalam
pemakaian material dan bentuk strukturnya
tetapi didesain sebagus mungkin untuk kemewahan dan kepraktisan dalam masa yang lama
untuk itu diberi nama “struktur High Tech yang pertama”8
Pada saat pertengahan abad ke-20 adalah saat untuk menetapkan alternatif lain dari
penekanan utama model bangunan, karakter material pada
gerakan modern diutamakan pada beton bertulang, material dari
Arsitektur High Tech mengacu pada pencegahan Mies Vande
Rohe, tentu saja pengecualian, tetapi teknologi bangunan tidak
pernah menjadi perhatian utamanya. Yang paling popular dari
semua konstruksi detail Mies adalah dekorasi baja pada gedung
Seagram building mempunyai ketidak jujuran dari Arsitektur
High Tech yang paling disesalkan.
Sketsa perspektif dari Sain Elia`s Citta Nuova adalah
salah satu dari semua yang merupakan awal dari
yang memperindah beton, baja dan kaca, yang memberikan ekspresi luar yang
dramatis pada menara lift, balok penompang jembatan dan tempat berjalan yang
ditinggikan.
Richard Rogers mengemukakan “kita tidak akan lama mempercayai monumen yang
statis dan berat, serta diperkaya dengan perasaan kita dengan selera yang ringan, mudah
ditempatkan dan praktis”9
• Lebih dari sekedar metafora
3.3.3. Fungsi dan Representasi
Eksponen High Tech seperti pionir-pionir modernisme pada tahun 1920-an,
percaya bahwa ada sesuatu “semangat abad ini” dan arsitektur mempunyai
tanggung jawab moral untuk mengekspresikan semangat itu. Semangat abad ini
menurut arsitek High Tech sejalan dengan kemajuan teknologi. Arsitektur harus ikut
berpartisipasi didalamnya dan mempergunakan teknologi itu termasuk teknologi
industri, transportasi, komunikasi, penerbagan dan perjalanan luar angkasa.
Arsitektur High Tech melihat arsitektur sebagai sebuah cabang teknologi
industri. Mereka berharap bahwa bangunan mereka menjadi penentu terhadap
penampilan dengan kriteria yang sama seperti alat-alat kehidupan sehari-hari,
mereka ingin bangunan itu fungsional dan efisien, tidak artistic atau simbolik.
Namun ada sesuatu yang bertolak belakang disini arsitektur kelihatannya tidak
akan pernah benar-benar fungsional, bagaimanapun kerasnya usaha yang dilakukan
arsitektur High Tech dengan begitu tidaklah dapat dikatakan murni fungsional dan
tidak pula murni representasional. Ada sebuah artikel arsitektur High Tech yang
menyatakan bahwa ada suatu pembatasan fungsional untuk sebuah rancangan.
Le Corbuser menggambarkan rumah sebagai sebuah mesin untuk ditinggali,
namum ia membangun rumah-rumah dengan teknologi yang primitif, dan sama
sekali tidak kelihatan sebagai mesin.
Bangunan High Tech memang kelihatan seperti mesin, mesin adalah
• Sebuah sumber teknologi dan imajinasi
• Mesin-mesin biasanya digunakan untuk produksi massal • Bergerak atau dapat dipindah-pindahkan
9
Gambar. gedung Lloyd´s of London
• Terbuat dari material sintesis seperti metal, kaca dan plastic
Karakteristik ini menjadi sumber referensi dari arsitektur high Tech.
Jika dilihat pada Pusat Visualisasi Seni Sainsbury oleh Norman Foster atau Brewery
di Bory St.Edmunds, kedua bangunan ini mempunyai fungsi yang berbeda sebuah galeri
seni dan sebuah gudang, tapi keduannya sederhana, proporsi yang baik dari kotak metal
yang membuat tidak ada beda walaupun lokasinya berlainan. Bangunan tersebut seperti
sebuah alat, nyatanya bentuk mereka tidak muncul dari detil artikulasi aktivitas rumah,
namun begitupun bangunan itu hasil dari teknologi konstruksi, sejauh mana diharapkan bisa
memberikan kesan seperti mesin, sulit untuk dijelaskan fungsi dan penampakan arsitektur
dan rekayasa adalah seimbang.
3.3.4. Struktur dan Zona Servis
Struktur yang diekspose dari zona servis yang
diekspose adalah 2 penampakan yang membanggakan dari
arsitektur High Tech, meskipun tidak semua arsitektur High
Tech mengekspose struktur dan servis bangunan. Hal ini
dapat dilihat pada perbedaan gaya dan arsitektur High Tech
Inggris terkenal yaitu Norman Foster dan Richard Rogers.
Rogers sangat suka meletakkan pipa-pipa dan saluran
diseluruh fasade bangunan, meskipun mengakibatkan setiap
orang harus berpisah-pisah, terlindung dari
elemen-elemen, namun memudahkan pemeliharaan. Jadi tetap ada
suatu pembatas fungsional. Disamping itu Rogers juga
tetap mengambil efek-efek Picturesque, dimana permainan cahaya dan bayangan sama
pentingnya.
Foster sebaliknya hampir tidak pernah mengekspose saluran-saluran servis, tepatnya
tidak diluar bangunan, ia memilih untuk menempatkannya pada langit-langit gantung atau
lantai yang ditinggikan.
Namun karya keduanya tetap ditandai dengan struktur yang kuat dan ekspresif,
khususnya struktur baja. Baja adalah satu dari banyak material bangunan yang tahan
tarikan. Memberikan Arsitektur High Tech kesempatan untuk mendramatisasi fungsi
teknologi dari elemen bangunan. Tidaklah mengejutkan bahwa baja tarik dapat
3.3.5. Ruang dan Fleksibilitas
Berbagai elemen dari bangunan High Tech diantaranya dapat disebutkan seperti :
• Kekuatan dari struktur baja
• Keluwesan permukaan yang mengagumkan
• Pipa-pipa dan penghawaan udara yang diekspose
• Memperhatikan ekspresi kekuatan dan fungsi teknologi
• Bentuk dari keseluruhan bangunan yang sering tidak mengespresikan kegunaan
bangunannya
• Moulding ruangan, dimana dimaksudkan sehingga pola atau efek visual tidak pernah menjadi permasalahan dalam Arsitektur High Tech
Isu tentang ruang telah digantikan oleh isu tentang teknologi untuk fleksibilitas (dalam
High Tech Arsitektur) ide tersebut tertuang dalam ikatan “Omniplate”. Apa yang kita
bicarakan, kata arsitek High Tech bukanlah soal permukaan sebuah ruang atau hall,atau
ruangan-ruangan antara tapi sebuah zona servis, diluar atau didalam. Kemungkinan
pengguna dari Zona ini adalah memaksimalkan manfaat berbagai jenis fasilitas seperti
udara, panas, cahaya, energi dan elemen pelengkap seperti partisi dalam sebuah grid biasa.
3.3.6. Arsitektur High Tech dan Kota
Tiga bangunan High Tech terpenting yaitu Center Pompidou, Lloyd dan Hong Kong
Bank adalah bangunan ditengah kota dan arsiteknya telah menyatakan bahwa konteks
perkotaan telah memberikan efek yang besar pada desain mereka. Meskipun demikian
adalah benar untuk mengatakan bahwa kepedulian kota, manipulasi ruang, tidak merupakan
suatu elemen utama dalam filosofi High Tech.
Ada alasan lain mengapa perkotaan bukan elemen utama filosofi High Tech dan itu
berhungan erat dengan masalah yakni :
• High Tech melihat ke depan
• Arsitekturnya oktimistik percaya dari kemajuan dari industri dan teknologi
• Lebih mempercayai penemuan dari tradisi
• Pengaturan sementara dari ruang permanent (fleksibilitas)
• Kemampuan untuk mengendalikan lingkungan daripada beradaptasi dengan lingkungan
• High Tech lebih anti Urban-Style, tidak seperti kota yang berhubungan erat dengan tradisi kesinambungan dan sejarah
• Bangunan High tech biasanya memperlihatkan kota secara revolusioner, bukan tradisional. Jika sebuah kota yang sempurna dibangun akan menjadi suatu yang abstrak, penuh dengan
Gambar. Spektrum karakteristik ada kaca 3.3.7. Dampak Bangunan Berdinding Kaca
Salah satu ciri High Tech adalah pemakaian kaca sebagai selubung bangunan, ada
semacam kesangsian mengenai dampak negative bangunan dengan kaca sebagai dinding
luar.
Pertama, terhadap lingkungan sekitar bangunan, misalnya timbulnya efek silau,
kumulasi panas sekeliling gedung dan kemungkinan adanya pantulan bising oleh bidang
kaca tersebut.
Kedua, terhadap lingkungan interior atau di dalam bangunan. Sinar matahari yang
masuk ke dalam bangunan baik untuk kesehatan, juga mengurangi beban pencahayaan,
namun terlalu banyak cahaya dapat menambah “solar heat gain”, sehingga meningkatkan
beban pendingin (energi untuk AC bertambah). Pada gedung tinggi tambahan beban
pendingin ini bisa melebihi pengurangan terhadap beban pencahayaan.
3.3.8. Transmisi Radiasi Lewat Kaca
Kaca menstransmisikan radiasi matahari dengan panjang gelombang antara 300-2800 mm
dengan distribusi spectral.
Keistimewaan kaca adalah sifatnya yang tidak dapat ditembus radiasi gelombang panjang
yang berasal dari sumber panas suhu rendah, tetapi bersifat transparan terhadap radiasi
gelombang pendek dari cahaya matahari. Radiasi matahari yang diterima oleh kaca dalam
bangunan memanasi benda-benda yang ada di dalam bangunan menjauhkan sumber panas
suhu rendah dan memancarkan radiasi gelombang panjang. Namun sifat dinding kaca yang
tidak dapat tertembus radiasi gelombang panjang maka gelombang radiasi yang
dipancarkan ini menjadi “terkurang” di dalam ruangan mengakibatkan suhu ruangan
meningkat. Gejala ini disebut “efek rumah kaca”. Bila kaca dikenai radiasi matahari, maka
energi yang ditransmisikan =energi yang datang x koefisien transmisi – energi yang
Gambar. efek rumah kaca Gambar. variasi koefisien terhadap
sudut datang
Koefisien refleksi ini berubah sesuai dengan susut datangnya matahari.
Dengan mengetahui jumlah energi yang diserap dan yang diteruskan maka intensitas radiasi
total lewat kaca dapat diperoleh.
Dengan mengetahui jumlah energi yang diserap dan yang diteruskan maka intensitas radiasi
total lewat kaca dapat diperoleh.
Kaca warna lebih sedikit memantulkan dan meneruskan energi dibanding dengan kaca
bening, namun menyerap lebih banyak panas.
Tabel. Proporsi energi matahari.
Jenis kaca Pemantulan Penerusan Penyerapan
Kaca polos 8 % 77 % 15 %
Kaca warna 5 % 45 % 50 %
Untuk menghitung energi total yang masuk ke kaca harus diperhitungkan pula pengaruh
radiasi langsung dan radiasi difus, untuk menghitungnya dapat digunakan factor radiasi
matahari. Faktor radiasi matahari untuk berbagai jenis kaca.
Tabel.posisi peneduh dan jenis pelindung.
Posisi peneduh dan jenis pelindung terhadap radiasi matahari Factor Radiasi matahari (SF)
untuk jenis kaca
Peneduh jenis pelindung terhadap radiasi matahari Tunggal Dobel
Tanpa
Tanpa (kaca polos) 0,76 0,64
Kaca pengisap panas,
tipis
0,51 0,38
Kaca pengisap panas,
padat
0,39 0,25
Kaca lapis lak, abu-abu 0,56 -
Kaca pemantul panas,
warna emas
0,26 0,25
Peneduh dalam
Kerai plastic tenun terbuka
hijau
0,62 0,56
Venetian blind, putih 0,46 0,46
Tirai katun, putih 0,41 0,40
Holland linen blind, krem 0,33 0,30
Peneduh luar
Kerai plastic tenun hijau
tua
0,22 0,17
Canvas roller blind 0,14 0,11
Louvred sunbreaker putih,
bilah bersudut 45 derajat
Gambar. panjang daerah silau
Dark green miniature
louvred blind
0,13 0,10
Pada tabel di atas terlihat bahwa:
1. Pemakaian kaca polos bisa tanpa pelindung meneruskan kalor radiasi matahari sebanyak
76-78% dari energi panas yang datang. Dengan kaca dobel penerus kalor ini dapat
dikurangi sebanyak 20% dibandingkan dengan kaca bening tunggal.
2. Pemakaian kaca pengisap panas (heat absorbing glass) bisa mengurangi 40-41%.
3. Kaca pemantul panas (heat reflecting glass)bis mengurangi energi kalor yang diteruskan
hingga 66% dibandingkan dengan diteruskan oleh kaca polos biasa.
4. Pemakaian sunscreen mengurangi transmisi kalor sebanyak 42%
5. Alat peneduh luar seperti sun shading mengurangi energi transmisi sebesar 80%.
Kaca juga memberikan efek silau jika terkena cahaya matahari, semakin tinggi dari
permukaan tanah suatu bangunan makin panjang daerah yang terkena silau.
3.3.9. Pengaruh Bangunan Kaca Pada Lingkungan
Kaca reflektif nampaknya menjadi bahan finishing eksterior bangunan. Kaca tidak lagi
semata-mata digunakan sebagai sarana ruangan penerangan bangunan, melainkan
mempunyai peran yang lebih luas yaitu sebagai pembungkus kulit bangunan, penyelesaian
bangunan dengan selaput kaca reflektif dianggap memberi perubahan yang besar terhadap
AC sehingga membutuhkan energi yang relative besar.
3.3.10. Upaya mengurangi Dampak
Berdasarkan pengetahuan sifat-sifat bahan kaca serta merujuk kepada hasil penelitian
terhadap bangunan kaca, maka upaya untuk mengurangi negatif bangunan kaca yaitu:
1. Efek silau
• Penempatan dinding kaca sesuai orientasi dinding
• Jangan mengunakan kaca refleksi, tapi gunakan kaca pengisap panas dengan kaca dobel
2. Efek panas sekitar bangunan
• Efek kenaikan panas terjadi pada jarak 7 meter dari bangunan kaca
• Pada jarak 25 meter dinding kaca tidak ada kenaikan suhu udara
• Gangguan panas ini relative kecil apalagi hanya terjadi pada ketinggian maksimal 1,5
meter sehingga dapat diabaikan
• Buat vegetasi di sekeliling bangunan kaca dengan tinggi tanaman kuran lebih 1,5 meter 3. Efek pantulan bunyi : sangat kecil sehingga dapat diabaikan dengan menanam vegetsi
disekeliling bangunan
Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dalam :
1. Peningkatan panas dalam bangunan sehingga menambah beban AC
• Pemakaian kaca dobel (mengurangi 20% transmisi panas)
• Pemakaian kaca pengisap panas
• Penggunaan alat peneduh dalam
• Penggunaan alat peneduh luar,sun shading yang menghalangi radiasi matahari, tetapi
meneruskan cahaya langit
• Pemilihan kaca khusus yang memiliki factor trsansmisi radiasi cahaya matahari kecil tetapi transmisi cahaya besar
• Memadukan kaca pengisap panas dobel, peneduh dalam dan luar, dengan tetap
memperhatikan aspek arsitektonis dan estetis.
2. Efek suhu ke dalam bangunan
• Gunakan kaca warna
• Gunakan sunscreen/sun shading dengan pertimbangan arsitektural
3. Penetrasi bising ke dalam bangunan
• Dinding kaca kedap suara
• Kaca dobel
4. Pengamanan terhadap bahaya kebakaran
• Penggunaan jenis kaca khusus tahan api, misalnya wireglaa, tempered glaa, laminated
glass
• Pemasangan sarana proteksi kebakaran otomatis
• Adanya bagian dinding kaca yang dapat dibuka 5. Pencegahan terhadap penetrasi air dan udara
• Pemilihan jenis dan ketebalan kaca
• Desain dan perencanaan system pemasangan yang baik
• Pelaksanaan dilapangan oleh tenaga ahli yang berpengalaman
Penggunaan baja pada bangunan high-tech sebagai elemen struktur yang
mendukung seluruh beban bangunan termasuk pada struktur atap merupakan salah
satu representasi tema pada bangunan. Menampilkan elemen struktural baja secara
jujur.
Gambar Penggunaan Baja (BMW Welt Building)
Baja Stainless
Baja stainless merupakan baja paduan yang mengandung minimal 10,5% Cr. Sedikit
baja stainless mengandung lebih dari 30% Cr atau kurang dari 50% Fe. Karakteristik
khusus baja stainless adalah pembentukan lapisan film kromium oksida (Cr2O3).
Lapisan ini berkarakter kuat,tidak mudah pecah dan tidak terlihat secara kasat mata.
Lapisan kromium oksida dapat membentuk kembali jika lapisan rusak dengan
kehadiran oksigen. Pemilihan baja stainless didasarkan dengan sifat-sifat
materialnya antara lain ketahanan korosi, fabrikasi, mekanik, dan biaya produk.
Penambahan unsur-unsur tertentu kedalam baja stainless dapat dilakukan dengan
tujuan untuk mendapatkan keriteria baja yang diinginkan.
Umumnya berdasarkan paduan unsur kimia dan presentasi baja stainless dibagi
menjadi lima katagori[4]. Lima katagori tersebut yaitu : • Baja stainless martensitik.
• Baja Stainless austenitik
• Baja stainless dupleks
• Baja stainless pengerasan endapan
Tema pada Toyota Center adalah Arsitektur High Tech. pemilihan Arsitektur High Tech pada
proyek ini dimana Toyota sebagai sebuah produsen mobil, yang mana mobil itu dibuat
berdasarkan teknologi terkini. Dimana teknologi itu sendiri selalu berubah-ubah sehingga
bangunan ini sangat cocok jika menggunakan arsitektur high tech. Dan sebagai sebuah
tempat berfungsi sebagai bangunan yang komersil dan juga sebagai tempat hiburan maka
tempat ini memerlukan suatu desain pada bangunan yang menarik, agar menimbulkan
ketertarikan pada orang yang datang dan juga yang melakukan aktifitas
didalamnya.bangunan dari Toyota Center ini harus dapat mewakili citra dari Toyota itu
sendiri.
3.5. Studi Banding Tema Sejenis
3.5.1 Faculty of Law, University Of Cambridge
Berlokasi di Sidqwick Avenue Camous
tepat disebelah James Stirling`s 1967
perpustakaan fakultas sejarah.
Bangunan rancangan Foster ini paduan
rancangan modern yang mahir dan
menghargai lingkungan yang ada.
Bangunan ini terdiri dari perpustakaan
hukum, 5 auditorium, ruang seminar,
kantor administrasi. Bangunan ini berupa
lekukan kaca. Pada bangunan ini
dirancang meminimalkan penggunan
energi listrik dengan hanya pada bagian
bawah ruangan kuliah diberi AC.
Perhitungan yang hati-hati terhadap
sudut matahari sehingga pada musim
panas pun keadaan ruangan sangat
menyenangkan.
Bangunan ini menyerupai potongan suatu bentuk
denganpintu masuk dan ruang resepsionis pada sisi
yang terpotong tersebut, timbunan buku yang
menumpuk dipadukan dengan ruang yang fleksibel