• Tidak ada hasil yang ditemukan

Toyota Center (Architecture Hightech)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Toyota Center (Architecture Hightech)"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

(1)

TOYOTA CENTER

ARSITEKTUR HIGHTECH

LAPORAN PERANCANGAN

TKA - 490 - STUDIO TUGAS AKHIR

SEMESTER B TAHUN AJARAN 2008/2009

Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur

Oleh :

SYAFIZ HARSONO

0 4 0 4 0 6 0 50

DEPARTEMEN ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

(2)

TOYOTA CENTER

(ARSITEKTUR HIGHTECH)

O l e h

SYAFIZ HARSONO 040406050

Medan, Juni 2009 Disetujui oleh,

Pembimbing I Pembimbing II

Ir. Morida Siagian, MURP Ir. Samsul Bahri, MT

(NIP: 131572872) (NIP: 132126840)

(Ketua Departemen Arsitektur FT- USU)

Ir. Dwi Lindarto Hadinugroho,MT

(3)

TOYOTA CENTER

LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 – STUDIO TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2008/2009

Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur

oleh

SYAFIZ HARSONO 040406 - 050 Pembimbing A

Ir. MORIDA SIAGIAN, MURP Pembimbing B

Ir. SAMSUL BAHRI, MT

DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK

(4)

SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK AKHIR

( SHP2A )

Nama : Syafiz Harsono

NIM : 040406050

Judul Proyek Akhir : Toyota Center Tema Proyek Akhir : Arsitektur Hightech

Rekapitulasi Nilai :

Nilai akhir A B+ B C+ C D E

Dengan ini mahasiswa bersangkutan dinyatakan :

(5)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan ke khadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridho-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan seluruh proses penyusunan Laporan Tugas Akhir ini, sebagai syarat yang diwajibkan setiap mahasiswa untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik. Salawat dan salam saya panjatkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW.

Proses panjang dan penuh suka dan duka dalam mengerjakan tugas akhir ini tidak bisa dilalui tanpa dukungan do’a dan semangat dari kedua orang tua saya yang dengan ketulusan dan keikhlasan memberikan dukungan moral dan spiritual, serta kedua adik saya tidak lupa juga buat kekasih hatiku Ostovia RJH dan semua teman seangkatan serta teman-teman seperjuangan di Tugas Akhir.

Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

• Ibu Ir. Morida Siagian, MURP sebagai Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan yang sangat berarti pada rancangan saya, mengembangkan wawasan dan pandangan saya,

• Bapak Ir. Samsul Bahri, MT sebagai Dosen Pembimbing II yang telah memberikan saran, masukan dan ide yang sangat berguna terhadap rancangan saya,

• Bapak Ir. Dwi Lindarto Hadinugroho, MT selaku Ketua Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dan koordinator Tugas Akhir,

• Ibu Amy Marisa, ST, Msc yang pada awal Tugas Akhir menjadi pembimbing II yang memberikan semangat,

• Para staf Tata usaha yang telah ikut membantu proses pengerjaan tugas akhir.

Saya menyadari bahwa laporan masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saya menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semuanya.

Medan, Juni 2009

(6)

DAFTAR ISI

Halaman Halaman Judul Luar

LEMBARAN PENGESAHAN 1.7 Sistematika Penulisan Laporan 6 BAB 2 DESKRIPSI PROYEK 7 2.1 Data Umum 7 2.2 Pendekatan Pemilihan Tapak dan Lokasi 7 2.2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi 7 2.2.2 Alternatif Lokasi Tapak 9 2.2.3 Pemilihan Lokasi Tapak 13 2.2.4 Deskripsi Lokasi Sebagai Tapak Perancangan 14 2.3 Tinjauan Toyota Center 15 2.3.1 Arti Kata Toyota Center 15 2.3.2 Pengertian 15 2.4 Tinjauan Toyota 16 2.4.1 Sejarah Toyota 16 2.4.2 Produk Toyota berdasarkan jenisnya 19 2.4.3 Toyota di Indonesia, secara khusus di Medan 28 2.4.4 Pelayanan Toyota yang tersedia di Medan 28 2.5 Tinjauan Toyota Centre 29 2.5.1 Jenis Kegiatan 29 2.5.2 Pengunjung 30 2.5.3 Fasilitas 30 2.5.4 Kebutuhan Ruang 31 2.6 Studi Banding Toyota Center 34 2.6.1 Lexus Gallery 34 2.6.2 Amlux 35

2.6.3 Le Rendez-Vous, Toyota 36

2.6.4 Mercedes Benz Showroom 36

(7)

BAB 3 ELABORASI TEMA 39

3.1 Pengertian Tema 39

3.1.1 Arsitektur 39

3.1.2 HighTech 39

3.2 Latar Belakang Pemilhan Tema 41

3.3 Interpretasi Tema 41

3.3.1 Ciri Arsitektur Hightech 41

3.3.2 Sejarah Singkat HighTech 42

3.3.3 Fungsi dan Representasi 43

3.3.4 Struktur dan Zona Servis 44

3.3.5 Ruang dan Fleksibilitas 45

3.3.6 Arsitektur Hightech dan Kota 45

3.3.7 Dampak Bangunan Berdinding Kaca 46

3.3.8 Transmisi Radiasi Lewat Kaca 46

3.3.9 Pengaruh Bangunan Kaca pada Lingkungan 49

3.3.10 Upaya Mengurangi Dampak 50

3.3.11 Penerapan Penggunaan Baja pada Bangunan 51

3.4 Keterkaitan Tema dan Judul 52

3.5 Studi Banding Tema Sejenis 53

3.5.1 Faculty of Law 53

3.5.2 Lycee Albert Camus 54

3.5.3 The Reichstag (Gedung Parlemen), Jerman 55

BAB 4 ANALISA 57

4.1 Analisa Fisik/ Tapak dan Lingkungan 57

4.1.1 Lokasi Tapak dan Lingkungan 57

4.1.2 Kondisi Eksisting Tapak 57

4.1.3 Tata Guna Lahan Sekitar Site 58

4.1.4 Lingkungan Sekitar Site 58

4.1.5 Luasan Site, GSB, KDB dan KLB 59

4.1.6 Analisa Vegetasi 60

4.1.7 Analisa Kebisingan 61

4.1.8 Analisa Matahari 61

4.1.9 Analisa Penerangan 62

4.1.10 Analisa View 62

4.1.11 Sirkulasi 63

4.1.12 Skyline 64

4.2 Analisa Non- Fisik/ Fungsional 65

4.2.1 Analisa Ruang 66

4.2.2 Analisa Pengguna dan Kegiatan 69

4.2.3 Analisa Kebutuhan Ruang 72

4.2.4 Organisasi Ruang 77

4.3 Analisa Suasana Ruang 78

4.3.1 Analisa Pengendalian Kebisingan 78

4.4 Analisa Teknologi 80

4.4.1 Analisa Struktur dan Konstruksi 80

4.5 Analisa Utilitas 83

4.5.1 Sistem Pencahayaan 83

(8)

4.5.4 Sistem Distribusi Listrik 87

4.5.5 Sistem Komunikasi 87

4.5.6 Sistem Sanitasi dan Pemipaan 88

4.5.7 Pengangkutan Vertikal 89

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

5.1 Konsep ruang luar 91

5.1.1 Peletakan Massa Bangunan 92

5.1.2 Parkir dan Sirkulasi 92

5.1.3 View dan Orientasi 92

5.2 Konsep ruang dalam 93

5.3 Konsep Struktur 93

5.4 Konsep Bahan Bangunan 94

LAMPIRAN

Lampiran 1 Gambar Perancangan

Lampiran 2 Gambar Sketsa Suasana (Interior) Lampiran 3 Foto Maket (Eksterior)

(9)

DAFTAR TABEL

BAB II

Tabel 2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi ... ... 7

Tabel 2.2 Wilayah Pembangunan Kota Medan ... ...8

BAB III

Tabel Proporsi Matahari ... 48

Tabel Posisi dan Jenis Pelindung...48

BAB IV

Tabel 4.2.3 Analisa Kebutuhan Ruang ... ....72-77

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Peta Wilayah Pengembangan Kota Medan ... 9

Gambar Jenis Mobil Toyota ... 19-28 Gambar Lexus Gallery ... ... 34

Gambar AMLUX ... 35

Gambar Le Rendez-Vous, Toyota ... 36

Gambar Mercedes Benz Showroom………..………. 36-37 Gambar Transparent Factory ...………...………. 38

Gambar Jembatan Beat Coalbrookdale ... 42

Gambar Gedung Seagram ... 42

Gambar Gedung Lloyd’s of London... 44

Gambar Penggunaan Baja ... 51

Gambar Faculty of Law ………. 53

Gambar Lycee Albert Camus ... 54

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan sebuah Negara yang sedang berkembang. Setelah krisis

ekonomi pada tahun 1998, Indonesia berjuang keluar dari krisis ekonomi. Di era globalisasi

ini kebutuhan masyarakat semakin meningkat salah satunya merupakan kebutuhan akan

sarana transportasi. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi sangat besar,hal ini

terbukti dari data yang didapatkan dari hasil penjualan kendaraan bermotor pada tahun

2003, 2004 dan 2005 mengalami peningkatan. Hal ini mengindikasikan walaupun Indonesia

masih berusaha keluar dari krisis moneter sejak tahun 1998 tidak mengurangi pemenuhan

kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi. Itu sebabnya bisnis otomotif sangat

berkembang pesat. Otomotif yang merupakan suatu bidang atau ilmu yang mempelajari

atau mencakup alat transportasi darat yaitu mobil dan sepeda motor1

Di Indonesia sendiri banyak terdapat merk-merk mobil yang beredar, setiap merk

dipegang oleh masing-masing Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Saat ini ada 23

ATPM yang memegang merek mobil yang beredar di Indonesia .

2, seperti Honda, Toyota,

Suzuki, Chevrolet, Daihatsu, Nissan, Volkswagen, Mercedes Benz, BMW, dan lain- lain.

Toyota sebagai salah satu pesaing dalam bisnis otomotif secara khusus, mobil-mobil

keluaran Toyota termasuk dalam kategori terjangkau untuk masyarakat secara luas. Saat ini

Toyota merupakan merk mobil yang sangat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Penjualan Toyota pada tahun 2008 ini mencapai 212.150 unit yang merupakan penjualan

tertinggi Toyota3

Berkembangnya inovasi, teknologi serta berbagai tipe kendaraan yang dikeluarkan

oleh Toyota mendorong produsen kendaraan itu sendiri untuk mempromosikan berbagai

kelebihan produk-produk yang dimilikinya, dengan tujuan konsumen agar lebih paham akan

berbagai informasi terkini yang berkaitan dengan produk, berbagai kelebihan dan teknologi

yang digunakan maupun kemudahan dan jaminan yang diberikan oleh Toyota. Hal ini . Pada saat terjadi krisis global dan trend pasar otomotif yang menurun

justru penjualan Toyota meningkat. Toyota merupakan jaminan mutu kendaraan bermotor

yang memiliki kelas tersendiri. Toyota sendiri merupakan salah satu perusahaan otomotif

terbesar di dunia, khususnya pada kategori Passanger Car (mobil penumpang). Dengan

nama besar Toyota selalu diimbangi dengan daya tahan produk yang sangat tinggi, jaminan

purna jual yang baik dan keamanan dan kenyamanan.

1

Wikipedia, Ensiklopedia Bebas

2

(12)

diwujudkan dengan suatu ruang pamer (showroom) yang representatif sebagai media untuk

menyampaikan informasi tersebut kepada konsumen.

Keberadaan showroom untuk mewadahi kebutuhan dan pelayanan terhadap

konsumen tidaklah cukup, karena harus didukung oleh keberadaan bengkel, yang menjadi

persyaratan mutlak yang diberikan ATPM kepada perusahaan pemegang lisensi yaitu

sales, service, dan spare parts. Penerapan konsep 3S diharapkan akan memberikan

kepuasan kepada konsumen.

Showroom Toyota hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan

penjualan mobil. Tetapi Toyota Center ini akan dibuat berbeda dengan showroom Toyota

biasanya. Produk Mobil yang dipamerkan beserta fungsi hiburan menjadi fokus utama.

Selain Showroom yang akan direpresentasikan seperti sebuah Gallery Mobil Produk

Toyota. Dengan adanya galeri yang memamerkan produk Toyota yang lengkap, maka

produk- produk Toyota yang selama ini tidak disediakan atau dijual oleh dealer Toyota

secara resmi berupa mobil import dengan merk Toyota, akan dapat dipamerkan dan

diperjual belikan kepada masyarakat Kota Medan. Di Toyota Center ini yang menjadi

prioritas adalah pengunjung, terutama pelanggan Toyota. Toyota Center akan dihadirkan

untuk melayani kegiatan pengunjung yang beragam, mulai dari sekedar melihat produk yang

dipamerkan, penjualan produk baik mobil ataupun suku cadang dan aksesoris, pelayanan

purna jual berupa servis atau salon mobil, dan juga menghadirkan café dengan brand

Toyota untuk melayani kegiatan pengunjung yang bersantai dan dilengkapi fasilitas untuk

menonton berbagai pertandingan olahraga seperti balap F1, A1 atau pertandingan olahraga

lainnya. Untuk memperkenalkan lebih lagi kepada masyarakat mengenai Toyota, maka akan

dihadirkan sebuah area perpustakaan Toyota yang di dalamnya menyajikan buku- buku

tentang catatan sejarah, produk, atau hal- hal lainnya mengenai Toyota. Kegiatan lain yang

akan dilayani dalam Toyota Center ini adalah kegiatan untuk anak- anak berupa area

bermain anak yang lebih menekankan pada perkenalan otomotif pada anak- anak.

Dengan menjadikan pengunjung, baik anak- anak dan dewasa ( orangtua) sebagai

prioritas pelayanan Toyota Center ini, sesuai dengan image Toyota yang telah dikenal oleh

masyarakat yang telah mencoba menyajikan produk- produk yang terjangkau untuk

berbagai lapisan masyarakat. Toyota Center ini dipandang perlu untuk kebutuhan kota

Medan, sebab Kota Medan yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia masih

membutuhkan sarana hiburan yang juga bersifat edukatif. Diharapkan dengan hadirnya

Toyota Center ini dapat menambah sarana hiburan sekaligus dapat menambah wawasan

(13)

1.2 TUJUAN DAN MANFAAT

Adapun tujuan dan manfaat perencanaan dan perancangan Toyota Centre ini

adalah:

• Menyediakan suatu tempat dimana seluruh produk mobil Toyota terdapat didalamnya dan memudahkan konsumen dalam pembelian, perawatan,

perbaikan serta asesoris mobil.

• Memberikan fasilitas hiburan baik yang berhubungan dengan otomotif ataupun tidak bagi masyarakat Kota Medan, secara khusus bagi pelanggan

Toyota.

• Menjadikan Toyota Center sebagai main dealer Toyota di Kota Medan.

• Membuat proyek Toyota Center ini sebagai sebuah Landmark di daerah sekitarnya.

• Sebagai tempat pengenalan informasi teknologi Toyota kepada masyarakat.

1.3 PERUMUSAN MASALAH

Masalah yang terdapat dalam merancang Toyota Center ini adalah:

• Bagaimana menerapkan inovasi dan teknologi yang tinggi yang sesuai dengan karakter Toyota ke dalam bangunan

• Bagaimana membuat jalur sirkulasi baik ruang dalam maupun ruang luar yang efektif

• Bagaimana membuat bentukan massa yang sesuai dengan tema High Tech.

1.4 METODE PENDEKATAN

Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang akan dihadapi dalam proses

perencanaan dan perancangan Toyota Centre dilakukan berbagai pendekatan

desain:

(14)

• Mencari dan menerapkan standar ruang untuk fasilitas yang akan dibuat dari data yang diperoleh

• Mencari dan mempelajari berbagai studi banding proyek dan tema sejenis yang diambil dari internet

• Melakukan survey lapangan untuk mengetahui kodisi site dan potensi yang dapat diambil untuk proyek ini.

1.5 LINGKUP DAN BATASAN PROYEK

Batasan-batasan lingkup kajian yang akan dibahas dalam kasus proyek ini adalah

bagaimana mengembangkan berbagai konsep dalam merencanakan dan

merancang sebuah Toyota Centre. Lingkup pembahasan yang akan digunakan

adalah:

• Menelusuri kegiatan yang dilakukan dalam sebuah Toyota Centre

• Menelusuri kebutuhan-kebutuhan akan fasilitas utama dan fasilitas pendukung bagi Toyota Centre

Batasan- batasan dalam merencanakan Toyota Centre adalah:

• Hanya membahas tentang masalah-masalah yang dihadapi dalam merancang sebuah Toyota Centre.

• Kajian arsitektur akan dibatasi oleh tema dalam penyelesaian kasus ini, yaitu Arsitektur High Tech.

(15)

1.6 KERANGKA BERPIKIR

JUDUL PROYEK dan TEMA

TOYOTA CENTER ARSITEKTUR HIGH TECH

TUJUAN dan MANFAAT

Menyediakan suatu tempat dimana seluruh produk mobil Toyota terdapat didalamnya dan memudahkan konsumen dalam pembelian, perawatan, perbaikan serta asesoris mobil.

Memberikan fasilitas hiburan baik yang berhubungan dengan otomotif ataupun tidak bagi masyarakat Kota Medan, secara khusus bagi pelanggan Toyota

Menjadikan Toyota Center sebagai main dealer Toyota di Kota Medan.

PERUMUSAN MASALAH

Bagaimana menerapkan inovasi dan teknologi yang tinggi yang sesuai dengan karakter Toyota ke dalam bangunan Bagaimana menciptakan ruang komersil yang multifungsi; baik sebagai pusat penjualan komersil dan sebagai sarana hiburan

Bagaimana membuat bentukan massa yang sesuai dengan tema High Tech.

KRITERIA dan KONSEP PERANCANGAN Berdasarkan data, analisa, peraturan pemerintah. Konsep ruang dalam, konsep ruang luar, massa, sirkulasi, struktur,

utilitas

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG KASUS

Toyota diminatioleh masyarakat luas

Meningkatkan pelayanan bagi pelanggan Toyota dan masyarakat Kota Medan

Menyediakan produk Toyota yang selama ini tidak disediakan secara luas dealer Toyota yang ada

LATAR BELAKANG TEMA

Otomotif yang identik dengan inovasi dan teknologi

Toyota yang memiliki prinsip “moving forward”

PENGUMPULAN DATA

STUDI LITERATUR dan STUDI BANDING

Standar ruang dan luasan ruang untuk showroom, area servis dan perawatan mobil

Standar ruang dan luasan ruang untuk fasilitas hiburan

Kajian Karakter dan Filosofi brand Toyota dengan bangunan

Kajian tema dengan bentuk bangunan

STUDI SITE

Ukuran Site Peraturan Pemerintah

Peruntukan Lahan sesuai dengan WPP GSB dan KDB

Potensi site yang ada

ANALISA

ANALISA TAPAK

Analisa Lokasi terhadap Kota Medan Analisa Lingkungan sekitar Analisa Ukuran dan Zoning Analisa fitur fisik lingkungan sekitar Analisa fitur buatan manusia di sekitar site Analisa sirkulasi

Analisa utilitas Analisa kebisingan

ANALISA FUNGSIONAL

Analisa Pengguna Analisa Aktifitas Kebutuhan ruang Besaran ruang Hubungan antara ruang

(16)

1.7 SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN

Secara garis besar, urutan pembahasan dalam penulisan laporan ini adalah sebagai

berikut:

Bab 1 Pendahuluan,

Bab 2 Deskripsi Proyek,

Bab 3 Elaborasi Tema,

Bab 4 Analisa Perancangan,

Bab 5 Konsep Perancangan,

(17)

BAB II

DESKRIPSI PROYEK

2.1 DATA UMUM

Kasus Proyek : Toyota Center

Tema : Arsitektur High Tech

Status Proyek : Fiktif

Pemilik Proyek : Pihak Swasta

Sumber Dana : Pihak Swasta

2.2 PENDEKATAN PEMILIHAN TAPAK DAN LOKASI

2.2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi

Kota Medan yang merupakan Ibu kota dari Propinsi Sumatera Utara adalah

kota terbesar ketiga di Indonesia. Beberapa kriteria dalam pemilihan lokasi untuk

proyek ini adalah:

NO. Kriteria Lokasi

1. Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Kota Medan

Wilayah lokasi pembangunan yang memiliki fungsi

sebagai permukiman, perkantoran,

perdagangan,konservasi, rekreasi, lapangan golf dan

hutan kota yang disesuaikan dengan RUTRK Kota

Medan. Dapat dilihat melalui tabel Wilayah

Pengembangan Pembangunan Kota Medan (WPP),

wilayah WPP E yang sesuai.

2. Tinjauan Terhadap Struktur Kota Berada di kawasan yang tidak jauh dari pusat kota yang merupakan daerah permukiman, perkantoran,

perdagangan,konservasi, rekreasi, lapangan golf dan

hutan kota.

3. Pencapaian Dapat diakses mudah dari seluruh penjuru kota, baik dengan angkutan umum dan pribadi.

4. Area Pelayanan Lingkungan sekitar merupakan fungsi-fungsi yang dapat saling mendukung dengan bangunan yang

direncanakan.

Sumber: Hasil olah data Primer

Tabel. 2.1 Kriteria Pemilihan Lokasi

Berdasarkan salah satu kriteria pemilihan lokasi diatas, maka perlu dilihat

(18)

WPP Cakupan Kecamatan

Pusat

Pengembangan

Peruntukan Lahan Program Pembangunan

A M. Belawan M. Marelan

M. Labuhan

BELAWAN Pelabuhan,

Industri,

Permukiman,

Rekreasi, Maritim

Jalan baru, jaringan air minum, septic tank, sarana pendidikan dan

permukiman.

B M. Deli TJ. MULIA Perkantoran,

Perdagangan,

Rekreasi Indoor,

Permukiman

Jalan baru, jaringan air minum, pembuangan sampah, sarana pendidikan.

AKSARA Permukiman,

Perdagangan,

Rekreasi

Sambungan air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanen, sarana pendidikan dan

kesehatan.

INTI KOTA CBD, Pusat

Pemerintahan, Hutan Kota, Pusat Pendidikan,

SEI SEKAMBING Permukiman, Perkantoran,

Sambungan air minum, septic tank, jalan baru, rumah permanen, sarana pendidikan dan

kesehatan.

Sumber: RUTRK Medan

(19)

Keberadaan kawasan perencanaan dapat dilihat pada peta di bawah ini :

Berdasarkan sifat kegiatannya, Toyota Center di Medan diharapkan berada di

lokasi yang diperuntukkan atau mempunyai sasaran pembangunan di bidang

perdagangan & rekreasi (berdasarkan RUTRK). Dengan demikian, Wilayah

Pengembangan Pembangunan E (WPP E) yang sesuai sebagai wilayah lokasi

proyek.

2.2.2 Alternatif Lokasi Tapak

Adapun yang menjadi alternatif tapak adalah:

Alternatif A

Jalan Perintis Kemerdekaan

Batas- batas:

- Utara : Jalan Perintis Kemerdekaan

- Timur : Jalan Timor

Gambar Peta Wilayah Pengembangan Pembangunan Kota M d Golf, Hutan Kota

(20)

Jl. Gaharu Rumah Penduduk Rumah Penduduk Jl. Timor

SITE

Jl. Perintis Kemerdekaan

- Selatan : Rumah Penduduk

- Barat : Jalan Gaharu

Posisi terhadap Struktur Ruang Kota:

- Berada pada kecamatan Medan Timur

(21)

Kelebihan :

- Pencapaian site mudah karena banyak angkutan umum yang melewati site.

- Kawasan telah dikenal sangat baik oleh penduduk kota Medan, sehingga mudah pencapaian bagi masyarakat di luar Kota Medan.

- Site berada dekat dengan pusat kota

Kekurangan : pada waktu tertentu jalan yang berada di depan site lalu lintasnya

sangat padat.

Alternatif B

Jalan Gatot Subroto

Batas- batas:

- Utara : Jalan Gatot Subroto - Timur : Pertokoan Tomang Elok

- Barat : Jalan

- Selatan : Permukiman penduduk

Posisi terhadap struktur Ruang Kota:

- Berada pada kecamatan Medan Sunggal.

- Berdasarkan WPP E dengan fungsi permukiman, perkantoran, perdagangan, konservasi, rekreasi, lapangan golf dan hutan kota.

- Berada dekat dengan pusat Kota Medan

Kelebihan :

- Berada pada jalan arteri primer, yaitu Jalan Gatot Subroto.

- Pencapaian mudah karena banyak angkutan umum yang melewati Site. - Kawasan telah dikenal baik oleh Penduduk kota Medan.

Kekurangan :

(22)

Rumah Penduduk Rumah Penduduk

Jalan Lingkungan Sekitar

Kompleks Pertokoan Tomang Elok

(23)

Alternatif C

Jalan Ring Road Setia Budi

Batas- batas:

- Utara : Jalan masuk perumahan Tasbih 2 dan restoran McDonald - Timur : Jalan Ring Road Setia Budi

- Barat : Perumahan Tasbih 2

- Selatan : Ruko

Posisi terhadap struktur Ruang Kota:

- Berada pada kecamatan Medan Sunggal.

- Berdasarkan WPP E dengan fungsi permukiman, perkantoran, perdagangan, konservasi, rekreasi, lapangan golf dan hutan kota.

- Berada pada Jalan lingkar Medan

Kelebihan :

- Berada pada jalan lingkar medan

- Jalan dapat dilewati oleh mobil-mobil besar

- Kawasan baru, daerah pengembangan yang berpotensi Kekurangan :

- Letak site terlalu jauh dari pusat kota Medan.

2.2.3 Pemilihan Lokasi Tapak

Pemilihan Lokasi Tapak dinilai berdasarkan beberapa faktor yang akan mendukung,

tidak menganggu atau sangat efektif bila dibangun pada lokasi tertentu, sebagai

berikut:

Kriteria Lokasi

Alternatif A Alternatif B Alternatif C Tingkatan Jalan Arteri Sekunder

(4)

Mudah diakses dengan kendaraan pribadi dan

angkutan umum

Dekat dengan pusat kota

Relatif jauh dari pusat kota

(24)

Fungsi pendukung

Fungsi eksisting Lahan Kosong (5)

Lahan Kosong (5)

Lahan Kosong (5)

Kontur Datar Datar Datar

Pengenalan jalan menuju site

- Dekat dengan pasar Sikambing

2.2.4 Deskripsi Lokasi Sebagai Tapak Rancangan

• Kasus Proyek : Toyota Center

• Status Proyek : Fiktif

• Pemilik Proyek : Swasta

• Lokasi Tapak : Jalan Ring Road Setia Budi

• Batas- batas Tapak:

Batas Utara :Jalan masuk perumahan Tasbih 2 dan restoran McDonald

(25)

Jalan Ring Road Setia Budi : 11 meter

Kompleks Perumahan Setiabudi : 8 meter

• Eksisting sekitar Site : Perumahan, Pertokoan, SPBU dan restoran

• Potensi Lahan :

Terletak di jalan lingkar kota medan

Berada pada kawasan perdagangan yang sedang berkembang

Transportasi lancar dan baik

Luas site mendukung ±2,6 Ha

Memiliki jalur utilitas yang baik.

2.3 TINJAUAN TOYOTA CENTER

2.3.1 Arti Kata

Pengertian proyek Toyota Center menurut arti kata adalah:

Toyota adalah sebuah brand produk kendaraan bermotor berupa mobil yang

berasal dari Jepang.

Center4

- Pusat, sentral, bagian yang paling penting dari sebuah kegiatan atau

organisasi.

adalah Center is place for a particular activity.(Menempatkan untuk

fasilitas tertentu)

- Tempat aktivitas utama, dari kepentingan khusus yang dikonsentrasikan.

- Suatu tempat dimana sesuatu yang menarik aktivitas atau fungsi terkumpul

atau terkonsentrasi.

2.3.2 Pengertian

Dari penguraian pengertian judul proyek menurut arti kata tersebut, TOYOTA CENTER

adalah sebuah tempat sebagai pusat dari kegiatan pameran, penjualan, perbaikan serta

perawatan yang dikhususkan untuk pelayanan bagi setiap produk Toyota.

2.4 TINJAUAN TOYOTA

2.4.1 Sejarah Toyota

Toyota Motor Corporation didirikan pada September

Otomatis Toyota. Divisi mobil perusahaan tersebut kemudian dipisahkan pad

(26)

Berangkat dari industri tekstil, Toyota menancapkan diri sebagai salah satu pabrikan

otomotif yang cukup terkemuka di seluruh dunia. Merek yang memproduksi 1 mobil tiap 6

detik ini ternyata menggunakan penamaan Toyota lebih karena penyebutannya lebih enak

daripada memakai nama keluarga pendirinya, yaitu Toyoda. Inilah beberapa tonggak

menarik perjalanan Toyota.

Toyota merupakan pabrikan

Pabrikan terbesar di

dihitung, angka ini ekuivalen dengan memproduksi 1 unit mobil dalam 6 detik.

Toyota sendiri didirikan oleh

menirunya dengan mengembangkan sektor otomotif bermerek

Dibandingkan dengan industri-industri otomotif lain yang menggunakan nama pendirinya

sebagai merek dagang seperti

merek. Karena berangkat dari pemikiran sederhana dan visi waktu itu, penyebutan Toyoda

kurang enak didengar dan tidak akrab dikenal sehingga diubah menjadi Toyota.

Sakichi Toyoda lahir pada bulan Februari 1867 d

penemu sejak berusia belasan tahun. Toyoda mengabdikan hidupnya mempelajari dan

mengembangkan perakitan tekstil. Dalam usia 30 tahun Toyoda menyelesaika

Automatic Loom Works, Ltd. pada November 1926. Di sini hak paten mesin tekstil

otomatisnya kemudian dijual kepad

Hasil penjualan paten ini, dijadikan modal pengembangan divisi otomotif.

Mulai tahun 1933, ketika Toyoda membangun divisi otomotif, tim yang kemudian banyak

dikendalikan oleh anakny

terdepan di zamannya.

Pada tahun 1934 Mesin Tipe A berhasil dirampungkan. Setahun kemudian mesin ini

dicangkokkan prototipe pertama mobil penumpang mereka, A1. Divisi otomotif Toyoda juga

menghasilkan truk model G1.

Di tahun 1936 mereka meluncurkan mobil penumpang pertama mereka, Toyoda AA (kala itu

(27)

dilengkapi bodi dan mesin A. Kendaraan ini dari awal diharapkan menjadi mobil rakyat.

Konsep produk yang terus dipegang Toyota hingga sekarang. Empat tahun menunggu

dirasa cukup melahirkan perusahaan otomotif sendiri dan melepaskan diri dari industri tekstil

mereka.

Kemudian tahun 1937 mereka meresmikan divisi otomotif dan memakai nama Toyota,

bukan Toyoda seperti nama industri tekstil. Pengambilan nama Toyota dalam

masyarakat Jepang. Alasan lain yang dianggap masuk akal adalah industri otomotif

merupakan bisnis gaya hidup dan bahkan penyebutan sebuah nama (dan seperti apa

kedengarannya), menjadi sisi yang begitu penting. Karena nama Toyoda dianggap terlalu

kaku di dalam bisnis yang dinamis sehingga diubah menjadi Toyota yang dirasa lebih baik.

Tak ayal, tahun 1937 merupakan era penting kelahiran Toyota Motor Co, Ltd. cikal bakal

raksasa Toyota Motor Corp (TMC) sekarang. Semangat inovasi Kiichiro Toyoda tidak

pernah redup. Toyota kemudian berkembang menjadi penghasil kendaraan tangguh.

Di era 1940-an, Toyota sibuk mengembangkan permodalan termasuk memasukkan

perusahaan di lantai bursa di

Setelah er

sebagai penghasil kendaraan serba guna tangguh. Waktu itu kendaraa

Jepang. Terinspirasi dari mobil ini, Toyota kemudian mengembangkan prototipe Land

Cruiser yang keluar tahun 1950.

Setahun kemudian (1951) meluncurkan secara resmi model awal Land Cruiser yakni model

BJ. Bulan Juli tahun itu, test drivernya Ichiro Taira mengakhiri uji coba dengan hasil luar

biasa. Diinspirasi oleh tok

kuda tahun 1643, Taira mengemudikan Toyota BJ-nya k

sekaligus dipakai sebagai promosi ketangguhan mobil segala medan ini. Tak lama

berselang, Toyota Land Cruiser mulai menandingi dominasi

model-model selanjutnya,

ditembus yakni Amerika Utara. Lewat model ini, Toyota masuk ke pasar-pasar di berbagai

belahan dunia, Termasuk di Indonesia yang dikenal sebagai sebagai Toyota Hardtop Land

Cruiser FJ40/45.

Technical alias jip bersenjata yang dibekali senapan mesin ringan, berat atau bahkan

senjata basoka tanpa tolak balik (Recoilless bazooka) dan diterjunkan sepanjang

(28)

pada tahun 1966 mereka juga mengembangkan model yang menjadi favorit dunia, yakni

sedan kecil. Lewat

memakai penggerak belakang mengubah tatanan sedan bongsor yang populer saat itu

menuju arah sedan kecil yang kompak, irit dan ringkas.

Memasuki tahun 1975, Corolla masuk dalam generasi ketiga dan terjual lebih dari 5 juta unit.

Hal yang menakjubkan ini masih kokoh hingga sekarang. Mesin mobil Corolla ini kemudian

digunakan di Indonesia sebagai mesin untuk kendaraan niaga keluarga serbaguna,

Sejalan makin mengglobalnya produk Toyota, mereka sadar tidak mempunyai grafik logo.

Bahkan di Indonesia dijumpai kendaraan bermerk Toyota seperti Toyota Kijang dengan logo

TOYOTA pada grill di bagian bonnet (hidung) mobil.

Di tahun 1989 Toyota akhirnya memutuskan untuk membuat dua lingkaran oval

menghasilkan huruf T dan ellips ketiga mengisyaratkan akan the spirit of understanding in

design. Lingkaran ketiga itu sekaligus mengelilingi kedua lingkaran ellips sebelumnya yang

berbentuk T itu sebagai bukti menjaga dan mempengaruhi sekelilingnya.

Di tahun 1990-an, Toyota semakin membuktikan bahwa mobil Jepang dapat bersaing

dengan mobil Eropa dan Amerika.

2.4.2 Produk Toyota berdasarkan jenisnya

Adapun produk- produk Toyota yang saat ini masih diproduksi, dikelompokkan

berdasarkan jenisnya adalah:

a. Sedan

Produk Toyota yang termasuk dalam kategori Cars, yang sampai saat ini masih

diproduksi adalah:

(29)

Corolla Altis

Vios

Crown

(30)

Matrix

b. Sport Utility Vehicle (SUV)

Produk Toyota yang termasuk dalam jenis SUV, adalah:

Highlander

4 runner

(31)

Fortuner

Harrier

Land Cruiser

(32)

Rush

RAV 4

c. Multi Purpose Vehicle (MPV)

Yang termasuk dalam jenis MPV, adalah:

Wish

(33)

Innova

Sienna

Alphard

(34)

Avanza

Hiace

Venza

d. Truk

Yang termasuk dalam jenis truk, adalah:

(35)

Tacoma

Hilux

Dyna

e. Hybrid

Yang termasuk dalam jenis Mobil Hybrid adalah:

(36)

Camry Hybrid

f. Sport Car

Produk Toyota yang termasuk dalam jenis Sport Car, adalah:

Celica

Supra

g. City Car

Yang termasuk dalam jenis City Car, adalah:

(37)

IQ

Yaris

2.4.3 Toyota di Indonesia, secara khusus di Medan

Dari berbagai jenis produk Toyota yang telah dipaparkan diatas, tidak semua dari

produk tersebut dipasarkan secara bebas di Indonesia, dan secara khusus di

Medan. Sebagian besar Produk- produk yang tersedia di pasaran dan terbukti

melalui berbagai survey yang telah dipasarkan dan digunakan oleh masyarakat Kota

Medan dan Indonesia adalah: Avanza, Innova, Vios, Yaris, Altis, Camry, Rush, Land

Cruiser, Alphard, Fortuner, Dyna, dan Hilux. Namun ada juga beberapa produk

tertentu, seperti: Harrier, Celica, Vellfire, Supra, dan Ist telah digunakan oleh

masyarakat Kota Medan, namun tidak diperoleh dari pasaran Toyota

2.4.4 Pelayanan Toyota yang tersedia di Medan

Pelayanan yang saat ini telah tersedia di Kota Medan, adalah berupa Showroom dan

Toyota Home Service. Showroom, sebagai tempat memamerkan mobil, dan

sekaligus sebagai tempat pemasaran. Adapun fasilitas lain yang tersedia adalah

untuk servis dan perbaikan mobil. Terdapat 4 showroom Toyota di Kota Medan,

yang kesemuanya berupa showroom dan home service seperti yang disebutkan

(38)

2.5 TINJAUAN TOYOTA CENTER

2.5.1 Jenis Kegiatan

Jenis Kegiatan yang ada pada Toyota Center ini adalah:

1. Kegiatan Pameran

Kegiatan ini menjadikan Toyota Center sebagai tempat pamer produk Toyota

yang terlengkap, yaitu produk Toyota yang secara resmi dijual di Indonesia

secara khusus di Medan dan produk Toyota yang tidak tersedia di Medan.

2. Kegiatan Penjualan

Kegiatan Penjualan pada Toyota Center ini dimaksudkan akan menjadi Main

Dealer atau agen penjual utama di Kota Medan. Hal ini sehubungan dengan

jumlah dan berbagai jenis produk yang ditawarkan pada Toyota Center ini adalah

terlengkap dan terbesar. Mobil-mobil yang tidak dipasarkan secara resmi dapat

dipesan melalui Toyota Center ini, pelayanan inilah yang belum tersedia pada

Delaer Toyota yang selama ini ada di Kota Medan. Hal ini menyebabkan pembeli

harus mengimpor mobil yang mereka inginkan melalui importir umum. Dengan

adanya kegiatan penjualan yang terlengkap tersebut, maka masyarakat yang

ingin membeli mobil impor produk Toyota dapat dimudahkan.

3. Kegiatan Servis

Kegiatan Servis adalah pelayanan purna jual untuk pelanggan Toyota. Kegiatan

Servis ini berupa pemeriksaan, penggantian suku cadang, perbaikan (mesin dan

Bodi) dan perawatan (mesin dan Bodi).

4. Kegiatan Penjualan Suku Cadang (Spare parts) dan aksesoris

Kegiatan penjualan suku cadang (spare parts) dan aksesoris orisinal yang juga didukung

oleh tempat penyimpanan suku cadang.

5. Kegiatan Penyimpanan Mobil

Kegiatan Penyimpanan Mobil dimaksudkan untuk menyimpan mobil- mobil yang akan

dijual atau ready stock, dan mobil- mobil pesanan pelanggan. Kegiatan penyimpanan ini

tidak berupa kegiatan yang tertutup, melainkan sebagai suatu kegiatan utama yang

(39)

6. Kegiatan Hiburan

Kegiatan hiburan yang akan berlangsung pada Toyota Center ini merupakan berbagai

kegiatan yang ditujukan kepada pelanggan Toyota secara khusus dan kepada

masyarakat Kota Medan secara umum. Adapun kegiatan hiburan yang terdapat dalam

Toyota Center ini terbagi dalam:

Kegiatan Makan dan Minum yang akan dilayani dalam sebuah Café

Kegiatan Membaca ( yang bersifat edukatif) kepada setiap pengunjung yang

akan dilayani dalam sebuah perpustakaan khusus Toyota

Kegiatan bermain anak- anak, yang dimaksudkan untuk melayani pengunjung

tidak hanya untuk orang dewasa, namun juga untuk melayani anak- anak.

Permainan anak- anak yang berlangsung pada Toyota Center ini berupa

permainan yang memperkenalkan anak- anak kepada dunia otomotif, seperti

permainan simulator mobil, merakit mobil- mobilan, menyusun puzzle bergambar

mobil dan yang berhubungan dengan otomotif dan sebagainya.

Kegiatan Penunjang yang berlangsung dalam Toyota Center ini adalah kegiatan

pendukung terlaksananya setiap kegiatan dalam bangunan berupa kegiatan

mekanikal, elektrikal dan kegiatan pengelola berupa kegiatan para staff,

penerimaan tamu perusahaan dan kegiatan pimpinan Toyota Center.

2.5.2 Pengunjung

Adapun Pengunjung yang mengunjungi Toyota Center ini adalah:

Pengunjung pameran

Calon pembeli produk Toyota

Pelanggan Toyota (untuk pelayanan purna jual)

Pengunjung sarana hiburan

2.5.3 Fasilitas

Fasilitas yang terdapat pada Toyota Center adalah:

Galeri Pameran ( Ruang Showroom)

Pada Ruang Galeri Pameran ini, juga terdapat tempat pelayanan penjualan produk

yang dipamerkan tersebut.

Service Center

Service Center yang tersedia adalah Bengkel Perawatan Mobil ( Mesin dan

(40)

Spareparts dan Accessories Center

Pusat penjualan suku cadang dan aksesoris juga dilengkapi dengan gudang

penyimpanan suku cadang dan aksesoris.

Café

Café sebagai tempat pelanggan bersantai, makan dan minum serta dapat menonton

acara- acara otomotif dan sport dengan fasilitas layar lebar.

Area bermain anak

Fasilitas yang disediakan untuk permainan anak- anak berupa game simulator mobil,

yang akan memperkenalkan anak- anak kepada dunia otomotif.

2.5.4 Kebutuhan Ruang

1. Fasilitas, Nama dan Elemen Ruang

Pada Toyota Center ini akan terdapat fasilitas- fasilitas seperti:

1 FASILITAS NAMA RUANG ELEMEN RUANG

1. Area Showroom Ruang Pamer - Area Display

- Resepsionis

- Lobby

- Area Pemasaran

- Kantor Administrasi

- Area Servis ( Toilet dan

Janitor) Pengelola dan

Pengunjung

- Ruang Resepsionis

- Ruang Administrasi

- Area Bengkel sesuai

dengan aktifitasnya

- Gudang Penyimpanan

peralatan dan bahan

- Area Pengelola Bengkel

dan Area Servis ( Toilet

dan Janitor)

(41)

4. Area Hiburan - Café

5. Area Pengelola Ruang Pengelola

Ruang Karyawan

- Staff Administrasi

- Marketing

- Pemeliharaan

- Ruang Rapat

Panel) pada setiap lantai

(42)

- Janitor

2. Kegiatan dan Pengguna

NO KEGIATAN PENGGUNA

1. Kegiatan Pameran Mobil - Konsumen

- Pengelola

2. Kegiatan Penjualan Mobil - Pengelola

- Konsumen

3. Kegiatan Perawatan dan Perbaikan Mesin - Mekanik servis

- Pengelola

4. Kegiatan Perawatan dan Perbaikan Chasis dan Bodi - Mekanik servis

- Pengelola

5. Kegiatan Perawatan AC dan Elektrikal - Mekanik

- pengelola

6. Kegiatan Penjualan Suku Cadang - Konsumen

- Pengelola

8. Kegiatan makan, minum dan menonton - Konsumen

- Pelayan

10. Kegiatan bermain anak- anak - Konsumen

11. Kegiatan Pengelola - Pengelola

12. Kegiatan Servis - Pengelola

(43)

2.6 STUDI BANDING TOYOTA CENTER

2.6.1 Lexus Gallery

Lexus Gallery ini merupakan sebuah showroom untuk mobil lexus yang merupakan

satu-satunya yang ada di Indonesia. Yang berada di bilangan menteng, Jakarta

pusat. Bangunan ini mempunyai 3 lantai, jika dilihat dari luar maka Gallery Lexus ini

bukan seperti showroom karena tidak adanya sign board lexus. Begitu juga pada

ruang dalam, dimana 70% areanya digunakan untuk kepentingan Tamu, sedangkan

(44)

2.6.2 AMLUX

Merupakan showroom Toyota yang terdiri dari 6

lantai. Pada lantai pertama Amlux disebut plaza

yang pintu utamanya menampilkan berbagai mobil

keluaran Toyota, ruang pameran ini dilengkapi

dengan musik live dan terdapat café. Pada lantai

dua disebut gallery yang menampilkan mobil

toyota masa depan, interaktif, pada lantai tiga

terdapat ruang serba guna, ruang pameran mobil, teater, perpustakaan, pada lantai

empat terdapat ruang pamer yang dilengkapi dengan internet, lantai berikutnya

merupakan salon mobil, pada lantai terakhir terdapat Amlux Hall, ruang bersantai

mirip restoran mewah dilengkapi dengan panggung dan tata lampu. Terdapat layar

raksasa di dekat tangga berjalan, yang memberi informasi tentang apa yang

(45)

2.6.3 Le Rendez-Vous, Toyota

Le Rendez-Vous merupakan showroom Toyota yang

berada di paris, prancis. Di showroom ini merupakan

tempat dimana desain dari produk-produk Toyota

dipamerkan yang merupakan showroom yang didesain

dengan philosophy dari Toyota itu sendiri. Dimana

desainnya dibuat secara hati-hati sehingga

ruang-ruangnya terlihat harmonis. Di dalamnya terdapat 5 ruangan unik dengan zona yang

berbeda sehingga setiap tahunnya sekitar 1juta orang mendatangi tempat ini.

2.6.4 Mercedes Benz Showroom

Mercedes benz showroom yang terletak di kota

Munich, jerman ini merupakan showroom

Mercedes benz yang terbesar yang pernah ada.

Di showroom ini terdapat semua jenis mobil

mercedes benz. Dimana bangunan ini

mempunyai 6 lantai untuk memamerkan

seluruh koleksinya dan ditambah sebuah tower untuk kantor dari Mercedes benz

(46)

2.6.5 Transparent Factory

Transparent factory merupakan sebuah pabrik sekaligus juga sebuah showroom dari

Volkswagen, di bangun pada tahun 1999 dan dibuka pada tanggal 11 desember

tahun 2001. Bangunan ini dibangun di wilayah Dresden, jerman. Bagunan ini

merupakan bangunan modern yang menggunakan bahan kaca dan juga baja

sebagai bahan bangunannya.

Pemakaian bahan kaca sangat mempengaruhi ruang dalam dari bangunan ini,

karena pemakaian bahan kaca sehingga cahaya matahari dapat masuk dan

membuat ruang dalam terlihat terang, sehingga pemakaian energy listrik dapat di

minimalkan. Pemakaian lantai kayu pada bidang seluas 24.000 meter persegi

(47)
(48)

BAB III

ELABORASI TEMA

3.1 PENGERTIAN TEMA

Arsitektur high tech berasal dari kata arsitektur dan high tech, yang memiliki

pengertian sebagai berikut :

3.1.1 Arsitektur

Arsitektur adalah seni dan keteknikan bangunan, digunakan untuk memenuhi

keinginan praktis dan ekspresif dari manusia-manusia beradab5

Istilah Arsitektur High tech pertama kali muncul pada awal tahun 70-an yang

digunakan para arsitek untuk menyatakan “teknologi alternatif”, sejalan dengan

waktu istilah tersebut semakin umum digunakan, namun arsitek-arsitek High Tech

sendiri lebih memilih menggunakan istilah “teknologi tepat guna”, arsitektur High

Tech mempunyai makna yang berbeda dari industri High Tech, dalam industri high

Tech Bermakna alat elektronik, computer, silicon chip, robot dan sejenisnya,

sedangkan dalam arsitektur bermakna sebagai langgam bangunan. .

Menurut Le Corbusier Arsitektur adalah pengaturan massa yang dilakukan

dengan tepat, penuh pemahaman dan magnifisen. Massa- massa itu disatukan dan

ditonjolkan dalam suatu penyinaran cahaya, kubus, kerucut, silinder, piramid, yang

merupakan bentuk- bentuk primer yang kegunaannya jelas.

Sedangkan menurut Louis I.Khan Arsitektur adalah pemikiran- pemikiran yang

matang dalam pembentukan ruang. Pembaharuan arsitektur secara menerus

disebabkan adanya perubahan konsep ruang.

3.1.2 High Tech

6

Secara ringkas dapat dikatakan pengertian Arsitektur High Tech adalah :

Arsitektur yang mempunyai karakteristik material kaca dan baja, yang mana

kaca merupakan material yang ringan untuk bangunan.

Pada pokoknya mengikuti ekspresi “kejujuran” suatu bangunan.

Biasanya membubuhkan ide-ide tentang produk industri.

Dapat digunakan oleh industri-industri lainnya tidak hanya sebagai

bangunan namun juga sebagai sumber imajinasi.

5

Encyclopedia Britannica

6

(49)

Meletakkan fleksibilitas pengguna sebagai prioritas.

Bangunan High Tech lebih mensimbolisasikan dan mempresentasikan

teknologi daripada sekedar menggunakan teknologi yang secara efisien mungkin.

Untuk memberi efek imajinasi pada bangunannya, struktur bangunan harus jujur dan

mempunyai pembenaran yang fungsional. Struktur dan utilitas yang diekspose

merupakan karakter yang paling menonjol dari arsitektur High Tech.

Dalam tulisan Charles Jenks mengenai arsitektur High-Tech,”The Battle of

High-tech; Great Buildings with Great Faults”, dua bangunan High-Tech yang sangat

penting dalam abad ini adalah Hongkong Bank (yang merupakan salah satu karya

masterpiece Norman Foster) dan Lloyd´s of London (Richard Rogers). Karya

arsitektur yang besar namun banyak dipertanyakan, hasil yang memuaskan tapi

seperti boneka, ruang-ruang yang menakjubkan namun satu kegunaan, ekspresi

struktur yang jujur dan mengagumkan namun sangat mahal. Ia juga menuliskan

beberapa hal dasar mengenai High-Tech Bulding, yang di dalamnya terdapat

6(enam) hal penting:

• Inside-out, area servis dan struktur dari suatu bangunan selalu lebih ditonjolkan pada eksteriornya baik sebagai ornamen ataupun sebagai

sculpture.

• Celebration of process, dengan penekanan pada pemahaman konstruksinya, “bagaimana, mengapa, dan apa” dari suatu bangunan, diantaranya hubungan

dari struktur, paku, flanges, dan pipa-pipa saluran, sehingga timbul suatu

pemahaman dari seorang yang awam ataupun seorang ilmuwan. Sebagai

catatan yang ditulis oleh Charles Jenks mengenai Norman Foster, yaitu “ciri

khas dari pekerjaan Norman Foster yang terkesan dapat mengungkapkan

sesuatu yang lebih dari arsitek manapun yaitu dalam penyelesaian dengan

ide-ide cemerlangnya yang mengembangkan suatu rancangan sesuai dengan

zamannya sehingga kegunaan dan tampak bangunan tersebut merupakan

suatu mekanisme yang sempurna.”

• Transparan, pelapis, dan pergerakan, ketiga kualitas keindahan ini hampir selalu ditampilkan secara dramatis tanpa terkecuali. Kegunaan yang lebih luas

(50)

saluran, tangga, dan struktur, serta penekanan pada eskalator lift sebagai

suatu unsure yang bergerak merupakan karakteristik dari bangunan High-tech. • Pewarnaan cerah yang merata, pada karya Richard Rogers yaitu bangunan

Pompidou Centre dan Inmos Factory menggunakan warna-warna yang cerah,

begitu juga yang dilakukan para teknisi untuk membedakan perbedaan jenis

struktur dan utilitas, yang akan mempermudah mereka untuk memahami

kegunaan secara efektif.

• A lightweight filigree of tensile members, baja-baja tipis penopang merupakan kolom Doric dari High-Tech Building. Sekelompok kabel-kabel baja penopang

dapat membuat mereka lebih ekspresif dalam pemikiran mengenai penyaluran

gaya-gaya pada struktur.

• Optimistic confidence in a scientific cultrure, bangunan High-Tech adalah janji masa depan dari dunia depan yang menanti untuk ditemukan. Hasilnya lebih mendalam

pada suatu metode kerja, perlakuan pada material, warna-warna dan pendapatan,

dibandingkan dengan prinsip-prinsip komposisi7

3.2 LATAR BELAKANG PEMILIHAN TEMA

Teknologi adalah salah satu bukti nyata bahwa manusia semakin

berkembang dalam ilmu pengetahuan dan penemuan. Salah satu Penerapan

teknologi yang dapat mempermudah dan membantu manusia dalam kehidupan

sehari- hari adalah otomotif. Otomotif adalah ilmu tentang alat transportasi atau

kendaraan bermotor secara khusus di darat. Yang termasuk dalam otomotif adalah

kendaraan roda empat (mobil, truk,dll) dan roda dua (sepeda motor). Otomotif

sendiri selalu berkembang dan berubah sesuai perkembangan kebutuhan manusia.

Dengan demikian dapat disimpulkan perkembangan teknologi adalah jawaban dari

perkembangan kebutuhan manusia.

.

Toyota yang merupakan perusahaan otomotif secara khusus produsen Mobil, memiliki

filosofi “moving Forward”, yang diartikan sebagai selalu terdepan. Filosofi ini diterapkan

dalam perkembangan teknologi pada produk Toyota sendiri. Otomotif yang sarat akan

teknologi; dan Toyota yang memiliki filosofi untuk menjadi yang terdepan adalah alasan

pemilihan tema dalam perancangan bangunan Toyota Center ini. Dengan menerapkan

Arsitektur Hi Tech dalam perancangan bangunan ini akan mencerminkan sifat dari otomotif

dan filosofi produk Toyota sendiri.

7

(51)

Gambar. jembatan Beat Coalbrookdale

Gambar. gedung Seagram 3.3 INTERPRETASI TEMA

3.3.1 Ciri arsitektur High Tech

Ciri-ciri arsitektur High Tech:

• Penggunaan material kaca dan metal

• Harus merupakan kejujuran ekspresi bangunan

• Mengandung ide-ide yang didapat dari produksi industri

• Menggunakan industri,kecuali industri bangunan sebagai sumber teknologi dan

Informasi

• Mengutamakan penggunaan fleksibilitas ruang

3.3.2 Sejarah singkat High Tech

Terdapat 2 historis penggunaan

perspektif jangka panjang dan jangka pendek,

200 tahun dan 20 tahun. Untuk perspektif

jangka panjang kita kembali pada tahun 1779

dan konstruksi jembatan besi yang pertama di

sungai Severn di Coalbrookdale, yang

merupakan struktur pabrikasi metal, yang

dilengkapi dengan keterbukaan dalam

pemakaian material dan bentuk strukturnya

tetapi didesain sebagus mungkin untuk kemewahan dan kepraktisan dalam masa yang lama

untuk itu diberi nama “struktur High Tech yang pertama”8

Pada saat pertengahan abad ke-20 adalah saat untuk menetapkan alternatif lain dari

penekanan utama model bangunan, karakter material pada

gerakan modern diutamakan pada beton bertulang, material dari

Arsitektur High Tech mengacu pada pencegahan Mies Vande

Rohe, tentu saja pengecualian, tetapi teknologi bangunan tidak

pernah menjadi perhatian utamanya. Yang paling popular dari

semua konstruksi detail Mies adalah dekorasi baja pada gedung

Seagram building mempunyai ketidak jujuran dari Arsitektur

High Tech yang paling disesalkan.

Sketsa perspektif dari Sain Elia`s Citta Nuova adalah

salah satu dari semua yang merupakan awal dari

(52)

yang memperindah beton, baja dan kaca, yang memberikan ekspresi luar yang

dramatis pada menara lift, balok penompang jembatan dan tempat berjalan yang

ditinggikan.

Richard Rogers mengemukakan “kita tidak akan lama mempercayai monumen yang

statis dan berat, serta diperkaya dengan perasaan kita dengan selera yang ringan, mudah

ditempatkan dan praktis”9

• Lebih dari sekedar metafora

3.3.3. Fungsi dan Representasi

Eksponen High Tech seperti pionir-pionir modernisme pada tahun 1920-an,

percaya bahwa ada sesuatu “semangat abad ini” dan arsitektur mempunyai

tanggung jawab moral untuk mengekspresikan semangat itu. Semangat abad ini

menurut arsitek High Tech sejalan dengan kemajuan teknologi. Arsitektur harus ikut

berpartisipasi didalamnya dan mempergunakan teknologi itu termasuk teknologi

industri, transportasi, komunikasi, penerbagan dan perjalanan luar angkasa.

Arsitektur High Tech melihat arsitektur sebagai sebuah cabang teknologi

industri. Mereka berharap bahwa bangunan mereka menjadi penentu terhadap

penampilan dengan kriteria yang sama seperti alat-alat kehidupan sehari-hari,

mereka ingin bangunan itu fungsional dan efisien, tidak artistic atau simbolik.

Namun ada sesuatu yang bertolak belakang disini arsitektur kelihatannya tidak

akan pernah benar-benar fungsional, bagaimanapun kerasnya usaha yang dilakukan

arsitektur High Tech dengan begitu tidaklah dapat dikatakan murni fungsional dan

tidak pula murni representasional. Ada sebuah artikel arsitektur High Tech yang

menyatakan bahwa ada suatu pembatasan fungsional untuk sebuah rancangan.

Le Corbuser menggambarkan rumah sebagai sebuah mesin untuk ditinggali,

namum ia membangun rumah-rumah dengan teknologi yang primitif, dan sama

sekali tidak kelihatan sebagai mesin.

Bangunan High Tech memang kelihatan seperti mesin, mesin adalah

• Sebuah sumber teknologi dan imajinasi

• Mesin-mesin biasanya digunakan untuk produksi massal • Bergerak atau dapat dipindah-pindahkan

9

(53)

Gambar. gedung Lloyd´s of London

• Terbuat dari material sintesis seperti metal, kaca dan plastic

Karakteristik ini menjadi sumber referensi dari arsitektur high Tech.

Jika dilihat pada Pusat Visualisasi Seni Sainsbury oleh Norman Foster atau Brewery

di Bory St.Edmunds, kedua bangunan ini mempunyai fungsi yang berbeda sebuah galeri

seni dan sebuah gudang, tapi keduannya sederhana, proporsi yang baik dari kotak metal

yang membuat tidak ada beda walaupun lokasinya berlainan. Bangunan tersebut seperti

sebuah alat, nyatanya bentuk mereka tidak muncul dari detil artikulasi aktivitas rumah,

namun begitupun bangunan itu hasil dari teknologi konstruksi, sejauh mana diharapkan bisa

memberikan kesan seperti mesin, sulit untuk dijelaskan fungsi dan penampakan arsitektur

dan rekayasa adalah seimbang.

3.3.4. Struktur dan Zona Servis

Struktur yang diekspose dari zona servis yang

diekspose adalah 2 penampakan yang membanggakan dari

arsitektur High Tech, meskipun tidak semua arsitektur High

Tech mengekspose struktur dan servis bangunan. Hal ini

dapat dilihat pada perbedaan gaya dan arsitektur High Tech

Inggris terkenal yaitu Norman Foster dan Richard Rogers.

Rogers sangat suka meletakkan pipa-pipa dan saluran

diseluruh fasade bangunan, meskipun mengakibatkan setiap

orang harus berpisah-pisah, terlindung dari

elemen-elemen, namun memudahkan pemeliharaan. Jadi tetap ada

suatu pembatas fungsional. Disamping itu Rogers juga

tetap mengambil efek-efek Picturesque, dimana permainan cahaya dan bayangan sama

pentingnya.

Foster sebaliknya hampir tidak pernah mengekspose saluran-saluran servis, tepatnya

tidak diluar bangunan, ia memilih untuk menempatkannya pada langit-langit gantung atau

lantai yang ditinggikan.

Namun karya keduanya tetap ditandai dengan struktur yang kuat dan ekspresif,

khususnya struktur baja. Baja adalah satu dari banyak material bangunan yang tahan

tarikan. Memberikan Arsitektur High Tech kesempatan untuk mendramatisasi fungsi

teknologi dari elemen bangunan. Tidaklah mengejutkan bahwa baja tarik dapat

(54)

3.3.5. Ruang dan Fleksibilitas

Berbagai elemen dari bangunan High Tech diantaranya dapat disebutkan seperti :

• Kekuatan dari struktur baja

• Keluwesan permukaan yang mengagumkan

• Pipa-pipa dan penghawaan udara yang diekspose

• Memperhatikan ekspresi kekuatan dan fungsi teknologi

• Bentuk dari keseluruhan bangunan yang sering tidak mengespresikan kegunaan

bangunannya

• Moulding ruangan, dimana dimaksudkan sehingga pola atau efek visual tidak pernah menjadi permasalahan dalam Arsitektur High Tech

Isu tentang ruang telah digantikan oleh isu tentang teknologi untuk fleksibilitas (dalam

High Tech Arsitektur) ide tersebut tertuang dalam ikatan “Omniplate”. Apa yang kita

bicarakan, kata arsitek High Tech bukanlah soal permukaan sebuah ruang atau hall,atau

ruangan-ruangan antara tapi sebuah zona servis, diluar atau didalam. Kemungkinan

pengguna dari Zona ini adalah memaksimalkan manfaat berbagai jenis fasilitas seperti

udara, panas, cahaya, energi dan elemen pelengkap seperti partisi dalam sebuah grid biasa.

3.3.6. Arsitektur High Tech dan Kota

Tiga bangunan High Tech terpenting yaitu Center Pompidou, Lloyd dan Hong Kong

Bank adalah bangunan ditengah kota dan arsiteknya telah menyatakan bahwa konteks

perkotaan telah memberikan efek yang besar pada desain mereka. Meskipun demikian

adalah benar untuk mengatakan bahwa kepedulian kota, manipulasi ruang, tidak merupakan

suatu elemen utama dalam filosofi High Tech.

Ada alasan lain mengapa perkotaan bukan elemen utama filosofi High Tech dan itu

berhungan erat dengan masalah yakni :

• High Tech melihat ke depan

• Arsitekturnya oktimistik percaya dari kemajuan dari industri dan teknologi

• Lebih mempercayai penemuan dari tradisi

• Pengaturan sementara dari ruang permanent (fleksibilitas)

• Kemampuan untuk mengendalikan lingkungan daripada beradaptasi dengan lingkungan

• High Tech lebih anti Urban-Style, tidak seperti kota yang berhubungan erat dengan tradisi kesinambungan dan sejarah

• Bangunan High tech biasanya memperlihatkan kota secara revolusioner, bukan tradisional. Jika sebuah kota yang sempurna dibangun akan menjadi suatu yang abstrak, penuh dengan

(55)

Gambar. Spektrum karakteristik ada kaca 3.3.7. Dampak Bangunan Berdinding Kaca

Salah satu ciri High Tech adalah pemakaian kaca sebagai selubung bangunan, ada

semacam kesangsian mengenai dampak negative bangunan dengan kaca sebagai dinding

luar.

Pertama, terhadap lingkungan sekitar bangunan, misalnya timbulnya efek silau,

kumulasi panas sekeliling gedung dan kemungkinan adanya pantulan bising oleh bidang

kaca tersebut.

Kedua, terhadap lingkungan interior atau di dalam bangunan. Sinar matahari yang

masuk ke dalam bangunan baik untuk kesehatan, juga mengurangi beban pencahayaan,

namun terlalu banyak cahaya dapat menambah “solar heat gain”, sehingga meningkatkan

beban pendingin (energi untuk AC bertambah). Pada gedung tinggi tambahan beban

pendingin ini bisa melebihi pengurangan terhadap beban pencahayaan.

3.3.8. Transmisi Radiasi Lewat Kaca

Kaca menstransmisikan radiasi matahari dengan panjang gelombang antara 300-2800 mm

dengan distribusi spectral.

Keistimewaan kaca adalah sifatnya yang tidak dapat ditembus radiasi gelombang panjang

yang berasal dari sumber panas suhu rendah, tetapi bersifat transparan terhadap radiasi

gelombang pendek dari cahaya matahari. Radiasi matahari yang diterima oleh kaca dalam

bangunan memanasi benda-benda yang ada di dalam bangunan menjauhkan sumber panas

suhu rendah dan memancarkan radiasi gelombang panjang. Namun sifat dinding kaca yang

tidak dapat tertembus radiasi gelombang panjang maka gelombang radiasi yang

dipancarkan ini menjadi “terkurang” di dalam ruangan mengakibatkan suhu ruangan

meningkat. Gejala ini disebut “efek rumah kaca”. Bila kaca dikenai radiasi matahari, maka

energi yang ditransmisikan =energi yang datang x koefisien transmisi – energi yang

(56)

Gambar. efek rumah kaca Gambar. variasi koefisien terhadap

sudut datang

Koefisien refleksi ini berubah sesuai dengan susut datangnya matahari.

Dengan mengetahui jumlah energi yang diserap dan yang diteruskan maka intensitas radiasi

total lewat kaca dapat diperoleh.

Dengan mengetahui jumlah energi yang diserap dan yang diteruskan maka intensitas radiasi

total lewat kaca dapat diperoleh.

Kaca warna lebih sedikit memantulkan dan meneruskan energi dibanding dengan kaca

bening, namun menyerap lebih banyak panas.

Tabel. Proporsi energi matahari.

(57)

Jenis kaca Pemantulan Penerusan Penyerapan

Kaca polos 8 % 77 % 15 %

Kaca warna 5 % 45 % 50 %

Untuk menghitung energi total yang masuk ke kaca harus diperhitungkan pula pengaruh

radiasi langsung dan radiasi difus, untuk menghitungnya dapat digunakan factor radiasi

matahari. Faktor radiasi matahari untuk berbagai jenis kaca.

Tabel.posisi peneduh dan jenis pelindung.

Posisi peneduh dan jenis pelindung terhadap radiasi matahari Factor Radiasi matahari (SF)

untuk jenis kaca

Peneduh jenis pelindung terhadap radiasi matahari Tunggal Dobel

Tanpa

Tanpa (kaca polos) 0,76 0,64

Kaca pengisap panas,

tipis

0,51 0,38

Kaca pengisap panas,

padat

0,39 0,25

Kaca lapis lak, abu-abu 0,56 -

Kaca pemantul panas,

warna emas

0,26 0,25

Peneduh dalam

Kerai plastic tenun terbuka

hijau

0,62 0,56

Venetian blind, putih 0,46 0,46

Tirai katun, putih 0,41 0,40

Holland linen blind, krem 0,33 0,30

Peneduh luar

Kerai plastic tenun hijau

tua

0,22 0,17

Canvas roller blind 0,14 0,11

Louvred sunbreaker putih,

bilah bersudut 45 derajat

(58)

Gambar. panjang daerah silau

Dark green miniature

louvred blind

0,13 0,10

Pada tabel di atas terlihat bahwa:

1. Pemakaian kaca polos bisa tanpa pelindung meneruskan kalor radiasi matahari sebanyak

76-78% dari energi panas yang datang. Dengan kaca dobel penerus kalor ini dapat

dikurangi sebanyak 20% dibandingkan dengan kaca bening tunggal.

2. Pemakaian kaca pengisap panas (heat absorbing glass) bisa mengurangi 40-41%.

3. Kaca pemantul panas (heat reflecting glass)bis mengurangi energi kalor yang diteruskan

hingga 66% dibandingkan dengan diteruskan oleh kaca polos biasa.

4. Pemakaian sunscreen mengurangi transmisi kalor sebanyak 42%

5. Alat peneduh luar seperti sun shading mengurangi energi transmisi sebesar 80%.

Kaca juga memberikan efek silau jika terkena cahaya matahari, semakin tinggi dari

permukaan tanah suatu bangunan makin panjang daerah yang terkena silau.

3.3.9. Pengaruh Bangunan Kaca Pada Lingkungan

Kaca reflektif nampaknya menjadi bahan finishing eksterior bangunan. Kaca tidak lagi

semata-mata digunakan sebagai sarana ruangan penerangan bangunan, melainkan

mempunyai peran yang lebih luas yaitu sebagai pembungkus kulit bangunan, penyelesaian

bangunan dengan selaput kaca reflektif dianggap memberi perubahan yang besar terhadap

AC sehingga membutuhkan energi yang relative besar.

3.3.10. Upaya mengurangi Dampak

Berdasarkan pengetahuan sifat-sifat bahan kaca serta merujuk kepada hasil penelitian

terhadap bangunan kaca, maka upaya untuk mengurangi negatif bangunan kaca yaitu:

1. Efek silau

• Penempatan dinding kaca sesuai orientasi dinding

• Jangan mengunakan kaca refleksi, tapi gunakan kaca pengisap panas dengan kaca dobel

(59)

2. Efek panas sekitar bangunan

• Efek kenaikan panas terjadi pada jarak 7 meter dari bangunan kaca

• Pada jarak 25 meter dinding kaca tidak ada kenaikan suhu udara

• Gangguan panas ini relative kecil apalagi hanya terjadi pada ketinggian maksimal 1,5

meter sehingga dapat diabaikan

• Buat vegetasi di sekeliling bangunan kaca dengan tinggi tanaman kuran lebih 1,5 meter 3. Efek pantulan bunyi : sangat kecil sehingga dapat diabaikan dengan menanam vegetsi

disekeliling bangunan

Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dalam :

1. Peningkatan panas dalam bangunan sehingga menambah beban AC

• Pemakaian kaca dobel (mengurangi 20% transmisi panas)

• Pemakaian kaca pengisap panas

• Penggunaan alat peneduh dalam

• Penggunaan alat peneduh luar,sun shading yang menghalangi radiasi matahari, tetapi

meneruskan cahaya langit

• Pemilihan kaca khusus yang memiliki factor trsansmisi radiasi cahaya matahari kecil tetapi transmisi cahaya besar

• Memadukan kaca pengisap panas dobel, peneduh dalam dan luar, dengan tetap

memperhatikan aspek arsitektonis dan estetis.

2. Efek suhu ke dalam bangunan

• Gunakan kaca warna

• Gunakan sunscreen/sun shading dengan pertimbangan arsitektural

3. Penetrasi bising ke dalam bangunan

• Dinding kaca kedap suara

• Kaca dobel

4. Pengamanan terhadap bahaya kebakaran

• Penggunaan jenis kaca khusus tahan api, misalnya wireglaa, tempered glaa, laminated

glass

• Pemasangan sarana proteksi kebakaran otomatis

• Adanya bagian dinding kaca yang dapat dibuka 5. Pencegahan terhadap penetrasi air dan udara

• Pemilihan jenis dan ketebalan kaca

• Desain dan perencanaan system pemasangan yang baik

• Pelaksanaan dilapangan oleh tenaga ahli yang berpengalaman

(60)

Penggunaan baja pada bangunan high-tech sebagai elemen struktur yang

mendukung seluruh beban bangunan termasuk pada struktur atap merupakan salah

satu representasi tema pada bangunan. Menampilkan elemen struktural baja secara

jujur.

Gambar Penggunaan Baja (BMW Welt Building)

Baja Stainless

Baja stainless merupakan baja paduan yang mengandung minimal 10,5% Cr. Sedikit

baja stainless mengandung lebih dari 30% Cr atau kurang dari 50% Fe. Karakteristik

khusus baja stainless adalah pembentukan lapisan film kromium oksida (Cr2O3).

Lapisan ini berkarakter kuat,tidak mudah pecah dan tidak terlihat secara kasat mata.

Lapisan kromium oksida dapat membentuk kembali jika lapisan rusak dengan

kehadiran oksigen. Pemilihan baja stainless didasarkan dengan sifat-sifat

materialnya antara lain ketahanan korosi, fabrikasi, mekanik, dan biaya produk.

Penambahan unsur-unsur tertentu kedalam baja stainless dapat dilakukan dengan

tujuan untuk mendapatkan keriteria baja yang diinginkan.

Umumnya berdasarkan paduan unsur kimia dan presentasi baja stainless dibagi

menjadi lima katagori[4]. Lima katagori tersebut yaitu : • Baja stainless martensitik.

• Baja Stainless austenitik

• Baja stainless dupleks

• Baja stainless pengerasan endapan

(61)

Tema pada Toyota Center adalah Arsitektur High Tech. pemilihan Arsitektur High Tech pada

proyek ini dimana Toyota sebagai sebuah produsen mobil, yang mana mobil itu dibuat

berdasarkan teknologi terkini. Dimana teknologi itu sendiri selalu berubah-ubah sehingga

bangunan ini sangat cocok jika menggunakan arsitektur high tech. Dan sebagai sebuah

tempat berfungsi sebagai bangunan yang komersil dan juga sebagai tempat hiburan maka

tempat ini memerlukan suatu desain pada bangunan yang menarik, agar menimbulkan

ketertarikan pada orang yang datang dan juga yang melakukan aktifitas

didalamnya.bangunan dari Toyota Center ini harus dapat mewakili citra dari Toyota itu

sendiri.

3.5. Studi Banding Tema Sejenis

3.5.1 Faculty of Law, University Of Cambridge

Berlokasi di Sidqwick Avenue Camous

tepat disebelah James Stirling`s 1967

perpustakaan fakultas sejarah.

Bangunan rancangan Foster ini paduan

rancangan modern yang mahir dan

menghargai lingkungan yang ada.

Bangunan ini terdiri dari perpustakaan

hukum, 5 auditorium, ruang seminar,

kantor administrasi. Bangunan ini berupa

lekukan kaca. Pada bangunan ini

dirancang meminimalkan penggunan

energi listrik dengan hanya pada bagian

bawah ruangan kuliah diberi AC.

Perhitungan yang hati-hati terhadap

sudut matahari sehingga pada musim

panas pun keadaan ruangan sangat

menyenangkan.

Bangunan ini menyerupai potongan suatu bentuk

denganpintu masuk dan ruang resepsionis pada sisi

yang terpotong tersebut, timbunan buku yang

menumpuk dipadukan dengan ruang yang fleksibel

Gambar

tabel Wilayah
Tabel. 2.2 Wilayah Pembangunan Kota Medan
Gambar Peta Wilayah Pengembangan Pembangunan Kota M d
Gambar. jembatan Beat Coalbrookdale
+7

Referensi

Dokumen terkait

Secara definisi, maka Medan Interior Center adalah suatu bangunan yang menjadi pusat dalam menyediakan kebutuhan interior ruangan yang menitikberatkan kepada penyediaan

Dari analisis SWOT game center C-FAT dapat di simpulkan bahwa suatu game center dengan tempat dan suasana yang nyaman serta fasilitas yang oke, dapat menjadikan

Minimnya sarana dan fasilitas khusus untuk memberdayakan anak kebutuhan khusus (autis) menjadikan orangtua dari anak berkebutuhan khusus kebingungan mencari cara agar

Dimana VOC ini merupakan aplikasi yang memungkinkan pelanggan untuk memilih puas atau tidak terhadap layanan pada bengkel Toyota Auto 2000 cabang Gatot Subroto Medan.. Dan

Program dasar aspek fungsional Bowling Center di Jakarta , yakni sebagai bangunan komersial untuk rekreasi atau hiburan sekaligus olahraga yang dilengkapi dengan

Maksud dari perancangan ini adalah membuat sebuah tempat khusus yang menyediakan berbagai fasilitas-fasilitas permainan dan hiburan yang ditujukan bagi semua

Bagi masyarakat, mereka bisa menjadikan Green Park Mall sebagai tempat hiburan dan rekreasi ramah lingkungan setelah jenuh beraktifitas di berbagai pabrik ataupun

Menjual kendaraan kepada pelanggan di lingkungan PT Astra International Tbk – Toyota Cabang SM.Raja Medan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Kepala Cabang..