• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul 3 : Intervensi Perubahan Perilaku

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Modul 3 : Intervensi Perubahan Perilaku"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI

Indonesia. Departemen Kesehatan . Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan .

Modul Pelatihan Intervensi Perubahan Perilaku: Paket 1. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2009.

MODUL Pelatihan Intervensi Perubahan Perilaku (IPP) Paket 1:

Modul1 KEBIJAKAN DALAM PENANGGULANGAN PROGRAM IMS, HIV DAN AIDS Modul 2 PERAN DAN TUGAS PETUGAS LAPANGAN

Modul 3 ORGAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL

616 .979.2

Ind

M

Modul4 PENJAJAKAN KEBUTUHAN SECARA CEPAT (PKSC) UNTUK PENGEMBANGAN PROGRAM INTERVENSI PERUBAHAN PERILAKU

Modul 5 ORGAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL Modul 6 INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Modul 7 SEKS: SEKSUALITAS DAN JENDER Modul8 HIV DAN AIDS

Modul9 ORIENTASI SEKSUAL , PERILAKU SEKSUAL DAN IDENTITAS SEKSUAL Modul10 PERILAKU BERISIKO DAN AM AN

Modul 11 KONDOM

Modul12 NEGOSIASI KONDOM

Modul13 KESEHATAN REPRODUKSI DAN KESEHATAN SEKSUAL

Modul14 NARKOTIKA, ALKOHOL , PSIKOTR9 PIKA, DAN ZAT-ZAT ADIKTIF (NAPZA) Modul15 MITOS DAN FAKTA

Modul16 NI LAI - NILAI

Modul17 MEMBANGUN KOMITMEN BELAJAR Modul18 RENCANA TINDAK LANJUT

1. Judul I. HIV " . AI DS

(3)

Modul Pe,lotihonlntervensi

Perubohon PerHoku

PAKET 1

616.979.2

Ind M

KONSEP INTIERVENSI

IPERUBAHAN PERILAKU

Departemen Kesehatan

RI

Jakarta  

(4)
(5)

KAlA PENGANlAR  

>

Program penanggulangan IMS, HIV dan AIDS telah berjalan di I:ndonesia kurang

lebih selama 20 tahun sejak ditemukannya kasus AIDS yang pertama pada 1983.

Hingga kini program penanggulangan telah berkembang pesat meliputi

pencegahan hingga pengobatan perawatan dan dukungan. Perkembangan

program ini menunjukkan pula .pemahaman yang lebih baik para

penyelenggara dan pelaksana program terhadap persoalan IMS, HIV dan AIDS

serta berkembangnya ragam, besaran dan percepatan respon untuk

mengatasinya.

Secara garis besar hingga saat ini, terdapat dua tipe intervensi dalam program

penanggulangan IMS, HIV dan AIDS yakni: Iintervensi Perubahan Perilaku dan

Intervensi Biomedis. Keduanya merupakan komponen penting dalam upaya

penanggulangan dan saling melengkapL Pemahaman mengenai program

penanggulangan yang komprehensif biasanya juga merujuk pada lengkap

tidaknya kedua komponen terse but dihadirkan dalam disain dan

implementasinya. Meski keduanya dianggap sebagai komponen yang sama

penting, intervensi biomedis lebih luas dikenal, menjanjikan penyelesaian klinis

dan medis yang lebih pasti, serta memiliki konsep dan instrumen yangjelas dan

mudah untuk diobservasi.

Intervensi perubahan perilaku sendiri dengan teknik dan metode yang berbeda

sebetulnya mempunyai standar proses, dan (protokol) tahapan implementasi

yang jelas. Akan tetapi ragam intervensi perubahan perilaku kurang dikenal

dan kurang dipahami dengan baik. Konsepnya sering dianggap abstrak, dan

tidak banyak yang menguasai metode, teknik hingga instrumennya. Hal ini

antara lain disebabkan belum tersedianya

modul pelatlhan

yang secara
(6)

komprehensif dapat memberikan bekal pengetahuan sekaligus

keterampilan kepada petugas lapangan (outreach worker).

Dalam rangka meningkatkan kualitas intervensi di tingkat lapangan yang

dapat membekali pengetahuan sekaligus keterampilan penerapan intervensi

efektiftelah dikembangkan DUA paket modullntervensi Perubahan Perilaku

komprehensif. Kedua paket ini disebut sebagai Modul Pelatihan Intervensi

Perubahan Perilaku OPP) untuk Pencegahan Penularan IMS dan HIV melalui

Transmisi Seksual. Paket SATU menekankan pada peletakan dasar

pengetahuan yang kuat mengenai program IMS/ HIV/ AIDS serta isu terkait

lainnya. Sedangkan Paket DUA bertujuan membekali petugas dengan

keterampilan komunikasi sekaligus penerapan intervensi efektif.

Satu set buku yang disajikan pada bagian ini khusus memuat Modul Pelatihan

Intervensi Perubahan Pedlaku Paket SATU.

Seluruh modul pada Paket SATU ini disusun berdasarkan pedoman Intervensi

Perubahan Perilaku yang disiapkan oleh Program Aksi Stop AIDS (ASA)/FHI

dan Departemen Kesehatan. Pada wilayah kerja Aksi Stop AIDS (ASA)/FHI/

paket modul ini sudah diujicobakan dan digunakan untuk melatih kurang

lebih 600 petugas I'apangan yang bekerja pad a 60-an LSM/ tersebar di delapan

provinsi yaitu DKI Jakarta/ Jawa Barat/ Jawa T.imur/ Jawa Tengah/ Kepulauan

Riau/ Sumatera Utara/ Papua dan Papua Barat. Pelatihan diberikan bagi

petugas lapangan yang mendampingi berbagai kelompok berperilaku risiko tinggi seperti: Wanita Pekerj>a Seks (WPS)/ Laki-'laki yang berhubungan Seks

dengan Laki-Iaki lain (LSL)/ Waria/ serta Pria berperilaku risiko tinggi.

Akhirnya kepada semua pihak yanq telah memberikan masukan sampai

terbitnya buku ini kami ucapkan terimp kasih/ yakni United Nations

(7)

Development Programme Goverment of Indonesia melalui proyek United's

Capacity Development to The Global Fund's Principle Recipient in Indonesia

yang telah mendanai ォセァゥ。エ。ョ@ finalisasi modul ini.

Ucapan terima kasih disampaikan khusus kepada Tim BCI (Behavior Change

Intervention/lntervensi Perubahan Perilaku) Aksi Stop AIDS (ASA)/FHI dan

para konsultan yang telah memberikan bantuan ォ・。ィャゥ。セ@ untuk

menyelesaikan buku yang sangat penting ini.

Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, koreksi dan

masukan dari pembaca sa ngat diharapkan.

(8)
(9)

SAMBUTAN SEKRETARIS JENDERAL DEPARTEMEN KESEHATAN RI

Perkembangan epidemi HIV dan AIDS di dunia telah menyebabkan HIV dan

AIDS menjadi masalah global dan semakin nyata menjadi masalah kesehatan

masyarakat di Indonesia . Dalam rangka mempercepat akselerasi upaya

penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia, sangatlah penting untuk

memadukan upaya pencegahan dengan upaya perawatan, dukungan serta

pengobatan dimana keduanya merupakan komponen penting dan saling

melengkapi.

Kurang disadarinya risiko penularan IMS, HIV dan AIDS oleh kelompok berisi'ko

serta masih rendahnya kesadaran untuk mengetahui status HIVnya yang

ditunjukkan dengan masih cukup besarnya kasus AIIDS yang ditemukan pada

stadium lanjut di Rumah Sa kit sehingga menyebabkan tingginya tingkat

kematian kasus AIDS merupakan isu strategis yang digunakan sebagai sasaran

respon pengendalian epidemi HIV dan AIDS.

Upaya perawatan, dukungan serta pengobatan yang juga dikenal dengan

intervensi biomedis telah berjalan dengan baik dan mampu menyelesaikan

permasalahan klinis dan medis yang lebih pasti sedangkan upaya pencegahan

I khususnya intervensi perubahan perilaku belum dikenal dan dipahami dengan I

"

I baik.

Intervensi perubahan perilaku sangat penting dilakukan untuk mengubah

pengetahuan, sfkap, keya kinan, perilaku atau tindakan individu maupun

populasi untuk mengurangi perilaku berisiko terinfeksi HIV. Berdasarkan tingkat

epidemi HIV di Indonesia yang terkonsentrasi. maka sasaran utama upaya

(10)

intervensi perubah an perilaku ini ditujukan kepada kelompok populasi

berisiko tinggi yang berperilaku tidak aman terhadap penularan HIV.

Untuk mendukung kegiatan intervensi perubahan perilaku (IPP) yang

berkualitas di lapangan maka perllu disusun buku-buku pan d uan IPP

termasuk paket modul pelatihan IPP bagi petugas lapangan.

Sepatutnyalah kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya

kepada semua pihak baik perorangan atau institusil yang telah berperan

serta dalam penyusunan dan ー・ョケ・ューセイョ。。ョ@ modul pelatihan Intervensi

Perubahan Perilaku untuk Pencegahan Penularan IMS,HIV dan AIDS melalui

Hubungan Seksual, 2009.

Semoga modullPP ini dapat bermanfaatdalam program pengendalian HIV/

AIDS di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Depkes-RI

c:::

セセ「@

dr. Siafii Ahmad, MPH

NIP: 19490929197712 1 001

(11)

DAFTAR lSI

MODUl  

Kata pengantar ...i  

Sambutan Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan RI ... v  

Daftar lsi ... vi i   I. Deskripsi Singkat ... 1  

II. Tujuan Pembelajaran ... 2  

III. Pokok Pembahasan dan Sub Pokok Pembahasan ... 3  

IV. Wa ktu ...;... 3  

V. Metode ...3  

VI. Alat Bantu dan Media ...4  

VII. Langkah-Iangkah Pembelajaran ...4  

Bahan Pembelajaran ... 13  

Referensi ... 35  

Lampiran-Iampiran:   Lampiran 1   Lembar Aktivitas 3:   Lembar Aktivitas 1: Apa ya Perbedaannya? ... 37  

Lembar Aktivitas 2: Tahapan Melakukan IPP ...::... 40  

Kalau Kegiatan ini Termasuk Strategi yang mana ya... 45 

• Lampiran 2   Evaluasi Akhir Modul ... 49  

Lampiran 3   Slide presentasi ... 51  

Daftar Istilah ... 69  

(12)
(13)

MODUL 

K'ONSEP INTERVENSI

PERUBAHAN PERILAKU

I. Deskripsi Singkat

Berbagai intervensi mencegah dan menanggulangi IMS, HIV dan

AIDS dilakukan oleh pemerintah, pemerhati dan praktisi di

Indonesia. Saat ini intervensi program penanggulangan IMS, HIV

dan AIDS diklasifikasikan menjadi intervensi bio medis yang

berkaitan penyediaan tes HIV untuk mereka yang ingin mengetahui

status mereka, pengobatan dan perawatan terhadap mereka yang

terinfeksi oleh HIV. Intervensi lainya adalah Intervensi Perubah an Perilaku (lPP) yang

bertujuan mengubah perilaku dari populasi perilaku berisiko tinggi (dikenal sebagai

most at risk population) dan populasi yang berperilaku kurang berisiko hingga perilaku mereka menjadi lebih aman.

IPP memusatkan perubahan perilaku di tingkat individu, kelompok dan masyarakat

dengan meningkatkan keberhasilan dari perubahan perilaku yang diharapkan.

Intervensi yang dilakukan di tingkat individu antara lain penjangkauan, hotline dan

penilaian risiko individu. Di tingkat kelompok ada penjangkauan, penilaian risiko

kelompok, kelompok dampingan sebaya, adapun di tingkat komunitas terdapat . intervensi mobilisasi komunitas dan pemasaran sosial kondom.

(14)

JUaOM

Dalam modulini kita akan membahas tentang: Pengertian, Tujuan, Jenis-Jenis

Intervensi Perubahan Perilaku, Pengertian Komunikasi

Perubahan Perilaku dan Kaitan Antara Intervensi Perubaha

Perilaku dan Komunikasi Perubahan Perilaku dan Tahapan

Pelaksanaan Intervensi Perubahan Perilaku.

II. Tujuan Pembelajaran

, I

A. Tujuan Pembelajaran Umum:

Setelah mempelajari materi

ini peserta mampu memahami

intervensi perubahan perilaku.

B. Tujuan Pembelajaran Khusus:

Setelah mempelajari materi

peserta mampu:

1.   Menjelaskan pengertian

intervensi perubahan

perilaku.

'2. Menjelaskan tujuan intervensi

perubahan perilaku.

3. Menjelaskan jenis-jenis intervensi

perubahan perilaku.

4. Menjelaskan pengertian komunikasi

perubahan perilaku.

5. Menjelaskan kaitan intervensi

perubahan perilaku & komunikasi

perubahan perilaku.

6. Menguraikan tahapan pelaksanaan

(15)

MODUl 

V. Metode

1. Curah pendapat. Intervensi Perubahan Perilaku

2. Ceramah tanya jawab. 1.   Pengertian Intervensi Perubahan 3. Diskusi kelompok.

Perilaku. 4. Diskusi plieno.

2.   Tujuan Intervensi Perubahan

5.

Latihan.

Perilaku.

3.   Jenis-Jenis Intervensi Perubahan

Perilaku.

4.   Pengertian Komunikasi Perubahan

Perilaku.

5.   Kaitan Intervensi Perubahan

Perilaku dan Komunikasi Perubahan :

Perilaku.

6.   Tahapan Pelaksanaan Intervensi

Perubahan Perilaku.

IV. Waktu

7 Jam Pelatihan (315 men it)

(16)

MODUL 

VI. Alat Bantu dan Media

1 .   Slide Presentasi.

2. Lembar aktivitas 1: Apa ya perbedaannya?

3. Lembar Aktivitas 2: Tahapan Melakukan IPP.

4.   Lembar Aktivitas 3: Kalau

Kegiatan ini termasuk strategi

yang mana ya ...

5. Lima buah amplop untuk LA 1.

6. Lima buah amp lop besar untuk LA2.

7. Potongan kertas bertuliskan kata-kata sesuai dengan

instruksi dalam LA 2.

8.   Empat buah amplop besar

berwarna coklat untuk LA3.

9. Potongan kertas bertuliskan

kata-kata sesuai dengan instruksi

dalam LA3.

10.   Kertas flipchart.

11.   Isolasi.

12.   Spidol.

13.   LCD.

14.  Laptop.

VII. Langkah-Langkah

Pembelajaran

SESI 1: Pengkondisian (10 menit).

Langkah 1:

Sapa peserta dengan ramah dan ucapkan salam.

Apabila fasilitator belum berkenalan

dengan peserta, fasilitator perkenalkan diri dan meminta semua peserta menyebutkan

nama masing-masing .

(17)

MODUL 

Bila diperlukan,

ajak 

peserta melakukan

kegiatan untuk mencairkan suasana atau

melakukan energizer.

Langkah 2:

Jelaskan 

pada peserta topik-topik yang

akan dibicarakan dalam sesi ini dan

mengapa topik-topik tersebut penting

untuk dibahas.

Jelaskan tujuan sesi dengan

menayangkan slide tentang tujuan

pembelajaran.

Langkah 3:

Tanya 

peserta "Apakah sudah siap untuk  

mengikuti pembelajaran?"  

Bila ya, mulai dengan sesi 2.  

SESI 2: Pembahasan Sub Pokok

Bahasan Pengertian Intervensi

Perubahan Perilaku Dan Tujuan

Intervensi Perubahan Perilaku

(45 Menit).

Langkah 1:

Pengantar.

Katakan 

bahwa "Apa yang dilakukan oleh

FHI dengan berbagai mitra kerjanya adalah

mengelola intervensi perubahan perilaku

yang tujuannya adalah untuk mengubah

perilaku berisiko dari kelompok berisiko

tinggi (Most at Risk PopulationlMARP).

Intervensi ini penting untuk

mengendalikan penyebaran IMS, HIV dan

AIDS. Untuk merancang intervensi

perubahan perilaku yang mumpuni

diperlukan pemahaman yang tepat apakah

yang dimaksud dengan intervensi

perubahan perilaku sehingga rancangan

intervensi yang di'kembangkan dapat

mencapai tujuan yang telah ditetapkan

sebelumnya. II

(18)

JUOOM  

Langkah 2: Tanya

peserta:

•   Apa pemahaman mereka tentang

pengertian intervensi perubahan

perilaku?

•   Apa pemahaman mereka tentang

tujuan intervensi perubahan

perilaku?

Tuliskan kata-kata kunci jawaban

peserta pada kertas flipehart.

Ajak peserta untuk merangkum

pendapat peserta tentang

pengertian dan tujuan intervensi

perubahan perilaku.

Langkah 3:

Jelaskan pengertian dan tujuan

intervensi perubahan perilaku yang

sebenarnya dengan menayangkan

slide presentasi tentang pengertian

IPP.

Beri kesempatan peserta untuk  

berta nya.  

Jawablah secara singkat danjelas.  

Bila fasilitator belum mendapatkan  

jawaban, jangan memaksakan diri untuk

menjawab. Katakan bahwa fasil itator akan

meneari informasi lebih lanjut tentang hal

tersebut dan menyampaikan pada peserta.

Langkah 4:

Lakukan rangkuman sesi.  

SESI 3: Pembahasan Sub Pokok

Bahasan Jenis-Jenis Intervensi

Perubahan Perilaku (60 Menit).

Langkah

1:

Tanya peserta "Apa pemahaman mereka  

tentang jenis-jenis intervensi?"  

Tuliskan kata-kata kunei jawaban peserta  

pada kertas flipehart.  

aェセォ@ peserta untuk merangkum pendapat  

(19)

KONSEP INTERVENSI PERUBAHAN PERILAKU

MODUL 

Langkah 2:

Jelaskan jenis-jenis intervensi dengan  

menayangkan slide presentasi tentang ;  

jenis-jenis intervensi.  

Langkah 3:

Beri kesempatan peserta bertanya.   Jawablah secara singkat dan jelas. Bila;   fasilitator belum mendapatkan  

jawaban, jangan memaksakan diri  

untuk menjawab. Katakan bahwa  

fasilitator akan mencari informasi lebih  

lanjut tentang hal tersebut dan   menyampaikan pada peserta.

Langkah 4:

Buatlah rangkuman sesi.  

SESI 4: Pembahasan Sub Pokok

b。ィセウ。ョ@

Pengertian Komunikasi

Perubahan Perilaku Dan Kaitan

Antara Intervensi Perubahan

Perilaku Dan Komunikasi Perubahan

Perilaku (70 Menit).

Langkah 1:

Katakan bahwa kita akan melakukan diskusi  

kelompok tentang pengertian IPp, KPP dan  

keterkaitkan antara IPP dan KPP.  

Jelaskan panduan diskusi sesuai dengan  

Lembar Aktivitas 1 (LA 1 terlampir).  

Langkah 2:

Setelah melakukan LA 1, tanya peserta "Apa  

pemahaman mereka tentang pengertian  

komunikasi perubahan perilaku dan  

keterkaitan antara intervensi komunikasi  

perubahan perilaku?"  

Tuliskan kata-kata kunci jawaban peserta   pada kertas flipchart.  

Ajak peserta untuk merangkum pendapat  

mereka tentang pengertian komunikasi  

(20)

MODUL 

Langkah 3:

perubahan perilaku dan keterkaitan Perubahan Perilaku dan Komunikasi  

antara intervensi perubahan perilaku Perubahan Perilaku.  

dan komunikasi perubahan perilaku.  

Langkah 4:

Beri kesempatan peserta bertanya.  

Jawablah secara singkat dan jelas. Bila  

fasilitator belum mendapatkan jawaban,  

.   jangan memaksakan diri untuk menjawab.

Katakan bahwa fasilitator akan mencari

informasi lebih lanjut tentang hal tersebut

dan menyampaikan pad a peserta.

Setelah membahas tentang

Langkah 5:

pengertian IPP dan KPp, serta Lakukan rangkuman sesi.  

keterkaitan antara IPP dan KPP  

SESI 5: Pembahasan Sub Pokok

berdasarkan hasil diskusi peserta:

Bahasan Tahapan Pelaksanaan

• Jelaskan pengertian komunikasi

Intervensi Perubahan Perilaku

perubahan perilaku dan keterkaitan ;

(120 Menit) .

.

antara intervensi perubahan

perilaku dan dengan menayangkan

セ@

Langkah 1:

slide presentasi: Pengertian Jelaskan bahwa untuk mengembangkan

Komunikasi Perubahan Perilaku suatu intervensi perubahan perilaku maka

dan Keterkaitan antara Intervensi . perlu dilakukan beberapa tahapan.

(21)

Minta

beberapa peserta yang pernah

melakukan intervensi perubahan

perilaku untuk menceritakan

pengalamannya mengembangkan IPP

yang pernah dilakukan oleh

lembaganya .

Tulis

kata -kata kunci pengalaman

peserta dalam kertas flipchart.

Ajak

peserta merangkum tahapan

pelaksanaan berdasarkan pengalaman

tersebut.

Langkah 2:

Katakan

"Kita akan melakukan

kegiatan kelompok mengenai tahapan

melaksanakan intervensi perubahan

perilaku."

Lakukan

kegiatan sesuai dengan

panduan pada LA 2 (terlampir).

Langkah 3:

Setelah membahas tentang tahapan

pelaksanaan IPP berdasarkan hasil

diskusi peserta,

jelaskan

tahapan

pelaksanaan IPP dengan menayangkan

slide presentasi tahapan pelaksanaan

IPP.

Langkah 4: '

Beri

kesempatan peserta bertanya.

Jawablah

secara singkat dan jelas. Bila

fasilitator belum mendapatkan jawaban,

jangan memaksakan diri untuk

menjawab. Katakan bahwa fasilitator

akan mencari informasi lebih lanjut

tentang hal tersebut dan menyampaikan

pada peserta.

(22)

MODUL 

Langkah 5:

Katakan

untuk mendalami lebih

lanjut mengenai tahapan ke-empat

dalam mengembangkan intervensi

perubahan perilaku, kita akan

melakukan kegiatan kelompok

berupa perlombaan.

Lakukanlangkahsesuaipanduan

dalam LA3 (terJampir)

Langkah 6:

Setelah membahas tentang tahapan

langkah 4 dalam pelaksanaan IPP

berdasarkan hasil diskusi peserta,

jelaskan

langkah 4 tahapan

pelaksanaan IPP dengan

menayangkan slide presentasi Tujuh

Strategi Pengembangan IPP.

Langkah 7:

Beri

kesempatan peserta bertanya.

Jawablah

secara singkat dan jelas.

Bila fas ilitator beium mendapatkan

jawaban, jangan memaksakan diri untuk

menjawab. Katakan bahwa fasilitator akan

mencari informasi lebih lanjut tentang hal

tersebut dan menyampaikan pada peserta.

Langkah 8:

Katakan

"Intervensi perubahan perilaku

merupakan peta untuk mencapai tujuan

yang telah kita tetapkan bersama. Dengan

demikian setiap tahapan dalam intervensi

ini harus direncanakan dan dilaksanakan

dengan sebaik-baiknya karena satu tahapan

dengan tahapan lainnya berkaitan dengan

erat:'

Langkah 9:

(23)

MODUL 

SESI6: Rangkuman Dan Pembulatan

(10 Menit).

Langkah 1:

Lakukan 

evaluasi akhir modul (panduan

terlampir).

Langkah 2:

Buatlah 

rangkuman secara singkat tentang

materi IPP yang telah dibahas.

Langkah 3:

Katakan 

pada peserta bahwa informasi lebih

lanjut tentang konsep IPP dapat dibaca pada

(24)
(25)

BAHAN 

KONSEP INTERVENSI

PEMBElAJARAN 

PERUBAHAN  PERllAKU 

A. Pengertian dan Tujuan Intervensi Perubahan Perilaku

Intervensi Perubahan Perilaku adalah 5uatukegiatan (atau serangkaian paket

kegiatan) yang bertujuan untuk mengubah pengetahuan, sikap, keyakinan,

perilaku atautindakan individu maupun populasi untuk mengurangi perilaku 0

berisikonya. Sebuah intervensi memiliki proses yang jelas, apa yang ingin kita

capai, dan protokol yang memuat petunjuk mengenai tahap-tahap

implementasinya.

Strategi merupakan metode atau  

pendekatan tertentu yang secara  

konsisten digunakan selama intervensi.  

Salah satu contoh strategi adalah  

memanfaatkan teman sebaya(peer)

dalam intervensi di tingkat kelompok.  

Intervensi dibedakan menjadi dua, yaltu  

intervensi perubahan perilaku dan  

intervensi medis. Intervensi medis lebih  

sering berkaitan dengan berbagai  

(26)

BAHAN 

PEMBElAJARAN 

fasilitas pelayanan kesehatan yang

tersedia baik untuk mencegah maupun

menanggulangi IMS, HIV dan AIDS.

Misalnya, terapi subtitusi, ARV,

pengobatan Infeksi Oportunistik (10) dan

IMS. Tujuan dari intervensi medis adalah

melakukan pengobatan, mengurangi

penderitaan serta meningkatkan kualitas

hidup.

Intervensi Perubahan Perilaku adalah

pendekatan umum untuk mengubah

perilaku berisiko dan mempertahankan

perilaku positif melaiui serangkaian

kegiatan sesuai kebutuhan kelompok'

dengan nienciptakan lingkungan yang

mendukung perubahan individu dan

kolektif.

Dengan demikian kombinasi dari

berbagai kegiatan yang terencana secara

strategis dan berkaitan dengan

kebutuhan kelompok terte!)tu dan

dikembangkan bersama kelompok

tersebut

Tujuan dari IPP:

•   Mengurangi perilaku berisiko.

•   Mempertahankan perilaku positif

dengan menciptakan lingkungan

yang mendukung perubahan

perilaku individu dan kolektif.

Tujuan akhir program adalah

penurunan prevalensi IMS, HIV dan

(27)

BAHAN 

PEMBElAJARAN 

•   Perubahan perilaku yang

terjadi melalui penyebaran

luasan informasi untuk

meningkatkan pengetahuan

dan keterampilan kelompok

perilaku risiko tinggi misalnya

Laki-laki berhubungan Seks

dengan Laki-laki (LSL), waria,

Pria·risti -High Risk Men (HRM),

WanitaPenjaja Seks (WPS) dan

Pria Penjaja Seks (PPS).

•   Upaya untuk menurunkan

prevalensi yang dilakukan ' FHI

melalui kerjasama lembaga

pelaksana program

(implementing agencies), tokoh

masyarakat, pemerintah, sektor

usaha sehingga terbentuk

lingkungan kondusif, yang

mendukung kelompok perilaku

risiko tinggi untuk mengubah

perilakunya.

• Program lainnya adalah

menyediakan produk dan layanan

yang berkualitas sehingga

.

.

memudahkafl kelompok

berperilaku berisiko khususnya

dan masyarakat pada umumnya

(28)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

B. Jenis-jenis Intervensi Perubahan Perilaku

1. Intervensi diTingkat Individu

a.  Intervensi Tingkat Individu Berbasis

Komunitas

1) Penilaian Ri siko Individu (PRI),

termasuk pengurangan risiko

dan konseling pendidikan

kesehatan serta jaringan ke

layanan kesehatan . Dilakukan

hanya oleh PL yang terlatih di

tingkat komunitas .

2)   Layanan Hotline: termasuk

pengurangan risiko dan

konseling pendidikan

kesehatan.

セ@ b. Intervensi tingkat individu pada

layanan kesehatan berbasis

fasilitas kesehatan .

1 ) Layanan IMS:

a) Penapisan IMS untuk WPS,

Waria, PPS dan LSL.

b) Diagnosis dan pengobatan.

c) Pengurangan risiko dan

konseling pendidikan

kesehatan.

d) Pemantapan sistem rujukan

untuk penyediaan layanan

kesehatan (misalnya,

Konseling Testing Sukarela

(KTS), pengobatan dan

perawatan 10, Anti Retroviral

Theraphy (ART), perawatan

(29)

BAHAN 

PEMBElAJARAN 

KONSEP INTERVENSI PERU BAHAN PERILAKU  

2)

Layanan KTS:

a) Manajemen/pengelolaan aspek

psikologis dan medis.

b) Pengurangan risiko dan

konseling pendidikan kesehatan.

c)

Pemantapan sistem

rujukan untuk penyediaan

layanan kesehatan (misalnya,

KTS, pengobatan dan perawatan

10, ART. perawatan paliatif) atau

kelompok dukungan.

d) Penyediaan perawatan

akut/kronis/paliatif (termasuk 10,

ART) atau perujukan untuk

pelayanan.

2. Intervensi di tingkat kelompok

a.   Kelompok Dukungan Sebaya

(KDS):

termasuk Penilaian Risiko

Kelompok (PRK) yaitu

pengurangan risiko dan konseling

pendidikan kesehatan serta

jaringan ke layanan. Difasilitasi

hanya oleh PL yang terlatih di

tingkat komunitas.

b.   KDS-Positif:

Kelompok orang positif yang

difasilitasi Manajemen Kasus (MK)I

konselor. Kegiatan KDS akan

mencakup penyesuaian perilaku

(30)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

KONSEP INTERVENSI

PERUBAHAN PERILAKU

kual ita s hidup, dan b. Positive prevention dan rujukan ke

pelaksanaan pencegahan layanan yang dilakukan pada

bagi mereka yang sudah HIV tingkat komunitas.

positif (positive prevention).

c.

Layanan klinis.

Pada tahap lebih akhir, KDS

akan d ifasilitasi juga oleh 5. Konseling Pasangan dan Rujukan

sesama orang positif. PRK dan Merupakan layanan konseling

konseling pendidikan pasangan termasuk promosi layanan

kesehatan dan jaringan ke kesehatan dan konseling untuk

layanan juga akan dilakukan . pasangan KD.

3.  Outreach termasuk: 6. Komunikasi Kesehatan (KK) & 

a.   Penyediaan/pemberian Informasi Publik UP) termasuk

info rmasi a. Kampanye multi-media terfokus.

b.   Promosi/ pen i ng kata n b. Pengembangan media KIE

perilaku lebih aman. terfokus (media cetak, bulletin dll).

c.

Distribusi kondom/ pelicin  

dan media KIE.  

d.   Rujukan ke layanan.

4.  M anajemen Kasus

Pencegahan untuk:

a.   Terapi kecakapan dan  

(31)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

c.

Sesi pendidikan sing kat

(presentasi, penyuluhan).

7. Konseling, Testing dan Rujukan:

a.   Pre dan post test konseling,

dan testing

b.  Rujukan ke layanan yang

relevan .

8. Intervensi Tingkat Komunitas

a.   Mobilisasi Komunitas:

termasuk edutainment dan

kegiatan-kegiatan berbasis

komunitas dan media.

b. Advokasi: di tingkat komunitas,

: ,   melalui LSM mitra, melakukan

kegiatan-kegiatan advokasi

berbasis komunitas dan di tingkat

pusat melalui kegiatan-kegiatan

yang dikembangkan melalui

strategi komunikasi (komponen

advokasi).

c.

Intervensi Struktural: kebijakan

menggunakan kondom 100%

(100% condom use policy)

d.   Pemasaran Sosial : penggunaan

metode-metode pemasaran untuk

mempermudah akses materi-materi

pencegahan (kondom dan pelicin)

(32)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

KONSEP INTERVENSI PER UBAHAN PERILAKU

c. 

Pengertian Komunikasi Perubahan Perilaku

Suatu proses interaktif yang

melibatkan KD dan komunitas untuk

merancang beragam pesan dengan

menggunakan berbagai macam media

dan saluran untuk mempromosikan,

mengembangkan dan memelihara

perilaku positif. KPP merupakan salah

satu strategi IPP yang paling populer

dan telah diakui secara luas oleh

berbagai lembaga internasional.

KPP:

Merupakan bagian penting dari

program komprehensif yang

bertujuan untuk:

•   Meningkatkan pengetahuan KD

mengenai: IMS, HIV dan AIDS.

•   Mengubah sikap dan kepercayaan

kelompok.

•   Mengubah persepsi risiko.

•   Meningkatkan keterampilan

(33)

BAHAN 

PEMBElAJARAN 

D. Keterkaitan KPP dan IPP:

•   Sering digunakan bergantian, padahal maknanya berbeda.

•   Saling melengkapi tetapi TIDAK SAMA.

•   Program Perubahan Perilaku merupakan pendekatan umum, KPP  

merupakan bagian Perubahan perilaku.  

•   IPP meliputi serangkaian intervensi termasuk intervensi komunikasi.

Perbedaan IPP dan KPP:

•   IPP:

Menekankan pentingnya melakukan transformasi situasi sosial dengan

menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan perilaku.

Sustainability (kelanggengan)

•   KPP:  

Memusatkan pada perubahan perilaku individu dan kelompok.  

(34)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

KONSEP INTERVENSI PE RU BAHAN PERILAKU  

E. Tahapan Pelaksanaan Intervensi Perubahan Perilaku

1 2

Memilih kelompok Mengidentifikasi

dampingan faktor penentll

perilaku

3

Mengembangkan strategi

.-. 5 · '.

セ@ セ@

,,' . 4 '.

Mengembangkan

Merencanakan rencana mon-ev

. k,egiatan

Nセ@

Bagaimanakah mengembangkan

perlu anda lakukan adalah

mencari informasi tersebut. Anda

intervensi perubahan perilaku?

harus menggunakan berbagai Tahapan pertama adalah memilih kelompok

sumber yang ada, mulai dari dampingan. Ada berbagai sumber informasi yang

berbagai laporan program yang dapat digunakan untuk memilih KD. Anda dapat

ada di lembaga penyandang memulainya dengan cara melakukan telaah

dana, laporan penelitian di (kajian) terhadap apa yang telah diketahui dan

perguruan tinggi atau akademi apa yang telah dilakukan di wilayah intervensi,

atau lembaga penelitian serta Beragam informasi dari permasalahan kesehatan ,

berbagai data sekunder yang ada yang ingin anda tangani biasanya tersedia, yang •

(35)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

KONSEP INTERVENSI PERUBAHAN PERllAKU

Gunakan berbagai sumber untuk

memperoleh informasi yang akan

memandu anda mengambil keputusan

untuk menentukan kelompok dampingan.

Berbagai kelompok perilaku risiko tinggi

yang sering menjadi KD dar; lembaga

pemerhati dan praktisi pencegahan dan

penanggulangan IMS, HlV dan AIDS disebut

kelompok yang beresiko tinggi atau most at

risk population (MARP).

Tahap kedua adalah mengidentifikasi

faktor penentu perilaku yang

mempengaruhi terjadinya perubahan

perilaku. Secara keseluruhan faktor

yang menentukan perubahan perilaku

dibedakan menjadi dua yaitu: pertama

faktor perubahan perilaku tidak

langsung, termasuk di dalamnya

adalah individual, keluarga, sistem

kesehatan dan faktor yang ada di

tingikat nasional. Di tingkat nasional

ada beberapa faktor yang secara tidak

langsung, yaitu: hukum dan berbagai

peraturan utamanya yang berkaitan

dengan kesehatan. Umumnya

kebijakan kesehatan yang ditetapkan

oleh pemerintah positif. Misalnya,

Undang-Undang no mer 23 tahun 1992

tentang kesehatan dimana pemerintah

menetapkan bahwa salah satu

paradigma pembangunan kesehatan

adalah pelayanan proaktif yang

bertujuan untuk menjangkau klien

(36)

BAHAN 

PEMBElAJARAN 

Untuk itu diperlukan pengkajian secara

seksama: "Apakah peraturan ini

didukung berbagai perangkat guna

memastikan bahwa pelaksanaannya

efektif?,: Misalnya: Bagaimana dengan

sistem pencatatan identitas dari klien?

Bagaimana sistem memperbaharui

perubahan informasi dari klien? Apakah

petugas kesehatan memperoleh

pelatihan untuk mendokumentasikan

identitas klien? Apa yang akan

dilakukan untuk mempertahankan klien

lama dan memperoleh klien baru?

Apakah sudah ada peraturan yang

KONSEP

INTERVENSI

PERU BAHAN

PERllAKU

mendukung kebijakan tersebut? Apakah ada

peraturan yang tidak sesuai (atau malah

bertentangan) dengan undang-undang ini?

Komponen lain di tingkat nasional yang

dapat mempengaruhi perubahan perilaku di

tingkat individu secara tidak langsung adalah

kesetaraan jender. Misalnya, perempuan

mempunyai akses untuk memperoleh alat

kontrasepsi hanya bila mereka teiah menikah.

Sebagian besar alat kontrasepsi yang tersedia

diperuntukkan perempuan dan hanya ada

satu kontrasepsi untuk laki-Iaki yaitu

kondom, yang sampai saat ini tingkat

(37)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

Peraturan yang menyatakan bahwa hanya

bila kondisi kehamilan membahayakan

kesehatan ibu, maka ibu berhak melakukan

aborsi. Peraturan semacam ini adalah

menempatkan perempuan pada posisi

dimana mereka tidak dapat menentukan apa

yang terbaik untuk mereka. Di tingkat sistem,

perubahan perilaku ditentukan oleh kebijakan

dan infrastruktur, ketersediaan dan

kemudahan akses terhadap produk, pendapat

dari kelompok pendukung dan kelompok oposisi serta opini publik. Misalnya, penggunaan

kondom secara konsisten memerlukan berbagai ketersediaan dan akses untuk memperoleh

kondom, selain harga yang terjangkau dan keterampilan menggunakan kondom atau

membujuk pasangan menggunakan kondom.

Faktor penentu perubahan perilaku individu dan

kelompok secara langsung dapat dibedakan

menjadi ヲ。セエッイ@ yang berasal dari luar diri individu

dan kelompok, misalnya: persepsi yang

bersangkutan mengenai perilakunya saat ini,

keyakinan dan ketrampilan untuk melakukan

perubahan, persepsi mereka terhadap norma sosial

(38)

BAHAN 

PEMBElAJARAN 

yaitu akses individu terhadap produk dan

layanan yang diperlukan untuk

melakukan perubahan perilaku serta

keadaan keuangan yang mempengaruhi

keteguhan mereka saat melakukan

perubahan perilaku.

Tahapan ketiga adalah mengembangkan

strategi untuk mencapai tujuan

perubahan perilaku yang telah ditetapkan.

Sesuai dengan kesepakatan kerjasama

antara FHI dengan lembaga mitranya, ada 7 strategi yang dikembangkan untuk

mengubah perilaku berisiko KD menjadi

lebih aman, yaitu: peningkatan kapasitas,

mempunyai akses dan memperoleh

kepercayaan KD, menciptakan

lingkungan mendukung, meningkatkan

pemahaman, mendukung perubahan

perilaku jangka panjang,

mempertahankan perilaku aman dan

menyediakan layanan, dan meningkatkan

partisipasi dan semangat kerelawanan dari

kelompok dampingannya.

Tahapan keempat adalah merencanakan

kegiatan untuk setiap strategi yang telah

dikembangkan. Kegiatan ini merupakan

panduan bagi mitra kerja FHI, meskipun

(39)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

sekiranya memang diperlukan. Adapun

kegiatannya adalah sebagai berikut:

1.   Persia pan dan Peningkatan Kapasitas

Lembaga Pelaksana

a. Seleksi dan rekrutmen staf.

b. Penyiapan kantor dan drop-in

centre (jika ada drop-in centre).

c.

Orientasi dan pelatihan staf.

1} Orientasi program dan

peluncuran (start up).

2) Pelatihan outreach bagi KL

dan PL.

3} Pelatihan konselor dan MK

(jika ada).

4}  Pelatihan bagi pengelola

hotline (jika ada).

5}  Dukungan teknis untuk

manajemen keuangan dan

sistem money.

6}  Pelatihan lainnya.

2.   Pembukaan Akses Pada Kelompok

Dampingan

a.  Penjajakan kebutuhan secara

cepat.

b. Pemetaan lokasi intervensi dan

pendekatan informal kepada

orang kunci di lapangan.

c.

Sosialisasi program kepada

pemangku kepentingan tin9kat

lokasi dan KD.

d. Sosialisasi program kepada

pemangku kepentingan wilayah

(termasuk calon-calon mitra

layanan kesehatan).

e.  Kampanye massal sosialisasi

program kepada masyarakat

(40)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

3.  Penciptaan dan Penguatan

Lingkungan yang Kondusif bagi

Perubahan Penla ku dan

Kesehatan KD

a.  Pertemuan koordinasi berkala

dengan Komisi Penanggulangan

AIDS (KPA) kota/kabupaten .

b.   Pertemuan rutin dengan  

pemangku kepentingan  

tingkat lokasi untuk  

pembentukan pokja .  

c.

Pertemuan koordinasi dengan

distributor kondom dan

penyedia layanan kesehatan.

d.   Mobilisasi komunitas .

KONSEP INTERVENSI PER UBAHAN PERllAKU

e.  Intervensi struktural.

f. Advokasi.

g.  La innya ...  

4.   Peningkatan Pengetahuan dan

Kesadaran KD Terhadap IMS, HIV dan

AIDS

a.  Outreach melalui pendekatan  

individu dan kelompok kecill  

teridentifikasi .  

b.  Diskusi rutin/penyuluhan dengan KD

(Iebih bersifat klasikal dengan peserta

banyak minimall 0 orang .

e.

Penyediaan dan distribusi media KIE.

d.   Penyediaan dan distribusi kondom

dan pelicin.

e.   Edutainment.

f.   Layanan Hotline.

g.   Komunikasi kesehatan dan informasi

(41)

I

BAHAN 

PEMBElAJARAN 

5. Pemberian Dukungan Terhadap Perubahan Perilaku

a.   Penilaian risiko individu.

b.   Penilaian risiko kelompok.

c. Pembentukan dan pengelolaan kelompok dukungan sebaya

(KDS)-non ODHA.

d.   Pertemuan koordinasi dengan

distributor kondom untuk

pemasaran sosial kondom.

e. Pengembangan dan

implementasi pemasaran sosia!

kondom.

f. Pertemuan pembentukan dan

pengelolaan outlet kondom

alternatif.

g. Monitoring dan pengembangan

outlet kondom.

h. Layanan Konseling Rujukan

Pasangan / Partner Counseling

Referral System (PCRS).

6.   Mempertahankan Perilaku yang

Aman dan Penyediaan Layanan

a.   Pertemuan pembentukan

kesepakatan dengan penyedia

layanan kesehatan.

b.   Rujukan pemeriksaan dan

penapisan IMS.

c.

Rujukan pelayanan VCT

(Counseling Testing Referral/CTR)

dan MK Prevention Care

(42)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

d. Pertemuan monev dengan mitra

penyedia layanan.

e. Lainnya ... .

7.   Peningkatan Keterlib atan dan

Menumbuhkan Semangat Kerelawanan

diantara KD

a.   Seleksi dan rekrutmen Peer

Education (PE) .

b.   Pelatihan PE .

e.   Pendidikan Peer/ Outreach oleh PE.

d.   Pertemuan monev PE.

e.   Pelibatan PE dalam

kegiatan-kegiatan lembaga .

f.   Lainnya ...  

Tahapan kelima adalah mengembangkan

rencana pemantauan dan evaluasi.

Apakah Pemantauan?

Pemantauan dan evaluasi merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari

suatu program. Pemantauan dan

evaluasi diperlukan untuk menilai

kemajuan dan keberhasilan program,

mengenali faktor penghambat dan

penghalang keberhasilan program,

dan menggunakan informasi yang

dikumpulkan untuk melakukan

berbagai perbaikan yang diperlukan

dalaml program yang sedang

dilaksanakan. Setiap perencana

program membutuhkan informasi

teratur saat program berlangsung.

Walaupun suatu program sudah

direncanakan dengan baik,

kesalahan, penyimpangan dan

(43)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

Bagaimana cara melakukan

pemantauan?

Anda dapat mengidentifikasikan

hambatan dan masalah di lapangan

melalui pemantauan bulanan,

triwulanan, atau model pemantauan

lainnya yang anda anggap efektif

dalam pelaksanaan, yang akan

mempengaruhi kemajuan dan

keberhasilan program secara

keseluruhan.

Tujuan utama pemantauan untuk

menilai sejauh mana kegiatan pokok

dilaksanakan sesuai rencana dan

memandu pemangku kepentingan

mengambil keputusan berdasarkan

informasi

(informed decision)

terutama

yang berkaitan dengan pencapaian

program dan penggunaan sumber

secara eflsien.

Idealnya rencana pemantauan

dikembangkan saat tahap awal

pengembangan program, sebagai

bagian dari perencanaan, sehingga

proses pemantauan dapat dilakukan

segera setelah aktifltas program dimulai.

Pemantauan merupakan proses yang

berkelal')jutan yang dilakukan pada

setiap tahapan program dengan

demikian penting bagi perancang

program untuk mengalokasi waktu,

sumber tenaga dan dana untuk

melakukan pemantauan terhadap

proses pelaksanaan program.

(44)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

terhadap kegiatan yang dilakukan. Di samping

juga melalui interaksi dan observasi langsung

terhadap aktivitas yang dilaksanakan oleh

petugas lapangan maupun terhadap kelompok

dampingan dari lembaga mitra kerja.

Apakah evaluasi?

Evaluasi adalah kegiatan menilai sejauhmana

tujuan program tercapai, utamanya perubahan

atau perbaikan yang terjadi di tingkat

masyarakat. Mengingat kegiatan penilaian

dimaksudkan untuk mengukur dampak

program di tingkat masyarakat maka salah satu

indikatornya adalah menilaf sejauhmana

pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat

berubah akibat kegiatan yang

dilaksanakan ッセ・ィ@ lembaga

mitra kerja. Dengan demikian

perencana program maupun

para pengambil keputusan

memahami bagaimana dan

sejauh mana suatu program

berkontribusi terhadap

perubahan.

Pada program pencegahan dan

penanggulangan HIV dan AIDS

yang dilaksanakan oleh FHI,

dampak program yang biasanya

dievaluasi termasuk:

•   Norma Sosial

•   Prevalensi IMS

•   Mortalitas dan Morbiditas

dari HIV

(45)

BAHAN 

PEMBELAJARAN 

Untuk mengukur hasil dan mengevaluasi

efektivitas program, diperlukan penelitian

seksama. Program yang anda terapkan harus

dapat dievaluasi dengan melihat perubahan status

kesehatan, peningkatan pengetahuan,

peningkatan kesadaran, sikap, pengetahuan dan

perilaku, serta jangkauan program. Evaluasi harus

dirancang untuk mengukur hasil-hasil yang secara

lang sung berhubungan dengan tujuan program

yang telah ditentukan. Misalnya, untuk program

promosi kondom, perencana program tertarik

mengetahui proses pengambilan keputusan

pemakai kondom dan ingin memasukkan metode

penelitian kualitatif dalam evaluasinya. Di sisi lain

penyandang dana mung kin lebih tertarik pada

efektivitas biaya, sedangkan KPA ingin

mengetahui tingkat kenaikan pemakaian kondom

selama program berlangsung . Kepentingan ketiga

kelompok ini sebaiknya dapat dipertemukan

dengan pemilihan perangkat instrumen dan

(46)
(47)

REFER ENS I  

.. , • •• • • . . . . ... 4 " .. .  .. ..  

1.   Original Draft presented to State Planning Group on February

25, 1999 Updated and presented to the State Planning Group

in February 2004: Effective HIV Interventions and Strategies.

2.   Warren

C.

Robinson and Gary L. Lewis, Population Research

Institute, the Pennsylvania State University, USA, October 2003.

Cost Effectiveness Analysis of Behaviour Change Intervention:

A Proposed New Approach and an Application to Egypt.

3.   Family Health I,nternational, Institute for HIV AIDS, September

2002. Behavior Change Communication for HIV/AIDS: A

Strategic Fram ework.

4.   HIV/AIDS Prevention And Intervention Section Division of HIVI

AIDS-STD Michigan Department Of Community Health

Revised: May 2003. Quality Assurance Standards for HIV

Prevention Interventions.

5.   AIDSCAP, Behaviour Change: A Summary of Four Major

(48)
(49)

LAMPI RAN

LEMBAR AKTIVITAS 1

APA  YA  PERBEDAANNYA... 

Panduan 

PERSIAPAN FASILITATOR

1. Siapkan kertas flipchart dan spidol.

2.   Siapkan cara untuk membagi peserta menjadi 5 kelompok

3.   Siapkan 5 lembar amplop yang berisi daftar pertanyaan yang harus dibahas oleh kelompok.

4. Siapkan 6 meja di untuk diskusi panel mengenai IPP dan KPP.

5. Tunjuk satu orang peserta yang berperan sebagai moderator diskusi pie no. Peserta ini harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai IPP dan KPP. Bila tidak ada, maka fasilitator atau co-fasilitator dapat berperan sebagai fasilitator.

Langkah 1: Katakan "Sekarang kita akan melakukan kegiatan kelompok terlebih

dahulu untuk membahas mengenai IPP atau dikenal sebagai Behaviour

Change Intervention (BCI) dan KPP atau Behaviour Change

Communication (BCC)."

Catatan fasilitator

Daftar pertanyaan yang ada di dalam amplop.

(50)

lEMBAR AKTIVITAS 1

APA YA PE RBEOAANNYA ...

?

lAMPIRAN

1

langkah 2:  Sampaikan instruksi sebagai berikut:

•   Peserta diminta membagi diri ke dalam 5 kelompok.

•   Bagikan amplop pada setiap kelompok.

•   Berikan kesempatan pada kelompok membaca tugas di dalam

amplop.

•   Minta kelompok menuliskan hasil diskusi tersebut pada kertas

f!ipchart yang telah disediakan.

•   Tanyakan "Apakah kelompok sudah memahami tugas mereka?"

•   Beri kesempatan untuk berdiskusi selama 10 menit.

•   Setelah 10 menit minta peserta berkumpul kembali dalam kelompok

besar.

langkah 3:  Sampaikan instruksi lanjutan sebagai berikut:

•   Minta setiap kelompok memilih satu perwakilan yang akan

menyampaikan hasil pembahasan kelompok.

•   Minta kelompok untuk memilih anggota yang dapat menyampaikan

hasil diskusi secara akurat dan jelas. Anggota kelompok lain

dapat-memberikan bantuan hanya bila perlu.

•   Minta perwakilan (disebut sebagai panelis) duduk di depan bersama

dengan moderator dan panelis lainnya.

•   Batasi diskusi panel selama 15 menit.

(51)

LAMPIRAN 

LEMBAR AKTIVITAS I  

APA YA PERBEDAANNYA...

?

•   Tugas moderator:

Mengajukan pertanyaan yang tertera di daftar pada setiap

panelis.

Memfasilitasi diskusi mengenai pengertian IPP, KPP dan

perbedaan kedua konsep tersebut.

Lakukan dengan melibatkan seluruh.

Libatkan peserta lain hanya bila diperlukan atau diskusi tidak

berjalan lancar.

Mengajukan pertanyaan yang relevan pada panelis.

Merangkum hasil diskusi dan membuat kesepakatan

(bila memungkinkan) pengertian IPP, KPP dan perbedaannya.

Bacakan hasil pembahasan bersama.

Catatan fasilitator

Pertanyaan yang berhubungan dengan IPP dan KPP: 1. Bagaimanakah caranya untuk melakukan IPP? 2. Bagaimana cara melakukan KPP?

3. Mana yang lebih luas antara IPP dan KPP? Mengapa? 4. Kalau outreach itu merupakan IPP atau KPP?

Langkah 4: Setelah diskusi selesai, tanyakan pada seluruh peserta:

• Bagaimana pendapat anda tentang proses untuk memperoleh

pemahaman tentang IPP dan KPP?

• Apa yang memudahkan dari proses tadi? Apa yang menyulitkan?

(52)

LEMBAR  AKTI VITAS  2 

TAHA PAN  MElAK UKA N IP P

AD ALA H...

" .,

pipNセA@

1

Panduan 

PERSI APAN FASI LITATOR

1. Siapkan cara yan g akan digunakan untuk m embagi

1

peserta menja d i 4 kelom pok.

2.   Siap kan 4 lembar amplop yang berisi poto ngan ka t a yang harus dikerj akan setiap kelompok. Pastikan tu lisan yang anda buat cukup besar sehingga memudahkan seluruh peserta membacanya.

3.   Siapkan kertas flipchart sebanyak jumlah kelo m pok.

4. Setiap amplo p berisi kata-kata sebagai berikut a. Tahap pertama

b. Memilih

c. Kelompok dampingan d. Tahap ke-dua

e.   Mengidentifi kasi faktor f.   Penentu perilaku g. Tahap ke-tiga

h. Mengembangkan strategi

i.   Tahap ke-empat

j.   Merencanakan kegiatan k.   Tahap ke-lima

(53)

lAMPIRAN

1

LEMBAR AKTIVITAS 2  

TM1APAN MELAKUKAN IPP ADALAH ...  

セ@ '" -r GセBA@

", '.   " .

Langkah 1: Katakan "Kita akan melakukan kegiatan kelompok untuk membahas

tahapan untuk melaksanakan intervensi perubahan perilaku:'

Langkah 2: Sampai kan instruksi sebagai berikut:

•   Peserta diminta membagi diri ke dalam 4 kelompok.

•   Bagikan amplop pada setiap kelompok.

•   Tugas kelompok adalah menyusun tahapan melakukan intervensi

perubahan perilaku berdasarkan pada informasi yang ada di dalam

amplop. Informasi harus disusun sedemikian rupa sehingga

merupakan urutan tahapan yang harus dilaksanakan.

•   Diskusikan dalam kelompok "Apa saja yang akan dilakukan dalam

setiap tahapan atau berbagai informasi (yang menu rut kelompok

penting) untuk disampaikan saat mempresentasikan hasil

diskusinya".

•   Katakan kelompok dipersilahkan mempresentasikan hasilnya dalam

bentuk lagu, puisi, pantun atau teater.

•   Tanyakan "Apakah kelompok sudah memahami apa yang harus

mereka lakukan?"

•   Beri kesempatan untuk berdiskusi selama 10 menit.

•   Setelah 10 menit minta seluruh peserta untuk berkumpul kembali

dalam kelompok besar.

(54)

LEMBAR AKTIVITAS 2

TAHAPAN MELAKUKAN IPP ADALAH ...

l AMPIRAN

1

Langkah 3:  Sampaikan instruksi lanjutan sebagai berikut:

•   Minta kelompok mempresentasikan hasil pembahasannya.

•   Berikan kesempatan pada kelompok lain untuk mengajukan

pertanyaan.

•   Ajukan pertanyaan pada setiap kelompok untuk memperoleh

kedalaman informasi.

•   Rangkum seluruh hasil presentasi kelompok

Catatan fasilitator 

A.   Upayakan untuk mengajukan pertanyaan yang berbeda untuk setiap kelompok. Misalnya: ajukan pertanyaan tahapan

pertama pada kelompok satu; ajukan pertanyaan tahapan kedua pada kelompok dua, dan seterusnya.

B.   Contoh pertanyaan yang diajukan pada 'kelompok 1.   Tahapan pertama:

a.   Siapa kelompok dampingan kita?

b.   Apa yang menyebabkan kita menetap'kan mereka

sebagai kelompok sasaran dari program yang kita kelola? c.   Bagaimana perilaku dari kelompok dampingan saat ini? d.   Perubahan perilaku seperti apa yang kita harapkan? 2.   Tahapan ke-dua:

a.   Apa saja faktor penentu perubahan perilaku?

(55)

LAMPI RAN

LEMBAR AKTIVITAS 2  

TAHAPAN MELAKUKAN IPP ADALAH ...  

1 • . , . Nセ@ flo  .. ''''''  • .... w ..--- •

...

.-. , t    y " .  セ@ セB@

3.   Tahapan ke ­tiga: 

a.   Apa  saja  strategi yang dapat digunakan  untuk intervensi 

perubahan  perilaku? 

b.   Dikaitkan dengan program yang  dilaksanakan oleh  FHI, 

apakah ada strategi yang  lainnya? 

c.   Apakah ada  bedanya antara strategi  untuk 

melaksanakan  intervensi  perubahan perilaku  dengan 

intervensi efektif yang dilaksanakan  oleh  FHI? 

4.   Tahapan ke ­empat: 

a.   Apa  saja  kegiatan  yang dilakukan  untuk  melaksanakan 

strategi tersebut di atas? 

b.   Apakah  ada  kegiatan  lain  yang  perlu ditambahkan? 

5.   Tahapan ke­lima : 

a.   Apa  yang dimaksud dengan pemantauan dan evaluasi? 

Apakah  ada  perbedaannya? 

b.   Apa  saja yang dilakukan  saat pemantauan? 

c.   Siapa  yang  melakukan  pemantauan? 

d.   Apa  yang  biasanya dilakukan  terhadap hasil  

pemantauan?  

(56)

LEMBAR AKTIVITAS 2

TAHAPAN MELAKUKAN IPP ADALAH ...

lAMPIRAN 

1

Langkah 4: Tanyakan

pada seluruh peserta: 

•   Bagaimana pendapat anda tentang proses tadi  untuk memaham i 

tahapan melakukan 'intervensi  perubahan perilaku? 

•   Apa  yang memudahkan da ri  proses tadi? Apa  yang menyu litkan? 

•   Apakah  ada  pertanyaan yang  berkaitan dengan  kegiatan  kelompok 

yang  baru  kita  lakukan? 

(57)

LAMPIRAN

1

LEM8AR  AKTIVITAS 

3  

KALAU  KEGIATAN 

INI, 

TERMASUK  STRATEGI  YANG  MANA 

YA ...  

Panduan 

PERSIA PAN FASILITATOR

1.   Siapkan cara yang membagi peserta menjadi 4 kelompok . 2.   Siapkan 41embar amplop besar yang berwarna coklat dan berisi

potongan kata yang harus dikerjakan oleh setiap kelompok. 3.   Siapkan kertas flipchart sebanyak jumlah kelompok.

4.   Setiap amplop berisi kata-kata sebagai berikut

a.   Persiapan dan peningkatan kapasitas lembaga pelaksana b.   Seleksi dan rekrutmen staf

c.   Penyiapan kantor dan drop-in centre (jika ada drop-in centre) d.   Orientasi dan pelatihan staf

e.   Pembukaan akses pada kelompok dampingan

f.   Pemetaan lokasi intervensi dan pendekatan informal kepada orang kunci lapangan

g.   Sosialisasi program kepada pemangku kepentingan tingkat lokasi dan kelompok dampingan

h.   Sosialisasi program kepada pemangku kepentingan wilayah (termasuk calon-calon mitra layanan kesehatan)

i.   Penciptaan dan penguatan lingkungan yang kondusif bagi perubahan perilaku dan kesehatan kelompok dampingan j.   Pertemuan koordinasi berkala dengan Komisi Penanggulangan

AIDS kota / kabupaten

(58)

LEMBAR AKTIVITAS 3

KALAU KEGIATAN INI, TERMASUK STRATEGI YANG MANA YA...

lAMPIRAN 

1

I.   Pertemuan koordinasi dengan distributor kondom dan penyedia layanan kesehatan

m.   Peningkatan pengetahuan dan kesadaran kelompok dampingan terhadap IMS/HIV/AIDS

n.   Outreach melalui pendekatan individu dan kelompok kecill teridentifikasi

o.   Diskusi rutin/penyuluhan dengan kelompok dampingan (Iebih bersifat klasikal dengan peserta banyak, min 10 orang)

p.   Penyediaan dan distribusi media komunikasi informasi edukasi q.   Pemberian dukungan terhadap perubahan perilaku

r.   Penilaian risiko kelompok

s.   Pembentukan dan pengelolaan kelompok dukungan sebaya (KDS)-non ODHA

t.   Pertemuan koordinasi dengan distributor kondom untuk pemasaran sosial kondom.

u.   Mempertahankan perilaku yang aman dan penyediaan layanan v.   Pertemuan pembentukan kesepakatan dengan penyedia

layanan kesehatan

w.   Rujukan pemeriksaan dan penapisan IMS x.   Rujukan pelayanan VCT dan MK (CTR dan PCM)

y.   Peningkatan keterlibatan dan menumbuhkan semangat kerelawanan diantara kelompok dampingan.

z. Seleksi dan rekrutmen pendidik sebaya aa. Pelatihan pendidik sebaya

(59)

LEMBAR AKTIVITAS 3  

KALAU KEGIATAN INI , TERMASUK STRATEGI YANG MANA YA ...  

Langkah 1: Katakan "Kita akan melakukan

kegiatan kelompok untuk

membahas kegiatan yang harus

dilakukan dalam setiap strategi

yang telah dibahas dalam

tahapan ke -empat."

Langkah 2: Sampaikan instruksi sebagai

berikut:

•  

Peserta diminta membagi diri ke dalam 4 kelompok

•  

Bagikan amplop pad a setiap kelompok

•  

Tugas kelompok adalah menggolongkan kegiatan

apa yang dilakukan dalam

strategi yang mana.

Misalnya: strategi

persiapan dan peningkatan

kapasitas lembaga

pelaksana .

Salah satu kegiatannya

adalah orientasi dan

pelatihan staf lembaga.

lAMPIRAN 

1

Maka kegiatan terse but

diletakkan di bawah strategi

persiapan dan pening katan

kapasitas lembaga pelaksana.

•  

Katakan "Ada 3 kegiatan untuk setiap strategi. IPP

mempunyai 7 strategi

sebagaimana yang tercantum

dalam Proposal Kegiatan. Di

setiap strategi ada 3 kegiatan.

Dengan demikian ada 21

kegiatan yang harus

digolongkan dalam strategi.

Setiap kelompok diminta

untuk menempelkan hasilnya

di kertas "flipchart"

•  

Katakan "Ini merupakan lomba antar kelompok. Siapa

yang memenangkan

perlombaan ini dapat

memberi hukuman pada

(60)

LAMPI RAN  

lEMBAR  AKTIVITAS  3 

KALAU  KEGIATAN  INI,  TERMASUK  STRATEG I YANG  MANA  YA ... 

1  

•  

Tanyakan "Apakah セ@ Langkah 3: Tanyakan pada seluruh

kelompok sudah memahami peserta:

apa yang harus mereka

• 

Bagaimana pendapat

lakukan ?"  anda tentang proses tadi

•  

Beri kesempatan untuk untuk memahami

berdiskusi selama 10 men it. kegiatan yang

•  

Setelah 10 menit minta dilaksanakan dalam

seluruh peserta untuk setiap strategi?

berkumpul kembali dalam

• 

Apa yang memudahkan

kelompok besar. dari proses tadi? Apa

•  

Minta setiap kelompok yang menyulitkan?

memajang hasilnya di

Apakah ada pertanyaan

depan kelas. yang berkaitan dengan

•  

Minta seorang peserta kegiatan kelompok yang

(harus dari kelompok lain) baru kita lakukan?

dan seorang peserta dari

:

kelompok yang ; Langkah 4: Lakukan langkah pembelajaran

bersangkutan untuk selanjutnya.

menjadi penilai di

kelompoknya.

•  

Tampilkan slide jawaban dan minta kedua penilai
(61)

lAMPIRAN 

EVALUASI

AKHIR MODUl

Panduan: 

•   Sampaikan pertanyaan pada peserta secara lisan beberapa pertanyaan

tentang konsep intervensi perubahan perilaku.

•   Sampaikan pertanyaan satu persatu .

•   Hindari jangan ada peserta yang mendominasi jawaban.

•   Hindari menunjuk orang tertentu.

•   Sediakan souvenir sederhana yang akan membuat semakin menarik

perhatian .

Pertanyaan: 

1.  Apakah yang dimaksud dengan intervensi?

2.   Ada berapa jenis intervensi? Sebutkan dan jelaskan

3.   Apakah yang dimaksud dengan intervensi perubahan perilaku?

4.   Apakah komunikasi perubahan perilaku?

5.   Apakah perbedaan antara intervensi perubahan perilaku dan komunikasi

perubahan perilaku?

6.   Bagaimanakah tahapan untuk mengembangkan intervensi perubahan perilaku?

Bila masih ada kesalahan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan, fasilitator

(62)
(63)

lAMPIRAN

SLIDE PRESENTASI

Lセ@ ".. 

• M ,II.. r . '

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM:  

(64)

lAMPIRAN 

SLI DE PRESE NTASI 

TUJUAN  PEMBELAJARAN  KHUSUS: 

•   St'telah me mpelaja n m ate r; pese rta mam pu: •   Mpnif'l aska n pengerlt dn ifl tervefl si perubdhan peril aku

•   Me r"jel a, kan tujua n In terV <? flS l peru baha n pe rilaku

•   Me njel as kan jenis-jeni s intervens i perubahan perilaku

•   M enjelaskan pengertian ko mun ikas i perubahan perilaku

•   Menjela skan kaitan interven si perubahan perilaku dan komunikasi pe rubahan perilaku

•   Menguraikan tah apan pe laksanaan in! rven si perubahan pe rilaku

APA  ITU  INTERVENSI  

INTERVENSI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS:

• kegiatan (atau serangkaian paket kegiatan) yang bertujuan mengubah pengetahuan, si kap, keyakinan, perilaku atau tindakan individu maupun populasi untuk mengurangi perilaku berisikonya"

• Efektif = mampu menghasilkan efek/dampak.

(65)

LAMPIRAN

i

APA SAJA YANG ADA  DALAM INTERVENSI 

" \ 

G@ Lセ@

1' 1 "

• Proses yang jelas  

.

" ..

"

.,

-.,; 

­-• Apa yang ingin dicapai

•  Petunjuk tahapan implementasinya

INTERVENSISEHARUSNYA  

•  Komprehensif ­7 kombinasi intervensi perubahan perilaku dan biomedis

• Efektif:

•   Strategi/program didisain berdasarkan intervensi yang telah terbukti efektif •   Diperlukan

pemahaman / bahasa/ definisi yang Sdma mengenal Intervensi

(66)

LAMPI RAN

SLI DE PRESENTASI

JENIS INTERVENSI

INTERV£Nsl PfRUBAHAN  

PERILAIW  

INT£RVENSI BIOMEDIS 

INTERVENSI BIOMEDIS

- Terapi Subtitusi

- Anti-Retro Viral Therapy (ART)

- Pengobatan Infeksi Oportunitik

(67)

LAMP IRAN 

TUJUAN INTERVENSI BIOMEDIS

• Mengobati

• Mengurangi penderitaan

• Meningkatkan kualitas hidup

• Ada lagi?

INTERVENSI

PERUBAHAN

PERILAKU

Pendekatan umum yang berupaya mengubah 

perilaku berisiko dan mempertahankan 

perilaku positif melalui serangkaian kegiatan 

sesuai kebutuhan kelompok dengan 

menciptakan lingkungan yang mendukung 

(68)

UMPIRH

IPP MERUPAKAN  

Kombinasi dari:

• Berbagai kegiatan yang terencana secara

strategis

• Berkaitan dengan kebutuhan kelompok

te rtentu dan dikem bangkan bersama

kelompok tersebut

[FH I, "Stra tegi c Design for BCI in HIV/ AIDS Prevention to Care", 2004]

APA  SAJA  YANG  A,DA  DALAM  IPP1  

"' Komunikasi PerubalWl 

Perilaku

•  Advo kasi 

•  Jannc,)an  ke セ セ ゥ ュ 。ョ@ dan 

prod u k k{'seh,, (a", ケ セ ョ@

(69)

­ ­ ­ ­ ­ ­ ­­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­

lAMPIRAN 

SLIDE PRESENTASI

INTERVENSI PERUBAHAN PERILAKU

·Pen ila ia n Rislko Ind!V ldu

,PRK 'KDS 'Outreach

'Mo btHsas l komunitas ·lnlervenS I Keb ljakan ·Ka rnpanye Pema s.)ran ·Adv okas i

ᄋ@ ャ@ ョャ・イカ・ョ セN@ Q@ Slruktura

TUJUAN  IPP 

I

TlJl ua.rv 

.. Mengurangi petilab.\ 

l;.eri$lko

•  Mempertahankan

perilaku  positif den9iHl:

rn.elXip takim Iin gkuI" g.an

y¥1g m endukul1lJ

ー・ イオ 「 セセョ セ イゥャゥQォオ@

(70)

LAMP1RAN

SLIDE  PRESENTASI 

KPP '(DIKENAL DENGAN BeC)

• Merupaka n b ag ian penfJ19

dill i plOgram kom pre hensil 

• r

utlh lIH '/" :

•   m !:' n ln Sl t .!ltkll n P'!" ·.get:>i· ,; J 111  ァ\hャセ@ IMS, I 1\1 dJn AID'

• ^i�

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan : Perubahan perilaku pemberian makan ibu pada anak balita dengan gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Jabung Malang setelah intervensi “teaching nutrition” disebabkan

Mengetahui pengaruh tayangan kartun upin dan ipin terhadap perubahan perilaku anak usia 3 sampai 5 tahun studi pada ibu rumah tangga dijakarta.. Penulis

Hasil penelitian ini adalah perubahan perilaku sosial ekonomi mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas adanya

SKRIPSI PERUBAHAN PERILAKU REMAJA PENGGUNA FACEBOOK TERHADAP ORANG TUA DI LINGKUNGAN KEKALIK GERISAK KELURAHAN KEKALIK JAYA KOTA MATARAM Oleh M KHAIRUL FAHMI NIM 71513A0049 PROGRAM

Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan perilaku dalam menanggapi perubahan sistem reproduksi setelah diberi pendidikan kesehatan melalui metode ceramah dan peer education..

Interaksi dalam situasi kontak sosial antar dua kelompok hanya terjadi berdasarkan kunjung mengunjung saja, sementara perubahan perilaku karena shifting of reference group dilakukan

Kepemimpinan yang efektif dalam konteks pemerintahan memainkan peran penting dalam menciptakan perubahan yang positif. Artikel ini menggambarkan pentingnya kepemimpinan visioner, responsif, dan inklusif dalam mengatasi tantangan kompleks yang dihadapi masyarakat modern. Dengan menggunakan penelitian literatur yang mendalam dan contoh kasus dari berbagai sumber artikel yang sudah membahas tentang ini. artikel ini menganalisis peran pemimpin pemerintahan yang terintegrasi dan etis dalam mendorong keadilan sosial, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Memahami pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan publik dan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi tujuan utama penelitian ini. Selain itu, artikel ini menyoroti pentingnya beradaptasi terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan politik serta kemampuan pemimpin pemerintahan untuk mengelola krisis secara efektif. Pada akhirnya, artikel ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana kepemimpinan berkualitas dapat menjadi solusi.. katalis untuk transformasi positif dan pembangunan berkelanjutan di tingkat pemerintah. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan wawasan kepada para praktisi, akademisi, dan pengambil kebijakan dalam upaya memperkuat institusi pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan

Dengan sinergi antara regulasi yang progresif, kepastian hukum bagi pelaku usaha, serta kesadaran akan keberlanjutan lingkungan, Borneo EcoHub dapat menjadi pendorong utama dalam