• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Model Activity Based Management untuk Peningkatan Efisiensi Biaya Produksi Celana Jeans pada PT. Givemas Garmindo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Perancangan Model Activity Based Management untuk Peningkatan Efisiensi Biaya Produksi Celana Jeans pada PT. Givemas Garmindo"

Copied!
228
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Aulia Morfi Nasution
  • Pengajar:
    • Ibu Ir. Khawarita Siregar, MT.
    • Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT.
    • Ibu Rosnani Ginting, MT.
    • Bapak Ir. Mangara M. Tambunan, M.Eng.
    • Bapak Prof. DR. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng.
    • Bapak Prof. DR. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE.
    • Bapak Dr. Ir. Nazaruddin, MT.
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Industri
  • Topik: Perancangan Model Activity Based Management untuk Peningkatan Efisiensi Biaya Produksi Celana Jeans pada PT. Givemas Garmindo
  • Tipe: Tugas Sarjana
  • Tahun: 2012
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya penerapan Activity Based Management (ABM) dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi celana jeans di PT. Givemas Garmindo. Penelitian ini berfokus pada identifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah yang menyebabkan pemborosan biaya dan waktu. Penulis menyatakan bahwa dengan menerapkan ABM, perusahaan dapat mengendalikan biaya produksi dan meningkatkan nilai produk. Hal ini relevan dengan tujuan pendidikan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang penerapan teori manajemen biaya dalam praktik industri.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam industri, khususnya dalam perusahaan yang bersaing di pasar celana jeans. Dengan meningkatnya persaingan, perusahaan harus menekan biaya produksi untuk mempertahankan harga jual yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengurangi aktivitas yang tidak bernilai tambah dalam proses produksi, yang menjadi titik fokus bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana teori dapat diterapkan untuk memecahkan masalah nyata di industri.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada pemborosan aktivitas dan pengalokasian biaya yang tidak tepat dalam produksi celana jeans. Hal ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk belajar bagaimana merumuskan masalah berdasarkan observasi dan data yang ada, serta mengembangkan keterampilan analitis mereka dalam konteks manajemen biaya.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan ABM dalam analisis aktivitas yang tidak bernilai tambah dan mengusulkan perbaikan untuk mengurangi biaya dan waktu produksi. Ini mengajarkan mahasiswa tentang tujuan penelitian yang jelas dan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan melalui metode yang sistematis.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini tidak hanya untuk perusahaan tetapi juga untuk pengembangan akademik mahasiswa. Dengan menerapkan teori dalam praktik, mahasiswa dapat memahami pentingnya manajemen biaya dan efisiensi dalam operasi bisnis, serta bagaimana penelitian dapat memberikan solusi praktis bagi industri.

1.5. Batasan Masalah dan Asumsi

Batasan masalah dalam penelitian ini mencakup fokus pada dua jenis celana jeans dan biaya overhead pabrik. Hal ini memberikan konteks yang jelas bagi mahasiswa tentang ruang lingkup penelitian, serta pentingnya membuat asumsi yang relevan dalam penelitian untuk menjaga validitas hasil.

1.6. Sistematika Penulisan Laporan

Sistematika penulisan laporan memberikan panduan yang terstruktur bagi mahasiswa tentang bagaimana menyusun laporan penelitian secara sistematis. Ini juga mencakup berbagai bab yang penting dalam penelitian, dari pendahuluan hingga kesimpulan dan saran, yang membantu mahasiswa memahami alur logis dalam penulisan akademik.

II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Bagian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang PT. Givemas Garmindo, termasuk sejarah, ruang lingkup usaha, dan struktur organisasi. Pemahaman tentang perusahaan tempat penelitian dilakukan sangat penting bagi mahasiswa untuk mengaitkan teori dengan praktik di lapangan.

2.1. Sejarah Perusahaan

Sejarah perusahaan menjelaskan perkembangan PT. Givemas Garmindo dari awal berdiri hingga saat ini. Informasi ini penting bagi mahasiswa untuk memahami konteks industri dan bagaimana perusahaan beradaptasi dengan perubahan pasar. Hal ini juga menunjukkan pentingnya inovasi dan pengembangan dalam bisnis.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

Ruang lingkup usaha perusahaan mencakup berbagai model celana jeans yang diproduksi. Penjelasan ini memberikan mahasiswa wawasan tentang variasi produk dan bagaimana perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggan. Ini juga menekankan pentingnya segmentasi pasar dalam strategi bisnis.

2.3. Organisasi dan Manajemen

Bagian ini membahas struktur organisasi dan manajemen di PT. Givemas Garmindo. Memahami struktur organisasi membantu mahasiswa melihat bagaimana fungsi dan tanggung jawab dibagi di dalam perusahaan, yang merupakan aspek penting dalam manajemen operasional.

2.4. Proses Produksi

Proses produksi di PT. Givemas Garmindo menjelaskan langkah-langkah yang terlibat dalam pembuatan celana jeans. Pengetahuan ini penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana teori manajemen produksi diterapkan dalam praktik, serta bagaimana efisiensi dapat dicapai melalui perbaikan proses.

III. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka menguraikan teori-teori yang mendasari penelitian ini, termasuk Activity Based Management, analisis aktivitas, dan pengukuran kinerja. Bagian ini sangat penting untuk memberikan landasan teoritis yang kuat bagi penelitian dan membantu mahasiswa memahami konteks akademis dari studi ini.

3.1. Activity Based Management

Activity Based Management adalah pendekatan yang berfokus pada pengelolaan aktivitas untuk meningkatkan nilai pelanggan dan laba. Ini memberikan mahasiswa pemahaman tentang bagaimana teori manajemen biaya dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas.

3.2. Aktivitas

Definisi aktivitas dan kategorisasi antara aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah membantu mahasiswa memahami pentingnya analisis aktivitas dalam konteks manajemen biaya. Ini juga memperkuat konsep bahwa tidak semua aktivitas dalam proses produksi memberikan nilai.

3.3. Biaya

Pembahasan tentang biaya dalam konteks manajemen memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai bagaimana biaya dapat dikendalikan dan dioptimalkan melalui penerapan metode yang tepat. Ini menekankan pentingnya pengelolaan biaya dalam mencapai efisiensi.

IV. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian menjelaskan langkah-langkah yang diambil dalam penelitian ini, termasuk pengumpulan data dan analisis. Bagian ini penting untuk memberikan mahasiswa pemahaman tentang bagaimana penelitian dilakukan secara sistematis dan metodis.

4.1. Tempat dan Waktu Penelitian

Menentukan lokasi dan waktu penelitian memberikan konteks bagi mahasiswa mengenai lingkungan di mana penelitian dilakukan. Ini juga mengajarkan mereka tentang pentingnya perencanaan dalam penelitian.

4.2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini memberikan mahasiswa pemahaman tentang pendekatan yang diambil dan relevansi metode tersebut dalam mencapai tujuan penelitian.

4.3. Variabel Penelitian

Identifikasi variabel penelitian membantu mahasiswa memahami faktor-faktor yang dianalisis dalam penelitian, yang merupakan bagian penting dari desain penelitian.

V. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Bagian ini menjelaskan cara pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian. Ini memberikan mahasiswa wawasan praktis tentang teknik dan alat yang digunakan dalam penelitian lapangan.

5.1. Pengumpulan Data

Proses pengumpulan data mencakup berbagai metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Ini penting untuk mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya data yang akurat dalam penelitian.

5.2. Pengolahan Data

Pengolahan data menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk menganalisis informasi yang dikumpulkan. Mahasiswa belajar bagaimana menganalisis data untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan.

VI. ANALISIS PEMECAHAN MASALAH

Bagian ini menjelaskan analisis yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapi perusahaan. Ini memberikan mahasiswa pengalaman dalam menerapkan teori untuk memecahkan masalah nyata.

6.1. Analisis

Analisis proses bisnis dan aktivitas memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang bagaimana mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dalam operasi perusahaan.

6.2. Usulan Perencanaan Perbaikan

Usulan perbaikan berdasarkan analisis memberikan mahasiswa pemahaman tentang bagaimana solusi praktis dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam produksi.

VII. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dan saran memberikan ringkasan dari penelitian dan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan. Ini membantu mahasiswa memahami pentingnya refleksi dan perencanaan dalam penelitian.

7.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian menggarisbawahi temuan utama dan implikasinya bagi perusahaan. Ini memberikan mahasiswa pemahaman tentang bagaimana menyimpulkan hasil penelitian secara efektif.

7.2. Saran

Saran untuk perbaikan memberikan wawasan tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan proses di masa depan. Ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya memberikan rekomendasi yang konstruktif berdasarkan analisis.

Gambar

Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT. Givemas Garmindo
Tabel 2.1. Jumlah Tenaga Kerja Tetap
Gambar produk celana jeans dapat dilihat pada Gambar 2.2.
Gambar 3.1. Contoh Diagram Value Chain
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menerapkan activity based managemet pada PT Coca Cola Bottling Indonesia, perusahaan dapat melakukan penghematan biaya sebesar Rp 17.098.778.625,- yang merupakan

untuk Meningkatkan Efisiensi pada Hotel Sahid Kawanua Manado.. Akuntansi Biaya-Konsep, Sistem

1.5 Hubungan Activity Based Manajemen Dengan Efisiensi Biaya Produksi Penerapan teori Activity Based Management diarahkan untuk mengendalikan aktivitas-aktivitas yang terjadi di

1) Biaya produksi (manufacturing cost) adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa. Bahan baku langsung, adalah bahan baku yang dapat

2.2.2 Pengertian Biaya Mengacu pada tujuan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan fungsi perusahaan dan penyusunan laporan keuangan untuk kepentingan eksternal production cost

Bahan penolong merupakan bahan yang digunakan untuk membantu proses produksi dan tidak menjadi bagian yang esensial dari suatu produk. Bahan penolong yang digunakan untuk

gudang (aktivitas no. Aktivitas ini tidak memberikan nilai tambah karena hanya memindahkan kartu yang sudah selesai dicetak dari tempat produksi ke gudang untuk

Dengan menerapkan Activity-Based Costing, perusahaan akan memperoleh informasi biaya yang lebih lengkap dengan mengetahui biaya tidak langsung apa saja apa saja yang terjadi dalam