Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
EVALUASI POSTUR TUBUH DI TINJAU DARI SEGI ERGONOMI DI BAGIAN PENGEPAKAN PADA PT. COCA COLA
BOTTLING INDONESIA MEDAN
TUGAS SARJANA
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari
Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Industri
Oleh
SRIHARTATI SARMAULY RAJAGUKGUK
080423063
PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
EVALUASI POSTUR TUBUH DI TINJAU DARI SEGI ERGONOMI DI BAGIAN PENGEPAKAN PADA PT. COCA COLA
BOTTLING INDONESIA MEDAN
TUGAS SARJANA
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari
Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Industri
Oleh
SRIHARTATI SARMAULY RAJAGUKGUK 080423063
Disetujui Oleh :
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
(Ir.Rosnani Ginting, MT) (Ikhsan Siregar, ST, M.Eng)
PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat, rahmat dan karunianya-Nya yang telah menyertai penulis sehingga
penulis dapat menyelesaikan Tugas Sarjana ini.
Judul dari Tugas Sarjana ini adalah “Evaluasi Postur Tubuh Ditinjau Dari
Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia”.
Tugas Sarjana ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
Teknik, Program Pendidikan Sarjana Ekstensi, Departemen Teknik Industri,
Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
Penulis menyadari bahwa Tugas Sarjana ini belum sepenuhnya sempurna
dan masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan Tugas Sarjana ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih, semoga Tugas Sarjana ini
bermanfaat bagi pembaca.Terimakasih.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PENULIS
MEDAN
Maret, 2009
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
UCAPAN TERIMAKASIH
Penulisan Tugas Sarjana ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan yang
diberikan oleh berbagai pihak. Karenanya dalam kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
telah membantu hingga selesainya Tugas Sarjana ini. Rasa terimakasih ini penulis
sampaikan kepada :
1. Teristimewa buat kedua Orangtuaku yang tercinta S. Rajagukguk dan N
Pakpahan dan abang, kakak dan adik-adikku tersayang yang telah
memberikan dorongan dengan penuh cinta dan doa serta dukungan
material yang diberikan kepada penulis.
2. Ibu Ir. Rosnani Ginting, MT, Selaku Ketua Departemen Teknik Industri,
Fakultas Teknik dan juga sebagai Dosen Pembimbing I yang telah
meluangkan waktu dalam memberikan saran, bimbingan dan dorongan
kepada penulis dalam menyelesaikan Tugas Sarjana ini.
3. Bapak Ikhsan Siregar, ST, M.Eng, selaku Dosen Pembimbing II atas
bimbingan, pengarahan dan masukan dalam penyelesaian Tugas Sarjana
ini.
4. Bapak Ir. Sugih Arto Pujangkoro, MM, selaku Dosen Pembanding I atas
bimbingan, pengarahan dan masukan yang diberikan dalam perbaikan
Tugas Sarjana ini.
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
5. Bapak Ir. Poerwanto, Msc, selaku Dosen Pembanding II atas bimbingan,
pengarahan dan masukan yang diberikan dalam perbaikan Tugas Sarjana
ini.
6. Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT, selaku Dosen Pembanding III atas
bimbingan, pengarahan dan masukan yang diberikan dalam perbaikan
Tugas Sarjana ini.
7. Seluruh pegawai, staf dan karyawan PT. Coca Cola Bottling Indonesia
Medan atas kesempatan yang diberikan dalam pengambilan data di
lapangan
8. Staf Administasi (Bang Bowo, Bang Mijo, Kak dina dan Bu Ani) yang
telah sabar membantu dalam proses birokrasi penyelenggaraan Tugas
Sarjana.dan Staf Perpustakaan Bang kumis dan Kak Rahma.Makasih ya.
9. Fauzi Hardiansyah terimakasih buat waktu dan dukungannya.
10.Teman-teman terbaikku Yati, Meli, Dina, Siti, Dwi, Piqi, Eli, Metha,
Fandi, Aji, Rusdi, Benny, Rudi, Kesuma dan seluruh teman-teman yang
selalu memberikan semangat dalam penyelesaian Tugas Sarjana ini.
Terimakasih buat semua.
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR ISI
BAB HALAMAN
LEMBAR JUDUL ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
SERTIFIKASI EVALUASI TUGAS SARJANA ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
UCAPAN TERIMAKASIH ... v
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xvii
DAFTAR LAMPIRAN ... xviii
RINGKASAN ... xix
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Permasalahan ... I-1
1.2. Rumusan Permasalahan ... I-3
1.3. Tujuan Penelitian ... I-3
1.4. Manfaat Penelitian ... I-4
1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi Penelitian ... I-5
1.5.1. Ruang Lingkup Penelitian ... I-5
1.5.1. Asumsi Penelitian ... I-5
1.6. Sistematika Penulisan Tugas Sarjana ... I-5
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
BAB HALAMAN II. SEJARAH UMUM PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Perusahaan ... II-1
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha ... II-3
2.3. Lokasi Perusahaan ... II-4
2.4. Daerah Pemasaran ... II-5
2.4.1. Segmentasi Pasar ... II-5
2.4.2. Strategi Pemasaran ... II-7
2.5. Struktur Organisasi ... II-7
2.5.1. Struktur Organisasi Perusahaan ... II-7
2.5.2. Uraian Tugas, Wewenang dan Tangung Jawab... ...II-11
2.6. Tenaga Kerja dan Jam Kerja ... ...II-18
2.6.1. Jumlah Tenaga Kerja ... ...II-18
2.6.2. Jam Kerja ... ...II-19
2.7. Sistem Pengupahan ... ...II-21
2.8. Proses produksi ... ...II-23
2.8.1. Standart Mutu Produk ... ...II-25
2.8.2. Bahan Yang Digunakan ... ...II-28
2.8.2.1. Bahan Baku ... ...II-28
2.8.2.2. Bahan Tambahan ... ...II-31
2.8.2.3. Bahan Penolong ... ...II-32
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
2.9.3. Utilitas ... ...II-44
2.9.4. Safety And Fire Protection ... ...II-46
2.9.5. Waste Treatment ... ...II-48
III. LANDASAN TEORI
3.1. Defenisi Ergonomi... ...III-1
3.2. Tujuan Dan Pentingnya Ergonomi ... ...III-2
3.2.1. Metode Ergonomi ... ...III-3
3.2.2. Aplikasi Ergonomi Dalam Bekerja ... ...III-4
3.3. Postur Tubuh ... ...III-5
3.4. Pemindahan Material Secara Manual ... ...III-9
3.5. Kerja Otot Statis Dan Dinamis ... ....III-10
3.6. Kelelahan ... ....III-13
3.6. Metode Penilaian Postur Tubuh RULA ... ....III-13
IV. METODOLOGI PENELITIAN
4.1. Lokasi Penellitian Dan Waktu Penelitian ... ...IV-1
4.2. Metode penelitian ... ...IV-1
4.3. Instrument Penelitian ... ...IV-2
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
BAB HALAMAN
4.4. Studi Pendahuluan ... ...IV-3
4.4.1.Studi Literatur ... ...IV-3
4.4.2. Studi Lapangan ... ...IV-3
4.5. Perumusan Masalah ... ...IV-4
4.6. Tujuan Penelitian ... ...IV-4
4.7. Metode Pengumpulan Data ... ...IV-4
4.8. Pengolahan Data ... ...IV-5
4.9. Analisa Dan Evaluasi Pemecahan Masalah ... ...IV-7
4.10. Kesimpulan Dan Saran ... ...IV-7
4.11. Langkah Penelitian ... ...IV-7
V. PENGOLAHAN DATA
5.2.2. Penilaian Postur Kegiatan Menjangkau Crate
Dari Conveyor ... ...V-11
5.2.3. Penilaian Postur Kegiatan Mengangkat Crate
Dari Conveyor ... ...V-15
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
BAB HALAMAN
5.2.4. Penilaian Postur Kegiatan Membawa Crate
Dari Conveyor ... ...V-19
5.2.5. Penilaian Postur Kegiatan Membawa Dan Menyusun Crate 1
Dari Conveyor ... ...V-24
5.2.6. Penilaian Postur Kegiatan Membawa Dan Menyusun Crate 2
Dari Conveyor ... ...V-28
5.2.7. Penilaian Postur Kegiatan Membawa Dan Menyusun Crate 3
Dari Conveyor ... ...V-33
5.2.8. Penilaian Postur Kegiatan Membawa Dan Menyusun Crate 4
Dari Conveyor ... ...V-37
5.2.9. Penilaian Postur Kegiatan Membawa Dan Menyusun Crate 5
Dari Conveyor ... ...V-42
VI. ANALISIS PEMECAHAN MASALAH
6.1. Analisa Masalah ... ...VI-1
6.1.1. Analisa Postur Tubuh Berdasarkan Metode RULA ... ...VI-1
6.1.2. Analisa Postur Kerja Dan Fasilitas Saat Ini ... ...VI-4
6.1.3. Posisi Operator Dan Komponene Peralatan ... ...VI-6
6.1.4. Lamanya Waktu Istirahat Yang Ada Saat Ini ... ...VI-7
6.1.5. Penentuan Postur Tubuh Yang Dapat Menimbulkan
Kelelahan ... ...VI-8
6.2. Solusi Masalah ... ...VI-9
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR ISI (LANJUTAN)
BAB HALAMAN VII. KESIMPULAN DAN SARAN
7.1. Kesimpulan ... ...VII-1
7.2. Saran ... ...VII-2
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR TABEL
TABEL HALAMAN
2. 1. Ukuran Produk PT. Coca Cola Bottling Indonesia ... II-4
2.2. Rincian Jumlah Tenaga Kerja PT. Coca Cola Bottling
Indonesia Medan ... II-19
2.3. Jam Kerja Di PT.Coca Cola Bottling Indonesia ... . II-20
2.4. Jam Kerja Untuk Departemen Marketing ... II-20
2.5. Jadwal Kerja Shift ... .. II-20
2.6. Ukuran Brix untuk Tiap Flavour (Rasa) ... .. II-27
2.7. Rata-rata Jumlah Pemakaian Gula ... .. II-30
2.8. Rata-rata Jumlah Pemakaian Concentrate ... .. II-30
2.9. Ukuran Kerikil dan Pasir yang Digunakan sebagai Bahan
Filter pada Sand Filter... II-36
2.10. Nama-nama Mesin... II-42
2.11. Nama-nama Peralatan ... II-44
3.1. Contoh-contoh yang Mempengaruhi Postur Kerja... III-8
3.2. Skor Bagian Lengan Atas (Upper Arm)………. III-16
3.3. Skor Lengan Bawah (lower arm) ... III-17
3.4. Skor Pergelangan Tangan (wrist)………. III-18
3.5. Skor Group A ... III-19
3.6. Skor Bagian Leher (neck)………. III-20
3.7. Skor Bagian Batang Tubuh (Trunk) ... III-20
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR TABEL (LANJUTAN)
TABEL HALAMAN
3.8. Skor Bagian kaki (legs) ... III-21
3.9. Skor Group A Trunk Postur Score... III-22
3.10. Skor Bagian Kaki (Legs) ... III-22
3.11. Grand Total Score Table ... III-23
3.12. Skor Aktivitas ... III-23
3.13. Skor Beban ... III-24
3.14. Grand Total Score Table ... III-24
3.15. Kategori Tindakan RULA... .. III-25
4.1. Blok Diagram Pengolahan Data ... .. IV-6
4.2. Blok Diagram Metodologi Penelitian ... .. IV-8
5.1.Pembagian Shift Operator Pengepakan……… V-1
5.2.Uraian Kegiatan Kerja Operator………. V-2
5.3. Data Penyakit Akibat Kesalahan Postur Kerja……….. V-4
5.4. Skor Group A Kegiatan Menjangkau crate ……… V-12
5.5. Skor Group B Kegiatan Menjangkau crate……… V-13
5.6. Grand Total Score Group A Dan B Kegiatan
Menjangkau crate……….. V-14
5.6. Kategori Tindakan RULA………... V-14
5.7. Skor Group A Kegiatan Mengangkat Crate... V-16
5.8. Skor Group B Kegiatan Mengangkat Crate……….. V-18
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR TABEL (LANJUTAN)
TABEL HALAMAN
5.9. Grand Total Score Group A Dan B Kegiatan
Mengangkat Crate………. V-18
5.10. Kategori Tindakan RULA Kegiatan Mengangkat Crate…….. V- 19
5.11. Skor Group A Kegiatan Membawa crate.. ... V-21
5.12. Skor Group B Kegiatan Membawa crate……… V-22
5.13. Grand Total Score Group A Dan B Kegiatan
Membawa crate……… .. V-23
5.14. Kategori Tindakan RULA……….. .. V-23
5.15. Skor Group A Kegiatan Membawa dan Menyusun crate 1……. V-25
5.16. Skor Group B Kegiatan Membawa dan Menyusun crate 1….. V-27
5.17. Grand Total Score Group A Dan B Kegiatan Membawa dan
Menyusun crate 1……….. V-27
5.18. Kategori Tindakan RULA……… V-28
5.19. Skor Group A Kegiatan Membawa dan Menyusun crate 2……. V-30
5.20. Skor Group B Kegiatan Membawa dan Menyusun crate 2... V-31
5.21. Grand Total Score Group A Dan B Kegiatan Membawa dan
Menyusun crate 2………. V-32
5.22. Kategori Tindakan RULA………. V-32
5.23. Skor Group A Kegiatan Membawa dan Menyusun crate 3……. V-34
5.24. Skor Group B Kegiatan Membawa dan Menyusun crate 3….. V-36
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR TABEL (LANJUTAN)
TABEL HALAMAN
5.25. Grand Total Score Group A Dan B Kegiatan Membawa dan
Menyusun crate 3………. V-36
5.26. Kategori Tindakan RULA……….. ……… V-37
5.27. Skor Group A Kegiatan Membawa dan Menyusun crate 4…… V-39
5.28. Skor Group B Kegiatan Membawa dan Menyusun crate 4…. V-40
5.29. Grand Total Score Group A Dan B Kegiatan Membawa dan
Menyusun crate 4………. V-41
5.30. Kategori Tindakan RULA………. V-41
5.31. Skor Group A Kegiatan Membawa dan Menyusun crate 5……. V-43
5.32. Skor Group B Kegiatan Membawa dan Menyusun crate 5…. V-45
5.33. Grand Total Score Group A Dan B Kegiatan Membawa dan
Menyusun crate 5……….. V-45
5.34. Kategori Tindakan RULA………. V-46
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR HALAMAN
2.1. Struktur Organisasi Pt.Coca Cola Bottling Indonesia Medan .... ...II-10
2.2. Blok Diagram Proses Pembuatan Produk Un-Carbonated
Softdrink……… II-24
3.1. Segitiga Postural ... III-7
3.2. Postur Tubuh Bagian Lengan Atas (Upper Arm)……… III-15
3.3. Postur Tubuh Bagian Lengan Bawah (Lower Arm) ... III-16
3.4. Postur Tubuh Pergelangan Tangan (wrist)………... III-17
3.5. Postur tubuh bagian leher (neck)... III-21
3.6. Postur Bagian Batang Tubuh (Trunk)………. III-22
5.1. Operator Dengan Crate Pada Saat Menjangkau Crate………. V- 5
5.2. Operator Pada Saat Mengangkat Crate Dari Atas
Conveyor……….. V- 6
5.3. Operator Pada Saat Membawa Crate ke Pallet……… V-6
5.4. Operator Pada Saat Membawa dan Menyusun Crate 1
di atas Pallet ……… V-7
5.5. Operator Pada Saat Membawa dan Menyusun Crate 2
di atas Pallet ... V-8
5.6. Operator Pada Saat Membawa dan Menyusun Crate 3
di atas Pallet ... V-9
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR GAMBAR (LANJUTAN)
GAMBAR HALAMAN
5.7. Operator Pada Saat Membawa dan Menyusun Crate 4
di atas Pallet ……….. V-9
5.8. Operator Pada Saat Membawa dan Menyusun Crate 5
di atas Pallet ... V-10
5.9. Sudut Pengukuran Metode RULA Operator Pada Saat
Menjangkau Crate ...V-11
5.10. Sudut Pengukuran Metode RULA Operator Pada Saat
Mengangkat Crate ... V-15
5.11. Sudut Pengukuran Metode RULA Operator Pada Saat
Membawa Crate ... .V-19
5.12. Sudut Pengukuran Metode RULA Operator Pada Saat
Membawa dan Menyusun Crate 1 ...V-24
5.13. Sudut Pengukuran Metode RULA Operator Pada Saat
Membawa dan Menyusun Crate 2 ...V-28
5.14. Sudut Pengukuran Metode RULA Operator Pada Saat
Membawa dan Menyusun Crate 3 ...V-33
5.15. Sudut Pengukuran Metode RULA Operator Pada Saat
Membawa dan Menyusun Crate 4 ...V-37
5.16. Sudut Pengukuran Metode RULA Operator Pada Saat
Membawa dan Menyusun Crate 5 ...V-42
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN HALAMAN
1. Surat Permohonan Tugas sarjana………... L-1
2. Formulir Penetapan Tugas Sarjana……… L-2
3. Surat Balasan dari Perusahaan PT. Coca-Cola Bottling Indonesia
Medan……….. L-3
4. Surat Keputusan Tentang Tugas Sarjana Mahasiswa……….. L-4
5. Perubahan Surat Keputusan……….……… L-5
6. Berita Acara Laporan Tugas sarjana……… L-6
7. Worksheet RULA (Rapid Upper Limb Assesment)………... L-7
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
RINGKASAN
PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri Processing (Proses) memproduksi minuman ringan (soft drink) yang berkarbonat dan yang tidak berkarbonat. Salah satu produk yang dihasilkan adalah minuman frestea yang merupakan minuman tidak berkarbonat.
Penanganan material pada di PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan (PT.CCBI) di line 1 produk frestea masih dilakukan secara manual (manual
material handling/). Pekerjaan ini dimulai dengan pengangkatan crate dari atas conveyor kemudian dipindahkan dan disusun di atas pallet (proses palletizing).
Operator bekerja dengan posisi berdiri, membungkuk dan melakukan gerakan memutar. Jenis pekerjaan ini bila dibiarkan secara terus-menerus akan menimbulkan kelelahan, sehingga konsentrasi operator akan menurun dan kinerja operator juga ikut menurun.
Sasaran yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menilai postur tubuh di bagian pengepakan. Metode pengolahan data yang dilakukan menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) yaitu suatu metode penelitian untuk menginvestigasi gangguan badan bagian atas. Dimana kegiatan yang ada dibagian pengepakan terdiri dari menjangkau crate, mengangkat crate, membawa
crate, dan menyusun crate 1 sampai 5.
Dari pengolahan data postur tubuh pada bagian pengepakan kegiatan menjangkau crate memiliki level resiko sedang, mengangkat crate memiliki level resiko tinggi dan perlu adanya tindakan , membawa crate memiliki level resiko tinggi dan perlu adanya tindakan, dan menyusun crate 1 sampai 5 memiliki level resiko tinggi dan perlu adanya tindakan segera mungkin. Kegiatan Hal ini harus lebih diperhatikan untuk dapat menghindari terjadinya kelelahan di waktu bekerja.
Untuk menghindari adanya resiko cedera otot pada operator pengepakan sebaiknya kaki operator berdiri tegak secara normal/seimbang. Peralatan conveyer yang semula berlintasan menurun dan memiliki kemiringan 450, sebaiknya dilakukan perubahan lintasan conveyer dengan mengurangi kemiringan lintasan dan untuk mengurangi gerakan memutar dapat dilakukan dengan merubah posisi operator dengan conveyor dan pallet dengan cara posisi operator berada disamping conveyor dan letak pallet berada tepat didepan operator.
Perubahan postur tubuh ini akan dapat mengurangi frekuensi gerakan membungkuk dan memutar sehingga mengurangi kelelahan dan rasa nyeri yang timbul akibat postur tubuh pada saat bekerja yang tidak alami.
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Permasalahan
Seorang pekerja pada suatu lingkungan kerja tentu menginginkan
pekerjaan yang dapat dikerjakan dengan tenaga seminimal mungkin, akan tetapi
memberikan hasil yang maksimal. Terkadang hal tersebut tidak dapat dicapai
dikarenakan ada beberapa faktor yang menghambat seperti faktor eksternal dan
faktor internal. Faktor eksternal yaitu lingkungan kerja atau suasana/kondisi kerja
yang tidak sehat, nyaman, aman dan faktor internal berasal dari dalam diri pekerja
tersebut yaitu keterampilan usaha, konsistensi kerja, metode kerja dan postur
seorang pekerja melakukan pekerjaannya.
Salah satu tipe masalah ergonomi yang sering dijumpai ditempat kerja
khususnya yang berhubungan dengan kekuatan dan ketahanan manusia dalam
melakukan pekerjaannya yang sering disebut adalah muscolosketol disorder.
Masalah tersebut lazim dialami para pekerja yang melakukan gerakan yang sama
dan berulang secara terus-menerus. Studi tentang muscolosketol disorder pada
berbagai jenis industri telah banyak dilakukan dan hasil studi menunjukkan bahwa
keluhan otot skeletol yang paling banyak dialami pekerja adalah otot bagian
pinggang (low back pain) dan bahu.
Pekerjaan dengan beban yang berat dan perancangan alat yang tidak
ergonomis pada pekerja pabrik mengakibatkan pengerahan tenaga yang
berlebihan dan postur yang salah seperti memutar dengan membungkuk dan
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
membawa beban adalah merupakan resiko terjadinya keluhan musculoskletal dan
kelelahan dini.
Penanganan material pada di PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan
(PT.CCBI) di line 1 produk frestea masih dilakukan secara manual (manual
material handling). Pekerjaan ini dimulai dengan pengangkatan crate dari atas conveyor kemudian dipindahkan dan disusun di atas pallet (proses palletizing).
Operator bekerja dengan posisi berdiri, membungkuk dan melakukan gerakan
memutar. Jenis pekerjaan ini bila dibiarkan secara terus-menerus akan
menimbulkan kelelahan, sehingga konsentrasi operator akan menurun dan kinerja
operator juga ikut menurun.
Aktivitas pemindahan barang secara manual yang dilakukan secara
berulang-ulang dapat membahayakan kesehatan operator. Aktivitas yang
dilakukan dengan posisi kerja yang membungkuk dan kaku juga membahayakan
kesehatan yang merupakan penyebab terjadinya cidera punggung.
Sejauh ini banyak penelitian yang mencoba menganalisa postur tubuh pada
saat bekerja misalnya menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb
Assessment), REBA (Rapid Entery Body Assessment), OWAS (Ovako Working Postures Analysis System) dan QEC (Quick Exposure Check). Pada penelitian ini
evaluasi postur tubuh yang digunakan adalah metode RULA yang merupakan
suatu metode penilaian postur untuk menginvestigasi gangguan pada anggota
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
1.2. Rumusan Permasalahan
Adapun rumusan permasalahan yang akan dibahas pada bagian
pengepakan di PT. Coca Cola Bottling Indonesia adalah bangaimana postur tubuh
para pekerja di bagian pengepakan yang harus bekerja dengan cara berdiri,
membungkuk pada saat memindahkan crate dari conveyor dengan frekuensi
pengulangan yang cukup tinggi, sehingga dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri
pada tulang belakang (low back pain). Oleh karena itu penulis mengevaluasi
postur tubuh yang mempengaruhi pencapaian produktivitas kerja pekerja dengan
menggunakan penilaian postur metode RULA (Rapid Upper Limb Assesment).
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Menilai postur tubuh dengan menggunakan metode RULA.
2. Mengevaluasi postur tubuh yang ada sekarang dan mempelajari
kemungkinan hal-hal yang menyebabkan ketidaknyamanan pekerja
dalam melakukan pekerjaanya dengan waktu yang cukup lama.
3. Memberi suatu usulan perbaikan metode kerja yakni postur tubuh
yang ergonomis kepada para pekerja untuk mendapatkan postur kerja
yang lebih baik dengan prinsip ergonomi dalam mengatasi
ketidaknyamanan pekerja yang berakibat tidak maksimalnya
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah :
1. Melatih kemampuan dan menggunakan pengalaman pada penulis untuk
dapat menyelesaikan suatu permasalahan, khususnya postur tubuh yang
ergonomis.
2. Memberikan tambahan informasi yang dapat digunakan untuk
perkembangan ilmu pengetahuan ergonomi.
3. Bahan masukan bagi perusahaan untuk dipertimbangkan sebagai solusi
postur kerja yang ergonomis, sehingga membantu operator pada stasiun
pengepakan bekerja dengan postur kerja yang ergonomis.
1.5. Ruang Lingkup Dan Asumsi Penelitian 1.5.1. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah
1. Pengamatan postur tubuh pada saat bekerja dilakukan terhadap operator
yang bekerja di bagian pengepakan line 1 produk frestea di PT. Coca
Cola Bottling Indonesia Medan.
2. Data penelitian diperoleh langsung dari daerah proses pengisian minuman
ke botol pada bagian pengepakan yang memiliki postur kerja yang tidak
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
1.5.2. Asumsi Penelitian
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam membahas permasalahan tersebut,
antara lain :
1. Pekerja di bagian pengepakan adalah pekerja yang berbeda tetapi metode
kerja yang digunakan sama.
2. Kondisi lingkungan dianggap baik dan memenuhi persyaratan
3. Operator yang melakukan pekerjaan adalah pekerja normal dan dapat
bekerja secara wajar.
4. Pekerja telah terbiasa dengan pekerjaannya
5. Kondisi mesin dan peralatan dalam kondisi yang baik
1.6. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan penulisan, pembahasan dan penilaian Tugas Sarjana
ini, maka dalam pembuatannya akan dibagi menjadi beberapa bab dengan
sistematika sebagai berikut:
LEMBAR JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
BAB I. PENDAHULUAN
Merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang permasalahan,
rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang
lingkup dan asumsi yang digunakan.
BAB II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Menguraikan tentang gambaran umum perusahaan, jenis produk dan
spesifikasinya, bahan baku, proses produksi, mesin dan peralatan, serta
organisasi dan manajemen.
BAB III. LANDASAN TEORI
Menyajikan dan menampilkan tinjauan kepustakaan yang berisi teori dan
pemikiran yang digunakan sebagai landasan dalam pembahasan dan
pemecahan masalah.
BAB IV. METODOLOGI PENELITIAN
Merupakan kerangka dalam pemecahan masalah, penjelasan secara
garis besar bagaimana langkah pemecahan masalah dengan menggunakan
metode yang digunakan.
BAB V. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Melakukan identifikasi data dan pengolahan data yang digunakan sebagai
dasar pada pembahasan masalah.
BAB VI. ANALISA PEMECAHAN MASALAH
Menganalisis hasil pengolahan data dan untuk memperoleh
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
BAB VII. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan dan saran mengemukakan kesimpulan semua hal yang
dilakukan pada saat penelitian, terutama hasil pengolahan data yang
diperoleh serta memberikan saran yang bermanfaat bagi perusahaan.
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2. 1. Sejarah Perusahaan
Sejarah produk Coca Cola semula berawal pada bulan Mei 1886 di
Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, ketika seorang ahli farmasi dan ahli minuman
Dr. Jhon Styth Pemberton memformulasikan suatu ramuan khusus dengan gula
murni menjadi sirup dan beraroma segar dan berwarna karamel yang kemudian
dikenal dengan Coca Cola.
Seiring dengan perjalanan waktu, Coca Cola semakin berkembang dan
digemari masyarakat, maka timbul ide dari Joseph Beidenharn untuk
membotolkan Coca Cola. Sejak tahun 1990 distribusi Coca Cola secara
meyakinkan meluas sampai keluar negri. Pada tahun 1907 pembangunan pabrik-
pabrik pembotolan Coca Cola diluar negeri mulai digiatkan. Pembangunan
dilakukan dengan cara memakai Franchise System, yaitu sistem kerja sama saling
menguntungkan antara dua perusahaan ( The Coca Cola Company dengan Pabrik
Minuman) yang sama sekali terpisah modal kepemilikan dan manajemen.
Coca Cola mulai diperdagangkan di Indonesia pada tahun 1927 ketika
Nederland Indische Mineral Water Fabriek (Pabrik Air Mineral Hindia Belanda)
membotolkan untuk pertama kali di Batavia. Produksi Coca Cola lumpuh pada
zaman penjajahan Jepang (1942 – 1945), tetapi setelah kemerdekaan Indonesia,
pabrik tersebut beroperasi dibawah nama The Indonesia Bootles Ltd. NV (IBL)
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
tiga perusahaan Jepang, yaitu Mitsui Toatsu Chemical Inc, Mitsui & Co. Ltd dan
Mikuni Coca Cola Bottling Co. membentuk PT. Djaya Beverages Bootling Company (DBBBC).
Sampai sekarang tercatat ada 11 pabrik Coca Cola yang beroperasi
diberbagai propinsi di Indonesia. Pabrik-pabrik ini diberi lisensi oleh The Coca
Cola Company di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat untuk memproduksi, dengan
perwakilannya di Indonesia adalah PT. Coca Cola Indonesia
Kesebelas pabrik pembotolan tersebut adalah :
1. Tahun 1971 : PT. Djaya Beverages Bottling Company, Jakarta.
2. Tahun 1973 : PT. Brasseris Del Indonesia, Medan.
3. Tahun 1976 : PT. Tirtalina Bootling Company, Surabaya.
4. Tahun 1978 : PT. Coca Cola Pan Java Bottling Company, Semarang.
5. Tahun 1951 : PT. Tirta Permata Sari Bottling Company, Ujung Pandang.
6. Tahun 1983 : PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company, Bandung.
7. Tahun 1985 : PT. Tribana Jaya Nusantara Bottling Company,. Padang.
8. Tahun 1985 : PT. Banyu Agung Sejahtera Bottling Company, Denpasar.
9. Tahun 1985 : PT. Swarna Dipa Mekar Bottling Company, Tanjung Karang
10. Tahun 1985 : PT. Bangun Wenang Beverage Company, Menado
11. Tahun 1991 : PT. Eka Ticma Manunggal Bottling Company, Banjarmasin.
Tahun 1995 Coca Cola Amatil milik Australia yang merupakan
perusahaan pembotolan terbesar di dunia untuk pabrikasi, distribusi dan
pemasaran produk The Coca Cola Company mengambil alih semua pabrik
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
2. 2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
Untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, pada tanggal 1 Januari
tahun 2000, kesepuluh perusahaan pembotolan dan distribusi Coca Cola yang
berada di bawah bendera perusahaan Coca Cola Limited Australia, berubah nama
menjadi PT. Coca Cola Amatil Indonesia Bottling untuk perusahaan pembotolan
dan PT Coca Cola Amatil Indonesia untuk perusahaan distribusi. Kemudian pada
tanggal 1 juli 2002, PT. Coca Cola Amatil Indonesia Bottling Medan berubah
nama lagi menjadi perusahaan pembotolan dan pendistribusian dengan
menyandang nama yaitu PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan.
Sampai saat ini PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan telah memiliki
627 orang tenaga kerja dan memproduksi 4 macam jenis minuman yakni Coca
Cola, Sprite, Fanta dan Frestea dengan berbagai ukuran dalam kemasan botol
dapat kita lihat pada tabel 2.1. Ukuran Produk PT. Coca Cola Bottling Indonesia.
Selain itu PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan juga mendistribusikan
produk kiriman dari PT. Coca Cola Bottling Indonesia Cibitung, Jakarta yang
disebut Sisqo (Sister Company). Produk yang didistribusikan antara lain kemasan
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
Tabel. 2. 1. Ukuran Produk PT. Coca Cola Bottling Indonesia
Article I. Produk Article II. Ukuran (ml)
Coca-Cola
Kemasan Sedang 295
Frestea 220
Frestea Green 220
Sumber : PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan
2. 3. Lokasi Perusahaan
PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan berlokasi di Jalan Medan
Belawan Km 14 Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan.PT. Coca
Cola Bootling Indonesia Medan menempati areal tanah seluas ± 51357 m2 (5.1Ha)
yang terdiri dari gudang (bahan baku,produk jadi),lantai produksi, kantor, klinik,
laboratorium, pos satpam, bengkel, pengolahan air, limbah, ruang mesin, kantin,
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
Indonesia masih berada didaerah industri, dimana disebelah Barat berbatasan
dengan sungai Deli, sebelah Timur berbatasan dengan Kawasan Industri Medan
(KIM), sebelah Utara berbatasan dengan Pelabuhan Belawan, dan sebelah Selatan
berbatasan dengan pemukiman rumah penduduk.
2. 4. Daerah Pemasaran
Pusat penjualan PT. Coca Cola Bottling Indonesia ini tersebar diseluruh
Sumatera Utara dan Daerah Istimewa Aceh. Didukung oleh beberapa pusat
penjualan yang tersebar di Sumatera Utara dan Daerah Istimewa Aceh, lebih dari
18.000 pengecer, produk Coca Cola dapat diperoleh dengan mudah dimana saja
dengan harga terjangkau. Banyaknya pengecer yang terlihat dalam perindustrian
produk Coca Cola mengisyaratkan besarnya dukungan ekonomi yang diberikan
kepada keluarga-keluarga Indonesia yang mempunyai usaha disektor industri ini.
2. 4. 1. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan pengelompokan pasar yang heterogen
menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen dimana salah satu atau
lebih dari kelompok tersebut di jadikan pasar yang akan menjadi sasaran.
Segmentasi pasar berguna bagi perusahaan agar dapat dengan mudah mempelajari
kebutuhan dari segmennya, dapat dengan baik mengolakasikan dananya, dan
penjual dapat dengan mudah merancang produknya sesuai minat dari konsumen.
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
1. Faktor demografi yang meliputi umur, jenis kelamin, pendapatan agama,
suku, bangsa dan tingkat sosial
2. Faktor psikologis seperti kepribadian
3. Faktor geografis seperti darah kota, pinggiran kota, pegunungan dan
lain-lain.
4. Faktor-faktor sifat pembeli seperti loyalitas pada merk, mutu, dan harga.
Untuk memperlancar proses pendistribusian di luar kota Medan, PT Coca
Cola Bottling Indonesia Medan mempunyai sub distributor diberbagai daerah
yaitu :
1. Medan : Jl. Medan Belawan Km 14, Medan
2. Kabanjahe : Jl. Nabung Subakti No. 101, Kabanjahe
3. Tebing Tinggi : Jl. S. M. Raja No. 20 Assembly, Tebing Tinggi
4. Pematang Siantar : Jl. Medan Km. 6, Pondok Sayur
5. Rantau Prapat : Jl. By Pass Aek Matio, Rantau Prapat
6. Kisaran : Jl. A. Yani No.43, Kisaran
7. Padang Sidempuan : Jl. Raya Pal Sabolas No. 34, Padang Sidempuan
8. Langsa : Jl. Prof. Majiel Ibrahim No. 58, Langsa
9. Lhokseumawe : Jl. Merdeka Timur No. 71, Lhokseumawe
10. Banda Aceh : Jl. Mata Le No. 2, Lr. Nikmat Kentapang
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
2. 4. 2. Strategi Pemasaran
Stategi pemasaran adalah suatau pendekatan produk yang digunakan oleh suatu unit bisnis dalam mencapai sasaran yangtelah ditetapkan terlebih dahulu. Dalam menghadapi pesaing-pesaing yang terus bermunculan, PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan melaksanakan strategi yang dikenal dengan 3-A yakni :
- Acceptability (rasanya dapat di terima)
- Availability (produk selalu tersedia)
- Affodability (Harga terjangkau)
2.5. Struktur Organisasi
2.5.1. Struktur Organisasi Perusahaan
Organisasi adalah struktur dengan bagian-bagian yang saling
berhubungkan dan saling mempengaruhi karena adanya hubungan secara
keseluruhan. Dipandang dari fungsinya, organisasi adalah pengelompokan dan
pengurutan dari berbagai aktivitas, penunjukan orang-orang untuk mengerjakan
aktivitas tersebut, penyediaan lingkungan kerja dan fasilitas yang sesuai dengan
penempatan kepada masing-masing orang yang ditugaskan. Organisasi dapat juga
diartikan sebagai kelompok orang yang bertanggung jawab bersama-sama
mengadakan kerja sama untuk mencapai tujuan yang tertentu. Secara umum dapat
disimpulkan bahwa unsur-unsur dasar organisasi adalah dua orang atau lebih,
adanya maksud kerja sama, adanya pengaturan hubungan dan adanya tujuan yang
hendak dicapai.
Dalam mencapai tujuan perusahaan, perlu dilakukan penyusunan
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
serta pendelegasian wewenang dan tanggung jawab dari atasan kepada bawahan.
Perusahaan yang terdiri dari berbagai bagian aktivitas yang berbeda-beda harus
dikoordinasikan sedemikian rupa sehingga dapat mencapai target dan sasaran
perusahaan dengan kondisi efisien yang tinggi. Tugas individual ini dalam
pelaksanaanya selalu dihubungkan dengan sistem dan prosedur yang berlaku
dalam organisasi yang bersangkutan. Dengan demikian organisasi bukan hanya
sekedar kerangka pembagian tugas, melainkan seluruh perangkat beserta
fungsi-fungsinya yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
Setiap perusahaan mempunyai suatu pola dasar struktur organisasi, yang
relatif permanen sifatnya, tetapi kadang kala mengalami perubahan sesuai dengan
perkembangan yang dialami oleh organisasi tersebut, seperti penggantian
pemimpin, perubahan tujuan organisasi dan lain-lain. Dari sudut pandang ini
organisasi dapat dianggap sebagai suatu wadah dimana kegiatan manajeman
dilakukan. Sebagai suatu proses, organisasi akan menimbulkan 2 macam
hubungan yaitu :
1. Hubungan Formal, terlihat dari tata bubungan yang berupa suatu susunan tata
kerja lengkap dengan tugas dan kewajiban organisasi.
2. Hubungan Informal, terlihat pada tingkah laku dan tindakan masing-masing
individu yang terlihat dalam organisasi tersebut. Hubungan ini menyangkut
hubungan pribadi, hubunga atasan dengan bawahan dan hubungan lainnya.
Berhasilnya organisasi kedua hubungan ini harus mendapat perhatian yang
sungguh-sungguh, bahkan harus diberikan perhatian yang sama besarnya.
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
1. Organisasi Garis (Line Organization)
2. Organisasi Garis dan Staff (Line and Staff Organization)
3. Organisasi Fungsional (Functional Organization)
4. Kombinasi Organisasi Garis dan Fungsional
5. Kombinasi Organisasi Garis, Fungsional dan Staff
Pada prinsipnya bentuk struktur organisasi yang digunakan tergantung
pada ukuran, sifat dan kerumitan masalah yang timbul di perusahaan PT. Coca
Cola Bottling Indonesia Unit Medan mempunyai struktur organisasi yang
berbentuk garis, staf dan fungsional.
Pimpinan (General Manager) langsung membawahi setiap manajer
sedangkan staf bekerja dan memberikan saran-saran kepada bawahannya. Gambar
struktur organisasi PT. Coca Cola Bottling Indonesia Unit Medan dapat dilihat
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
GENERAL Area Sales Mgr Out
Tawn
Demand & Op Plan Mgr
People Resourc & Plan Mgr
Sumber :Human Resources Departement PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
2.5.2. Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab
Untuk menjalankan organisasi pada PT. Cola Cola Bottling Indonesia
Medan perlu adanya pembagian tugas, wewenang dam tanggung jawab dari
masing-masing jabatan. Adapun tugas wewenang dan tanggung jawab pada
masing-masing jabatan dalam struktur organisasi pada PT. Coca Cola Bottling
Indonesia Medan adalah sebagai berikut :
1. General Manager
a. Menentukan dan merumuskan kebijakan utama dalam usaha pencapaian
tujuan perusahaan
b. Membuat peraturan-peraturan di perusahaan yang sesuai dengan
undang-undang yang ditetapkan
c. Mengkoordinir dan mengawasi tugas-tugas yang dilegasikan kepada
manager-manager
2. Secretary
a. Menyelenggarakan surat-menyurat yang berhubungan dengan perusahaan
b. Mengatur hubungan dengan pihak luar atau tamu
c. Bertanggung jawab kepada General manager
3. Human Resources Manager
a. Menerjemahkan strategi perusahaan ke dalam strategi SDM.
b. Menumbuhkan kepuasan karyawan terutama terhadap gaji (Base Salary
and Variabel Salary), bonus, tunjanngan kerja (Inature).
c. Mencari info Best Practice dalam pelatihan, pengembangan karyawan dan
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
d. Membantu dalam perancangan dan implementasi sistem penilaian kerja.
e. Membantu dalam administrasi karyawan termasuk masalah pelaksanaan
hukum.
f. Membantu Industrial Affairs Manager, Public Relation Manager, Training
Manager, dan Remuneration Manager (Menangani masalah pengupahan)
g. Bertanggung jawab kepada. General Manager.
4. Finance Manager
a. Mempersiapkan laporan keuangan yang terkonsolodasi secara tepat waktu
dan akurat
b. Mengumpulkan atau menyusun data untuk rencana finansial jangka
pendek maupun jangka panjang
c. Bertanggung jawab kepada General Manager
5. General Sales Manager
a. Merencanakan dan mengevaluasi semua program pemasaran perusahaan
dan divisi pemasaran
b. Mengorganisasikan semua program pemasaran perusahaan dan visi
perusahaan
c. Bertanggung jawab kepada General Manager
6. Technical Operation Manager
a. Menyusun semua program kerja dan meletakkan dasar-dasar koordinasi
diantara semua seksi-seksinya
b. Mengkoordinir dan mengawasi setiap bagian yang ada dibawahnya
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
c. Bertanggung jawab kepada General Manager
7. Business Service Manager
a. Merealisasi rencana dan pelaksanaan program jasa pelayanan dan
pengadaan sarana kendaraan/mobil Coca Cola bagi karyawan.
b. Mengadakan bimbingan, pengarahan, serta pengendalian kepada
karyawan-karyawan jasa perusahaan sehingga aktivitas mereka dapat
diarahkan kepada tercapainya pekerjaan yang efektif, efisien dan lancer.
c. Membawahi IS Application Manager, CDE Manager dan Fleet Manager.
Bertanggung jawab kepada General Manager
8. Industrial Relation Manager
a. Mengumpulkan informasi-informasi bisnis yang dibutuhkan perusahaan
dari beberapa perusaan lain
b. Mengawasi kegiatan kerjasama denga perusahaan-perusahaan lain
c. Mengatur hubungan dengan pihak luar atau industri-industri
d. Bertanggung jawab kepada Human Resources Manager
9. Public Relation Manager
a. Menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat maupun tamu yang mau
berkunjung
b. Mengurusi surat-surat perusahaan yang masuk
c. Mengawasi kegiatan kerjasama denga perusahaan-perusahaan lain
d. Bertanggung jawab kepada Human Resources Manager
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
a. Membantu General Manager dalam melaksanaan undang-undang tenaga
kerja dan menjalankan kebijaksanaa perusahaan
b. Menjalankan dan mengorganisasikan semua sumber daya manusia dan
program pengembangan
c. Bertanggung jawab kepada General Manager
11. Information System Manager
a. Mengumpulkan informasi-informasi manajemen yang dibutuhkan
perusahaan
b. Meminta informasi manajemen setiap departemen perusahaan
c. Bertanggung jawab kepada General Manager
12. General Affair Manager
a. Mengawasi program pelayanan umum dan pemeliharaan lokasi pabrik
b. Mengawasi penyelesaian izin, rekomendasi dari instansi pemerintah
c. Bertanggung jawab kepada HRD Manager
13. External Affair Manager
a. Menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat
b. Meminta dana untuk mengadakan kegiatan amal bagi masyarakat
c. Bertanggung jawab kepada HRD Manager
14. Training Coordinator
a. Mengadakan pelatihan
b. Memilih peserta pelatihan
c. Bertanggung jawab kepada HRD Manager
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
a. Mengumpulkan data dan menyusun data keuangan perusahaan
b. Mengatur cash flow untuk perusahaan
c. Bertanggung jawab kepada Finance Manager
16. Management Accountant Manager
a. Membuat pembukuan keuangan perusahaan
b. Memperoleh data keuangan dari departemen lain di perusahaan
c. Bertanggung jawab kepada Finance Manager
17. Examiner Accountant
a. Mengumpulkan dan dan menyusun data keuangan khusus luar kota
b. Mengawasi penyelesaian izin, rekomendasi dari instansi pemerintah
c. Bertanggung jawab kepada Finance Manager
18. Purchasing Manager
a. Melakukan pembelian bahan baku, bahan penolong dan bahan tambahan
b. Menyetujui ataupun membatalkan pembelian bahan
c. Bertanggung jawab kepada Finance Manager
19. Tax Officer
a. Mengaudit mengenai kebutuhan akan karyawan
b. Mengajukan usulan akan menambah atau mengurangi karyawan
c. Bertanggung jawab kepada Finance Manager
20. Area Sales Manager Medan
a. Mendayagunakan seluruh aparat dan peralatan yang ada di warehouse di
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
b. Memberhentikan sales-sales di Medan yang dianggap melanggar peraturan
perusahaan
c. Bertanggung jawab kepada General Sales Manager
21. Area Manager Out Tawn
a. Mendayagunakan seluruh aparat dan peralatan yang ada di warehouse di
luar kota secara optimal dan efisien
b. Memberhentikan sales-sales di Medan yang dianggap melanggar peraturan
perusahaan
c. Bertanggung jawab kepada General Sales Manager
22. Channer Manager
a. Mengawasi penjualan produk pada distributor didalam kota
b. Membatalkan kontrak dengan distributor, apabila distributor tersebut
melanggar perjanjian yang telah disepakati
c. Bertanggung jawab kepada General Sales Manager
23. Dealer Manager
a. Mengembangkan dealer-dealer diwilayah pemasaran
b. Mengklaim dealer-dealer yang melanggar perjanjian bersama-sama
c. Bertanggung jawab kepada General Sales Manager
24. Production Manager
a. Membuat laporan produksi secara periodik mengenai mutu dan jumlah
produk
b. Mengkoordinir kegiatan-kegiatan dalam bidang pemprosesan bahan baku
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
c. Bertanggung jawab kepada Technical Operation Manager
25. Maintenance Engineering Manager
a. Mengawasi mesin-mesin dan peralatan yang digunakan pada saat proses
produksi
b. Melakukan perawatan mesin-mesin produksi dan peralatan produksi
c. Melakukan perbaikan-perbaikan pada mesin dan peralatan pabrik
d. Bertanggung jawab kepada Technical Operation Manager
26. Warehouse & Transport Manager
a. Mengawasi penyimpanan produk-produk jadi
b. Mengkoordinir pengiriman-pengiriman produk
c. Bertanggung jawab kepada Technical Operation Manager
27. Demand & Op Plan Manager
a. Merencanakan dan mengontrol kebutuhan untuk kegiatan proses produksi
b. Bertanggung jawab kepada Technical Operation Manager
28. Cold Drink Equipment Manager
a. Melakukan pembelian bahan baku, bahan penolong dan bahan tambahan
b. Menyetujui atau membatalkan pembelian
c. Bertanggung jawab kepada General Manager
29. Quality Assurance Manager
a. Meneliti, memeriksa dan menganalisa mutu bahan baku maupun produk
jadi
b. Me-reject bahan baku maupun produk yang tidak sesuai dengan standart
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
c. Bertanggung jawab kepada Technical Operation Manager
30. Is Applic Support Officer
a. Mengumpulkan informasi-informasi bisnis yang dibutuhkan perusahaan
b. Meminta informasi yang dibutuhkan dari departemen lainnya di
perusahaan
c. Bertanggung jawab kepada Information System Supervisor
31. Fleet Manager
a. Mengawasi pendistribusian keperluan produksi dilantai pabrik
b. Mengatur pendistribusian keperluan produksi
c. Bertanggung jawab kepada General Sales Manager
2.6. Tenaga Kerja dan Jam Kerja 2.6.1. Jumlah Tenaga Kerja
Tenaga kerja di PT. Coca Cola Botling Indonesia Unit Medan direkrut dari
tenaga kerja bangsa indonesia sendiri. Sebagian besar tenaga kerja dibagian
produksi dan pemasaran direkrut dari penduduk sekitar pabrik.
Jumlah tenaga kerja pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan sampai pada
bulan Februari 2008 sebanyak 627 orang karyawan. Perincian jumlah karyawan
tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.2. Rincian Jumlah Tenaga Kerja PT. Coca Cola
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
Tabel 2.2. Rincian Jumlah Tenaga Kerja PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan
Departemen Jumlah Karyawan
General Administation
Sumber : Human Resources Departement PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan
Status karyawan pada perusahaan ini mempunyai status sebagai berikut :
1. Karyawan bulanan (tetap) dengan gaji/upah dibayar sekali sebulan
sesuai dengan klasifikasi penggajian yang dibagi-bagi dalam golongan
tertentu.
2. Karyawan harian dengan upah/gaji yang dibayar sekali dalam dua
minggu sesuai dengan standart upah yang berlaku diperusahaan
dengan berpedoman pada ketentuan upah minimum yang ditetapkan
pemerintah.
3. Karyawan honorer/kontrak dengan upah yang ditetapkan berdasarkan
dokumen perjanjian kontrak secara individu.
2.6.2. Jam Kerja
Agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan optimal dalam
melaksanakan operasional pabrik untuk mencapai tujuan maka diperlukan
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
Sesuai dengan peraturan DEPNAKER bahwa jam kerja seorang karyawan
adalah 40 jam perminggu, selebihnya diperkirakan jam lembur. Pengaturan jam
kerja normal untuk karyawan adalah sebagai berikut :
1. Semua karyawan kecuali karyawan di Departemen Marketing, Departemen
Human Resource Development yaitu bagian Security, Departement TOL
(Technical Operation and Logistic) yaitu bagian kamar mesin dan Produksi,
hari kerjanya adalah hari Senin sampai hari Jumat dengan jam kerja dapat
dilihat pada tabel 2.3 berikut ini :
Tabel 2.3. Jam Kerja Di PT.Coca Cola Bottling Indonesia
NO WAKTU KETERANGAN
1 Jam 08.00-12.00 WIB Waktu Kerja
2 Jam 12.00-13.00 WIB Waktu Istirahat
3 Jam 13.00-17.00 WIB Waktu Kerja
2. Untuk Departemen Marketing jam kerja untuk hari Senin sampai Jumat dapat
dilihat pada tabel 2.4 berikut ini :
Tabel 2.4. Jam Kerja Untuk Departemen Marketing
NO WAKTU KETERANGAN
1 Jam 08.00-12.00 WIB Waktu Kerja
2 Jam 12.00-13.00 WIB Waktu Istirahat
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
3. Departemen Human Resources Development (HRD yaitu bagian Security,
Technical Operation and Logistic yaitu bagian kamar mesin dan bagian
produksi, jam kerja dibagi atas tiga shift setiap hari dapat dilihat pada tabel 2.5
berikut ini :
Tabel 2.5. Jadwal Kerja Shift
NO SHIFT WAKTU KETERANGAN
1 I Jam 06.00-14.00 WIB Waktu Kerja
2 II Jam 14.00-22.00 WIB Waktu Kerja
3 III Jam 22.00-06.00 WIB Waktu Kerja
Untuk bagian Security terdiri dari 4 orang dengan penggantian shift setiap
2 hari sekali, sedangkan untuk bagian kamar mesin penggantian shift 5 hari sekali
dengan 1 orang tenaga kerja untuk setiap shift.
2.7. Sistem Pengupahan
Gaji/upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari perusahaan
kepada karyawan untuk suatu pekerjaan yang telah dilakukan yang dinilai dalam
bentuk perjanjian atau undang-undang. Banyak cara atau sistem pembayaran
gaji/upah yang digunakan oleh perusahaan. Setiap perusahaan memakai sistem
yang berbeda-beda, dengan dasar sistem tersebut akan membawa keuntungan bagi
perusahaan tampa merugikan karyawan.
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
1. Untuk karyawan bulan dan honorer menerima gaji setiap bulan sekali pada
tanggal 25, yaitu untuk General Manager Office, Departement Accountong,
dan Human Resources.
2. Untuk karyawan harian menerima gaji dua minggu sekali yaitu untuk Sales
Marketing dan Produksi dikelola oleh koperasi. Bagi setiap karyawan yang
bekerja diluar jam kerja normal, akan diberikan upah lembur dengan ketentuan
sebagai berikut :
a. Upah tenaga kerja tetap
Upah lembur = 1/173 x gaji pokok x jumlah jam lembur
Berdasarkan ketentuan Depnaker jam kerja sebulan adalah 173 jam.
b. Upah tenaga kerja lepas/honor
Upah lembur = 3/20 x jumlah jam lembur
Penentuan upah lembur/jam adalah sebagai berikut :
a. Untuk hari biasa :
- Jam lembur pertama dikali 1,5 x upah
- Jam lembur selebihnya dikali 2 x upah lembur
b. Untuk hari Sabtu/libur :
- Jam pertama dikali 2 x upah lembur
- Jam kedelapan dikali 3 x upah lembur
- Jam kesembilan dan seterusnya dikali 4 x upah lembur
c. Untuk karyawan yang lembur diberikan juga tambahan uang makan
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
- Untuk lembur 3 jam pertama diberikan uang makan senilai 1 kali
makan.
- Untuk jam lembur berikutnya akan ditambah lagi uang makan senilai 1
kali makan (setiap 5 jam berikutnya).
Khusus untuk bagian Marketing tidak diperhitungkan lembur apabila
bekerja diuar jam kerja yang telah ditentukan, tetapi mereka akan mendapat
insentif.
2.8. Proses Produksi
Proses Produksi merupakan suatu cara, metode dan teknik untuk
menciptakan atau menambah nilai dari suatu barang atau jasa dengan
menggunakan sumber-sumber yang ada seperti tenaga kerja, mesin, dan
bahan-bahan dan uang sebagai modal pelaksanaanya.
Dalam berproduksi PT. Coca Cola Bottling Indonesia Unit Medan
mempunyai 3 (tiga) line produksi dengan masing-masing fungsi :
1. Line I : Mempunyai kapasitas produksi 300 botol/menit dengan
memproduksi Frestea.
2. Line II : Mempunyai kapasitas produksi 200 botol/menit, namun saat ini tidak digunakan karena rendahnya permintaan pasar.
3. Line III : Mempunyai kapasitas produksi 600 botol/menit dengan memproduksi Coca Cola, Sprite, Sprite Ice, Fanta Strawberry, Fanta
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
Berdasarkan cara pembuatannya, minuman yang diproduksi PT. Coca
Cola Bottling Indonesia Unit Medan dapat dikelompokkan atas 2 (dua) kelompok
besar yaitu minuman berkarbonat (Coca-Cola, Sprite dan Fanta) dan minuman
tidak berkarbonat (Frestea). Gambar 2.2. berikut ini merupakan blok diagram
proses pembuatan minuman non-karbonat (Frestea).
WATER
PRODUK DATA CODER
CROWNER FILLER
BEVERAGE FINAL SIRUP
SIMPLE SIRUP HEATER
WASHING MACHINE
CROWN CORK
BOTTLE AIR
Ekstrak Tea Tea AIR
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
2.8.1. Standar Mutu Produk
PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan sangat mengutamakan kualitas
standar mutu produk. Dalam setiap kali memproduksi Coca Cola, Sprite, Fanta
dan Frestea dilakukan pemeriksaan produk, mulai dari water treatment, sympel
syrup, final syrup dan beverage (hasil minuman ringan). Adapun yang menjadi
standar mutu produk PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan adalah :
1. Kemurnian (Purity)
2. Rasa (Taste)
3. Bau (Odor)
4. Penampakan
Pemeriksaan dilakukan dalam 1 jam setiap kali produksi untuk melihat
hasil standar mutu produk. Pemeriksaan dilakuka n di laboratorium.
Untuk mendapatkan kualitas produk yang baik, perlu dilakukan quality
control secara berkesinambungan. Pengontrolan dilakukan mulai dari bahan baku,
proses produksi hingga produk jadi. Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Unit
Medan proses quality control dilakukan oleh Departemen Laboratorium. Adapun
proses quality control dibagi atas 3 bagian yaitu :
1. Quality Internal
Tugas bagian ini adalah memastikan bahan baku dan chemical yang
digunakan dalam keadaan baik. Pemeriksaan antara lain dilakukan
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
a. Air
Air dari sumur bor diperiksa setiap hari dengan prosedur uji yang
menentukan apakah semua kandungan air berada dalam batas normal.
Bila ditemukan kandungan yang tidak sesuai standar maka dilakukan
perubahan dosing pada bahan kimia yang akan diinjeksikan keair.
Sedangkan inskeksi terhadap bahan kimia yang akan diinjeksikan keair
pada proses water treatment dilakukan satu kali dalam seminggu dengan
dosis :
- H2SO4 : 3,5 - 4 %
- Klorin : 5 – 10 %
- PAC : 6000 – 7500 ppm
- Kapur : 300 – 5000D
b. Gula
Pengecekan yang dilakukan terdiri atas :
- Visual : Kemasan dan jenis gula
- Analisis : Bau, rasa warna, kadar air, dan lain-lain
c. CO2
Pengecekan yang dilakukan antara lain :
- Kemurnian/purity
Srihartati Sarmauly Rajagukguk : Evaluasi Postur Tubuh Di Tinjau Dari Segi Ergonomi Di Bagian Pengepakan Pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan,2009.
USU Repository © 2009
2. Quality Bottling Line
Tugas bagian ini adalah mengontrol mulai dari proses pembuatan sirup,
pembotolan hingga menjadi produk jadi. Pemeriksaan antara lain dilakukan
terhadap :
a. Tingkat kemanisan/Brix pada proses pembuatan sirup.
Brix adalah perbandingan gram gula ditambah air dalam 100 gram.
Standar Brix sudah ditentukan dan sama untuk semua produk Coca Cola
diseluruh dunia dapat dilihat pada Tabel 2.6. dibawah ini :
Tabel 2.6. Ukuran Brix untuk Tiap Flavour (Rasa)
Flavour Brix
Coca Cola 10,37
Fanta Strawberry 14,00
Fanta Apple 12,50
Fanta Soda Water -
Sprite 12,50
Sprite Ice 12,50
Frestea 9,50
Frestea Green 9,50
Sumbar : Departemen QA (Laboratorium) PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan
b. Proses pencampuran pada mesin paramix
Sebelum dilakukan proses pencampuran, bagian Quqlity Control
menentukan kadar setiap bagian yang akan dicampurkan yaitu sirup, air