• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Informasi Simpan Pinjam Pada Koperasi Mitra Abadi Pangalengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Informasi Simpan Pinjam Pada Koperasi Mitra Abadi Pangalengan"

Copied!
179
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Ika Sartika
  • Sekolah: Universitas Komputer Indonesia
  • Mata Pelajaran: Sistem Informasi
  • Topik: Sistem Informasi Simpan Pinjam Pada Koperasi Mitra Abadi Pangalengan
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2012
  • Kota: Bandung

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan ini membahas latar belakang penelitian yang relevan dengan tujuan pendidikan. Latar belakang menekankan pentingnya sistem informasi dalam konteks koperasi simpan pinjam di era teknologi informasi, terutama untuk mengatasi kendala-kendala operasional seperti pencarian data manual dan perhitungan pinjaman yang lambat. Ini relevan dengan tujuan pembelajaran yang menekankan pemahaman konteks bisnis dan kebutuhan sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Penulis juga mengidentifikasi masalah yang dihadapi Koperasi Mitra Abadi Pangalengan, seperti kesulitan pencarian data, perhitungan manual yang menyebabkan pelayanan lambat, dan keterlambatan pembuatan laporan. Ini memperlihatkan bagaimana studi kasus ini dapat digunakan untuk mengilustrasikan penerapan solusi teknologi informasi dalam memecahkan masalah nyata di dunia bisnis.

1.1 Latar Belakang Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan konteks penelitian dengan fokus pada perkembangan teknologi informasi dan perannya dalam bisnis, khususnya pada koperasi. Disini dijelaskan bagaimana teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing koperasi. Studi kasus Koperasi Mitra Abadi Pangalengan dipilih karena permasalahan yang dihadapi koperasi tersebut—seperti pengolahan data manual dan pelayanan yang lambat—merupakan permasalahan umum yang dihadapi banyak koperasi di Indonesia. Materi ini relevan dalam pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja bisnis dan bagaimana teknologi informasi dapat diaplikasikan untuk memecahkan permasalahan di dunia nyata. Analisis grafik perkembangan simpan pinjam Koperasi Mitra Abadi Pangalengan menunjukkan peningkatan saldo pinjaman dari tahun ke tahun. Namun, metode manual yang digunakan masih menjadi kendala.

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah

Sub-bab ini mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi Koperasi Mitra Abadi Pangalengan yaitu kesulitan pencarian data, proses pinjaman manual yang lambat, dan pembuatan laporan yang memakan waktu. Rumusan masalah dijabarkan secara sistematis, menggambarkan bagaimana penelitian ini akan mengkaji setiap masalah tersebut. Ini melatih mahasiswa untuk merumuskan masalah penelitian dengan jelas dan terstruktur, yang merupakan kemampuan penting dalam riset akademis. Mahasiswa juga dapat belajar tentang bagaimana mengidentifikasi masalah riil dari studi kasus dan menjabarkannya dalam rumusan masalah yang terukur.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan maksud dan tujuan penelitian yang berfokus pada perancangan dan implementasi sistem informasi simpan pinjam untuk Koperasi Mitra Abadi Pangalengan. Tujuannya meliputi pemahaman sistem yang ada, perancangan sistem baru, pengujian, dan implementasi. Ini mengajarkan mahasiswa bagaimana merumuskan maksud dan tujuan penelitian yang terarah dan spesifik, serta menghubungkannya dengan metodologi penelitian yang akan digunakan. Ini juga menunjukkan bagaimana sebuah penelitian harus memiliki tujuan yang jelas dan terukur untuk memastikan hasil yang relevan dan bermanfaat.

1.4 Kegunaan Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan manfaat praktis dan akademis dari penelitian ini. Manfaat praktisnya adalah penyediaan solusi teknologi informasi untuk Koperasi Mitra Abadi Pangalengan. Manfaat akademisnya adalah peningkatan pemahaman tentang pengembangan sistem informasi dan aplikasinya di dunia nyata. Ini relevan dengan tujuan pembelajaran yang menekankan pada aplikasi praktis dari pengetahuan akademis dan bagaimana sebuah penelitian dapat memberikan kontribusi baik bagi praktik maupun teori. Mahasiswa diajarkan untuk berpikir kritis mengenai dampak dari riset dan bagaimana hasil riset dapat dikomunikasikan kepada berbagai pemangku kepentingan.

1.5 Batasan Masalah

Sub-bab ini menjabarkan batasan-batasan penelitian untuk menjaga fokus dan ruang lingkup penelitian. Batasan-batasan meliputi cakupan anggota, fitur sistem, jenis simpanan, dan hal-hal lain yang tidak dibahas dalam penelitian. Ini mengajarkan mahasiswa pentingnya menentukan batasan penelitian untuk mencegah penelitian menjadi terlalu luas dan tidak terfokus. Ini juga menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang dalam melakukan riset dan bagaimana batasan dapat menentukan keberhasilan penelitian dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan lokasi dan jadwal pelaksanaan penelitian. Lokasi penelitian adalah Koperasi Mitra Abadi Pangalengan, dan jadwal penelitian tercantum dalam tabel. Ini mengajarkan mahasiswa pentingnya perencanaan waktu dan lokasi penelitian yang tepat untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan penelitian. Mahasiswa juga akan belajar bagaimana merencanakan dan mengelola waktu secara efektif dalam proses penelitian, serta pentingnya memilih lokasi penelitian yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian.

II. Landasan Teori

Bagian landasan teori ini menjabarkan konsep-konsep dasar yang relevan dengan penelitian, seperti konsep sistem, informasi, sistem informasi, arsitektur aplikasi, dan metode pengembangan sistem. Konsep-konsep ini dijelaskan secara rinci dan dikaitkan dengan studi kasus. Pembahasan teori-teori ini sangat relevan dengan tujuan pembelajaran, karena memberikan dasar pemahaman yang kuat bagi mahasiswa tentang konsep-konsep utama dalam pengembangan sistem informasi. Penggunaan teori-teori ini dalam menganalisis kasus Koperasi Mitra Abadi Pangalengan memberikan konteks praktis pada materi kuliah yang teoritis. Sub-bab tentang koperasi, simpanan, dan pinjaman memberikan pemahaman kontekstual penting.

2.1 Konsep Dasar Sistem

Sub-bab ini menjelaskan definisi sistem, karakteristik sistem (komponen, batas, lingkungan, penghubung, masukan, keluaran, pengolahan, sasaran), dan klasifikasi sistem (abstrak/fisik, alamiah/buatan manusia, tertentu/tak tentu, tertutup/terbuka). Materi ini merupakan dasar pemahaman sistem yang esensial dalam pengembangan sistem informasi. Mahasiswa akan belajar tentang bagaimana suatu sistem bekerja dan bagaimana karakteristik sistem dapat digunakan dalam menganalisis dan merancang sistem informasi yang efektif. Diskusi tentang sistem terbuka sangat penting untuk konteks pengembangan sistem informasi yang berinteraksi dengan lingkungan luarnya.

2.2 Konsep Dasar Informasi

Sub-bab ini membahas pengertian informasi, kualitas informasi (akurat, tepat waktu, relevan, ekonomis, efisien, dapat dipercaya), dan nilai informasi. Materi ini menjelaskan pentingnya kualitas dan nilai informasi dalam pengambilan keputusan. Mahasiswa belajar tentang bagaimana kualitas informasi dapat diukur dan bagaimana informasi yang berkualitas dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dalam bisnis. Ini memberikan pemahaman tentang bagaimana informasi yang baik dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi suatu organisasi.

2.3 Komponen Sistem Informasi

Sub-bab ini menjelaskan komponen-komponen sistem informasi (blok masukan, model, keluaran, teknologi, basis data, dan kendali). Penjelasan ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana setiap komponen saling berinteraksi untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat. Mahasiswa akan belajar tentang bagaimana setiap komponen ini berperan penting dalam proses pengolahan data dan penyediaan informasi. Ini juga memberikan pemahaman tentang arsitektur sistem informasi secara keseluruhan.

2.4 Arsitektur Aplikasi

Sub-bab ini menjelaskan arsitektur aplikasi yang meliputi jaringan komputer (LAN, MAN, WAN, GAN), topologi jaringan (linear bus, star, ring, tree), dan arsitektur client-server. Ini memberikan landasan tentang infrastruktur teknologi yang mendukung sistem informasi. Mahasiswa belajar tentang berbagai pilihan arsitektur dan topologi jaringan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan sistem. Ini juga membantu mahasiswa untuk memahami bagaimana teknologi informasi dapat diimplementasikan untuk mendukung sistem informasi yang akan dibangun.

2.5 Perangkat Lunak Pendukung

Sub-bab ini menjelaskan perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian (Java NetBeans 7.0, XAMPP, MySQL, iReport). Penjelasan ini memberikan pemahaman tentang alat-alat yang digunakan dalam membangun sistem informasi. Mahasiswa belajar tentang berbagai pilihan perangkat lunak yang dapat digunakan dalam pengembangan sistem informasi dan bagaimana memilih perangkat lunak yang tepat sesuai dengan kebutuhan proyek. Ini juga memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana perangkat lunak tersebut digunakan dalam pembangunan sistem.

2.6 Metode Pengembangan Sistem

Sub-bab ini menjelaskan metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian (metode prototype). Penjelasan ini memberikan pemahaman tentang bagaimana sistem informasi dikembangkan secara sistematis. Mahasiswa belajar tentang berbagai metode pengembangan sistem dan bagaimana memilih metode yang tepat sesuai dengan konteks proyek. Penjelasan tentang metode prototype memberikan pemahaman tentang pengembangan sistem secara iteratif dan bagaimana melibatkan pengguna dalam proses pengembangan.

2.7 Metode Pendekatan Sistem

Sub-bab ini menjelaskan metode pendekatan sistem (berorientasi objek dan terstruktur). Penjelasan ini memberikan pemahaman tentang bagaimana sistem informasi dapat dimodelkan dan dirancang. Mahasiswa belajar tentang perbedaan antara kedua pendekatan dan bagaimana memilih pendekatan yang tepat sesuai dengan konteks proyek. Ini juga memberikan pemahaman tentang bagaimana pendekatan berorientasi objek dapat digunakan untuk memodelkan sistem yang kompleks.

2.8 Pengertian Kasus yang Dianalisis

Sub-bab ini menjelaskan pengertian koperasi, prinsip-prinsip koperasi, simpanan, dan pinjaman. Penjelasan ini memberikan konteks bisnis dan regulasi yang relevan dengan studi kasus. Mahasiswa belajar tentang konteks bisnis koperasi dan bagaimana regulasi mempengaruhi operasi koperasi. Ini juga memberikan pemahaman tentang konsep simpanan dan pinjaman dalam konteks koperasi.

III. Objek dan Metode Penelitian

Bagian ini menjelaskan objek dan metode penelitian yang digunakan. Objek penelitian adalah Sistem Informasi Simpan Pinjam pada Koperasi Mitra Abadi Pangalengan. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data (primer dan sekunder), pendekatan sistem (berorientasi objek), pengembangan sistem (prototype), dan alat bantu analisis dan perancangan (use case diagram, activity diagram, sequence diagram). Ini relevan dengan tujuan pembelajaran yang mengajarkan mahasiswa tentang metodologi penelitian, khususnya dalam pengembangan sistem informasi. Pembahasan sejarah singkat Koperasi Mitra Abadi Pangalengan memberikan konteks penting bagi penelitian. Bagian ini sangat penting untuk menunjukkan bagaimana metode penelitian diterapkan untuk menjawab rumusan masalah.

3.1 Objek Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan objek penelitian secara detail, meliputi sejarah singkat Koperasi Mitra Abadi Pangalengan, visi, misi, struktur organisasi, dan deskripsi tugas. Ini memberikan konteks yang komprehensif tentang koperasi yang diteliti. Mahasiswa belajar tentang bagaimana mengumpulkan informasi yang relevan tentang objek penelitian dan bagaimana informasi tersebut digunakan untuk memberikan konteks yang tepat untuk penelitian. Ini juga mendemonstrasikan pentingnya memahami konteks bisnis sebelum merancang solusi teknologi informasi.

3.2 Metode Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan metode pengumpulan data (primer dan sekunder), pendekatan sistem (berorientasi objek), pengembangan sistem (prototype), dan alat bantu analisis dan perancangan (use case diagram, activity diagram, sequence diagram). Ini menunjukkan bagaimana metodologi penelitian diterapkan untuk menjawab rumusan masalah. Mahasiswa akan belajar tentang berbagai teknik pengumpulan data dan bagaimana memilih teknik yang tepat sesuai dengan konteks penelitian. Ini juga menunjukkan bagaimana berbagai alat bantu analisis dan perancangan digunakan untuk memodelkan sistem informasi.

IV. Analisis dan Perancangan Sistem

Bagian ini menjelaskan analisis sistem yang ada dan perancangan sistem informasi yang baru. Analisis sistem yang ada meliputi analisis prosedur yang berjalan (use case diagram, activity diagram, skenario use case) dan evaluasi sistem yang ada. Perancangan sistem yang diusulkan meliputi tujuan perancangan, gambaran umum sistem, perancangan prosedur (use case diagram, activity diagram, sequence diagram, class diagram, component diagram, deployment diagram, struktur file, kodifikasi), dan perancangan antarmuka (struktur menu, perancangan input, perancangan output). Perancangan arsitektur jaringan juga dibahas. Bagian ini relevan dengan tujuan pembelajaran tentang analisis dan perancangan sistem informasi. Penggunaan diagram-diagram UML (Unified Modeling Language) seperti use case diagram, activity diagram, dan sequence diagram, menunjukkan penerapan teknik pemodelan sistem yang standar dalam industri.

4.1 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan

Sub-bab ini menganalisis sistem yang sedang berjalan di Koperasi Mitra Abadi Pangalengan, meliputi analisis prosedur yang berjalan dan evaluasi sistem. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan diagram UML (use case, activity, sequence). Mahasiswa belajar tentang bagaimana menganalisis sistem yang ada untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan sistem. Ini juga menunjukkan penerapan teknik analisis sistem yang sistematis dan terstruktur.

4.2 Perancangan Sistem

Sub-bab ini menjelaskan perancangan sistem informasi yang diusulkan untuk Koperasi Mitra Abadi Pangalengan. Perancangan ini meliputi tujuan, gambaran umum, perancangan prosedur (dengan diagram UML), dan perancangan antarmuka. Mahasiswa belajar tentang bagaimana merancang sistem informasi yang baru berdasarkan analisis sistem yang ada. Ini juga menunjukkan penerapan teknik perancangan sistem yang terstruktur dan sistematis.

V. Implementasi dan Pengujian Sistem

Bagian ini menjelaskan implementasi sistem informasi yang telah dirancang dan pengujian sistem. Implementasi meliputi implementasi perangkat lunak, perangkat keras, basis data, antarmuka, instalasi program, dan penggunaan program. Pengujian meliputi rencana pengujian, kasus dan hasil pengujian, dan kesimpulan hasil pengujian. Bagian ini relevan dengan tujuan pembelajaran tentang implementasi dan pengujian sistem informasi. Pembahasan ini memberikan wawasan praktis tentang bagaimana sistem informasi dibangun dan diuji.

5.1 Implementasi

Sub-bab ini membahas implementasi sistem informasi yang telah dirancang, meliputi implementasi perangkat lunak, perangkat keras, basis data, antarmuka, instalasi program, dan penggunaan program. Ini memberikan gambaran praktis tentang proses pembangunan sistem informasi. Mahasiswa belajar tentang bagaimana mengimplementasikan sistem informasi yang telah dirancang dan bagaimana mengatasi berbagai tantangan dalam proses implementasi.

5.2 Pengujian

Sub-bab ini menjelaskan pengujian sistem informasi yang telah diimplementasikan, meliputi rencana pengujian, kasus dan hasil pengujian, dan kesimpulan hasil pengujian. Ini menunjukkan bagaimana sistem informasi diuji untuk memastikan bahwa sistem tersebut berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna. Mahasiswa belajar tentang pentingnya pengujian sistem informasi dan bagaimana melakukan pengujian yang efektif dan efisien.

VI. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan merangkum hasil analisis dan perancangan sistem informasi simpan pinjam. Saran memberikan rekomendasi untuk pengembangan sistem lebih lanjut dan penelitian sejenis. Ini relevan dengan tujuan pembelajaran tentang bagaimana menulis kesimpulan dan saran yang efektif dan terarah. Bagian ini merupakan bagian penting untuk menyampaikan hasil penelitian secara ringkas dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut.

6.1 Kesimpulan

Sub-bab ini merangkum hasil penelitian dan menjawab rumusan masalah. Ini memberikan gambaran umum tentang temuan penelitian dan implikasinya. Mahasiswa belajar bagaimana merumuskan kesimpulan yang ringkas dan tepat berdasarkan hasil penelitian.

6.2 Saran

Sub-bab ini memberikan saran untuk penelitian selanjutnya dan untuk pengembangan sistem informasi yang telah dibangun. Ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan sistem dan penelitian lebih lanjut di bidang yang sama. Mahasiswa belajar bagaimana memberikan saran yang konstruktif dan relevan berdasarkan hasil penelitian.

Referensi Dokumen

  • Pengenalan Sistem Informasi ( Abdul Kadir )
  • Manajemen & Bisnis. Manajemen Koperasi Menuju Kewirausahaan Koperasi ( Arman D. Hutasuhut )
  • Jaringan Komputer ( Budhi Irawan )
  • Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis ( Jogiyanto, HM )
  • Menggunakan UML ( Prabowo Pudjo Widodo & Herlawati )
  • Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi ( Roger S. Pressman )

Gambar

Gambar 2.2 Topologi Linear Bus
Tabel 2.1. Keuntungan Client Server (Lanj)
Gambar 2.6. Komponen Neatbeans
Gambar 2.7. Paradigma Prototype
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasalkan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perangkat lunak Sistem Informasi Simpan Pinjam pada Koperasi Swadharma Sukabumi layak dan

Olehnya itu dibutuhkan sebuah sistem aplikasi yang dapat digunakan dalam hal pencatatan keuangan bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang berstandar akuntansi jasa sesuai dengan

• SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan

Undang Undang Koperasi Nomor 25 tahun 1992 dalam pasal 1 menebutkan bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan

Koperasi merupakan salah satu bentuk organisasi dibidang kesejahteraan anggota, siste m informasi kasir simpan pinjam di KOPEL BULOG DIVRE JABAR dinilai belum

Koperasi adalah suatu bentuk peraturan dan tujuan tertentu, perusahaan yang didirikan oleh orang-orang tertentu, untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu.Sistem informasisimpan

Penerapan sistem pencatatan data simpanan dan pinjaman di KSP Mitra Mandiri Jetak perlu diperhatikan, karena dengan menerapkan sistem informasi simpan pinjam maka Koperasi Mitra

Koperasi Usaha Bersama Syari’ah At-Tahwil salah satu oraganisasi sosial berlandaskan syariah islam beranggotakan masyarakat yang berada pada lingkungan Masjid Nurul