• Tidak ada hasil yang ditemukan

Formulasi Tablet Effervesen Ekstrak Temulawak (Curcuma Zanthorrhizaroxb.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Formulasi Tablet Effervesen Ekstrak Temulawak (Curcuma Zanthorrhizaroxb.)"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

I. BAB I PENDAHULUAN

Bab ini memperkenalkan latar belakang penelitian mengenai formulasi tablet effervesen ekstrak temulawak, yang relevan dengan tujuan pendidikan farmasi untuk memahami pengembangan sediaan obat dari bahan alam. Pembahasan mengenai keunggulan obat tradisional seperti temulawak dan potensi pengembangannya dalam bentuk sediaan modern seperti tablet effervesen, memberikan konteks pembelajaran yang penting. Perumusan masalah, hipotesis, dan tujuan penelitian dijelaskan dengan jelas, yang membimbing mahasiswa untuk merancang dan melaksanakan penelitian ilmiah secara sistematis. Manfaat penelitian ditekankan sebagai aplikasi praktis dari pengetahuan akademik.

1.1 Latar Belakang

Bagian ini membahas pentingnya pemanfaatan obat tradisional dan keunggulan temulawak sebagai bahan baku obat. Ini relevan dengan mata kuliah etnobotani dan farmakognosi, yang menekankan pentingnya sumber daya alam sebagai bahan obat. Diskusi mengenai pengembangan sediaan farmasi modern dari bahan alam memperkenalkan mahasiswa pada aspek inovasi dan pengembangan produk farmasi. Pernyataan bahwa tablet effervesen temulawak belum diproduksi membuka peluang penelitian dan inovasi di bidang farmasi. Ini menunjukkan relevansi dengan mata kuliah teknologi farmasi dan formulasi, yang menekankan pada aspek inovasi dan pengembangan produk.

1.2 Perumusan Masalah

Bagian ini mengemukakan pertanyaan penelitian yang spesifik dan terukur, yang penting untuk mengarahkan mahasiswa dalam proses penelitian. Pertanyaan penelitian ini relevan dengan proses berpikir kritis dan analitis, yang merupakan keterampilan penting dalam penelitian ilmiah. Kemampuan merumuskan masalah yang spesifik dan terukur merupakan aspek penting yang dipelajari mahasiswa dalam metode penelitian.

1.3 Hipotesis

Hipotesis yang diajukan memberikan gambaran awal terhadap hasil yang diharapkan. Hal ini mendukung pembelajaran mengenai perumusan hipotesis dan pengujian hipotesis secara ilmiah. Mahasiswa dilatih untuk mengembangkan dugaan ilmiah berdasarkan tinjauan pustaka dan pengetahuan yang telah dimiliki.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang tercantum memberikan panduan yang jelas terhadap langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan. Ini membantu mahasiswa memahami pentingnya perencanaan penelitian yang terarah dan terukur. Kemampuan menetapkan tujuan penelitian yang spesifik dan terukur merupakan bagian penting dari metodologi penelitian.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian yang dijelaskan memperlihatkan kontribusi praktis dari penelitian tersebut, baik dari aspek akademis maupun masyarakat. Ini penting untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap aplikasi praktis dari pengetahuan akademik. Bagian ini menghubungkan aspek penelitian dengan aplikasi nyata dalam konteks masyarakat dan perkembangan ilmu farmasi.

II. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini meninjau literatur terkait tumbuhan temulawak, proses ekstraksi, dan formulasi tablet effervesen. Ini sangat relevan dalam mengasah kemampuan mahasiswa dalam menelaah literatur dan merumuskan kerangka teoretis untuk penelitian. Pemahaman komprehensif mengenai tumbuhan temulawak, ekstraksi, dan teknologi tablet effervesen merupakan fondasi penting dalam penelitian ini. Analisis kritis terhadap literatur yang ada menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari.

2.1 Uraian Tumbuhan

Bagian ini menjelaskan tentang klasifikasi, nama daerah, morfologi, dan kandungan kimia temulawak. Ini relevan dengan mata kuliah botani dan farmakognosi, yang menekankan pada identifikasi dan karakteristik tanaman obat. Pemahaman detail mengenai temulawak penting untuk memahami potensi dan keamanannya sebagai bahan baku obat.

2.2 Ekstraksi

Bagian ini membahas berbagai metode ekstraksi, baik cara dingin maupun cara panas. Ini relevan dengan mata kuliah farmakognosi dan teknologi farmasi, yang membahas berbagai teknik ekstraksi untuk memperoleh senyawa aktif dari bahan alam. Pemahaman mengenai prinsip dan teknik ekstraksi penting untuk memastikan kualitas ekstrak yang dihasilkan.

2.3 Uraian Sediaan Tablet

Bagian ini menjelaskan definisi, bentuk, dan persyaratan tablet. Ini relevan dengan mata kuliah teknologi farmasi dan formulasi, yang membahas berbagai bentuk sediaan farmasi, termasuk tablet. Pemahaman mengenai karakteristik dan persyaratan tablet penting untuk mengembangkan sediaan tablet yang berkualitas.

2.4 Tablet Effervesen

Bagian ini membahas komposisi, metode pembuatan, dan keunggulan tablet effervesen. Ini sangat relevan dengan mata kuliah teknologi farmasi dan formulasi, yang menekankan pada pengembangan sediaan farmasi yang inovatif dan praktis. Pemahaman mengenai prinsip kerja dan proses pembuatan tablet effervesen penting untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

III. BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan secara detail metodologi penelitian, termasuk desain penelitian, alat dan bahan, dan prosedur yang digunakan. Ini relevan dengan mata kuliah metodologi penelitian dan statistik, yang menekankan pada pentingnya perencanaan penelitian yang sistematis dan terukur. Deskripsi yang rinci memungkinkan replikasi penelitian dan menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap prinsip metode ilmiah.

3.1 Alat-alat

Daftar alat yang digunakan memberikan gambaran mengenai peralatan yang diperlukan dalam penelitian. Ini menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap teknik dan prosedur yang relevan.

3.2 Bahan-bahan

Daftar bahan yang digunakan menunjukkan bahan-bahan baku yang penting dalam proses pembuatan tablet effervesen. Ini menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam formulasi.

3.3 Penyiapan Sampel

Langkah-langkah dalam penyiapan sampel menunjukkan proses pengolahan bahan baku menjadi bentuk yang siap digunakan dalam penelitian. Ini menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap proses pengolahan bahan alam.

3.4 Pembuatan Ekstrak Temulawak

Deskripsi proses ekstraksi menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap teknik ekstraksi dan pengolahan bahan alam. Ini relevan dengan mata kuliah farmakognosi dan teknologi farmasi.

3.5 Formulasi Tablet Effervesen

Penjelasan mengenai formulasi tablet effervesen menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap prinsip formulasi dan pengembangan sediaan farmasi. Ini relevan dengan mata kuliah teknologi farmasi dan formulasi.

3.6 Uji Preformulasi

Uji preformulasi yang dilakukan menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap pengembangan sediaan farmasi yang memenuhi syarat kualitas. Ini relevan dengan mata kuliah teknologi farmasi.

3.7 Proses Pencetakan Tablet

Deskripsi proses pencetakan tablet menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap teknik dan prosedur pembuatan tablet. Ini relevan dengan mata kuliah teknologi farmasi.

3.8 Evaluasi Tablet

Parameter evaluasi tablet yang dipilih menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap persyaratan kualitas tablet. Ini relevan dengan mata kuliah teknologi farmasi.

3.9 Uji Akseptabilitas

Uji akseptabilitas menunjukkan perhatian terhadap aspek penerimaan produk oleh konsumen. Ini menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap aspek pasar dan kebutuhan konsumen.

IV. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menyajikan hasil penelitian dan interpretasinya, yang merupakan inti dari proses pembelajaran ilmiah. Pembahasan yang mendalam menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis data, menarik kesimpulan, dan menghubungkannya dengan kerangka teori yang telah dijelaskan sebelumnya. Keterampilan berpikir kritis dan analitis sangat ditekankan dalam bab ini.

4.1 Hasil Identifikasi Tumbuhan

Hasil identifikasi tumbuhan menunjukkan keakuratan dan validitas bahan baku yang digunakan. Ini menunjukkan keterampilan mahasiswa dalam identifikasi tumbuhan.

4.2 Hasil Ekstraksi Rimpang Temulawak

Hasil ekstraksi memberikan informasi mengenai rendemen ekstrak yang diperoleh. Ini menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap efisiensi proses ekstraksi.

4.3 Hasil Uji Preformulasi

Hasil uji preformulasi menunjukkan kualitas bahan yang akan digunakan dalam pembuatan tablet. Ini menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap persyaratan kualitas bahan baku.

4.4 Hasil Evaluasi Tablet

Hasil evaluasi tablet menunjukkan kualitas tablet yang dihasilkan. Ini menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap persyaratan kualitas sediaan farmasi.

4.5 Uji Hedonik

Hasil uji hedonik menunjukkan penerimaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Ini menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap aspek pasar dan kebutuhan konsumen.

V. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merangkum temuan penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Ini penting untuk melatih mahasiswa dalam menarik kesimpulan yang berdasar pada data dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan penelitian di masa depan. Keterampilan komunikasi ilmiah juga diperlihatkan dalam bab ini.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan merupakan rangkuman dari temuan penelitian. Ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam merumuskan kesimpulan yang berdasar pada data.

5.2 Saran

Saran memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan penelitian di masa depan.

Gambar

Tabel 3.1 Formula tablet effervesen ekstrak temulawak
Tabel 4.1 Uji preformulasi dari tiga formula
Gambar 4.1 Histogram uji waktu alir granul
Tabel 4.2 Hasil keseragaman bobot tablet
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tablet dapat didefinisikan sebagai bentuk sediaan solid yang mengandung satu atau lebih zat aktif dengan satu atau tanpa berbagai eksipien (yang meningkatkan mutu sediaan

Variasi konsentrasi PVP sebagai bahan pengikat kering mempengaruhi sifat fisik sediaan tablet kunyah asetosal menggunakan metode kempa langsung, yaitu semakin

Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. 1) Tablet kempa : dibuat dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul

Tujuan dari penelitian ini adalah untukmelihat pengaruh konsentrasi dari bahan pengikat (gelatin) terhadap sifat fisika dan rasa dari tablet hisap temu lawak..

Judul Skripsi : Studi Pembuatan Sediaan Tablet Ekstrak Rimpang Temulawak ( Curcuma xanthorriza Roxb.) dengan menggunakan berbagai jenis bahan pengikat.. Dengan ini menyatakan

Kempa langsung di definisikan sebagai proses pembuatan tablet dengan langsung mengempa campuran serbuk (zat aktif dan eksipien), dan tidak ada proses sebelumnya kecuali

Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dengan judul “Formulasi Tablet

Kempa langsung digunakan untuk menyatakan proses ketika tablet dikempa langsung dari campuran serbuk zat aktif dan eksipien yang sesuai. (Gangurde,