Karakterisasi Flavor Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) dan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui efek sitotoksik ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan kulit buah naga putih (Hylocereus undatus) terhadap
mg/mL, sehingga dapat dikatakan bahwa ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan buah naga putih (Hylocereus undatus) memiliki potensi
Pektin yang terdapat dalam kulit buah naga merah lebih tinggi daripada daging buahnya, sehingga perlu pengaturan rasio daging dengan kulit buah agar dapat
Berdasarkan hasil analisa diketahui bahwa terdapat interaksi sangat nyata antara lama ekstraksi dan rasio pelarut (volume pelarut) terhadap nilai absorbansi pigmen
Sukrosa dan pektin tidak memiliki aroma yang menonjol namun dapat mempengaruhi aroma marmalade buah naga merah yang dapat meminimalisir bau khas dari buah naga
Penelitian yang dilakukan oleh Pareira pada tahun 2010 menunjukkan bahwa jus buah naga putih dosis 10,8 g/200gBB/hari mempu- nyai efek menurunkan kadar kolesterol total
sebesar 0,583 mg/mL, dimana hasil ini membuktikan bahwa terdapat senyawa yang aktif sebagai antioksidan dalam ekstrak etanol kulit buah naga merah. Semakin tinggi
bredasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa ekstrak kulit buah naga putih (Hylocereus undatus) memiliki efektivitas anti kanker terhadap sel MCF-7 yang lebih