• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakterisasi Flavor Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) dan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Karakterisasi Flavor Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) dan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)"

Copied!
186
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2. Bagan alir proses penelitian
Gambar 3. Bagan aliran proses ekstraksi dengan metode maserasi
Gambar 4. Bagan aliran ekstraksi dengan metode Likens-Nickerson
Tabel 8. Data skor panelis uji intensitas atribut aroma sweet
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui efek sitotoksik ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan kulit buah naga putih (Hylocereus undatus) terhadap

mg/mL, sehingga dapat dikatakan bahwa ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan buah naga putih (Hylocereus undatus) memiliki potensi

Pektin yang terdapat dalam kulit buah naga merah lebih tinggi daripada daging buahnya, sehingga perlu pengaturan rasio daging dengan kulit buah agar dapat

Berdasarkan hasil analisa diketahui bahwa terdapat interaksi sangat nyata antara lama ekstraksi dan rasio pelarut (volume pelarut) terhadap nilai absorbansi pigmen

Sukrosa dan pektin tidak memiliki aroma yang menonjol namun dapat mempengaruhi aroma marmalade buah naga merah yang dapat meminimalisir bau khas dari buah naga

Penelitian yang dilakukan oleh Pareira pada tahun 2010 menunjukkan bahwa jus buah naga putih dosis 10,8 g/200gBB/hari mempu- nyai efek menurunkan kadar kolesterol total

sebesar 0,583 mg/mL, dimana hasil ini membuktikan bahwa terdapat senyawa yang aktif sebagai antioksidan dalam ekstrak etanol kulit buah naga merah. Semakin tinggi

bredasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa ekstrak kulit buah naga putih (Hylocereus undatus) memiliki efektivitas anti kanker terhadap sel MCF-7 yang lebih