• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rumah Sakit Paru Medan (Arsitektur Hijau)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Rumah Sakit Paru Medan (Arsitektur Hijau)"

Copied!
153
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Novita Sari
  • Pengajar:
    • Ir. Nelson M. Siahaan, Dipl. TP., M.Arch
    • Beny OY Marpaung, ST, MT, Ph.D
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Arsitektur
  • Topik: Rumah Sakit Paru Medan (Arsitektur Hijau)
  • Tipe: laporan perancangan
  • Tahun: 2011
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan gambaran umum mengenai penyakit paru, latar belakang pentingnya perancangan Rumah Sakit Paru Medan, serta tujuan dan sasaran dari proyek ini. Penyakit paru menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Medan, dengan meningkatnya jumlah pasien yang memerlukan perawatan khusus. Dengan menyediakan fasilitas yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

1.1. Sekilas Tentang Penyakit Paru

Di sini dijelaskan mengenai berbagai jenis penyakit paru, termasuk gejala dan faktor penyebabnya. Pengetahuan tentang penyakit paru penting untuk memahami kebutuhan fasilitas kesehatan yang memadai, yang nantinya akan mendukung upaya pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.

1.2. Latar Belakang

Latar belakang proyek ini menjelaskan situasi kesehatan masyarakat di Medan, khususnya terkait dengan penyakit paru. Dengan populasi yang padat dan banyaknya faktor risiko, rumah sakit ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan perawatan paru yang lebih baik.

1.3. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan perancangan rumah sakit ini adalah untuk menyediakan tempat yang khusus untuk perawatan penyakit paru, serta mendukung pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan paru. Ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

1.4. Permasalahan

Bagian ini merinci berbagai permasalahan yang dihadapi dalam perancangan rumah sakit, termasuk aspek desain, sirkulasi, dan integrasi fungsi ruang. Memahami permasalahan ini penting untuk menghasilkan desain yang fungsional dan efisien.

1.5. Pendekatan

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini mencakup studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara. Metode ini membantu dalam mengumpulkan data yang diperlukan untuk perancangan yang tepat dan relevan.

1.6. Sasaran Perancangan

Sasaran dari perancangan ini adalah untuk melayani seluruh masyarakat Medan dan sekitarnya, serta memberikan akses yang lebih baik kepada pasien yang menderita penyakit paru.

1.7. Lingkup Pembahasan

Lingkup pembahasan mencakup analisis yang mendalam tentang perancangan rumah sakit, termasuk program ruang dan konsep desain yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

1.8. Batasan Masalah

Batasan masalah ditetapkan untuk fokus pada kompleksitas bangunan dan kebutuhan ruang, serta sistem akustik dan pencahayaan yang baik. Ini penting untuk memastikan bahwa desain memenuhi standar kesehatan dan kenyamanan.

1.9. Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir ini menjelaskan proses perancangan yang sistematis, mulai dari identifikasi masalah hingga pengembangan konsep desain yang akan diterapkan.

1.10. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan memberikan struktur yang jelas untuk laporan, memudahkan pembaca dalam mengikuti alur pemikiran dan analisis yang dilakukan.

II. DESKRIPSI PROYEK

Deskripsi proyek mencakup terminologi judul, tinjauan teoritis, dan analisis lokasi. Bagian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konteks dan tujuan dari perancangan Rumah Sakit Paru Medan.

2.1. Terminologi Judul

Terminologi judul menjelaskan definisi Rumah Sakit, fungsi paru, dan lokasi proyek. Pemahaman tentang istilah ini penting untuk konteks perancangan dan tujuan dari rumah sakit.

2.2. Tinjauan Teoritis

Tinjauan teoritis membahas berbagai aspek medis dan arsitektur yang relevan dengan perancangan rumah sakit. Ini termasuk kategori rumah sakit dan peran penting mereka dalam sistem kesehatan.

2.3. Lokasi

Analisis lokasi mencakup kriteria pemilihan lokasi dan analisis lingkungan. Memilih lokasi yang tepat adalah kunci untuk keberhasilan fungsi rumah sakit.

2.4. Tinjauan Fungsi

Tinjauan fungsi membahas kebutuhan ruang dan aktivitas yang akan berlangsung di rumah sakit. Ini penting untuk memastikan bahwa desain mendukung semua fungsi yang diperlukan.

2.5. Studi Banding Proyek Sejenis

Studi banding dengan proyek sejenis memberikan wawasan tentang praktik terbaik dalam perancangan rumah sakit paru, yang dapat diterapkan dalam proyek ini.

III. ELABORASI TEMA

Bagian ini mengelaborasi tema arsitektur hijau dalam konteks rumah sakit paru. Tema ini sangat relevan dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung proses penyembuhan.

3.1. Pengertian

Pengertian arsitektur hijau menjelaskan prinsip-prinsip dasar yang mendasari desain yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, yang sangat relevan untuk rumah sakit.

3.2. Interpretasi Tema

Interpretasi tema membahas bagaimana prinsip arsitektur hijau dapat diterapkan dalam desain rumah sakit, termasuk aspek efisiensi energi dan penggunaan bahan ramah lingkungan.

3.3. Keterkaitan Tema dengan Judul

Keterkaitan tema dengan judul menunjukkan bagaimana arsitektur hijau dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit paru.

3.4. Penerapan Tema dalam Bangunan

Penerapan tema dalam bangunan mencakup aspek desain yang mendukung kesehatan pasien dan staf, serta efisiensi operasional rumah sakit.

3.5. Studi Banding Tema Sejenis

Studi banding dengan bangunan lain yang menerapkan tema arsitektur hijau memberikan contoh konkret tentang keberhasilan penerapan prinsip-prinsip tersebut.

IV. ANALISA

Analisa ini mencakup berbagai aspek penting dalam perancangan rumah sakit, termasuk analisa fisik dan kebutuhan ruang. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa desain memenuhi semua kriteria yang ditetapkan.

4.1. Analisa Fisik

Analisa fisik mencakup deskripsi proyek dan analisa intensitas bangunan, yang penting untuk menentukan skala dan proporsi bangunan.

4.2. Analisa Kebutuhan Ruang

Analisa kebutuhan ruang membahas semua ruang yang diperlukan dalam rumah sakit, serta organisasi ruang yang efisien untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

V. KONSEP

Bagian ini menjelaskan konsep-konsep desain yang akan diterapkan dalam rumah sakit. Ini mencakup prinsip dan implementasi serta bentuk massa bangunan.

5.1. Prinsip dan Implementasi

Prinsip dan implementasi menjelaskan bagaimana prinsip desain arsitektur hijau akan diterapkan dalam perancangan rumah sakit, termasuk sirkulasi dan zoning.

5.2. Bentuk Massa

Bentuk massa membahas analisa bentuk bangunan dan bagaimana bentuk tersebut dapat mendukung fungsi dan estetika rumah sakit.

VI. HASIL RANCANGAN

Bagian ini menyajikan hasil akhir dari perancangan rumah sakit paru, termasuk gambar desain dan maket. Ini menunjukkan bagaimana semua elemen yang telah dibahas sebelumnya terintegrasi menjadi satu kesatuan.

VII.DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka mencakup semua referensi yang digunakan dalam perancangan ini, memberikan sumber yang dapat diandalkan untuk informasi lebih lanjut.

Referensi Dokumen

  • Manajemen Rumah Sakit ( Adikoesomo, S )
  • Bangunan Bentuk dan Penggunaan Energi, Arsitektur Energi ( Hawkes, D )
  • Sebuah Pendekatan Adaptif untuk Kenyamanan Termal Kriteria ( Humphreys, M )
  • Profil Kesehatan Indonesia 2008 ( Kementerian Kesehatan )
  • Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkolosis, Edisi 2 Cetakan Pertama ( Kementerian Kesehatan Republik Indonesia )

Gambar

Gambar 2.1 Kanker Paru
Tabel 2.2 Perbedaan asma, PPOK dan SOPT
Table 2.5 di atas menunjukkan jumlah pasien rawat inap, dan didapat bahwa
Tabel 2.6  Penemuan Penyakit Paru :
+7

Referensi

Dokumen terkait

Di sisi lain, data dari Dinas Kesehatan Kota Medan (2009) menunjukkan bahwa kasus TB paru di kota Medan tahun 2008 mengalami peningkatan dari tahun 2007. Dari data tersebut

Proporsi hasil akhir pengobatan penderita tuberkulosis paru pada usia dewasa berdasarkan jenis kelamin di Rumah Sakit Umum Haji Medan tahun 2017 dapat dilihat pada gambar di bawah

Berdasarkan Tabel 4.4 diatas didapatkan bahwa pada anak penderita TB Paru usia 0 – 17 tahun di Rumah Sakit Umum Haji Medan didapatkan bahwa anak yang menderita TB Paru dan

Berdasarkan konsep perencanaan dan perancangan, rumah sakit paru yang direncanakan menerapkan pendekatan konsep healing environment dalam aspek kebisingan, bentuk

Sarang primer limfangitis lokal +limfadenitis regional = kompleks primer (Ranke). Waktu yang diperlukan sejak masuknya kuman TB Paru hingga terbentuknya kompleks

Ada pengaruh hubungan keluarga, pengetahuan PMO dan penyuluhan kesehatan terhadap kepatuhan minum obat penderita Tuberkulosis di Rumah Sakit Khusus Paru Medan Ta- hun

Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data rekam medik dan data histopatologi dari pasien yang didiagnosis menderita kanker paru primer selama tahun 2006-2011 di RSUD

Panduan SOP resusitasi jantung paru untuk penanganan keadaan darurat di rumah sakit dan di luar rumah sakit sesuai kebijakan