• Tidak ada hasil yang ditemukan

B12 Manap%2C 2013 BUKU Perencanaan Pendidikan IPB Press

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "B12 Manap%2C 2013 BUKU Perencanaan Pendidikan IPB Press"

Copied!
274
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dr. Manap Somantri, M.Pd
  • Pengajar:
    • Nia Januarini, Penyunting Bahasa
    • Sunny Etyarsah, Desain Cover
    • Marangkup T Hutahuruk, Lay Out
    • PT Penerbit IPB Press, Korektor
  • Sekolah: IPB
  • Mata Pelajaran: Administrasi Pendidikan
  • Topik: Perencanaan Pendidikan
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2014
  • Kota: Bengkulu

I. Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan

Buku ini memulai dengan membahas konsep dasar perencanaan pendidikan, yang mencakup pengertian, pendekatan, bentuk-bentuk, dan konteks kewilayahan perencanaan pendidikan. Penulis menekankan pentingnya perencanaan sebagai langkah awal dalam manajemen pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Perencanaan pendidikan diharapkan dapat mengatasi kompleksitas masyarakat dan meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini menunjukkan relevansi buku ini dalam mencapai tujuan pendidikan nasional.

1.1. Perencanaan dan Manajemen Pendidikan

Dalam sub-bab ini, penulis menjelaskan bahwa perencanaan pendidikan merupakan bagian penting dari manajemen pendidikan, yang mencakup identifikasi kebutuhan dan penyusunan strategi untuk mencapainya. Penulis mengutip berbagai ahli untuk mendukung argumen bahwa perencanaan yang baik dapat mengarahkan sumber daya secara optimal dan menghindari kesalahan dalam pelaksanaan pendidikan.

1.2. Pendekatan dalam Perencanaan Pendidikan

Penulis menguraikan berbagai pendekatan dalam perencanaan pendidikan, termasuk pendekatan kebutuhan sosial dan ketenagakerjaan. Pendekatan ini relevan untuk memastikan bahwa lulusan pendidikan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, serta untuk mencapai pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat.

1.3. Bentuk-bentuk Perencanaan Pendidikan

Sub-bab ini membahas perencanaan jangka panjang, menengah, dan pendek, serta perencanaan makro, meso, dan mikro. Penulis menekankan bahwa setiap bentuk perencanaan saling terkait dan penting untuk mencapai tujuan pendidikan secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan pentingnya struktur yang jelas dalam perencanaan pendidikan.

1.4. Perencanaan Pendidikan dalam Konteks Kewilayahan

Dalam konteks kewilayahan, penulis menjelaskan pentingnya perencanaan pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Pendekatan desentralisasi dalam perencanaan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan responsivitas terhadap kebutuhan lokal, yang merupakan langkah penting dalam peningkatan mutu pendidikan.

II. Analisis Posisi Sistem Pendidikan

Bab ini membahas pentingnya analisis posisi sistem pendidikan sebagai alat untuk memahami kondisi pendidikan saat ini. Penulis menyebutkan bahwa analisis ini mencakup evaluasi terhadap kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan tantangan eksternal. Dengan pemahaman yang baik tentang posisi sistem pendidikan, perencana dapat mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk perbaikan.

2.1. Peran Analisis Posisi Sistem Pendidikan

Penulis menjelaskan bahwa analisis posisi sistem pendidikan berfungsi sebagai 'kamera' untuk melihat kondisi pendidikan yang ada. Analisis ini membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat untuk perencanaan pendidikan yang lebih baik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil berdasarkan data yang akurat dan relevan.

2.2. Penggunaan Analisis Posisi dalam Perencanaan Pendidikan

Dalam sub-bab ini, penulis menekankan pentingnya penggunaan analisis posisi dalam merumuskan rencana pendidikan. Dengan menggunakan metode analisis yang tepat, perencana dapat mengidentifikasi masalah yang ada dan merumuskan solusi yang tepat. Ini menunjukkan bagaimana teori dapat diterapkan dalam praktik perencanaan pendidikan.

2.3. Tujuan Analisis Posisi Sistem Pendidikan

Analisis posisi bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi pendidikan saat ini, yang penting untuk perencanaan yang efektif. Penulis menjelaskan bahwa tujuan ini mencakup peningkatan mutu pendidikan dan penuntasan wajib belajar, yang merupakan fokus utama dalam kebijakan pendidikan nasional.

III. Penuntasan Wajib Belajar vs Peningkatan Mutu Pendidikan

Bab ini membahas hubungan antara penuntasan wajib belajar dan peningkatan mutu pendidikan. Penulis menjelaskan bahwa kedua aspek ini saling terkait dan harus dipertimbangkan secara bersamaan dalam perencanaan pendidikan. Penuntasan wajib belajar menjadi dasar untuk memastikan bahwa semua anak mendapatkan akses pendidikan, sedangkan peningkatan mutu pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan hasil belajar.

3.1. Penuntasan Wajib Belajar

Penulis menjelaskan pentingnya penuntasan wajib belajar sebagai hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa penuntasan wajib belajar merupakan langkah awal dalam mencapai pendidikan yang berkualitas.

3.2. Indikator Penuntasan Wajib Belajar

Dalam sub-bab ini, penulis menguraikan berbagai indikator yang digunakan untuk mengukur penuntasan wajib belajar. Indikator ini penting untuk mengevaluasi keberhasilan kebijakan pendidikan dan memberikan dasar bagi perencanaan selanjutnya. Dengan indikator yang jelas, perencana dapat lebih mudah mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

3.3. Faktor-faktor yang Memengaruhi Implementasi Wajib Belajar

Penulis membahas berbagai faktor yang memengaruhi implementasi program wajib belajar, termasuk kondisi sosial ekonomi dan kebijakan pemerintah. Pemahaman tentang faktor-faktor ini penting untuk merumuskan strategi yang efektif dalam mencapai tujuan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa konteks sosial ekonomi sangat memengaruhi keberhasilan pendidikan.

IV. Pengembangan Model Perencanaan

Bab ini menjelaskan tentang pengembangan model perencanaan yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan. Penulis menekankan pentingnya pendekatan kritis dan analitis dalam merumuskan model perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Model perencanaan yang baik harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk konteks lokal dan kebutuhan masyarakat.

4.1. Pendekatan dalam Pengkajian Model

Penulis menjelaskan berbagai pendekatan yang digunakan dalam pengkajian model perencanaan. Pendekatan ini mencakup analisis SWOT dan analisis kebutuhan, yang penting untuk memahami kondisi pendidikan saat ini. Dengan pendekatan yang tepat, perencana dapat merumuskan model yang sesuai dengan kebutuhan.

4.2. Pemikiran Kritis terhadap Hasil Kajian

Sub-bab ini membahas pentingnya pemikiran kritis dalam mengevaluasi hasil kajian perencanaan. Penulis menekankan bahwa hasil kajian harus dipertimbangkan secara mendalam untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan model perencanaan yang ada. Ini penting untuk memastikan bahwa model yang dikembangkan benar-benar efektif.

4.3. Teknik Penyusunan Model

Penulis menjelaskan teknik-teknik yang digunakan dalam penyusunan model perencanaan, termasuk penyusunan dokumen rencana dan pengembangan strategi. Teknik-teknik ini penting untuk memastikan bahwa model perencanaan yang dihasilkan dapat dilaksanakan dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa aspek teknis juga sangat penting dalam perencanaan pendidikan.

V. Kajian Masalah Penuntasan Wajib Belajar dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Bab ini mengkaji berbagai masalah yang terkait dengan penuntasan wajib belajar dan peningkatan mutu pendidikan. Penulis menekankan bahwa pemahaman yang mendalam tentang masalah ini penting untuk merumuskan kebijakan yang efektif. Dengan mengidentifikasi masalah yang ada, perencana dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan.

5.1. Fokus Masalah

Dalam sub-bab ini, penulis mengidentifikasi fokus masalah yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pendidikan. Fokus ini mencakup tantangan yang dihadapi dalam mencapai penuntasan wajib belajar dan peningkatan mutu pendidikan. Dengan fokus yang jelas, perencana dapat lebih mudah merumuskan strategi yang tepat.

5.2. Tujuan Pengkajian Masalah Pendidikan

Penulis menjelaskan tujuan dari pengkajian masalah pendidikan, yaitu untuk mengidentifikasi solusi yang tepat untuk masalah yang ada. Dengan memahami tujuan ini, perencana dapat merumuskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan pendidikan. Hal ini menunjukkan pentingnya tujuan yang jelas dalam perencanaan pendidikan.

5.3. Kerangka Berpikir dan Proposisi Pengkajian

Sub-bab ini membahas kerangka berpikir yang digunakan dalam pengkajian masalah pendidikan. Penulis menekankan bahwa kerangka berpikir yang sistematis dapat membantu perencana dalam merumuskan proposisi yang relevan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil berbasis data dan analisis yang mendalam.

VI. Potensi dan Masalah Percepatan Penuntasan Wajib Belajar dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Bab ini membahas potensi dan masalah yang dihadapi dalam percepatan penuntasan wajib belajar dan peningkatan mutu pendidikan. Penulis menekankan bahwa pemahaman tentang potensi yang ada sangat penting untuk merumuskan strategi yang efektif. Dengan memahami masalah yang ada, perencana dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencapai tujuan pendidikan.

6.1. Peluang dan Tantangan Eksternal Pendidikan

Penulis menjelaskan berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pendidikan. Pemahaman tentang faktor eksternal ini penting untuk merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan mempertimbangkan peluang dan tantangan ini, perencana dapat lebih efektif dalam merumuskan strategi pendidikan.

6.2. Kekuatan dan Kelemahan Internal Pendidikan

Sub-bab ini membahas kekuatan dan kelemahan yang ada dalam sistem pendidikan. Penulis menekankan bahwa pemahaman tentang aspek internal ini penting untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi yang ada. Dengan memahami kekuatan dan kelemahan ini, perencana dapat lebih efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan.

6.3. Kekuatan dan Kelemahan Sistem Informasi

Penulis menjelaskan pentingnya sistem informasi dalam perencanaan pendidikan. Sistem informasi yang baik dapat membantu perencana dalam mengumpulkan data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Hal ini menunjukkan bahwa aspek teknologi juga sangat penting dalam perencanaan pendidikan.

VII. Peningkatan Mutu Pendidikan

Dalam bab ini, penulis membahas berbagai strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penulis menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus menjadi fokus utama dalam perencanaan pendidikan. Dengan strategi yang tepat, diharapkan mutu pendidikan dapat meningkat secara signifikan.

7.1. Rasional Penuntasan Wajib Belajar

Penulis menjelaskan rasional di balik penuntasan wajib belajar, yaitu untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan akses pendidikan. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa penuntasan wajib belajar merupakan langkah penting dalam mencapai pendidikan yang berkualitas.

7.2. Rasional Peningkatan Mutu Pendidikan

Sub-bab ini membahas pentingnya peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan pendidikan. Penulis menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus menjadi prioritas dalam perencanaan pendidikan. Dengan fokus pada mutu, diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat secara signifikan.

7.3. Visi, Misi, Tujuan Penyusunan Rencana

Penulis menjelaskan pentingnya visi, misi, dan tujuan dalam penyusunan rencana pendidikan. Dengan visi dan misi yang jelas, perencana dapat lebih mudah merumuskan langkah-langkah konkret untuk mencapai tujuan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa aspek strategis sangat penting dalam perencanaan pendidikan.

VIII. Profil Pendidikan dan Profil Sekolah

Bab ini membahas tentang pentingnya profil pendidikan dan profil sekolah sebagai alat untuk mengukur keberhasilan pendidikan. Penulis menekankan bahwa profil ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi pendidikan saat ini. Dengan profil yang jelas, perencana dapat lebih mudah mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

8.1. Profil Pendidikan

Penulis menjelaskan pentingnya profil pendidikan dalam memberikan gambaran tentang kondisi pendidikan secara keseluruhan. Profil ini mencakup berbagai aspek, termasuk partisipasi siswa, kualitas pengajaran, dan hasil belajar. Dengan profil yang jelas, perencana dapat lebih mudah merumuskan kebijakan yang tepat.

8.2. Profil Sekolah sebagai Basis Data Profil Pendidikan

Sub-bab ini membahas pentingnya profil sekolah sebagai sumber data untuk profil pendidikan. Profil sekolah dapat memberikan informasi yang diperlukan untuk evaluasi dan perencanaan pendidikan. Dengan data yang akurat, perencana dapat lebih efektif dalam merumuskan kebijakan pendidikan.

IX. Proyeksi Kebutuhan Pengangkatan Kepala Sekolah

Bab ini membahas proyeksi kebutuhan pengangkatan kepala sekolah sebagai bagian dari perencanaan pendidikan. Penulis menekankan bahwa pemahaman tentang kebutuhan ini penting untuk memastikan bahwa setiap sekolah memiliki pemimpin yang berkualitas. Dengan proyeksi yang tepat, perencana dapat lebih efektif dalam merumuskan kebijakan pengangkatan kepala sekolah.

9.1. Pendahuluan

Penulis menjelaskan latar belakang pentingnya proyeksi kebutuhan pengangkatan kepala sekolah dalam konteks pendidikan. Kepala sekolah yang berkualitas dapat mempengaruhi mutu pendidikan secara signifikan. Oleh karena itu, proyeksi kebutuhan ini harus dilakukan dengan cermat.

9.2. Dasar Hukum

Sub-bab ini membahas dasar hukum yang mengatur pengangkatan kepala sekolah. Penulis menekankan bahwa pemahaman tentang dasar hukum ini penting untuk memastikan bahwa pengangkatan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa aspek hukum juga sangat penting dalam perencanaan pendidikan.

9.3. Tujuan Penyusunan Proyeksi Kebutuhan Pengangkatan Kepala Sekolah

Penulis menjelaskan tujuan dari penyusunan proyeksi kebutuhan pengangkatan kepala sekolah, yaitu untuk memastikan bahwa setiap sekolah memiliki pemimpin yang berkualitas. Dengan proyeksi yang tepat, perencana dapat lebih efektif dalam merumuskan kebijakan pengangkatan kepala sekolah.

Referensi Dokumen

  • Pedoman dan Mekanisme Penentuan Lokasi Sekolah ( Deddikbud )
  • Perencanaan Pendidikan: Materi Dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V. Buku II B. ( Depdikbud )
  • Perencanaan Pendidikan: Teori dan Metodologi ( Gaffar F. )
  • Perencanaan Pendidikan: Strategi dan Implementasi ( Indar D. )
  • Perencanaan Pendidikan ( Manap S. )

Gambar

Tabel 3.1 Standar ideal indikator pemerataan pendidikandasar
Tabel 3.2 Standar ideal indikator mutu pendidikan dasar
Tabel  3.3  Kualifikasi  mutu  SDM  menurut  tingkat
Tabel  3.4 Perkiraan
+7

Referensi

Dokumen terkait

JUMLAH KEPALA SEKOLAH DAN GURU MENURUT STATUS KEPEGAWAIAN DAN JABATAN TIAP PROVINSI NUMBER OF HEADMASTERS AND TEACHERS BY PERSONNEL STATUS, RESPONSIBILITY AND PROVINCE. STATUS SEKOLAH

­ Sistem pendidikan kebangsaan dimantapkan dengan meliputi semua peringkat persekolahan dari peringkat pra sekolah hingga ke peringkat pendidikan tinggi, dan meliputi semua

49 Kinerja Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam Membina Peningkatan Profesionalisme Guru Pada Lembaga Pendidikan Islam (Studi Multi Kasus Di SDI Surya Buana

Materi pelatihan merupakan muatan wajib yang digunakan oleh nara sumber, instruktur nasional dan kepala sekolah serta pengawas sekolah sasaran dalam meningkatkan kompetensi

2. Adanya peningkatan mutu Guru, Kepala dan Pengawas Sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang berkualitas.. KETENTUAN PEMILIHAN GURU, KEPALA SEKOLAH DAN

Mengingat peran kepala sekolah tersebut berbagai upaya peningkatan mutu dan penghargaan kepada kepala sekolah terus dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian

Pihak sekolah selalu mengirim guru dalam mengikuti pelatihan dan workshop untuk meningkatkan dan mengembangkan profesionalitas guru terutama terkait dengan implementasi

Ruang lingkup kegiatan ‘Apresiasi bagi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar Tahun 2020’ meliputi penghargaan untuk guru dan kepala sekolah pendidikan dasar atas: kinerja atau