Informasi Dokumen
- Penulis:
- Aginta Marlina S.
- Pengajar:
- Ir. Lily Fauzia, MSi
- Ir. M. Jufri, MSi
- Sekolah: Universitas Sumatera Utara
- Mata Pelajaran: Agribisnis
- Topik: Evaluasi Program Penyuluhan Yang Mendukung Usaha Tani Di Kecamatan Pancur Batu
- Tipe: Skripsi
- Tahun: 2011
- Kota: Medan
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya program penyuluhan pertanian di Kecamatan Pancur Batu. Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam memanfaatkan sumber daya dan mengatasi tantangan yang dihadapi. Penjelasan tentang peran penyuluh sebagai agen perubahan yang membantu petani mengenali masalah dan mencari solusi juga disampaikan. Penekanan pada pentingnya perencanaan yang baik dalam program penyuluhan yang mempertimbangkan kondisi lokal dan masalah yang dihadapi petani menjadi fokus utama.
1.1 Latar Belakang
Latar belakang menekankan bahwa untuk membangun pertanian yang tangguh, penting bagi penyuluh untuk memahami kondisi dan masalah yang dihadapi oleh petani. Penyuluhan yang efektif harus dirancang berdasarkan kebutuhan petani dan situasi lokal, serta melibatkan partisipasi aktif dari mereka.
1.2 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dalam penelitian ini mencakup pertanyaan-pertanyaan kunci mengenai pelaksanaan dan keberhasilan program penyuluhan. Hal ini penting untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan pertanian di daerah tersebut.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program penyuluhan, mengetahui keberhasilannya, dan mengidentifikasi masalah serta upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi kebijakan penyuluhan di masa depan.
1.4 Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah dan instansi terkait dalam merumuskan kebijakan penyuluhan yang lebih baik. Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
Bagian ini membahas teori-teori dan konsep yang mendasari penyuluhan pertanian. Penyuluhan sebagai pendidikan non-formal bertujuan untuk mengubah perilaku petani dalam jangka pendek dan meningkatkan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang. Konsep perubahan perilaku menjadi kunci dalam mencapai tujuan penyuluhan, dengan fokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani.
2.1 Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka menguraikan pentingnya penyuluhan pertanian dalam menciptakan perubahan perilaku petani. Ini melibatkan pendekatan yang sesuai untuk mencapai sasaran individu, kelompok, dan organisasi dalam penyuluhan pertanian.
2.2 Landasan Teori
Landasan teori menjelaskan sejarah penyuluhan pertanian di Indonesia dan peran penyuluh dalam menyampaikan inovasi kepada petani. Penyuluh tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
2.3 Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran menjelaskan bagaimana program penyuluhan dirancang berdasarkan kebutuhan petani dan potensi desa. Ini mencakup analisis kondisi sosial ekonomi untuk memastikan program yang relevan dan efektif.
2.4 Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan program penyuluhan di daerah penelitian berhasil, yang akan diuji melalui analisis data dan evaluasi program.
III. METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian ini menjelaskan pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Metode yang digunakan termasuk penentuan daerah penelitian secara purposive dan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Pendekatan deskriptif dengan model CIPP (Context, Input, Process, Product) digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program penyuluhan.
3.1 Metode Penentuan Daerah Penelitian
Daerah penelitian ditentukan secara purposive, dengan fokus pada Kecamatan Pancur Batu yang memiliki banyak WKPP. Ini memastikan relevansi data yang diperoleh dalam konteks penelitian.
3.2 Metode Penarikan Sampel
Sampel diambil dari dua WKPP yang mewakili jarak terdekat dan terjauh dari Kecamatan Pancur Batu. Metode pengambilan sampel yang proporsional digunakan untuk petani dan sensus untuk penyuluh.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan penyuluh, sementara data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang pelaksanaan program penyuluhan.
3.4 Metode Analisis Data
Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memahami pelaksanaan program. Model CIPP digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan program berdasarkan masukan dari petani.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penyuluhan di Kecamatan Pancur Batu berhasil dengan persentase ketercapaian yang tinggi pada semua indikator CIPP. Namun, beberapa masalah seperti kelangkaan pupuk dan permodalan masih dihadapi oleh petani. Upaya kolaboratif antara penyuluh dan petani diperlukan untuk mengatasi tantangan ini.
4.1 Pelaksanaan Program Penyuluhan
Pelaksanaan program penyuluhan di WKPP Namorih dan Bintang Meriah menunjukkan hasil yang baik. Indikator konteks dan input menunjukkan persentase ketercapaian yang tinggi, mencerminkan relevansi program terhadap kebutuhan petani.
4.2 Keberhasilan Program Penyuluhan
Keberhasilan program penyuluhan diukur melalui indikator proses dan produk, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam praktik pertanian petani. Ini menunjukkan bahwa program telah berhasil mencapai tujuannya.
4.3 Masalah yang Dihadapi
Masalah yang dihadapi petani seperti kelangkaan pupuk dan rendahnya harga hasil pertanian menjadi tantangan bagi keberlanjutan program. Penyuluh perlu mencari solusi yang lebih inovatif untuk mengatasi masalah ini.
4.4 Upaya Mengatasi Masalah
Upaya yang dilakukan termasuk kolaborasi dengan GAPOKTAN untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dan benih unggul. Penyuluh juga berperan dalam membantu petani mengakses modal dari lembaga keuangan.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa program penyuluhan pertanian di Kecamatan Pancur Batu berhasil, meskipun masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Saran untuk penelitian selanjutnya termasuk perlunya evaluasi berkelanjutan dan pengembangan strategi yang lebih baik dalam penyuluhan pertanian.
5.1 Kesimpulan
Program penyuluhan di Kecamatan Pancur Batu menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam meningkatkan praktik pertanian petani. Namun, tantangan yang ada harus diatasi untuk memastikan keberlanjutan program.
5.2 Saran
Saran untuk meningkatkan efektivitas program termasuk perlunya pelatihan berkelanjutan bagi penyuluh dan petani, serta penguatan kerjasama antara penyuluh dan lembaga terkait dalam mengatasi masalah yang dihadapi.
Referensi Dokumen
- Prinsip Dasar dan Langkah – Langkah Program Penyuluhan Pembangunan ( Ginting, M. )
- Hand book in research and evaluation ( Isaac, S. & Michael, W B. )
- Teknologi Penyuluhan Pertanian ( Kartasapoetra, A.G. )
- Penyuluhan Pembangunan Pertanian ( Mardikanto, T. )
- Administrasi Penyuluhan Pertanian, Falsafah, Masalah dan Strategi ( Soedijanto )