• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Pendekatan Belajar Siswa SMA yang Stres dan yang Tidak Stres dalam Menghadapi Ujian Nasional di Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Perbedaan Pendekatan Belajar Siswa SMA yang Stres dan yang Tidak Stres dalam Menghadapi Ujian Nasional di Kota Medan"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

I. Latar Belakang dan Identifikasi Masalah

Bagian pendahuluan memaparkan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa dan peran Ujian Nasional (UN) dalam evaluasi pencapaian tujuan pendidikan. Namun, pelaksanaan UN memicu kontroversi, dengan sebagian masyarakat mendukung dan sebagian lagi menentangnya. Pro-UN berpendapat bahwa UN meningkatkan daya juang siswa, sementara kontra-UN menyoroti praktik kecurangan, ketidakadilan, dan dampak psikologis seperti stres. Skripsi ini berfokus pada dampak stres terhadap pendekatan belajar siswa SMA di Medan. Penulis mencatat adanya perbedaan respon siswa terhadap UN, ada yang stres dan ada yang tidak. Perbedaan persepsi terhadap UN sebagai stresor dijelaskan, menekankan bahwa stres merupakan respon individu terhadap kejadian yang melebihi kapasitas normalnya. Penelitian bertujuan untuk mengkaji perbedaan pendekatan belajar siswa SMA yang stres dan yang tidak stres dalam menghadapi UN.

II. Tinjauan Teori

Bagian ini menguraikan teori-teori relevan yang membentuk kerangka penelitian. Definisi belajar dibahas berdasarkan perspektif Syah (2003) dan Suryabrata (1984), menekankan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi. Pendekatan belajar dijelaskan sebagai metode dan strategi untuk mencapai tujuan belajar yang efisien dan efektif. Pendekatan belajar Biggs diuraikan secara rinci, meliputi pendekatan surface (berorientasi pada pencapaian permukaan), deep (berorientasi pada pemahaman mendalam), dan achieving (berorientasi pada pencapaian prestasi tinggi). Karakteristik masing-masing pendekatan, termasuk motivasi dan strategi yang digunakan, dijabarkan secara detail. Teori stres dijelaskan melalui berbagai perspektif, seperti Hamilton (2007), Cooper (2005), dan Selye (dalam Everly, 2002), yang menekankan stres sebagai respon terhadap tuntutan yang melebihi kapasitas individu. Berbagai aspek stres, meliputi karakteristik kejadian stresful, respon fisiologis, kognitif, emosional, dan perilaku, dibahas. Sumber stres pada remaja juga diuraikan, mencakup stres biologis, keluarga, sekolah, teman sebaya, dan sosial. Terakhir, bagian ini menjabarkan karakteristik siswa SMA dan kaitannya dengan stres serta pendekatan belajar dalam konteks UN.

III. Metodologi Penelitian

Bagian ini menjelaskan metodologi penelitian kuantitatif yang digunakan. Variabel penelitian, yaitu stres dan pendekatan belajar, didefinisikan secara operasional. Teknik pengambilan sampel acak klaster (cluster random sampling) diterapkan dengan jumlah subjek 103 orang siswa SMA di Medan. Alat ukur yang digunakan adalah skala stres dan skala pendekatan belajar, yang validitas dan reliabilitasnya telah diuji. Proses penyusunan skala stres dan skala pendekatan belajar dijelaskan, merujuk pada Sarafino (2006), Taylor (2009), dan Biggs (1934, 2007). Nilai alpha Cronbach untuk masing-masing skala dilaporkan. Prosedur penelitian mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan pengolahan data. Analisis data menggunakan ANOVA untuk menguji hipotesis penelitian.

IV. Analisis Data dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan hasil analisis data dan pembahasannya. Gambaran subjek penelitian berdasarkan kelas dan jenis kelamin disajikan. Hasil uji asumsi dan hasil analisis data menggunakan ANOVA dipaparkan. Kategorisasi data penelitian berdasarkan tingkat stres dan pendekatan belajar dijelaskan. Hasil analisis menunjukkan koefisien signifikansi (p > 0.05), yang mengindikasikan tidak adanya perbedaan signifikan dalam pendekatan belajar antara siswa SMA yang stres dan tidak stres dalam menghadapi UN. Pembahasan mengkaji implikasi temuan penelitian, menghubungkan dengan teori-teori yang telah diuraikan sebelumnya. Penulis mungkin membahas faktor-faktor yang mempengaruhi hasil penelitian, misalnya, metodologi penelitian atau konteks sosial-budaya yang spesifik di Medan.

V. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran-saran. Kesimpulan menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam pendekatan belajar siswa SMA yang stres dan yang tidak stres dalam menghadapi UN di Kota Medan. Saran diberikan dalam dua aspek, yaitu saran metodologis untuk penelitian selanjutnya dan saran praktis bagi pihak-pihak terkait, seperti guru, sekolah, dan orang tua, untuk membantu siswa dalam menghadapi UN dan meningkatkan kualitas belajar.

Gambar

Tabel 1.
Tabel 2. Distribusi aitem-aitem Stres
Tabel 3. Distribusi aitem-aitem Pendekatan Belajar
Tabel 4. Evaluasi Indeks Diskriminasi Aitem
+6

Referensi

Dokumen terkait

Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan antara siswa kelas X yang mengikuti dengan yang tidak mengikuti bimbingan belajar dalam menghadapi ujian semester di

Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan derajat kecemasan dalam menghadapi ujian nasional antara siswa kelas IX yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMA dan

Adanya perbedaan hasil belajar tersebut dapat dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dan taraf kepercayaan   0 , 05 dimana t hitung > t tabel

Masalah yang ditemukan dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan siswa yang tidak

Skripsi beljudul "Perbedaan Hasil Belajar Siswa antara yang Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses melalui Metode Eksperimen dan Pendekatan Ekspositori melalui

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dibahas maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar ekonomi siswa pada kelas