• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Tekuk Lateral pada Balok Crane Baja I dengan Perhitungan Manual dan Abaqus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisa Tekuk Lateral pada Balok Crane Baja I dengan Perhitungan Manual dan Abaqus"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Arvan P. Siagian
  • Pengajar:
    • Ir. Torang Sitorus, MT
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Analisa Tekuk Lateral pada Balok Crane Baja I dengan Perhitungan Manual dan Abaqus
  • Tipe: tugas akhir
  • Tahun: 2015
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bab ini membahas latar belakang masalah terkait tekuk lateral pada balok crane baja I, yang merupakan isu penting dalam konstruksi baja. Penjelasan mengenai tujuan penulisan, rumusan masalah, serta manfaat penelitian juga disajikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan nilai beban kritis menggunakan metode manual dan software Abaqus. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi mahasiswa dan praktisi mengenai pentingnya analisis stabilitas struktur dalam perencanaan konstruksi.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan perkembangan alat pemindahan barang, khususnya crane, yang berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan beban berat. Penekanan pada desain balok crane yang dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional, serta pentingnya analisis tekuk lateral untuk memastikan stabilitas struktur.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah berfokus pada fenomena tekuk lateral pada balok crane baja I. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tekuk lateral dapat terjadi dan bagaimana metode analisis dapat diterapkan untuk menilai risiko ini dalam desain struktur.

1.3. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan adalah untuk membandingkan nilai Critical Load (Pcr) secara teoritis dan menggunakan program Abaqus, serta memberikan pemahaman yang lebih baik kepada engineer tentang metode analisis yang lebih efisien dalam perhitungan tekuk lateral.

1.4. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah mencakup fokus pada balok crane baja I dengan perletakan sederhana dan pembebanan yang terpusat pada flens bawah. Analisis dilakukan dalam kondisi elastis dan menggunakan program Abaqus 6.10.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah untuk memberikan perbandingan antara metode analisis konvensional dan komputer, serta memberikan panduan bagi mahasiswa dan praktisi dalam pemilihan metode yang lebih ekonomis dan efektif dalam analisis tekuk lateral.

1.6. Metodologi

Metodologi penelitian ini melibatkan studi literatur dan pengumpulan data dari buku serta analisis menggunakan program Abaqus untuk membandingkan hasil analisis konvensional dengan hasil yang diperoleh dari software.

1.7. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan menjelaskan struktur keseluruhan laporan, mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan, hingga kesimpulan dan saran. Hal ini bertujuan untuk memberikan alur yang jelas dalam pembahasan.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini membahas berbagai aspek terkait material baja dan balok crane baja I. Tinjauan pustaka mencakup sifat-sifat baja, jenis profil baja, serta teori stabilitas dan lentur yang relevan dengan penelitian. Pengetahuan ini menjadi dasar untuk memahami fenomena tekuk lateral dan bagaimana pengaruh kondisi pembebanan terhadap kekuatan struktur.

2.1. Baja

Bagian ini menjelaskan tentang material baja sebagai bahan konstruksi yang memiliki kekuatan tinggi dan sifat elastisitas yang baik. Penjelasan mengenai jenis-jenis baja berdasarkan kadar karbon dan sifat mekaniknya memberikan pemahaman penting bagi mahasiswa dalam memilih material yang tepat untuk konstruksi.

2.2. Balok

Penjelasan tentang fungsi dan jenis-jenis balok dalam konstruksi, serta bagaimana balok berfungsi sebagai elemen pengikat dan penyangga. Fokus pada balok sederhana dan perilaku tekuk lateral memberikan wawasan tentang desain yang aman dan efisien.

2.3. Konsep Teori Stabilitas Struktur

Teori stabilitas struktur menjelaskan pentingnya keseimbangan dalam desain struktur. Penjelasan mengenai kondisi stabil, netral, dan tidak stabil memberikan pemahaman tentang bagaimana struktur harus dirancang untuk menahan beban tanpa mengalami deformasi yang berbahaya.

2.4. Teori Umum Lentur

Teori lentur menjelaskan bagaimana momen dan tegangan bekerja dalam balok. Pengetahuan tentang momen lentur dalam bidang yang berbeda membantu mahasiswa memahami perilaku balok di bawah beban dan bagaimana momen ini dapat mempengaruhi stabilitas struktur.

2.5. Torsi

Torsi pada balok menjelaskan pengaruh puntir terhadap desain struktur. Bagian ini membahas bagaimana torsi dapat mempengaruhi kekuatan dan stabilitas balok, serta pentingnya mempertimbangkan torsi dalam perencanaan struktur.

2.6. Keran Angkat (Crane)

Penjelasan tentang berbagai jenis crane dan aplikasinya dalam industri. Memahami jenis-jenis crane dan cara kerjanya sangat penting bagi mahasiswa teknik sipil untuk merancang sistem pengangkatan yang efisien dan aman.

2.7. Metode Energi

Metode energi dalam analisis struktur memberikan pendekatan alternatif untuk menghitung kekuatan dan stabilitas. Memahami konsep energi regangan dan energi potensial membantu mahasiswa dalam analisis struktur yang lebih kompleks.

III. METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan metodologi yang digunakan dalam penelitian, termasuk identifikasi masalah, analisis tekuk lateral, dan penggunaan program Abaqus. Penjelasan mendalam tentang langkah-langkah yang diambil dalam analisis memberikan pemahaman yang jelas tentang bagaimana penelitian dilakukan.

3.1. Pendahuluan

Pendahuluan bab ini memberikan gambaran umum tentang pendekatan yang diambil dalam penelitian. Menjelaskan pentingnya pemilihan metode yang tepat untuk analisis tekuk lateral pada balok crane baja I.

3.2. Identifikasi Masalah

Mengidentifikasi masalah utama yang akan dianalisis, yaitu tekuk lateral pada balok crane baja I. Penjelasan ini membantu mahasiswa memahami konteks dan relevansi penelitian.

3.3. Tekuk Torsi Lateral Balok Crane Baja I

Analisis mengenai bagaimana torsi lateral mempengaruhi stabilitas balok crane. Penjelasan ini memberikan wawasan tentang pentingnya mempertimbangkan torsi dalam desain dan analisis balok.

3.4. Program Abaqus

Pengenalan terhadap software Abaqus sebagai alat bantu analisis. Penjelasan mengenai fitur dan kemampuan program ini dalam melakukan simulasi analisis struktur yang kompleks.

3.4.1. Pengenalan terhadap Abaqus CAE

Deskripsi mengenai antarmuka dan fungsionalitas Abaqus CAE. Memahami cara kerja program ini sangat penting bagi mahasiswa untuk dapat menggunakan software dalam analisis struktur.

3.4.2. Analisa Tekuk Lateral pada Program Abaqus

Menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis tekuk lateral menggunakan Abaqus. Penjelasan ini memberikan panduan praktis bagi mahasiswa dalam menerapkan teori yang dipelajari ke dalam praktik.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menyajikan hasil analisis dari perhitungan manual dan penggunaan Abaqus. Pembahasan mengenai perbandingan hasil analisis memberikan wawasan tentang akurasi dan efisiensi metode yang digunakan. Penjelasan ini penting untuk memahami aplikasi praktis dari teori yang dipelajari.

4.1. Perhitungan Analitis

Bagian ini membahas hasil perhitungan analitis menggunakan metode Trahair untuk menghitung beban kritis. Penjelasan mengenai proses perhitungan dan hasil yang diperoleh memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang analisis struktur.

4.1.1. Analisis Balok Profil I

Analisis mendalam mengenai berbagai profil balok I yang digunakan dalam penelitian. Penjelasan ini membantu mahasiswa memahami karakteristik dan kelebihan masing-masing profil dalam analisis tekuk.

4.1.2. Beban Kritis

Menjelaskan hasil perhitungan beban kritis untuk berbagai profil balok. Memahami konsep beban kritis sangat penting bagi mahasiswa dalam merancang struktur yang aman.

4.2. Analisa Dengan Program Abaqus

Hasil analisis menggunakan program Abaqus disajikan di sini. Penjelasan tentang langkah-langkah analisis dan hasil yang diperoleh memberikan wawasan tentang efektivitas penggunaan software dalam analisis struktur.

4.3. Perbandingan Beban Kritis Secara Teoritis Dan Abaqus

Perbandingan antara hasil analisis teoritis dan hasil yang diperoleh dari Abaqus. Pembahasan ini memberikan insight tentang akurasi metode yang digunakan dan pentingnya validasi dalam analisis struktur.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merangkum hasil penelitian dan memberikan kesimpulan mengenai analisis tekuk lateral pada balok crane baja I. Saran-saran untuk penelitian selanjutnya juga disampaikan, memberikan panduan bagi mahasiswa dan peneliti di bidang yang sama.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya analisis tekuk lateral dalam desain balok crane baja I. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode analisis yang tepat dapat meningkatkan akurasi dalam perhitungan beban kritis.

5.2. Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup eksplorasi metode analisis lain dan penerapan software yang lebih baru. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam bidang teknik sipil dan struktur.

Referensi Dokumen

  • The Finite Element Method A Practical Course ( Liu, G.R. dan Quek, S.S. )
  • Struktur Baja Desain dan Perilaku Jilid 1 Edisi Kedua ( Salmon dan Johnson )
  • Kajian Experimental dan Teoritis Efek Beban Kerja Tidak di Pusat Geser Terhadap Lateral Buckling Pada balok Kantilever Struktur Baja ( Sitorus, Torang )
  • Strength of Materials ( Timoshenko, S. )
  • Flexural Torsional Buckling of Structures ( Trahair, N.S. )
  • Lateral Buckling of Monorail Beams ( Trahair, σ.S. )

Gambar

Gambar 1.1 Sistem Top-Running
Gambar 2.1 Kurva Hubungan Tegangan (f) dan Regangan (ε)
Gambar 2.2 Bagian Kurva Tegangan-Regangan yang Diperbesar
Gambar 2.3 Profil Baja
+7

Referensi

Dokumen terkait

�� diambil nilai yang lebih kecil dari kuat nominal penampang, untuk momen lentur terhadap sumbu x yang ditentukan oleh butir 8.2, atau kuat nominal komponen struktur untuk

Tampilan dari program yang telah penulis buat cukup sederhana dan mudah digunakan dalam perhitungan untuk desain balok terkekang lateral pada komponen struktur

Pemecahan tekuk lateral torsi pada balok pelat badan kaku berpengaku vertikal dengan momen konstan dicoba menggunakan beda hingga.. Hasilnya

Kemudian Nathercod (1973) mempelajari tekuk torsi lateral balok kantilever prismatis dengan studi pengaruh berbagai tumpuan ( restraint ) pada ujung bebas dan pengaruh

Dimana d A adalah suatu elemen dari suatu luasan pada jarak y (gambar 2.4c) akan.. tetapi, momen M dapat ditentukan jika berhubungan antara regangan

Tugas akhir ini disusun untuk diajukan sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam Ujian Sarjana Teknik Sipil Bidang Studi Struktur pada Departemen Teknik Sipil

Disini dapat dilihat bahwa kondisi awal tampang tanpa flens dan seterusnya penambahan flens yang semakin besar akan semakin besar pula pertambahan kekuatan lateral buckling

Keterpenuhan Limit State Untuk hasil dari keterpenuhan limit state dari balok baja yang tidak menggunakan pelat pengaku stiffener dan balok baja yang menggunakan pelat pengaku