• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA Subjective Well-Being Pada Pasangan Yang Belum Memiliki Anak Kandung Tetapi Memiliki Anak Angkat.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA Subjective Well-Being Pada Pasangan Yang Belum Memiliki Anak Kandung Tetapi Memiliki Anak Angkat."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

82

DAFTAR PUSTAKA

Agustina. (2014, September 15). Ingat Baik-baik Kebahagiaan Istri Kunci

pernikahan Harmonis. diunduh dari

http://female.kompas.com/read/2014/09/15/220000020/Ingat.Baik-baik.Kebahagiaan.Istri.Kunci.Pernikahan.Harmonis .

Anwar, F. (2016, Agustus 19). Merasa Disayang dan Dihargai Bisa Bantu

Seseorang Tidur Lebih Nyenyak. diunduh dari

http://health.detik.com/read/2016/08/19/110622/3278758/763/merasa

-disayang-dan-dihargai-bisa-bantu-seseorang-tidur-lebih-nyenyak .

Anwar, M. (2004, February 10). Pasangan Subur 25% Hamil Bulan Pertama. diunduh dari http://www.suaramerdeka.com/harian/0402/10/dar31.htm. Baron, R., dan Byrne, D. (2005). Psikologi Sosial Jilid 2 Edisi 10. Jakarta:

Erlangga.

Dahlan, A. (1996). Ensiklopedia Hukum Islam Jilid I. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.

Deviyana, N. (2014, Desember 16). Jika Setahun Belum Punya Anak, Ini yang

Harus Dilakukan Pasutri. diunduh dari

http://rona.metrotvnews.com/read/2014/12/16/332698/jika-setahun-belum-punya-anak-ini-yang-harus-dilakukan-pasutri .

Diener, E. (2000). Subjective Well-Being, The Science of Happiness and a Proposal for a National Index. American Psychologist , 55 (1) 34-43. Diener, E., dan Biswas, R. (2008). Happiness: Unlocking The Mysteries of

Psychological Wealth. Singapore: Blackwell Publishing.

Diener, E., Oishi, S., dan Lucas, R. E. (2002). Subjective Well Being: The Science Of Happiness and Life Satisfaction. Dalam C. R. Snyder, Shane J. Lopes (Ed). Handbook of Possitive Psychology (Hal 63-73). United Kingdom: Oxford University Press

Diener, E., Suh, E., dan Oishi, S. (1997, Maret). Recent Findings on Subjective

Well-Being. diunduh dari

http://209-197-41-56.unassigned.ntelos.net/images/stories/library/Stennett_Psychology_Artic

les/Recent%20Findings%20on%20Subjective%20Well-Being.pdf .

Echols, J. M., dan Shadily, H. (2000). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia.

(2)

83

Feist, J., dan Feist, G. J. (2012). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika. Goode, W. (1991). Sosiologi keluarga. Jakarta: Bumi Aksara.

Hakim, L. (2004). Metodologi Penelitian. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Herdiansyah, H. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu Psikologi. Jakarta: Salemba Humanika.

Hidayah, N. (2012). Nilai Anak, Stres Infertilitas dan Kepuasan Pernikahan Pada Wanita yang Mengalami Infertilitas. diunduh dari http://fpsi.mercubuana-

yogya.ac.id/wp-content/uploads/2012/06/Agustus_2010_Nurul-Hidayah.pdf .

Hidayah, N., dan Hadjam, N. R. (2006). Perbedaan Kepuasan Perkawinan Antara Wanita Yang Mengalami Infertilitas Primer dan Infertilitas Skunder.

Indonesian Psychological Journal , 3 (1) 7-17.

Indriyani, D. (2011). Konseling Infertilitas. The Indonesian Journal Of Health

Science , 1 (2). 83-94.

Joshi, H. L., Singh, R., dan Bindhu. (2009). Psychological Distress, Coping and Subjective Wellbeing among Infertile Woman . Journal of the Indian

Academy of Applied Psychology , 35 (2) 329-336.

Judge, S. (2003). Determinants of Parental Stress in Families Adopting Children From Eastern Europe. Family Relation , 52 (3), 241-248.

Kartono, K. (2007). Psikologi Wanita 2: Mengenal Wanita Sebagai Ibu dan

Nenek. Bandung: CV. Mandar Maju.

Keyes, C. L., Shmotkin, D., dan Ryff, C. D. (2002). Optimizing Well-Being: The Empirical Encounter of Two Traditions. Journal of Personality and Social

Psychology , 82 (6), 1007–1022.

Mayangsari, I. (2012). Parenting Self-efficiacy Pada Ibu Yang Memiliki Anak Adopsi Usia Kanak-kanak Madya. Skripsi, Jakarta: Universitas Indonesia. McQuillan, J., Greil, A. L., White, L. K., dan Jacob, M. C. (2003). Frustrated

Fertility: Infertility and Psychological Distress Among Woman. Bureau of

Sociological Research , 1006-1018.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

(3)

84

Myrskylä, M., dan Margolis, R. (2012). Happiness: Before and After the Kids.

Max-Planck-Institut für demografi sche Forschung , 1-43.

Papalia, D. E., Olds, S. W., dan Feldman, R. D. (2009). Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Ryani, A. (2016, Juli 19). Apakah Anda Memenuhi 15 Tanda Pernikahan Bahagia Ini? dinduh dari

http://tabloidnova.com/Keluarga/Pasangan/Apakah-Anda-Memenuhi-15-Tanda-Pernikahan-Bahagia-Ini .

Ryff, C. D., dan Keyes, L. M. (1995). The Structure of Psychological Well-Being Revisited. Journal of Personality and Social Psychology , 69 (4) 719-727. Sajjan, M. A., dan Jadhav, S. G. (2016). Anxiety and Subjective Well Being of

Pregnant Job Holders and Home Makers. The International Journal of

Indian Psychology , 3 (2) 137-141.

Santos, M. C., Jr., C. M., Jr., F. O., Paat, J. J., dan Barnachea, E. A. (2012). Menaing In Life And Subjective Well Being: Is A Satisfying Life Meaningful? Journal of Arts, dan Commerce, International Refereed

Research Journal , III, Issue-4(1) 32-40.

Santoso, L. (2014). Penerimaan Pasangan Suami Istri Terhadap Infoluntary Childlessness Dalam Folm Test Pack: You're My Baby. Jurnal

E-komunikasi , 2 (2) 1-10.

Saraswati. (2015). Infertility. Artikel Review , 4 (5) 5-9.

Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogjakarta: Graha Ilmu.

Srisusanti, S., dan Zulkaida, A. (2013). Studi Deskriptif Mengenai Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Perkawinan Pada Istri. UG Jurnal , 7 (6) 8-12.

Sukmasari, R. N. (2016, Mei 23). Ditanya 'kapan Nikah' vs 'Sudah Hamil',

Manakah Yang Lebih Mengganggu? diunduh dari

http://health.detik.com/read/2016/05/23/133313/3215542/763/ditanya

-kapan-nikah-vs-sudah-hamil-mana-yang-lebih-mengganggu .

Taufik. (2010). Psikologi Untuk Kebidanan Dari Teori Ke Praktek. Surakarta: Eastview.

Ulfah, S. M., dan Mulyana, O. P. (2014). Gambaran Subjective Well-being pada Wanita Involuntary Childless. Jurnal Psikologi Character , 02 (3) 1-10. Wijayanti, H., dan Nurwianti, F. (2010). Kekuatan Karakter Dan Kebahagiaan

(4)

85

Wirawan, H. E. (2009). Kebahagiaan Menurut Dewasa Muda Indonesia. (online). Jakarta: Universitas Tarumanegara. Diakses pada 6 Maret 2017.

Zaini, M. (1999). Adopsi Suatu Tinjauan dari Segi Tiga Sistem Hukum. Jakarta: Bina Aksara.

http://www.suaramerdeka.com/harian/0402/10/dar31.htm. (2004, Februari).

http://news.kompas.com/read/2010/10/11/1419584/9.tanda.bahwa.anda.bahagia.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui derajat hubungan antara dukungan suami dengan subjective well-being pada ibu yang memiliki anak autis di Yayasan “X”

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan perkawinan pada pasangan yang belum.. memiliki anak, dan Untuk mengetahui faktor apakah yang mempengaruhi

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara nilai anak, stres infertilitas dan kepuasan perkawinan pada

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kepuasan perkawinan pada pasangan yang belum memiliki anak di Kabupaten Kendal ditinjau dari lama perkawinandan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara ketidakpuasan bentuk tubuh dengan psychological well-being pada wanita dewasa awal yang sudah memiliki anak, dengan