• Tidak ada hasil yang ditemukan

. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GULING KEBELAKANG SENAM LANTAI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN BANTUAN TEMAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG KUIS TAHUN AJARAN 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan ". UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GULING KEBELAKANG SENAM LANTAI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN BANTUAN TEMAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG KUIS TAHUN AJARAN 2015/2016."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GULING KEBELAKANG SENAM LANTAI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN

BANTUAN TEMAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG KUIS TAHUN AJARAN 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat-syarat Memperoleh

Sarjana Pendidikan

Oleh :

ABDUL AKHIR

NIM. 609312002

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)

ABSTRAK

ABDUL AKHIR, NIM 609312002. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Guling Kebelakang Senam Lantai Melalui Pemanfaatan Media Audio Visual dan Bantuan Teman Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Batang Kuis Tahun Ajaran 2015/2016.

(Pembimbing : BANGUN SETIA HASIBUAN )

Skripsi : Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMED. 2015.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar guling belakang dalam senam lantai melalui penggunaan media audiovisual pada siswa kelas VIII SMP Karya Bakti Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka diakukan Tes Hasil Belajar sebelum menggunakan pembelajaran media audiovisual (pre-test) lalu dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media audiovisual. Tes Hasil Belajar I dan Tes Hasil Belajar II yang berbentuk aplikasi teknik dasar guling belakang sebanyak dua kali pertemuan.

Setelah data terkumpul dilakukan analisis: (1) dari tes hasil belajar sebelum menggunakan media audiovisual (pre-test) diperoleh 10 siswa (27,03%) yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar, sedangkan 27 siswa (72,97%) belum mencapai tingkat ketuntasan belajar, dengan nilai rata-rata 69,07. Kemudian dilakukan pembelajaran menggunakan media audiovisual. (2) dari tes hasil belajar menggunakan media audiovisual dan bantuan teman dari siklus I terdapat 20 siswa (54,05%) dari 37 siswa, yang belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 72,37dan 17 siswa (45,95%) telah mencapai ketuntasan.

Kemudian dilakukan kembali menggunakan media audiovisual dengan worksheet dan waktu menonton video pembelajaran yang lebih lama. (3) dari tes hasil belajar II terdapat 32 siswa (86,48%) dari 37 siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 81,38 dan 5 siswa (13,52%) yg belum mencapai ketuntasan. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan proses nilai rata-rata hasil belajara siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil analisis data dikatakan bahwa melalui media audiovisual dan bantuan teman dapat memperbaiki hasil belajar guling belakang pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Batang Kuis Tahun Ajaran 2014/2015.

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadiran Allah SWT atas segala nikmat

dan karunia yang telah diberikan-Nya, sehingga penulis dapat menyelasaikan

skripsi ini dengan judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Guling

Kebelakang Senam Lantai Melalui Pemanfaatan Media Audio Visual dan Bantuan Teman Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Batang Kuis Tahun Ajaran 2015/2016 ”.

Selama Penyusunan skripsi ini tentunya tidak terlepas dari bantuan,

bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini

penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, sebagai Rektor Universitas Negeri Medan

2. Bapak Dr. Budi Valianto, M.Pd sebagai Dekan FIK UNIMED Drs. Suharjo,

M.Pd sebagai Wakil Dekan I FIK UNIMED, Drs. Mesnan, M.Kes, sebagai

Wakil Dekan II FIK UNIMED, dan Dr. Budi Valianto, M.Pd sebagai Wakil

Dekan III FIK UNIMED.

3. Drs. Suryadi Damanik, M.Kes, sebagai Ketua Jurusan PJKR FIK UNIMED

4. Usman Nasution, S.Pd, M.Pd, sebagai Sekretaris Jurusan PJKR FIK

(6)

5. Bangun Setia, S.Pd, M.Or, sebagai pembimbing skripsi saya yang telah

banyak sekali membantu,membimbing dan mengarahkan guna mendapatkan

hasil yang lebih bagus dalam penyusunan skripsi ini.

6. Bapak /IbuDosen, Asisten Dosen, Staf administrasi dan perlengkapan di

lingkungan FIK UNIMED yang juga turut serta dalam membantu

penyelesaian Skripsi ini.

7. Teristimewa penulis ucapkan kepada Ibunda tercinta Nurani Harahap dan

Ayahanda Alm. Paqi Husin Hasibuan yang telah memberikan kasih sayang,

doa, serta memberikan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi

ini. Juga abang kandung saya Asmar Holil Hsb, Iman Anda Hsb serta kakak

kandung saya Rawati Hsb, Nur Atika Hsb, Masnita Hsb, adik kandung saya

Nur Masito, Muhammad Yunan juga memberikan semangat dan serta

mengasi materi juga dorongan moral kepada penulis, kalian semua inspirasi

dan penyemangatku.

8. Terima kasih saya ucapkan kepada rekan-rekan saya Antara lain : Chandra

Prima Sakti Ritonga, S.Pd, Ryan Sanjaya Caniago, SE, S.Pd, Johannes

Bronson Hasibuan, S.Pd, Kurniawan Habibi Hasibuan, S.Pd, Fandi Achmad

Pohan, S.Pd, yang telah memberikan motivasi dan tenaganya dalam

penyelesaian skripsi ini.

Medan , Februari 2016 Penulis

(7)

DAFTAR ISI

1. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan ... 10

2. Hakikat Senam Lantai ... 17

3. Gerkan Senam Lantai Guling Kebelakang ... 24

B. Pengertian Pembelajaran ... 29

B. Lokasi dan Waktu Penelitian... 50

C. Subjek Penelitian dan Objek Penelitian ... 50

D. Desain Penelitian ... 51

E. Instrumen Penelitian ... 54

(8)

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 58

A. Deskripsi data penilaian ... 58

B. Hasil penelitian... 59

1. Pelaksanaan siklus I ... 59

2. Pelaksanaan Siklus II... 64

C. Pembahasan hasil penelitian ... 71

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN ... 77

A. Kesimpulan ... 77

B. Saran ... 77

DAFTAR PUSTAKA ... 78

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Lembar Penilaian Permainan Bola Voly ………... 55

4.1 Hasil Data Proses Belajar Guling Kebelakang Senam Lantai ... 58

4.2 Deskripsi hasil belajar siklus I Guling Kebelakang... 63

4.3 Deskripsi hasil belajar siklus II Guling Kebelakang Senam Lantai. 68

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. 2.1 Gambar 1 Gerakan Mengangkat Pinggul ... 24

2. 2.2 Gerakan Guling ke belakang ...……… 25

3. 2.3 Rangkaian Gerakan Guling ke Belakang ...……… 26

4. 2.4 Jongkok grakan awal guling ke belakang ………...… 27

5. 2.5 Gerakkan guling belakang...……… 27

6. 2.6 Sikap akhir gerakan guling ke belakang ... 27

7. 2.7 Bantuan teman 2 orang ... ... 46

8. 3.1 Rancangan penelitian kelas ... 51

9. 4.1. Perbandingan Ketuntasan Belajar Pada Siklus I... 64

10.4.2 Perbandingan Ketuntasan Belajar Pada Siklus II ... 69

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Penjas Siklus I ... 80

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Penjas Siklus II ... 83

3. Hasil Belajar Pre Test ... 86

4. Hasil Belajar Tes Siklus I Siswa ... 88

5. Hasil Belajar Tes Siklus II Siswa ... 90

6. Format Penilaian Tes Guling Kebelakang Senam Lantai Pre Test ... 92

7. Format Penilaian Tes Guling Kebelakang Senam Lantai Siklus I ... 93

8. Format Penilaian Tes Guling Kebelakang Senam Lantai Siklus II ... 94

9. Perkembangan Hasil Belajar Siklus I dan II ... 95

10. Lembar Proses Observasi Proses Pembelajaran... 96

11. Susunan Kepanitiaan Pengambilan Data Penelitian ... 97

12. Lembar Observasi Kegiatan Guru Siklus I ... 98

13. Lembar Observasi Kegiatan Siswa Siklus I ... 99

14. Lembar Observasi Kegiatan Guru Siklus II ... 100

15. Lembar Observasi Kegiatan Siswa Siklus I ... 101

(12)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan jasmani adalah olahraga yang sangat penting keberadaannya

dalam dunia pendidikan, tanpa adanya pendidikan jasmani maka pendidikan

yang lainnya tidak akan berjalan dengan baik, begitu juga sebaliknya

pendidikan jasmani tanpa pendidikan yang lain maka pendidikan jasmani tidak

akan dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, antara pendidikan jasmani dan

pendidikan yang lainnya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

Selaras dengan pendapat Mahendra (2003:4) bahwa “pendidikan jasmani

pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan

aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistic dalam kualitas individu,

baik dalam hal fisik, mental, serta emosional.”

Pendidikan jasmani yang diajarkan disekolah memiliki peranan

yang sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada siswa

untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui

aktivitas jasmani yang terpilih yang dilakukan secara sistematis.

Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina

pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik,

sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar. Di dalam

pembelajaran penjas siswa dituntut untuk bisa bergerak aktif agar

keterampilan motorik siswa bisa berkembang dengan baik.

(13)

melibatkan aktivitas fisik, demikian pula halnya dalam belajar

senam lantai. Senam lantai dalah aktivitas yang dilakukan baik

secara cabang olahraga tersendiri maupun sebagai latihan untuk

cabang olahraga lainnya. Senam lantai (floor exercise) adalah

salah satu bagian dari rumpun senam. Sesuai dengan istilahnya, maka

gerakan senam dilakukan diatas lantai yang beralaskan matras atau permadani.

Senam lantai sering juga disebut dengan senam bebas, sebab pada waktu

melakukan gerakan tidak membawa alat atau menggunakan

alat.Senam lantai menggunakan area yang berukuran 12 X 12

meter dan dapat ditambahkan matras sekeliling area selebar 1 meter untuk

menjaga keamaan pesenam yang baru melakukan latihan atau rangkaian

gerakan.Unsur-unsur gerakannya terdiri mengguling, melompat berputar

diudara, menumpu dengan dua tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap

seimbang pada waktu melompat kedepan atau kebelakang.

Bentuk gerakannya merupakan gerakan dasar senam perkakas,

untuk latihannya pada putra maupun putri pada dasanya adalah

sama, hanya untuk putri dimasukkan unsur-unsur gerakan balet agar

semakin indah dan menarik. Mukholid (2007:28) mengatakan Senam

lantai merupakan salah satu bentuk senam ketangksan yang dilakukan di

matras dan tidak menggunakan peralatan khusus. Contoh senam lantai antara

lain sikap lilin, guling kedepan, guling kebelakang, berdiri dengan kepala,

berdiri dengan tangan, lenting tangan kedepan, meroda dan

(14)

Berdasarkan hasil pengamatan yang penulis lakukan di SMP 1

Batang Kuis Medan maka diketahui bahwa ada beberapa faktor yang membuat

siswa kurang benar dalam melakukan guling belakang, yaitu sarana,

dimana sarana yang dimasukkan penulis ini alat-alat untuk senam lantai,

sedangkan prasarana yaitu tempat untuk senam lantai. Kalau adapun sarana tetapi

tidak ada prasana maka senam lantai juga tidak bisa kerjakan atau dimainkan

dalam olahraga. disekolah yang kurang memadai, seperti tidak adanya

matras sehingga siswa merasa kurang bersemangat untuk melakukan

senam lantai guling belakang, karena kenyataan dilapangan yang

penulis lihat siswa lebih berminat terhadap olahraga yang

berbentuk permainan seperti, sepakbola, bola voli dan olahraga permainan

lainnya, siswa kurang percaya diri untuk melakukan guling belakang,

siswa kurang termotivasi untuk melakukan guling belakang, siswa

takut dan ragu saat melakukan guling belakang karena mereka

tidak melihat apa yang ada dibelakang mereka pada saat

berguling.

Kemampuan siswa dalam melakukan praktek guling belakang

masih rendah, hal ini terlihat pada saat melakukan tolakan badan

kebelakang dan pada saat mengayunkan kaki kebelakang kepala dengan

benar. Maka dari itu adapun tindakan untuk mengatasi masalah tersebut peneliti

ingin mengatasi masalah dengan menggunakan media audio visual. Jadi siswa

setidaknya, tidak akan mengalami kesulitan dalam melakukan senam lantai.

(15)

mengulang-ulang gerakan dengan melihat ke media, jadi siswa sedikit banyaknya

kesulitan pada siswa tidak terlalu berat untuk melakukannya. Terkadang siswa

berpikir bahwa guling belakang itu sangat sulit dilakukan padahal sangat mudah

untuk melakukan guling kebelakang, asal siswa benar-benar ingin melakukan hal

tersebut. Begitu juga dengan situasi pembelajaran yang monoton dan kurang

menarik Setelah mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam

melakukan guling belakang. Dari hasil pengamatan peneliti mengungkapkan

bahwa hasil guling belakang siswa masih jauh dari harapan dengan standar

kompetensi yang telah ditentukan.

Salah satu gerakan dalam senam lantai adalah guling

kebelakang. Guling belakang adalah suatu bentuk gerakan mengguling

yang dimulai dari pantat, pinggang bagian belakang, punggung kepala

bagian belakang, dan yang terakhir kedua kaki. Salah satu faktor keberhasilan

guru dalam menyampaikan materi khususnya senam lantai guling belakang

di pengaruhi oleh metode pembelajaran. Dalam penyampaian materi

kepada siswa, guru melakukan metode pembelajaran yang tepat

agar materi diajarkan dapat dikuasai anak dengan baik. Bila guru penjas

menggunakan metode yang tepat dalam proses pembelajarannya tersebut

dan bila siswa mulai memberikan perhatian dalam pembelajaran

tersebut. Namun bukan hanya metode yang di perhatikan dalam

proses pembelajaran tersebut tapi diperlukan juga media sebagai

alat penyampaian informasi agar siswa lebih memahami materi yang diajarkan.

(16)

adalah materi, kejadian yang membangun kondisi yang membuat

siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah

merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam

proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis,

photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun

kembali informasi visual atau verbal.”Jadi dapat dikatakan media

audiovisual adalah sebuah alat bantu untuk seseorang dalam

menerima suatu pesan, sehingga dia dapat memperoleh pengetahuan

dan pengalaman yang bermanfaat untuk meraih tujuan yang ingin dicapai.

Melalui perkembangan teknologi informasi yang cepat, maka media

dalam pendidikanpun ikut berkembang, baik kuantitas maupun kualitasnya.

Penggunaan media dalam proses pembelajaran menjadi lebih menarik karena

media dapat menyampaikan informasi sehingga dapat mendeskripsikan

suatu masalah, suatu konsep, suatu proses atau suatu prosedur yang

bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi lengkap dan jelas.

Rasa keingintahuan dapat dibangkitkan melalui media, untuk

menghidupkan suasana kelas, merangsang siswa untuk bereaksi

terhadap penjelasan guru dan lain-lain. Media memungkinkan siswa

menyentuh objek kajian pelajaran membantu guru menghindarkan

suasana monoton.

(17)

penyusunan dan proses pembelajaran, melalui kemajuan tersebut para guru

dapat menggunakan berbagai media sesuai dengan kebutuhan dan tujuan

pembelajaran. Dengan menggunakan media bukan saja dapat mempermudah dan

mengefektifkan proses pembelajaran, akan tetapi dapat membuat proses

pembelajaran lebih menarik. Khususnya media audiovisual, dimana

pengunaan media audiovisual ini dapat mempermudah orang dalam

menyampaikan dan menerima materi dan dapat menghindarkan salah pengertian,

serta dapat mendorong seseorang untuk mengetahui lebih lanjut

informasi yang sedang dipelajarinya.

Dalam media audiovisual siswa dapat menyaksikan atau melihat teknik dan

bentuk cara melakukan gerak-gerak senam lantai guling belakang

dengan sebenarnya, Sehingga dengan menggunakan media audiovisual

ini, membantu siswa dapat menalari, mencermati dan memahami akan

teknik dasar tersebut.

Jika selama ini guru penjaskes menyajikan materi pelajaran

guling belakang lewat informasi contoh (peragaan) pada pada

kesempatan kali ini guru penjaskes menyajikan informasi menggunakan

media audiovisual yang ditampilkan dengan laptop yang ditayangkan melalui

alat infokus untuk diperlihatkan kepada siswa. Dengan memanfaatkan

media audiovisual ini, diharapkan siswa dapat memahami dan

melakukan gerakan guling belakang dengan benar sesuai dengan

(18)

Oleh karena itu berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik

mengadakan penelitian dengan judul yaitu: “UPAYA PENINGKATAN

HASIL BELAJAR GULING KEBELAKANG SENAM LANTAI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN BANTUAN TEMAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATANG KUIS TAHUN AJARAN 2014/2015”.

B. Identifikasi Masalah

Dari uraian latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasikan beberapa

masalah sebagia berikut:

1. Siswa mengalami kesulitan saat melakukan guling belakang.

2. Keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran senam lantai

3. Guru belum menggunakan variasi metode atau model pembelajaran yang

menarik.

C. Batasan Masalah

Mengingat luasnya ruang lingkup masalah serta keterbatasan

waktu, dana dan kemampuan penulis maka perlu adanya pembatasan

masalah. Adapun pembatasan masalah yang di bahas dalam penelitian

ini adalah melihat peranan pemanfaatan media audiovisual dan bantuan

teman terhadap hasil belajar guling kebelakang pada siswa kelas

(19)

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian- uraian yang dikemukakan pada latar

belakang masalah dan identifikasi masalah, maka dapat dirumuskan

permasalahan yang diteliti adalah: Apakah pemanfaatan media

audiovisual dan bantuan teman dapat meningkatkan hasil belajar senam lantai

dalam materi guling kebelakang pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1

Batang Kuis Tahun Ajaran 2014/2015.

E. Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut; Untuk

meningkatan hasil belajar guling kebelakang senam lantai melalui pemanfaatan

audio visual dan bantuan teman pada siswa kelas VIII di SMP Negeri I Batang

Kuis.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Manfaat yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Bagi Siswa

Untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan siswa dalam

melakukan guling kebelakang, sehingga permasalahan yang dihadapi

(20)

2. Bagi Guru

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan guru (peneliti) tentang

pembelajaran senam khususnya pada materi senam lantai guling

kebelakang dapat dimengerti dan dipahami.

3. Bagi Sekolah

Untuk memberikan sumbang saran yang baik pada sekolah sebagai

tempat penelitian dalam rangka peningkatan kemampuan melakukan

guling kebelakang pada mata pelajaran senam lantai khusunya di SMP

Negeri 1 Batang Kuis.

4.Bagi Peneliti

Masukan bagi mahasiswa FIK Unimed khususnya sebagai

calon seorang guru olahraga dalam memilih media pembelajaran

(21)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa

‘‘Melalui Media Audio Visual dan Bantuan Teman Dapat Meningkatkan Hasil

Belajar Gerakan Guling Kebelakang Dalam Senam Lantai Pada Siswa Kelas VIII

SMP Negeri 1 Batang Kuis Tahun Ajaran 2014/2015”.

B. Saran

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian dapat diberikan saran sebagai

berikut :

1. Diharapkan kepada guru untuk terus menggunakan meia audio visual untuk

menarik minat belajar siswa dalam pelajaran olahraga khususnya materi senam

lantai. Selain itu dengan bantuan teman juga akan bermanfaat untuk

menguatkan rasa percara diri siswa dalam melakukan gerakan khususnya

senam lantai sehingga siswa tidak ragu dan takut dalam melakukan gerakan.

2. Untuk pertimbangan peneliti selanjutnya, diharapkan lebih memperhatikan

gerakan/sikap perkenaan dan sikap akhir, khususnya ketika menjatuhkan badan

ke matras dan sikap akhir ketika layangan selesai. Pada penelitian ini siswa

kebanyakan kehilangan point penilaian pada bagian itu diakibatkan kurangnya

rasa percaya diri siswa dalam melakukan gerakan.

3. Diharapkan kepada siswa untuk terus memotivasi dirinya untuk mengikuti

(22)

78

pemahaman yang baik proses belajar mengajar dapar berjalan dengan lebih

baik lagi.

4. Kepada kepala sekolah juga diharapkan dapat menyediakan segala sarana dan

prasarana di sekolah sehingga proses belajar mengajar di sekolah menjadi lebih

(23)

DAFTAR PUSTAKA

Abdulhak, Ishak dan Harun, Djaenudin, (2010). Prosedur Penelitian Suatu

Pendekatan Praktik, Edisi Revisi 2010. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Arsyad Azhar. (2000). Media Pembelajaran. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.

Bahagia, Yoyo (2010). Modul 2 Modifikasi Media Pembelajaran. Bandung:

FPOK UPI Bandung.

Damyanti dan Mujiono. (2003), Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Rineka Cipta.

Dede Rahmat, (2013) Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Peningkatan

Hasil Belajar Pada Pembelajaran Senam Lantai Guling Belakang Di SMP

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Djamarah, dan Zain. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik Oemar. (2008). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem.

Jakarta. BumiAksara.

Handri, T. (2011). Pengaruh perbandingan motode bagian dan metode

keseluruhan terhadap hasil belajar senam lantai guling belakang. Skripsi:

FPOK UPI Bandung

Hermawan,H. (2007). Media Pembelajaran SD. Bandung : Upi Press Lutan, Rusli.

Pendidikan Kebugaran Jasmani : Orientasi Pembinaan di Sepanjang

Hayat. Jakarta : Depdiknas

Kristiyanto. (2000). Penelitian Tindakan Kelas dalam Pendidikan Jasmani dan

Kepelatihan Olahraga. Surakarta. Upt Penerbitan Dan Percetakan UNS Press.

Lutan, Rusli (2000). Strategi Belajar Mengajar Penjas. Departemen Pendidikan

Nasional.

Mahendra Agus. (2000). Senam. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat

Jendra Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP

(24)

Mukholid Agus. (2007). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. PT.

Yudistira.

Munadi Yudhi. (2008). Media Pembelajaran (Sebuah Pendekatan Baru). Gaung

Persada (GP) Press, Ciputat.

Nadisah. (1992:15). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Departemen Pendidikan dan kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi

Proyek Pembinaan Tenaga Kerja.

Nazir, (2005). Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia

Nurhasan (2007). Tes dan Pengukuran Pendidikan Olahraga. Bandung: FPOK

UPI. Bandung.

Schembri, Gene (1983). Gym Skills. Dingley Vic: The Australian Gymnastics

Federation Inc.

Slameto. (2003). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Sudjana. (2008). Cara belajar Siswa Aktif. Bandung : Sinar Baru

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Suryosubroto, B. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka

Gambar

Gambar

Referensi

Dokumen terkait

” PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MERODA DALAM SENAM LANTAI PADA SISWA KELAS VIIIA SMP IT ASSAIDIYYAH AL QUDS KIRIG MEJOBO KUDUS TAHUN

diharapkan siswa dapat memahami dan melakukan gerakan guling belakang dengan benar sesuai dengan rangkaian gerakan guling belakang yang dapat dilihat pada media

Upaya Peningkatkan Hasil Belajar Senam Lantai Guling Ke Depan Melalui Penerapan Gaya Latihan Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2012/2013.. Penulis

Gerakan guling belakang adalah suatu rangkaian gerakan dari dalam senam lantai yang terdapat dalam materi pembelajaran Sekolah Menegah Kejuruan (SMK), siswa

dengan judul: “ Penerapan Ragam Alat Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Senam Lantai Guling Depan Pada Siswa Kelas IX C SMP Islam Diponegoro

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING DEPAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS X TKJ 1 SMK NEGERI 1 BANYUDONO TAHUN AJARAN

Pada hasil analisis secara keseluruhan, pendapat peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Ngaglik terhadap faktor-faktor pendukung pembelajaran senam lantai tahun ajaran

Hasil Ketuntasan Guling Belakang Berdasarkan gambar di atas dapat di dijelaskan bahwa, hasil unjuk kerja senam lantai guling belakang menunjukan bahwa siswa yang