1
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI TEHNIK DASAR GERAK MERODA MELALUI BANTUAN TEMAN PADA
SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BABALAN TAHUN AJARAN 2011/2012
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh AGUS RIDHA Nim.071266110008
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
iv
ABSTRAK
AGUS RIDHA. NIM 071266110008. Upaya Meningkatakan Hasil Belajar Senam Lantai Tehnik Dasar Gerak Meroda Melalui Bantuan Teman Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Babalan Tahun Ajaran 2011/2012. (Pembimbing : MULYADI)
Skripsi Medan : Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMED 2012.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar
gerak meroda dalam pembelajaran senam lantai melalui bantuan teman pada siswa kelas VIII
SMP Negeri 1 Babalan Tahun Ajaran 2011/2012.
Lokasi penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Babalan Tahhun Ajaran 2011/2012,
waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 22-1 Maret 2012 selama 2 minggu, populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Babalan dengan jumlah
siswa 280 orang sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII dengan jumlah 40
orang siswa (purposive sampling). Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan
PTK (Penelitian Tindakan Kelas).
Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran melalui bantuan teman berpengaruh
terhadap ketuntasan belajar siswa baik secara klasical dan individu, nilai rata-rata siswa pada
tes awal adalah 55, 67 dan nilai klasical 15,00% (Tidak Tuntas), pada tes siklus I nilai
rata-rata siswa pada tes awal meningkat menjadi 68,33 dan nilai klasikal 42,50 % (Tidak Tuntas),
dan pelaksanaan tes siklus II nilai rata-rata siswa telah mencapai 78,75 dengan ketuntasan
ix
DAFTAR TABEL
Tabel Hal
1. Rublik Penilaian Tes Hasil Belajar Siswa ... 35
2. Deskripsi nilai Senam Lantai Gerak Meroda ... 39
3. Data Hasil Tes Siklus I ... 45
4. Data Hasil Tes Siklus II ... 49
5. Nilai Rata-rata Tes Awal, Tes Siklus I, Tes siklus II... 52
6. Tes Pelaksanaan Gerakan Meroda ... 57
7. Diskripsi Data Mentah ... 65
8. Nilai Proses Hasil Belajar Senam Lantai Gerak Meroda Tes Awal.. 82
9. Paparan Nilai Proses Hasil Tes Awal ... 84
10.Nilai Proses Hasil Belajar Senam Lantai Gerak Meroda siklus I ... 86
11.Paparan Nilai Proses Hasil Siklus I ... 88
12.Nilai Proses Hasil Belajar Senam Lantai Gerak Meroda siklus II ... 90
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar Hal
1. Rangkaian Gerakan gerakan Meroda ... 18
2. Telapak Kaki dan Tangan ... 18
3. Tahap-Tahap Latihan Meroda... `18
4. Gerakan Meroda Melalui Bantuan Teman ... 20
5. Gerakan Latihan Meroda 1 ... 21
6. Gerakan Latihan Meroda 2 ... 22
7. Gerakan Latihan Meroda 3 ... 22
8. Gerakan Latihan Meroda 4 ... 23
9. Desain Penelitian Tindakan Kelas ... 31
10.Grafik Diskripsi Data Hasil Senam Lantai Gerak Meroda, Tes Awal, Siklus I, Silus II ... 40
11.Perbandingan Ketuntasan Pada Siklus I ... 45
12.Perbandingan Ketuntasan Pada Siklus II ... 49
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Hal
1. Tes Pelaksanaan Gerakan Meroda ... 56
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ... 57
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ... 60
4. Data Hasil Belajar Gerak Meroda Tes Awal... 64
5. Paparan Nilai Proses Hasil Tes Awal ... 66
6. Data Hasil Belajar Gerak Meroda Tes Siklus I ... 68
7. Paparan Nilai Proses Hasil Siklus I ... 70
8. Data Hasil Belajar Gerak Meroda Tes Siklus II... 72
9. Paparan Nilai Proses Hasil Siklus II ... 74
10.Dokumentasi ... 76
11.Lembar Penilaian Tes Awal ... 81
12.Lembar Penilaian Tes Siklus I ... 82
13.. Lembar Penilaian Tes Siklus II ... 83
14.Surat Keterengan Pembimbing skripsi ... 84
15.Surat Pengambilan Data Sementara ... 85
16.Surat Balasan Pengambilan Data Sementara ... 86
17.Undangan Ujian Seminar Proposal ... 87
18.Daftar Nilai Senam Lantai Gerak Meroda SMP Negeri 1 Babalan . 88 19.Surat Izin Penelitian ... 89
20.Surat Balasan Telah Melakukan Penelitian... 90
21.Surat Undangan Ujian Meja Hijau ... 90
1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan
aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal
fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah
kesatuan utuh, mahluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah
kualitas fisik dan mentalnya.
Pada kenyataannya, pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh
luas. Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. Lebih khusus lagi, penjas
berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainnya: hubungan
dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya. Fokusnya pada pengaruh
perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain dari
manusia itulah yang menjadikannya unik.
Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani yang berkepentingan
dengan perkembangan total manusia. Pendidikan jasmani diartikan dengan berbagai
ungkapan dan kalimat. Namun esensinya sama, yang jika disimpulkan bermakna jelas, bahwa
pendidikan jasmani memanfaatkan alat fisik untuk mengembangan keutuhan manusia. Dalam
kaitan ini diartikan bahwa melalui fisik, aspek mental dan emosional pun turut
terkembangkan, bahkan dengan penekanan yang cukup dalam. Berbeda dengan bidang lain,
misalnya pendidikan moral, yang penekanannya benar-benar pada perkembangan moral,
tetapi aspek fisik tidak turut terkembangkan, baik langsung maupun secara tidak langsung.
Karena hasil-hasil kependidikan dari pendidikan jasmani tidak hanya terbatas pada manfaat
penyempurnaan fisik atau tubuh semata, definisi penjas tidak hanya menunjuk pada
pengertian tradisional dari aktivitas fisik. Kita harus melihat istilah pendidikan jasmani pada
2
bidang yang lebih luas dan lebih abstrak, sebagai satu proses pembentukan kualitas pikiran
dan juga tubuh.
Pendidikan jasmani ini karenanya harus menyebabkan perbaikan dalam pikiran dan
tubuh yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan seharian seseorang. Didalam proses
pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan guru harus dapat mengajarakan
berbagai keterampilan gerak dasar, tehnik dan strategi permainan olahraga, internalisasi
nilai-nilai (sportifitas, jujur kerjasama, dan lain-lain) dari pembiasaan pola hidup sehat.
Pelaksanaan pengajaran penjas bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas
yang bersifat kajian teoritis melainkan melibatkan unsur fisik mental, intelektual, emosional
dan sosial. Aktiviatas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan
dikdakdik-metodik, sehingga aktiviatas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran.
Memelalui pendidikan jasmani diharapkan siswa dapat memperoleh berbagi pengalaman
untuk mengukapkan kesan pribadi yang menyenangkan, kreatif, inovatif, terampil,
meningkatkan dan memlihara kesegaran jasmani serta pemahaman terhadap gerak manusia.
Adanya ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA sangat membantu pengajaran pendidikan
jasmani dalam persiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan siswa. Adapun ruang
lingkup pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan meliputi aspek permainan dan olahraga,
aktifitas pengembangan, uji diri/senam , aktivitas ritmik, akuatik (aktifitas air) dan
pendidikan luar kelas. Sesuai dengan karakterristik siwa SMP usia 12-16 tahun kebanyak dari
mereka cenderung masih membutuhkan bantuan. Untuk itu guru harus memahami dan
memperhatikan karakterisri dan kebutuhan siswa.
Pada masa usia tersebut seluruh aspek perkembangan manusia baik itu kognitif,
psikomotorik dan afektif mengalami perubahan. Agar standar kompetensi pembelajaran
3
sebagaimana yang ada dalam kurikulum, maka guru pendidikan jasmani harus mampu
membuat pembelajaran yang efektif dan bervariasi . Untuk itu perlu pendekatan, variasi
maupun modifikasi dalam pembelajaran.
Setiap guru menginginkan proses pembelajaran yang dilaksanakannya berpariasi dan
berpusat pada siswa. Untuk itu seorang guru harus mampu merancang variasi pembelajaran
yang sesuai dengan menggunakan strategi dan metode pengajaran yang berpariasi sehingga
proses belajar mengajar lebih menarik dan tidak membosankan serta siswa termotivasi aktif
dalam proses belajar mengajar.
Keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar pada pembelajaran penjas dapat diukur
dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Keberhasilan itu dapat dilihat dari
tingkat pemahaman, penguasaan materi dan hasil belajar siswa. Semakin pemahaman,
penguasaan materi dan hasil belajar maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan
pembelajaran.
Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan diatas matras. Unsur-unsur
gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar, berputar diatas udara,
menumpu dengan tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang atau pada saat
meloncat kedepan atau kebelakang. Bentuk latihan merupakan gerakan dari senam perkakas
(alat). Pada dasarnya, bentuk-bentuk latihan bagi putra dan putri adalah sama, hanya untuk
putri banyak unsur gerak balet. Jenis senam juga disebut latihan bebas karena waktu
melakukan gerakan pesenam tidak mempergunakan suatu peralatan khusus.
Dalam pembelajaran penjas khususnya materi senam lantai gerak meroda,
kemampuan siswa-siswi dalam melakukan materi senam gerak meroda masih rendah.
Dengan sementara yang menyebabkan seperti ini adalah pemberian materi senam khususnya
4
sehingga sebagian siswa belum mengenal secara mendalam mengenai gerakan meroda.
Seluruh materi dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di sajikan
untuk membantu siswa agar memahami mengapa manusia bergerak dan bagaimana caranya
melakukan gerakan secara aman, efesien dan efektif. Hal ini disebabkan karena pemberian
materi senam lantai, guru hanya lebih dominan menyampaikan materi senam lantai dengan
metode yang sudah ada yaitu dengan metode ceramah dan komando. Hal ini menyebabkan
proses belajar mengajar senam lantai menjadi menoton, karena guru lebih terkesan banyak
berperan dalam pembelajaran sedangkan siswa lebih banyak mendengarkan dan meniru
gerakan yang diperagakan oleh guru penjas. Dimana situasi seperti ini kurang mendukung
atas kemampuan siswa terutama dalam memahami suatu materi pembelajaran senam lantai
khususnya materi gerak meroda.
Berdasarkan hasil pengamatan di SMP Negeri 1 babalan , dari hasil belajar gerak
meroda senam lantai ini, ternyata masih banyak siswa yang memperoleh nilai rendah. Dari 40
orang siswa kelas VIII, sebagian besar dari 34 orang siswa memiliki nilai dibawah KKM.
(70). Dan dari 6 orang siswa memiliki nilai rata-rata (KKM). Sedangkan untuk mencapai
ketuntasan klasical dalam satu kelas jika telah mencapai 85%.
Jadi untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan metode atau variasi yang cocok
disetiap pembelajaran. Salah satunya dalam olahraga senam lantai yaitu dengan
menggunakan bantuan teman. Penggunaan pendekatan ini akan lebih membantu siswa dalam
meningkatkan kemampuan gerak meroda karena dalam pembelajaran ini siswa diajarkan
untuk dapat mempraktekkan gerakan meroda melalui bantuan teman. Dengan melaksanakan
proses pembelajaran senam lantai melalui bantuan teman, diharapkan akan dapat memberikan
sesuatu pembaharuan dalam proses pembelajaran serta memungkinkan siswa untuk menjadi
lebih mudah, lebih cepat, lebih bermakna, efektif dan menyenangkan dalam mempelajari
5
Berdasarkan hasil obserpasi dan wawancara dengan guru penjas di SMP Negeri 1
Babalan mengenai hasil belajar siswa dalam pelajaran senam lantai, ternyata siswa belum
dapat melakukan gerakan senam lantai gerak meroda dengan baik. Masalah yang paling
mendasar dan sering terjadi adalah pada saat melakukan awalan dan sikap saat memutar
badan. Pada waktu melakukan awalan untuk meroda, siswa sering tidak mampu melakukan
awalan dengan benar sehingga pada saat melakukan meroda tidak semana mestinya gerakan
meroda. Hal ini gerakan meroda yang dilakukan tidak benar karena sikap meroda yang
dilakukan siswa menjadi tidak stabil.
Berdasarkam uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan
judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Senam Lantai Tehnik Dasar Gerak Meroda
Melalui Bantuan Teman Pada Siswa Kelas VIII di Smp Negeri 1 Babalan Tahun Ajaran 2011/2012”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka peneliti dapat
mengidentifikasikan beberapa masalah yang timbul antara lain: Bagaimanakah kemampuan
siswa melakukan gerakan meroda senam lantai siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Babalan
Tahun Ajaran 2011/2012? Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi siswa dalam
melakukan gerakan meroda senam lantai? Apakah bantuan teman perlu diberikan dalam
pelaksanaan gerakan meroda senam lantai? Seberapa besar minat siswa terhadap
pembelajaran senam lantai? Bagaimana pelaksanaan pembelajaran olahraga senam lantai di
6
C. Pembatasan Masalah
Dari beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasikan, maka peneliti membatasi
masalah penelitian ini mengenai Upaya meningkatkan hasil belajar gerak meroda dalam
pembelajaran senam lantai melalui bantuan teman pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1
Babalan Tahun Ajaran 2011/2012.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada pembatasan masalah, yang menjadi runusan masalah dalam
penelitian ini adalah Apakah melalui bantuan teman dapat meningkatan hasil belajar gerak
meroda senam lantai pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Babalan Tahun Ajaran 2011/2012.
E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang diharapkan dengan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui
apakah dengan bantuan teman dapat meningkatkan hasil belajar gerak meroda dalam
pembelajaran senam lantai pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Babalan Tahun Ajaran
2011/2012.
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1. Sebagai bahan pertimbangan untuk guru pendidikan jasmani dalam memperbaiaki
proses belajar mengajar senam lantai gerak meroda melalui bantuan teman.
2. Sebagai bahan masukan dalam mengatasi kesulitan dalam melakukan gerakan meroda
7
3. Sebagai bahan dalam menambah wawasan untuk meningkatkan mutu pembelajaran
senam lantai.
4. Sebagai bahan rujukan dan acuan untuk para peneliti-peneliti selanjutnya dalam
35 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Sebagai kesimpulan dalam penelitian ini adalah pembelajaran bahwa pembelajaran
melalui bantuan teman berpengaruh terhadap peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa, nilai
rata-rata siswa pada tes awal adalah 55.67 (Tidak Tuntas), pada tes siklus I nilai rata-rata
siswa pada tes awal telah meningkat menjadi 68,33 (Tidak Tuntas), dan pada pelaksanaan tes
silus II nilai rata-rata siswa telah mencapai rata-rata 78,75 (Tuntas).
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka peneliti menyarankan :
1. Agar guru pendidikan jasmani olahrga dan kesehatan lebih meningkatkan kualitas
pengajaran senam lantai gerakan meroda melalui penerapan pembelajaran melalui
bantuan teman.
2. Agar para guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di sekolah memperhatikan
dan mengembangkan tehnik pembelajaran melalui bantuan teman yang lebih efektif.
3. Dijadikan sebagai bahan rujukan bagi para peneliti selanjutnya dengan tema yang
54
DAFTAR PUSTAKA
Arma Abdullah. 2003. Dasar-dasar pendidikan Jasmani. Proyek Pembinaan dan
Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan Direktor Jenderal pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Arsyad Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada.
Arikuntao Suharsimi.2006 . prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Edisi
Revisi V
Arikunto Suharmi (2009). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi Rivisi. Penerbit
Bumi Aksara
Buku Pedoman Penulisan Skripsi FIK Unimed
Djamarah dan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.
Muhajir (2007). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.penerbit. PT. Ghalia
Indonesia printing.
Poerwadaminta (1986). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Penerbit Balai Pustaka.
Riduan (2004). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan Dan Peneliti Pemula.
Bandung. Penerbit Alfabeta
Roji (2007) pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. Penerbit. Erlangga
Sadiman Arief dkk.2006. media Pendidikan,Pengertian,Pengembangan dan
pemamfaatanya.Bandung .Penerbit Alfabeta.
Sedang Drs. Imam Hidayat dalam Penuntun Pelajaran Praktek senam, STO. Bandung,
Maret 1990
Sudjana (1989). Metode Statistia. Bandung. Penerbit Tarsito.
Sujana Nana (1989).Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Penerbit PT Remaja
Rosdakarya. Bandung
Sumanto dan Sukiyo.(1992). Senam. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
55
http://id.wikipedia.org/wiki/Senam_irama/2003-8