Tugas Teknologi Bahan Makanan
“Pembuatan Nata De Coco dari Sari
Kelapa”
Di Susun Oleh : Christha Aprilia Sudarto
(2009430048)
Universitas Muhammadiyah Jakarta Fakultas Teknik
Pendahuluan
Nata de coco berasal dari bahasa Spanyol yang berarti Nata adalah krim dan Coco adalah kelapa. Awalnya nata de coco dibuat di Filipina yang merupakan koloni bangsa Spanyol. Nata de coco sendiri adalah sejenis jeli yang terbuat dari air kelapa. Di Indonesia, nata de coco dikonsumsi sebagai bahan campuran beberapa resep minuman seperti es buah dan lainnya. Saat bulan Puasa tiba, nata de coco menjadi primadona sebagai campuran minuman berbuka. Pembuatan nata de coco menggunakan bahan baku air kelapa yang difermentasi dengan sejenis bakteri.
Nata de coco adalah salah satu dari beberapa potensi air kelapa yang banyak dikembangkan di Indonesia. Nata de coco adalah hasil proses fermentasi air kelapa
Pada Nata de Coco terdapat Selulosa mikrobial yaitu senyawa kimia organik yang diproduksi oleh mikroorganisme tertentu, pada umumnya adalah bakteri. Bakteri yang paling terkenal produktivitasnya adalah Acetobacter xyllinum. Bakteri ini tumbuh secara alami pada limbah air kelapa, sari bunga, madu, dan kulit luar buah-buahan seperti nenas matang. Selain memproduksi nata, Acetobacter xyllinum juga memiliki kemampuan mengubah etanol menjadi asam asetat (cuka).
Alat dan Bahan
d. Asam Cuka / Asam Asetat
e. Bibit Nata De Coco / Sari Kelapa
Langkah kerja pembuatan Nata de Coco
1. Air kelapa mentah di saring, dan di masukkan ke dalam dandang / panci ukuran 5 liter/20 liter di masak sampai mendidih 100 derajat celcius, setelah mendidih masukkan gula pasir, untuk dandang/panci 5 liter gula 250 gr, za 0,5 gr, cuka biang 50 cc dan untuk dandang 20 liter x 4 dari dandang/panci 5 liter.
3. Baki plastik ditutup dengan menggunakan koran dan pastikan koran pun dalam kondisi steril dari bakteri yang akan mengganggu pertumbuhan nata de coco/sari kelapa, koran harus dijemur dipanas matahari.
4. Baki-baki ditutup rapat dan disusun di atas rak baki secara rapi dan ditiriskan sampai dingin untuk diberi bibit nata de coco.
5. Pembibitan dilakukan pada pagi hari sekitar jam 5.30-6.30, hasil pembibitan ditutup kembali.
6. Baki hasil pembibitan tidak boleh terganggu apapun, tidak digoyang-goyang, bila ingin melihat hasil nata de koko bisa dilihat pada hari.
7. Baki hasil pembibitan di biarkan selama satu minggu.
8. Pada hari ke -7 pembibitan sudah bisa di buka tandanya sudah panen dan sudah dapat di gunakan sebagai bahan pembuatan nata de coco.
Ciri – ciri Nata de Coco yang baik
Kesimpulan
Selain banyak diminati karena rasanya yang enak dan kaya serat, pembuatan nata de coco pun tidak sulit dan biaya yang dibutuhkan tidak banyak sehingga dapat sebagai alternatif usaha yang dapat memberikan keuntungan. Produk ini banyak digunakan sebagai pencampur es krim, coktail buah, sirup, dan makanan ringan lainnya dan sering digunakan sebagai menu buffe catering.
Acetobacter xylinum dalam pertumbuhan dan aktivitasnya membentuk nata memerlukan suatu media yang tepat sehingga produksi nata yang dihasilkan dapat secara optimal. Sebagai media dalam pembentukan nata media yang digunakan haruslah memiliki kandungan komponen-komponen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme yang dalam hal ini yaitu acetobacter xylinum . Komponen media nata yang dibutuhkan sebagai syarat media nata antara lain memiliki sumber karbon dapat berupa gula, sumber nitrogen dapat berupa penambahan urea atau ZA, mineral dan vitamin yang mendukung pertumbuhan bakteri acetobacter xylinum. Asam sitrat atau asam asetat untuk penyedia kondisi asam yang diharapkan bakteri acetobagterxylinum.
Manfaat Nata de Coco
Nata de coco dapat dipakai sebagai sumber makan rendah energi untuk keperluan diet. Nata de coco juga mengandung serat (dietary fiber) yang sangat dibutuhkan tubuh dalam proses fisiologi. Konon, produk ini dapat membantu penderita diabetes, menganduk banyak serat sehingga dapat memperlancar proses pencernaan dalam tubuh, dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol.
Kandungan nutrisi
Peningkatan Mutu Bahan dan Alat
Selama proses produksi kebersihan alat-alat dan bahan yang digunakan harus diperhatikan, karena sangat memengaruhi kualitas nata yang dihasilkan. Alat-alat dan bahan yang tidak bersih bahkan dapat menggagalkan proses pembuatan nata. Misalnya, nata tetap mencair dan tidak membentuk lembaran. Bahan dalam pembuatan Nata de Coco sebaiknya menggunankan air kelapa yang matang.tidak muda dan tidak terlalu tua untuk dapat menghasilkan Nata de Coco dengan hasil yang sempurna.
Tips Memilih dan Mengkonsumsi Produk Nata De Coco
1. Sebaiknya pilihlah produk-produk yang telah memiliki ijin resmi dari Dinkes dan/atau Badan Pengawas Obat dan Makanan.
2. Warna nata de coco tidak bisa dijadikan standar aman atau tidak, karena banyak faktor-faaktor yang menentukan putih atau tidaknya nata, misalnya jenis starter, jenis media, dan jumlah suplemen yang ditambahkan saat produksi nata de coco tersebut.
3. Khusus untuk produk yang tidak berlabel/resmi, seandainya memiliki keraguan yang kuat, sebaiknya tidak usah dikonsumsi. Demikian juga di cafe atau restoran. 4. Cara yang paling efektif untuk meminimalisir jumlah pengawet dan pemanis
buatan nata de coco adalah dengan membuang airnya, dan mencampurnya dengan larutan gula dan sirup dengan rasa sesuai selera.