• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penaruh modal kerja dan perputaran persediaan terhadap laba bersih : (studi kasus pada PT.Golden Energi Mines Tbk yang terdaftar di BEI Periode 2008-20120

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penaruh modal kerja dan perputaran persediaan terhadap laba bersih : (studi kasus pada PT.Golden Energi Mines Tbk yang terdaftar di BEI Periode 2008-20120"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

146

RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi :

Nama : Rizqi Hakimi S

Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 30 Maret 1991

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia

Alamat : Margahayu Raya JL. Saturnus Selatan VI No 15, Bandung

Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan :

TAHUN PENDIDIKAN TEMPAT

1995 - 1997 TK Aisiyah Bandung

1997 - 2003 SDN Margahayu Raya Bandung

2003 - 2006 SMPN 28 Bandung Bandung

2006 - 2009 SMAN 11 Bandung Bandung

(5)

PENGARUH MODAL KERJA DAN PERPUTARAN

PERSEDIAAN TERHADAP LABA

(Studi Kasus Pada Perusahaan PT.Golden Energy Mines Tbk)

The Influence Of Working Capital And Inventory Turnover On Profit

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan Jenjang S1 Program Studi Akuntansi

Dosen pembimbing: Wati Aris Astuti SE.,M.Si

Oleh : Rizqi Hakimi S

21109080

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(6)

i

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunai-Nya sehinga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. Usulan penelitian dengan judul “Pengaruh Modal Kerja Dan Perputaran Persediaan Terhadap Laba (Studi Pada PT. Golden Energy Tbk) ” ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Usulan Penelitian Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung.

Selama menyusun usulan penelitian ini, penulis banyak mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak baik moril maupun materiil. Untuk itu penulis hanya dapat menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Dr. Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc., selaku Rektor Universitas Komputer

Indonesia.

2. Dr. Dedi Sulistyo, S.T.,M.T, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.

3. Dr. Surtikanti, SE., M.Si, Ak selaku Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.

(7)

ii

waktu, tenaga dan pikiran dalam membimbing penulis selama proses penyelesaian usulan penelitian ini.

5. Lilis Puspitawati, SE., M.Si. Ak selaku Dosen Wali yang telah banyak memberikan pengarahan kepada penulis.

7. Seluruh Staff Dosen dan Sekretariat Program Studi Akuntansi Univesitas Komputer Indonesia.

8. Kedua Orang tua tercinta. yang selalu memberikan doa, kasih sayang, semangat dan pengorbanan tak terhingga baik secara moril maupun materil.

9. Teman-teman kelas AK 2 dan mahasiswa akuntansi unikom yang selalu memberikan dukungan dalam segala hal, terima kasih atas kebersamaanya selama ini.

Semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak dan semoga seluruh amal baik yang telah diberikan kepada penulis, mendapat ridho dari Allah SWT, Amin.

Bandung, Maret 2013 Penulis

(8)

v DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

SURAT PERNYATAAN

MOTTO

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1

1.2 Identifikasi Dan Rumusan Masalah ... 11

1.2.1 Identifikasi Masalah ... 11

1.2.2 Rumusan Masalah ... 12

1.3 Maksud Dan Tujuan Penelitian ... 13

1.3.1 Maksud Penelitian ... 13

1.3.2 Tujuan Penelitan ... 13

1.4 Kegunaan Penelitian ... 13

1.4.1 Kegunaan Praktis ... 13

1.4.2 Kegunaan Akademis ... 14

(9)

vi

1.5.1 Lokasi Penelitian ... 14

1.5.2 Waktu Penelitian ... 15

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 16 2.1 Kajian Pustaka ... 16

2.1.1 Laporan keuangan ... 16

2.1.1.1 Pengertian Laporan Keuangan ... 17

2.1.1.2 Tujuan Laporan Keuangan ... 17

2.1.1.3 Jenis-jenis Laporan Keuangan ... 19

2.1.1.3.1 Neraca ... 20

2.1.1.3.2 Laporan Laba Rugi ... 23

2.1.1.3.2.1 Laporan Laba Rugi Pada Perusahaan Industri ... 24

2.1.1.3.2.2 Harga Pokok Produksi ... 27

2.1.1.3.3 Laporan Perubahan Modal ... 28

2.1.1.3.4 Laporan Arus Kas ... 29

2.1.2 Modal Kerja ... 30

2.1.2.1 Pengertian Modal Kerja ... 30

2.1.2.2 Konsep Modal Kerja ... 31

2.1.2.3 Manfaat Modal Kerja ... 32

2.1.2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Modal Kerja ... 33

(10)

vii

2.1.2.6 Jenis-jenis Modal Kerja ... 36

2.1.2.7 Unsur-unsur Modal Kerja ... 37

2.1.3 Pengertian Perputaran Persediaan ... 38

2.1.3.1 Pengertian Persediaan ... 38

2.1.3.2 Faktor-faktor Yang Menentukan Persediaan ... 40

2.1.3.3 Pengertian Perputaran Persediaan ... 41

2.1.3.4 Jenis dan Macam Persediaan ... 43

2.1.4 Laba ... 46

2.1.4.1 Pengertian Laba ... 46

2.1.4.2 Jenis-jenis Laba ... 47

2.1.4.3 Tujuan Penggunaan Laba ... 47

2.1.4.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laba ... 48

2.1.4.5 Laba Bersih ... 48

2.1.4.6 Unsur-unsur Laba Bersih Perusahaan Industri ... 49

2.1.5 Keterkaitan Antar Variabel ... 50

2.1.5.1 Hubungan Modal Kerja dengan Perputaran Persediaan ... 50

2.1.5.2 Pengaruh Modal Kerja Terhadap Laba ... 51

2.1.5.3 Pengaruh Perputaran Persediaan Terhadap Laba ... 52

2.2 Kerangka Pemikiran ... 53

2.2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu ... 56

(11)

viii

BAB III OBJEK DAN METODE PENEITIAN ... 67

3.1 Objek Penelitian ... 67

3.2 Metode Penelitian ... 67

3.2.1 Desain penelitian ... 68

3.2.2 Operasionalisasi Variabel ... 72

3.3 Sumber Data ... 75

3.4 Alat Ukur Penelitian ... 75

3.5 Populasi Dan Penarikan Sampel ... 76

3.5.1 Populasi ... 76

3.5.2 Sampel ... 77

3.7 Metode Pengumpulan Data ... 78

3.8 Metode Pengujian Data ... 79

3.8.1 Rancangan Analisis ... 79

3.8.2 Pengujian Hipotesis ... 85

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 88

4.1 Hasil Penelitian ... 88

4.1.1 Gambaran Umum Unit Observasi ... 88

4.1.1.1 Sejarah Perusahaan Sub Sektor Perkebunan ... 88

4.1.1.2 Struktur Organisasi Perusahaan ... 89

4.1.1.3 Deskripsi Jabatan ... 90

4.1.1.4 Aspek Kegiatan ... 96

(12)

ix

4.1.2.1 Perkembangan Modal Kerja Pada PT. Golden Energy Mines Tbk ... 97 4.1.2.2 Perkembangan Perputaran Persediaan Pada PT. Golden

Energy Mines Tbk ... 101 4.1.2.3 Perkembangan Laba Pada PT. Golden Energy Mines Tbk .. 104 4.1.3 Analisis Verifikatif ... 108

4.1.3.1 Hasil Analisis Jalur ... 108 4.1.3.2 Pengujian Jalur Pada Sub Struktur Pertama Pengaruh

Modal Kerja Terhadap Perputaran Persediaan ... 111 4.1.3.3 Pengujian Jalur Pada Sub Struktur Kedua Pengaruh Modal

Kerja dan Perputaran Persediaan Terhadap Laba ... 115 4.2 Pembahasan ... 120 4.2.1 Pengaruh Modal Kerja Terhadap Perputaran Persediaan Pada

PT. Golden Energy Mines Tbk ... 120 4.2.2 Pengaruh Modal Kerja Terhadap Laba Pada PT. Golden Energy

Mines Tbk ... 122 4.2.3 Pengaruh Perputaran Persediaan Terhadap Laba Pada PT.

Golden Energy Mines Tbk ... 124 4.2.4 Pengaruh Modal Kerja dan Perputaran Persediaan Terhadap

Laba Pada PT. Golden Energy Mines Tbk... 125

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 127

(13)

x

5.2 SARAN ... 129

DAFTAR PUSTAKA ... 129

LAMPIRAN ... 133

(14)

95

DAFTAR PUSTAKA

Adler Haymans Manurung. 2012. Reksa Dana Investasiku, Jakarta : Penerbit Buku Kompas (PBK).

Agus Sartono. 2008. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Yogyakarta: BPFE. Akbar, M., &Baig, H. H. Summer 2010.Reaction of Stock Prices to Dividend

Announcements and Market Efficiency in Pakistan. The Lahore Journal of Economics , 15 (1), 103-125.

Ali kesuma.2009. Analisis Faktor yang mempengaruhi Struktur Modal serta Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Perusahaan Real Estate yang Go Public, Juma Manajemen dan Kewirausahaan.

Amadasu, David Evbayowieru. 2011. Dividend Is Relevant: A Restatement.

AndiSupangat. 2007. Statistika dalam Kajian Deskriftif, Inferensi dan Nonparametrik, Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti. 2003. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia, Jakarta : Mediasoft Indonesia.

Arifin, Zaenal. 2005. Teori Keuangan dan Pasar Modal, Ekonisia : Yogyakarta. Arikunto, S., 2009.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi 6.

Jakarta : Rineka Cipta.

Azhar Susanto. 2002. Sistem Informasi Manajemen, Edisi 2, Lingga Jaya : Bandung. Bambang Riyanto. 2008. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Yogyakarta :

GPFE.

Brotodiharjo, R.S. 2003. Pengantar ilmu hukum pajak, Bandung: Penerbit Refika Aditama.

Dermawan Sjahrijal. 2007. Manajemen Keuangan. Mitra Wacana Media : Jakarta. Erhijakpo A.E.O and Ogunrin, F.O (2006).“Dividend Policy and Share Price

(15)

96

Foong, S. S., Zakaria, N. B. and Tan, H. B. (2007). Firm Performance and Dividend-Related Factors: The Case ofMalaysia, Labuan Bulletin of International Business & Finance. Vol. 5, 97-111.

Hartono, Jogiyanto. 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi edisi kelima. BPFE, Yogyakarta.

Husein Umar. 2005. “Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis”, Jakarta :

PT. Raja Grafindo Persada.

Husnan, Suad. 2004. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas,

Yogyakarta : UPP AMP YKPN.

I Made Sudana. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan: Teori dan Praktek, Penerbit Erlangga: Jakarta.

Ituriaga, F J.L danSanz, J.A.R, 2000.Ownership Structure, Corporate Value and Firm Investment: A Spanish Firms Simultaneous Equatio Analysis. Working Paper Universidad de Valladolid.

Jogiyanto HM. 2000.Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan terstruktur teori dan praktis aplikasi bisnis. Andi : Yogyakarta.

Jonathan, Sarwono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Yogyakarta : Graha Ilmu.

Judisseno, Rimsky K. 2005. Pajak & Strategi Bisnis, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Kanwal Iqbal Khan, Muhammad Aamir, Arslan Qayyum, Adeel Nasir dan Maryam Iqbal Khan. 2011. Can Dividend Decisions Affect the Stock Prices: A Case of Dividend Paying Companies of KSE.

L.Thian Hin. 2008. Panduan Berinvestasi Saham Edisi Terkini, Jakarta : Elex Media Komputindo.

Mahmud M. Hanafi, Abdul halim ,Hanafi, Abdul Halim. 2005Analisa laporan Keuangan: Analysis of Financial Statements: Edisi Revisi , UPP AMP Revised edition, UPP AMP YKPN , Yogyakarta.

Mardiasmo. 2003. Perpajakan edisi revisi, Yogyakarta : Andi.

(16)

97

Mashuri, Ilham. 2008. Penentuan Tajuk dan Klasifikasi.

Matthias A. Nnadi dan Meg Akpomi. 2008. The Effect of Taxes on Dividend Policy of Banks in Nigeria.

MohamadNazir. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.

NnadiA, Akpomi M. 2008. The effect of Taxes on dividend policy of banks in Nigeria. Int. Res. J. Finance. Econ., 19: 48-55.

P. S. Nirmala, P. S. Sanju and M. Ramachandran. 2011. Determinants of Share Prices in India.

Samuel Kwaku Agyei dan Edward Marfo-Yiadom. 2011. Dividend Policy and Bank Performance in Ghana.

Siti Kurnia Rahayu. 2010. Perpajakan Indonesia Konsep & Aspek Formal, Edisi Pertama, Yogyakarta ; Graha Ilmu.

Siti Resmi. 2011. Perpajakan Teori dan Kasus, Edisi Enam, Jakarta : Salemba Empat.

Soemarso. 2002. “Statu Introduction to Accounting”. Buku satu. Edisi lima. Jakarta : Salemba empat.

Sudjana, Nana. (2010). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta.

Suwaldimandan Ahmad Aziz. 2006. “Pengaruh Insider Ownership dan Risiko Pasar Terhadap Kebijakan Dividen”,Jurnal Kajian Bisnis dan Manajemen.

Travlos, N., Trigeorgis, L., &Vafeas, N. 2001. Shareholder Wealth Effects of Dividend Policy Changes in an Emerging Stock Market: The Case of Cyprus. Multinational Finance Journal, 5 (2), 87-112.

Umi Narimawati. 2010. Penulisan Karya Ilmiah, Jakarta: Penerbit Genesis.

(17)

98

Hari wahyudiono. 2011. Pengertian Pembelajaran Berbantuan Komputer.

http:blog.um.ac.id.

Waluyo dan WirawanB.Ilyas 2007. Perpajakan Indonesia, Edisi ke 7, Salemba Empat : Jakarta.

Warsono. 2003. Manajemen Keuangan Perusahaan, Edisi tiga, Jilid satu, Malang : Bayu Media Publishing.

Weston J.Fred dan Eugene F. Bringham. 2001. Dasar-dasar manajemen keuangan,

Erlangga : Jakarta.

Zeeshan Hamid, Ch Asad Hanif, Shahzada Saif-Ul-Malook and Wasimullah. 2012.

(18)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Perusahaan merupakan salah satu sarana yang dapat menunjang program pemerintah di berbagai sektor perekonomian, seiring dengan perkembangan dunia usaha yang semakin pesat ini akan membawa dampak persaingan perdagangan yang ketat, terutama pada perusahaan sejenis. Dengan demikian perusahaan dituntut bekerja lebih efisien supaya dapat tetap bertahan dalam bidangnya masing-masing.(Agus Suseno,2009)

Dilihat dari segi globalisasi persaingan lebih tajam karena untuk masuk ke dalam pasar global, banyak faktor-faktor yang harus ditingkatkan dan diperbaiki. Faktor-faktor tersebut adalah kualitas, ketepatan waktu, dan tentu saja modal. Persaingan global yang dihadapi perusahaan tersebut memaksa para manajemen perusahaan untuk mengambil keputusan yang berkualitas berdasarkan fakta-fakta. Tujuan perusahaan walaupun yang satu dengan yang lainnya belum tentu sama, tetapi pada umumnya tujuan perusahaan terutama adalah memperoleh laba yang sebesar-besarnya untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan. (Agus Suseno,2009)

(19)

P e n d a h u l u a n | 2

dan mengendalikan 2 faktor penentu laba yaitu(1) pendapatan (2) biaya. ( Ellys Delfrina Sipangkar,2008)

Penentuan target laba sangat penting agar para manajemen perusahaan termotivasi untuk bekerja secara maksimal dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Pencapaian target minimal yang dibutuhkan sudah merupakan prestasi tersendiri bagi mereka, apalagi mampu melampaui target yang telah ditetapkan. Sebaliknya jika target tidak tercapai hal ini merupakan kesalahan yang harus dicari jalan keluarnya. Lebih dari itu, pencapaian target laba merupakan ukuran karier pihak manajemen kedepannya. (Kasmir,2012)

Bagi perusahaan yang berorientasi laba, pasti akan selalu berusaha untuk meningkatkan laba yang diperolehnya, segala macam cara akan ditempuh untuk mendapatkan laba yang lebih besar. Misalnya dengan meningkatkan volume penjualan, memperluas pangsa pasar, meningkatkan kinerja karyawan dan mengefisiensikan segala sumber daya yang dimiliki serta menekan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk yang dijual tersebut. Tentunya dengan mutu yang berkualitas, dengan biaya yang efektif dan seefisien mungkin, sehingga biaya produksi dapat terkendalikan. (Zose Rizal Sipayung,2009)

(20)

P e n d a h u l u a n | 3

perusahaan tertanam dalam modal kerja (working capital). Sehingga masalah modal kerja merupakan suatu hal penting yang memerlukan perhatian besar dan tindakan hati-hati dalam pengelolaannya, hal ini dikarenakan beberapa alasan yaitu: pertama, tanpa modal kerja perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan operasional sehari-hari. (Praseska, 2010)

Laba yang diperoleh perusahaan akan digunakan untuk berbagai kepentingan oleh pemilik dan manajemen. Laba akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan pemilik dan karyawan atas jasa yang diperolehnya. Laba juga digunakan sebagai penambah modal dalam rangka meningkatkan produksi atau untuk melakukan perluasan pemasaran ke berbagai wilayah. (Kasmir,2012)

Seiring dengan perkembangan teknologi dan semakin jauhnya spesialisasi dalam perusahaan serta juga semakin banyaknya perusahaan-perusahaan kecil yang berkembang menjadi perusahaan besar, dan berhasil memasuki pasar internasional. Maka factor produksi, modal mempunyai arti yang sangat penting dalam proses produksi tersebut. Perputaran dalam perusahaan tidak akan terjadi tanpa adanya modal. (AnangSupriyadi, 2008)

(21)

P e n d a h u l u a n | 4

modal yang digunakan untuk pembiayaan jangka pendek, seperti pembelian bahan baku, membayar gaji pegawai, dan biaya operasional lainnya. (Kasmir,2012)

Modal kerja akan menguntungkan perusahaan dan memungkinkan perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan efektif, sehingga perusahaan tidak mengalami kesulitan-kesulitan dalam menjalankan usahanya. Salah satu tujuan didirikan perusahaan adalah untuk mencapai penjualan yang tinggi dengan tingkat keuntungan yang semakin meningkat sehingga perusahaan dapat menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Jumlah keuntungan yang diperoleh secara teratur merupakan faktor penting dalam menilai profitabilitas, dimana profitabilitas itu sendiri merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas sebagai kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan,total aktiva maupun modal sendiri sering digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal dalam perusahaan dengan membandingkan antara laba dengan modal yang digunakan dalam operasinya. (Ari Fatmawati, 2010)

(22)

P e n d a h u l u a n | 5

seluruh kewajiban jatuh tempo dari perusahaan. Kedua hal ini, baik kemampulabaan (profitability) maupun likuiditas (liquidity), berhubungan erat dengan kontinuitas pertumbuhan serta reputasi atau nama baik perusahaan. Efisiensi dikaitkan dengan kemampuan modal kerja dalam menghasilkan penjualan. Bertambah tinggi hasil penjualan yang dapat diwujudkan oleh modal kerja maka bertambah tinggi perputaran modal kerja dan bertambah efisien pengelolaan modal kerja. (Hadi Darma Endang, 2005)

Pada dasarnya modal kerja berbeda dengan aktiva tetap, hanya pada waktu yang diperlukan untuk meperbaharui aktiva tersebut dengan kata lain, aktiva tetap akan memerlukan waktu lebih dari satu periode atau satu tahun. Sedangkan investasi modal kerja biasanya berputar kurang dari satu tahun. Siklus operasi perusahaan terdiri dari tiga kegiatan yaitu : pengadaan bahan,proses pruduksi dan distribusi (penjualan). Aliran kas dalam kegiatan ini sering tidak singkron, sering pengeluaran kas dilakukan jauh-jauh sebelum penerimaan kas, disamping itu juga penjualan dan biaya yang harus dikeluarkan sering kali tidak pasti. Oleh karena itu perusahaan membutuhkan untuk menjaga modal kerja yang cukup. Karena apabila perusahaan kekurangan modal kerja untuk memperluas penjualan dan meningkatkan produksinya, maka besar kemungkinan akan kehilangan pendapatan dan keuntungannya.(Agus sartono, 2008)

(23)

P e n d a h u l u a n | 6

tinggi dengan ekspansi atau perluasan usaha. (Agus Indriyo Gitosudarmo dan Basri , 2008)

Dengan modal kerja yang memadai, sebuah perusahaan akan mampu membayar seluruh kewajiban jangka pendeknya,memiliki cadangan yang cukup untuk menghindari kekurangan persediaan. (Handono Mardiyanto, 2009)

Persediaan pada umumnya merupakan salah satu jenis aktiva lancar yang jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Hal ini mudah diapahami karena persediaan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan operasi peusahaan. Sifat dan wujud persediaan sangat bervariasi tergantung pada sifat,jenis, dan bidang usaha perusahaan itu sendiri. Dengan persediaan yang cukup perusahaan dapat memenuhi pesanan dengan cepat. Namun demikian persediaan yang besar itu juga membawa konsekuensi berupa biaya yang timbul untuk mempertahankan persediaan itu. Selain itu bahaya yang mungkin timbul adalah keusangan atas keusangan persediaan. Seperti halnya piutang, maka besarnya persediaan juga dapat di tingkatkan sepanjang ada penghematan bersih dengan tambahan persediaan. Keseimbangan antara penghematan dan biaya yang timbul sangat tergantung atas tambahan biaya simpan dan pengendalian persediaan yang efisien. (Agus sartono, 2008)

(24)

P e n d a h u l u a n | 7

terjadi kehilangan bahan/barang dipasaran dalam kejadian yang bersifat diluar diluar perhitungan seperti bencana alam,gagal panen, dan keamanan serta kejadian lainnya. Maka ini bisa menyebabkan perusahaan terganggu aktivitas produksinya dan lebih jauh berpengaruh pada sisi penjualan serta perolehan keuntungan.maka pihak manajemen produksi dituntut untuk lebih menjaga keseimbangan dengan baik yaitu dengan memahami kondisi pasar saat ini dan yang akan datang. ( Irham Fahmi , 2012)

Perputaran persediaan merupak rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam persediaan ini berputar dalam satu periode. Rendahnya perputaran berarti menunjukkan banyak kapital/modal kerja yang mati/berhenti di barang persediaan tersebut. Jika kita bisa menjual barang persediaan tersebut dengan cepat, maka hal ini akan memperbaiki keuntungan perusahaan. (Michell Suhardi , 2006)

Krisis keuangan global yang telah mengubah tatanan perekonomian dunia. Krisis global yang berawal dari Amerika Serikat pada tahun 2007 berdampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia yang mulai merasakan dampaknya pada akhir tahun 2008. Perkembangan kondisi perekonomian global sekarang ini terus mewarnai dinamika yang terjadi pada perekonomian domestik. Indikator kinerja keuangan global yang sekarang ini lebih banyak didukung oleh faktor sentimen dan belum terefleksikan pada membaiknya perekonomian global. (www.bi.go.id)

(25)

P e n d a h u l u a n | 8

lainnya. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan harga BBM yang tidak bersubsidi akan membawa dampak negatif terhadap kinerja sektor manufaktur seperti garmen, tekstil, sepatu, makanan dan elektronik yang tumbuh hanya 7% dibandingkan dengan pertumbuhan pada masa lalu sebelum krisis.(Armida S Alitjahbana,2008)

Akibat krisis global yang berkepanjangan inilah banyak perusahaan industri yang harus meningkatkan modal kerja yang dimiliki nya untuk meningkatkan aktivitas perusahaan tentunya dalam menjaga kelangsungan barang produksinya. Namun akibat krisis global ini peningkatan modal kerja tidak sesuai dengan laba yang diharapkan oleh perusahaan karna seluruh bahan baku produksi mengalami peningkatan harga. Sehingga modal kerja yang dikeluarkan perusahaan yang bertujuan untuk menjaga kesetabilan persediaan barang di gudang lebih tinggi dari sebelumnya sedangkan laba yang di dapat oleh perusahaan menurun dari tahun sebelumnya.

Seiring dengan perkembangan dunia industri yang kini semakin pesat dan maju, pertambangan adalah salah satu industri yang bergengsi dan memiliki banyak peminat untuk mengawali industri ini. Salah satu industi yang bergerak dalam bidang industri pertambangan dan batubara adalah PT. Global Energy Mines Tbk. Perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan baru bara ini yang akan mendukung kegiatan usaha perseroan dalam melaksanakan aktivitas perdagangan.

(26)

P e n d a h u l u a n | 9

Indonesia ini mengalami peningkatan dan penurunan dalam laba perusahaan (Widi Agustian, 2012).

Tabel 1.1 menggambarkan perubahan Modal Kerja dan Penyusutan yang diikuti perubahan LabaPT Golden Energy Mines Tbk. sejak tahun 2008 hingga 2012.

Tabel 1.1

Modal Kerja, Perputaramn Persediaan dan Laba PT. Golden Energy Mines Tbk. Tahun 2008 – 2012

Tahun Modal Kerja (Dalam Jutaan Rupiah)

Perputaran Persediaan (kali)

Laba Bersih ( Dalam Jutaan Rupiah)

2008 8.813 11,8 14.245

2009 26.328 24,08 3.721

2010 305.026 21,55 33.961

2011 2.022.197 27,63 301.659

2012 1.289.825 32,24 178.934

Sumber : data yang diolah

Dari data diatas pada tabel 1.1 dapat terlihat bahwa pada tahun 2009 Modal kerja mengalami peningkatan menjadi 26.328 yang menandakan bahwa akan semakin banyak pula Laba yang akan di peroleh. Namun laba pada tahun tersebut mengalami penururnan. Hal itu pun merupakan tahun yang kontradiktif dengan modal kerja yang dikeluarkan oleh perusahaan. karena fakta yang terjadi ini tidak sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh kasmir (2012) yang mengatakan bahwa pemenuhan modal kerja maka akan berdampak pada kenaikan laba yang akan didapat. Artinya jika modal kerja naik maka laba perusahaan pun akan naik.

(27)

P e n d a h u l u a n | 10

penjualan meningkat sebesar 35 persen. Namun perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih dibandingkan tahun lalu.” Dengan meningkatnya penjualan ini berarti menandakan perputaran persediaan perusahaan tinggi. Namun pada tahun ini laba perusahaan menurun.

Hal ini tidak sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Michell Suhardi (2006:303) yang menyatakan bahwa rendahnya perputaran berarti menunjukkan banyak kapital/modal kerja yang mati/berhenti di barang persediaan tersebut. Jika kita bisa menjual barang persediaan tersebut dengan cepat, maka hal ini akan memperbaiki keuntungan perusahaan.

Inventory sebagai elemen utama dari modal kerja, dan merupakan aktiva yang selalu berputar dan terus menerus mengalami perubahan. Tingkat perputaran persediaan barang disebut juga inventory turnover. Tinggi rendahnya perputaran persediaan mempunyai pengaruh langsung terhadap besar kecilnya modal kerja perusahaan. Keterkaitan hubungan yang erat antara modal kerja dan perputaran persediaan terlihat pada fenomena diatas. Yang dimana kenaikan produksi tentunya akan membutuhkan modal kerja yang tinggi. Selain itu peningkatan penjualan pun menandakan terjadi nya perputaran persediaan yang tinggi.

(28)

P e n d a h u l u a n | 11

karena fakta yang terjadi ini tidak sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Handono Mardiyanto (2009) Rendahnya perputaran berarti menunjukkan banyak kapital/modal kerja yang mati/berhenti di barang persediaan tersebut. Dengan modal kerja yang memadai, sebuah perusahaan akan mampu membayar seluruh kewajiban jangka pendeknya, memiliki cadangan yang cukup untuk menghindari kekurangan persediaan. Yang berarti ketika perusahaan memiliki modal kerja yang memadau perusahaan dapat meningkatkan persediaan sehingga perusahaan dapat menghindari kekurangan persediaan dan ketika persediaan ini tersedia banyak, perusahaan akan mampu meningkatkan perputaran persediaannya.

Berdasarkan gambaran tersebut peneliti tertarik untuk meneliti mengenai

“PENGARUH MODAL KERJA DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN

TERHADAP LABA “ (Studi Kasus Pada PT. Golden Energy Mines Tbk).

1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah

1.2.1 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka identifikasi masalah penelitian ini adalah :

1. Modal kerja memiliki pengaruh terhadap laba. yang dimana ketika modal kerja naik maka laba pun akan naik. Namun laba mengalami penurunan sedangkan perusahaan berhasil meningkatkan modal kerja lebih tinggi. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang ada.

(29)

P e n d a h u l u a n | 12

menurun. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang ada yang dimana ketika perputaran persediaan meningkat maka laba pun akan meningkat.

3. Keterkaitan hubungan yang erat antara modal kerja dan perputaran persediaan terlihat pada fenomena diatas. Yang dimana kenaikan produksi tentunya akan membutuhkan modal kerja yang tinggi. Selain itu peningkatan penjualan pun menandakan terjadi nya perputaran persediaan yang tinggi. Dari fenomena diatas maka dapat disimpulkan adanya hubungan antara modal kerja dengan perputaran persediaan perusahaan

1.2.2 Rumusan Masalah

Sesuai dengan identifikasi masalah yang ditemukakan di atas, maka Penulis mencoba merumuskan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Seberapa besar pengaruh modal kerja terhadap perputaran persediaan pada PT. Golden Energy Mines Tbk.

2. Seberapa besar pengaruh modal kerja terhadap laba pada PT. Golden Energy Mines Tbk.

3. Seberapa besar pengaruh perputaran persediaan terhadap laba pada PT. Golden Energy Mines Tbk.

(30)

P e n d a h u l u a n | 13

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

Penelitian ini dimaksudkan oleh penulis, adalah untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh modal kerja danperputaran persediaan (inventory turnover) terhadap labapada PT. Golden Energy Mines Tbk.

1.3.2 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini untuk memperoleh bukti empiris mengenai : 1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh modal kerja terhadap

perputaran persediaan pada PT. Golden Energy Mines Tbk.

2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh modal kerja terhadap laba pada PT. Golden Energy Mines Tbk.

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perputaran persediaan terhadap laba pada PT. Golden Energy Mines Tbk.

4. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh modal kerja dan perputaran persediaan terhadap laba pada PT. Golden Energy Mines Tbk.

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Praktis

1. Bagi perusahaan

(31)

P e n d a h u l u a n | 14

2. Bagi Investor

Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pada investor untuk berinvestasi di PT.Golden Energy Mines Tbk. Berdasarkan pertimbangan Modal kerja, perputaran persediaan, dan laba.

1.4.2 Kegunaan Akademis

Adapun kegunaan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut :

1. Bagi Penulis:

Menambah wawasan ilmu pengetahuan dan pemahaman dalam hal akuntansi keuangan mengenai modal kerja, perputaran persediaan dan laba.

2. Bagi Pengembangan ilmu :

Sebagai bagian pemenuhan dan referensi atau bahan rujukan untuk menambah ilmu pengetahuan mengenai akuntansi keuangan maupun untuk mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai modal kerja, perputaran persediaan dan laba.

1.5 Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

1.5.1 LokasiPenelitian

(32)

P e n d a h u l u a n | 15

10350Dengan memperoleh data sekunder melalui Bursa Efek Indonesia yang berlokasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 2 Lantai 1, Jl. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190.

1.5.2 Waktu Penelitian

(33)
(34)

16 BAB II

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan informasi akuntansi yang memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan perusahaan dan menginformasikan hasil kegiatan operasional perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Laporan keuangan tidak hanya menyajikan informasi bagi pihak intern perusahaan, tapi juga memberikan informasi mengenai keadaan perusahaan kepada pihak luar terutama yang berhubungan dengan keuangan perusahaan.

Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan oleh pihak menajemen (Stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Sehingga para pemakai laporan keuangan dapat menilai apa yang telah dikerjakan oleh manajemen dan bagaimana pertanggungjawaban pihak manajemen atas keputusan yang diambil untuk kelangsungan perusahaan.

(35)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 17

2.1.1.1 Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia PSAK No 1 (2004:2), menyatakan bahwa:

“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misalnya, seperti laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain secara materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.”

Menurut Zaki Baridwan (2001:17), pengertian dari :

“Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan,

merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.”

Berdasarkan pengertian mengenai laporan keuangan di atas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan digunakan untuk mencatat dan melaporkan keuangan perusahaan selama suatu periode.Laporan keuangan pada perusahaan diharapkan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pemakai informasi keuangan.

2.1.1.2Tujuan Laporan keuangan

(36)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 18

“Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan

kepada para pemakainya untuk dipakai dalam proses pengambilan keputusan.”

Dari kutipan diatas disebutkan bahwa tujuan dari laporan keuangan yaituuntuk memberikan informasi keuangan kepada parapemakainya yang digunakan untuk proses pengambilan suatu keputusan

Sedangkan tujuan laporan keuangan menurut PSAK No.1 Paragraf ke 7 (Revisi 2009) menyatakan bahwa :

“Tujuan Laporan Keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.”

Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan disusun dengan maksud untuk menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam mengambil keputusan. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut antara lain, pemilik, manajemen, investor, kreditor, dan pemerintah.

Pada dasarnya tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan.Dimana informasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sejumlah besar pemakai informasi mengenai hal-hal yang erat kaitannya dengan keuangan perusahaan terutama dalam pengambilan keputusan perusahaan.

(37)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 19

2.1.1.3Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Jenis laporan keuangan bermacam-macam baik berupa laporan utama maupun laporan pendukung. Jenis-jenis laporan keuangan disesuaikan dengan kegiatan usaha perusahaan yang bersangkutan dan pihak yang keterkaitan untuk memerlukan informasi keuangan pada suatu perusahaan tertentu. Menurut Munawir (2002:13) menyatakan bahwa :

“Laporan keuangan pada umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan modal atau laba yang ditahan,walaupun dalam prakteknya sering diikutsertakan beberapa daftaryang sifatnya untuk memperoleh kejelasan lebih lanjut. Misalnya, laporan perubahan modal kerja, laporan arus kas, perhitungan harga pokok, maupun daftar-daftar lampiran yang lain.”

Dari kutipan diatas dapat di simpulkan bahwa neraca, laporan laba rugi danlaporan perubahan modal atau laba yang ditahan dan daftar-daftar yang diperlukanuntuk penjelasan lebih lanjut merupakan suatu laporan keuangan yang umumdigunakan.

MenurutIkatan Akuntansi Indonesia(2004:2)jenis-jenis laporan keuangan adalah sebagai berikut :

“Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi Neraca, LaporanLaba Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan (yang disajikandalam berbagai cara misalnya, Laporan Arus Kas atau Laporan ArusDana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yangmerupakan bagian integral dari laporan keuangan. Di samping itu jugatermasuk skedul informasi tambahan yang berkaitan dengan laporantersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografisserta pengungkapan perubahan harga.”

(38)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 20

selama periode tertentu. Sedangkan laporan perubahan modal menunjukkan hasil usaha dan biaya perusahaan selama periode tertentu. Dan untuk lebih jelasnya pengertian dari bentuk-bentuk laporan keuangan perusahaan tersebut akan diuraikan sebagai berikut.

2.1.1.3.1 Neraca

Menurut PSAK No 1 (Revisi 2009) tentang bentuk laporan keuangan, menyatakan bahwa:

“Informasi yang disajikan dalam neraca, meliputi pos-pos sebagai berikut: a. Aktiva berwujud;

b. Aktiva tidak berwujud; c. Aktiva keuangan;

d. Investasi yang diperlakukan menggunakan ekuitas; e. Persediaan;

f. Piutang usaha dan piutang lainnya; g. Kas dan setara kas;

h. Hutang usaha dan hutang lainnya; i. Kewajiban yang diestimasi;

j. Kewajiban berbunga jangka panjang; k. Hak minoritas;

l. Modal saham dan pos ekuitas lainnya.”

Menurut Horngren (2000:3) yang diterjemahkan oleh Robinson dan Secokusumo, pengertian dari neraca adalah :

“Daftar seluruh aktiva, kewajiban dan ekuitas pemilik dari suatu entitas pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada akhir bulan atau akhir tahun.Neraca merupakan gambaran dari suatu entitas, sebab itu neraca sering juga disebut sebagai laporan posisi keuangan. Dalam neraca terdiri dari aktiva dan passiva yang jumlahnya harus sama. Pengelompokkan elemen neraca dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan analisa. Adapun elemen-elemen yang ada dalam neraca adalah :

“ 1. Aktiva, yang biasanya aktiva akan dikelompokkan menjadi 2 yaitu : a. Kelompok lancar (jangka pendek).

(39)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 21

2. Passiva, yang terdiri dari :

a. Kewajiban kepada pihak luar (utang). b. Modal. “

Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa neraca merupakan laporan yang menunjukkan kondisi keuangan suatu perusahaan dalam suatu periode.Yang ditunjukkan dengan jumlah harta yang dimiliki perusahaan dan jumlah kewajiban perusahaan yang terdiri dari utang-utang serta modal yang dimiliki perusahaan.Laporan dalam bentuk neraca juga menginformasikan mengenai posisi keuangan perusahaan.

Berikut ini adalah penjabaran dari teori diatas sebagai berikut : 1. Aktiva

a. Aktiva Lancar

Aktiva lancar adalah uang kas dan aktiva-aktiva lain atau sumber-sumber yang diharapkan akan direalisasi menjadi uang kas, dijual atau dikonsumsi selama usaha perusahaan yang normal atau dalam waktu satu tahun.

Elemen-elemen yang termasuk dalam golongan aktiva lancar: 1. Kas

2. Surat-surat berharga yang merupakan investasi jangka pendek. 3. Piutang usaha dan piutang wesel.

4. Piutang pegawai, anak perusahaan dan pihak-pihak lain

(40)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 22

6. Persediaan barang dagangan, bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi, bahan-bahan pembantu dan bahan-bahan serta suku cadang yang dipakai dalam pemeliharaan alat-alat atau mesin-mesin. 7. Biaya-biaya yang dibayar dimuka seperti asuransi, bunga, sewa,

pajak-pajak, bahan pembantu dan lain-lain. b. Aktiva Tidak Lancar

Aktiva tidak lancar disebut juga aktiva tetap. Biasanya aktiva tetap pada suatu perusahaan terdiri dari Tanah, Gedung, Peralatan dan akumulasi penyusutan atas aktiva tersebut.

2. Passiva

a. Kewajiban

Kewajiban pada perusahaan dibedakan menjadi kewajiban lancardan kewajiban jangka panjang.Kewajiban lancar adalah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau satu siklus kegiatan normal perusahaan. kewajiban lancar terdiri atas wesel bayar, hutang dagang, hutang bank, hutang gaji dan hutang bunga. Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban perusahaan yang temponya lebih dari satu tahun, misalnya hutang atas surat-surat berharga atau hutang obligasi.

(41)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 23

Modal adalah hak milik dari pemilik perusahaan. Biasanya ditanamkan ke dalam perusahaan sebagai investasi awal yang akan digunakan untuk menjalankan kegiatan perusahaan.

2.1.1.3.2 Laporan Laba Rugi

Menurut Horngren (2000:22) yang diterjemahkan oleh Robinson dan Secokusumo, mengemukakan bahwa pengertian dari laporan laba rugi adalah :

“Laporan laba rugi adalah suatu ikhtisar pendapatan dan pengeluaran atau beban dari suatu entitas pada suatu jangka waktu tertentu, misalnya untuk satu bulan atau satu tahun. Laporan laba rugi mengandung informasi mengenai hasil usaha perusahaan yaitu laba bersih, yang merupakan hasil dari pendapatan dikurangi beban.Jika beban melebihi pendapatan maka hasilnya adalah kerugian bersih untuk periode tersebut.”

Menurut Lili M. Sadeli (2002:25), pengertian dari laporan laba rugi adalah : “Laporan rugi laba adalah suatu daftar yang memuat ikhtisar tentang

penghasilan biaya, serta hasil netto suatu perusahaan pada suatu periode tertentu.”

Sedangkan Menurut Zaki Baridwan (2001:30), mengemukakan bahwa : “Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan

-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu.”

(42)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 24

jumlah laba bersih yang diperoleh perusahaan atau besarnya kerugian yang diderita perusahaan dari kegiatan perusahaan dalam periode tertentu.

Menurut Henry Simamora (2000:24), menyatakan bahwa:

“Elemen-elemen laporan laba rugi terdiri atas pendapatan, laba bersih keuntungan dan kerugian. Elemen-elemen laporan laba rugi yang disebutkan merupakan sebagian dari pos-pos yang muncul dalam laporan laba rugi. Berikut ini adalah pos-pos yang harus dimasukkan kedalam laporan laba rugi yang dapat menunjukkan keberadaan perusahaan apakah mengalami laba atau rugi, diantaranya:

f. Laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan; g. Pos luar biasa;

h. Hak minoritas; dan

i. Laba atau rugi bersih untuk periode berjalan.

Elemen pendapatan terdapat pada perusahaan jasa.Sedangkan pada perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur elemen ini merupakan hasil yang diperoleh dari kegiatan penjualan.Untuk itu pada perusahaan manufaktur pendapatan disebut juga dengan penjualan.”

2.1.1.3.2.1 Laporan Laba Rugi Pada Perusahaan Industri

Menurut Ely Suhayati dan Sri Dewi Anggadini (2009:113) mengungkapkan bahwa perbedaan antara perusahaan dagang dan industri adalah :

(43)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 25

Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perusahaan industri membutuhkan laporan harga pokok produksi untuk mengetahui berapakah biaya yang dibutuhkan dalam memproduksi suatu barang. Karna dalam perusahaan industri kegiatan yang dilakukan adalah mengolah bahan baku menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut.

Adapun perhitungan laba bersih pada perusahaan industri menurut Ely Suhayati dan Sri Dewi Anggadini (2009:113) sebagai berikut :

Sales (Penjualan) xxx

Cost Of Good Sold (Harga Pokok Penjualan) :

Inventory, Jan 1,... (Persediaan Awal) xxx

Cost Of Good Manufactured (Harga Pokok Produksi)* xxx

Cost Of Finished Good Available for sale (barang tersedia untuk dijual)

xxx

Less: Finished Good Inventory, Dec 31 ...(Persediaan Barang Akhir)

(xxx)

Cost Of Good Sold (Harga Pokok Penjualan) (xxx)

Gross Profit (Laba Kotor) xxx

Operating Expense (Beban Operasi) (xxx)

Net Income (Laba Bersih)

(44)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 26

2.1.1.3.2.2 Harga Pokok Produksi

Soemarso dalam bukunya yang berjudul Akuntansi Suatu Pengantar (2002:272), mengemukakan bahwa pengertian dari:

“Harga pokok produksi adalah biaya barang yang telah diselesaikan selama suatu periode disebut harga pokok produksi barang selesai (Cost of Goods Manufactured)atau disingkat dengan harga pokok produksi. Harga pokok ini terdiri dari biaya pabrik ditambah persediaan dalam proses awal periode dikurangi persediaan dalam proses akhir periode. Harga pokok produksi selama suatu periode dilaporkan dalam laporan harga pokok produksi (Cost of Goods Manufactured Statement).”

Pada umumnya nilai harga pokok produksi pada perusahaan merupakan penjumlahan antara biaya pabrik dengan persediaan awal barang dalam proses dikurangi dengan persediaan akhir barang dalam proses. Biaya ini merupakan biaya produksi daribarang yang telah diselesaikan selama satu periode. Harga pokok produksi ini pada laporan laba rugi akan mempengaruhi harga pokok penjualan. Berikut ini adalah bentuk perhitungan Harga Pokok Produksi:

Persediaan Barang dalam Proses 1 Januari xxx Bahan baku:

Persediaan awal 1 Januari xxx

Pembelian bahan baku xxx +

Biaya bahan baku tersedia untuk digunakan xxx

Persediaan akhir 31 Desember (xxx)

Total Bahan baku yang digunakan xxx

Tenaga kerja langsung xxx

Biaya Produksi tidak langsung :

Tenaga kerja manufaktur tidak langsung xxx

Perlengkapan xxx

Biaya Gaji

(45)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 27

Biaya Penyusutan (Bangunan, Peralatan) xxx

Biaya Pabrik lain-lain xxx

Total Biaya Produksi tidak langsung xxx

Biaya Produksi selama tahun xx xxx

Persediaan barang dalam proses akhir 31 Desember (xxx) Harga Pokok Produksi (untuk ke laporan laba rugi) xxx

2.1.1.3.3 Laporan Perubahan Modal

Pengertian laporan perubahan modal Menurut Lili M. Sadeli (2002:26), mengemukakan bahwa :

“Laporan perubahan modal adalah suatu daftar yang memuat ikhtisar

terperinci tentang perubahan modal suatu perusahaan pada suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.”

Sedangkan menurut Zaki Baridwan (2001:18), pengertian dari laporan perubahan modal adalah :

“Laporan perubahan modal yaitu Laporan yang menunjukkan sebab-sebab

perubahan modal dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah modal pada akhir periode.”

(46)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 28

Sumber : Zaki Baridwan (2004)

2.1.1.3.4 Laporan Arus Kas

Menurut Henry Simamora (2000:27), menyatakan bahwa pengertian dari: “Laporan arus kas adalah laporan yang memperlihatkan arus masuk kas

(Cash Inflows), yaitu penerimaan-penerimaan, dan arus keluar kas (Cash Outflows) dari sebuah entitas selama periode tertentu.

Sedangkan menurut John J.Wild dkk (2005:26) yang diterjemahkan oleh Yanifi s. Bachtiar dan S. Nurwahyu Harahap, menyatakan bahwa:

“Laporan arus kas melaporkan arus kas masuk dan keluar bagi aktivitas

operasi, investasi dan pendanaan perusahaan secara terpisah selama suatu periode tertentu.”

(47)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 29

periode.Penerimaan kas pada perusahaan yaitu dari kegiatan penjualan barang-barang atau penyediaan jasa, melalui penjualan aset lainnya dan dari pinjaman atau dari penerimaan kas yang berupa investasi.

Laporan arus kas disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai darimana sumbernya serta penggunaannya.

2.1.2 Modal Kerja

Setiap perusahaan manufaktur (industri) untuk menjalankan aktivitasnya membutuhkan sejumlah dana baik dana yang berasal dari pinjaman ataupun dari modal sendiri. Modal kerja, yaitu modal yang digunakan untuk membiayai jangka pendek, seperti pembelian bahan baku, membayar upah dan gaji, dan biaya operasional lainnya.

Maka dari itu modal untuk modal kerja diperlukan berulang-ulang untuk membiayai operasional perusahaan. Dan dalam pengelolaan modal kerja nya pun dalam sebuah perusahaan tentunya berbeda-beda. Modal kerja membutuhkan penanganan dan perhatiaan setiap saat, sehingga operasional perusahaan berjalan sesuai dengan rencana yang telah direnanakan di tahap awal.

2.1.2.1 Pengertian Modal Kerja

(48)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 30

akan menimbulkan kesulitan bagi perusahaan. Untuk menghindari hal yang demikian, maka perlu diketahui pengertian dari modal kerja.

Dan pengertian modal kerja itu sendiri telah banyak dikemukakan oleh para ahli, karena modal kerja yang juga berfungsi sebagai biaya operasional setiap perusahaan, sangat penting untuk kelancaran jalannya perusahaan

Menurut Sutrisno (2009:39) pengertian modal kerja adalah :

“ Modal kerja merupakan salah satu unsur aktiva yang sangat penting

dalam perusahaan karena tanpa modal kerja perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan dana untuk menjalankan aktivitasnya.”

Sedangkan menurut Menurut Kasmir (2012:250) mengungkapkan bahwa : “ Modal kerja merupakan modal yang digunakan untuk melakukan

kegiatan perusahaan. Modal kerja diartikan sebagai investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka pendek.”

Dari kedua pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa modal kerja merupakan aktiva lancar yang digunakan untuk membelanjai operasional perusahaan sehari-hari.

2.1.2.2 Konsep Modal Kerja

Di dalam modal kerja terdapat beberapa konsep modal kerja. Menurut Bambang Riyanto (2008:57) mengemukakan konsep modal kerja bahwa :

“ Mengenai pengertian modal kerja dapat dikemukakan adanya beberapa konsep, yaitu:

(49)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 31

Konsep kuantitatif mendasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar dimana aktiva itu merupakan aktiva yang sekali berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva dimana dana yang tertanam didalamnya akan dapat bebas lagi dalam waktu yang pendek. Dengan demikian, modal kerja menurut konsep ini adalah keseluruhan dari jumlah aktiva lancar. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja bruto (gross working capital). Modal kerja yang besar menurut konsep ini tidak menjamin kelangsungan operasi yang akan datang, serta tidak mencerminkan likuiditas perusahaan.

Dalam konsep kualitatif modal kerja dikaitkan dengan besarnya jumlah hutang lancar atau hutang yang harus segera dibayar. Dengan demikian maka sebagian dari aktiva lancar harus disediakan untuk memenuhi kewajiban finansial yang segera harus dilakukan, di mana bagian aktiva lancar ini tidak boleh digunakan untuk membiayai operasi perusahaan untuk menjaga likuiditasnya. Oleh karena itu, modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya yaitu yang merupakan kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancar. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja neto (net working capital).

(50)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 32

periode ini (current income). Ada sebagian dana yang digunakan untuk memperoleh atau menghasilkan pendapatan untuk periode berikutnya (future income).

2.1.2.3 Manfaat Modal Kerja

Menurut Handono Mardiyanto (2008:98) manfaat modal kerja adalah : “ Manfaat utama modal kerja adalah menjaga tingkat likuiditas suatu perusahaan. Karna dengan modal kerja yang memadai, suatu perusahaan akan mampu membayar seluruh kewajiban jangka pendeknya, memiliki cadangan yang cukup untuk menghindari kekurangan persediaan, dan memberikan piutang kepada pelanggan sehingga hubungan dengan pelanggan dapat terus di pertahankan.”

Sedangkan menurut Jumingan (2006: 67) mengemukakan manfaat modal kerja adalah:

“Manfaat modal kerja adalah sebagai berikut:

1. Melindungi preusahaan dari akibat buruk berupa turunnya nilai aktiva lancar turunnya nilai aktiva lancar, seperti adanya kerugian karena debitur tidak membayar, turunnya nilai persediaan karena harganya merosot.

2. Memungkinkan perusahaan untuk melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya.

3. Memungkinkan perusahaan untuk dapat membeli barang dengan tunai sehingga dapat mendapatkan keuntungan berupa potongan harga. 4. Menjamin perusahaan memiliki Credit Standing dan dapat mengatasi

peristiwa yang tidak dapat diduga seperti kebakaran, pencurian dan sebagainya.

5. Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup guna melayani permintaan konsumennya.

6. Memungkinkan perusahaan dapat memberikan syarat kredit yang menguntungkan kepada pelanggan.

7. Memungkinkan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan dalam memperoleh bahan baku, jasa dan suplai yang duibutuhkan.

(51)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 33

2.1.2.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Modal Kerja

Untuk menentukan jumlah modal kerja yang dianggap cukup bagi suatu perusahaan bukan merupakan hal yang mudah, karena modal kerja yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor menurut Munawir (2007: 98 ) adalah sebagai berikut :

“Faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja adalah: 1. Sifat atau jenis perusahaan

2. Waktu yang diperoleh untuk memproduksi barang yang akan dijual 3. Syarat pembelian dan penjualan

4. Tingkat perputaran persediaan 5. Tingkat perputaran piutang 6. Volume Penjualan

7. Faktor Musim dan Siklus.”

Jenis dan sifat dari usaha yang dijalankan oleh suatu perusahaan mempengaruhi terhadap modal kerja. Modal kerja dari perusahaan jasa relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan kebutuhan modal kerja perusahaan industri, karena untuk perusahaan jasa tidak memerlukan investasi yang besar dalam kas, piutang maupun persediaan. Kebutuhan uang tunai untuk membayar pegawai maupun untuk membiayai operasinya dapat dipenuhi dari penghasilan atau penerimaan-penerimaan saat itu juga, sedangkan piutang biasanya ditagih dalam waktu relatif pendek. Bagi perusahaan industri dibutuhkan modal kerja yang lebih besar karena perusahaan harus mengadakan investasi yang cukup besar dalam aktiva lancar agar perusahaan tidak mengalami kesulitan di dalam operasinya.

(52)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 34

Semakin lama waktu yang diperlukan untuk memproduksi barang, maka jumlah modal kerja yang diperlukan semakin besar.

Syarat kredit pembelian barang dagangan atau bahan baku akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja. Syarat kredit pembelian yang menguntungkan akan memperkecil kebutuhan uang kas yang harus ditanamkan dalam persediaan dan sebaliknya. Di samping itu modal kerja juga dipengaruhi oleh syarat penjualan. Semakin lunak kredit (jangka kredit lebih panjang) yang diberikan kepada langganan akan semakin besar kebutuhan modal kerja yang harus ditanamkan dalam piutang.

Semakin tinggi tingkat perputaran persediaan maka jumlah modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk persediaan (barang) akan semakin rendah. Untuk dapat mencapai tingkat perputaran yang tinggi, maka harus diadakan perencanaan dan pengawasan persediaan yang efisien. Semakin tinggi tingkat perputaran persediaan akan mengurangi risiko kerugian yang disebabkan karena penurunan harga atau perubahan selera konsumen, di samping itu akan menghemat ongkos penyimpanan dan pemeliharaan terhadap persediaan tersebut.

(53)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 35

Perusahaan membutuhkan modal kerja untuk mendukung kegiatan operasional pada saat terjadi peningkatan penjualan. Jika tingkat penjualan tinggi maka modal kerja yang diperlukan relatif tinggi, sebaliknya bila penjualan rendah dibutuhkan modal kerja yang rendah.

Fluktuasi dalam penjualan yang disebabkan oleh faktor musim dan siklus akan mempengaruhi kebutuhan akan modal kerja. Perusahaan yang dipengaruhi oleh musim membutuhkan jumlah modal kerja yang relatif pendek. Modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk persediaan barang berangsur-angsur meningkat dalam bulan-bulan menjelang puncak penjualan.

2.1.2.5. Sumber Modal Kerja

Menurut Munawir (2007:122) sumber modal kerja pada umumnya sebagai berikut :

“ Pada umumnya sumber modal kerja suatu perusahaandapat berasal dari:

a. Hasil operasi perusahaan, adalah jumlah net income yang nampak dalam laporan perhitungan rugi laba ditambah dengan depresiasi dan amortisasi,jumlah ini menunjukkan jumlah modal kerja yang berasal dari hasil operasi perusahaan.

b. Keuntungan dari penjualan surat-surat berharaga (investasi jangka pendek) Surat berharga yang dimiliki perusahaan untuk jangka pendek adalah salah satu elemen aktiva lancar yang segera dapat dijual dan akan menimbulkan keuntungan bagi perusahaan, dengan adanya penjualan surat berharga ini menyebabkan terjadinya perubahan dalam unsur modal kerja yaitu dari bentuk surat berharga berubah menjadi uang kas.

c. Penjualan aktiva tidak lancar, sumber lain yang dapat menambah modal kerja adalah hasil penjualan aktiva tetap, investasi jangka panjang dan aktiva tidak lancar lainnya yang tidak diperlukan lagi oleh perusahaan. d. Penjualan saham atau obligasi, Untuk menambah dana atau modal kerja

(54)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 36

atau meminta kepada para pemilik perusahaan untuk menambah modalnya.

e. Dana pinjaman dari bank dan pinjaman jangka pendek lainnya, pinjaman jangka pendek (seperti kredit bank) bagi beberapa perusahaan merupakan sumber penting dari aktiva lancarnya, terutama tambahan modal kerja yang diperlukan untuk membelanjai kebutuhan modal kerja musiman, siklis, keadaan darurat atau kebutuhan jangka pendek lainnya.

f. Kredit dari supplier atau trade creditor, salah satu sumber modal kerja yang penting adalah kredit yang diberikan oleh supplier. Material, barang-barang, supplies, dan jasa-jasa biasa dibeli secara kredit atau dengan wesel bayar. Apabila perusahaan kemudian dapat mengusahakan menjual barang dan menarik pembayaran piutang sebelum waktu utang harus dilunasi, perusahaan hanya memerlukan sejumlah kecil modal kerja.”

2.1.2.6. Jenis-jenis Modal Kerja

Menurut Bambang Riyanto (2008:61), modal kerja digolongkan dalam beberapa jenis:

“ 1) Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital)

Modal kerja permanen yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalani fungsinya atau dengan kata lain modal kerja yang secara terus menerus diperlukan untuk kelancaran usaha. Modal kerja ini terdiri dari:

a) Modal kerja primer (Primary Working Capital) yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjaga kontinuitas usahanya.

b) Modal kerja normal (Normal Working Capital) yaitu modal kerja yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan proses produksi yang normal. 2) Modal Kerja Variabel (Variable Working Capital)

Modal Kerja Variabel adalah modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan. Modal kerja ini terdiri dari:

a.Modal kerja musiman (Seasonal Working Capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi musim. b.Modal kerja siklis (Cyclical Working Capital) yaitu modal kerja yang

jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi konjungtur.

(55)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 37

2.1.2.7. Unsur-unsur Modal Kerja

Menurut Munawir (2007: 114) mengemukakan bahwa :

“Modal kerja merupakan jumlah dana yang tersedia untuk membiayai seluruh operasi kebutuhan – kebutuhan perusahaan. suatu analisa terhadap sumber dan penggunaan modal kerja sangat penting bagi penganalisa intern maupun ekstern, disamping masalah modal kerja ini erat hubungannya dengan operasi perusahaan sehari hari juga menunjukkan tingkat keamanan atau margin of safety para kreditur terutama kreditur jangka pendek. Mengelola aktiva lancar dan Kewajiban lancar agar terjamin jumlah net modal kerja yang layak diterima (acceptable) yang menjamin tingkat likuiditas badan usaha”.

Adapun rumus dari Munawir untuk menentukan modal kerja, yaitu :

Sumber : Munawir (2007:115)

Dari rumus diatas maka dapat dijabarkan unsur-unsur dari modal kerja itu sendiri yaitu :

1. Aktiva Lancar

Menurut Munawir (2004:14)menyatakan bahwa:

“Aktiva lancar adalah uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumer dalam periode berikutnya . Yang termasuk aktiva lancar yaitu: a. Kas atau uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi

perusahaan.

b. Investasi jangka pendek atau surat berharga adalah investasi yang sifatnya sementara (jangka pendek) dengan maksud untuk memanfaatkan uang kas yang untuk sementara belum dibutuhkan dalam operasi.

c. Piutang wesel, adalah tagihan perusahaan terhadap pihak lain yang dinyatakan dalam suatu wesel atau perjanjian yang diatur dalam undang-undang, maka wesel ini lebih memiliki kekuatan hokum dan lebih terjamin pelunasannya dan piutang wesel ini dapat diperjualbelikan atau didiskontokan.

d. Piutang dagang, adalah tagihan kepada pihak lain sebagai akibat adanya penjualan barang secara kredit.

e. Persediaan, untuk perusahaan dagang yang dimaksud dengan persediaan adalah barang-barang yang diperdagangkan yang sampai tanggal neraca masih digudang atau belum laku terjual. Untuk perusahaan manufaktur

(56)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 38

maka persediaan barang yang dimiliki meliputi persediaan bahan mentah, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi.

f. Piutang penghasilan atau piutang yang masih harus diterima, adalah penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan karena telah memberikan jasa atau prestasinya, tetapi belum diterima pembayarannya, sehingga merupakan tagihan.

g. Persekot atau biaya yang dibayar dimuka, adalah pengeluaran untuk memperoleh jasa atau prestasi dari pihak, tetapi pengeluaran itu belum menjadi biaya, jasa dan prestasi pihak lain itu belum dinikmati oleh perusahaan pada periode ini melainkan periode berikutnya.

2. Hutang Lancar

Menurut Munawir (2004:18)menyatakan bahwa :

“Hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasan atau pembayarannya akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan. Yang termasuk hutang lancar, yaitu :

a. Hutang dagang, adalah hutang yang timbul akibat adanya pembelian secara kredit.

b. Hutang wesel, adalah hutang yang disertai janji tertulis (yang diatur dengan undang-undang ) untuk melakukan pembayaran sejumlah tertentu pada waktu tertentu dimasa yang akan datang.

c. Hutang pajak, baik pajak untuk perushaaan yang bersangkutan ataupun pajak pendapatan karyawan yang belum disetorkan kepada Negara.

d. Biaya yang masih harus dibayar, adalah biaya-biaya yang sudah terjadi tetapi belum melakukan pembayaran.

e. Hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo, adalah sebagian atau seluruh hutang jangka panjang yang sudah menjadi hutang jangka pendek karena harus segera dilakukan pembayaran.

f. Penghasilan yang diterima dimuka, adalah penerimaan uang untuk penjualan barang dan jasa yang belum direalisasikan.”

2.1.3 Pengertian perputaran persediaan

2.1.3.1 Pengertian Persediaan

Setiap perusahaan dagang maupun perusahaan industri, selalu mengadakan

persediaan barang. Tanpa adanya persediaan barang para pengusaha akan dihadapkan

(57)

K a j i a n P u s t a k a , K e r a n g k a P e m i k i r a n D a n H i p o t e s i s | 39

memerlukan barang yang dihasilkan. Hal ini mungkin akan terjadi karena tidak

selamanya barang-barang tersedia setiap saat yang berarti pula bahwa pengusaha akan

kehilangan kesempatan keuntungan yang harus diperoleh. Jadi persediaan barang

sangat penting artinya untuk setiap perusahaan.

Menurut Kasmir (2010 : 264) menyatakan bahwa:

”Persediaan adalah sejumlah barang yang harus disediakan oleh perusahaan pada suatu tempat tertentu. Artinya sejumlah barang yang disediakan perusahaan guna memenuhi kebutuhan produksi atau penjualan barang dagangan”

Menurut Sutrisno (2009:84) menyatakan:

“Persediaan adalah sejumlah barang atau bahan yang dimiliki perusahaan

yang tujuannya untuk dijual dan atau diolah kembali”.

Sementara itu menurut Pengertian persediaan menurut Dermawan Sjahrial (2007:189) yaitu:

“Persediaan merupakan unsur utama dari modal kerja (aktiva lancar).

Persediaan merupakan investasi yang sangat berarti pada banyak perusahaan”.

Dari definisi diatas dapat disimulkan bahwa persediaan merupakan

barang-barang yang dimiliki dan disediakan oleh perusahaan untuk dijual kembali atau untuk

proses produksi serta barang-barang jadi yang disimpan di suatu tempat yang

disediakan untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen.

Perbedaan persediaan barang dalam usaha industri dan perdagangan sebenarnya terletak pada ada tidaknya proses produksi lebih lanjut dari inventory

Gambar

Tabel 1.1
Tabel 1.2 Jadwal Penelitian
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir
Tabel 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu
+5

Referensi

Dokumen terkait

Konsentrasi gula memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air, kadar vitamin C, total padatan terlarut, larutan yang masuk dalam bahan,

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses, dampak, berbagai macam kendala dan solusi alternatif pengembangan karakter bersahabat dan peduli sosial

perusahaan yang baru diterapkan (Herni, 2012). Motivasi peneliti melakukan penelitian mengenai “Pergantian Manajemen Sebagai Pemoderasi Ukuran Kantor Akuntan Publik

Dari penelitian ini diperoleh bahwa cetyl alcohol merupakan faktor yang berpengaruh dominan dan signifikan dalam menentukan sifat fisik viskositas krim, sedangkan gliserin

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga atas ridho Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi

di Sulawesi.. 2) Jaringan jalan yang disebutkan di atas harus dipelihara dengan baik. Jaringan jalan di Sulawesi harus tahan untuk semua kondisi cuaca. Baru-baru ini, beberapa

Tahap akhir adalah refleksi dari hasil pengamatan untuk perbaikan rencana umun dan pelaksanaan tindakan pada siklus berikutnya (Sudrajat, 2008). Subjek dalam

penelitian sastra seperti atau kalimat-kalimat dalam wacana analisis kata-kata dalam kalimat atau lebih besar lagi